Author Topic: MY SUNSHINE ---> HIATUS  (Read 17796 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
PREVIOUS CHAPTER

BRUKKKKKK
“JI WON!!!!!”teriak Joon Hyun panik
“Bertahanlah sayang. AKu mohon jangan tinggalkan aku”ucap Joon Hyun penuh pengharapan memegang erat tangan yang terasa dingin
“Jika dengan nyawaku akan membuatmu hidup, maka aku akan melakukannya Ji Won”gumam Joon Hyun dalam batinnya.
****
Aku mohon jangan tinggalkan aku Ji Won, aku lebih suka melihatmu dengan pria lain setidaknya aku masih bisa melihatmu, tapi jika kau pergi untuk selamanya aku lebih baik ikut mati bersamamu.




CHAPTER 13
[/b]


Joon Hyun akhirnya tiba di Soul Hospital , dengan gerakan cepat Joon Hyun keluar dari pintu kemudi mobil mewahnya dan membuka pintu belakang dengan membawa Ji Won kedalam gendongannya.

Dengan setengah berlari Joon Hyun berteriak histeris memanggil dokter Min untuk segera menangani Ji Won yang mashih tidak sadarkan diri dalam pelukannya.

Beberapa petugas rumah sakit dengan sigap menyiapkan ranjang perawatan dan menyuruh Joon Hyun untuk membaringkan pasien di ranjang pesakitan tersebut, sedangkan seorang suster yang mengenali pasien langsung menelpon Dokter Min untuk segera menuju instalasi gawat darurat.

Ji Yoon beserta suaminya yang juga baru tiba di rumah sakit langsung mencari keberadaan adiknya. Wajah cantiknya sudah dipenuhi dengan air mata, suaminya nampak begitu mengkhawatirkan kondisi kesehatan istrinya yang sedang hamil besar dan Young hoon sangat ketakutan jika kesedihan yang dialami Ji Yoon akan mempengaruhi kandungannya.

“Apa yang kau lakukan disini?” ucap Ji Yoon dengan nada tidak suka akan kehadiran Joon Hyun



“sayang” tegur Yoong Hoon akan emosi istrinya sambil mengusap lembut punggung gemetar itu
“Apa yang terjadi pada adikku, kenapa dia bisa seperti ini. APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADANYA!!!” ucap Ji Yoon setengah teriak




******

“Noona!” panggil Ryu Jin yang datang setengah berlari menghampiri Ji Yoon

Wajahnya terlihat kusut dan basah karena air mata yang tidak bisa ditahannya lagi.
Ji Yoon hanya menangis tidak tahu harus berkata apa pada Ryu Jin , karena dirinya tahu jika Ryu Jin sangat mencintai Ji Won .

Ji Yoon kembali memandang ke arah Joon Hyun seolah meminta jawaban atas pertanyaannya yang belum sempat di jawab oleh Joon Hyun.

Namun sebelum Joon hyun menjawab pertanyaan Ji Yoon, Dokter Min keluar dari instalasi gawat darurat dengan raut wajah yang cemas.

“Ji Yoon-ssi, aku harus melakukan operasi pada adikmu dan ini harus dilakukan dengan cepat”ucap Dr Min dan membuat Ji Yoon semakin cemas akankondisi adiknya

“Maksud dokter?” tanya Joon Hyun cemas

“AKu harus segera melakukan operasi cangkok sumsum tulang belakang , tapi sayangnya kami belum menemukan donor yang cocok untuk Ji Won”ucap Dr Min

Joon Hyun merasa dunia sudah runtuh di depan matanya saat Dr Min mengatakan waktu Ji Won tidak lama lagi. Dan itu sama saja seperti membunuhnya secara perlahan jika dirinya harus kehilangan wanita yang sangat dicintainya.

“Tapi bukankah , pihak rumah sakit sudah menemukan donor yang cocok dengan Ji Won?” ucap Joon Hyun lirih

“ya kami memang sudah mendapatkannya tapi di menit terakhir pendonor membatalkan untuk melakukan operasi karena pihak keluarganya tidak menyetujuinya dan akan menuntut pihak Rumah sakit jika tetap melakukan operasi pencangkokan” ucap Dr Min menjelaskan.

“Ji Yoon-ssi, jika kau sudah menyetujuinya kami harap kau segera menandatangani dokumen –dokumen yang kami perlukan dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan adikmu”ucap Dr Min sedih dan beranjak pergi untuk mempersiapkan diri melakukan operasi

“Wae, wae, kenapa harus Ji Won, dia masih terlalu muda. Kenapa?” Ji Yoon menangis histeris dan membuat Yoong Hoon kebingungan untuk menenangkan emosi istrinya.

“Ji YOON!!!” Yoong hoon panik saat melihat darah segar keluar dari balik gaun istrinya dan Yoong Hoon sangat mencemaskan kondisi istri dan calon bayi mereka

“Bu Direktur” ucap Joon Hyun tidak kalah kagetnya dan langsung membantu Yoong Hoon membopong Ji Yoon ke ruang persalinan.

Rsanya ingin Ji Yoon menolak pertolongan Joon Hyun namun karena kondisi nya yang lemah dan tenaganya yang terasa sudah terkuras maka Ji Yoon membiarkan Lee Joon Hyun membantunya.

*****

Ji Yoon pun segera dilarikan ke ruang operasi dan dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar pada Ji Yoon , karena bisa membahayakan kondisi ibu dan bayinya.

Yoong hoon nampak begitu cemas dengan kondisi Ji Yoon dan juga bayinya, begitupun Ryu Jin yang konsentrasinya terpecah antara Ji Yoon dan Ji Won.

Sementara Joon Hyun masih tetap setia menemani Ji Won yang sudah di pindahkan di ruang ICU sebelum operasi pencangkokan dilakukan

Akhirnya operasi Ji Yoon berhasil, ibu dan bayinya selamat. Yoong hoon pun langsung memasuki ruangan operasi dan melihat bayinya, seorang bayi laki-laki yang tampan, dan Yoong Hoon pun langsung memeluk istrinya yang masih lemah dan mencium kening Ji Yoon dan berkata : “ seorang bayi laki-laki yang tampan, sayang” , terima kasih, terima kasih sayang”, ucap Yoong Hoon berkali –kali

*****
Suara mesin itu terus berbunyi, dan berbunyi dan dalam alam bawah sadarnya Ji Won melihat cahaya terang sedang menyinarinya dan terlihat sesosok pria berusaha menghampirinya dan Ji Won pun mulai mengenali sosok pria tersebut,
 
“Lee Joon Hyun”, ucap Ji Won saat melihat wajah kekasihnya, dan Ji Won pun langsung menghampiri Joon Hyun yang tersenyum ke arahnya dan tiba-tiba,...............tangan Ji Won mulai bergerak, dan memanggil-manggil nama “ Oopa, Joon Hyun Oopa!!!!, “ Joon Hyun yang berada disisi Ji Won terkejut saat melihat jari jemari Ji Won mulai bergerak dan terus memanggil manggil namanya,

“JI Won, ini aku, aku disini, Ji Won!!”, ucap Joon Hyun

“DOKTER…..DOKTERRRR!!” Joon Hyun keluar dari ruang ICU dan memanggil-manggil dokter untuk memberitahukan jika Ji Won sudah siuman.

Dr. Min dan beberapa dokter lainnya langsung menuju ruang ICU dan memeriksa kondisi Ji Won .

“Sepertinya operasi sudah tidak bisa di tunda lagi, kita harus segera mendapatkan donor sumsum tulang tersebut”ucap Dr Min yang di jawab dengan anggukan kepala oleh dokter lainnya.

“Komawo, karena kau JI Won bisa melewati masa kritisnya, komawo....,” ujar Ryu Jin dan langsung pergi dari pandangan Joon Hyun

“Aku akan berusaha untuk mencari donor sumsum tulang untuknya”, ujar Joon Hyun

Ryu Jin hanya terdiam dan tidak mampu untuk menjawab pernyataan Joon Hyun. Dan dengan berat hati Ryu Jin kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Joon Hyun di lorong rumah sakit tersebut.

@@@@

Ji yoon yang sudah sadar dari pengaruh obat bius, langsung menanyakan kondisi adiknya pada suaminya “Bagaimana keadaan Ji Won?”, ujar Ji Yoon yang masih merasa pusing.

“Sayang, kau tidak usah cemas, Ji Won dia sudah melewati masa kritisnya, kau tahu saat Joon Hyun muncul Ji won langsung bereaksi, rupanya Joon Hyun memang orang yang sangat penting dalam kehidupan JI Won”.” Lihatlah bayi kita, sepertinya dia haus”, ujar Yoong Hoon sambil menyerahkan Ji Hoon ( nama bayi mereka ) pada istrinya, dan Ji Yoon pun menciumi bayinya dan menitikkan air mata bahagia.

“Ji Hoon , tantemu sudah sadar, dia sudah sehat kembali”, ujar Ji Yoon mengecup sayang pipi putranya.
*******

Joon Hyun memasuki ruangan tempat Ji Won dirawat, dan meletakkan 1 buket mawar merah di atas meja disamping ranjang Ji Won. Cukup lama Joon Hyun menatap wajah Ji Won yang masih tertidur.
Joon Hyun memandangnya lekat-lekat dan sesekali membelai lembut wajah Ji Won .



Saat JI Won membuka matanya, Joon Hyun merasa lega karena Tuhan masih menyayangi gadisnya dan tetap hidup sampai detik ini.

“Chagiya, aku takut sekali kau meninggalkanku”. “ aku takut sekali” ucap Joon Hyun tidak henti-hentinya dan memeluk erat tubuh lemah Ji Won.



Ji Won membalas pelukan Joon hyun seolah memberi kepastian pada lelaki yang memeluknya itu jika dirinya baik-baik saja, setidaknya untuk saat ini.

“ Oopa” panggil Ji Won lembut

“Gwenchanayo”. “Oppa, aku tidak bisa bernafas” ucap Ji Won

“Miane” sesal Joon Hyun dan melepaskan pelukannya dan mengecup dalam kening Ji Won

“Oppa!” .”Sepertinya hidupku tidak akan lama lagi, tapi aku tidak perduli selama kau masih berada disisiku dan mencintaiku sampai maut menjemputku”ucap Ji Won asal dan semakin membuat Joon Hyun sedih.
“Oppa!” bisakah kau selalu ada disisiku?, jeball” ucap Ji Won memohon dengan senyum yang terasa berat di tunjukkannya.

“Apa maksudmu?, kenapa kau bicara sembarangan?”, dengus JoonHyun kesal.

“Oppa, Dr. Min bilang kalau penyakitku sudah parah, leukimia nya sudah ke tahap stadium 4 dan aku harus secepatnya melakukan pencangkokkan sumsum tulang belakang, jika tidak aku tidak akan bertahan lama, waktuku hanya 1 bulan lagi”,ucap Ji Won meratapi nasibnya yang malang

“AKu tidak akan bertahan lama Oppa, aku akan mati, sebentar lagi aku akan mati, hiks hiks hiks” Ji Won menangis sejadi-jadinya membenamkan kepalanya di dada bidang Joon Hyun  .
Joon Hyun tak kuasa melihat penderitaan kekasihnya , Joon Hyun berusaha menenangkan Ji Won dan berjanji akan mencari donor yang tepat untuknya.

@@@@@@@@@

Sepanjang perjalanan pulang , Joon Hyun tidak bisa berpikir jernih, pikirannya selalu tertuju pada Ji Won.
“aku harus secepatnya mencari pendonor untuk Ji Won. Demi Tuhan ,aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku Ji Won-aa”



“ANDWAEEEEEEE” teriak Joon Hyun putus asa dan tangisanpun sudah tidak bisa dihindari lagi, Joon Hyun menangis di dalam mobilnya, Joon Hyun memukul-mukul setir kemudinya meluapkan segala keresahan hatinya


Sementara di lain tempat, Ryu Jin juga mengalami kesedihan yang juga dirasakan oleh Joon Hyun. Ryu Jin terlihat melamunkan  bagaimana jika Ji Won tidak terselamatkan?, bagaimana dirinya bisa hidup tanpa Ji Won?” bagaimana, bagaimana ?” Ryu Jin tidak bisa membayangkan hal buruk itu terjadi dalam kehidupannya.

“Ryu Jin,gwenchana?” tanya Soon Hee yang melihat Ryu Jin sedang melamun di lapangan Basket kampus.

“Soon Hee-aa , kau sendiri kenapa jam segini masih berkeliaran di kampus, bukannya tidak ada mata kuliah di jam segini”, Ryu Jin balik bertanya.

“Aku ikut prihatin dengan apa yang menimpa pada sepupumu?”. “Bagaimana keadaannya, apa sudah dapat orang yang mau mendonorkan sumsum tulangnya, ?”tanya Soon Hee sambil duduk disamping Ryu Jin.

Ryu Jin pun menyandarkan kepalanya di pangkuan Soon Hee. Tentu saja Soon Hee merasa kaget sekaligus senang, inilah yang sudah ditunggu-tunggunya selama ini, Ryu Jin menyandarkan kepalanya di pangkuannya,  ( Ryu Jin pria yang diam –diam dicintainya ). 



“Boleh aku tidur dipangkuanmu SoonHee?, sebentar saja aku mohon”, pinta Ryu Jin yang langsung memejamkan matanya seolah ingin mengurangi beban yang terasa berat di pundaknya.

“Boleh, terserah kau mau tidur dipangkuanku berapa lama aku tidak keberatan”, ucap Soon Hee dalam hati.



“Andai kau tahu bagaimana perasaanku terhadapmu?”,“ANDWAEE, jika kau tahu kalau aku menyukaimu, kau pasti tidak akan seperti ini”. “Tidak apa-apa, asalkan kau selalu ada disisiku aku sudah merasa senang. Tidurlah yang nyenyak supaya bebanmu terasa ringan”.

“Tidurlah Ryu Jin!” ucap Soon Hee membelai


=========
Ny. Lee dan Tn . Lee datang menjenguk Ji Won di rumah sakit. Ji Won sangat senang dengan kedatangan orang tua Joon Hyun.

“Ahjussi, Ahjumma! Senang sekali kalian datang, aku rindu sekali pada kalian”, ucap Ji Won sambil memeluk Ny. Lee.

“Maaf kami baru sempat menjengukmu sekarang. Ini ,Ahjumma buatkan sup ikan kesukaanmu, ayo aku suapi selagi hangat” ucap Ny Lee membantu Ji Won duduk bersandar di ranjangnya ,sedangkan Tn. Lee membantu membuka kotak makanan yang sudah dibuatkan istrinya untuk calonmenantunya.
Joon Hyun tak kuasa menahan air matanya saat melihat kedua orang tuanya dan Ji Won  begitu akrab, dan Ji Won terlihat begitu menyukai sup ikan buatan ibunya.

“ Joon, jangan kau tunjukkan air matamu itu di depan Ji Won, nanti dia pasti sedih melihatmu seperti ini”, ujar Tn. Lee sambil menepuk pundak putranya.


@@@@@@


“Ryu Jin, bagaimana keadaan Ji Won ? apa dia sudah mendapatkan donornya?”, Ji Yoon bertanya pada Ryu Jin yang baru sampai di rumah.

“Noona, sudah berapa lama kau ada disini, apa Hyung  bersamamu?” Ryu Jin malah balik bertanya pada Noonanya.
“Untuk sementara kami tinggal disini, aku takut terjadi sesuatu pada Ji Won, jadi aku meminta ijin pada Yoong Hoon untuk tinggal bersama kalian”, ujar Ji Yoon.

Ryu Jin pun langsung menghampiri Ji Yoon dan memeluknya dengan sangat erat dan menangis dipelukan Ji Yoon
” aku tidak rela jika harus kehilangan dirinya, aku sangat mencintainya, aku sangat mencintainya, apa karena cintaku yang terlarang , Tuhan akan mengambilnya dari sisiku, hiks hikshiks”



“Ryu Jin sudahlah, kau harus tenang kita semua harus tenang dan berdoa semoga Ji Won bisa secepatnya mendapatkan donor sumsum tulang”, ujar Ji Yoon bijak dan mereka pun saling menguatkan satu sama lainnya.



@@@@@


“Jadi pendonornya tidak jadi mendonorkan sumsum tulangnya untuk Ji Won?” , “ kenapa Dokter, kenapa mereka membatalkannya?”, ujar Joon Hyun kesal.

“Maaf, soal itu kami sendiri tidak tahu apa penyebabnya dan kami juga tidak bisa memaksanya”, tukas Dr. Min menyesal.
Joon Hyun tak kuasa untuk memberitahu pada Ji Won perihal pembatalan donor untuknya. Tapi rupaya Ji Won sudah bisa menebaknya.

“Gagal lagi yach”, tukas Ji Won sambil tersenyum.

“Tidak apa-apa, aku tidak marah, aku sudah merasa bahagia karena orang yang kucintai selalu ada disisiku ”, ujar Ji Won sedih.

“Hentikan omong kosong ini Shin Ji Won”, tukas Joon Hyun kesal.

“Oppa!, kalau sedang marah wajahmu tampan sekali, hahahahh”, “mmmuah”, Ji Won mengecup dalam bibir Joon Hyun.

Joon Hyun POV

 “ Aku bahagia karena bertemu dengan wanita seperti dirimu,  aku bahagia karena pernah menjadi bagian dalam hidupmu, menjadi pria yang kau cintai, menjadi pria yang mencintaimu adalah kebahagiaan untukku. Kau adalah wanita pertama yang membuatku merasakan arti cinta yang sesungguhnya, kau yang mengajarkan padaku bagaimana mengikhlaskan sesuatu, bagaimana memaafkan seseorang yang sudah melukai kita dan selalu berusaha untuk mengejar apa yang kita inginkan. Terima kasih My Sunshine, U’re always shining my day, thank you for shining my life, Sarangheyo! Shin Ji Won “


@@@@

Ryu Jin memarkirkan jaguar hitamnya di Han Residence setelah perbincangannya dengan Soon Hee di kampus tadi membuatnya sedikit membuka mata hatinya terhadap apa yang terjadi dengan Ji Won dan bagaimana dirinya harus mulai menerima pria yang bisa membuat Ji Won bahagia walau tidak bisa dipungkiri dirinya belum bisa menerima Lee Joon Hyun sebagai pendamping hidup Shin Ji Won.

Langkahnya terhenti saat melihat sosok pria yang sama sekali tidak ingin ditemuinya untuk saat ini.
“Annyeong”sapa Joon Hyun ramah

“Ada keperluan apa kau menemuiku?”, ujar Ryu Jin.

“Bisa kita bicara sebentar?, mengenai Ji Won” ucap Joon Hyun

Ryu Jin dan Joon Hyun memutuskan untuk berbicara di taman belakang Han Residence, karena Ryu Jin tidak ingin terjadi keributan lagi jika Ji Yoon sampai melihat kemunculan Joon Hyun .

“Bisa kau jelaskan maksud kedatanganmu ke rumahku?” tanya Ryu Jin tidak sabar.



“Aku hanya ingin berterima kasih padamu”, tukas Joon Hyun sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Ryu Jin

“ Aku melakukan ini semua karena Ji Won yang terlalu mencintaimu bukan karena aku menyetujui hubungan kalian berdua”, tukas Ryu Jin kesal.

“Kalau saja kau bukan adik sepupu Ji Won mungkin aku akan merelakannya bersamamu, tapi itu tidak mungkin, karena itu tidak boleh tapi aku berharap kau akan selalu menjaganya dan melindunginya. Kau bersediakan?”, ujar Joon Hyun  seolah memohon akan permintaan yang entah menurut Ryu Jin membuatnya begitu bergidik seolah sedang berpamitan.



 Joon Hyun pun tersenyum pada Ryu Jin dan berkata :  “ tolong jaga dia baik-baik, karena hanya kau yang bisa kupercaya. Komawo” ucap Joon Hyun dan  pergi meninggalkan Ryu Jin yang memandangnya penuh dengan tanda tanya.
Dan terdengar suara mesin mobilnya yang sudah menyala dan suara derungan mobil itupun semakin menjauh dari pendengaran Ryu Jin. Dan Ryu Jin masih tidak mengerti dengan pernyataan yang dimaksud oleh Joon Hyun.

“Maksudnya apa?, kenapa sikapnya seperti orang yang akan pergi jauh?”,gumam Ryu Jin dalam batinnya.

@@@@@@



“ANDWAEEEEEEEEEE” teriak Ji Won yang terbangun dari mimpinya dan berusaha untuk menarik nafasnya dalam-dalam.

“Itu hanya mimpi. Ya, tadi itu hanya mimpi buruk tapi mimpi itu seperti nyata”, ujar Ji Won sambil terus berusaha mengatur nafasnya.

“Surat apa ini?”, ujar Ji Won saat melihat sebuah surat tergeletak di sampingnya.


"Chagiya, aku sudah siapkan sebuah gaun untukmu, aku menunggumu di Taman Rumah Sakit di dekat pelataran parkir jam 4 sore. Jangan sampai telat, atau TAMAT RIWAYATMU!!!, “



Ji Won pun langsung bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah sofa yang terlihat sebuah kotak berwarna hijau dan saat Ji Won membukanya dia begitu terkejut saat melihat sebuah gaun cantik berwarna putih dengan model Halter neck.

“Inikan gaun yang waktu itu mau aku beli”, ujar Ji Won.

“Joon Hyun Oppa, sebenarnya dia mau apa?”,gumam  Ji Won pelan namun seulas senyum terhias dibibir mungilnya dan tanpa memikirkan tubuhnya yang masih lemah, Ji Won melangkahkan kaki mungilnya ke dalam kamar mandi dan langsung mengganti baju rumah sakitnya dengan gaun pemberian Joon Hyun, dan tidak membutuhkan waktu yang lama gaun cantik itu sudah melekat sempurna di tubuh mungilnya.

Tidak lupa Ji Won berdandan agar terlihat cantik untuk kencan dengan kekasih hatinya, tidak berdandan berlebihan hanya memoleskan bedak tipisdi seluruh wajah cantiknya dan tidak ketinggalan lip gloss yang terpoles sempurna di bibirnya sehingga menyamarkan warna pucat yang sempat terhias di bibir mungilnya.

@@@@@


Di taman, nampak seorang pria sedang duduk santai di sebuah bangku dengan membawa sebuket mawar merah.

“Oppa!” panggil Ji Won sambil berjalan menghampiri pria yang diyakini adalah kekasih hatinya.

 Joon Hyun pun bangkit dari posisi duduknya dan sangat terpesona dengan penampilan Ji Won.

“Yepeo” puji JoonHyun yang sudah berdiri sempurna dengan gagahnya berbalut stelan jas hitam yang dipadu dengan scraft berwarna hitam menampilkan aura ketampanannya yang tidak bisa dipungkiri oleh Ji Won.

“Oppa juga sangat tampan”puji Ji Won

“Kajja” ajak Joon hyun menggenggam erat tangan mungil Ji Won dan mengajaknya pergi sebelum para suster di rumah sakit tersebut menyadari salah satu pasiennya keluar tanpa ijin.

@@@@

Sepanjang jalan JoonHyun menyanyikan sebuah lagu cinta  untuk Ji Won. Dan tanpa disadarinya air matanya membasahi pipinya melihat sikap Joon Hyun membuat Ji Won sangat cemas.

“Oppa, gwenchana?”tanya Ji Won cemas sambil mengusap air mata Joon Hyun. 



“gwenchana, aku hanya terlalu menghayati lagunya”, ujar Joon Hyun sambil tersenyum.

“Kita sudah sampai Tuan Putri”, ujar Joon Hyun setelah mematikan mesin mobilnya yang memasuki kawasan SHINWA RESORT.

“Kenapa kau mengajakku kemari?” tanya  JI Won heran.

“Karena di tempat inilah aku pertama kali melihatmu dan akhirnya jatuh cinta padamu”, ujar Joon Hyun.  Joon Hyun  terus menggenggam erat tangan kekasihnya. Dan kedatangan mereka disambut oleh Pak Bong. Wajah Pak Bong nampak sedih dan tidak kuasa menyembunyikan perasaan sedihnya, tapi Pak Bong berusaha untuk tetap tegar di depan Nn. Shin.

“Saya sudah menyiapkan meja untuk kalian dan menu yang akan dihidangkan adalah menu spesial dari kami,” ujar Pak Bong.

Ji Won masih saja kebingungan dengan sikap seluruh staff dan juga sikap Pak Bong yang sesekali selalu menampakkan wajah sedihnya.

@@@@

“Ryu Jin, apa kau sudah bertemu dengan Joon Hyun?” tanya Hyo Jo disebrang sana.

“Sudah, kemarin kami bertemu di Han Residence dan aku merasa sikapnya sangat aneh seperti orang yang berpamitan untuk pergi jauh”.” Memangnya kenapa kau menanyakan hal itu?”, ujar Ryu Jin.

“ Aku tidak tahu, tapi perasaanku tidak enak, aku merasa jika JoonHyun akan melakukan sesuatu yang bisa membuat semua orang terkejut, aku tidak tahu apa itu, tapi aku sangat menghawatirkannya”, ujar Hyo Jo cemas.
Kembali ke SHINWA RESORT

“Bagaimana Tn. Putri, hidangannya enakkan?” tanya Joon HYun.

“Ne, makanannya enak dan aku sangat menyukainya. Komawo Oppa”.” Kau tahukan masakan di rumah sakit itu tidak enak, hehehe”ucap  Ji Won dengan suara tawanya yang khas.





Joon Hyun mendorong pelan kursinya kebelakang tanpa mengalihkan pandangannya pada Ji Won yang terus memandanginya dengan penuh cinta.

Joon Hyun mengulurkan telapak tangannya keLalu tiba-tiba Joon Hyun mengajak Ji Won berdansa saat musik favorite mereka dimainkan.

Merekapun berdansa mengikuti alunan musik yang sedang dimainkan.





 Aku tahu ini mungkin yang terakhir kita bersama, tapi aku berharap disaat-saat terakhir bersamamu bisa memberikan kenangan yang indah tentangku, aku sangat mencintaimu Ji Won, teramat sangat. Ingin rasanya aku terus memelukmu seperti ini, tapi aku tidak bisa bersikap egois, akutidak bisa melihat wanita yang kucintai tidak berdaya, dan meninggalkanku seorang diri, aku sangat mencintaimu Ji Won, ujar Joon Hyun dalam batinnya.

Mungkin ini akan menjadi dansa kita yang pertama dan terakhir, tapi aku sangat behagia. Bertemu dengan pria sepertimu adalah kebahagiaan untukku, karena kau aku kembali percaya dengan cinta, dan selalu tersenyum disaat kita bersedih. Aku mencintaimu melebihi diriku, aku hanya berharap kau bisa bahagia, tapi aku sedih karena tidak bisa berada disisimu selamanya, maafkan aku. Mungkin dikehidupan berikutnya kita akan bertemu lagi, aku sangat mencintaimu Lee Joon Hyun, ujar Ji Won dalam batinnya.




 [bye] [bye] [biggrin]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho