Author Topic: THE PRISONER OF PRINCE Chapter 8 21102012  (Read 25197 times)

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile


SPOILER



“Apa yang kau lakukan pagi ini benar- benar membuatku jijik, Prince!” Jin Hoon berujar dengan nada menekan ketika perlahan Prince melangkahkan kakinya menghampiri.

Prince Jun tidak menjawab—mencoba ingkar akan janjinya, dan dengan santai merebahkan tubuhnya kesebuah sofa panjang yang berlapiskan beludru lembut. Ia kini terlihat bagai orang yang tidak bersalah, wajahnya pun terlihat tenang. Seolah mereka kini memiliki sifat yang serupa meski sebenarnya pribadi yang berbeda.

“kapan kau tiba Hyung ? kenapa… aku sama sekali tidak tahu” Prince berujar seolah tidak memperdulikan ucapan yang sesaat lalu terlontar dari mulut Jin Hoon.

“kau belum menjelaskan semuanya, Prince!”

“aaaaaaaa, kau datang dan pergi tanpa aku ketahui, bukankah… itu sudah jadi kebiasaanmu Mr. Ice”  lagi- lagi Prince mencoba mengalihkan pembicaraan.

“jangan alihkan pembicaraan, siapa gadis itu?, dan apa yang telah kau lakukan padanya, Junpyo!”

Mata Prince seketika mengarah tajam pada lelaki yang kini duduk sembari melontarkan pertanyaan yang benar- benar sedari tadi tidak ia sukai.

“sejak kapan kau mulai ikut campur dalam urusanku, Hyung?!”

“kau tahu, kau terlihat bagai lelaki bajingan ketika menyuruh gadis itu untuk membuka pakaiannya”

 Mata prince kembali menatap tajam ketika ucapan itu keluar dari bibir Jin Hoon--- seolah tidak nyaman.

“Apa kau melihatnya ?” tanya prince dengan nada dingin dan menuduh.


“apa maksudmu?”







Jandi menggenggam erat kimono yang kini membalut bagian tubuhnya atau tepatnya…  lekuk dada yang sesaat lalu terlihat indah dimata Prince_ketika ia sadar Prince menatap liar sejak pertama lelaki itu  memasuki ruangan.

Suasana tampak hening, ketika Jandi dan pangeran Iblis melepaskan pandangan mereka satu sama lain hingga terdengar pintu ruangan yang ditutup.

“kupikir… budak ku belum bangun dari tidurnya, setelah semalam telah memberiku kesenangan!” nada Prince seolah menyeringai “berharap… dapat menemukanmu terbaring telanjang tanpa handuk kimono yang menurutku, benar- benar PENGHALANG!”

Kali ini terdengar tawa lepas dari bibir Prince, diiringi wajah pucat Jandi dengan air mata yang tertahan. Namun tawa itu hanya menghiasi ruangan sesaat, ketika tanpa ragu Prince perlahan mendekatkan wajahnya kewajah jandi sembari berbisik….

“aku yakin, air hangat akan membuat mu rileks Anthea….” Prince berujar hingga membuat Jandi semakin ketakutan. “jadi, hari ini… aku ingin…kau menemaniku untuk menikmati air hangat bersama…, hanya KAU…DAN AKU….” jemari itu perlahan membelai garis wajah Jandi dengan lembut, diiringi pandangan nakal pada bibir jandi yang gemetar




mian  [sweat] [sweat] untuk saat ini sop iler dulu yak.... Hface Hface



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]