Author Topic: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥ ~ (LITTLE KISS., 27.03.10)  (Read 60550 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile



DAFTAR CAST :



KIM HYUN JOONG AS YOON JI HOO    

KIM BUM AS SO YI JEONG OR SO GA JEONG

KIM JOON AS SONG WOO BIN OR SONG JAE BIN

LEE MIN JUNG AS HA JAE KYUNG

KIM SO EUN AS CHU GA EUL

LILY ADAMS AS JIHOO'S WIFE OR EDELWEISS'S OMMA

JANG GEUN SUK AS JANG GEUN SUK


PROLOG

Seoul, Goo's Mansion, 07:15 P.M. .....

Ruang makan yang luas itu pecah oleh suara ketawa dan teriakan anak-anak. Para orangtua hanya bisa memperhatikan keributan mereka sambil menutup telinga erat-erat. Teriakan mereka sangat berisik. Seorang gadis kecil berusia 8 tahun dengan rambut ikal berwarna coklat lembut dan bermata hijau bulat yang bening sedang bermain dengan seorang anak gadis yang lebih kecil dan dua anak laki-laki yang lebih besar darinya.

Mereka bercengkrama dan saling mendorong satu sama lain. Sesekali terdengar lagi teriakan mereka. Malam ini adalah acara makan malam antara keluarga besar Goo, Yoon, So dan Song, yang tidak bertemu sejak musim panas, setengah tahun yang lalu. Anak-anak merasa gembira setelah sekian lama tidak bertemu. Mereka sangat akrab satu sama lain walaupun tidak sering bersama. Karena tempat tinggal mereka terpisahkan dua negara, keluarga Goo yang pindah ke Amerika enam tahun yang lalu, mereka tetap saling menyanyangi satu sama lain.

"Janpyo-ya, mengapa kamu tidak bermain dengan yang lain?", tanya Lily Adams, sambil memperhatikan seksama anak laki-laki jangkung yang sedang memasukan makanan dengan sikap sempurna ke mulut, di depannya.

Janpyo mengangkat wajahnya, mengalihkan perhatian dari sendok di tangan kearah Lily. Anak laki-laki dengan postur lebih tinggi dan tegar dari anak seusianya itu tersenyum samar. Sudut bibirnya agak tertarik keatas, hanya sedikit, sehingga tidak nyakin apakah dia benar-benar tersenyum atau tidak.

"Saya tidak biasa bermain pada waktu makan, bi Lily. ", jawabnya tenang. Bahkan sangat tenang! seakan jawabannya itu benar-benar berakhir disitu, titik tanpa pakai koma.

Mulut Lily terngangga. Begitu juga orang-orang di sampingnya. Jihoo, Jaekyung, woobin, Yijeong dan Gaeul saling berpandangan dengan tampang heran.

Junpyo berdeham perlahan, "Ehhhemmm!! ... jangan terlalu dipikirkan sikap anak ini! Dia sudah begitu sejak berada di New York enam tahun yang lalu, ... Dasar, anak aneh!!"

Jandi yang duduk di sebelah Junpyo langsung mendelikkan matanya.
"Apa maksud perkataanmu, Junpyo-ya? ... Apanya yang aneh? .. Janpyo tidak aneh!! Dia hanya terlalu serius dengan pelajaran dan beban yang bakal diemban dari Shin Hwa! .. apa salahnya jika sikapnya seperti itu setelah mendapat beban yang begitu berat ... "

Janpyo menghembuskan nafas perlahan. Orangtuanya selalu begitu. Selalu bertengkar mengenai sifatnya yang aneh. Tapi dia juga sangat mengenal orangtuanya. Mereka akan berbaikan lagi dan itu segera, karena mereka saling mencintai.

Janpyo berdiri dari duduknya. Meletakkan sendok di tangan ke piring di depannya. Nafsu makannya lenyap karena perdebatan tadi. Tangannya bergerak meraih segelas air dari meja, kemudian berlalu dari situ.

"Ada apa dengan Janpyo? .. Dia benar-benar aneh! Semakin aneh malah! ... Junpyo-ya, Apakah tidak perlu diperiksakan ke dokter specialis tentang perubahan sifatnya itu?", tanya Jihoo.

Jandi masih melotot kearah Junpyo ketika menangkap pertanyaan Jihoo. Dia berpaling ke Jihoo dan menjawab pertanyaannya.
"Dia baik-baik saja kok, .. Dua tahun yang lalu kami sudah memeriksakannya ke dokter Stevens dan kata dokter specialis jiwa itu Janpyo sangat normal .. bahkan IQ dan EQnya mengerikan, melebihi orang kebanyakan .. "

"Ohh .. benarkah?", tanya Gaeul terkagum-kagum.

"Iya ..", jawab Jandi bangga.

Junpyo mencibir, "Buat apa IQ tinggi kalau sifatnya seperti itu? .. Saya sama sekali tidak merasa EQnya tinggi!!"

"Tentu saja! karna kamu tidak mengenalnya!", teriak Jandi. Junpyo langsung terdiam melihat kemarahan Jandi.

Jaekyung terkekeh perlahan melihat perdebatan kedua sahabatnya itu,
"He .. he .. kalian dari dulu selalu begitu!!. oh ya Jandi-ya, saya dengar Janpyo akan masuk sekolah menengah pertama tahun ini ya?"

"Iya .. dia lompat satu tahun jadi tahun ini dia sudah boleh memasuki sekolah menengah pertama .. "

Jaekyung menganggukkan kepala mendengar penjelasan Jandi. Begitu juga yang lain. Mereka sangat kagum dengan kepintaran Janpyo. Putra-putra mereka, Gajeong dan Jaebin, tidak ada setengahnya Janpyo. Mereka masih sangat kekanak-kanakan dan suka bermain. Prestasi mereka selalu anjlok dan .. jika tidak ditolong orangtua mereka mungkin mereka sudah tinggal kelas.

Janpyo berjalan kearah pintu dengan gelas di tangan. Dia bermaksud menghirup udara segar di taman luar. Begitu sampai di depan pintu, salah satu dari anak-anak yang sedang bermain gila-gilaan itu menabraknya. Gelas di tangan Janpyo miring ke samping dan air di dalamnya tumpah membasahi cardigan putih bergaris hitam yang dipakainya.

"Aishhhhhh!!!", teriak Janpyo. Pandangannya langsung terarah ke orang yang menabraknya.

Edelweiss Yoon, putri Jihoo dan Lily, mundur beberapa langkah ke belakang melihat kemarahan Janpyo. Matanya menyipit. Dia agak ngeri dengan pandangan pemuda tanggung itu.

"Ohhh .. Edys, apa yang kamu lakukan dengan cardigan sempurna Janpyo?!", teriak Jaebin dengan senyum mengejek.

"Sa.. saya tidak sengaja .. Soseongheyo .. "

Janpyo bergerak perlahan. Semakin mendekat kearah Edys. Gadis cilik itu memejamkan mata rapat-rapat. Dia tidak berani membalas pandangan tajam pemuda itu. Janpyo sampai di depan Edys. Diperhatikannya gadis cilik dengan sepasang mata terpejam itu. Dia meletakkan gelas di tangan ke meja pajang di dekat situ. Lalu dia menundukkan kepala, hampir menyentuh wajah Edys.

"Kamu takut padaku?! Mengapa? ... Kamu tidak ingat padaku, Jilly-ya?"

Edys membuka mata perlahan. "Jilly ..?", tanyanya.

Tapi pertanyaannya itu tidak mendapat jawaban karena Janpyo sudah berlalu dari ruangan itu.


--------------------- ************ ---------------------------


Seminggu kemudian .....

Keluarga Goo bersiap meninggalkan Korea setelah liburan natal beberapa hari di negara ini. Sekarang mereka sudah berada di lapangan luas tempat pesawat pribadi Shin Hwa siap tinggal landas. Kata-kata perpisahan diucapkan. Tidak terlihat kesedihan atau tidak rela dari sikap mereka. Dan ini sangat wajar karena mereka sudah terbiasa dengan perpisahan seperti ini. Mereka masih akan saling mengunjungi setiap ada waktu.

Junpyo, Jandi dan Goo Jun Di, putri mereka, sudah berada di tangga pesawat ketika mereka berpaling lagi ke belakang. Janpyo masih berada di tempatnya semula. Dia kelihatan sedang mempertimbangkan sesuatu. Agak ragu dia bergerak kearah Edys. Gadis kecil itu gugup dan langsung bersembunyi di belakang Lily.

"JANPYO-YA!!! .. ADA APA? KEMARILAH SEGERA .. PESAWAT KITA AKAN BERANGKAT SEKARANG!!"

Teriakan itu membuat Janpyo menghentikan langkahnya. Dia tertegun sejenak, tapi dia tetap tidak berpaling kearah orangtuanya. Dengan agak menunduk, dia menjulurkan badan ke depan, kearah Edys yang sedang mengintip lewat pinggang Lily.

"Ingat pesanku, Jilly-ya! .. Walaupun berapa lama, ..  mau setahun, lima tahun, sepuluh tahun atau lima puluh tahun sekalipun,  .. walau melihatmu hanya dari seberang jalan ... saya akan tetap mengenalimu! .. Ingat ini! Saya tidak akan melupakanmu!"

Mata Edys melebar perlahan. Perkataan yang sangat dalam itu sama sekali tidak tertangkap oleh otaknya. Dengan cepat dia menyembunyikan diri di belakang Lily.

Janpyo tidak bergeming melihat sikap Edys. Sikapnya tetap tenang tak tertebak. Perlahan dia membungkuk kearah Lily, kemudian kearah teman-teman orangtuanya yang lain.
"Anyongheseyo bi Lily.. dan juga paman-paman dan bibi-bibi semua .. "

Janpyo membalikkan badan kearah orangtuanya. Dia berjalan lambat menuju pesawat yang mesinnya sudah mulai dihidupkan.

--------------------- ****************** --------------------------
 

« Last Edit: March 27, 2010, 11:48:12 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun