Author Topic: sorry hyung, i love your yoja chingu  (Read 1759 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: sorry hyung, i love your yoja chingu
« on: May 14, 2012, 07:35:15 am »
chapter 1:



Cklik.... cklik...cklik...

(suara kamera terus menerus berbunyi, seorang model wanita, dengan pakaian ehem... SEXY  yang membentuk lekukan
tubuhnya yang WOW “mengagumkan”. Model wanita itu menggerakkan tubuhnya secara alami, berpose indah,  menarik
perhatian banyak orang yang melihat penampilannya.)

“Okey.. saya fikir, gambar ini semua sudah cukup mengagumkan. Terima kasih atas kerja keras kalian semua. Maaf telah
merepotkan.” Sang fotografer membungkukkan tubuhnya untuk memberikan hormat kepada para kru.

“nae mino –ssi.” Jawab para kru bersamaan.

Semua kru membereskan semua peralatan yang telah selesai di gunakan di sesi pemotretan kali ini. Model cantik tadi yang
menjadi objek, sekarang berjalan mendekati fotografer yang berparas tampan dan bertubuh tinggi, sikapnya yang
berwibawa dan serius, membuat para wanita tertarik padanya.

“mino-ssi.. ada yang ingin aku bicarakan.” Kata wanita itu yang sudah mulai mendekat.



“oh.. kan mi youn-ssi.. ada perlu apa?” tanya mino sopan.

Mi youn mendekatkan bibirnya ketelinga mino membisikkan kata demi kata seakan merayu.

“lee min ho-ssi.. mau kah kamu makan malam bersamaku?” bisik mi youn.

“miane mi youn-ssi .saya sibuk.” Mino langsung saja menjauhi min youn, memasukkan kamera ke dalam tas besarnya
secara terburu-buru. Dan pergi membawa tas di punggungnya, berjalan  keluar tergesa-gesa.

“ish.... orang itu.. benar-benar menyebalkan. Dia fikir dia itu orang hebat. Cih..” teriak mi youn mencibir lee min ho yang
bayangannya pun sudah tak berada di ruangan pemotretan ini.

“minum dulu mi youn-ssi.” Seorang wanita membawakan segelas minuman jeruk dingin.

“kau fikir dia itu hebat?” tanya mi youn kesal pada wanita yang bisa dibilang pembantu mi youn.

“mungkin saja.” Tampang pembantu itu berfikir. “dia kan fotografer yang sangat berkarisma, dan semua hasil karyanya
sangat mengagumkan.” Jawab si pembantu agak bodoh dan jujur.

“KAU!!! Akhh....” mi youn mengacak rambutnya frustasi, para kru yang masih ada di tempat pemotretan menatap aneh
sikap sang model yang di luar dari kata MENAWAN.

Ketika mi youn sadar dengan tatapan aneh para kru yang masih ada di lokasi pemotretan, dia kemudian berdehem dan
menata rambutnya , bersikap normal kembali, seperti tidak ada masalah apapun.

“saya pergi. Terima kasih atas bantuannya..” pamit mi youn dan memberi hormat, kemudia dia keluar dari ruangan dengan
wajah se-rilex mungkin dan senyuman menawannya, walaupun sebenarnya ada sedikit kekesalan di hatinya.

Dengan langkah panjang dan tas besar yang menghiasi punggungnya,  lee min ho semakin terlihat menawan. Para wanita
menatapnya tanpa berkedip. Ok.. siapa yang tak kenal dengan LEE MIN HO???  Semua berita, dari TV, Radio, Koran,
Majalah dan media elektronik, memberitakan tentang kerja bagusnya di bidang fotografer.

Di sela-sela keseriusannya menapaki jalan yang cukup ramai, hand phone yang berada di saku celananya bergetar. Mino
merogoh saku celananya, melihat hand phonenya, dan ternyata, di layarnya tertulis “KAI HYUNG” . dengan gerakan sekali
tekan, mino pun mendekatkan hand phone itu ketelinganya.

“oh.. hyung! Waeo?” tanya mino langsung ke inti.

“mino ya... apa kau sibuk?” tanya kai

“nae.. sangat sibuk. Pertanyaan macam apa kau itu.” Jawab mino sedikit kesal dengan pertanyaan kai yang terlalu
berputar-putar.

“oh.. kurae?? Ah... bagaimana ini. Hye sun pasti sedang menunggu di depan rumah yang sedang kosong.” Omongan kai
agak kecewa.

“kau tinggal pulang saja hyung! Susah sekali.” Jawab mino kesal.

“ish... aku sedang syuting!” teriak kai.

Mino menjauhkan handphonenya sembentar, lalu mendekatkannya lagi.

“arasso... saya ada waktu luang hanya 1 jam. kau segeralah selesaikan syutingmu.” Mino mengalah, dan memutuskan
hubungan telepon sepihak.

“kai hyung, ndo pabo ya!.” Mino berbicara di depan hand phonenya, padahal hubungan sudah terputus. mino memasukkan
hand phonenya ke dalam saku celananya lagi, kemudian, senyuman menghiasi wajahnya sepanjang perjalanan.

#

Di depan rumah besar dan megah terlihat seorang wanita menekan-nekan bel rumah dengan tidak sabar. Terlihat dari
wajahnya, dan caranya menekan bel. Pasti dia sudah sangat lama berdiri di depan pagar rumah ini.

“hai... saeng.. kau sudah lama menunggu oppa.” Mino mengusap kepala hye sun . dan kemudian membuka gerbang
dengan kunci yang dia punya.
“ish.. kau mengacak rambutku lee min ho-ssi.” Nada suara hye sun agak kesal dan merapihkan tata rambutnya.

“miane. Silakan masuk.” Mino mempersilakkan hye sun memasuki gerbang rumah dan dilanjutkan masuk kedalam
rumahnya.

“silakan duduk saeng. Oppa akan membuatkanmu minuman.” Mino menaruh tasnya di ruang tengah, kemudian berjalan
kedapur, mempersiapkan 2 buah gelas dan mengambil minuman soda di dalam lemari ice nya.

Mino membawa 2 buah gelas ke ruang tengah, tempat hye sun sedang menekan-nekan remot control dengan bosan.

“maaf ya.. oppa lama datang, sampai-sampai kamu harus menunggu diluar.” Mino menaruh gelas di meja yang ada di
depannya, kemudian membelai rambut hye sun, sambil mendekatkan wajahnya ke leher hye sun, menghirup aroma tubuh
hye sun.

“ya... lee min ho-ssi... apa yang kau lakukan.” Hye sun berdiri dari tempatnya duduk.

“ah.. anyi ya dongsaeng... oppa hanya ingin mengetest indra penciuman oppa.. kamu masih memakai wangi lili. Aku
menyukainya.” Jawab mino, di buat sesantai mungkin.

“kemarilah.. duduk disini lagi. Aku tak akan jahat padamu saeng.” Mino menepuk-nepuk sofa di samping mino.

Hye sun duduk kembali ke sofa. Namun sofa yang berbeda dengan yang ditempati mino.

“ya.. saeng.. waeo?” tanya mino ramah.

“aku kesal dengan kai oppa! Janjinya doang se samudra. Katanya mau menemaniku bikin tugas. Tapi malah sibuk sendiri.
Yang parahnya lagi.. sebenarnya aku ini pacaran sama siapa sih!!” hye sun melirik mino kesal.

“ow..ow..ow.. saeng marah??” tampang mino khawatir, mendekat ke hye sun, dan berlutut di bawah, tepat di depan hye
sun duduk. Menatap hye sun, dan memegang kedua tangan hye sun.

“oppa.. bantu saeng mengerjakan tugas. Bagaimana? Sebagai permintaan maaf.” Tatapan mino seperti memohon.

“ya.. oppa.. kau selalu membuatku takut.” Hye sun melepaskan genggaman tangan mino.

“ah.. kurae??” mino menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan memasang wajah polos.

“nae.” Hye sun menjawab takut.

“baiklah.. oppa bantu mengerjakan tugas.” Mino bangkit dan duduk di sofanya kembali.

Hye sun mengeluarkan note book dari dalam tasnya. Menyalakan dan membuka document yang akan dikerjakannya.

“jadi.. apa materi yang ingin kamu bahas?” tanya mino serius.

“ini.. tentang sebuah design bangunan. Bagaimana cara membuat bangunan yang menarik dari segi tampilan luar maupun
dalam, peralatan yang menghiasi rumahnya itu sendiri..

“em... ya sudah.. beri aku waktu..” mino pun berfikir.

“bagaimana kalau rumah yang terbuat dari kayu, membuat kesan seperti di pegunungan, atapnya di beri transparan, agar
bisa melihat bintang, dan juga, ubinnya, dari marmer, memberikan kesan mewah. Kemudian ada tempat pembakaran,
untuk menghangatkan suhu tubuh. Kalau di buat rumahnya lantai 2, tangganya, dibuat tidak perlu memakai penyangga, di
lantai atasnya baru diberi pegangan seperti bunga-bunga. Jadi terlihat seperti rumah pohon. Bagaimana? Kau ada
gambaran?” tanya mino.

Hye sun membayangkan yang di katakan oleh mino dan berdecak kagum.

“wah... sangat menawan....”kagum hye sun.

“lalu luarnya bagaimana???” tanya hye sun antusias.

“di luarnya.... di beri pilar besar, memberikan kesan kokoh, dan pintunya, bagaimana kalau model yang di castel seperti
itu.. biar kelihatan seperti mistik.” Kata mino agak menakut-nakuti.

“wah.. benar-benar mengagumkan.” Kata hye sun.

“’oppa... kau itu benar-benar pintar sekali. Tidak seprti kai oppa yang hanya bisa berfikir dan tidak memberikan pendapat
sama sekali.” Cibir hye sun.

“kalau begitu... kau putuskan saja.. dan kau menjadi yoja chinguku saja saeng.” Tatapan mino serius.

Hye sun hanya menatap mino kaget.





HAPPY READING ALL> :D
maaf sedikit dulu.. lagi numpang soalnya nulisnya.. XD
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..