Author Topic: IN L❤VE WITH Y❤U SCENE VI-LAST CHAP UPDATE  (Read 8384 times)

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: IN L❤VE WITH YOU Scene II ~u.p.d.a.t.e~
« on: October 09, 2012, 09:05:30 pm »
CHAPTER 3 : YOU CAN'T BEAT ME !!


Ini masih pagi loh,tp Hye sun udah kelihatan bad mood banget-nget-nget..gimana enggak? pagi2 dicegat sama Yeti yang gak lain dan gak bukan adalah si manusia kutub.

Hye sun mengernyit dengan wajah yang udah disetel selecek mungkin,bahkan lebih lecek drpd kertas koran buat bungkus cabe.
( apa lagi sih maunya?!  Tidak ada angin,tidak ada badai,boro2 hujan dateng2 langsung nyegat orang sembarangan,
emangnya dia satpol yang lagi bikin operasi ketupat..kesel,dongkol,bikin rusak mood,pengen nimpuk mukanya pakai gardu listrik )



"Apa kau marah karena aku tidak mengantarmu pulang beberapa hari lalu?"




( Tuh kan,males gak sih??! Pertanyaan yang gak mutu dan gak guna buat hajat hidup orang banyak )

"Lucu sekali..." Hye sun tertawa hambar,dan langsung terhapus dengan delikan judes di wajahnya."aku memilih mati drpd harus bersamamu sedetik saja!"

"Begitu?"

"Wajahmu yang songong itu membuatku mual sampai2 ingin sekali rasanya memuntahkan sarapanku!"


Flashback:


"Hye sun."

"Ya.." Jawab Hye sun senang saat mendengar ada
seseorang yang menyebut namanya.dengan lebay ditengokkan kepalanya kebelakang menatap si pemilik suara tadi.

( Jeng...jengggggggg.. )

Ngekkk.. Senyumnya luntur seketika.
si manusia kulkas penyebab kesialan yang terjadi hari inisedang berdiri gagah menyender pada motor besarnya
dengan wajah yang sumpah pengen banget ku siram dengan air comberan dr truk septic tank.
mehh..nyatanya aku memang tidak akan selamat sampai ke rumah hari ini.

"Kenapa wajahmu spt itu?"

Hye sun memandangnya dengan wajah terkejut campur bloon2 gimana gitu.
Dari 99.274 km2 luasnya negara korea dengan 3000 pulau,1 kota khusus,6 Kota Metropolitan,9 provinsi kenapa makhluk ini harus ada disini???
"Kenapa..kenapa..?!" Ujar Hye sun dengan bibir yang dimonyong2kan meniru pria didepannya itu.
"Masih berani2nya bertanya,Aku tidak tahu apa masalahmu denganku!"
"Katakan..apa aku memang punya hutang yang belum lunas terhadapmu dikehidupan masa lalu,hah..?! Dan satu hal lagi,Jangan sekali2 komentari wajahku!"

"kemana saja?" "Kenapa baru sampai jam segini?" Tanya Min ho dan melirik arloji hitam yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.
"Ini sudah hampir jam 6,harusnya kau sampai dirumah pukul 5 tadi"

"Oo..sekarang kau memata-matai dan menggurui jam berapa aku harus pulang..hah,yang benar saja!" "Appa dan eommaku santai2 saja,kenapa jadi kau yang cerewet?!"
( Kemana...kemana...kemana.. Dia pikir ini lagu penyanyi dangdut indonesia apa? Siapa itu namanya,ayu ting-tong....eh apa ayu ting2...arghh..bodo amat!! )
"Memang wajahku terlihat kegirangan spt habis bermain di lotte world?! atau wajahku spt orang yang kekenyangan habis makan mie ramen,hah?!"
"Hari ini benar2 sial karena kau! Aku lelah,letih,kesal,dongkol,marah,muak dan ingin sekali memukulmu!"

Min ho cuma terkekeh kecil melihat Hye sun yang lagi mencak2 sambil menunjuk dan menghentakkan kakinya kuat2,persis bocah yang ngamuk waktu tahu layangannya nyangkut di tiang listrik.
"Sudah selesai?" Tanyanya datar sama spt ekspresi wajahnya.

Hooohhhh.. Hye sun menghembuskan nafas kuat2.
gondok gak sih,mencak2 drtd tp diresponnya cuma 1 kata??
Mana belum makan,air habis,kaki pegel,mulut kering,tenggorokan sakit,capeknya beratus2 kali lipat drpd nyikat 5 wc sekaligus.

"Besok pagi jangan terlambat,dan pulang sekarang.." Ujarnya singkat dan mulai menaiki motornya kembali.

"Lihat..lihat siapa yang berbicara?!" "Siapa yang menyuruhmu muncul di tempat ini?!"

"Oh,atau mau kuantar sampai rumah,hem?"

"Tidak lucu..! Dan jangan mendekat..!" "Jaga jarak 3M drku..! Ingat 3M,boleh lebih tp gak boleh kurang..!"
Hye sun berbalik pergi dengan langkah besar2.


End of flashback.


"Tenang saja..karena mulai sekarang kau hanya akan pergi dan pulang denganku.."

"Aku tidak mau..!"
"Jangan sok akrab dan bicara padaku seolah2 kita berteman baik."


"Jangan marah seperti itu sayang..kau membuatku sedih.."
Ujarnya dan langsung menarikku masuk dalam pelukannya.


"Min ho.."
 
(Eh..suara itu sptnya kukenal.....)

Loading...10%
   
..............60%

..............97%

...............100%....


"Ilwoo,oppa..!" Batinku panik,dan mulai melepaskan diri dari si kulkas yang nyatanya mesum di balik sikap superiornya.aku menggeliat kuat2 dan memukul2 dadanya.
Si kulkas yang emang gak punya malu makanya gak tahu malu malah semakin erat mendekapku..dan aku bisa merasakan kedua lengannya mengukung pinggang ini.

O ~ EM ~ JI...mau ditaruh mana mukaku?!
Pasti oppa berpikir yang tidak2..


"Maaf,aku tidak bermaksud mengganggu kalian.." Suaranya terdengar begitu berat,dan tertahan.
"Min ho,panitia lain sudah menunggumu.."

( Oppa....Oppa..pleaseeeee~~save me! )

"hemm..aku akan segera menyusul.."

(....please come back to me Oppa..)
Hye sun kambuh deh penyakitnya,kebanyakan nonton telenovela jadi eror.com gitu,Dia menatap Il woo yang menghilang dengan sebelah tangan yang dijulurkan ke depan spt gadis yang berusaha menahan kepergian kekasihnya di tv2.

"Dan kau....." Min ho memutarkan tubuh mungil itu kembali menghadapnya,
"tunggu aku sampai selesai..aku akan mengantarmu pulang.."
Dikecupnya dalam2 puncak kepala Hye sun,dan membenamkan wajahnya di rambut yang wangi dan begitu halus.
Aku suka dengan wangi apel ini..


******


"Apa aku begitu memikat sampai2 kau tidak mau melepasku,hem?"

Hye sun terlonjak mendengarnya,dan tatapannya jatuh ke kedua tangannya yang mencengkram erat2 seragam putih itu,
"Aaa..!!" Jeritnya kencang dan buru2 melepaskannya.

"Kau..!"
"Apa yang kau lakukan tadi?! jelas2 kau tahu kan ada oppa dan kau sengaja melakukan itu!"
"Bagaimana jika oppa sampai salah paham?!" Ujarnya terburu2 dengan rona pink dikedua pipi putihnya.

"Kau tahu?"

"Apa?!"

"Kau sangat manis jika malu2 spt itu.."

Hye sun melotot kesal,hingga ia meremas tangannya kuat2, "Pergi sebelum kupukul dengan tas..!"

"Baik.." Ujar Min ho singkat dan berjalan santai masuk ke dalam sekolah.

"Baik sayang..jangan kemana2 ya,tunggu aku.." Teriaknya lantang saat sudah hampir masuk kedalam,hingga siswa/i lain terkekeh mendengarnya,lebih parah lagi ada yang terang2an menggoda hingga pengen banget rasanya nyemplungin muka dalam kloset.


@@@@@


"Cie..cieee..."

"Hye sunggggggg..!"
"Awas kau ya...!" Hye sun cemberut dan melipat kedua tangannya didada.

"ngambek deh.." Ledeknya dan beranjak ke Hyo Joo yang terlihat sibuk mengikat rambutnya.
"Rempong banget sih..sini aku bantuin.."

"pelan2 ya..awas jangan ditarik2 nanti pada rontok lg.."

"Memangnya mau diikat model apa?"

"Yang penting aku kelihatan manis dan imut saja.."

"Siip deh.."


"Hye.."

"Mmm.."

"Kenapa hari ini kau begitu tidak bersemangat?" Tanya Hye Sung dan mengalihkan perhatian ke sahabatnya itu.
"Apa karena soal Il woo-oppa?"

"Ha??"
"Oppa?? Kau harusnya memanggil dia Hyung,bukan oppa.."

"Ah..sama aja kan artinya.." Ujarnya cuek dan terus melanjutkan aktivitasnya menyisir rambut Hyo Joo.

"Apa kau sudah bertemu lagi dengan Il woo-sunbae?"

"Belum.."
"Memangnya kenapa Hyo Joo?"

"Ah..hehehe..ahni Sun.." Ujar Hyo Joo cepat2 sambil menggerakkan kedua telapak tangannya kekanan-kiri.

"Nih udah..coba ngaca deh,bagus kan hasil karyaku.." Ujar Hye sung bangga menatap hasil kreativitasnya.

"Wahh..bagus juga..kau memang berbakat" Imbuh Hyo Joo dan kembali meletakkan cerminnya.
"Hye..aku harap kau memikirkan lagi soal perasaanmu terhadap Il woo-sunbae.."

"Mwo? Weo? Kenapa tiba2 kau bicara spt ini?"

"Entahlah..tp aku merasa ada yang aneh padanya.."
"Aku harap kau mau mempertimbangkan lagi yang kukatakan td.."

"Kami hanya ingin yang terbaik untukmu.."
"aku juga demikian,jujur ya Il woo sunbae emang kalau dilihat sekilas sih kayaknya baik"
"tp dalam hati kan kita gak tahu sifat orang yang sebenarnya spt apa.Aku bukannya mau ngehasut atau ngejelek2in ya.tp ada baiknya kau kenal spt apa dia sesungguhnya,baru kau bisa menetapkan hatimu.."

"Aku sependapat dengan Hye sung,aku tidak bermaksud buruk dengan mengatakan ini padamu Hye,bukan karena aku iri atau memiliki perasaan suka juga kepada Il woo sunbae,tp karena kau sahabatku maka aku ingin kau mendapat pria yang memang pantas untukmu.."

"Huftt..aku tidak tahu harus bagaimana.."
"Rasanya kepalaku mau pecah.."
"Aku harus menghadapi teror si kulkas,masalah dengan si poni tempel lempar dan juga perasaanku pada oppa."

"Berjuanglah Hye..kau selalu kuat dan tegar.maka dari itu kami mengangkatmu sebagai ketua geng.." Ujar Hyo Joo dengan tabokan dipundak sepenuh hati.

"Sembarangan,memangnya aku kepala pukul di pasar?"

"Hahaha..abis kau mirip spt jagoan sih,anak2 lain kan mengkeret diteriakin senior..eh kau malah lebih galak dr mereka..
Tapi aku senang deh punya sahabat spt kalian..seruuu..!" Ujar Hye sung girang dan langsung menghambur memeluk kedua sahabatnya.


*******


Semuanya kumpul dilapangan!

"Eh udah disuruh kumpul tuh,buruan yuk kalo telat pasti dihukum deh.." Seru Hye Sung sambil berlari lenggak-lenggok spt banci lampu merah yang dikejar satpol pp.

"Hye sung..ngapain bawa2 botol minum?? Nanti disita loh sama Joongie oppa."

"Mwo?? Oppa?!" Hye sun menoleh lebay ke Hyo Joo dengan wajah gak nyantai.
"Sejak kapan kau jadi mesra dengannya??"

"Hahaha..ahni,maksudku Sunbae.." kilah Hyo Joo salting dan pura2 mengalihkan tatapannya kearah lain.

"Aku mencium sesuatu yang tidak beres." Sambar Hye sun dengan tatapan menyelidik..lebih tepatnya lagi menyudutkan.

"ayo,buruan..malah ngegosip lagi.." Hye sung menarik tangan mereka dengan setengah berlari klemet2 berusaha secepat mungkin untuk sampai ke lapangan.

aku hitung sampai 10 yang paling terakhir sampai disana harus berlaru mengelilingi sekolah ini 50x sambil mengembik.


"Eh..tunggu..tunggu!" Hye sun terlihat panik dan menghentikan langkah kakinya.
"Hehehe..name tag-ku ketinggalan" Masih sambil nyengir kuda dan tertawa tanpa dosa.

"Ha??!" Jerit Hye sung dan Hyo Joo berbarengan,
"Ya sudah,ayo kita kembali.." Usul Hye Sung dan diikuti anggukan kepala setuju oleh Hyo Joo.

"Jangan..nanti kalian kena hukum juga.." Protes Hye sun dan mendorong2 kedua sahabatnya.

"sudah duluan saja,aku akan cepat menyusul.." Jeritnya dr kejauhan,sambil berlari tunggang-langgang kembali kekelas.


.
.
.
.
.
.
.
.


"Huftt..bakal kena hukum lagi deh.." Keluh Hye sun sembari berlari2 kecil melewati kelas-kelas seniornya.
satu2nya akses cepat menuju lapangan dengan memotong jalan melewati kelas XII,biasanya sih kalau junior cowok yang masuk sini bakal dikerjain.tapi kalau juniornya cewek paling disiuli sama dikecengin,

"sukur2 deh kalau ketemu il woo oppa.." Gumam Hye sun dalam hati,


samar2 percakapan terdengar dr kelas paling ujung,
Tuk..tuk..tuk.. Hye sun mengendap2 mendekati kelas itu,sembari menguping dengan gaya nemplok di dinding dan sebelah kaki yang diangkat kayak cicak-woman.

Terlihat 2 target berbeda jenis kelamin,yang satu teridentifikasi sebagai manusia kutub alias everlasting enemy,yang sok2 sibuk ngutak-ngatik sesuatu yang gak jelas di tasnya,sedangkan yang satunya perempuan tinggi semampai dan terlihat malu2 entah karena efek blush-on yang ketebelan atau memang alergi sama cuaca panas sekarang.
 
"Min ho..aku mengundangmu untuk datang kepestaku besok malam.."

"Lalu?"

"Datang ya..aku ingin kau yang menerima potongan kue pertamaku.."

"Aku tidak bisa."

"Jangan begitu..karena kau tamuku yang paling istimewa."

"Tapi aku tidak tertarik."

(Cihh..si kulkas sok jual mahal banget,udah bagus ada yang mau sama orang pemarah kayak dia.)

"kumohon....." Ujar si perempuan dengan nada memelas yang terkesan dibuat2.

"Ambil kartu itu atau kubuang!"

( tuh liat kan?! kebangetan banget sih jadi cowok,kalau aku jadi perempuan itu sudah kubejek-bejek dia jadi bumbu petis)

"Kenapa kau selalu menolakku?"

"Sudah ada perempuan yang kucintai."

"Tapi aku tidak percaya jika kau tidak tertarik padaku.."
"aku cantik,berada dalam peringkat 3 sejak semester kemarin.masih kurangkah? Aku belajar giat agar bisa mengejarmu."
"Aku bersedia kok dijadikan yang kedua,karena aku tahu pria populer sptmu tidak akan puas jika hanya punya 1 kekasih"

"Huh..Kau salah,karena nyatanya aku tidak pernah tertarik denganmu!"


Hye sun buru2 bersembunyi saat melihat perempuan itu berjalan keluar dengan wajah kesal.

"..Aku tidak akan menyerah begitu saja,jangan panggil aku Yeon Hee jika aku tidak bisa mendapatkanmu!"


"Ha???" Hye sun menutup mulutnya mendengar penuturan gadis tadi.
(Buset..itu demen apa doyan..sampai sebegitu sukanyakah pada pria yang galaknya lebih dr macan??)

"Aduhh..pabo..pabo..kenapa malah ikut campur urusan orang?!" Hye sun memukul2kan karton name tag-nya ke kepala berulang kali dengan wajah menyesal.
Hufttt..


"Apa yang kau lakukan disini?"

( Hye sun mengelus2 dadanya pelan,pendek umur kalo begini terus.. )
"Tidak ada.." Jawabnya jutek.

"Apa kau mencariku?"

"Mehh..????" aku menatapnya sewot dr ujung rambut ke ujung kaki,dengan tatapan nyeleneh PD-JAYA-BAKTI-AMAT-LO?!

Hye sun tersenyum lebar sekali,
"Sayangnya,aku mencari pangeran Harry..bukan pangeran kodok.." Senyumnya lenyap digantikan cibiran,
"Siapapun boleh lewat jalan ini kan.ini bukan koridor atas nama kalian"

"Jadi selain membuat onar kau juga punya kebiasaan menguping?"

"Aku tidak menguping,suara kalian saja yang terdengar keras.memangnya aku harus pura2 tidak mendengar dan menutup telingaku?! Makanya kalau bertengkar jangan di tempat umum,sana saja di kuburan agar orang2 tidak mendengar"

"Lalu kenapa memukul2 kepala spt itu? Mengetes apa kepalamu lebih keras dr batu?"

"Mau kupukul kepalaku sampai bodohpun itu bukan urusanmu,Urus saja kekasihmu yang malang itu."

( Yes..1-0...idihh,kenapa sama tuh muka? Kecut banget kayak abis nelen kapur barus aja )

"Cepat turun,hukumanmu sudah menunggu dibawah. Ujarnya singkat dan berlalu pergi dengan dinginnya."


.
.
.
.
.
.
.


"Sidang kali ini membahas salah satu junior bernama Goo Hye Sun,dihari keempat penataran catatan2 buruk tentangnya sudah terlalu banyak."

"Heh,tolong deh..aku kan tidak mencuri sandal jepit pak presiden,kenapa sih harus buat sidang remeh-temeh yang menyita waktu berhargaku?!"

Min ho pura2 tidak melihat,lebih baik dia diam kan drpd kena semprot.

"bisa langsung ke intinya tidak?"
"aku masih harus mengerjakan hukuman menulis 500 kata seperti anak TK.memangnya kau mau menggantikanku menulis?" ngomongnya sih emang pelan gak pake teriak,tapi nyatanya tetep aja nyelekit.
Mana tuh wakil OSIS kelihatannya gak berwibawa sama sekali lagi.Drtadi cuma planga-plongo,buka sidang aja kayak nyari kitab suci ke barat,lelet banget.
nanti kalau hukumannya gak diselesein diteriakin lagi-ditambahin lagi..ujung2nya berantem lagi,serba salah kan??

"Kalian berdua juga!..Jangan cuma berani ngomong dibelakang..!" udah tau si Hye sun galak,masih aja ada yang bisik2 tetangga dibelakang ,udah deh mulai ngamuk,semua yang ada dalam ruangan kena semprot cocotnya.gak peduli mau berapa banyak yang kontra sama dia,yang penting maju terus pantang mundur,pantang pulang sebelum menang,

Si manusia kutub sibuk menatap map biru berisi laporan atas pemberontakan yang kulakukan selama 4 hari digojlok disini.

Udah diblack list sekarang disidang lg,semua panitia tuh jadi enemy kecuali Il woo oppa tentunya,
Sidang ini atau lebih tepatnya lagi rapat penetuan atas nasibku yang masih abu2,setelah insiden di lapangan tadi saat aku dengan sengaja memukul wajah salah satu panitia dengan amat sangat kuat karena berani menarik2 rambutku,alhasil tulang hidungnya patah dan beberapa giginya rontok sudah begitu harus diopname entah berapa lama.

( Sukur..mampus aja sekalian..salah sendiri..kurang ajar,gak beradab..masing untung cuma kutonjok,tidak sampai kupatahkan jari2 tangannya )

Didalam ruang sidang ini aku dikelilingi panitia2 korban balas dendamku,termasuk diantaranya si Joongie,dan antek2nya yang berwajah sepet banget.terlihat sekali mereka berusaha menjatuhkanku dengan catatan2 kriminal yang setebal ensiklopedia zaman batu.

( Sekalipun mereka bersekutu aku tidak akan kalah..mereka pikir setelah ini aku akan mengiba2 dan mengibarkan bendera putih begitu saja..??
Cihh..jangan remehkan aku,berkelahi melawan 10 perampok pun aku yang masih berdiri tegak paling akhir. )


"pokoknya dia harus dihukum! sudah banyak yang dirugikan karena sikap membangkangnya."

( Oo..bagus tuh,serang aja terus..serang sampai puas! Tanggung tuh sekalian aja lempar aku dengan granat,lihat aja siapa yang ketawa kenceng paling akhir.Makan tuh keroyokan,apalagi yang cewek sok2 najis gitu kayak mereka yang tersakiti cuma buat nyari simpati doang! )
(Ok,tenang Hye sun..jangan terpancing)

"Lihat..apa yang dia lakukan pada rambutku?! sampai2 ini harus dipotong." Ujar salah satu panitia perempuan yang menunjuk2 ke rambutnya yang menempel dengan permen karet,

( Sukurin..makanya gak usah norak,punya rambut begitu aja dibangga2in banget ) aku melemparkan tatapan meledek kearahnya.Entah sudah berapa banyak saksi hidup yang melapor,yang jelas aku benar2 tidak tahan sekarang.

"Apa ini tidak terlalu berlebihan??" Akhirnya my guardian angel buka suara juga.

( yeay..oppa..!! oppa mendukungku,oppa pro terhadapku)

"Apa maksudmu Il Woo? Kenapa kau membelanya terus?!" Gantian Min ho yang sewot antara cemburu atau emang pusing ngeliatin catatan2 kriminal Hye sun yang gak ada habisnya.

( ngekk..lupa kalau nih manusia kutub pemimpin mereka masih ada disini,kupikir dia sudah kembali ke alamnya.
nasib..nasib..paling juga diblacklist..gpp deh,aku kan masih punya oppa yang mendukungku )

"Aku tidak membelanya..hanya saja dia tidak pantas diperlakukan spt ini..seolah2 dia melakukan kejahatan besar,dan kita terus memojokkannya.seharusnya kita mendengarkan penjelasannya dahulu,bukan memjokkan dia spt ini."

( oppa..saranghaeyoooo,rasanya ingin sekali menjerit dan melompat ke pelukanmu.. )

"Siapa yang menyuruhmu cengengesan spt itu?"

( idih..sirik aja,dasar kepho..manusia kutub,kulkas 3 pintu! )

"Apa kau akan berdalih atas apa yang kau lakukan selama ini?"

"Tidak,aku memang sengaja dan aku sangat senang melakukannya.jangan harap aku akan meminta maaf..memangnya aku tidak tahu jika ospek itu cuma salah satu alibi busuk buat nunjukin sok2 kesenioritasan?!"

"Jangan sembarangan bicara! Kami melakukan itu atas prosedur dr sekolah ini!"

"Prosedur..??" Hye sun tertawa hambar,
"Huh..jangan ngelawak deh..apa memalak motor junior juga termasuk dalam prosedur?!" pikir dulu sebelum bicara dan pakai otakmu,kalau bodoh itu jangan dipelihara.

SETT.. Min ho,Joongie dan Il woo memandangi salah satu panitia dengan wajah yang mengeras.

"Dia bohong! Tutup mulutmu! Kau sudah mencoreng nama kami selaku panitia OSIS!"

BRAKKK..Hye sun menggebrak meja kuat2 dan naik keatasnya,

( Udah deh dimulai nih perang yang sesungguhnya,kencangkan sabuk anda semua )
Min ho cuma bisa menarik nafas kuat2,bakalan panas deh kalau begini.

"Seharusnya kalian tuh mikir,kenapa bisa ada yang memberontak sampai spt ini,Kalian pikir lucu menjadikan kami bahan lelucon?!"

"Lancang sekali bicara dengan nada setinggi itu pada seniormu! Apa kau tidak diajarkan sopan santun?!"

"Senior?! Senior gigimu bau menyan! Untuk apa sopan terhadap orang2 spt kalian!" Tamparan keras untuk seluruh jajaran OSIS,Hye sun membalas beratus2 kali lebih sengit,
"Kau yang tutup mulutmu! Aku belum selesai bicara! Jangan menguliahiku soal sopan santun kalau kau sendiri tidak punya etika dan memotong pembicaraan orang!"

Glekk.. Panitia tadi berusaha membalas namun suaranya terbabat habis oleh amarah Hye sun.

"Apa kau tahu apa yang dilakukan anak buahmu diluar sekolah?!" Gantian deh sekarang Min ho yang kena amuk.
"Tanyakan pada mereka kenapa ada sebagian anak yang menolak mengikuti ospek,dan trauma untuk datang ke sekolah ini!"

Setelah selesai menumpahkan amarah dengan teriakan yang kencengnya ngalahin orang takbiran Hye sun melegang pergi dr sana,
"Minggir!" Hye sun memelototi orang yang berusaha menghalangi jalan keluarnya.
BRAKKK. Pintu dibanting sepenuh hati,sampai2 beberapa panitia terlonjak kaget dr duduk.

Min ho melemparkan tatapan marah kepanitia2 lain,
Sepertinya ada masalah baru kali ini,bukan sekedar masalah biasa tp sesuatu yang sangat besar dan belangsung panjang.


@@@@@


"Mian dong saeng,karena oppa tidak bisa banyak membantumu.."

"Ahni.." ujarku cepat dan menggerak2kan kedua tanganku kekanan-kiri.
"Gwenchana oppa,gomawo sudah melindungiku tadi.."

"Benarkah? Kau harus kuat ya,aku akan selalu mendukungmu.."

"Mm.." Hye sun mengangguk2 girang dengan senyum cantik diwajahnya.
"Aku tidak apa2,selama oppa percaya pdaku semua pasti bisa kulalui."

Seseorang dr lantai atas menatap ke satu arah dimana senyum tercantik itu mengembang,senyum yang sama dan selalu ingin ia dapatkan dr gadis itu.
"Kenapa kau tidak pernah tersenyum untukku??"


.
.
.
.
.
.


"Hyo Joo..tumben sekali kau tidak bawa motor.." Tanya Hye sun sambil menatapnya dengan dahi bekerut.

"Eh..hehehe..kebetulan motor sedang dipakai ibuku,mungkin aku tidak akan bawa motor lagi mulai sekarang.."

"Oo..kalau begitu kacha,ayo kita pulang sekarang." Ajak Hye sun penuh semangat dan mulai menyeret dia pulang.

Dengan semangat Hye sun bernyanyi lantang,hingga mengundang tawa dr siswa/i lainnya,
"ayo pulang...marilah pulang..marilah pulang bersama2..Pulanglah sebelum manusia kutub muncul dan mengajakmu berperang."

"Ee..tunggu Hye.." Hye sun nyaris terjungkal kebelakang saat Hyo Joo menarik lagi tangannya.

"Mwo? Ayo pulang,aku tidak mau bertemu si kulkas lagi spt waktu itu",
"Mumpung anak kelas XII masih keluar 30 menit lagi nih."

"Justru itu....."

"Ha? Apa maksudmu?"
".....Nahh..ya!"
"Jangan bilang kau menunggu seseorang........." Hye sun menyipitkan matanya curiga dan melipat kedua tangannya didada sembari menggaruk2 dagunya bertingkah bak detektif.

"Sun...ayo pulang denganku.." paksa Hye sung dan menarik sebelah tangan Hye sun kuat2.

Dibelakang Hyo Joo melambai2kan tangannya dengan senyum lebar.

"Aku belum selesai denganmu.." Hye sun berteriak lantang saat diseret menuju mobil.
"aishh,Hye sung lepaskan aku..!"

"Hufft...hampir saja ketahuan..Gomawo Hye sung.."
Gumam Hyo Joo pelan dan berlalu masuk kembali ke dalam sekolah.
[/color]
« Last Edit: October 10, 2012, 10:33:54 pm by Roxanne »