Author Topic: IN L❤VE WITH Y❤U SCENE VI-LAST CHAP UPDATE  (Read 8442 times)

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: IN L❤VE WITH Y❤U Scene IV U.P.D.A.T.E
« Reply #30 on: December 06, 2012, 09:47:08 pm »
SCENE 5 : THE UGLY TRUTH


“Sun...kau sudah menentukan pilihan?” Hyo Joo menutup lokernya dan berbalik menatap Hye sun yang masih grasak-grusuk gak jelas.

“...belum,tau deh aku masih bingung mau ikut ekskul apa. Hye sun melempar semua buku paket tebal ke dalam dan membuat lockernya semakin berantakan.

“Tapi siang nanti kita harus mendaftar sebelum semuanya ditutup,kita cukup menghampiri meja panitianya dan bilang saja spt ini.Oppa...eonni..kami mau bergabung di klub.” Hyo Joo berujar dengan gaya yang dibuat sok2 manis.

[/img]

Hye sun mengernyit,menatapnya aneh.
“Sejak kapan kau jadi pecicilan spt ini?”

Hyo joo terdiam dan mencibir mendengar penuturan Hye sun,

“Oh ya...apa hubunganmu dengan si monster PTL??”

“Sun~a...jangan begitu” Hyo joo merengek seraya menarik2 lengan seragam Hye sun.
“...kami berteman,ya..spt halnya kita dengan Hye sung.”

“Oh ya?? Tapi yang kulihat kemarin itu jelas2 bukan dalam konteks teman.Kau berkencan dengannya ya?”

Hyo joo terdiam beberapa saat,seperti biasa kalau sedang nervous dia akan memainkan kukunya.
“Kami...begini...
ee…kami…kami…ber~  ber~kencan”

“Dan kau diam saja? Tidak memberi tahuku apapun?”

“Bukan begitu maksudku...aku hanya butuh waktu Sun”

“Oh..pantas saja,jadi inikah alasan kau sering menolak pulang bersamaku?”

“Mian Sun…..aku tidak bermaksud menyembunyikannya dan tidak memberitahumu,Aku....aku hanya ingin kau tahu disaat yang tepat.”

“Dan selama ini aku spt orang bodoh,sahabatku berkencan sedangkan aku tidak tahu apapun.dan kurasa semua penghuni sekolah inipun tahu dan voilaa...sahabatmu sendiri baru tahu sekarang,kalau bukan karena aku menangkap basah kalian kemarin aku tidak akan pernah tahu.”

“Sun....jangan bicara spt itu…..” Ujar Hyo joo lemah dengan suara bergetar.

“Aku tidak suka dengannya Hyo joo..kau tahu bagaimana buruknya hubungan kami?”

“Aku tahu...
tapi,dia baik Sun..dia sayang padaku,Dan....dia tidak seburuk yang kau pikirkan.”

“Jelas2 dia sentimen padaku..dan kau masih bisa bilang bahwa aku tidak selayaknya berpikir spt itu tentang dia?
kau membelanya Hyo joo...Kupikir kita ada dijalan yang sama,kupikir kau ada dipihakku.”

“Bukan begitu Sun...aku tidak memihak siapapun.Dan aku tidak ingin memilih.”

“Tapi kau sudah melakukannya.....Baik,lupakanlah...anggap saja aku tidak tahu dan tidak akan pernah mau tahu.” Hye sun berbalik pergi dengan perasaan kesal yang berkecamuk.




“Lalu kau pikir Il woo sunbae sangatlah sempurna?” Hyo joo berujar kelu.dia berharap kali ini dia punya cukup keberanian untuk mengatakan semuanya.

Langkah kaki mungil itu terhenti mendengar apa yang baru saja diucapkan begitu lantang oleh sahabatnya.
“Jangan bawa2 oppa dalam masalah ini Hyo Joo.”

“Apa kau kira dia sebaik yang terlihat?”

Hye sun menggeleng2 lemah,



“Aku tidak ingin bicara denganmu untuk saat ini,dan jangan libatkan orang lain dalam pertengkaran kita.” Hye sun berlari dan menaiki tangga terburu2.


******


Sun...Hyo joo dan Hye sung mana? Tanya salah satu teman seangkatan yang melihatnya berjalan sendirian kekantin.

Emmm... Hye sun hanya bergumam dan tersenyum tawar,

Biasanya kalian kan selalu bertiga,tumben hari ini sendirian.

Kalian gak lagi bertengkar kan? Kalau jam segini pasti kantin rame karena suara kalian.

Ne...dr kejauhan aja kedengeran jelas loh ketawa kalian.

Hye sun cuma bergumam...emm...oh...atau terkekeh gak jelas mendengar penuturan teman2nya.
Dan memang benar hubungan mereka agak renggang setelah kejadian tadi pagi.
ok,ralat...maksudnya hubungan Hye sun dengan Hyo Joo saja.


Sebenarnya dia tidak tahu maksudnya kekantin dalam rangka apa,
mau makan tp perut tidak lapar..rasanya kejadian pagi tadi sudah membuat perutnya kenyang dan nafsu makan tidak kunjung singgah.


Ditatapnya nasi campur yang terhidang dengan wajah lelah,Padahal wanginya menggugah selera loh.

“Biasanya kau makan spt babi.” Min ho mengambil tempat dan duduk didepannya.wajahnya terlihatsumringah setiap kali melihat gadis didepannya ini.

Hye sun cuma diam,tidak menoleh ataupun mengindahkan pemilik suara.Ditariknya nafas dalam2 dan disingkirkannya piring itu.
“Ahjumma...aku sudah selesai.”

Min ho menatapnya bingung,apalagi si ahjumma yang menatap piring yang masih sama keadaannya seperti saat dia menyajikannya tadi.
Dia menggaruk2 rambutnya tidak mengerti,dengan sebelah tangan yang memegang spatula.
“Loh...kok tidak dimakan agashi?”

Hye sun hanya diam dan mengangsurkan sejumlah uang untuk makanannya,dan dengan langkah berat berjalan kembali menuju kelas.

Min ho menatapnya dengan raut serius,diotaknya menari2 alasan apa yang menjadi sebabnya kali ini,
Dan hanya ada satu orang yang menjadi jawaban atas semuanya.


@@@@


“Apa yang kau lakukan padanya,brengsek?!” Min ho mencengkram kerah seragam Il woo dan menatapnya marah.
Il woo yang sedang berkutat dengan buku cetak geografi terheran2 dengan sikap Min ho.Bahkan luapan emosi yang Il woo rasakan kali ini lebih panas dan berbahaya drpd sebelumnya.

“Lepas Min ho! Kau tidak berhak berlaku spt ini tanpa tahu sebab pastinya.”

“Oh..kau sudah pintar membela dirimu sekarang,bukankah hanya kau satu2nya alasan dia untuk bersedih?!”

“Aku bahkan tidak mengerti apa yang kau bicarakan,Kalau kau memang peduli katakanlah...jangan menjadikanku sebagai kambing hitam karena kenyataannya dia lebih menyukaiku.”

Bukk..! Bukk..!
Tinjuan keras menghantam wajah itu berturut2,Il woo bahkan tidak sempat membentengi dirinya.


“Min ho...jangan! Hentikan~~”
Gadis berambut ikal itu berlutut melindungi tubuh pangerannya yang terkulai,air mata pun mulai membanjiri wajahnya cantiknya.



“Chae won~a...jangan mendekat,Aku baik2 saja.” Il woo berbalik melindungi tubuh yang terisak2 dalam pelukannya.
Menenangkannya hingga membuat Min ho semakin geram dan jijik.


“Aku tidak akan melepaskanmu Il woo-ssi,camkan itu baik2! Dan aku bersumpah untuk membuatmu menderita jika sesuatu terjadi padanya!”



Esok hari,
Auditorium Shinhwa High School.


“Wahh...ramai sekali ya Hye sung..” Hye sun berjingkat2 dan berusaha masuk diantara hingar-bingar kerumunan siswa-siswi yang menyemut untuk pendaftaran kegiatan ekstrakulikuler.

Sedangkan Hye sung berdiri dengan doyong sembari mengipas2,
“Aku tidak tahan deh...OMG,disini tuh sudah sesak,sempit.Ckckck...kita aja gak kelihatan muka2 panitianya kayak apa?”

“Makanya kita harus masuk dong kedalam,ayo..!” Ajak Hye sun setengah memaksa dan menyeret Hye sung yang jawaranya klemet2.


“Emm...theater,softball,karate,jurnalis,basket,sepak bola,renang,dan...eh,apa itu...?” Hye sun menyipitkan matanya menatap meja dipaling ujung.
“iieuww..itu kan si batosai” gidik Hye sun melihat guru kimianya a.k.a Joo songsaenim yang ternyata juga ikut membuka kelas Kimia sebagai ekskul tambahan.

“Loh itu kan Joo songsaenim” Hye sung yang tiba2 nongol dibelakang ikutan celingak-celinguk.
“Hye...apa kau berminat mengambil kelas kimia sebagai ekskul tambahan?”

“Hii..ogahh...!” Hye sun memelototkan matanya dengan ekspresi gak banget-nget-nget.

“Tapi kau kan tidak dapat nilai dr kuis yang kemarin,Emm...mungkin saja penilaiannya terhadapmu menjadi baik setelah kau masuk kelas ekstrakulikulernya.”

“Akan kupikirkan kembali jika yang mengajar itu si Logan Lerman” Hye sun menatap Hye sung dengan senyum nyeleneh dan mata yang berkedip2 genit.


Setelah mengantri selama kurang lebih 15 menit,Hye sun sampai juga didepan meja panitia,dimana pria pujaanya sedang berkutat dengan tumpukan kertas.

“Oppa~” panggil Hye sun riang menatap Il woo yang masih merapikan beberapa form pendaftaran dr peserta sebelumnya.

Min ho yang ada di meja sebelah,langsung menatap interaksi itu tajam.Tangannya dilipat didada dengan wajah yang mengeras.

“Oh..” Il woo berujar pelan dan melirik Min ho dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Dongsaeng...apa kau sudah memilih untuk ikut ekskul apa?”

“Emm...” Hye sun menggeleng2 pelan dan tersenyum semanis mungkin.

“Pabo” Suara sumbang Min ho membuat bunga2 di hati Hye sun langsung ringsek,

“Sabar...sabarrrr...” Hye sun menarik nafas dalam2.dan berpura2 tidak peduli dengan apa yang didengarnya barusan.

Ditatapnya Min ho dengan mata yang dipicingkan.
“Mau menantangku,huh?!” Gumam Hye sun dalam hati hingga sebuah ide muncul diotaknya,
“Tentu oppa...aku sudah memilih B-A-S-K-E-T sebagai ekskulku sampai aku lulus nanti” Hye sun menekankan kata2 basket dengan lantang sampai Joo songsaenim di meja ujung ikut2an menatapnya.

Min ho meremas2 kertas yang baru saja diserahkan oleh seorang siswa didepannya,
“Ee...hyung~~”

Min ho masih menatap ke arah Il woo dan Hye sun dengan ekspresi keras.tangannya semakin kuat meremas kertas tadi hingga lecek tak karuan.
“Hyung...itu formnya~~”

“Apa?!” Min ho yang merasa terganggu malah menatap juniornya kesal.

“Itu...formnya... hyung…” anak laki2 itu menunjuk2 ragu kekertas yang sudah menjadi bulatan ditangannya.

“Aishh...” Gumamnya kesal dan melemparkannya begitu saja,
“Isi lagi...dan kumpulkan ke panitia yang lain” Min ho mengangsurkannya tergesa2 dan langsung nimbrung ke stand tetangga.


“Ehemm....Kau itu cebol dan ceroboh,mana bisa memasukkan bola ke ring dengan benar.” Seperti jelangkung datang tak dijemput pulang tak diantar,Min ho mengoceh tidak karuan dan menginterupsi percakapan akrab antara Hye sun dan Il woo.

“Isilah form ini dan kembalikan padaku nanti” Il woo mengangsurkan form 2 lembar ke Hye sun,dan dengan angkuhnya Hye sun berlalu pergi meninggalkan Min ho yang menatapnya gregetan.

“huhh...kau masih berpura2 sebagai malaikat pelindung..pada kenyataannya justru kau yang menjadi malaikat pencabut nyawanya,Il woo-ssi!”

Il woo menatap Min ho lelah,dia hanya diam dan membereskan mejanya,lalu bergegas pergi sebelum lubang penyesalan itu semakin menganga lebar di hatinya.


@@@@@


“Gwenchana?” Joongie menghapus tetes air mata dipipi Hyo joo dengan penuh kasih.
“Setidaknya semua sudah diungkapkan,jangan takut...kita lalui ini bersama.”



“Oppa~~ Aku hanya tidak mau persahabatanku hancur.Bagaimanapun juga dia sahabat terbaikku.”

“Ne..aku mengerti,kita berikan dia waktu.Aku rasa dia terlalu shock,mengingat hubungan kami yang tidak baik.”

“Tapi oppa tidak benci Hye sun kan?”

Joongie tersenyum simpul dan mengusap pala Hyo joo pelan,
“Aku tahu,dia sahabat yang baik...sekalipun pemarah dan lebih galak drpd macan.”

“Oppa~~ Masih bisa bercanda disaat seperti ini?” Hyo joo mencubit pinggang Joongie gemas.

“Mwo? Ne..aku tahu reaksinya akan spt ini,Tenanglah...persahabatan baru dikatakan sejati jika berhasil menyelesaikan masalah bersama dengan baik,dan tanpa dendam.”

Hyo joo mengangguk2 dan memeluk Joongie senang,
“Gomawo oppa~ Saranghae.”

“Nado saranghae…” Balas Joongie lembut dan membimbing Hyo joo menuju motornya.



“Huftt...Apa aku terlalu egois?” Hye sun berbaring diatas rerumputan hijau,menatap awan yang terlihat berarak dilangit biru.Hembusan angin sepoi dan dedaunan kering menemani siangnya yang terasa kelabu seorang diri.

“Kenapa ya akhir2 ini semuanya menjadi sulit?”
Dia terduduk dan meletakkan dagunya diatas kedua lutut.

Tangannya bearalih kesamping dan merogoh sesuatu dalam ransel merah,
Sebuah notes hitam dengan tempelan stiker2 lucu disampulnya.dibukanya halaman pertama,pandangannya langsung terarah ke foto 3 sekawan yang tampak bahagia dengan senyum lebar menghiasi.
“Kenapa jadi spt ini?” Dia berujar bingung,dan menatapnya sedih
Ditelusuri wajah yang begitu dirindukannya beberapa hari ini.
“Hyo joo...” gumamnya lirih.

“Harusnya aku tidak boleh egois…” Hye sun mulai terisak2 dan air mata jatuh membasahi lembaran foto yang tertempel erat di sana.

“Hyo joo...mianhae~~ Jeongmal mianhae....aku egois dan hanya memikirkan kepentinganku,
aku bukan sahabat yang baik.”



Senin Pagi,
09:30


“Pemilihan shinhwa Queen?” Hye sun mengernyit mendengar celotehan Hye sung.

Suasana kelas begitu gaduh saat jam pelajaran kosong.
guru biologi yang minggu kemarin sempat mengumumkan bahwa hari ini akan mengadakan ujian lisan malah absen mengajar.di salah satu pojok kelas Hye sun tampak sedang bicara dari hati ke hati dengan sahabatnya si Mr.Pinky.mereka tampak kompak dan lucu mendengarkan lagu dari i-pod bersamaan.


“Ne...” Hye sung mengangguk2 mantap,
“Kau tahu cewek2 disekolah ini semua sudah mendaftar.”

“Oo...” Datar tanpa ekspresi,lama kelamaan Hye sun ketularan si kulkas kayaknya.

“Kok cuma Oo... Doang? Kau harus ikut Sun,aku yakin kau pasti menang”

“Ckckck...kalau kau mencari kandidat sebagai ketua himpunan untuk aksi massa di depan gedung parlemen korea mungkin aku masuk kualifikasinya.”

“Sun...ayo dong ikut,biar aku yang daftarin deh.Mau ya...ya....ya?”

“Hye sung~a...aku itu bukan siswi teladan,aku selalu menjadi topik hangat dikantor guru,sudah begitu namaku juga tidak pernah absen di buku piket.dimana2 kalau mau jadi duta sekolah itu harus punya citra yang baik.”

“Tp kan kau belum coba.Sun~a...seriuslah sedikit,siapa bilang kau tidak kompeten?”

“Sudah deh Hye sung,memangnya tidak ada hal lain yang lebih penting drpd berita itu?” Hye sun mengibas2kan tangannya malas.

“Ini penting Sun...kau harus tunjukkan pada senior2 kita yang sok itu,kalau junior tidak bisa diremehkan.” Hye sung mengepalkan kedua tangannya tinggi2 dengan wajah penuh gelora.

“Lalu...kenapa harus aku? Bukankah masih ada So Jung yang cantik dan Min Yu yang pintar? Intinya,masih banyak kandidat lain yang lebih tepat.”


“...Karena kau yang paling bersemangat.” Suara lembut itu membuat Hye sun mengalihkan tatapannya.

“Hyo joo~”gumam Hye sun pelan.

Hye sun POV :

Aku tidak mau kehilangan sahabatku karena keegoisannku..
Walaupun hubunganku dengan Hyun joong tidak baik,tapi bukan berarti dia tidak cukup pantas untuk bersama Hyo joo.
Sun~a…Ada banyak  hal yang tidak kita inginkan  tapi harus kita coba untuk terima dan jalani,

Berusahalah untuk mengerti sahabatmu.,apa kau tidak akan terluka jikalau harus memilih spt dia? Diantara 2 orang yang ia sayangi,sangatlah tidak adil jika dia harus melepaskan salah satunya.

End of POV


Hye sun menghambur memeluk Hyo joo erat.
“Mianhae~  Jeongmal mianhae Hyo Joo..aku terlalu egois dan tidak memikirkan perasaanmu.”

“Ahni...justru aku yang minta maaf,karena merahasiakan ini darimu.”

Hye sun tersenyum dan menggenggam tangan Hyo joo erat.
“Maaf karena sudah melukaimu,soal perkataanku~~ emm...kuharap tidak kau ambil hati.”

“Pelajaran kali ini membuat persahabatan kita semakin kuat,Sungguh...kau sahabat terbaikku Sun.Jadi lupakan semua hal yang membuat kita sedih,ok?”





AUDITION ROOM
PLEASE BE QUIET!


Tulisan yang terpampang didepan pintu coklat menjulang.
“Siap..?” Hyo Joo dan Hye sung menatap Hye sun jahil.

“Mwo?” Hye sun cuma mengernyit bingung,

“Hei...! Apa yang kalian lakukan..?!” mereka menggiring Hye sun kedepan pintu audisi shinhwa Queen dan tanpa ba-bi-bu secara serempak mendorongnya sampai pintu itu terjeblak lebar2.


Untung saja Hye sun mendarat dengan elegan didepan panitia yang ternyata salah satunya adalah si kulkas.
Hye sun langsung buru2 berdiri dengan anggun dan berjalan tepat ke tengah2 panggung.

“Sudah didepan,masih saja bisa pecicilan..” Gumam Min ho dalam hati,
Well...dia tidak menyangka kalau Hye sun mau terlibat untuk hal feminis spt ini.

seakan tidak ada rasa nervous ataupun malu,Hye sun berdiri sambil melambai2kan tangannya ke teman2 sekelas yang ikut menonton dibelakang.Mereka berisul ricuh saat melihat Hye sun masuk tadi.
“Hye sun...Hye sun...!”



“Berdiri yang benar” Protes Min ho yang tampak terganggu dengan sorak-sorai yang didominasi oleh kaum adam dibelakang.

Dan spt biasa disambut delikan sinis dr Hye sun,
Mulai deh..! Gumamnya dalam hati dengan bola mata yang berkilat2 menandakan dia siap dengan peperangan ini.

Pertanyaannya mudah dan gunakan logikamu.

“Cihh...memangnya dia pikir aku tidak punya otak?!” Hye sun ngedumel sendiri didepan dan menatap Min ho sinis.

“Diantara kekasih,lalu dokter yang pernah menyelamatkanmu atau seorang haelmoni tua dan sakit2an.Siapa yang yang kau pilih untuk kau bawa bersamamu? Dalam konteks saat itu guyuran hujan deras dan kau membawa kendaraan tapi hanya cukup untuk 1 penumpang saja & Dan jelaskan juga alasannya.Waktumu 5 detik untuk berpikir”

Hye sun mengernyit sewot,
“Hadeuhh...psikotes lagi” Hye sun merutuk dalam hati dan mulai berpikir.


“Emm...kurasa terlalu munafik kalau kukatakan jika aku akan membawa haelmoni itu saja dan meninggalkan kekasihku dan dokter yang pernah menyelamatkan nyawaku” Hye sun terkekeh sendiri didepan seraya mengibas2kan tangannya.


Jadi? Salah satu panitia tampak tidak puas dengan jawabannya.

“Simple saja,aku akan memberikan kunci mobilku pada sang dokter,agar dia bisa membawa haelmoni tadi kerumah sakit.sedangkan aku dan kekasihku bisa berteduh ditempat lain sembari menunggu.”

Min ho terkejut mendengar jawabannya,
Hye sun sebenarnya adalah peserta terakhir yang tidak diduga2.peserta2 lain hanya menjawab jawaban universal,spt aku memilih nenek itu untuk ikut bersamaku,
Tapi ketika ditanya lagi mereka tampak kebingungan dan hanya tersenyum.
 
“Apa kau yakin memberikan kunci mobilmu pada orang lain? Bagaimana kalau dia melarikan mobilmu?”

“Ck...dokter itu kan pernah menyelamatkan nyawaku,jelas saja aku percaya padanya.aku saja bisa mempercayai nyawaku ditangannya,lalu kenapa tidak dengan sebuah kunci mobil?”

“WHOOO...!! HYE SUN! PRIKITIEWW!!” siulan2 heboh disertai sorakan dan tepuk tangan mengalun deras.

“Lalu apa kau tidak merasa bersalah dengan kekasihmu karena menelantarkannya ditengah hujan deras?”

“Hahaha...Aku kan tidak meninggalkannya,kami sama2 kehujanan dan kedinginan.Kalau memang saling mencintai ya susah-senang harus bersama dong.”

“Bagaimana kalau nyatanya haelmoni itu berbohong untuk suatu tujuan tertentu?”

“Kurasa dia tidak sebodoh itu sampai mengorbankan dirinya terkena guyuran air hujan yang deras,Lgpula dokter tadi pasti langsung tahu kalau2 dia hanya berpura2 sakit.”

Min ho tersenyum tipis mendengar jawabannya,dan dengan mantap dia memberikan angka sempurna untuk Hye sun dikertas penilaian.


@@@@

 
Lapangan basket,
15:00

“…Il woo sunbae sama Chae won eonni cocok ya..”

“Iya,mereka romatis banget..kayak tadi siang waktu dikantin,aku lihat Il woo sunbae memesankan makanan dan mengantarkannya langsung untuk eonni.”

“Uuuu...CO CWEETTTT...” gadis2 tampak menjerit kegatelan dipinggir lapangan.


Priittt…….. Peluit panjang ditiup menandakan istirahat bagi para pemain yang masih sibuk mendrible bola sambil mengelilingi lapangan,
“Chae won~a gwenchana?” Il woo menghampiri Chae won yang tampak kesakitan seraya memegangi pergelangan kakinya yang terkilir.

“Tuh kan~~”

“Romantis banget ya..”
 
Yang terdengar hanya pujian2 yang membuat aliran darah ke jantung gadis yang baru saja akan bergabung ke lapangan itu  terasa berhenti.


“Oppa~” Hye sun yang baru keluar dr locker room,hanya bisa berucap kelu saat melihat 'sesuatu' yang membuat kantung hatinya bocor,
“Oh Tuhan....aku benar2 tidak siap dengan semua ini.”


Bukk...!
Sebuah hempasan hebat mengenai kepala Hye sun,

Suasana hati benar2 sedang kacau dan ada saja yang mencari masalah dengannya.
“AUWWW..!” Hye sun menjerit lantang seraya menggosok2 kepalanya yang terasa berdengung.

Hye sun menoleh horor menatap makhluk sotoy yang membuat emosinya meledak.
“HOII...PAKAI MATAMU GENDERUWO!” Teriakan yang bikin seisi lapangan menoleh dan sukses membuat Il woo juga menghentikan kegiatannya.

“Oh...kau!” Min ho menjetikkan jarinya dengan senyum iblis.
“Hei cebol,kenapa berdiri ditengah lapangan spt itu? Salahmu sendiri kan melamun.”

“Dasar buaya bunting,monyet korea! Kau benar2 mau mati,hah?!”

Hye sun menghampiri Min ho sambil menggulung lengan bajunya keatas.
“Biar mampus kau!” Hye sun mengutuk makhluk jangkung yang berdiri kurang lebih 6m didepannya.

Min ho cuma tersenyum dan melipat tangannya didada,



“Dong saeng..mendriblenya pelan2 saja,ayo kutemani..” Gadis cantik yang dilihat Hye sun bersama Il woo tadi sekarang berdiri didepannya dengan senyum ramah.

Begini nih nasib orang yang gak pernah megang bola basket,yang lain uda kelar 3 putaran..Hye sun sendiri 1 putaran pun masih belum sampai setengah.
 
“Kau Goo Hye Sun ya? Aku banyak dengar tentang kau,dan ternyata benar kau sangat lucu.” Gadis berambut ikal itu mencubit gemas kedua pipi Hye sun dan menggoyang2kannya kekiri-kanan.

Hye sun melongo menatap gadis didepannya,
“Ini benar2 horor...gadis ini,gadis yang kulihat bersama Il woo oppa beberapa puluh menit yang lalu.”

“A~ a~ku...ne..hye sun imnida...Eo~nni?”

“Aku Moon Chae Won...kau bisa memanggilku Chae won saja”

“Ah...ne~ ne...Chae won eonni...” Hye sun terkekeh tawar dan mengangguk2 tak jelas.

Hye sun POV :

Cantiknya…
Huftt…pantas saja,kalau dibandingkan denganku sih..jelas aku tidak ada apa2nya..
Semua pria pasti suka dengan gadis spt dia..
Sudah ramah..tutur katanya lembut pula.

End of POV


“Chae won~a...kemari,kita harus ambil nilai..”

“Ne...” dia menoleh kea rah temannya yang menunggu dekat ring basket.
“Dongsaeng,aku senang mengenalmu..lain kali kita bicara lagi ya.” Chae won mengucapkan perpisahan sembari melambai2kan tangannya.

Hye sun balas melambai dan tersenyum kaku.
“Huftt...” Hye sun menghela nafas berat dan menundukkan kepalanya.
 

Oper! Oper bolanya!
Kejar dong! Jangan cuma berdiri pasif dan menonton saja! Pelatih tampaknya sedikit emosi dengan latihan kali  ini,sejak tadi dia tampak berapi2 dan meniup peluit panjang dengan ekspresi dongkol.


BRUKK.. Suara debum kencang menarik perhatian tim sepak bola yang sedang istirahat,kebetulan tempat duduk mereka menghadap langsung kearah lapangan basket.


PRIITTT..!

Hye sun jatuh tersungkur dan lututnya sukses mencium semen kasar yang terasa begitu panas,kakinya tanpa sengaja tersengkat tim lawan saat sibuk berebut bola.


“Ck...” Dia bangkit berdiri dan mengambil tempat di pinggir lapangan,
“Aishh...berdarah lagi” keluhnya sebal.

“Dia tidak peduli padaku...Menolehpun tidak.” Hye sun sibuk dengan pikirannya sendiri.pandangannya dialihkan ke arah Jung il woo yang masih asyik memasukkan bola ke ring.


“Jangan disentuh! Tanganmu kotor,nanti infeksi”

“Mwo?”

Min ho yang sejak radi memata2i Hye sun berjongkok didepannya,dibersihkan luka itu dengan air steril dan menutupnya dengan saputangan miliknya.
“Untuk sekarang kurasa spt ini lebih baik,kita tidak punya persedian obat merah.jadi setelah pulang nanti harus dicuci lagi dan tutup dengan perban,arasseo?”

“Hufttt...” Terdengar helaan nafas panjang dan berat,

Min ho mengikuti arah pandang Hye sun,bola mata amber itu terpaku menyaksikan pasangan yang terlihat tertawa dan mesra dibawah sinar mentari yang berwarna oranye.
“Biasanya kau cerewet sekali...gwenchana?” Min ho terlihat khawatir melihat Hye sun yang lebih banyak diam.

“Apa aku tidak punya kesempatan lagi untuk bisa masuk diantara mereka?” Hye sun hanya memandangi lututnya yang terbalut saputangan biru milik Min ho.

Mereka sama2 terdiam dengan pikiran masing2..Min ho tampak tidak habis pikir dengan Hye sun yang tetap kekeuh setelah melihat kenyataan yang terjadi.bagaimana mungkin dia masih berpikir untuk masuk diantara 2 orang yang memang saling menyukai itu.

Hye sun bangkit berdiri dan berjalan gontai menuju locker room.
sosok yang selalu bersemangat itu telah hilang dalam dirinya,
“Sun~a..saranghae” Gumam Min ho pelan dan terus menatapnya sampai tubuh mungil itu hilang dibalik tembok.


@@@@


Hye sun berjalan sendirian,harinya terasa kelabu,setelah palu besar itu menghantam tembok cintanya hingga retak dan hancur tak bersisa.
Dunianya terbalik dalam sekejap,semua datang bertubi2 tanpa permisi,
tanpa mengetuk hati,tiada yang mengizinkan dan memberinya waktu bersiap.


“Mau kemana?” Min ho yang sudah menunggunya sejak tadi bangkit dr motor dan menghampirinya.



“.....Pulang” Hye sun menjawab dengan helaan nafas panjang,

“Dengan?”

Hye sun melanjutkan langkahnya dan terus berjalan tanpa memperhatikan jalan didepan.


TIN...TINNN..!


“Pabo! Perhatikan jalan dong..bagaimana kalau sampai kau tertabrak.” Min ho menariknya masuk dalam pelukan dan terlihat kesal setengah mati.
Dan dia langsung meminta maaf ke supir yang marah2 karena hampir saja terjadi kecelakaan,


Tubuh mungil dalam dekapannya itu terasa begitu lemah.
Min ho bisa merasakan kedua pundak itu bergerak naik turun dengan isak tangis yang terdengar menggelitik di telinga.

“Gwenchana....gwenchana...” Dengan usapan lembut dan menenangkan Min ho berupaya menyudahi semua kesedihannya.


“Sudah merasa lebih baik?”

“Aku benci ini..Jangan mengejekku,kali ini pengecualian.”

“Ayo pulang.”

“Kau jalan dulu,dan jangan menoleh ke belakang!” Hye sun menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangan,bahkan dia tidak membiarkan Min ho melihat wajahnya sama sekali.

“Weo?” Min ho masih berusaha melepas kedua tangan yang membentengi wajah itu.

“Pokoknya jangan menoleh!”

“Aishh...menyusahkan” Min ho berbalik menuju motornya.


Tak lama kemudian Min ho merasakan jok belakang motornya terasa berat.

“Kau berat sekali...” Min ho mencuri pandang dr spion dikanannya dan terkekeh pelan,yang tentu saja tidak diketahui oleh Hye sun.
“Letakkan tanganmu disini.”

“Andwe..!” Tolak Hye sun mentah2 saat Min ho membimbing kedua tangannya untuk dilingkarkan di pinggang Min ho.

“Kalau tak pegangan nanti kau jatuh cebol.”

“Pletak...” Hye sun memukul Min ho kuat2 dengan buku cost accounting yang tebalnya gak nanggung2.

“Ouch...thats hurt babe..” Min ho masih terkekeh setan dan memacu motornya kelaur dr lingkungan sekolah.


Tik...tik...


Baru saja motor itu masuk ke jalan besar,dan terhimpit diantara kendaraan2 lain yang juga berjubel ternyata hujan sudah menyerbu, beramai2 turun membasahi bumi.

Min ho buru2 mencari tempat berteduh,
Biasanya sih dia cuek,sebodo amat basah kuyup menerobos hujan..tp kali ini beda ceritanya,dia hanya khawatir dengan Hye sun yang ada diboncengan belakang.


Hye sun melompat dr motor dan langsung duduk di bangku halte.dia menghela nafas lega karena seragamnya yang tidak begitu basah berkat jaket Min ho,

“Sptnya akan lama..” Min ho berdiri dan menerawang ke langit atas yang kelabu spt hati gadis disampingnya,

Hye sun cuma diam dan merapatkan jaket yang kebesaran ditubuhnya,
Hujan disertai angin yang cukup kencang membuat tubuhnya menggigil.

“Apa yang kau pikirkan,hem?” Min ho berlutut didepannya dan mengusap2 sayang kepala Hye sun.

“Kau menakutkan..” Hye sun bergidik dan bergeser dr duduknya,
“Hei...jangan dekati aku...”

Min ho cuma tersenyum simpul dan berjalan mendekat.
“Akan sangat menyenangkan bisa menggodanya sekarang..” Gumamnya dalam hati.

“Dengar ya...Aku tidak akan membuka masker ini.” Hye sun menatap Min ho tajam dan membentengi masker di wajahnya dengan kedua tangan.

“Weo? Apa karena wajahmu jelek ketika menangis? Emm…Apa spt badut?”

“Diam!”

Min ho berlutut didepannya,

“Mwo?”

“Apa yang kau lakukan? Cepat bangun! Ini memalukan,jangan buat sandiwara picisan didepan umum”

Min ho tersenyum hangat dan membuka masker yang menutupi hidung serta bibir Hye sun.
Cups.. Sebuah kecupan lembut mendarat dibibir semerah darah itu.

“will you be mine,Goo hye sun?”

“Ha?”

“aku mau jawabannya sekarang.”

“Mwo??” Hye sun mengerjap2 bingung dengan ekspresi komikal.

“Dan aku tidak meneriwa jawaban no alias penolakan”

“Hei...itu...”

Cups..

“Aku.....”

Cups...

“ini…pemaksa....”

Cups...

“Henti....”

Cups...

“No!”

Baru saja Min ho akan mendaratkan ciuman lagi,Tapi dia hanya mematung mendengar jawaban Hye sun barusan.
“Mwo?? Weo??”

“Lancang sekali...kau mencuri ciuman pertamaku!” buru2 Hye sun menutup mulut dan merutuki kebodohannya karena kaliman keramat itu meluncur bebas dr mulutnya.

“Oo...jadi aku yang pertama,hem?”

“Kau mau mati,hah?!”

“Hahaha...aku bersedia mati ditanganmu sayang.”

“Dho?! Dasar menyebalkan!”


[/size]
NOTE : PART 2 COMING SOON.
« Last Edit: December 06, 2012, 09:54:38 pm by Roxanne »