Poll

tolong vote buat polling di bawah ini! kira-kira hubungan sun-hye mau dikemanain? hehe

dipasangkan ama si-hwan
6 (16.7%)
dipasangkan ama min-chan
27 (75%)
tetep ama geun-suk
0 (0%)
ribet. sendirian aja deh
3 (8.3%)

Total Members Voted: 31

Author Topic: The Sounds of death--CHAPTER 10--8/4/12  (Read 19692 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death--SPOILER--
« Reply #675 on: April 06, 2012, 09:14:43 pm »
Spoiler ke-2 ...



Si-Hwan mengelus-ngelus dagunya dan mendengarkan dengan seksama. Kata-kata terakhir Sun-Hye terpatri erat dalam otaknya. Ternyata Sun-Hye mempunyai penafsiran yang tidak bisa dikatakan lemah.

"Jadi menurutmu, .. ada kemungkinan Geun-Suk melakukannya?"

Pertanyaan Sun-Hye membuat Si-Hwan melebarkan matanya.

"Dia punya kesempatan itu, bukan?"

Si-Hwan menghela nafasnya. Dia tidak menjawab pertanyaan Sun-Hye. Dengan agak pelan, Si-Hwan mengeser kakinya.

"Jika saja malam itu dia datang dengan maksud tertentu, berarti dia punya kesempatan itu ... ," Sun-Hye bergumam pelan, " ... dia pasti sudah mempersiapkan segalanya, .. kira-kira kapan kopi haraboji akan dibuat, bagaimana kopi itu disajikan dan dibawa ke kamar kakek, waktu haraboji akan meminumnya dan ... kapan racun tersebut bereaksi. Kemungkinan besar, Geun-Suk sudah mempersiapkan alibinya pada saat ajal haraboji menjelang ... "




Sun-Hye kembali menurunkan pandangannya ke balik punggung Min-Chan, dan reaksi kecil ini berhasil tertangkap penglihatan Min-Chan.

Min-Chan membujurkan badannya dan berdiri dari ranjang. “Kau boleh pergi!”

“MWO?!” Sun-Hye terlonjak kaget. “Paman Chan!”

“Jika kedatanganmu hanya bermaksud membisu seperti ini, sebaiknya kau pergi!” Min-Chan mengerakan tangannya kearah pintu.

“Paman Chan!” Sun-Hye melompat dari duduknya. “Aku .. “

“Pergilah!” lanjut Min-Chan dengan nada yang terdengar tak bertenaga.

Sun-Hye mengamati Min-Chan. Dia tidak main-main … Sun-Hye menahan nafas. Min-Chan serius dengan ucapannya, dia bahkan tidak melihat kearah Sun-Hye.




"Kau bilang pot bunga itu berada di tempatnya seperti biasa?"

Pelayan itu berpikir sebentar kemudian mengangguk lambat-lambat. "Ne ... "

"Setelah itu, entah mengapa 'dia' berpindah tempat?"

Pelayan tersebut mengangguk-angguk kembali. "Ne, agashi .. "

"Jadi, ... ada jangga waktunya .. pot bunga tersebut tiba-tiba berpindah tempat, bukan?" Sun-Hye berkata pelan-pelan supaya si pelayan tidak bingung dan dapat mengerti.

Pelayan itu mengangkat kepalanya dan terlihat berpikir keras. Tangannya mengaruk-garuk kepala membuat rambutnya yang tersanggul ke atas jadi berantakan. Beberapa menit berlalu ketika dia berkutat dengan pikirannya yang terasa buntu. Akhirnya dia mengangguk-angguk, seolah-olah sudah menangkap maksud pertanyaan Sun-Hye.

"Kau mengerti?!" Sun-Hye sedikit memiringkan kepalanya.

"Ne .. ne ... "

"Jadi kemana kau pada saat itu?" selidik Sun-Hye.





Waktu berkelebat dengan sangat lamban ketika Sun-Hye menjatuhkan kakinya di lantai bawah. Mata bulatnya jelalatan ke kanan dan kiri. Tidak dilihatnya seorang pun! Dia menghembuskan nafas dan terburu-buru berlari dengan tanpa suara ke ruang kerja haraboji yang terletak di bagian belakang. Sun-Hye membuka pintu dengan sangat pelan. Penerangan yang berasal dari dalam ruangan langsung menyapa pandangannya. Mata Sun-Hye membulat.

Ada orang dalam ruangan?!

Sun-Hye membentangkan pintu lebar-lebar. Cahaya kelabu redup dari lampu kerja haraboji membuatnya sedikit mengejapkan matanya. Untuk beberapa detik, barulah mata Sun-Hye terbiasa dengan cahaya redup yang sempat mengiris selaput matanya tersebut.

Sun-Hye telonjak kaget. Orang yang berada dalam ruangan, yang sedang menghadap kearahnya saat ini, berdiri di belakang meja sambil menenteng sebuah buku yang terbuka di tangannya. Dia menatap lekat Sun-Hye dengan keterkejutan kentara yang tidak mampu disembunyikan dari wajahnya. Sun-Hye membujur kaku seketika. Tidak menyangka sosok ini yang akan didapatkannya berada dalam ruang kerja harabojinya. Di malam selarut ini?

"Kau .... " Sun-Hye menutup mulutnya dengan tangan. "Kenapa ... " suaranya bergetar ketika menyapu iris gelap yang agak tersembunyi dibalik rambut yang terjuntai lemah.

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun