Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 51424 times)

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
The Day I Fall in LOVE

Chap 20

Hyun Soo menatap berkas-berkas yang menumpuk di hadapannya dengan pandangan puas…satu persatu berkas-berkas itu telah diperiksanya dengan teliti dan satupun tidak ada yang mengecewakan hatinya.

“Good job, Miss Son” ujar Hyun Soo bangga pada sang sekretaris yang berdiri dengan setia di samping meja kerjanya.

Miss Son tersenyum senang. Dia tahu betul tabiat Hyun Soo…bila sang atasan memberikan pujian atas hasil kerja seseorang, maka Hyun Soo benar-benar mengatakannya dengan tulus…Hyun Soo tidak pernah bisa berpura-pura.

“Semua berkat bimbingan dan kerja keras anda, Sajangnim” sahut Miss Son.

“Kau terdengar seperti sekretaris pribadi ayahku saja, Miss Son” sambut Hyun Soo geli.

“Ne, sajangnim?”

Hyun Soo makin mengembangkan senyuman gelinya saat melihat ekspresi wajah sekretarisnya yang tampak terkejut,

“Jawabanmu tadi…seperti jawaban yang biasanya diberikan oleh sekretaris pribadi ayahku saat Presiden Lee memberikan pujian pada hasil kerjanya”

Miss Son tampak malu-malu mendengar kata-kata Hyun Soo tadi. Di lain pihak Hyun Soo yang melihat wajah merona malu milik Miss Son, seperti tersadarkan akan sesuatu.

“Oh ya, Miss Son. Apakah persiapan yang kusuruh kemarin sudah kau lakukan?”

Ekspresi tersipu malu Miss Son seketika berubah menjadi sikap profesionalnya lagi secepat perubahan ekspresi wajah dari atasannya. Miss Son tidak perlu bertanya lagi tentang apa yang dimaksudkan oleh Hyun Soo barusan,

“Ne, Sajangnim. Semua sudah beres”

Hyun Soo mengangguk senang, “Aku ingin semua berjalan dengan sesempurna mungkin untuk istriku”

_____


Hee Young termenung menatap pemandangan sibuk kota Seoul dari jendela samping mobil Eun Kyun, bibirnya terkatup rapat. Kedua matanya memang seperti memandang suasana di luar sana, tapi pada kenyataannya otak Hee Young tengah disibukkan oleh sesuatu yang membuatnya berpikir keras.

Memori Hee Young seperti membawanya pergi pada kejadian setengah jam yang lalu di kampusnya…tepat pada saat Mr. Shane hadir kembali ke hadapannya.

“Mr. Shane!”

Hee Young sungguh tidak bisa menutupi kegembiraannya saat berjumpa kembali dengan Mr. Shane…sudah berapa lama dirinya dan Mr. Shane tidak bertemu? Hee Young lupa, tapi yang pasti dirinya merasa sangat bahagia dapat melihat wajah tampan guru les bahasa Inggrisnya itu lagi. Hee Young benar-benar tidak menyangka akan berjumpa kembali dengan Mr. Shane di tempat ini…di kampusnya sendiri.

Hee Young merasa Mr. Shane sepertinya juga sangat bahagia berjumpa kembali dengannya…mengapa tidak? Bukankah pria tampan itu sendiri yang sengaja datang ke kampus  ini untuk mencarinya?

“Lama tidak berjumpa, Hee Young-a”

Bahasa Korea Mr. Shane memang belum terlalu bagus, tapi kata-kata yang dikeluarkannya sungguh terdengar semakin sempurna. Tatapan matanya yang lembut membuat jantung Hee Young seakan agak terlonjak dari rongganya…tapi tidak mungkin Mr. Shane seperti yang disangkakan oleh Eun Kyung selama ini, dia tidak mungkin menaruh hati pada Hee Young…dan Hee Young sangat yakin akan hal yang satu itu.

“Anda terlihat sehat, Mr. Shane. Udara Australia memang sangat bagus bagi anda”

Hee Young mencoba menjawab dengan wajar…ditatap oleh Mr. Shane sedemikian rupa membuat Hee Young agak risih. Mengapa Mr. Shane harus menatapnya seperti itu? Hee Young sungguh tidak mengerti.

Jawaban Hee Young rupanya membawa tawa ke bibir Mr. Shane. Hee Young agak terkejut dengan reaksi pria itu.

“Mian…mianhae, Hee Young-a” ucap Mr. Shane setelah tawanya agak reda, “tapi kata-katamu membuatku terdengar seperti pria tua sakit-sakitan yang memerlukan udara kampung halamannya untuk membuatnya kembali sehat”

Hee Young merasa kedua pipinya terasa panas…pasti kedua pipinya merona merah lagi. Hee Young merasa agak bersalah dan malu pada Mr. Shane…saat ini Hee Young merasa tidak sanggup menatap wajah Mr. Shane dulu.

“Choesonghaeyo, Mr. Shane” ucap Hee Young pelan.

“Aku sangat merindukan rona merah di kedua pipimu, Hee Young-a. Ah, tapi tidak, aku merindukan segala hal yang ada pada dirimu”

Kata-kata Mr. Shane yang diucapkan dengan nada lembut dan datangnya secara tiba-tiba itu otomatis membuat Hee Young terperangah…kedua matanya menatap Mr. Shane mencoba mencari ekspresi bergurau disana, tapi ternyata yang didapati Hee Young adalah sebuah ekspresi yang sama lembut dengan nada suaranya…Mr. Shane terlihat serius dengan ucapannya itu.

“Ehmm…”

Suara mendehem itu membuat Hee Young kembali sadar kalau saat ini sahabatnya, Eun Kyung juga berada di tempat yang sama dengan dirinya dan Mr. Shane…Hee Young memalingkan wajahnya pada Eun Kyung yang berdiri di sampingnya. Eun Kyung balas menatapnya, dan wajah sahabatnya itu terlihat sama terkejutnya dengan dirinya. Ketika Hee Young kembali memusatkan perhatiannya lagi pada Mr. Shane, pria itu terlihat mendekatkan jarak di antara mereka…Hee Young merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan, haruskah dirinya melangkah mundur menghindari Mr. Shane ataukah tetap berdiam di tempatnya? Kedua kakinya akhirnya mengambil opsi pertama, Mr. Shane tersenyum kecil melihat kenyataan itu.

“Aku tahu kalau kata-kataku tadi membuat kau merasa terkejut atau mungkin akan takut padaku, tapi aku bersungguh-sungguh dengan kata-kataku itu, Hee Young-a. Kedatanganku kembali ke Korea ini bukan tanpa tujuan…aku memiliki tujuan besar yang ingin kugapai…dan tujuan itu adalah…”

Tepat saat itu kata-kata Mr. Shane harus terhenti oleh dering ponselnya sendiri…Hee Young merasa agak terselamatkan oleh benda kecil itu sementara waktu.

Mr. Shane mengeluarkan ponsel itu dari saku depan kemejanya, dan dengan pandangan agak menyesal pria itu memberi isyarat kepada Hee Young kalau dirinya harus mengangkat ponsel itu terlebih dulu…bibirnya menggerakkan kata ‘penting’ tanpa mengeluarkan suara sedikitpun pada Hee Young sesaat setelah pria itu tahu siapa yang menghubungi dirinya. Hee Young mengangguk kecil tanda menyetujui.

Ketika Mr. Shane agak menjauh untuk menerima panggilannya, Eun Kyung menggamit lengan Hee Young,

“Mr. Shane sepertinya akan memproklamirkan perasaannya padamu, Hee Young-a”

Hee Young menatap wajah sahabatnya itu dengan pandangan bingung, “Menurutmu begitu, Eun Kyung-a?”

“Tentu saja! Dari dulu aku tahu kalau dia ada perasaan khusus padamu…kau saja yang tidak mau percaya!”

Hee Young bergerak gelisah, “Mana aku tahu dia menyimpan perasaan padaku?! Dia tidak pernah mengatakannya langsung…dan sekarang…”

“Apa maksudmu dan sekarang? Apa kau mau mengkhianati suamimu dengan menerima pernyataan cinta dari Mr. Shane?”

Hee Young mendelik kesal pada Eun Kyung, “Apa kau pikir aku sudah gila? Aku tidak akan pernah melakukannya, Eun Kyung-a…suamiku adalah satu-satunya pria dalam hidupku saat ini dan aku harap sampai aku mati nanti!”

Belum sempat Eun Kyung mengucapkan jawabannya, Mr. Shane sudah kembali ke tempat mereka menunggu. Senyuman manis kembali terpahat di bibirnya menambah ketampanan wajahnya…Hee Young harus menyadarkan dirinya sendiri kalau Hyun Soo-nya jauh lebih tampan dari Mr. Shane…

“Mianhae, Hee Young-a. Aku harus pergi dulu. Sebetulnya aku telah diterima bekerja di sebuah perusahaan besar, dan sekarang mereka sedang menungguku untuk menandatangani beberapa berkas yang berhubungan dengan bergabungnya diriku disana…tapi karena aku merasa sudah sangat merindukanmu, aku memutuskan untuk pergi kesini terlebih dahulu. Kita bisa bicara lain waktu kan? Aku akan menelponmu”

“Sebenarnya Mr. Shane…”

“Mianhae, Hee Young-a. Aku agak terburu-buru sekarang, tapi aku pasti akan menghubungimu nanti”

Sambil berkata begitu, Mr. Shane menaruh telapak tangan kanannya dengan lembut ke pipi kiri Hee Young, membuat Hee Young agak tersentak kaget dan sedikit menjauhkan pipinya dari sentuhan lembut pria itu. Mr. Shane tersenyum kecil dan dengan paham menarik kembali tangannya.

“Bye, Hee Young-a”

Hee Young tidak tahu apa yang harus dikatakannya, lidahnya terasa kelu…terlebih lagi dengan  perlakuan Mr. Shane barusan.

Mr. Shane semakin berjalan menjauh menuju mobilnya dan Hee Young terdiam terpaku menatapnya dari tempatnya berdiri…bagaimana reaksi Mr. Shane nanti bila tahu Hee Young sudah tidak sendiri lagi?


“Hee Young-a…Hee Young-a…”

Hee Young tersentak kaget ketika merasakan sentuhan telapak tangan kanan Eun Kyung di pundak kirinya…ditatapnya wajah Eun Kyung dengan ekspresi kaget. Eun Kyung tersenyum kecil,

“Kita sudah sampai”

Hee Young seperti tersadar, menolehkan kepalanya ke samping kanan dan Eun Kyung memang benar, mereka memang sudah sampai ke tempat tujuan mereka.

“Sudah sampai…” kata-kata itu meluncur dengan pelan dari bibir Hee Young.

Eun Kyung menatap sahabatnya itu dengan pandangan prihatin,

“Aku tahu apa yang sekarang sedang kau pikirkan, Hee Young-a. Sejak pertemuan kita dengan Mr. Shane di kampus tadi, kau kelihatan tidak fokus pada apapun…aku sudah mencoba memanggilmu beberapa kali selama perjalanan kita kesini, tapi kau tidak mendengarkan”

“Mianhae, Eun Kyung-a” jawab Hee Young pelan…kepalanya tertunduk menatap jari-jari tangannya sendiri…kemudian dengan perlahan diangkatnya kepalanya untuk menatap Eun Kyung lagi,

“Kau mendengar sendiri kata-kata Mr. Shane padaku kan? Aku tidak pernah menyangka dia akan memiliki perasaan khusus padaku. Memang dia selalu menuliskan kata ‘merindukanmu’ padaku dalam beberapa SMS yang dikirimkannya, tapi aku tidak pernah mengarahkan pengertianku kepada hal-hal yang bersifat pribadi. Dia guruku dan selama ini dia memang bersikap seperti seorang guru padaku”

“Tapi Mr. Shane juga seorang laki-laki normal, Hee Young-a…pernahkah kau berpikir sekali saja kalau dia akan menaruh hati padamu?”

Hee Young menggeleng pelan, “Tidak…karena aku tidak pernah bermimpi Mr. Shane akan tertarik padaku. Aku akui kalau Mr. Shane memiliki pesona yang aku kagumi tapi aku pikir dia tidak akan menganggapku spesial karena aku tidak memiliki kualifikasi itu”

“Kualifikasi apa?”

“Kualifikasi untuk menjadi wanita idamannya”

Eun Kyung tersenyum kecil, “Lalu apa kau masih ingat pembicaraan kita beberapa bulan yang lalu tentang bagaimana tipe wanita yang disukai oleh Hyun Soo-ssi?”

Hee Young menatap Eun Kyung dengan pandangan bingung sebelum akhirnya mengangguk.

“Aku pernah berkata kalau kau bukan termasuk tipe gadis yang disukai oleh Hyun Soo-ssi tapi lihat dimana kau berada sekarang?! Kau menjadi istrinya! Bukan sekedar gadis yang dikencani olehnya. Demikian pula dengan Mr. Shane, tanpa kau sadari dan sengaja, kau telah menaklukkannya. Aku benar mengenai hal itu, Hee Young-a” cecar Eun Kyung.

Hee Young menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali,

“Ya, kau benar. Tapi sekarang yang paling penting adalah bagaimana cara untuk memberitahukan tentang statusku sekarang pada Mr. Shane. Untuk mengatakannya berarti aku harus menemuinya lagi…untuk menemuinya lagi berarti aku harus meminta izin pada suamiku. Memang Hyun Soo-ssi sudah pernah memberikanku izin untuk bertemu dengan Mr. Shane, tapi itu karena dia belum pernah mengetahui siapa Mr. Shane yang sesungguhnya…dan juga karena dia belum pernah tahu tentang perasaan Mr. Shane padaku”

Eun Kyung tersenyum lagi, “Kalau begitu manfaatkan hal itu, Hee Young-a”

“Maksudmu?”

“Iya…maksudku, kau bisa memanfaatkan izin dan ketidaktahuan suamimu tentang Mr. Shane untuk menemui Mr. Shane lagi! Kau bisa memberitahu tentang statusmu atau apapun yang akan kau katakana pada Mr. Shane tanpa membelakangi suamimu sendiri!”

“Kau pikir Mr. Shane akan menerima dengan mudah penjelasanku tentang status baruku?”

“Tentu saja”

“Jadi aku tidak perlu memikirkan hal ini secara berlebihan kan?”

“Tentu saja, Hee Young-a. Kau tidak perlu membebani pikiranmu sendiri dengan masalah ini. Kau tidak menyakiti siapapun dengan statusmu sekarang. Aku yakin kalau Mr. Shane akan menerima dengan baik penjelasanmu nanti. Nah, sekarang lebih baik kau hibur dirimu dengan acara belanja kita. Aku akan membantumu merencanakan pertemuan keduamu dengan Mr. Shane”

“Dan kau tidak akan menceritakan ini pada Dae Kwan-ssi kan?”

Eun Kyung menatap serius wajah sahabatnya itu, “Aku terlebih dahulu menjadi sahabatmu sebelum aku menjadi pacar oppa, Hee Young-a…tentu saja aku tidak akan membicarakan tentang masalah ini padanya!”

Hee Young tersenyum senang, “Gumawo, Eun Kyung-a”

Dan Eun Kyung menerima ucapan terima kasih itu dengan senang hati.

_____


Mr. Shane keluar dari mobilnya dengan perasaan senang…bagaimana mungkin dia tidak akan senang? Dia sudah bisa bertemu lagi dengan Hee Young dan menyampaikan sedikit dari perasaan hatinya pada gadis cantik itu…dia semakin cantik saja setelah beberapa bulan ditinggalkan…dan bagi Mr. Shane tidak ada hal yang lebih membahagiakan daripada yang baru saja dialaminya bersama Hee Young tadi, tapi tentu saja dia akan lebih berbahagia bila Hee Young dapat menerima cinta tulusnya.

Hee Young tidak pernah tahu betapa selama di Australia, hanya pikiran tentang dirinya saja yang bermain-main di benak Mr. Shane…Hee Young tidak pernah tahu betapa Mr. Shane sangat ingin kembali ke Korea secepat mungkin hanya untuk menatap wajahnya, mendengar suara merdunya, melihat senyuman indahnya…dan tentu saja untuk segera mengungkapkan perasaannya pada Hee Young...perasaan yang sudah dipendamnya sejak pertama kali Hee Young menjadi muridnya.

Terlebih setelah dirinya dan kekasihnya berpisah, Mr. Shane merasa sudah tidak ada lagi penghalang bagi perasaannya pada Hee Young, namun sebuah urusan keluarga yang terpaksa diurusnya terlebih dahulu di negeri kelahirannya, Australia, kembali membuatnya harus menepikan dulu pernyataan cintanya pada Hee Young. Tapi kini dia telah kembali ke Korea, dan Mr. Shane merasa sekaranglah waktu yang tepat untuknya mengikrarkan apa yang menjadi cita-cita pribadinya pada gadis cantik itu.

“Mr. Shane Choi?”

Suara itu membuyarkan segala hal tentang Hee Young dari kepala Mr. Shane. Dengan tersenyum disambutnya kehadiran seorang pria bersetelan rapi yang tadi menegurnya,

“Ya, saya sendiri”

“Selamat datang di kantor pusat kami, LGG Tower. Nama saya Kim Bon Hwa, saya yang akan menjadi supervisor anda di kantor ini”

“Oh, maafkan saya”

Mr. Shane membungkuk untuk menyampaikan rasa hormatnya kepada pria di depannya yang langsung tertawa kecil melihat tingkah lakunya.

“Tidak usah seperti itu kepada saya, Mr. Choi. Di perusahaan ini berlaku prinsip kekeluargaan…kita saling menghormati layaknya keluarga sendiri, jadi tidak usah memperlakukan saya seperti seorang atasan tertinggi”

“Tapi anda tetap senior saya, Mr. Kim. Terima kasih sudah sudi mengingatkan saya di telepon tadi dan juga sudah menunggu saya disini. Maafkan saya bila datang agak terlambat”

Mr. Kim tersenyum ramah, “Tidak apa-apa, Mr. Choi…anda belum terlambat sebenarnya. Sekarang anda bisa ikut saya untuk menandatangani beberapa berkas supaya anda segera bisa dapat bekerja”

“Baiklah, Mr. Kim. Kamsahamnida”

“Bahasa Korea anda bagus sekali…dan kalau dilihat dari nama belakang, anda ada garis keturunan Korea?”

“Ya, benar sekali…kakek dari pihak ayah saya adalah orang Korea asli. Beliau menikah dengan nenek saya dan kemudian pindah ke Australia. Saya lahir dan besar disana, namun mencoba peruntungan disini”

Mr. Kim tertawa mendengar jawaban Mr. Shane itu, “Maka dari itu kita harus segera memulai peruntungan itu di lantai atas”

Mr. Shane ikut tertawa bersama supervisornya itu.

Kedua pria itu kemudian berjalan bersisian menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai atas gedung megah itu.

“Saya yakin anda sudah tahu tentang tugas anda disini…Miss Han pasti sudah memberitahukannya pada anda kemarin?”

“Ya, benar sekali, Mr. Kim” jawab Mr. Shane hormat.

Saat mereka sedang berjalan menuju lift itulah, Mr. Shane merasa beberapa pasang mata sedang memperhatikannya…berpasang-pasang mata dari beberapa karyawan wanita yang tampak antusias melihat kehadirannya di tempat itu. Mr. Kim rupanya juga menyadarinya,

“Pemandangan seperti ini akan anda dapati selama anda berada di tempat ini, Mr. Choi…tapi sayangnya, anda harus berbagi dengan seseorang untuk menjadi pusat perhatian” ujar Mr. Kim dengan nada geli.

Mr. Shane mengerutkan alisnya, “Berbagi untuk menjadi pusat perhatian? Dengan siapa maksud anda, Mr. Kim?”

“Dengan atasan anda sendiri”

“Dengan anda?”

Mr. Kim tertawa geli, “Tentu saja bukan dengan saya…mana sudi wanita-wanita muda yang cantik-cantik itu melemparkan pandangan mereka pada saya. Maksud saya adalah atasan kita berdua, Lee Hyun Soo-sajangnim”

“Lee Hyun Soo-sajangnim? Apakah usia beliau masih sangat muda?”

“Ya, benar. Usia beliau lebih muda setahun daripada anda…tapi untuk urusan pernikahan, anda sedikit ketinggalan…beliau sudah menikah”

“Sudah menikah? Di usia yang begitu muda? Jarang ada seorang eksekutif muda yang memikirkan tentang pernikahan…beliau cukup berani”

“Ya. Sebenarnya saya juga baru saja mengetahui hal itu beberapa hari yang lalu, ketika istri beliau datang ke tempat ini”

“Anda baru saja tahu tentang pernikahan beliau?”

“Ya, baru saja. Istri beliau masih sangat muda…kalau saja bukan sekretaris Presiden Direktur yang mengatakannya, saya tidak akan percaya kalau wanita muda itu adalah istri Lee-sajangnim…istri beliau sangat cantik! Selera sajangnim memang sangat tinggi” ujar Mr. Kim sambil terkekeh.

Mr. Shane hanya tersenyum kecil…dia tidak terlalu peduli dengan kehidupan pribadi calon atasannya…karena tidak berapa lama lagi dia akan memiliki istrinya sendiri, yang tentu saja tidak akan kalah cantik dengan istri Lee-sajangnim. Dan ketika Mr. Shane mengikuti langkah Mr. Kim untuk masuk ke dalam lift, semangatnya tumbuh dengan pesat…dia akan berusaha bekerja dengan baik agar bisa memberikan kehidupan yang layak bagi Hee Young kelak.


_____


Mr. Shane keluar dari lift yang membawanya turun ke lantai dasar LGG tower dengan senyum mengembang…betapa tidak? Hari ini dia telah mendapatkan kontrak kerja yang sangat berharga…walaupun hanya sebagai pekerja lepas, namun menurut Mr. Kim kalau kinerjanya sangat baik, dia bisa dipromosikan untuk menjadi pegawai tetap.

Mr. Shane merasa masa depannya sangat cerah bila dia bisa bekerja di perusahaan besar ini sebagai seorang pegawai tetap…karena sebagai pegawai lepas saja dia memperoleh penghasilan yang cukup besar, maka bila dia menjadi pegawai tetap, dia akan memperoleh gaji yang sangat lebih dari cukup.

Sekarang Mr. Shane merasa cukup percaya diri untuk menghadap Dr. Goo agar dia bisa meminang Hee Young sebagai istrinya. Akan cukup sulit memang, mengingat Hee Young adalah seorang putri kecil bagi Dr. Goo…seorang permata hati yang akan agak susah untuk dilepaskan untuk menjadi istri seorang pria blasteran yang bukan warga negara Korea…namun Mr. Shane yakin apabila status kewarganegaraannya sebagai seorang Korea disetujui dan ditambah pula dengan penghasilan yang lumayan, Dr. Goo dan istrinya akan mengabulkan pinangannya atas diri Hee Young.

Karena keasyikan melamunkan Hee Young, Mr. Shane tidak menyadari arah kakinya melangkah…tiba-tiba saja pundak kanannya menyenggol pundak kiri orang lain yang berjalan berlainan arah dengannya…Mr. Shane sempat mendengar sebuah pekikan kaget milik seorang wanita sebelum akhirnya dia cepat-cepat berbalik untuk melihat siapa yang disenggolnya…

“Kwenchana, Miss Son”

Suara berwibawa itu terdengar dari mulut pria yang disenggol oleh Mr. Shane tadi.
 
Mr. Shane memperhatikan pria itu dengan seksama…seorang pria muda tampan yang berpakaian mahal sedang mencoba meyakinkan wanita muda yang kelihatan khawatir padanya.

“Choesonghamnida, saya tidak memperhatikan arah jalan saya” ucap Mr. Shane hormat kepada pria muda itu.

Sang pria muda tersenyum ramah, “Tidak apa-apa. Itu bukan hanya salah anda, saya juga bersalah. Karena begitu sibuknya menginstruksikan segala sesuatunya pada sekretaris pribadi saya ini, saya juga tidak memperhatikan arah jalan saya”

Mr. Shane ikut tersenyum…kalau dilihat dari penampilannya, Mr. Shane yakin kalau pria muda yang ada di hadapannya sekarang adalah seorang eksekutif muda yang sangat sukses…tinggi mereka hampir sepadan, namun kelihatannya pria ini berusia lebih muda dari Mr. Shane.

“Anda yakin anda tidak apa-apa, sajangnim? Tidak ada yang terluka?” wanita muda yang setia mendampingi pria itu bertanya lagi.

Dengan senyum sabar, pria itu kembali menjawab,

“Kwenchana, Miss Son…aku tidak apa-apa. Tidak ada yang terluka karena ini adalah benturan ringan belaka”

Mr. Shane memperhatikan percakapan itu dengan baik…dan sebuah kesadaran mampir di otaknya,

“Anda Lee Hyun Soo-sajangnim?” tanyanya pada pria muda itu.

Si pria muda mengangguk ramah, “Ya, benar. Saya Lee Hyun Soo”

Mr. Shane agak terkejut sebentar dan lalu berusaha untuk memohon maaf lagi dengan benar,

“Oh, maafkan saya, sajangnim. Saya tidak mengetahui itu adalah anda”

Hyun Soo menatap Mr. Shane sekali lagi, kali ini dengan pandangan bingung…tapi untunglah Miss Son cepat tanggap dengan keadaan dan mengenali orang yang meminta maaf dengan penuh hormat padanya ini,

“Sajangnim, dia adalah pegawai lepas yang kemarin saya beritahukan kepada anda…namanya Mr. Choi”

Hyun Soo kembali memandang Mr. Shane,

“Mr. Choi? Anda ada darah Korea?”

Mr. Shane mengangguk…perasaannya agak ringan sekarang, melihat atasannya ternyata adalah seorang pria yang sangat ramah,

“Ya, benar, sajangnim. Kakek saya dari pihak ayah adalah orang Korea asli…jadi dari beliau-lah saya mendapatkan nama keluarga saya ini”

Hyun Soo tersenyum ramah, “Senang sekali mengetahui bahwa anda bekerja di perusahaan kami…mohon berikan yang terbaik bagi kemajuan perusahaan ini, Mr. Choi”

“Tentu saja, sajangnim…saya akan berusaha yang terbaik”

“Terima kasih, Mr. Choi. Selamat bekerja!”

“Ne. Terima kasih, sajangnim”

Pertemuan singkat itupun berakhir dengan pengucapan kalimat itu oleh Mr. Shane. Keduanya kemudian melanjutkan aktifitas mereka masing-masing di hari itu…tanpa pernah menyadari kalau takdir mereka berdua telah terikat oleh satu wanita yang sama-sama mereka cintai ; Goo Hee Young.

____


Hee Young duduk dengan gelisah di sofa besar di ruang tamu penthouse-nya bersama Hyun Soo. Sebentar-sebentar diliriknya jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kanannya, Hee Young benar-benar tidak sabar menunggu waktu kepulangan suaminya ke rumah. Dia bertekad untuk menceritakan tentang Mr. Shane pada Hyun Soo malam ini juga, karena walau bagaimanapun juga Hyun Soo berhak tahu tentang siapa Mr. Shane yang sesungguhnya.

“Jagi…”

Suara khas itu akhirnya terdengar setelah Hee Young merasa seperti seabad penuh menunggu pemiliknya datang…dengan tergesa Hee Young bangkit dari tempat duduknya untuk menyambut kedatangan Hyun Soo yang baru saja selesai menutup pintu.

“Wah…mimpi indah apa aku semalam, pulang kantor disambut dengan sambutan tergesa-gesa dari istri cantikku hari ini?” gurau Hyun Soo saat melihat Hee Young yang terburu-buru menyambutnya pulang.

Hee Young tersadar oleh sikapnya sendiri, dan dengan canggung berusaha untuk bersikap wajar seperti biasanya…Hyun Soo terkekeh pelan melihat perubahan itu,

“Wae? Mengapa berubah? Aku suka sekali bila disambut dengan gerakan terburu-buru seperti tadi oleh istriku…itu menunjukkan betapa rindunya kau pada kehadiran diriku di sampingmu”

Kedua pipi Hee Young seketika berubah merah merona. Hyun Soo memang ahli dalam hal menggoda dirinya…diam-diam Hee Young mengutuk dirinya sendiri, mengapa tidak bersikap sewajarnya saja tadi.

“Anhi…aku…aku…tidak bermaksud untuk terburu-buru tadi. Tadi…barusan…aku…aku ingin memastikan kalau pintunya tidak terkunci saja”
 
Hyun Soo makin tidak bisa menyembunyikan keinginan menggodanya melihat sikap Hee Young yang makin kelihatan salah tingkah. Hee Young benar-benar mampu membuat hati Hyun Soo jungkir balik melihat tingkah lakunya.

Istrinya yang cantik itu bisa bersikap lugu tanpa cela di depannya, namun bisa berbalik menjadi layaknya wanita dewasa yang memiliki gairah yang membuat Hyun Soo tergila-gila…Hee Young memang mampu membuatnya bertekuk lutut. Dan sekarang, saat ini, istrinya itu menampakkan sosok lugunya dan berusaha untuk beradu argumen dengan dirinya…dan Hyun Soo benar-benar menikmati saat-saat seperti ini.

“Istriku yang baik”

Mendapat pujian seperti itu, Hee Young mencoba untuk bersikap pongah di depan Hyun Soo, walaupun semburat malu itu masih tertera jelas di kedua pipi mulusnya,

“Tentu saja aku istri yang baik…coba bayangkan bagaimana kalau pintu itu terkunci, kau tidak akan bisa masuk kan?”

Hyun Soo tersenyum geli, “Aku masih punya jari-jari yang akan memencet bel untuk memberitahukan kedatanganku pada istriku yang manis”

Hee Young kelihatan terkejut selama beberapa detik…kedua matanya yang besar dan indah mengerjap beberapa kali, tanda dia sedang berkutat untuk menemukan jawaban selanjutnya. Hyun Soo menikmati gerak-gerik istrinya itu dengan pandangan senang…dan akhirnya,

“Baiklah…baiklah…aku mengaku kalah. Aku mengaku kalau aku memang sengaja menunggumu pulang dan aku akui kalau aku sangat ingin kau pulang cepat, maka dari itu aku terburu-buru menyambutmu”

Hee Young menumpahkan kata-katanya dengan mimik wajah kesal, Hyun Soo tertawa geli melihat bibir istrinya yang manyun akibat mengakui ‘kekalahannya’.

Dengan perlahan Hyun Soo melangkah menghampiri Hee Young dan mulai menutup jarak diantara mereka berdua,

“Dan sambutanmu membuatku merasa amat bahagia, jagi” bisiknya pelan…aroma mint segar nafasnya lembut membelai wajah Hee Young.

Dan tepat saat itu Hee Young kembali teringat dengan masalah Mr. Shane,

“Hyun Soo-ssi…anhi, maksudku yeobo…ada sesuatu yang ingin…aku…katakan” ucap Hee Young saat Hyun Soo menarik tubuhnya ke dalam pelukan hangat.

“Hmmm…nanti saja…semua hal bisa ditunda, jagi…tapi untuk merasakan tubuh mungilmu dalam dekapanku, aku tidak bisa untuk menundanya lebih lama. Apakah kau tahu, kau membuatku merindukan saat-saat seperti ini bila kita berjauhan?”

“Tapi, yeobo…” bisik Hee Young sambil mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan Hyun Soo.

“Ssst…tenanglah. Aku hanya ingin menikmati saat-saat ini. Ah, tubuhmu begitu mungil, jagi, tapi aku merasa sangat tepat untuk berada di dalam dekapanmu…kau memiliki kekuatan besar untuk membuatku segar kembali setelah seharian berada dalam rutinitas perusahaan yang melelahkan”

Kali ini Hee Young tidak bisa berkata apa-apa. Mendengar ‘keluhan’ Hyun Soo tentang lelahnya bekerja membuat Hee Young luluh…Hyun Soo benar, semua bisa ditunda…dan sekarang yang lebih penting adalah memberikan Hyun Soo ‘tenaga baru’.

Tubuh Hee Young ‘melunak’ dan lebih santai saat dirinya membalas dekapan Hyun Soo…dada bidang milik Hyun Soo terasa amat sangat hangat di pipi kanannya, tubuh suaminya itu masih wangi walaupun seharian beraktifitas di luar rumah…perlahan Hee Young menghirup aroma tubuh Hyun Soo, dan merasa tenang berada di dalam dekapannya.

“Apa saja yang kau lakukan hari ini, jagi?” tanya Hyun Soo sambil mencium puncak kepala Hee Young dengan lembut.

Hee Young melepaskan dirinya dari pelukan Hyun Soo dengan pelan,

“Hari ini aku berbelanja dengan Eun Kyung dan pada akhirnya kami berakhir di salon langganan Eun Kyung untuk menemaninya menata rambutnya khusus untuk kencan dengan Dae Kwan-ssi malam ini”

“Lalu apakah kau menikmati harimu?” tanya Hyun Soo lagi…ditariknya kembali Hee Young untuk lebih mendekat dan kedua tangannya mulai jahil mencoba untuk ‘merayap’ turun di pinggul Hee Young.

Hee Young menggeliat kegelian ketika Hyun Soo menyelipkan salah satu tangan ke balik baju kaosnya dan merayapkan jari-jarinya di belakang tubuh istrinya itu,
“Aku…agak….menikmati…nya….Hyun Soo-ssi!”

Hee Young terpekik kecil ketika kali ini tangan Hyun Soo turun untuk ‘menyelinap’ ke celana dalamnya.

Hyun Soo tersenyum jahil melihat istrinya terpekik, tapi dia tidak peduli…dengan nakal tangannya tetap meluncur turun dengan pelan ke balik celana dalam Hee Young,

“Kau merindukanku seharian ini?”

Hee Young mengangguk kecil…menikmati setiap sentuhan lembut tapi nakal jari-jari Hyun Soo di belakang tubuhnya,

“Aku merindukanmu seharian ini, jagi…tidak sabar untuk melakukan ini denganmu”

Ucap Hyun Soo lembut di bibir Hee Young…dengan lembut dikecupnya bibir mungil berwarna merah muda itu. Hee Young membalas kecupan Hyun Soo…dan tidak berapa lama kemudian kedua bibir itu sudah saling berpagut dalam ciuman panas penuh kerinduan dari para pemiliknya.

“Ah, kau sangat istimewa, dewiku…” ucap Hyun Soo pelan saat ciuman panas itu akhirnya berakhir, keningnya dan kening Hee Young saling beradu…keduanya harus menenangkan debar jantung dan jalan nafas mereka sebelum akhirnya dapat berkata-kata lagi.

“Kau juga sangat istimewa, yeobo” balas Hee Young tak mau kalah.

Hyun Soo tersenyum senang…kedua tangannya kembali bermain nakal di belakang tubuh Hee Young dan bibirnya sekarang bermain nakal di leher jenjang milik istrinya itu.

Awalnya Hee Young menikmati setiap sentuhan dan permainan bibir Hyun Soo di tubuhnya…erangan kecil keluar dari bibir mungilnya…namun tidak berapa lama kemudian, Hee Young ‘tersadar’ dengan arah cumbuan Hyun Soo padanya ini,

“Yeobo…yeobo…Hyun Soo-ssi!”

Dengan pelan Hee Young mencoba menepuk punggung Hyun Soo.

“Hmmm…” gumam Hyun Soo sambil terus mencumbu Hee Young…tangannya sudah berada di depan tubuh Hee Young sekarang…dan tangan itu akan terus merayap ke bagian dada Hee Young.

Hee Young berjuang agak keras sekarang agar tubuh suaminya itu agak menjauh dari tubuhnya,

“Hyun Soo-ssi…yeobo…kumohon, dengarkan aku”

Hyun Soo akhirnya ‘menyerah’ dengan keinginan Hee Young…wajahnya agak sedikit frustasi karena hasratnya terhalang,

“Ada apa lagi, jagi” ucapnya frustasi saat Hee Young menjauhkan tubuhnya dari tubuh Hyun Soo.

Hee Young tersenyum manis, “Yeobo, kurasa kau harus mandi dulu”

Kening Hyun Soo berkerut, “Mengapa aku harus mandi dulu? Apakah menurutmu tubuhku beraroma tidak sedap?”

Hee Young menggeleng kecil, ‘Anhi…aku hanya ingin tubuhmu segar kembali”

Hyun Soo mengeluarkan keluhan kecil, “Hee Young-a…jagi-ya…tubuhku akan benar-benar segar bila kita bermesraan”

Hee Young kembali tersenyum, “Tapi kita tidak bisa melakukannya bila salah satu diantara kita masih dalam keadaan penat, yeobo”

“Aku tidak merasa penat”

“Ya, kau penat”

Hyun Soo mengerutkan keningnya lagi, raut wajah Hee Young kelihatan serius walaupun sebuah senyuman terpahat manis di bibirnya. Hyun Soo menggeleng kecil sambil mengeluh lagi, Hee Young sekarang sedang memperlihatkan otoritasnya sebagai seorang istri.

“Baiklah” ucap Hyun Soo pelan.

Hee Young tersenyum semakin lebar. Didekatinya tubuh Hyun Soo untuk berbisik ke telinga kiri suaminya itu,

“Mandilah, yeobo. Aku akan menunggumu”

Dan dengan lembut dikecupnya pipi kiri Hyun Soo, membuat suaminya itu kembali mengeluh,

“Tidak bisakah kau menemani aku mandi, jagi?”

Hee Young tertawa kecil, “Kau seperti anak kecil saja”

Hyun Soo balas tersenyum, “Dan kau adalah atasanku yang galak…dan ingat, kau memiliki utang padaku” bisiknya nakal.

Kali ini giliran Hee Young yang mendapatkan hadiah kecupan lembut di pipi kanannya sebelum Hyun Soo melangkah menuju lantai atas untuk membersihkan tubuhnya.

Hee Young memperhatikan langkah-langkah suaminya dengan pandangan senang. Hyun Soo mampu membuatnya merasa seperti seorang wanita dewasa yang dihujani cinta begitu besar dari seorang pria yang dicintainya…dan untuk menjaga keutuhan cinta itu, Hee Young harus bersikap jujur pada suaminya.

Dengan bingung Hee Young menghempaskan kembali tubuhnya ke atas sofa…bagaimana caranya untuk memberitahu Hyun Soo tanpa harus ‘tercebur’ dalam buaian dan godaan nakalnya yang pasti berujung pada gagalnya usaha Hee Young untuk berterus terang tentang seseorang yang wajib diketahui oleh suaminya itu.

____


Hyun Soo keluar dari kamar mandi dengan siulan kecil di bibirnya…tubuhnya sudah lebih segar sekarang. Diambilnya baju kaos dan celana jeans yang sudah disiapkan oleh Hee Young untuknya…setelah menikah dengan Hee Young, Hyun Soo sekarang lebih menyukai busana kasualnya dibandingkan kemeja-kemeja mahal yang sering dipakainya ketika belum menikah dulu.

Setelah berpakaian lengkap, Hyun Soo menuju keluar kamar untuk menemui Hee Young…gadis itu masih punya utang padanya, dan bibir Hyun Soo tidak berhenti menyunggingkan senyuman.

Hee Young ditemukannya di dapur…sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.

“Hmmm…wangi masakan ini membuatku lapar”

Hee Young menoleh ke arah suara Hyun Soo,

“Aku mencoba untuk memasak makanan kesukaanmu…omma yang memberikan resepnya padaku” ujarnya sambil tersenyum.

Hyun Soo ikut tersenyum, didekatinya Hee Young dan memeluk istrinya itu dari belakang,

“Aku penasaran dengan rasanya” ucap Hyun Soo disela-sela usahanya untuk mengecup leher Hee Young dari belakang, tapi mengalami kesulitan karena tubuh Hee Young yang terlalu rendah dibandingkan tinggi tubuhnya yang menjulang.

“Biarkan aku menyelesaikan masakan ini, yeobo…kau tidak akan berhasil melakukannya, lebih baik kau duduk manis di bangkumu dan tunggu aku membawakan masakan ini untukmu”

Hyun Soo akhirnya menyerah diiringi senyum geli dari Hee Young, dan dengan tenang duduk di bangkunya sesuai dengan saran istrinya tadi.

“Makanannya sudah siap, yeobo” ucap Hee Young bangga sambil meletakkan hasil olahannya di atas meja.

Hyun Soo mengendus-enduskan hidungnya dengan gaya tertarik, “Kelihatannya enak”

Hee Young tersenyum bangga sambil mengulurkan makanan bagian Hyun Soo, “Tentu saja aku jamin rasanya akan sangat lezat”

Hyun Soo ikut tersenyum kecil, “Aku coba ya…”ucapnya sambil menyendok kuah dari mangkuknya.

Hee Young menunggu dengan antusias, “Bagaimana?”

Hyun Soo menatap Hee Young dengan bangga, “Sangat lezat…seperti masakan omma, bahkan terasa lebih lezat karena yang memasaknya adalah istriku sendiri”
Hee Young kembali tersenyum, kali ini diiringi semburat merah di kedua pipinya, “Kau mengatakan hal yang jujur?”

Hyun Soo kembali menyendok makanannya, “Tentu saja, jagi. Aku benar-benar tulus mengatakannya. Kau adalah koki yang handal”

“Terima kasih, Lee Hyun Soo-ssi”

“Ne. Sama-sama, Lee Hee Young-ssi”

Keduanya lalu tertawa bersama sebelum menyantap makanan mereka. Hee Young memperhatikan Hyun Soo yang makan dengan lahap dan berpikir apakah sekarang adalah saat yang tepat untuk memberitahu Hyun Soo perihal Mr. Shane?

“Setidaknya saat ini dia sedang lahap dengan makanannya dan tidak punya waktu untuk menggodaku…ini adalah saat yang tepat” pikir Hee Young yakin.

“Yeobo…”

“Hmm…” gumam Hyun Soo sambil terus menikmati makanannya.

“Yeobo, ada sesuatu yang ingin aku katakan” ucap Hee Young pelan.

Hyun Soo menghentikan kegiatannya menyantap makanan dan memfokuskan pandangannya pada Hee Young,

“Katakanlah”

Hee Young menarik nafasnya sebelum berkata,

“Masalah Mr. Shane”

Hyun Soo tersenyum, “Ada apa dengan gurumu itu, jagi? Bukankah dia sudah kembali ke Korea?”

Hee Young mengangguk kecil, “Dia sudah kembali, dan kami juga sudah saling bertemu”

Hyun Soo menunjukkan wajah tertarik lagi, “Kapan?”

“Tadi pagi…dia datang ke kampusku”

“Lalu”

“Lalu…sebenarnya…dia, Mr. Shane, tidak seperti yang kau bayangkan selama ini”

Hyun Soo mengerutkan keningnya, “Mr. Shane bukan seperti yang kubayangkan selama ini?”

Hee Young mengangguk lagi, “Mr. Shane bukan pria tua, yeobo. Dia adalah…seorang pria masih muda…”

Hyun Soo menegakkan posisi duduknya,

“Dia pria muda yang…cukup…tampan”

“Menurutmu siapa yang lebih tampan…dia atau aku?”

Hee Young agak membelalakkan kedua matanya saat menatap wajah Hyun Soo yang kalihatan cukup santai, namun nada suaranya terdengar serius,

“Karena kau suamiku…maka aku merasa kau lebih…tampan”

Hyun Soo tersenyum, “Yakin?”

Hee Young mengangguk mantap, “Tentu saja aku yakin”

“Kalau begitu tidak ada masalah…lagipula Mr. Shane-mu itu kan sudah menikah” ucap Hyun Soo sambil ingin melanjutkan kembali kegiatan makannya.

Hee Young menggigit bibir bawahnya,

“Itu masalahnya, yeobo…Mr. Shane belum menikah”

Hyun Soo membatalkan niatnya untuk menyuap kembali makanannya,

“Mr. Shane belum menikah? Bukankah kau katakan kalau dia pergi ke Australia untuk menjenguk keluarganya?”

Hee Young tersenyum canggung, “Bukan keluarga seperti yang kau pikir…Mr. Shane memang pergi ke Australia untuk menjenguk keluarganya, tapi keluarga yang kumaksud adalah kedua orangtuanya…merekalah yang dijenguk oleh Mr. Shane di Australia”

Hyun Soo menatap Hee Young dengan bingung, “Jadi selama ini aku sudah salah paham?”

Hee Young mengangguk kecil, “Ne”

Hyun Soo benar-benar fokus pada Hee Young sekarang,

“Jadi Mr. Shane adalah seorang pria muda yang cukup tampan dan belum menikah yang secara kebetulan adalah guru istriku…dan dia normal?”

Hee Young mengangguk membenarkan…wajah Hyun Soo kelihatan benar-benar serius…aura kepemimpinannya keluar dengan spontan. Hee Young menatapnya dengan pandangan pasrah.

 “Jagi, apa kau percaya padaku?”

“Ne?” ucap Hee Young tidak percaya.

Hyun Soo tersenyum menenangkan, “Apa kau percaya padaku?”

Hee Young mengangguk, “Ne”

“Akupun begitu…aku percaya padamu. Walaupun usia pernikahan kita masih sangat muda, namun aku benar-benar mempercayaimu. Kau tidak akan berbuat hal yang negatif di belakangku…akupun berjanji padamu, aku tidak akan berbuat macam-macam di belakangmu. Jadi untuk urusan Mr. Shane ini, aku tidak ada masalah. Kau sudah mau jujur menceritakan tentang dirinya padaku dan memperbaiki kesalahpahamanku padanya, itu yang lebih penting. Sekarang terserah padamu, kau mau melanjutkan pelajaranmu bersamanya atau tidak…itu menjadi keputusanmu sepenuhnya, karena aku mempercayaimu”

Hee Young tersenyum senang…hatinya merasa lega dengan jawaban Hyun Soo tadi. Suaminya tidak perlu tahu tentang perasaan Mr. Shane padanya, Hee Young yakin dia bisa mengatasi hal itu sendiri.

Dengan penuh rasa terima kasih dan cinta yang meluap-luap pada sosok tampan di hadapannya ini, Hee Young bangkit dari tempat duduknya dan serta merta menjatuhkan dirinya di pangkuan Hyun Soo…tidak dipedulikannya lagi rona merah yang menjalari kedua pipinya, Hyun Soo harus mendapatkan apresiasi darinya sekarang!

“Yaa, jagi-ya…apa yang terjadi pada dirimu?” ucap Hyun Soo senang saat Hee Young ‘jatuh’ ke pangkuannya.

Hee Young tidak menjawab…seluruh tempat di wajah Hyun Soo mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari dirinya. Hyun Soo terkekeh senang,

“Yeobo, aku ingin membayar utangku padamu” ucap Hee Young mesra setelah mencium bibir Hyun Soo dengan gairah membara.

“Benarkah?” sahut Hyun Soo senang.

Hee Young mengangguk mantap, “Sekarang waktu yang tepat”

“Chigum? Tapi kita belum menyelesaikan makanan kita, jagi”

Hee Young bangkit dari pangkuan Hyun Soo,

“Mana yang lebih membuatmu berselera, aku atau makanan itu?” ucapnya nakal sambil memancing Hyun Soo untuk naik ke kamar tidur mereka.

Senyum Hyun Soo makin mengembang…dia sangat menyukai saat-saat dimana Hee Young menjadi pencetus awal bagi kegiatan bercinta mereka, dan dengan mantap Hyun Soo juga bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Hee Young yang kelihatan semakin cantik dengan gaya penggodanya,

“Tentu saja istriku lebih membuatku berselera dibandingkan dengan apapun di dunia ini” ujar Hyun Soo mesra di telinga Hee Young saat dirinya mengangkat tubuh mungil istrinya itu dengan sekali sentakan…Hee Young tersenyum bahagia mendengarnya.

_____


Mr. Shane melangkahkan kakinya menuju lantai dasar LGG tower dengan mantap…hari ini adalah hari pertamanya bekerja di perusahaan besar ini.

Semalam Mr. Shane benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik…dia sampai tidak menghubungi Hee Young demi persiapan itu. Namun Mr. Shane juga sudah merencanakan makan malam berdua dengan gadis itu sebagai bentuk perayaan bagi pekerjaannya dan juga sebagai ajang mengutarakan rasa cintanya.

“Mr. Choi!”

Suara itu menghentikan langkah Mr. Shane,

“Mr. Kim” sapanya dengan hormat setelah tahu siapa yang tadi memanggilnya.

“Anda sudah kelihatan benar-benar siap untuk bekerja, Mr. Choi” ucap Mr. Kim sambil menepuk pundak kiri Mr. Shane dengan ramah.

Mr. Shane tersenyum, “Ya, Mr. Kim. Saya benar-benar bersemangat hari ini”

“Kalau begitu mari kita masuk”

“Ya, baiklah”

Keduanya masuk ke dalam kantor dengan wajah sumringah dan saling berbincang kecil. Mr. Shane kembali menyadari banyaknya pasang mata yang mengikuti langkahnya saat memasuki pintu utama LGG Tower, dan hatinya menjadi lebih bersemangat lagi berkat hal tersebut.

Sesampainya di dalam, orang-orang yang berjalan di depan Mr. Shane dan Mr. Kim tampak menghentikan langkah mereka dan memfokuskan pandangan ke satu arah…

“Wah, ada apa ini? Foto Lee Hyun Soo-sajangnim dan istrinya dipampangkan seperti itu…”

Mr. Shane mengikuti arah pandangan Mr. Kim…dan apa yang dilihatnya tidak bisa membuatnya lebih terkejut lagi,

“Itu…itu…itu istri Lee Hyun Soo-sajangnim, Mr. Kim?” ucapnya tidak percaya.

Sebuah foto terpajang di dalam figura raksasa berwarna platinum mengkilat seolah-olah menyambut siapa saja yang memasuki area lobby di lantai dasar LGG Tower. Di foto itu Mr. Shane melihat gadis yang selama ini menjadi bunga tidurnya berdiri dengan senyuman manis disamping seorang pria tampan yang dikenal Mr. Shane sebagai atasannya di perusahaan ini.

Ya, itu adalah foto pernikahan Hyun Soo dan Hee Young…salah satu cara yang ditempuh Hyun Soo untuk memperkenalkan istrinya kepada siapa saja yang memasuki gedung perusahaannya. Mr. Shane memperhatikan foto itu dengan ekspresi syok…Hee Young kelihatan bahagia di foto itu dan kelihatan sangat cantik…

“Istri sajangnim memang sangat cantik…”

Kata-kata Mr. Kim di sampingnya seperti terbawa angin dari pendengaran Mr. Shane…berkali-kali dicobanya untuk memicingkan matanya berusaha untuk meyakinkan diri kalau semua itu adalah fatamorgana saja, tapi Mr. Shane tetap saja gagal…gadis cantik yang ada di foto itu memang benar adalah Goo Hee Young…

“Selamat pagi, sajangnim…”

Ucapan penuh hormat dari Mr. Kim tadi membuat Mr. Shane kembali tersadar…dan ketika dia membalikkan tubuhnya, pandangan Mr. Shane harus tertumbuk pada wajah yang begitu dikenalnya yang juga balas menatapnya dengan pandangan tidak percaya…

“Hee Young-a…” ucap Mr. Shane pelan seolah-olah berada di alam mimpi…


_________

mianhae...mianhae...baru bisa update sekarang [AddEmoticons04228]

dan mianhae lagi klo kurang memuaskan...maklum amatiran [hmpfh] [AddEmoticons04257]

koment2nya ane tunggu ya,biar jd pemicu buat update lagi [AddEmoticons04258]

[AddEmoticons04262]HWAITING!!! [AddEmoticons04262]
p.s. : mian kagak pake piku,soalnya ane lupa cara masang piku...kn dh berabad2 kagak prnh update [hmpfh]
« Last Edit: January 03, 2013, 09:23:54 pm by dalbyeol »

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love