CallMinsun
Welcome,
Guest
. Please
login
or
register
.
1 Hour
1 Day
1 Week
1 Month
Forever
Login with username, password and session length
News:
Home
Search
Calendar
Login
Register
CallMinsun
»
FANFIC
»
Short Fanfic
»
IN L❤VE WITH Y❤U SCENE VI-LAST CHAP UPDATE
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
Message #53271
« previous
next »
Print
Pages:
1
2
[
3
]
4
5
...
7
Go Down
Author
Topic: IN L❤VE WITH Y❤U SCENE VI-LAST CHAP UPDATE (Read 8525 times)
Roxanne
Full
Posts: 259
Re: IN L❤VE WITH Y❤U Scene V-1 U..P..D..A..T..E
«
Reply #30
on:
December 07, 2012, 09:56:31 pm »
SCENE V-II : PLEASE CONSIDER MY FEELING
Esok hari,
Shinhwa Café
“Whoaaa....aku tak menyangka ternyata tom dan jerry bisa akur bahkan diam2 berkencan.”
“Jadi selama ini dia bersikap bak pembangkang hanya untuk menarik perhatian senior.”
“ihh...caranya murahan sekali ya,kalau tahu begini mah dulu pas ospek aku rela masuk daftar blacklist panitia.
Kalau ujung2nya bisa kencan sama ketua OSIS siapa sih yang nolak??”
“Hyo joo~ Aku benar2 sebal mendengar gosip murahan itu.”
“aigoo..Hye sung..itu bukan gossip murahan,tp K-E-N-Y-A-T-A-A-N.”
“Apa sih yang mereka pikirkan sampai bicara sejahat itu?!”
“Mereka kan iri sama Hye sun,Ya iyalah...mana mau Min ho sunbae sama mereka,sudah menyengat,lenjeh,ngomongin orang dibelakang lagi.” Hyo joo sengaja membesarkan volume suaranya dan melemparkan tatapan menantang.
“Mendingan fotonya kita cabut aja yuk.” Hye sung mendadak bangkit dan menarik2 lengan seragam Hyo joo.
“Biarin aja...biar mereka tahu rasa, Romantis kan? Berduaan di tengah hujan..Untung saja kemarin aku lewat dan sempat mengambil gambar mereka diam2.”
“Kalau Sun liat dia pasti ngamuk deh.Aku sih ogah ya kena semprot dia,tahu sendiri kan dia kalau udah ngomel tuh gak bisa berhenti.Lgan apa sih maksudmu menempelkan foto itu? Bikin suasana kacau aja.”
“Tidak ada maksud apa2..aku hanya merasa mereka itu sangat romantis,aku lebih suka Hye sun sama Min ho sunbae drpd sama si Jung il woo.Aku bahkan bisa merasakan aura cinta yang menguar dr cara Min ho sunbae memperlakukan Hye sun.They're so sweet...”
“DHO??! Siapa yang nempelin foto2 beginian di mading?!” Hye sun tampak panik didepan lemari mading dan berusaha membuka kaca geser yang terkunci.
“Haishh...ini memalukan!”
“Sudahlah...begitu kan lebih bagus” Min ho yang melihat pun hanya tersenyum bangga.
“Apa maksudmu dengan lebih bagus?! Tidakkah kau tahu ini memalukan?!”
“Kemarilah....ayo cepat masuk nanti kau dihukum lg.”
“Hohh...aku tidak percaya ini,bagaimana kau bisa setenang itu melihat foto2 itu terpampang disana?! Ini semua gara2 kau yang mencuri ciuman pertamaku!”
Hye sun masih berkutat dengan kaca geser didepannya,
Siswa/i yang berdiri tidak jauh dr sana langsung menoleh mendengar kalimatnya yang terakhir.
“Aku tidak mau tahu,cepat buka lemari ini atau aku akan merusaknya” Ujar Hye sun dengan gigi yang dirapatkan.
“Loh memangnya kenapa? Fotonya bagus dan itu memang fakta.Mereka pasti mengira kalau kita sudah berkencan” Min ho menggoda Hye sun yang terlihat menahan kesal.dia malah terlihat santai dan bangga dengan hasil fotonya yang bagus.
“Aigoo...jangan cemberut begitu sayang,wajahmu semakin menggemaskan.”
“Jangan sembarangan memanggilku dengan nama menggelikan spt itu,mentang2 kemarin sudah menolongku dan sekarang kau berpikir kalau aku menyukaimu,hah?! Memang siapa yang mengiyakan untuk jadi kekasihmu?!”
“Mwo? Ya tentu saja kau,dan aku tidak mengucapkan hal spt itu ke wanita lain.”
******
“Aku melihat kemajuan dalam hubungan kalian.” Il woo berdiri menyender di dinding sembari memutar2kan ponselnya ditangan.
“Itu bukan urusanmu,dan jangan pernah lagi kau dekati dia Jung Il woo.”
Min ho bermaksud pergi dr sana,berusaha menahan rasa kesal dan marah yang berdenyut kencang didada.
“Jaga dia Min ho,Aku tahu hanya kau yang bisa melakukannya.”
“Tidak usah mengguruiku! Dan jangan bersikap seolah kau masih peduli dengannya.” Min ho menatap il woo muak.
“Kau tidak berhak bicara lagi Il woo-ssi! Karena mulai sekarang aku yang akan menjaga dia dan juga hatinya”
Il woo terdiam,dia hanya bisa memandang Min ho dengan ekspresi bersalah.
“Aku tidak bermaksud menyakitinya...Dan aku tidak akan sampai hati melakukan itu.”
Kelas Kimia,
10.00
“Goo Hye Sun!” Joo songsaenim memanggil namanya dengan begitu lantang.
“Kau dapat nilai 3.” Pria berkepala nyaris botak itu menyerahkan ulangan dengan senyum kemenangan diwajahnya.
“Gak perlu teriak2 juga kalee...sudah tahu dapat jelek,masih dengan sengaja berteriak2 lantang.”
“Dan kali ini tidak ada remedial lagi bagi yang dapat nilai dibawah 6.Ujian berikutnya minggu depan,jadi belajarlah dengan baik!”
“Ya pak...” Jawab anak2 serempak,tak lama jam istirahat berbunyi,Joo songsaenim meninggalkan kelas dengan senyum bangga.Maksudnya senyum bangga karena telah berhasil mempermalukan 'murid' favoritnya
“iih...sebel..sebell!!” Hye sun menarik2 rambutnya dongkol dan bersedekap dengan ekspresi yang komikal.
“Mana dia..?” Min ho yang sudah bubaran terlebih dahulu hanya mengernyit bingung karena tidak melihat someone special yang sudah ditunggu2 sejak 10 menit yang lalu.
“Mm...entahlah..” Hye sung mengangkat kedua bahunya,dia bingung harus menjawab apa atas pertanyaan tadi.
“Saat bel berbunyi dia langsung pergi,Tp dia tidak bilang akan kemana.” Hyo joo menambahkan,beruntung sekali karena sup hangat yang dipesan Joongie untuknya datang disaat yang tepat.
“Mm...sptnya disini aman.” Hye sun celingak-celinguk dan mengendap2 bak mata2 dari Negara tetangga,
saat bel istirahat berbunyi dia meluncur cepat menuju bukit belakang sekolah.bahkan ajakan ngumpul di kantin barang 2 hopengnya itupun ditolak begitu saja.
“Huftt...barang bukti harus dilenyapkan.” Hye sun menyemangati dirinya dan mulai menggali tanah dengan sekop kecil yang dipinjam paksa dr tukang kebun sekolah.
Srekk..srekk..
Srekk...srekkk...
“Apa yang harus dilenyapkan?”
“Ya tentu saja,barang bukti” Hye sun menjawab ogah2an dan masih sibuk menggali tanah yang dirasanya cukup lembut,tampaknya dia tidak sadar kalau aksinya telah tertangkap tangan.
“Apa itu?”
“pstt...jangan ganggu aku!” Hye sun masih sibuk dengan galian yang kedalamannya dirasa cukup.
“Huftt...” Hye sun menyeka keringat dan berkacak pinggang menatap pekerjaannya yang dirasa sukses.
Dia mengernyit bingung,dan bengong cukup lama.
“Emm…Sptnya tadi aku bicara dengan seseorang deh..”
“KA~~ KAA~KAA~ KAUUU!” Hye sun menjerit horor melihat siapa pemilik suara dibelakangnya.
“Mwo?! Ap~~ apa~apa yang kau lakukan disini?!”
“Apa yang kau sembunyikan dibelakang?”
“Ahni...bukan apa2...Hei...Kau tidak menjawab pertanyaanku!”
Min ho berjalan dengan langkah besar2 kearahnya,
“Yya! Andwe! Jangan mendekat ke sini.” Hye sun membentengi dirinya dengan sekop yang ia acungkan didepan dadanya.
“Hei...kembalikan..! Kembalikan!” Hye sun melompat2 seperti bocah yang berusaha menangkap balon.
Min ho menatap kertas didepannya datar dan mengalihkan tatapannya ke Hye sun.
“Kau melewatkan waktu istirahatmu hanya untuk menyembunyikan kertas ulangan?”
“Bukan urusanmu kan? Sana! Hush..hush..” Hye sun menyuruhnya pergi dengan megibas2kan kedua tangannya.
@@@@@
“Aku tidak mau..!”
“Pabo..harusnya kau isi perutmu bukannya malah mengendap2 menyembunyikan kertas ulangan.”
“ishh...kau tidak perlu menyeretku spt ini juga kan?!”
Keributan kecil itu tertangkap telinga oleh Joo songsaenim yang baru keluar dr toilet.
“Jadi benar mengenai gosip itu..” Gumamnya dalam hati sembari mengusap2 dagunya yang tidak gatal.Tanpa pikir panjang dia berjalan menuju ke arah muda-mudi yang masih beradu mulut cukup sengit.
“Lee Min ho”
Min ho dan Hye sun sama2 menoleh keasal suara,
“Here comes the devil.” Rutuk Hye sun dengan tatapan beware of the dog!
“cihh..Ini sih bisa jadi perkara panjang” Hye sun langsung mamasang kuda2 melihat kedatangan induk jin yang diprediksi menambah kerunyaman.
“Apa yang kalian lakukan disini?”
“Tidak ada!” Jawab Hye sun judes dan memelototi Min ho.
“Min ho...jujur,saya bangga memiliki murid sptmu,Tapi sangatlah disayangkan jika murid berprestasi sptmu harus terlibat dengan orang spt dia,Kau tahu dia selalu membuat masalah,dan nilai2nya juga buruk.”
Hye sun menatap pria botak didepannya dengan mata yang semakin melotot lebar,
“Aku benar2 tidak percaya ini!” Gumamnya dongkol,
Hye sun hendak membalas ucapan yang menohok hatinya itu,tp tangan Min ho menggenggam lembut tangannya.
“Maaf..anda memang guru saya,tp itu bukan berarti anda berhak ikut campur dengan kehidupan pribadi saya.
Termasuk mengatakan hal spt ini tentang kekasih saya.”
Hye sun cengok mendengarnya.
“DAMN..! Lelucon Apa lagi ini??”
“Kau...kau membela dia?” Tunjuk Joo songsaenim ke Hye sun yang terlihat mungil diapit oleh 2 pria.
“Seharusnya anda membimbing Hye sun selayaknya seorang guru,dan mengesampingkan permasalahan pribadi.”
Joo songsaenim terhenyak mendengar penuturan murid kebanggannya,
“Aku tidak mengharapkan jawaban spt ini dari murid yang kubangga2kan sptmu”
“Dan kau...” pria itu mengalihkan pandangannya ke Hye sun,
“kau benar2 membawa pengaruh buruk untuknya.”
Hye sun berusaha mencekal pergelangan tangannya dr Min ho,Dia benar2 tidak bisa menahan kedongkolannya lagi.Min ho menatapnya lembut,mengisyaratkan agar dirinya tidak bertindak lebih jauh lagi.
Hye sun semakin kesal dan menarik tangannya kuat2.
“Sebagai seorang panutan,anda tidak selayaknya merendahkan anak didik anda spt ini.Saya tahu saya banyak kekurangan,tapi bukan berarti anda berhak mengintimidasi kekurangan2 saya seperti sesuatu yang tercela dan hina.
Dan bicara soal murid kesayangan anda ini,huh...tenang saja,aku tidak selicik itu untuk meracuninya menjadi murid yang buruk dimata anda.”
Hye sun berlalu pergi dengan sejuta amarah yang tak terbendung lagi.
“Kau lihat kan? Apa spt itu yang dinamakan murid baik?”
“Cukup...Anda sudah sangat keterlaluan,Hye sun tidak harus menjadi spt yang anda inginkan,dan dia tidak akan pernah menjadi spt yang anda mau,karena sejak awal sikap sentimen itu sudah membentengi diri anda kuat2.Bagi saya itu tidaklah penting,karena saya selalu bangga dengannya,dia mungkin tidak pintar,tp dia memiliki hati yang baik dibanding orang lain termasuk anda.”
*****
“Menyebalkan!” Hye sun merutuki nasibnya yang kurang mujur akhir2 ini.
Dihentakkan kakinya kuat2 disetiap langkahnya berjalan.
Minggu ini kemujurannya kurang baik,setelah kenyataan yang harus ia terima tentang kisah cintanya yang pupus ditengah jalan,sekarang intimidasi gurunya membuat hatinya semakin terkoyak.
setidaknya dia berharap setelah kejadian barusan bintang kemujuran akan membagikan sedikit saja cahaya untuknya.
Pandangannya jatuh ke pria berambut coklat yang berdiri tepat didepan balkon yang menjorok keluar,dia masih terpaku menatap pria itu.pria yang selama 2 tahun ia sukai diam2.Pria yang sampai sekarangpun masih mendatangkan gejolak yang tersisa dihatinya.
Dia berniat menyapa,tp sesuatu yang tak pantas dilihatnya itu membuat semua kata2 itu tercekat di kerongkongan.
“Aku memang harus melupakannya...tp aku terlalu terkejut untuk menjadi saksi dr semua ini.”
Kaki kirinya bergeser kebelakang,berusaha mencari pijakan yang lebih kuat,agar dapat menahan tubuhnya yang limbung
“Oh tidak...!” Hye sun merutuki kecerobohannya,dan masih berusaha berpegangan pada sisi tangga,
Namun naas sebelum dia bisa menyentuh itu,tubuhnya oleng terlebih dahulu dan bunyi dentuman keras mengalun dr bawah.
Min~ Satu nama yang terucap dr bibir tipisnya,
Semua terasa berputar dan kabur.Tidak ada yang bisa menolongnya sekarang,perlahan matanya menutup dan kegelapan memisahkannya dr alam sadar.
@@@@
Hyo joo terisak2 dikursi tunggu rumah sakit,sudah sejaman dokter memeriksanya namun belum ada satupun suster yang keluar untuk memberinya kabar.
Min ho berdiri mondar-mandir dengan wajah penuh tekanan.
“Aku bersumpah akan membunuhnya!”
“Min ho...tenanglah,jangan buat situasi semakin kacau.”
“APA KAU AKAN TETAP TENANG MELIHAT WANITA YANG KAU CINTAI TERBARING DISANA TIDAK SADARKAN DIRI?! JAWAB AKU KIM HYUN JOONG!”
“Hyung...hentikan! Kita seharusnya mendoakan Hye sun,bukan bertengkar spt ini.” Hye sung yang daritadi hanya diam mulai buka suara setelah melihat ketegangan didepannya.
Min ho menghempaskan tubuhnya kekursi dan mengusap2 wajahnya kasar.
“Sial!” Rutuknya pelan,tp masih terdengar oleh 3 orang disampingnya.
.....Il woo berdiri mematung tanpa sepatah katapun.sesuatu yang membuatnya bahagia malah mencelakai orang lain.
Flashback:
Il woo dan Chae won menghambur turun dr tangga setelah mendengar bunyi yang cukup keras dr bawah.
Ciuman panas yang mereka pamerkan tadi bak cambuk yang menggores pedih hati Hye sun.tanpa mereka sadari sepasang mata amber itu memaku pilu saat melihat bibir mereka bergumul hebat.
Mereka terhenyak mendapati sosok mungil yang telengkup dibawah,
“Dong saeng..” Chae won yang menyadari gadis tak sadarkan diri itu mulai panik.
Disingkapnya poni lucu yang menjuntai didahi itu,Sesuatu yang lengket dan hangat merembes disana,
“Il woo~a...cepat cari bantuan!” Chae won semakin panik tak kala darah kental itu masih mengalir didahi.
“Ayo lekas! Kenapa malah melamun?!”
Il woo langsung bangkit dan berlalu dr sana.
“Min ho...” Gumamnya pelan,tampaknya dia tahu kemana harus mencari pertolongan.
End of flashback.
“KAU!”
“Min ho...tahan dirimu,ini rumah sakit.” Hyun Joong memasang badan,bukan karena ia membela il woo.tp lebih ke meredam amarah yang bisa membahayakan Min ho sendiri.
“AKU TIDAK PEDULI! LEPASKAN AKU! AKAN KUHAJAR PRIA SOMBONG INI!”
Min ho berontak dr kukungan Hyun joong dan Hye sung yang datang membantu,sedangkan Hyo joo semakin frustasi melihat pemandangan didepannya.
“MASIH BERNYALI JUGA KAU DATANG KESINI JUNG IL WOO! KALI INI AKAN KUTAMATKAN RIWAYATMU!”
BLAP...
Bunyi pintu yang terbuka memecah kericuhan yang nyatanya menganggu ketenangan dirumah sakit,seorang pria paruh baya berjas putih menatap heran kerumunan didepannya.
“Ada apa ini?”
“Dokter...dokter...bagaimana? Apa yang terjadi pada Hye sun?” Hyo joo menghambur kearahnya dengan air mata dan rasa takut yang terlukis jelas di wajah.
Min ho langsung berlari kesana dan mencengkram bahu dokter itu kuat2,
“Bagaimana dia?? Katakan! Cepat katakan bagaimana dia!”
“Anda harus tenang dulu...Pasien tidak mengalami luka serius,Saya ingin bicara dengan keluarganya,salah satu dr kalian mungkin bisa ikut saya sekarang.”
“Saya dok.” Min ho menjawab mantap,masih dengan nafas memburu dan emosi yang belums tabil
“Hubungan saudara?”
“Saya kekasihnya” jawab Min ho mantap dan membuat kedelapan mata itu menatap Min ho lekat2
“Baik..ikut saya kedalam.”
“Pasien menyebutkan nama itu berulang kali,Apa anda yang ia maksud?”
Min ho menghela nafas panjang mendengarnya,
Hatinya terasa sakit,Hye sun masih belum sadarkan diri sampai sekarang.
“Begini saja,akan lebih baik jika anda menjaganya disini..mungkin dengan begitu lebih mempercepat kepulihannya.”
“Terima kasih dokter.”
Malam semakin larut saat pria jangkung itu jatuh terlelap disamping ranjang,dalam posisi duduk dan menggenggam tangan putih itu lembut.tak peduli dengan dinginnya malam yang merasuk hingga membuat ngilu seluruh tulang,
“Nghh...” Si pemilik mata amber mulai mengerjap2kan matanya pelan,setelah berjam2 tidak sadarkan diri perlahan dia mulai mengumpulkan kembali seluruh roh2 di tubuhnya.
Dia menoleh kesamping dan terkejut mendapati pria itu,
“Min…” ucapnya pelan,dan dia hanya diam memandangi wajah yang semakin tampan ketika sedang terlelap.tak lama senyum kecil terlukis dibibirnya.
Hye sun menarik tangannya,melepaskan genggaman hangat yang menyelimuti tangan pucat itu dr dinginnya malam.
“Nghh...” Pria jangkung itu mengerjap2kan matanya dan mulai terbangun.
“Hye sun...kamu sudah sadar?? Gwenchana?? Mana yang sakit??” Dia bangkit dan langsung mengusap ubun2 kepalanya.
“Pabo…”
“Mwo?? Jadi kau sudah sehat hingga bisa mengataiku spt itu.”
“Aku haus..”
Min ho hanya tersenyum simpul dan mengambilkan segelas air.Dia membantu menopang kepala Hye sun dan meminumkannya perlahan.
“Katakan...apa yang membuatmu sampai terluka spt ini?”
Min ho mengukung tubuh mungil itu dengan kedua lengannya dan memandangi Hye sun lembut.
“Emm...tidak ada.” Hye sun menjawab singkat masih tidak menatap Min ho.
“Aishh...kenapa hatiku berdegup kencang sekali? Matilah...jangan katakan kalau aku mulai menyukainya.”
“Kau bohong,hem?”
“Ahni...kalau tidak percaya ya sudah.Terserah...wekk…”
“Baik...tapi jangan kau pikir ini selesai sampai disini..Tidurlah kembali..kau harus banyak istirahat” Min ho menarik selimut itu sampai menutupi lehernya dan menyempatkan untuk mengecup dalam2 pipi merona itu,
“...Mau kemana?” Tanya Hye sun ragu2 saat melihat Min ho beranjak keluar dr sana.
“Aku akan kembali,hanya pergi mencari coffee machine..”
“Emm...Min ho”
Min ho membalikkan tubuhnya dan menatap Hye sun bingung,
“Weo? Kau ingin sesuatu?”
Hye sun menggeleng2,
“Bisakah....Ee...bisakah kau tetap disini?”
Min ho menatapnya diam,lalu senyum iblis itu lagi2 terlukis dibibirnya,
“Ah...kau mulai tidak mau jauh drku,hem?”
“Ahni...! Jangan GR! Aku~ aku...hanya tidak suka sendirian diruangan sebesar ini.Lgpula siapa sih yang menyewa kamar seluas ini?!”
“Aku.”
“Mwo??”
“Pstt...tidur..dan jangan bicara lagi.”
“A~~”
“Pstt...” Min ho meletakkan jari telunjukknya dibibir Hye sun dan menciumnya,
“Aku tahu kau masih belum siap menerimaku,Dengar...aku akan menunggu sampai kau memberikan semua hatimu untukku,Aku akan mengumpulkan serpihan hatimu dan mengobatinya hingga menjadi utuh spt sediakala.”
*****
Esok pagi,
“Hye sun..!” Hyo joo dan Hye sung menyeruak masuk kedalam tanpa ba-bi-bu.
Hari ini sekolah pulang lebih awal,karena besok adalah perayaan ulang tahun sekolah.jadi sebagian besar warga shinhwa high school berkontribusi dalam persiapan hari bersejarah itu.
Hyo joo dan Hye sung hanya termangu melihat apa yang terjadi didalam.
“Ayo cepat,mana ponselmu Hye sung...?? ini benar2 akan menjadi gebrakan baru!”
“Aduh...jangan mulai deh Hyo joo,Hye sun bisa membantai kita kalau sampai ketahuan.”
“Nghh...berisik~” Hye sun terbangun mendengar bunyi ricuh barusan.
Masih sambil mengucek2 matanya dan merentangkan kedua tangan dan melakukan sedikit pemanasan.
Pandangannya jatuh ke 2 makhluk yang menatapnya terperangah
“Kalian...”
Dia mengikuti arah pandang kedua sahabatnya yang menatap kearah bawah.voila...dimana kedua lengan kekar itu masih nangkring manis dipinggangnya.
Hye sun yang panik buru2 melepasnya dan memasang wajah biasa.
“Kapan datang? Kenapa tidak mengabari dulu?”
“Nah ya....jadi kalian berdua tidur satu ranjang semalam?”
“Pstt...” Hye sun meletakkan telunjuknya dibibir bermaksud menyuruh Hyo joo agar mengecilkan volume suaranya.
“Jadi...kalian sudah sampai sejauh ini??”
“Ahni...aushh...bukan,kalian salah paham...tidak terjadi apapun,Aku bersumpah!”
“Ah,kalaupun terjadi sesuatu juga tidak apa2...kami mengerti kok,Pasti sunbae sangat romantis ya?”
“Aa~ aku iri denganmu.”
Aku menatap Hyo joo lelah sembari memutar bola mata,
“Jadi kalian datang kesini untuk menjengukku atau membuat gosip baru,huh?”
“Pagi sayang..” Min ho mengecup singkat pipi Hye sun dan sontak membuatnya kaget.
“Ini manusia bener2 gak punya malu!” dongkol Hye sun setengah mati melihat kelakuan Min ho yang bisa membuat dunia hancur dalam sekejap.
“Aishh...apa yang kau lakukan?! Siapa yang menyuruhmu menciumku sembarangan,hah?!” Hye sun memukul2kan bantal kearah Min ho,masih sambil mengoceh.
“Hahaha....” Min ho tertawa senang dan langsung meraup Hye sun.
“Dho?! Lepas...hei,lepas...!”
“Wae?”
Hye sun mengisyaratkan kalau mereka tidak hanya berdua saja diruangan itu,dr ekor mata Hye sun melirik kedua temannya yang berdiri mematung dengan rahang yang nyaris jatuh ke lantai.
Min ho menoleh,
“Oh...” Datar,dan tak terkejut.
“Aku tidak tahu kalian ada disini”
Dalam sekejap kamar ini pun langsung menjadi basecamp sementara.
Bahkan mereka tidak segan2 ikut berleha2 diranjang pasien Hye sun,untung saja ukurannya cukup besar mengingat kamar yang ditempati adalah kamar termahal di rumah sakit ini.
“Aku heran..kenapa wanita suka sekali bergosip.” Min ho bergabung dengan sepiring apel yang sudah dikupas dan dipotong kecil2.
Dia mengambil tempat di sebelah Hye sun,dan langsung mengangsurkan apel ke depan mulut Hye sun,
Hye sung langsung cemberut mendengarnya,
“Hyung...aku laki2.”
Min ho malah sibuk merapikan rambut Hye sun yang masih setengah acak2an.dia tampak menikmati saat2 spt ini.
“Wahh...Hyung gomawo,apa apelnya manis?”
“Pletakk...!” Min ho memukul tangan Hye sung,
“Aduh...Hyung sakit.” Apel yang sudah ditangan kembali jatuh ke piring.
Hye sung mengeluh sembari mengelus2 punggung tangannya yang memerah.
“Siapa yang menyuruhmu mengambilnya,hah?!” Ini untuk Hye sun,kalau mau makan kupas sendiri sana.
@@@@@
“Dong saeng...”
Hye sun menoleh ke suara yang dahulu membuat jantungnya berdetak memburu.
“Oppa..” Hye sun tersenyum spt biasa,diwajahnya luka dan beban itu seolah2 sirna berkat kehadiran seseorang yang sudah menjaganya dengan sangat baik.
“Apa kau sudah merasa lebih baik?”
“Yap...weo?”
“Mianhae,karena aku tidak sempat menjengukmu..”
“Ahni...gwenchana oppa,tidak perlu merasa bersalah spt itu.”
“Ada hal penting yang ingin kubicarakan,apa kau bisa ikut denganku?”
“Mwo? Kemana? bicara disini saja oppa,lgpula tidak begitu ramai kan.”
“Hye sun.” Min ho berjalan mendekat ke arah mereka,
“Aku mencarimu kemana2.” Min ho yang melihat Il woo disana langsung bersikap protektif,raut wajahnya mengeras menandakan ketidaksukaannya terhadap pria yang dengan teganya telah menyakiti gadis yang ia cintai.
“Ada apa? Mm...kalau ada yang ingin dibicarakan nanti ya,”
“Mwo??” Min ho memandangi Hye sun tidak percaya,
“Kau~ kau...memilih dia drpd aku??”
“Apa sih?” Hye sun langsung sewot mendengar jawaban Min ho yang menurutnya terlalu posesif.
“Kalau iya memangnya kenapa? Aku tidak suka kalau kau terlalu membatasi ruang gerakku.”
“Aushh,bukan begitu...tp dia sudah membuatmu terluka.”
“Dia kan hanya bilang akan membicarakan sesuatu yang penting.Lgpula aku akan baik2 saja,karena sudah ada yang menjagaku dengan amat sangat baik.” Hye sun mengucapkan kalimat terakhir sambil mencuri pandang malu2 ke arah Min ho
“Hei,Jung Il Woo! Aku rasa sudah tidak ada lagi yang penting untuk dibicarakan antara kau dengan Hye sun!” entah karena terlalu cemburu atau protektif,Min ho tidak sempat mencerna kalimat terakhir yang Hye sun lontarkan tadi.
Hye sun mencubit lengan Min ho kuat2 dan berlalu pergi meninggalkannya yang mengaduh sakit dibelakang.
Min ho mondar-mandir didepan pintu perpustakaan dengan wajah gusar dan sesekali mencoba mengintip,memeriksa apa yang sebenarnya terjadi didalam sana.
“Hei,Min ho...kenapa mondar-mandir spt setrikaan? Mau masuk perpustakaan saja kenapa berwajah galau spt itu?
Tinggal buka pintu dan masuk saja kan?”
“Diam!!”
Il woo menyerahkan selembar foto kepada Hye sun yang berdiri tidak jauh disampingnya.
“Maaf,karena aku...kau jadi terluka dan kecewa.”
Hye sun masih termangu menatap foto yang ada ditangannya,
“Dia~ dia siapa oppa?”
“Bukankah dia sangat mirip denganmu Hye sun?”
Hye sun memandang Il woo dengan sejuta tanya,
“Tapi...aku masih tidak mengerti dengan maksud dr semua ini..”
“Jung il sun..”
?Bahkan namanya pun hampir sama dengan namamu.” Il woo tersenyum hambar dengan mata yang berkaca2.
“Jung...il sun?? ….Maksud oppa....ini adikmu?”
“Saat pertama kali melihatmu,aku pikir kau adalah adikku..”
“Kau sangat mirip dengannya,begitu mirip sampai aku menyangka adikku telah kembali.”
“....Lalu...dimana Il sun sekarang?”
“Dia....dia pergi meninggalkan kami 3 tahun lalu,Jantungnya tidak cukup kuat untuk terus berdetak.”
Hye sun terdiam dan terlihat mencelos.
“Aku pikir selama ini aku yang terluka...” Gumamnya dalam hati,
“Jadi selama ini oppa baik terhadapku karena aku mirip dengan Il sun?”
“Semula kupikir juga begitu...Tapi rasanya tidak adil jika aku melakukan itu padamu dongsaeng,Nyatanya kau adalah dirimu sendiri..”
Hye sun mengangguk paham,
“Lalu oppa mengajakku kesini untuk meluruskan kesalahpahaman itu?”
Il woo hanya tertawa renyah,
“Kesalahpahaman apa?”
“Emm....ahni...” Hye sun menggaruk2 kepalanya dan tertawa asal.
(“Fiuhh...berarti dia tidak tahu soal perasaanku kan...”)
“Jadi masih bolehkah aku menganggapmu spt oppaku sendiri?”
“Tentu...akan sangat menyenangkan punya adik yang selalu penuh kejutan sptmu.”
“Hahaha...tenang saja oppa,setidaknya aku tidak akan membiarkanmu terseret dalam kasusku.”
“Mulai sekarang oppa akan mengawasimu dengan baik.”
“Arasseo...berarti sekarang sekutuku bertambah..”
“Mwo?”
“Oppa,teman2ku dan….Min ho.” Hye sun menghitung dengan jari2 tangannya dengan ekspresi lucu.sempat tertangkap olehnya rona pink di pipip putih itu tak kala bibirnya menyebut satu nama terakhir.
“Min ho..?”
“Ne....belakangan ini hubungan kami tidak seburuk yang dulu.”
“arasseo...bisa kulihat itu,dan aku menikmatinya.Apa kau menyukainya?”
“Emmm....gimana ya? Kasih tau gak ya??”
Hye sun pura2 berpikir keras dan langsung dihadiahi jitakan kecil oleh Il woo.Hye sun yang berusaha menghindar nyaris membuat Il woo limbung,mereka tertawa bersama dan tanpa mereka sadari kedeketan itu membuat seseorang terbakar rasa amarah.
Logged
Print
Pages:
1
2
[
3
]
4
5
...
7
Go Up
« previous
next »
CallMinsun
»
FANFIC
»
Short Fanfic
»
IN L❤VE WITH Y❤U SCENE VI-LAST CHAP UPDATE
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
Message #53271