Author Topic: From Lie Becomes the Truth 'Chapter two .. 31 Dec 2012'  (Read 1434 times)

Offline anggi p putri

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • Location: PALEMBANG
    • View Profile
Re: From Lie Becomes the Truth 'CAST'
« on: December 28, 2012, 12:05:59 am »
Chapter One .

 

"Perkenalkan nama saya Divideo Goo .. Kalian bisa memanggil saya David atau. Davi saja .." Ucapnya dingin tanpa senyum ataupun ekspresi lain.

Berbagai mata menatap kearah lelaki itu yang kini tengah berdiri tegap disamping ibu yoon , guru matematika sekaligus wali kelas XII-Ipa 2. Wajah anak permempuan sudah semeringah bahagia saat melihak sosok jangkung dengan wajah bak malaikat berdiri disana sedangkan para pria hanya menatap tanpa ekspresi.

"Oke davi .. Kalau begitu kamu bisa memilih tempat duduk mu .." Seru ibu yoon datar.

Davi mengangguk hormat dan melirik beberapa bangku kosong didepannya. Dilihatnnya beberapa anak perempuan sibuk menatapnya lekat-lekat sambil memberikan senyum termanis yang justru membuatnya muak. Ada juga beberapa anak yg mengusir teman sebangkunya agar Davi memilih duduk disampingnya.

Davi semakin bosan dengan pemandangan itu. Lalu ia menangkap sosok gadis mungil yang duduk di barisan ujung sebelah kanan deratan no 2 dari belakang yang dari awal ia masuk terlihat sama sekali tidak tertarik dengan kedatangannya. Hanya mata gadis itu yang satu-satunya yang menolak memperhatikan Davi dia terlihat sama sekali tidak tertarik.


***************

 Irish, yaa .. Gadis yang bernama lengkap Fairish Kim itu tengah asik mencoret-coret kertas buram miliknya sambil sesekali melirik teman-temannya yang tengah melemparkan gurauan tentang pria yang baru saja memperkenal kan dirinya tadi. Namun tiba-tiba ia melihat sosok jangkung yg seharusnya masih berdiri didepan kelas kini telah ada disampingnya sambil menatapnya serius.

"Boleh aku duduk di sini?" Tanya pria itu datar. Irish yang masih terperangah karena ketidak percayaannya kini malah dibuat semakin terkejut saat pria itu langsung duduk tanpa mendegar persetujuan dari irish . . Kemudian gadis itu melirik kearah Bum yang katanya mau pindah tempat duduk kesampingnya karena tidak tahan dengan ocehan hyuna tentang kucing kesayangannya yang baru saja mati kedinginan di teras rumah.

"Ta..tapi , Bum .. Bum bilang dia mau duduk disini .." Tolak irih sehalus mungkin.

"Hemm , tidak ada masalah. Aku tidak keberatan kalau harus duduk bertiga" jawab Davi acuh tak acuh.

Irish mengaung dalam hati 'Nih cowok ganteng-ganteng bloon' pikirnya. Kemudian ia menyerah dan membiarkan Davi duduk manis disampingnya dengan diiringi tatapan iri gadis di seluruh kelasnya.

 

*************

 

Keesokan harinya Irish bangun dari tidur tepat pukul 5.30 , lima belas menit sebelum jam bekernya berbunyi. Dengan sigap ia lari terbirit-birit kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya hanya dalam waktu kurang dari 15 menit. Dan saat ia kembali kekamar jam bekernya berbunyi.

"Hahaha telat !" Ejeknya pada jam beker. Sejak semalam iris memang sudah susah tidur gara-gara memikirkan kejadian ajaib di sekolah. Anak sekeren Davi memilih duduk di sampingnya 'omo'.. Karena itulah mulai hari ini ia berjanji akan datang pagi-pagi kesekolah biar bisa lama-lama berduaan dengan Davi.

Sambil terus berhayal , Fairish mengambil beberapa buku yang terletak di atas tempat tidur dan langsung turun dari sana. Adiknya Viorish yang tidur satu kamar dengannya sontak terbangun dan turun dari ranjang saat melihat sang kakak terburu-buru.

"Jam berapanih ?" Tanyannya panik sambil merapikan buku pelajarannya.

"Jam enam." Jawab Fairish santai.

Sontak adiknya Orish langsung menghentikan kesibukannya dan menatap sang kakak bingung . "Ah?! Kenapa udah buru-buru seperti itu?"
Fairish tidak menjawab. Ia malah sibuk menyemprotkan parfum keseluruh tubuh.

"Ihh pasti eonni mau buat contekan buat ulangan jam pelajaran pertama yaa."

Fairish menoleh "ih sok tau" jawabnya ketus dan langsung keluar dari kamar tersebut meninggalkan sang adik yang geleng-geleng ditempat.
 

***********


Fairish sempat terkejut saat melihat halaman SHINWA yang masih sepi. Ia sempat mengira kalau dialah orang pertama yang akan datang disekolah sebesar itu. Tapi pemikiraannya itu langsung ia kubur setelah melihat seluruh anak cewek di kelasnnya telah lengkap!. Anak cowok sih masih kosong , tapi yang cewek ? Woww udah ramai.

Penampilan mereka juga udah berbeda 180 drajat. Ada yang kemarin rambutnya lurus hari ini malah berambut kriting. Yang kemarin kriting sekarang malah jadi lurus. Sohyun yang tingginya cuma beda 2 cm dari Fairish kini terlihat lebih menjulang. Selidik demi selidik ternyata sepatunya ada haknya . Tidak hanya itu Merry dan Emma , dua siswi konglomerat disekolah itu ternyata memakai eyelshadow .. Tapi karena takut ketahuan guru, mereka menutupinya dengan poni.

Sekarang hanya Fairish lah yang masih tetap sama, tidak ada perubahan sama sekali. Tetap mungil, putih, dengan bedak bayi yang menutupi wajahnya serta harum parfum yang lembut seperti kemarin-kemarin.

Wuyoung dan heacul yang datang bersamaan langsung terkaget-kaget saat melihat kelas yang biasa mereka tempati kini menjadi ajang kecantikan. Semuruh cewek dikelas itu berubah drastis kecuali Fairish tentunya.

"Wow , bau apanih ?" Tanya heacul begitu mendekati Eun so yang hari ini memang menggunakan parfum beralkohol yang menyengat hidung.

"Ih mer.. Apatuh yg di mata kamau , kok kelap-kelip?" Tanya sungmin begitu menyadari ada sesuatu di mata merry.

"diem!" Hardik merry sadis.

Davi sudah datang 10 menit setelah kedatangan Fairish, sama seperti yg lain dia pun ikut terkejut atas perubahan kelas ini. Kegilaan gadis-gadis itu tidak cuma itu saja, dari pagi mereka telah duduk di kursi-kursi sekitar Davi. Merry dan Seoyoung duduk berhimpit-himpitan di kursi milik Fairish yang menyebabkan gadis itu terpaksa ngungsi ke kursi milik Joon yang sedang mondar-mandir didalam kelas.

*****************

Sejak hari itu Fairish tidak lagi datang pegi kesekolah, toh meskipun ia capek-capek datang sepagi mungkin tapi tetep aja kelas sudah ramai oleh cewek-cewek centik yang duduk di kursi miliknya ataupun di dekatnya dan mereka semua tidak akan pergi meskipun diusir. Kecuali bel masuk telah berbunyi mereka pasti segera meninggalkan tempat itu dengan wajah kecewa.

Setelah 4 hari kedatangan Davi kesekolah, cowok itu hanya bicara dengan Fairish 1 kali. Yaa hanya satu kali.

"Nama kamu siapa?"

"Fairish Kim"

"Bagus.. Terispirasi dari fairy ya."

"Ne" jawabnya mengangguk .

***************

Hari ini pelajaran kosong 2 jam , seisi kelas sibuk bercanda dan berguarau ria. Para gadis sibuk menatap Davi dengan sejuta kekaguman.

"Heiii kyuhhhh ..aku mau mau kimchiii buatan ibuu muu satuuuuu..". SungMin bernyanyi lagu Arirang yang di ganti liriknya.

"Akuuuu jugaa mau.. Satuu sajjaaa." Sambung Heachul dengan lagu yang sama
 

Davi yg mendengar itu langsung tertawa kecil. Sempat menghebohkan kerumunan gadis yang memperhatikannya karena ini kali pertawa pria itu tertawa.

"Mereka kepana far?.." Tanya Davi ke Fairish yang juga sempat terkejut.

"Ah?! Oh itu .. Eomma kyuhkyun jualan kimchi , tapi kyuhyun hanya mau ngeladenin orang yang mesen pakek adat korea .. Seperti lagu , atau tarian gitu.."

"Loh kok bisa?" Tanya Davi bingung.

"Katanya sih buat menjaga tradisi dan kebudayaan di Korea agar tidak terlarut dalam arus globalisasi."
 
"Ah? Hahaha" Davi tertawa. "Oh ya , kamu mau Kimchi juga?" Tanya Davi lembut.

"Aniyo.. Aku udah bosen , seminggu kemarin udah makan itu mulu.. Emang kamu mau pesen?"
Davi mengangguk dan tersenyum tipis.
 
"Tapi..tapikan harus nanyi atau joget." Tanya Fairish tak percaya.

"Ah gampang.." Sahutnya PD "kyuhhhyyuunn peeesennn 1 bbuunnggkkuussss kimmmchiinyaaa." Suara cempreng milik Davi mengelegar didalam kelas itu.
 
Beberapa siswi teriak histeris dan melotot tak percaya. Davi nyanyi sambil teriak geje kayak gitu . Ohh nooo.

"Oookeeee" balas kyuhkyun

 
***********

Sejak hari itu Davi jadi semakin akrab dengan anak-anak cowok dikelasnya. Ia juga mengikuti ekskul basket. Melihat postur badan dan permainannya yang bagus , ia langsung diangkat jadi pemain tetap tanpa tedeng aling-aling.

Fairish sendiri tetep aja cuek, dan gak berbah dari hari biasanya. Ia hanya bicara dengan Davi kalau cowok itu yang dulian ngomong . Kalau tidak ia tidak akan mau bicara dengan Davi sepatah katapun.

Hari ini jam pelajaran kembali kosong, Fairish ngungsi di kursi Bum karena sibuk memperhatikan sketsa buatan joon yang memang sangat bagus. Sedangkan kursi miliknya kini telah dipenuhi segerombolan cewek centik.


"Punya siapa ini ?" Tanya Davi dingin begitu melihat sekotak kue coklat yang di ada diatas meja miliknya.

"Buat kamu Dav." Jawab merry yang keluar dari kerumunan cewek disamping Davi.

Davi berdiri dan memegangi kue itu "kamu kira saya orang kelaparan!!" Sahutnya keras dan penuh emosi.

"Ah .. Bukan begitu. Aku cuma mau kasih perhatian ke kamu."

"Saya tidak butuh itu!!" Teriaknya tepat dihadapan Merry. "Nih Ambil!"

Namun Merry tidak beranjak juga membuat Davi semakin geram.

"Kalian mau?." Tanya Davi pada teman laki-lakinya yang duduk bersama-sama dikursi belakang.

"Mauuuuu" teriak mereka bersamaan yang dari tadi sudah menginginkan kue itu. Hanya berselang beberapa detik kue itu telah di lahap oleh mulut - mulut rakus yang berebut.

"Waduhh .. Enak banget Merr.. Kau buat sendiri yaa ? Enak bangett!" Seru heachul .

"Hahaha . Untung kamu tidak makan kue ini Dav. Nanti kamu malah terhipnotis kayak Heachul"
 
Semua orang kontan ketawa. Merry yang mendengar ucapan konyol dari woyoung barusan langsung lari keluar kelas menahan malu.

"Eh bum aku duduk sini aja yaa .. Please buat hari ini ya." Buku Fairish pada Bum yang baru akan mengusirnya.

"Lah tempatmu kan disana ris .."

"Ah .. Aku taku nanti aku juga dibentak-bentak" tandas Fairish ngeri.

"Kamu kan tidak ngapa-ngapain ? Ga usah takut deh. Nanti aku anterin." Hibu Bum

"Tapi kali aja ada seosson ke 2.."

Bum yang mendengarnya nyengir dan menarik Fairish agar berdiri dari kursi miliknya. Dengan perasaan ngeri Fairish duduk disamping Davi dengan ditemani Bum . Sebelum ia pergi Bum sempat membisikan satu hal pada Davi.

"Dia tadi ketakutan duduk disamping kau .. Katanya takut ada seasson ke 2 nya"

Davi nyaris ngakak saat mendengar itu. Sampe segitu takutnya Fairish dengan Davi. Dan hal ini membuat Davi memikirkan suatu hal yang mingkin bisa membuatnya lepas dari hal-hal menyebalkan disekolah ini.

TBC

banyak pelukis yang bilang kalau lukisan adalah ekspresi dari perasaan di hati mereka