Author Topic: sorry hyung, i love your yoja chingu  (Read 1741 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: sorry hyung, i love your yoja chingu
« on: May 15, 2012, 09:27:03 am »
“kalau begitu... kau putuskan saja.. dan kau menjadi yoja chinguku saja saeng.” Tatapan mino serius.

Hye sun hanya menatap mino kaget.


Chapter  2:

“ah... aku haus..” hye sun mengipas-ngibaskan wajahnya dengan tangannya, kemudian mengambil minuman yang ada di
depannya.

Hye sun meminum minumannya agak gemetaran, sehingga airnya ada yang mengalir dari sela-sela  bibirnya.

lee min ho mendekatkan wajahnya, menjilat air yang mengalir di sela bibir hye sun.
Hye sun langsung menghentikan aktifitas minumnya. Berdiri, dari tempat duduknya yang sangat dekat dengan mino. Sikap
hye sun agak sedikit kikuk.

“akh.. oppa.. aku rasa kau sibuk hari ini. Atau kalau kamu gak sibuk, aku yang sibuk hari ini. Terima kasih atas minuman
dan bantuan oppa. Aku pulang. “ hye sun merapihkan  barang-barangnya yang masih berantakan, tangan mino sudah
menggenggam  kedua  tangan hye sun. Mengecup bibir hye sun dengan ganas (?) , hye sun mencoba menolak perlakuan mino, tapi percuma.. tenaga hye sun tak sekuat tenaga mino.

“op...pa... lep...as..”  perkataan hye sun yang kesulitan berbicara akibat perlakuan mino yang terlalu bersemangat.


Mino menghentikan kegaasannya (?)  namun tangannya masih menahan tangan hye sun yang mencoba melepaskan
genggaman mino.

“hye sun’a... nan saranghae..” perkataan mino yang lembut dan meneduhkan, meluluhkan hye sun yang tadinya berontak.

“op..pa..” jawab hye sun seperti orang yang terhipnotis.

“MINO’a...HYE SUN’a.. aku pulang.” Suara ki bum menggema di seluruh ruangan yang megah ini.

“oppa.. lepaskan...” hye sun memoho pada mino. Sedangkan mino masih menggenggam kedua tangan hye sun, tanpa ada
niatan melepaskan genggaman tangan hye sun sama sekali.

“shiro... kau milikku.” Jawab mino dengan senyuman manisnya.

 Mino memegang kedua lengan hye sun dengan satu tangan sebelah kananya, kemudian sebelah tangan yang kirinya
menjatuhkan gelas  yang masih penuh dengan minuman sodanya. Sontak saja suara gelas pecah itu menghiasi ruangan
yang megah ini.
PRAAANG.....* suara gelas yang pecah berkeping-keping.

Mino mengambil pecahan itu, sengaja meggores jari telunjuk sebelah kirinya hingga mengeluarkan darah segar.

“oh.. oppa...!!”teriak hye sun histeris.  Mino melepaskan genggaman tangannya pada hye sun, dan menekan tangannya
yang terus mengeluarkan darah.

“ish.. oppa.. jangan di tekan!”hye sun memegang tangan mino yang terluka, dan menghisap darah yang keluar dari jari
mino, kemudian meniupnya.
“oh.. gwenchana?” ki bum terlihat sangat khawatir , langsung berlari ketempat hye sun dan mino diruang tengah.

“apa kau terluka hye sun’a?” tanya ki bum yang sekarang memegang bahu hye sun.

“oppa mino yang terluka.” Hye sun melihat sedih ke jari telunjuk mino yang masih mengeluarkan sedikit darah.

Hye sun menghisap darah yang ada di jari mino dan meniupnya lagi.

“ya... kenapa kau hisap!!” teriak ki bum kesal.

“agar darahnya  tak keluar lagi.” Jawab hye sun polos.

Mino menarik jari telunjuknya.

“gwenchana saeng.”  Mino mengelus kepala hye sun dengan tangan kanannya. Kemudian menjilat jari telunjuk kirinya
yang terluka dengan tatapan seperti senang(?)

“menjauh kau.” Ki bum menyingkirkan tangan mino yang ada di kepala hye sun dengan kasar.

“hye sun, kau kekamarku saja ya.” Bujuk ki bum manis.

“saeng’a.. bukankah tadi kamu bilang lagi sibuk?” tanya mino polos.

“oh.. itu..” hye sun menggaruk kepalanya yang tak gatal, mencoba berfikir.

“kebetulan oppa akan keluar. Ayo pergi bersama oppa.” Mino membawa tas hye sun, dan mencoba menarik lengan hye
sun , namun dari pihak ki bum, dia juga masih menggenggam tangan hye sun, sehingga terjadilah tarik-tarikan.

Tatapan mino dan ki bum benar-benar sangat membara.. hye sun yang jadi objek kekesalan mereka mulai angkat bicara.

“oppa kai..oppa mino.. bisa tolong kalian lepaskan tangan kalian?” tanya hye sun hati hati.

“TIDAK BISA!!!” teriak mino dan ki bum bersamaan.

Hye sun menundukkan kepalanya putus asa.

“hyung!! Cepatlah kau lepaskan! Mengalah lah dengan adikmu.” Mino menatap ki bum menusuk.

“tidak bisa. Kau saja yang lepaskan.” Ki bum menatap mino menusuk juga.

“ya.. oppa.. kemanhae.. aku pulang sendiri saja.” Jawab hye sun lemas.

“TIDAK BOLEH.!” Jawab mino dan ki bum serempak.

“ya!! Jadi aku harus bagaimana??” tanya hye sun putus asa.

“Ehem. Baiklah... aku tak ada waktu main-main.” Mino melepaskan tangannya yang menggenggam hye sun.

“saeng.. oppa pergi dulu ya.” Mino mengelus kepala hye sun.

“sana kau pergi! “ ki bum menepis tangan mino agar menjauh dari hye sun.

Mino berbalik , menaruh tas hye sun dan  membawa tas besarnya.

Mengulum jari telunjuknya yang masih agak terasa perih.

“ya.. lumayan manis.” Mino berbicara sendiri, senyuman menghiasi wajahnya. dan pergi keluar dari rumah megahnya.

“ya... hye sun’a... kau jadi mengerjakan tugasmu?” tanya ki bum ceria.

“ck..  oppa kemana saja sih.. semua tugas sudah selesai.” Jawab hye sun kesal.

“benarkah? Jadi kita bisa bersantai?” tanya ki bum ceria.

“ah... aku lelah oppa. Ku rasa oppa juga lelah. Aku pulang.” Hye sun mengambil tasnya dan pergi keluar.

“ya!!! sun’a... kenapa pulang??? Aku antar.” Ki bum mengejar hye sun yang sudah jalan ter lebih dahulu.



#

Cklik..cklik..* suara kamera berulang-ulang kali terdengar.

“ish...apa yang aku lakukan.” Mino menyudahi kegiatannya memotret hewan-hewan di kebun binatang.

“oh... oppa.. kau yang fotografer terkenal itu kan?” tanya seorang  remaja wanita berseragam sekolah.

“e..nae.” jawab mino ramah.

“bolehkah aku mengambil fotomu sekali?” tanya si remaja seperti memohon.

“ tentu saja.” Jawab mino ramah.

Cklik.* suara kamera hand phone si remaja.

“ah.. gomawo oppa. Satu lagi.. tolong tanda tangan juga ya.” Si remaja mengeluarkan sebuah buku dan pena.

Sret sret sret.* mino mengukir tanda tangannya di buku atau lebih tepatnya file(?)

“oppa.. gomawo.” Kata si remaja bahagia.

“eh.. haksaeng..  ada yang ingin aku tanyakan.” Kata mino malu-malu.

“oh.. nae oppa? Ada apa?” tanya si remaja bingung.

“apa yang paling disenangi remaja wanita saat ini?” tanya mino agak serius.

“tentu saja oppa!! Berita oppa sangat di senangi teman-teman wanita di sekolahku.” Jawab si remaja bangga.

“oh.. kurae?? Gomawo. Tapi.. maksudku.. sebuah hadiah..” mino membenahi pertanyaannya.

“oh.. samuraeo?? Untuk siapa?? Dongsaeng mino oppa?”tanya si remaja.

“oh.. nae.. nan dongsaeng. “ jawab mino dengan senyumannya juga.

“em... bagaimana kalau boneka beruang yang besar?? Pasti dia suka.” Jawab si remaja semangat.

“oh..  boneka beruang?” tanya mino aneh.

“nae.. boneka beruang itukan imut. Pasti semua wanita suka.” Jawab si remaja yakin.

“baiklah.. terima kasih haksaeng.” Mino menepuk bahu si remaja, dan langsung berlari. Sebelum banyak orang yang
mengenalinya di kebun binatang ini.

##
Kai sedang mengendarai mobil, di sampingnya, hye sun hanya terdiam. Sangat Terlihat ekspresi kesal diwajah hye sun.
Sudah 30 menit kai hanya berputar-putar dijalan yang sama. Sengaja menarik perhatian hye sun agar membuka suaranya.
Namun hye sun tak kunjung mengeluarkan suaranya sepatah katapun.

“emm.. sun’a.. kau marah sama oppa?” tanya kai hati-hati.

“huh... sudah tahu malah nanya.” Hye sun berbicara pelan , namun masih terdengar oleh kai. Hye sun mengalihkan
pandangannya keluar, tanpa mau melihat kai.

“sun’a.. miane... oppa belikan ice cream.. bagaimana?” tanya kai membujuk.

“huh.. oppa kira aku anak kecil” jawab hye sun kesal, tanpa melihat ke arah kai.

“oh.. ayo lah sun’a... kan oppa sudah minta maaf. Besok oppa janji menemanimu kemanapun kamu mau.” Bujuk kai lagi.

Hye sun melirik kai dengan tatapan kesal.

“YA!!! Oppa sudah berulang kali berjanji! Dan berulang kali juga mengingkari!!” teriak hye sun kesal.

“ah.. miane..miane.. oppa janji.. besok pasti.” Jawab kai khawatir.

“uh.. aku mau turun.” Jawab hye sun kesal.

“ya.. ini masih jauh dari rumahmu.” Kata kai tambah khawatir.

“BERHENTI!!!  Dari tadi juga oppa tidak mengantarku. Kita hanya berputar-putar.  Aku bilang BERHENTI!!!!!!!!!!!” teriak hye
sun.

CIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITTTTT* suara rem mobil sampai berdecit, akibat terlalu mengerem mendadak.

Hye sun membuka sabuk pengaman kemudian  membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kasar.

Kai ikut keluar juga dari dalam mobil.

“sun’a..  ayolah.. sikapmu terlalu kekanakkan.” Kai menarik lengan hye sun.

Hye sun menoleh ke belakang, dan melihat kai dengan tatapan kesal.

“lepas.” Kata hye sun datar.

“ya.. apa kamu sudah tak menyukaiku? Sampai-sampai kau melakukan ini?” kata kai kesal juga.

“OPPA!! Nan saranghae!! Choae!! Tapi... oppa yang tak mengerti aku..!! atau kalau memang oppa sudah bosan denganku,
katakan saja... jangan memberikan janji-janji palsu!!kau sangat menyiksaku oppa!!” hye sun mengeluarkan semua
kekesalannya, dan air bening pun mengalir dari kedua matanya.

Kai memeluk hye sun erat.

“aku juga mncintaimu sun’a.. aku tak akan melepaskanmu.” Bisik kai di telinga hye sun.

Suara tangisan hye sun mulai terdengar.



Dari kejauhan, seorang pria yang membawa tas besar sedang mengabadikan gambar dua sejoli yang sedang berpelukan
itu.

“ish... aku benci mengakui ini. Tapi aku cemburu.” Mino melihat gambar di kameranya.

“ah... boneka beruang...boneka beruang...” mino berjalan menyusuri toko boneka yang berjejer , melupakan kejadian yang
baru saja dilihatnya.



#

Keesokan harinya.



“MOON!!” hye sun  memanggil seorang wanita yang bernama moon geun young.

“sun’a...” jawab moon  dan mereka berdua berpelukan melepas rindu.

“ya.. moon kemana saja kau seminggu ini?” tanya hye sun menyelidik dan melepaskan pelukannya.

“aish... tentu saja aku mengerjakan tugas.” Jawab moon.

“kamu pasti seminggu bersama  oppa kai ya....” ledek moon .

“huh.. seminggu bersama oppa.. tapi bukan oppa kai. melainkan oppa mino.” Jawab hye sun seperti mendikte.

“hihihi.. aku sudah tau pasti begitu.” Tawa moon membuat hye sun kesal.

Ehem.* moon berdehem untuk menghentikan tawanya.

“miane sun’a.. tapi tenang saja.. seminggu lagi ulang tahunmu yang ke 19 kan! Dia pasti mengabulkan permintaanmu.”
Kata moon yakin.

“ya!! Kau lupa di hari ulang tahunku yang ke 18? Dia hanya mengucapkan selamat ulang tahun  tepat pukul 00. Dan
ternyata.. hanya ucapan itu.. kemudian dia malah syuting ke jepang! Dan aku malah ke taman hiburan dengan oppa mino.”
Jawab hye sun kesal.

“ya.. itukan tahun lalu... mungkin tahun ini berbeda.” Hibur moon menepuk bahu hye sun.

“sudahlah.. kita masuk kelas saja.” Ajak hye sun.

Hye sun dan moon geun young berjalan berbarengan dengan sedikit gurawan, dan tertawa bersama.


Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..