Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 103567 times)

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 1652012
« Reply #2535 on: June 20, 2012, 10:43:16 am »
Mobil sedan itu melaju kencang, menyusuri setiap jalan kecil menuju perbukitan. Hye sun tidak henti- hentinya tersenyum, melepaskan pandangan matanya yang mengarah keluar jendela. Satu persatu ia tatap pohon- pohon gingko yang menjulang tinggi, seolah gadis itu tengah menghitungnya. Bunga- bunga cerry bermekaran disepanjang sisi jalan --menyambut kedatangan mereka diiringi pandangan mata bulat yang sendu ketika matahari perlahan menyembunyikan wajahnya.



“minho_sshi, aku suka jika tinggal disini”

“kau bisa tinggal jika kau mau sayang” jawab minho.

“jeongmal ?” ia tatap wajah minho sembari tersenyum.

“ya, kita bisa tinggal malam ini”

“malam—ini?” tanya hye sun

“ya, malam ini”

“tidak! Aku tidak ingin tinggal malam ini!” entah mengapa suara hye sun seketika terdengar bagai jeritan.

“ok, paling tidak--hanya tinggal untuk makan malam” minho tersenyum “kau setuju, Darl?”

Hye sun memicingkan mata bulatnya “tidak!!!!”   

“tapi baru saja kau bilang, kau ingin tinggal disini ?”

“kelak, bukan untuk saat ini. setelah oppa benar- benar merestui hubungan kita” hye sun memajukan bibirnya, hingga membuat lelaki yang duduk disampingnya menahan gemas ketika menatap wajah cantik isterinya.

“Oppa…akan segera merestui hubungan kita aku berjanji”

Hye sun memicingkan matanya lagi--menatap heran wajah arogant suaminya yang seolah percaya diri atas ucapan yang baru saja terlontar dari bibirnya.

“jeongmal?” nada suara itu terdengar ragu.

“ya, aku berjanji dan--- “ minho menggeser duduknya, seolah kembali bertingkah bagai bajingan mesum nakal dengan mendekatkan wajahnya, membuat hye sun gemetar karena posisinya yang untuk kesekian kali kembali “terintimidasi” oleh tubuh jangkung cassanova.




“aku ingin…kau ikut andil dalam rencana ini” minho melanjutkan.

“a…aku…tidak mengerti…” bisik hye sun sembari melepaskan pandangan matanya yang seolah gugup.

“aku tahu, kau masih terlalu muda untuk mengerti semuanya”

Minho memperbaiki posisinya, sembari menghela nafas panjang.

“untuk saat ini nikmati saja makan malam kita, paling tidak itu adalah langkah pertama yang harus kita lakukan”

“tapi…kita harus kembali sebelum jam 9 minho_sshi” hye sun berujar lembut, namun bagi minho gadis itu lebih terlihat bagai seorang gadis manja yang butuh seseorang ketika kekhawatiran hinggap didalam dirinya.

“semua sudah kuatur sayang, tidak perlu khawatir. Kita akan tiba… sebelum jam 9 aku berjanji” ia genggam tangan hye sun erat sembari memainkan kedua matanya. “jadi—tugasmu sekarang hanya cukup menikmati kencan kita hari ini”.

-

-

-


Hye sun melangkahkan kakinya keluar dari mobil ketika pintu dibuka oleh seorang supir bertubuh tambun. Wajahnya terlihat cantik meski kini urat- urat lelah dan kegelisahan terpancar jelas diwajahnya.

“ayo, kita masuk” minho mengulurkan tangannya.

“te…tempat apa ini ?” tanya hye sun

“ini villa milikku sayang. Aku sengaja membawamu kesini untuk menikmati makan malam kita. Bukankah…saat ini kita sedang berkencan?” minho mengangkat salah satu alisnya.

Mata hye sun mengamati keindahan sekitar. Meski pada awalnya ia ragu, namun pada akhirnya keraguan itu runtuh saat dengan wajah pesona, cassanova kembali mampu meruntuhkan sikap “pemalu” isterinya.

Hye sun membalas uluran tangan itu dan tidak membutuhkan waktu yang lama, ketika langkah kaki itu perlahan masuk…..


“minho_sshi, luar biasa, villa ini begitu indah….” Hye sun memutar tubuhnya seolah menari. Sebuah villa mewah, yang memiliki seni arsitektur tinggi kembali mampu membuat princess berdecak kagum.

“kau suka ?” minho tersenyum.

“ya, benar- benar indah…,” mata bulat hye sun kembali seolah memburu. Senyumnya kembali merekah ketika satu persatu jemarinya menyentuh setiap perabotan unik dan kuno yang ada diruangan itu.

Minho tersenyum memandang tingkah isterinya. Terbesit kenangan lalu di otaknya ketika pertama kali princess menginjakkan kaki diistananya. Saat itu senyum yang sama pernah terukir seperti hari ini, ketika gadis lugu itu kembali menunjukkan sikap manis dan polosnya kepada lelaki yang mungkin telah menyiapkan suatu kejutan untuk dirinya.

Hingga tanpa sadar, sebuah lengan kini memeluk pinggang hye sun dengan erat.

“tapi—kedatangan kita bukan hanya untuk melihat keindahan villa ini, sayang” bisik minho tepat ditelinga hye sun.

“mi..minho_sshi, ja…jangan seperti ini”    hye sun mencoba melepaskan pelukan itu.

Minho tersenyum sungging, dan seolah belum puas untuk menggoda isterinya dengan cepat ia angkat tubuh mungil itu kedalam pelukannya.

“minho_sshi, turunkan aku…turunkan aku” hye sun mencoba melepaskan diri.

“tidak, aku ingin…menunjukkan sesuatu kepadamu hye, sesuatu yang lebih indah dari villa ini”

“minho_sshi, jangan macam- macam. Turunkan aku!!!!” jerit hye sun ketika minho berjalan melangkahkan kakinya menuju tempat yang dimaksud.

“mi…minhoooooooooooooossshiiiiiiiiiiiii” jerit hye sun ketika lagi- lagi ketakutan hinggap didalam dirinya.


--------------------------------------



“apa kau menikmatinya ?” tanya minho sembari meraih gelas yang berisikan air mineral—lalu mereguknya perlahan sebelum akhirnya meletakkan gelas itu ketempat semula. Saat ini mata itu kembali menatap nakal kearah isterinya.

“ya” jawab hye sun dengan nada lembut seolah malu.

“aku tahu sup tulang iga adalah makanan kesukaanmu, lalu…bulgogi, ddubokki, kemudian….”

“darimana kau bisa tahu semua makanan kesukaanku minho_sshi ?” hye sun mematahkan kalimat minho sebelum lelaki itu menyebutkan satu persatu nama makanan yang ada dimeja saji.

“bibi chan” minho berujar santai.

“huh, sudah bisa ditebak” bisik hye sun.

Suasana hening untuk sejenak. Mungkin hanya dentingan gelas yang berbunyi ketika princess menyatukan garpu-gelas hingga membentuk melodi suara. Satu- satunya cara yang dapat ia lakukan  untuk menghilangkan rasa gugupnya yang luar biasa saat minho menatapnya tanpa berkedip hingga suara serak itu kembali berujar.

“kau tahu hye, dengan mencintaimu…aku ingin selalu mengetahui apapun tentang dirimu. Makanan yang kau suka, maupun yang tidak kau suka. Lalu…. Warna yang kau suka, film yang kau suka apapun itu…aku ingin tahu”

Hye sun yang tertunduk  kini mengangkat wajahnya--menatap sendu.

“minho_sshi…mianhe”

Minho memandang wajah heran isterinya “untuk apa hye ?” tanya lelaki itu.

“karena berfikir buruk tentangmu” tukas hye sun polos, hingga seketika membuat cassanova melepaskan senyuman manisnya.

“maksudmu ??” tanya minho

“maksudku…” hye sun menggigit kecil bibirnya “tidak!, tidak….tidak  Ada. Aku hanya---sedikit gugup”



Minho memicingkan mata tajamnya. Ia sadar sesaat lalu ketika ia membawa tubuh mungil hye sun kedalam pelukannya, gadis itu terlihat sangat ketakutan. Mungkin dipikirannya saat itu minho akan mengulang lagi kejadian yang pernah terjadi diantara mereka. Dan ketika sadar bahwa pikirannya salah, dengan rasa malu yang luar biasa hye sun  dengan segera melahap makanan yang ada dihadapannya, seolah menutupi rasa gugup, wajah kemerahan dan pikiran “kotor” yang sejenak terlintas diotaknya.

“ok, apa kau sudah selesai dengan makananmu hye?”

Hye sun menganggukan kepalanya, sungguh tingkahnya semakin membuat minho terlihat gemas.

“baiklah, kalau begitu--kita akan melihat villa dilantai dua, kau setuju ?”

“mi…minho_sshi, ini hampir pukul delapan malam” hye sun melirik arlojinya “aku tidak yakin apakah kita bisa sampai keseoul tepat waktu”

hye sun berujar kali ini sembari mengerutkan dahinya.

“bibi chan berkata Oppamu akan pulang larut malam ini. Aku yakin, dengan tingkat kecerdasannya bibi chan dapat menyelesaikan semuanya” nada minho terdengar penuh percaya diri.

“aku tidak begitu yakin. Bagaimana jika oppa…”

 “jadi…kau tetap ingin pulang hye ?” nada minho seketika berubah datar membuat hye sun terdiam .

“apa…aku begitu menakutkan bagimu hye ? aku merasa-- kau tidak pernah mempercayaiku”

“mi…minho_sshi bukan begitu. Aku…” gadis itu menundukkan wajahnya.

“baik, kita pulang” dengan cepat minho berdiri dari duduknya sembari melempar serbet makan keatas meja diiringi Wajahnya yang seketika menekuk.

“minho_sshi, apa kau…marah padaku?” tanya hye sun

“tidak”

Minho melangkahkan kakinya kali ini tanpa menolehkan pandangannya kearah hye sun yang berdiri kaku. Entah apa yang ada dipikiran lelaki itu. yang jelas raut wajah itu benar- benar menunjukkan rasa kesal yang luar biasa, sampai akhirnya….
“minho_sshi!” jerit hye sun “baiklah, kita lihat lantai dua. Tapi… hanya untuk sepuluh menit”

Minho seketika menghentikan langkahnya, wajah menekuk berubah menjadi senyum setan sebelum akhirnya membalikkan wajah pesona kearah isterinya.

“ya, sepuluh menit! Dan aku yakin…kau pasti akan suka hye” tukasnya sembari tersenyum.


-


-


-



Hye sun mengamati lantai dua kembali dengan decak kekagumannya. Wajahnya yang penuh kecemasan seketika hilang ketika lagi- lagi keindahan villa itu membuatnya melupakan rasa takut dan kekhawatirannya meski mungkin hanya untuk sejenak.

Lantai dua villa itu tidak memiliki perabotan mewah, ataupun lampu- lampu Kristal yang tersusun indah dilangit- langit  seperti diruang dasar. Lantai dua villa itu tampak terlihat remang, dengan cahaya lampu yang minim. Hanya ada sebuah sofa panjang, dengan karpet tebal dilantai kayu berwarna cream dan didepannya terdapat sebuah tungku perapian yang cukup besar.

“ini merupakan tempat favoritku ketika musim dingin”

“tentu saja minho_sshi. Perapian juga menjadi tempat favoritku pada musim dingin” celoteh hye sun diiringi senyum manis minho.

Hye sun mengamati ruangan itu untuk beberapa saat sampai akhirnya mata bulat itu mengarah pada sebuah pintu besar yang tertutup.

“minho-sshi, ruangan apa ini ?”

Minho yang sedari tadi mengikuti isterinya bak bayangan tersenyum tipis ketika pertanyaan itu terlontar.

“kau bisa melihat ruangan itu jika kau ingin” jawab minho

Hye sun memajukan bibir sembari memicingkan matanya kearah minho, dan ketika rasa penasaran itu semakin memburu, perlahan--- ia raih ganggang pintu ruangan….



Awalnya hye sun ragu untuk melangkah. Gadis itu hanya berdiri dimuka pintu, dan hanya mampu menangkap separuh isi ruangan --- dua kursi yang berdiri disetiap sisi sebuah meja.

Namun karena rasa keingin tahuannya yang cukup besar, ia langkahkan kakinya lagi masuk kedalam ruangan yang tampak terlihat remang, dan betapa terkejutnya hye sun ketika ia sadar ruangan itu adalah sebuah kamar mewah dengan ranjang yang memiliki penutup tipis berenda.

“apa kau suka hye ?”

Minho berbisik—tersenyum simpul sembari tanpa ragu merengkuh pinggang isterinya, hingga kembali membuat keterkejutan kecil pada diri hye sun.

 “jangan menolak. Aku mohon…. Biarkan aku memelukmu hye….”

Hye sun menggigit kecil bibirnya ketika pelukan itu kembali membuat darahnya berdesir hebat. Hye sun sadar bahwa kini ia sangat mencintai suaminya. Namun rasa malu atau mungkin, ketakutan kecil dihati beberapa saat yang lalu benar- benar menjadi penghalang yang menakutkan baginya. Ia merasakan lelaki itu sangat mencintainya, princess bisa merasakan gelora cinta ketika tubuh itu mendekapnya dengan kehangatan---erat, sangat erat.




Selama beberapa menit pelukan itu berlangsung. Hye sun bisa merasakan detak jantung lelaki itu begitupun sebaliknya.

“kau tahu… aku suka aroma tubuhmu hye. Aroma lembut khas violet yang terkadang membangkitkan rasa inginku” ia cium aroma rambut hye sun perlahan.

“ra…rasa ingin ???” tanya hye sun.

“rasa inginku untuk terus bersamamu. Memelukmu, mendekapmu selama yang kumau”

Hye sun mengatur nafasnya yang seolah tercekat ketika untuk kesekian kali lelaki itu kembali membuat darahnya berdesir hebat, pipinya memerah, dan kakinya gemetar.

“minho_sshi….”bisiknya


“kau tahu hye, aku bingung akan sikapmu kepadaku. Terkadang kau bergairah saat melihat suami tampanmu ini, tapi…terkadang kau takut. Apa…Kau masih ragu kepadaku ?”

“aku --hanya malu”

“aku tahu kau akan menjawab kata malu untuk menjadi alasanmu. Tapi…apakah kau tahu bahwa aku sudah melihat semuanya, semua yang tersembunyi dibalik kemeja yang kau kenakan saat ini ”

“minho_sshi! Hye sun mencoba melepaskan pelukan itu.

“aku bilang jangan berontak!, biarkan aku memelukmu,menghilangkan rasa malumu kepadaku, meski aku tahu kau sangat…menginginkanku”

“minho_sshi, a…ayo kita pulang. Ini sudah lebih dari sepuluh menit!”suara itu terdengar seolah memohon.

“apa kau…ingin tahu sebuah cara untuk menghilangkan rasa malumu kepadaku?”

“tidak, aku tidak mau”

“aku sudah menunjukkan cara yang pertama kepadamu, apa kau masih ingat ?”

Hye sun hanya diam, lalu tersentak ketika minho membalikkan tubuh mungilnya.

“tatap mataku” tukas minho dengan nada parau, mencoba berusaha mengulang kembali kemesraan mereka pagi ini.

“tidak, aku tidak mau!” wajah itu tertunduk dalam keremangan cahaya ruangan, ketika ia tahu bahwa mata cassanova adalah kelemahan baginya. Mata tajam yang akan menarik jiwanya--- dan mungkin, membuatnya kembali menyerahkan diri secara liar dan utuh.

“princess, aku bilang…tatap mataku!”

Hye sun lagi- lagi diam, menundukkan wajah meronanya tanpa bergeming.

“Goo Hye sun!!!” nada suara itu seolah menjerit. Tangan kekarnya seketika meraih wajah yang tertunduk, memaksanya--seolah berkeinginan agar mata bulat itu hanya cukup mengarah kearahnya, tanpa berpaling.

“apa yang aku rasakan, ketika mata tajam itu kembali menghipnotis jiwaku. Aku tahu ia menginginkanku, seperti halnya aku menginginkannya. Tapi… kenapa rasa malu itu singgah ketika… aku terlihat bagai wanita yang memujanya”

“apakah kini aku boleh menunjukkan cara yang lainnya ?”

Minho berbisik hingga membuat hye sun kembali terhipnotis akan hembusan nafas lelaki yang seolah menyapu wajahnya.

“ma..maksudmu?”

“aku ingin memilikimu malam ini Ny. Lee, bolehkan ?”

“a…aku…”

“please…jangan menolakku malam ini, aku menginginkanmu. Karena aku suamimu yang memiliki hak atas diri dan tubuhmu” nada itu terdengar parau seolah menuntut.

“jadi…kau sengaja membuat kencan hari ini hanya untuk….”

“ya, kau benar sayang. Karena jika aku tidak melakukan semuanya aku yakin akan kehilangan kesempatan emas bersamamu” nada itu terdengar datar--- tanpa beban.

Hye sun menelan ludah, jantungnya berdetak dengan cepat ketika ia sadar lelaki itu tengah merayunya. Sedikit rasa kesal dihati hye sun ketika baru menyadari, kencan hari ini hanyalah siasat cassanova untuk kembali mengulang kejadian lima hari yang lalu saat dengan pasrah ia menyerahkan tubuhnya pada lelaki yang--- tidak bisa ia pungkiri, lelaki yang ia cintai.

“a…apa kau …menjebakku, minho_sshi ?” tanya hye sun

“tidak, ketika langkah kaki membawamu keruangan ini, itu pilihanmu. Bukankah…begitu, Darl ?”

Minho menarik hye sun kedalam pelukannya ketika pelukan itu terasa longgar. Hingga Hye sun dapat merasakan nafasnya kian tercekat ditenggorokan diiringi raut wajah polos yang menurut minho seperti gadis perawan yang menahan gairah akan keperkasaan suami tampan dihadapannya.

“minho_sshi, lepaskan aku….aku mohon” hye sun mencoba menarik diri dari lelaki yang terus menatapnya dengan tatapan liar, membelunggunya dalam pelukan yang membuat gadis itu yakin, ia akan menjadi milik suaminya lagi.

Untuk beberapa menit, tidak! Hanya beberapa detik gejolak birahi itu ia coba untuk pertahankan, dan alhasil kegagalan yang harus ia rasakan ketika untuk kesekian kali cassanova kembali melepaskan ciumannya yang terasa bagai sengatan –menggila!!

Goo Hye Sun

“mulutnya kini melumat bibirku, hingga membuatku tersentak!, dan konyol… bagiku sentakan yang hanya terjadi beberapa detik saat aku merasakan bibirnya kembali menggodaku, menjelajah disetiap garis bibirku, memainkan lidahnya yang basah seolah memaksa untuk masuk dan oh tuhan,… apakah aku gila ketika aku menggigit bibirnya!!

“hye” bisik minho seolah terperangah atas tindakan isterinya barusan.


Goo Hye Sun

Wajah tampan itu seketika memerah atas tindakanku  barusan, seolah menggambarkan kesenangan ketika aku melakukan hal itu pada dirinya “isteri mungilku benar- benar nakal” Bisiknya dengan desahan menggoda sembari memicingkan mata tajamnya yang sexy.

“aku…akan melepaskan kemejaku” bisiknya

Untuk beberapa menit ucapannya membuatku mengejang takut atau lebih tepatnya malu. Sembari mengutuk sikapku yang hanya diam saat melihat satu persatu kancing baju itu terlepas, dan…aku bisa merasakan otot dadanya yang kekar kini kembali menggodaku.


“apakah aku terlihat menggairahkan hye ?” suaranya serak dan menggoda, memandangku dengan tatapan dalam sembari untuk kesekian kali meraih pinggang rampingku, dan melepaskan ciumannya saat tubuhku kian melemah dalam dekapannya.

“minho_sshi” desah hye sun ketika untuk kesekian kali lelaki itu dengan liar menguasai tubuhnya.

Hye sun bergelayut manja pada dada dan lengan minho ketika ciuman itu terasa membakar, hingga membuat gadis lugu itu menikmati api sensual dari ciumannya, meresapi gairah murni dan terkesiap dengan syok saat mendapati bahwa ia terlalu meremehkan kebutuhannya sendiri—rasa laparnya sendiri ketika keinginannya untuk dicumbu dan mencumbu menjadi suatu hasrat yang selama ini ter tahan.


Lee Min Ho

“aku membelai perlahan kemeja biru yang ia kenakan dengan satu tangan. Meski  awalnya aku gugup “minho_sshi, dia akan menolakmu malam ini ?”  ketika bisik hatiku seolah berseru lantang. Namun hal itu hanya bertahan sesaat, ketika gadisku hanya diam saat jemari ku bertindak nakal akan kancing kemeja yang sesaat lalu menjadi penghalang.
“sarange” bisikku sembari terus mendesak tubuhnya dengan setiap cumbuan yang sebisa mungkin kulakukan perlahan—meski kini gairahku semakin memuncak hebat.


“aku akan berhenti jika kau malu” minho menatap tubuh hye sun yang kini hanya berbalut pakaian dalam. Gadis itu melirik kesal, ketika ucapan itu terlontar dari bibir minho. Ia sadar lelaki itu tengah menggodanya seperti biasa.

“kau jahat!” hye sun memukul pelan dada telanjang dihadapannya, hingga membuat minho terkekeh kecil.

“jadi….kau ingin kita melanjutkannya, princess ?”

Wajah hye sun seketika memerah, dan seolah malu untuk berkata YA, hye sun mencoba mencari siasat lain agar lelaki itu mengerti akan jawabannya dengan memainkan kedua mata bulat sembari tersenyum manja. Gadis itu seolah kehilangan akal sehatnya ketika ia harus kembali luluh akan keperkasaan sang cassanova.

Minho tersenyum melihat tingkah polos isterinya yang pemalu, dan tidak ingin membuang waktu, dengan cepat ia bawa tubuh itu kesebuah ranjang berukuran besar dengan ratusan kelopak mawar yang menghiasi…

“jangan takut hye, aku…akan melakukannya perlahan. Seolah ini… adalah malam pertama bagi kita” bisik minho sembari dengan perlahan merebahkan tubuh mungil itu keperaduan…

Goo Hye Sun

“tubuhku kembali mengejang ketika ciuman itu terasa menguasai bibirku. Nafasku tercekat ketika tangan itu dengan lihai membelai dadaku yang telah lama mengejang, hingga membuatku tersentak ketika…. Ia bebaskan dadaku dari kungkungan pakaian dalam yang sesaat lalu menutup rapat dan melindungi. Aku merasakan sengatan listrik yang hebat, merasa bergairah hingga membuat diriku hampir ingin menangis.

“minho_sshi” desahku saat tangan kekar itu kini menguasai dadaku yang sedari tadi mengeras tanpa malu, mengharapkan cumbuannya….


Minho kembali menyusuri rahangnya_dipandu dengan gairah yang dipancarkannya. Dengan lembut minho mengambil keuntungan dari leher hye sun yang kini terpampang jelas dihadapannya dan mengikuti denyut nadinya sampai ketulang leher, hingga dengan lembut pula ia melumat puncak dada yang kian mengeras karena belaian jemarinya yang sesaat lalu terasa menggila.

Hye sun kembali mengerang, ketika cassanova memutar lidahnya pada puncak dada dan menggunakan salah satu tangannya untuk menguasai dadanya yang lain. Hye sun melengkungkan punggunya, nafasnya kian memburu, saat minho mengajarkannya akan kenikmatan_ kenikmatannya dan kenikmatan sang cassanova.

Lee Min Ho

“desahan dan erangan lembut kembali membangkitkan panas dan ketegangan didalam tubuhku, tanpa bisa dikendalikan lagi—tanpa bisa ditarik ataupun dihentikan. Aku menyusuri pahanya perlahan, mengangkat kakinya dengan lembut hingga melingkar bebas dipinggangku. Oh tuhan, princess terlihat sexy saat ia mulai mendesah sembari gemetar didalam pelukanku.

“hye” bisikku

“mmm” desahnya

“aku…akan melakukannya”

Mata bulatnya terbuka perlahan, lalu tersenyum padaku seolah setuju akan ucapan yang baru saja terlontar dari bibirku barusan.



Goo Hye Sun

“demi tuhan, aku kembali terlihat bagai gadis murahan yang mengerang didalam pelukannya. Merindukannya, dan seakan bersumpah tidak ingin melepaskannya dari pelukanku malam ini. Mataku terpejam, seolah malu akan pandangan tajam yang kini semakin menguasaiku, dan … bisa aku rasakan ciuman hangat yang menguasai bibirku, ketika aku sadar ciuman itu kembali membangkitkan gairahku”

“Min…min…ho…sshi….” Desah hye sun ketika untuk kedua kali ia rasakan sesuatu yang berbeda pada tubuhnya. Bagian tubuhnya yang seolah berdenyut liar, hingga membuat gadis itu menggigit bibirnya—menahan kenikmatan gairah itu selama mungkin.

Minho menggunakan lidah dan giginya untuk memegang kendali—nafas hye sun membaur dengan nafasnya, hingga untuk kesekian kali tubuh mungil itu menggeliat hebat saat cassanova menyatukan--- menghujam tubuhnya perlahan hingga membuat jemari- jemari itu menggeram hebat saat kenikmatan setiap detik bagai ekstasi yang menggila.

“Min…minho_sshi….” Desahnya memuja nama itu. Sampai akhirnya cassanova kembali melumat bibir  ranum isterinya dengan lembut--untuk beberapa menit, seolah tidak mengizinkan gadis itu membungkam bibir kesayangan dengan tangannya.

“aku memujamu…. Tubuhmu, jiwaku…”


Minho mengatur nafasnya sembari memandang wajah hye sun yang menatap sendu, nafasnya kian memburu untuk kembali menguasai tubuh mungil yang kini bersembunyi lemah dibawah kendalinya. Dengan perlahan dan penuh kelembutan ia kembali menghujam dalam satu gerakan. Sekali lagi princess kembali mengerang sambil dengan berani menciumi otot dada yang kini mengencang dihadapannya. Sepertinya bergantian adalah permainan yang adil.

Untuk beberapa saat princess mengikuti ritme dalam setiap gerakan erotis yang ia rasakan saat selubung hangatnya kian terasa berbeda-- ketika minho menyatukan tubuh mereka. Namun hal itu hanya terasa sesaat ketika lagi- lagi gigitan itu membakar tubuh mungilnya, saat lidah, gigi dan mulut itu kembali menguasai diseputaran dadanya yang mengejang—merasakan tubuhnya secara utuh.

Hye sun mencengkram erat rambut minho, secara insting menuntut lebih setelah sedari tadi jemari itu hanya berkutat dipunggungnya. Tekanan yang lebih, kenikmatan yang lebih….

Rasa sakit dan terbakar dipangkal pahanya berlanjut menjadi gelombang kenikmatan lain saat minho kembali bergerak perlahan. Kaki indahnya menahan tubuh minho ketika kaki itu lagi- lagi melingkar bebas dipinggangnya.

Sampai akhirnya, bendungan pertahanan itu seketika meledak. hye sun berteriak saat gelombang kenikmatan kembali menghempasnya, kali ini dengan sangat kuat. Gadis itu melengkungkan punggungnya, saat minho kembali melumat bibirnya, sementara jari- jari itu masih bermain ditubuhnya--- saat ia mencapai kenikmatan.

Ia bisa merasakan cairan bukti gairahnya seketika membasahi, seiring keringat yang keluar dari tubuh mungilnya yang masih mengejang dalam dekapan kekar tubuh sang cassanova. Hye sun tidak peduli jika kali ini tubuhnya terbelah menjadi dua.

Kedua insan itu mengerang, mencoba mengatur nafas yang terasa patah hingga cassanova terjatuh lemas diatas tubuh mungil isterinya….




“apa kau ---menikmatinya ?” bisik minho dengan suaranya yang serak dan bergetar. “katakan YA ” bisik minho sembari tersenyum.

“ya” desah hye sun yang masih membiarkan keperkasaan itu menguasai tubuhnya—bergerak diatasnya.

“bisa…kau lepaskan aku minho_sshi…a…aku…tidak bisa bernafas”

Minho mengecup mesra bibir isterinya yang masih memejamkan mata---menikmati.

“bagaimana aku bisa melepaskanmu, ketika kaki indah ini masih bebas melingkar dipinggangku” jawab minho.

Mata terpejam itu seketika terbuka, pipinya ikut merona dan seperti biasa, untuk menyembunyikan rasa malu ia dorong tubuh kekar itu setelah melepaskan lingkaran kakinya pada pinggang minho.

“minho_ssshi!, ini memalukan!”  jerit hye sun sembari dengan cepat menarik selimut tebal yang membalut separuh tubuhnya.

“hye…” minho berujar lembut. “please, jangan seperti itu sayang… sungguh bukanlah hal yang memalukan ketika kita bercinta”

Minho tertawa geli sembari menarik selimut tebal yang menutup tubuh isterinya, dan tanpa ragu mengangkat tubuh besarnya hingga untuk kesekian kali menindih tubuh itu, namun membiarkan lengan kekarnya sebagai penyanggah.

“aku mencintaimu, princess. Sungguh, tiada satupun cela ditubuhmu. Kau sempurna, kau indah… sayangku…”

Hye sun tersenyum mendengar ucapan cassanova, hye sun sadar kenapa ia harus merasa malu ketika untuk kedua kali ia telah menjadi milik lelaki yang dicintainya, sangat dicintainya…

“minho_sshi…bolehkah…aku menyentuh wajahmu?” pintanya.

“lakukan, sentuhlah aku”

Perlahan, ia angkat lengannya yang sedikit gemetar….




Untuk beberapa saat hye sun membiarkan setiap jemari lentiknya membelai wajah tampan itu ; matanya, hidungnya…hingga menyentuh lembut bibir tebal cassanova.

“sejak kapan kau jatuh cinta padaku Princess ?” tanya minho

Hye sun membelai lembut wajah itu “entahlah…. Aku tidak tahu. Tapi__ aku suka jika melihatmu memejamkan mata tajam ini perlahan” jawabnya sembari membelai lembut bola mata minho dengan jemari.

“saat kau tidur, aku diam- diam menatapmu. Karena ketika kau tidur, aku tidak melihat wajah angkuhmu, wajah nakalmu, wajah kemarahanmu kepadaku. Sangat berbeda, benar- benar sangat berbeda.”

“jadi…kau ingin katakan bahwa kau jatuh cinta ketika pertama kali aku memejamkan mataku dihadapanmu ?”

“mungkin….” Jawab hye sun singkat, seolah tidak ingin mengakui bahwa mata tajam itu merupakan kelemahan bagi dirinya.

“ya, aku ingat saat itu kau membelai wajahku seperti ini ketika dirumah sakit. Mataku…hidungku…bibirku…. Dan mengatakan bahwa ciumanku sangat indah bagimu, sayang”

Hye sun melepaskan sentuhannya pada wajah minho, dan dengan kedua telapak tangannya ia tutup wajahnya yang semakin memerah.

“kau ingin mempermalukanku lagi!” bisiknya jengkel.

Minho terkekeh, kekehan kecil yang membuat hye sun semakin mempertahankan tangannya untuk terus menyembunyikan rasa malunya yang luar biasa.

“oh, tidak sayang jangan lagi seperti ini, tidak!”

Dengan cepat ia lepaskan tangan mungil yang menutup wajah pemiliknya.

 “minho_sshi, lepaskan!” rengek hye sun ketika kedua lengan itu kini telah dikuasai oleh cassanova.

“lepaskan!”

“apa kau…tidak ingin tahu kapan aku mulai jatuh cinta padamu ?”

Gadis itu seketika terdiam dalam dekapan tubuh yang sedari tadi berada diatas tubuh mungilnya. Pikiran liar kembali muncul ketika cassanova kembali menatapnya dengan tatapan nakal, hingga mengeluarkan bisikan yang menyapu lembut setiap garis wajahnya.

“aku jatuh cinta padamu, menyadari bahwa aku mencintaimu ketika kau terjatuh pingsan karena kecerobohan dan sikap kasarku. Saat itu duniaku seolah terbalik, mana mungkin aku harus kembali kehilangan wanita yang baru beberapa jam kunikahi, kupikir itu perasaanku pada awal, namun setelah aku menatap wajah pucatmu, aku menjerit hye… bahkan aku menangis berfikir bahwa aku akan kehilanganmu”

Hye sun menatap sendu “saat itu kau benar- benar membuatku takut minho_sshi”

Minho tersenyum “aku tahu…dan aku tidak ingin membuatmu takut kepadaku lagi hye, karena sungguh aku mencintaimu… aku mencintaimu isteriku”

Ucapan itu terasa kembali menyejukkan hati sang princess, ia tatap dalam wajah suaminya dan berfikir, andai Daniel bisa menerima suaminya dengan baik, sungguh akan terasa lebih indah. Tidak akan ada lagi rasa takut, takut jika suatu hari ia akan kehilangan lelaki atau oppa yang sangat dicintainya. Takut jika suatu hari, ia harus kembali memilih….

“hye…kenapa kau menangis sayang” ia seka air mata yang jatuh disudut mata itu perlahan.

“tidak…aku tidak menangis. aku hanya… aku hanya ingin mengatakan bahwa aku juga sangat mencintaimu minho_sshi, dan aku…tidak ingin kehilanganmu”

“oh…sayang….” Bisik minho sembari mengecup perlahan mata, hidung dan bibir isterinya. “kau tidak akan kehilanganku, karena aku tidak akan pernah sanggup kehilanganmu. Hentikan semua kekhawatiran ini”

Ia raih pinggang mungil itu dengan tangannya, merubah posisi mereka hingga tubuh hye sun kini mendekap hangat didadanya.

“kau tidak akan kehilangan siapapun lagi yang kau cintai, aku berjanji”

“jeo…jeongmal?”

“ne, aku akan membuat semua menerima kehadiranku, menerima cinta kita, apapun yang terjadi”

Minho kecup dahi itu perlahan, hingga hye sun bisa merasakan cinta yang begitu besar didalam diri lelaki yang kini kembali memeluk erat tubuhnya—menciumi kulit tubuhnya dengan lembut….

“sarange…sarange minho_sshi” bisik hye sun

“sarange…sarange my princess” balas minho yang kembali menelusuri tubuh hye sun dengan tangannya, hye sun bisa merasakan bahwa hati sang cassanova kini telah berdetak seiring hatinya.

Kemudian kini, yang ada hanya cinta, sebuah cinta yang tulus ….



Cinta, sang cassanova….



-----------------------------------------------------






END CHAPTER






sesuai permintaan ane update longggggggggggg  [heh] [heh]
setengah taon lagi baru update yak....

enjoyyyy walau membuat boring  [goodgrief] [goodgrief]
ditunggu saran and kritik......


« Last Edit: June 20, 2012, 11:38:15 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]