Author Topic: Bonjour Belle..Je t'aime chapter 7..  (Read 5744 times)

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: Bonjour Belle..Je t'aime chapter 6 update..
« Reply #75 on: May 22, 2012, 09:01:06 pm »
Chapter 7


“Yang ini bagaimana sunnie? Lihat gaun2 ini bagus sekali,dan cocok untukmu..eomma meminta Mrs.Vera yang mendesignnya khusus untukmu..”
pagi2 sekali hye sun dan eommanya sudah bertandang ke butik vera wang,eommanya adalah pelanggan no.1 disana,disamping itu mereka juga sengaja datang untuk mengambil pesanan gaun2 yang khusus dibuat untuk hye sun.
Hye sun menggeleng cepat sambil menyilangkan kedua tangannya membentuk huruf X.

“Aku masih punya banyak gaun2 lain.mungkin kau mau mencobanya,dear??” Tawar Vera Wang sendiri selaku designer dan pemilik butik.

“No..no..no….!!!” jawabnya cepat sambil beranjak pergi menjauh.

“Anak itu..padahal gadis2 seusianya senang sekali dengan gaun2 cantik seperti ini...”
“Kalau begitu,aku ambil semua gaunnya...” Ujar eomma senang,sambil terus mengobrol dengan vera.


Di tempat lain,

Dr jauh terlihat seorang pria yang sedang memotret pemandangan di sekitar danau dan si wanita yang duduk sambil membaca sesuatu ditangannya....
Mereka mirip seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan di tepi danau,
tp jika ditilik dr dekat mereka adalah ji hoon dan na young yang sedang menghabiskan quality timenya bersama.

“Na youngssi..kemarilah..percuma jika kau datang kesini hanya untuk membaca buku saja..lihat pemandangannya bagus sekali disini.”

“Ji hoon..kau ini kelihatannya girang sekali sih?? Apa kau mendapat obyek foto yang menarik??”

Ji hoon hanya tersenyum sambil mengarahkan lensa kamera ke pemandangan indah didepannya.
pertemuannya dengan hye sun beberapa hari yang lalu membuatnya selalu bahagia,bahkan setiap ekspresi wajah,senyuman hye sun pun selalu terpatri dalam benak dan hatinya.ia masih ingat setiap detail pertemuan yang tak terlupakan itu.
“Apa kita akan bertemu lagi??” Hanya kata2 pengharapan itu yang terlontar dr mlut ji hoon.

“Na youngssi..maaf jika aku pergi tanpa pamit dulu denganmu saat malam itu..”

“Tidak apa2..justru aku yang minta maaf karena menjadi tuan rumah yang tidak baik..kapan2 aku akan mengundangmu lagi dan kali ini aku akan menjamu tamuku dengan sebaik mungkin.”


Na young POV:

Ji hoon..andai kau tahu apa yang kusembunyikan sejak dulu,apa kau masih akan bersamaku dan tertawa seperti sekarang??
Aku akan menyimpan semuanya baik2 sampai saatnya tiba..
Aku harap kau tidak membenciku atas perasaan ini..


End of POV


********


“Pergi,,tidak,,pergi,,tidak,,pergi....”

“Akhhh..bisa gilaaaaaaaaaaa!!!” Jerit hye sun kesal sambil mengacak2 rambutnya.
Setelah lelah meratapi nasibnya,ia meletakkan kepalanya di meja dengan raut yang sangat tersiksa.
Dilihatnya jam yang terpasang diatas dinding ruang keluarganya.
Tik..tikk..tikk..
Waktu terus bergulir,jam sudah menunjukkan pukul 14:00..sore ini hye sun akan menemani eommanya arisan bersama ahjumma2 lainnya..

4 hours to death.. gumamnya lemah,
Kalau aku menolak ikut,eomma akan sangat marah..bisa2 eomma tidak mau bicara padaku lagi..


Flashback:

“Ya,eomma kenapa memborong semuanya??” Hye sun melihat supir hwan yang kerepotan menyusun tas2 belanjaan di bagasi mobil belakang.

“Kau kan jarang berbelanja sunnie..lgpula Mrs.vera membuatkan semua ini khusus untukmu..malam ini pakailah gaun yang paling bagus,eomma ingin memperkenalkanmu kepada teman2 arisan eomma.”

“Ah,eommaaaaa..eomma kan sama teman2 eomma,masa aku ikut?? Nanti aku bagaimana???”

“Tenang saja,nanti kau akan bertemu dengan anak2 teman eomma lainnya,nah kalian bisa berbincang dan menjadi akrab.”


------------


Pukul 17:45,

“Sunnie sudah siap belum? Ayo cepat..kita sudah hampir terlambat..dan Jangan coba2 kabur lagi!!” teriak eomma dr luar kamar.

“Ne eommaaaaa….” hye sun berlari membuka pintu.
Saat pintu kamar dibuka,eomma terkejut dan mengurut dada melihat penampilan hye sun.
Kaos besar bergambar cookies sesame street berwarna biru langit yang kedua lengannya digulung ke atas,serta celana pendek berwarna putih dan sneakers yang senada dengan warna kaosnya.rambut yang dililit asal2an dengan tusuk rambut yang menyerupai sumpit,serta headphone besar dengan setia menggantung dileher yang sudah tersambung ke ipod disakunya.

“Ayo eomma..aku siap!! aku sudah lapar,aku akan makan yang banyak sampai disana..” ujarnya sambil berlari cepat ke mobil,ia tidak mau jika harus bertukar pakaian dengan gaun2 yang akan membuatnya kerepotan.

“Sunnieee!! Kenapa berpakaian spt itu?!!” Jerit eomma yang melihat anaknya melesat pergi..

Hye sun yang bertugas sebagai supir hari ini,sudah siap dibelakang kemudi.sedangkan eomma mendelik kesal ke arahnya..

“Ayolah eomma..bukankah eomma akan bersenang2,jangan cemberut begitu eommaku yang cantik..” rayunya sambil mencolek dagu eomma.

“Sudah lekas jalan,eomma tidak mau membuat yang lain menunggu..bersikaplah baik dan jangan membuat kegaduhan arasso?!”

“Yap bos!! Ayo kita berangkat..” ujarnya sambil mulai menstater mobil dan berangkat.


“Maaf ya semuanya kami terlambat..apa kalian sudah lama menunggu???” sapa nyonya jeon ramah ke ahjumma2 lainnya.
ruang VVIP yang dipesan khusus ini terlihat ramai dengan ahjumma2 dan beberapa anak muda disebelah mereka.

“wajah2 korban yang diseret paksa,mereka terlihat sangat memprihatinkan.ckckck..nasibnya tidak lebih baik denganku..”

Korban 1 : wajah tirus dengan rambut gimbal,dan mata yang sayu..apa yang ia lihat sampai seperti itu??

Korban 2 : gadis menor yang sedari tadi sibuk dengan tas make upnya,ia sudah membubuhkan eyeliner di mata yang sama sejak aku datang bahkan sampai sekarang aku duduk dan selesai memesan makanan..ckckck.

Korban 3 : gadis berambut bob berkacamata dan kawat gigi warna-warni.
WHATT??! Ia tidak harus meembersihkan giginya disini kan?? dan lagi benang2 dental itu,
yaikss..berhamburan dimana2.

Korban 4 : pria culun dengan kaos polo pink yang dipadupadankan dengan bretel warna hitam dan celana kain selutut serta kaos kaki yang tingginya mencapai betis..
OH MY..abaikan.


“Nyonya Jeon,putrimu sangat cantik ya..”Semua mata memandang ke arah hye sun,
ahjumma2 disana tidak henti2nya memuji hye sun,bahkan dengan lugasnya mereka mengandai2kan memiliki putri yang cantik seperti hye sun.
mereka tidak sadar pujian mereka membahayakan nyawa hye sun,sedangkan anak2 perempuan mereka terlihat iri.eommanya saja tidak pernah memuji mereka.bagaimana bisa mereka memuji anak gadis orang dengan bangga spt itu??

Gadis menor dan gadis berambut bob tadi memandang ke hye sun sinis lalu membuang muka ke arah berlainan.tengsin dan iri disaat bersamaan karena kalah pamor.


-----------------


Di luar restoran,

“Kau yakin tidak mau ikut eomma masuk ke dalam???”

“Tidak eomma...harus berapa puluh kali aku menjawab pertanyaan yang sama???”

“teman2 eomma datang dengan putra-putri mereka,bagaimana mungkin eomma masuk sendiri?? Sepertinya kau tidak sayang dengan eommamu ini??!!”

“Ck..eomma hentikan sandiwaramu,jangan berpura2 sedih seperti itu.orang2 mungkin tertipu,tp tidak denganku.aku hanya tidak mau orang melihatku sebagai anak yang durhaka.”

“Uhh..Taktik eomma sudah tidak berhasil ya??”

“Eomma..pali! Sebelum aku berubah pikiran,kita sudah sangat terlambat sekarang.”


“Nyonya Kim,akhirnya kau datang juga..” seru salah satu ahjumma dengan suara stereonya,

“Ah,lihat siapa yang dibawanya,”
“Aigoo..putranya yang sangat tampan..”

“Ayo kemari cepat duduk,kita semua sudah menunggu kalian drtd.”

Hye sun yang sedang menyumpit shrimp ball ke mulut langsung memonyongkan bibirnya,ia tahu cepat atau lambat ini pasti terjadi lagi.dan kenapa harus selalu dengan orang yang sama!

Disaat ahjumma2 dan 2 gadis disana menatapnya kagum,ada seseorang yang nyaris luput dr perhatiannya..gadis yang tidak terpengaruh sedikitpun dengan suasana disini,
Gadis yang duduk di paling pojok itu terus mengunyah dan mencomot-comoti makanan di meja.


“Nyonya jeon,apa kabar?” Sapa Nyonya Kim sambil cipika-cipiki dengan eomma hye sun.

“Aku sangat baik..bagaimana denganmu? oh ya perkenalkan ini putri bungsuku..”
Eomma yang berdiri membelakangi hye sun,mencubit lengannya memberi kode untuk bangkit dan memberi salam.

“Auww..eomma sakit..” jeritnya kencang sambil menggosok2 lengannya.jelas saja jeritan hye sun kalah oleh suara tawa ahjumma2 yang lebih mendominasi.

“Anneyoung…..” sapanya sambil membungkuk hormat.

“Anneyoung....” sergah min ho mendahului eommanya dengan terburu2.
Min ho yang awalnya enggan dan terlihat bosan,sekarang malah bersemangat dan tersenyum memandangi hye sun.

“Anak aneh..bukannya td dia menolak untuk terlibat dalam acara ini..” gumam nyonya kim sambil memperhatikan perubahan pada raut wajah putranya.

“Anneyoung Hye sun..Maaf,sepertinya wajahmu tidak asing,apa kita pernah bertemu sebelumnya???”
 
“maaf mungkin nyonya salah orang..” jawabnya sambil tersenyum kaku

“Ah sudahlah lebih baik kalian duduk dulu,oh ya anak2 kalian bergabung saja dengan yang lain di meja sana ya..” tunjuk eomma ke meja sebelah yang sudah dihuni oleh 4 korban sebelumnya.

“Ayo kita kesana…” ajak min ho dan mendekati hye sun sambil mengulurkan tangannya untuk digenggam.

“Cihh.. bermuka dua” rutuk hye sun dalam hati.
“Eomma,bolehkan aku bergabung dengan kalian??” Tanya hye sun sambil menggelayut manja di lengan eommanya dengan ekspresi manja sambil melancarkan serangan puppy eyes.
Hye sun akan melakukan apapun..selama tidak berdekatan dengan pria menyebalkan disebelahnya ini.

Min ho tersenyum melihatnya,ingin sekali ia memeluk dan membawa hye sun pulang.hye sun benar2 menggemaskan,ia terlihat sangat cantik dengan penampilannya hari ini,walaupun simpel tp tetap memancarkan aura cantiknya.

Hye sun yang mendapat penolakan dr eommanya hanya mencibir sambil berjalan ke arah meja sebelah,bergabung dengan 4  korban sebelumnya.
Dibelakangnya min ho mengikuti sambil menahan tawa.


Mereka ber-6 duduk berhadap2an..
Dengan posisi hye sun yang duduk ditengah diapit oleh min ho dan pria gimbal,sedangkan sisanya duduk dihadapan mereka.buat min ho dimanapun itu tidak masalah selama berada di dekat hye sun.tentu saja ia tidak lengah mengawasi 2 pria disana agar tidak mendekat ke hye sun sedikitpun.

“Hye sun,kau mau makan apa? Biar aku pesankan.” Tawar min ho lembut sambil tersenyum close-up.

Hye sun memutar bola matanya menahan dongkol lalu memasang headphone dan mengencangkan volume ipodnya hingga maksimum.

“tampan..kau harus coba ini..” tawar gadis menor td sambil menyumpitkan hakau ke piring min ho.” gadis itu berbicara sambil mengedipkan mata sebelahnya,ditambah lagi sepertinya ia sengaja mempertontonkan belahan dadanya yang rendah dengan membungkuk2kan badannya.

Gadis berambut bob itu juga tidak mau kalah,
Ia meletakkan siomay ayam ke piringnya dan langsung menjulurkannya ke min ho.
“Makan yang ini saja..rasanya pasti lebih enak drpd yang itu..” cibirnya sambil menggeser piring yang telah diisi hakau td.

Gadis menor itu mendelik keras ke gadis bob disebelahnya,gadis bob itu juga membalas dengan memelototi gadis menor itu.

“Huhh..what else?!” Komen hye sun datar melihat 2 gadis aneh yang memperebutkan pria menyebalkan disebelahnya.

“And why this stupid guy cant stop staring at me??!!!” Hye sun melirik dari sudut matanya,ia mulai risih dengan min ho yang terus-menerus menatapnya seolah2 ingin mengulitinya hidup2.

2 perempuan td masih terus sibuk melemparkan api peperangan dalam rangka mendapatkan perhatian dr min ho,min ho sendiri tidak peduli dan sibuk memperhatikan hye sun.


Di meja lainnya,

Nyonya kim terlihat memikirkan sesuatu,ia memandangi hye sun terus-menerus.
“Aku yakin pernah bertemu dengan hye sun,sepertinya ini bukan pertama kalinya aku melihatnya.”

Sementara ahjumma2 lain berceloteh membahas kegiatan bakti sosial,dan rencana peresmian mother and children foundation yang dirintis bersama2.
nyonya kim malah tidak fokus dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Wajahnya mirip dengan gadis yang menolongku waktu itu,tp apa mungkin dia???”

“Nyonya jeon..kau sangat beruntung memiliki putri2 yang sangat cantik..Oh ya,berapa usia hye sun sekarang??”

“Dia baru 17 tahun,oh ya..sebenarnya yang kemarin itu perayaan ulang tahunnya.”

“Oh,Jadi dia yang berulang tahun?? dia cantik sekali..sepertinya min ho sangat suka dengannya,lihatlah putraku saja tidak bisa berhenti menatapnya..” Ujarnya blak-blakan

“Ah nyonya kim anda terlalu memuji,”
“sunnie adalah permata keluarga kami,dia memang agak dingin dengan orang yang baru ditemuinya.tp dia sungguh anak yang baik.”

Nyonya kim dan nyonya jeon terlihat mengamati min ho dan hye sun dr kejauhan sambil terus bertukar cerita.

walaupun min ho suka bergonta-ganti wanita,
tp nyonya kim tahu kapan saat putranya benar2 jatuh cinta atau hanya sekedar bersenang2,
dan semuanya menjadi jelas karena tatapan min ho yang dilihatnya sekarang adalah tatapan cinta untuk hye sun.
“Hye sun..kau tidak hanya mencuri perhatianku,tp juga mencuri hati putraku.”


Hye sun yang jengah mulai melepas headphonenya dan mencari kesibukan dengan melihat2 daftar menu,perutnya yang baru terisi setengah tadi mulai ribut lagi.
Hye sun memperhatikan daftar menu sambil menggigit dan sesekali membasahi bibir bawahnya.
Min ho malah semakin mabuk kepayang memperhatikan gerakan2 dr bibir hye sun yang merah ranum dan terlihat sangat menggoda,

“ahh..aku ingin sekali memakannya..bibir itu,aishh..melihatnya saja membuatku bergairah..!” min ho menelan ludah membayangkan sensasi2 nikmat saat merasakan bibir manis hye sun

Saat dilihatnya hye sun celingak-celinguk mencari pelayan,dengan penuh kelembutan min ho menawarkan diri untuk memesankannya,

“Biar aku yang pes……...” belum selesai min ho bicara,hye sun malah menutup buku menunya kasar sambil bangkit berdiri lalu keluar.


-------------


Piippp..bunyi mobil yang terkunci otomatis saat hye sun menutup pintunya.
Hye sun memutuskan untuk mengemil sebungkus keripik jagung yang ia letakkan di jok belakang mobil,drpd diam dan terus menerus diteror pria menyebalkan yang duduk disebelahnya.

Restoran itu memiliki gazebo kecil di halamannya dengan kolam ikan dan air mancur kecil buatan sebagai penghiasnya.

Min ho yang ikut berlari keluar,terus mencari2 keberadaan hye sun.
Sampai akhirnya,ia melihat sesosok gadis duduk seorang diri di gazebo menghadap ke kolam ikan.Min ho mendekat perlahan,ia tidak ingin hye sun sampai pergi menghindar lagi darinya.
Tanpa bermaksud menakuti ia mengambil tempat disebelah hye sun,

“Boleh aku temani?? Tawarnya masih terus tersenyum hangat.mau dikatain muka tembok kek,gak punya malu kek..bodo amatlah yang penting USAHA!!!!

Hye sun yang sedang mengunyah menghentikan aktivitasnya dan menatap galak ke arah min ho,
terlihat sekali bahwa ia amat sangat terganggu dengan kehadiran enemy no.1 dalam daftar blacklistnya.
“Dia memang benar2 idiot! dan kenapa ia harus terus mengikutiku??!!!!” rutuknya kesal,sebenarnya ia ingin sekali menyemprot min ho dengan kata2 pedas,tp diurungkannya mengingat pria ini anak dr teman eommanya.

“Malam ini dingin ya..” ujarnya membuka pembicaraan sambil menggosok2kan kedua telapak tangannya.

hye sun pura2 tidak mendengar,ia sibuk memasukkan keripik2 ke mulutnya dengan kesal hingga mulutnya penuh dan pipinya menggembung,
Min ho yang menjadi canggung,hanya menggaruk2 kepalanya..ia bingung harus bagaimana agar hye sun mau meladeninya.sejak tadi ia sudah lelah bicara sendiri,semanis apapun sikapnya dan selembut apapun ia bicara hye sun tetap diam,yang ada ia malah semakin menjaga jarak,
biasanya gadis2 yang merayu dan mendekatinya.tp sekarang sudah dengan susah payahpun gadis ini tetap tidak peduli padanya.

“Mianhae atas kejadian kemarin2 itu..aku tidak bermaksud menuduhmu yang bukan2..”
“Oh ya..kita belum berkenalan secara langsung kan ” ujarnya sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum,kali ini ia benar2 berharap kebaikannya tidak berakhir mengenaskan seperti sebelumnya.

Hye sun benar2 sudah muak sekarang,
“Pergilah..aku sedang tidak ingin marah..aku tidak mau merusak hubungan eommaku dengan eommamu..haruskah kukatakan dengan jelas tuan Kim??” jawab hye sun lugas dengan tatapan lelah,

“ee..aku mengerti..tp bisakah kita berdamai? Mian,untuk kejadian Na young dan saat dirumahku..aku benar2 tidak….”

“cukup..sekarang pergilah,anggap saja kita sudah berdamai.”

“Gomawo..” ujarnya senang dengan senyuman lebar di wajah tampannya.
“Oh ya,Aku Kim min ho..”

hye sun memalingkan wajahnya datar,
“apa lagi?”

“mwo??”

“Kenapa masih disini? Kau itu berisik..”

“oo..mian,aku akan diam..” ujar min ho gugup dan menggaruk belakang kepalanya.ditatapnya langit malam itu dengan luapan kebahagiaan dalam hati.
aku dan hye sun bisa sedekat ini..tanpa keributan atau peperangan spt sebelumnya.
yess!!  Aku berhasil..dia tidak membenciku lagi..aku berhasil!!