Poll

tolong vote buat polling di bawah ini! kira-kira hubungan sun-hye mau dikemanain? hehe

dipasangkan ama si-hwan
6 (16.7%)
dipasangkan ama min-chan
27 (75%)
tetep ama geun-suk
0 (0%)
ribet. sendirian aja deh
3 (8.3%)

Total Members Voted: 31

Author Topic: The Sounds of death--CHAPTER 10--8/4/12  (Read 20552 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Spoiler ...



****!!”Geun-Suk mengampar lantai. Menggunakan tangan untuk menyangga tubuhnya, dia bermaksud bangkit dari posisinya, namun gerakan tersebut terhenti begitu dirasa nyeri yang teramat sangat langsung menyerang bagian perutnya.  Geun-Suk menahan nafas, dan mengarahkan pandangan kepada Si-Hwan. Tampangnya berubah berang. Bibir Geun-Suk mengeluarkan desisan tajam begitu melihat siapa yang memukulnya.

“KAU__!!” Geun-Suk menunjuk Si-Hwan berapi-api. “Sejak pertama aku sudah tahu kau akan menjadi penghalang!!”

Si-Hwan mengenyitkan alisnya menatap Geun-Suk tidak mengerti. Tersirat pertanyaan dari sorot matanya yang tajam dan menusuk, tidak kalah dari Geun-Suk yang saat ini seakan ingin menelannya bulat-bulat, namun sikap Si-Hwan yang tenang tetap tidak berubah_sedikitpun.

“Benar bukan dugaanku?” Geun-Suk menyengir sinis. Dia beralih pada Sun-Hye yang menatapnya ngeri. “Begitu, Goo Sun-Hye? Tidak cocok denganku, hah?!!”

“Aku tidak mengerti maksudmu, tuan!!” tukas Si-Hwan sengit. “Dan aku juga tidak ingin mengerti!!” lanjutnya dengan nada ditinggikan. “Yang kutahu, kau melanggar batas pribadi, dan kami bisa menuntutmu untuk itu!!”

Geun-Suk mencibir. Dengan agak susah payah dia bangkit dan meludah ke lantai.

“CIH!! Kau kira aku takut?!!” Tiba-tiba Geun-Suk mendorong Si-Hwan dan memojokkannya sampai menabrak dinding. “Kau yang seharusnya dituntut buat perbuatanmu yang tidak tahu malu!!






Sampai di depan pintu warna coklat gelap, Sun-Hye menghentikan langkahnya. Matanya menatap lekat pintu yang terpoles mengkilap di depannya. Nafas dihembuskannya kuat-kuat seolah-olah untuk mengapai kekuatan yang diperlukannya saat ini. Sun-Hye mengepalkan tangan dan meraih gagang pintu. Tanpa mengetuk terlebih dahulu, Sun-Hye mendorong pintu yang ternyata tidak dikunci itu sampai terpentang lebar.

"Paman Chan!! Ada yang tidak .... " Teriakan Sun-Hye memelan, dan hanya sampai setengahnya ketika terputus dan hilang begitu saja. Mulut Sun-Hye terbuka perlahan-lahan, ... terkunci dalam diam.

Mata bulat besarnya melebar. Pemandangan di depan bukan hanya tidak cukup digambarkan dengan kata-kata bagi Sun-Hye, namun ... lebih dari itu, dan sangat mengejutkan. Bukan tubuh jangkung dengan posisi memunggunginya itu yang membuatnya terpana dan membujur kaku, namun kulit kecoklatan tersebut dipenuhi goretan-goretan tebal menonjol yang mirip urat-urat bersilangan di sekujur tubuh yang membuatnya mengigil seakan kedinginan. Bulu kuduk Sun-Hye meremang. Tanpa sadar, Sun-Hye menurunkan tangannya yang sempat menutupi mulut, menekan dadanya, lalu mundur selangkah. Sampai menyenggol daun pintu hingga menimbulkan bunyi 'BUM' cukup keras.

Pemilik tubuh jangkung dengan kemeja yang masih bergantung di sepasang lengan kokohnya tersebut membujur sesaat. Min-Chan tidak bergerak dalam hitungan detik. Merasakan pandangan menerpa punggungnya, secepat kilat, ditariknya kemeja hingga menutupi seluruh badannya. Min-Chan berbalik dan mengenyitkan alis.

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun