Author Topic: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥ ~ (LITTLE KISS., 27.03.10)  (Read 62319 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
LITTLE KISS..




Chapter 3..



Jandi memejamkan matanya..wajahnya yang putih mulus tanpa polesan seketika memerah..kedua tangannya di kepal erat menahan emosi yang meluap..

"Kau...berani beraninya..." Jandi berkata dengan suara serak..setelah itu jandi mengambil ancang ancang untuk melakukan jurusnya. Ya.. Jurus andalannya yaitu " tendangan memutar".

"YAAAA.." Jerit jandi *sambil menendang junpyo*


BRUUUK!!

Junpyo terpental jatuh kelantai. Matanya terbelak..terlihat di wajah junpyo kalau ia sangat syok dengan apa yang telah terjadi padanya barusan. Berkali kali junpyo mengedipkan matanya. Setelah kurang lebih 30 detik akhirnya junpyo tersadar dari kekagetannya dan segera berdiri dengan tampang yang sangat mengerikan.

"YAA..KAU SADAR DENGAN APA YANG KAU LAKUKAN HAAH..!!" Junpyo berteriak tepat di muka jandi.

jandi memandang junpyo. Seolah ia tidak takut dengan junpyo dan siap melawannya" ciiiih.." Jandi mencibirkan mulutnya " YAA..JANGAN KIRA WALAUPUN KAU ORANG KAYA DAN MEMILIKI UANG BERLIMPAH SEMUA ORANG AKAN MAU MENURUTI KEINGINANMU!! BOO?? TIDUR DENGANMU?? SAMPAI MATIPUN TIDAK AKAN MAU AKU MELAKUKANNYA! AKU MEMANG SANGAT MEMBUTUHKAN UANG TETAPI TIDAK DENGAN CARA MENJIJIKAN SEPERTI ITU!! APALAGI HARUS MELAKUKANNYA DENGANMU!! ARASO??"Jandi membalas perkataan junpyo dengan tidak kalah berangnya. Setelah puas memaki junpyo, jandi membalikkan badannya untuk berlalu dari kamar junpyo. Sangat menjijikan bagi jandi berada di sana.

"KAU AKAN MENYESAL PELAYAN TAK TAU DiRI!!"

Terdengar jelas teriakan junpyo dari balik pintu kamarnya. Jandi yang mendengarnya seketika menutup telinga dengan kedua tangannya dan jandi segera berlari meninggalan rumah junpyo.

***

Jandi memutuskan untuk kembali ke taman untuk meredakan emosinya yang tadi sempat  meledak ledak. jandi merebahkan tubuhnya di bangku panjang .

"Goo jun pyo..kau benar benar pria yang sangat brengsek. Bagaimana bisa kau memberikan syarat yang menjijikan seperti itu" jandi menggumam pelan..ia benar benar sudah lelah untuk hari ini...tenaganya sudah habis terkuras..

Untuk beberapa lamanya jandi terdiam di bangku taman. Memikirkan bagaimana caranya lagi untuk mendapatkan uang. Sedangkan omma membutuhkan operasi segera.

Perlahan air mata terjatuh dari pelupuk mata jandi.. Semakin lama semakin deras dan terdengar isakan yang memilukan.."Otoke..." Jandi berkata di sela sela tangisnya.

***

Brrrrm..brrrm..

Terdengar deru suara mobil..sebuah lotus berwarna merah marun meraung raung di halaman rumah yang sangat megah..itu adalah mobil goo jun pyo...

Junpyo menancap gasnya dalam dalam..dan lotus merah marun itu melaju dengan kencangnya.

Junpyo meraih headset yang berada di saku celananya..memasangnya di kuping sebelah kiri, lalu junpyo menekan tombol handphonenya..

"yobseyo.." Terdengar suara di sebrang sana

" Yaa yoon ji hoo!! Kumpulkan F3 sekarang!! Kita bertemu di xx club! ARASO??" Dengan suara yang kesal junpyo berkata kepada ji hoo

" Araso junpyoya.." Jawab ji hoo..ia tau kalau sahabatnya sudah berkata seperti itu berarti sesuatu hal telah terjadi pada junpyo.

Junpyo terus melajukan lotusnya dengan kencang.. Fikiran junpyo sangat kacau..ini disebabkan karna pelayan barunya!! Ia tidak menyangka kalau pelayan barunya itu menolak tawarannya. Tidak pernah sekalipun seorang gadis yang berani menolak permintaannya..malahan para gadis itu yang mengajaknya. Terlebih lagi ini pertama kalinya ia mendapat tendangan dari seorang pelayan!!


Xx club..

Junpyo memesan ruang VIP..terlihat gadis gadis nakal memandanginya dengan penuh kagum. Namun junpyo terlihat tidak peduli dan berjalan menuju ruang VIP Dengan diantar oleh manager club.

Ruangan VIP Ini sungguh mewah..jelas saja..xx club merupakan bar yang paling terkenal dan terbesar di korea.

Junpyo menaruh dirinya di kursi panjang..ia menyenderkan kepalanya pada ujung kursi..

Cekleeek..

Seseorang membuka pintu ruangan.. Dia adalah woo bin..yang di belakangnya di ikuti oleh yi zhung dan ji hoo.

"Yoo my bro! What's up? Tengah malam bgini kau mengajak kita berkumpul? Sapa dan tanya woo bin kepada junpyo dan merangkul sahabatnya itu

" tidak..aku hanya bosan dirumah" junpyo berbicara dengan muka yang kusut

"Tidak usah berbohong..kami tau kau sedang ada masalah" ucap yi zhung sambil menepuk pundak junpyo

Junpyo mendesah kesal.. Di minumnya red wine dengan kasar.. Pandangannya lurus ke depan..pandangan penuh kekesalan yang teramat sangat..

setelah menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, junpyo mulai menceritakan kejadian yang telah di alaminya bersama dengan pelayan barunya.

"BOO?? Dia menendangmu?? " Yi zhung membelakkan matanya lebar lebar..ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan junpyo

"Yaa.. Bagaimanapun juga gadis itu sungguh hebat..tidak..malah luar biasa.." Woo bin menggeleng gelengkan kepalanya

Mendengar perkataan woo bin, junpyo menjadi gusar" boo?? Hebat?? Tidak!! Pelayan itu benar benar tidak tau diri. Aku sudah mau membantunya tetapi dia malah menendangku" nada kesal masih terdengar dari mulut junpyo

Ji hoo yang tadi hanya diam dan melihat, akhirnya mengeluarkan suaranya," mungkin gadis itu masih perawan..makanya dia menolak tidur denganmu junpyoya..."

Serentak junpyo, woo bin dan yi zhung membelakkan matanya ," BOO??PERAWAN??" Ucap mereka bersamaan.

Ji hoo menganggukkan kepalanya

"Yaa..mana ada di zaman sekarang seorang gadis masih perawan.." Woo bin terkekeh

"Mungkin saja..dia kan gadis kalangan bawah" yi zhung menambahkan.

Junpyo terdiam mendengar perkataan ji hoo tadi.." Benar juga..mungkin karna gadis itu masih perawan makanya dia menolak untuk tidur denganku" fikir junpyo

"Yaa junpyoya..siapa nama pelayan barumu itu?" Ji hoo menyadarkan lamunan junpyo

Junpyo tersentak," boo?? Nama?? Aku ti..tidak tahu.." Jawabnya sedikit tergagap

"Tidak tahu?? " Ji hoo menggelengkan kepalanya heran..

"Junpyo..namanya saja kau tidak tahu..tetapi kau menyuruh gadis itu untuk tidur denganmu.. Wajar saja dia menolak" yi zhung berkata dan tertawa kecil

"AKU TIDAK PEDULI!! BISA KUPASTIKAN KALAU GADIS ITU PASTI AKAN MENYESAL KARNA TELAH MENOLAK TAWARANKU!!" teriak junpyo.. Setelah itu junpyo berdiri..dan segera meninggalkan ruangan dengan perasaan yang sangat kesal

F3 hanya menggeleng gelengkan kepalanya..mereka sangat tahu sekali dengan sifat junpyo yang pemarah dan tidak mau mengalah ini.

***


Rumah sakit...

"Omma..gwenchana?? Bersabarlah omma..aku akan berusaha mendapatkan uang untuk biaya operasi ini.. Aku mohon omma jangan dulu meninggalkanku.." Jandi  menggenggam erat tangan omma..dan menangis sejadi jadinya..jandi sungguh tak sanggup melihat ommanya terbaring tak sadarkan diri..melawan penyakit yang di derita sendirian..

"Geum jandi agashi.." Seseorang menepuk punggung jandi..dia adalah suster yang merawat omma..

Jandi menghusap air matanya lalu menengok ke arah suster," yee.. Ada apa suster?" Tanyanya

"Dokter memanggil anda..."

Jandi menganggukkan kepala..lalu ia berdiri dan berjalan menuju ruang dokter yang menangani penyakit omma nya..jandi berjalan di belakang mengikuti suster

"Anyonghaseo.." Sapa jandi

Dokter kim yang sedang sibuk menulis segera menghentikan aktifitasnya" anyonghaseo geum jandi agashi..silahkan duduk.." Dokter kim tersenyum dan memberikan syarat kepada jandi untuk duduk di kursi yang tepat berada di depan dokter kim.

Setelah melihat jandi sudah duduk di kursinya, dokter kim memulai pembicaraan," geum jandi agashi..dilihat dari perkembangan ibu anda, kondisi beliau sangat mengkhawatirkan..jika tidak cepat melakukan operasi kemungkinan ibu anda akan mengalami koma dalam waktu lama.."

Jandi terdiam..fikirannya sungguh bercampur aduk antara sedih..takut..benci karna sampai saat ini ia belum mempunyai uang untuk biaya operasi..air mata mulai menitik di pipi mulusnya.." Kapan batas terakhir untuk dilakukan operasi dok?" Tanya jandi dalam tangisnya

Dokter kim memejamkan matanya.."2 hari agashi..."

Tangis jandi semakin keras ketika mendengar jawaban dari dokter kim..bagaimana mungkin ia bisa mendapatkan uang dalam waktu 2 hari.. Bagaimana..

***
Jandi melangkahkan kaki menuju ruang inap omma nya.. Langkah yang gontai.. Wajah jandi terlihat pucat dan matanya sembab.. Sangat menyedihkan..

Sesampainya di ruang inap jandi menatap pilu ommanya.. Kembali air mata menghiasi wajahnya..ia sungguh tak kuasa melihat ommanya begitu menderita..

"Tidak ada cara lain..selain..."

***


jam 2 dini hari akhirnya junpyo sampai di rumah.. Emosinya sudah bisa ia kendalikan dengan baik..dan perasaannya sekarangsudah kembali tenang.junpyo memarkirkan lotusnya di garasi.. Garasi itu memang khusus untuk mobil miliknya..

junpyo melangkahkan kakinya ke pintu utama..namun tiba tiba langkahnya terhenti.. Di lihatnya seorang gadis sedang duduk di depan pintu dan menenggelamkan wajahnya di kedua tangannya..

Junpyo menyiritkan alisnya,"yaa..siapa kau? Apa yang kau lakukan disini? Mau mencuri ya?"

Gadis itu mendongakkan kepalanya..

Betapa terkejutnya junpyo.. Ia tidak percaya dengan apa yang ada di depannya.. Gadis yang membuatnya kesal seharian ini..

Ya..gadis itu bernama "Geum jandi"

"KAU !! UNTUK APA KAU DATANG KERUMAHKU?APA KAU TAK TAU JAM BERAPA SEKARANG?APA KAU...."

"Aku terima tawaranmu.." Jandi memotong ucapan junpyo

"BOO??" Junpyo sungguh terkejut mendengar perkataan jandi

"Aku terima tawaranmu goo jun pyo..aku bersedia tidur denganmu.." jandi menatap junpyo dengan sungguh sungguh.

Junpyo tersenyum simpul dan merasa senang karna dirinya telah menang," yaa..kau sendiri yang bilang sampai matipun tidak akan pernah mau tidur denganku"

"Miane..chongmal miane..aku menarik lagi ucapanku goo jun pyo..sungguh aku sangat memerlukan uang itu.." Ucap jandi..terdengar sangat di paksakan

"Baiklah...aku bersedia memberimu uang itu..dan syaratnya pun tidak berubah..kau tidak perlu mengganti uangnya" ucap junpyo sambil berdacak pinggang dengan pandangan mengejek..

"Tidak..aku akan tetap menggantinya..dengan uang gajiku..aku tidak mau berhutang budi padamu..."

Junpyo membelakkan matanya.. Gadis ini sungguh sangat keras kepala.." Baiklah.. Besok malam kau harus sudah ada di kamarku. Araso!!"

***

Di rumah jandi..

"Omma..miane..aku harus melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan.. Aku tidak ada pilihan lain lagi omma.. Miane.. Aku sungguh kecewa dengan diriku sendiri omma.." Di balik selimutnya jandi berbicara kepada dirinya sendiri..isak tangisnya tersengar sungguh memilukan..


Goo jun pyo...ya..kepada pria itu ia akan menyerahkan kegadisannya.. Kepada pria yang sangat amat ia benci di dunia ini..

Sebelum jandi terlelap karana terlalu lelah, ia menggumam sesuatu.."Sungguh tuhan sangat tidak adil kepadaku.."

***

"Jandiyaa..gwenchana??" Gaeul bertanya kepada jandi yang sedang sibuk memindahkan catatan ke buku tulis. Terlihat jelas di wajah jandi kalau ia habis menangis semalam..matanya sangat sembab..

Jandi yang melihat raut wajah cemas sahabatnya tersenyum," yee..gwenchana gaeul"

Gaeul menatap jandi kasihan.. Ia tau sahabatnya itu sedang mengalami kesulitan..namun gaeul hanya bisa diam..ia sangat mengenal jandi, setelah perasaannya pulih pasti jandi akan segera menceritakan masalahnya..namun saat ini gaeul tau kalau jandi sedang tidak ingin di ganggu..


Tak terasa bel pulang berbunyi..

Jandi segera membereskan buku bukunya..sebelum ke rumah junpyo ia ingin menjenguk ommanya terlebih dahulu..

"Gaeul..aku pulang duluan ya.." Ucap jandi..

Hari ini gaeul piket kelas..sehingga tidak bisa pulang bareng.." Yee..mian jandiya.." Gaeul memeluk erat jandi..

***

"Omma.. Hari ini aku akan mendapatkan uang..dan besok omma akan bisa di operasi..bersabarlah.." Jandi memeluk erat ommanya..

Setelah puas melihat omma..jandi melangkah pulang menuju rumah junpyo..

Malam ini adalah malam terakhirnya menjadi seorang gadis.. Sungguh menyakitkan rasanya.. Ingin sekali jandi bunuh diri.. Namun itu bukan penyelesaian masalah.. Siapa yang akan membiayai omma kalau bukan dirinya..

Jandi juga tidak bisa menyalahkan junpyo sepenuhnya.. Junpyo sudah mau memberikannya pinjaman uang..namun syaratnya itu sangat menjijikan.. Dan membuat jandi setengah mati membenci junpyo..

***

Malam harinya...

Deg..deg..

Saat ini jandi sudah berada di kamar junpyo tepatnya di depan ranjang..di lihatnya junpyo sudah bertelanjang dada dan menunggunya di kasur yang super mewah itu.

"Ya tuhan.. Benarkah ini harus terjadi padaku?? Ku mohon tuhan..kuatkan aku.." Jandi berkata dalam hati

Junpyo menatap lurus ke jandi," apa yang kau lakukan disitu..cepat lepas pakaianmu.."

Jandi mengepalkan tangannya erat..mukanya memerah menahan emosi.. Tidak.. Bagaimanapun juga ia harus bisa bertahan..

Jandi memejamkan kedua matanya..keringat dingin sudah mengucur deras..omma.. Maafkan aku..cuma ini satu satunya jalan..

Perlahan jandi membuka kancingnya..

Kancing pertama sudah terbuka..


dan disusul oleh kancing ke dua..


ke tiga..


Dan seterusnya..

Junpyo masih terus menatap tajam ke arah jandi.. Dan itu sangat memuakkan bagi jandi

Jandi melepaskan kemejanya dan menaruhnya dilantai.. Terlihat tank top berwarna hitam di badannya..

Betapa kagetnya junpyo melihat kulit yang begitu putih bersinar..tidak ada cacat sama sekali di tubuhnya.." Bagaimana mungkin tubuh seorang pelayan sesempurna ini.."

Jandi meneruskan lagi untuk membuka tank topnya..namun tiba tiba jun pyo berdiri dan menghampirinya..di tariknya tangan jandi lalu junpyo menenggelamkan bibirnya ke bibir jandi.. Jandi membelakkan matanya..namun ia tak bisa membrontak..ini adalah perjanjian yang tidak bisa di ganggu gugat..

Junpyo terus memainkan lidahnya di mulut jandi..menghisap bibir mungilnya dengan bernafsu..jandi hanya bisa terdiam membiarkan junpyo menciumnya..difikiran jandi hanya ada omma yang sedang sekarat dan segera memerlukan bantuan darinya..

Junpyo mulai menurunkan tangannya ke pinggang jandi.. Membuka tank top hitam yang melekat di tubuh mungil jandi..

Jandi mencoba menghentikan junpyo..namun tenaganya tak kuasa melawan..

Bra berwarna hitam terlihat.. Junpyo menatapnya dengan sungguh bernafsu," sungguh berpuluh puluh gadis yang sudah ku tiduri, belum pernah aku melihat tubuh gadis yang seputih dan selembut ini.. Sangat menggairahkan"

"Goo jun pyo.. Lakukanlah sesukamu..aku pasrah.. ini semua demi omma..aku rela..asalkan aku tidak kehilangan omma"

Junpyo membaringkan jandi di ranjangnya.. Diciuminya jidat..pipi..hidung..dagu..lalu bibir jandi..melumatnya dengan kasar..

"Mengapa?? Mengapa tiba tiba junpyo berhenti.."aku tidak lagi merasakan ciuman dan pelukan yang tadi ia lakukan padaku..

Jandi yang daritadi terus memejamkan matanya akhirnya membuka matanya secara perlahan..

Di lihatnya junpyo yang sedang menatapnya tepat berada di atasnya..

"Weo.." Tanya jandi

Junpyo menatap jandi lekat lekat,"YAA!! BAGAIMANA BISA AKU MELAKUKAN ITU SEMENTARA GADIS YANG AKU TIDURI TERUS MENANGIS !!" Junpyo segera berdiri..diraihnya handuk kimono di laci lemarinya..

"Miane.." Jandi tertunduk..ada rasa lega di dadanya..

Junyo duduk di kursi yang terletak di samping ranjang," siapa namamu?" Tanya junpyo

"Geum..gem jandi.."

"Baiklah geum jandi..aku memutuskan untuk tidak melakukan itu denganmu..sungguh aku tidak bisa melakukannya sementara kau terus mengeluarkan air mata..dan aku bukan pria jahat yang suka memaksa" ucap junpyo dengan suara yang dingin namun sedikit lembut

Jandi otomatis tersenyum senang mendengar perkataan junpyo barusan," benarkah??" Tanyanya tak percaya..Akhirnya ia tetap menjadi seorang gadis yang sempurna..

Junpyo mengangguk "Benar.. Namun aku memutuskan untuk mengganti syaratku.."

"Boo??"

Junpyo berdiri dan berjalan menuju lemari.. Diambilnya handuk kimono satu..dan dilemparkannya ke jandi," pakailah"

Jandi yang hanya memakai bra langsung menangkapnya dan memakainya..

Setelah memakai kimononya jandi menghampiri junpyo yang terduduk kembali ke kursinya ," apa syaratnya??"

Junpyo menatap jandi dengan pandangan serius," syaratnya sangat mudah..."

Jandi membalas tatapan junpyo dengan penuh tanda tanya di kepala," apa itu...??" Tanyanya penasaran sekaligus takut, takut permintaannya nanti akan lebih parah dari ini.

"Junpyo perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah jandi yang sudah sangat memerah," kau harus bersedia menjadi PACARKU!!" Bisik junpyo dan ada sedikit tekanan di kata kata "pacarku"

"BOO??PACAR???" Teriak jandi histeris








Next chapt 4

Mian sista..aku minta komennya lagii ya :)