Author Topic: Three Man,One Love -- Part II (28 Feb 2013)  (Read 1649 times)

Offline bunny

  • Newbie
  • *
  • Posts: 6
    • View Profile
Re: Three Man,One Love -- Part II (28 Feb 2013)
« Reply #15 on: February 28, 2013, 03:18:57 am »
Three Man,One Love
[/color]

PART II
[/color]

Minho benar-benar tidak pernah kembali lagi setelah kejadian malam itu , menghubungi Hyesunpun tidak ada .. 3 minggu berlalu dan selama itu pula Hyesun tidak bisa tidur setiap malam dengan nyenyak ,mungkin ia terbiasa dengan adanya Minho di sebelahnya setiap malam .

“ melamun lagi ” tegur Joowon ,menggoyang-goyangkan garpu di depan wajah Hyesun . mereka sedang makan siang bersama seperti biasa .

“ oh miane , aku hanya sedang tidak nafsu makan .. apa tadi kau sedang berbicara denganku saat aku melamun ?” tanya Hyesun linglung .

“ emm , sebenarnya aku membutuhkan jawaban .. entah kau lupa atau apa , malam itu aku benar-benar serius saat aku mengajakmu menikah , apa kau sudah memutuskan jawabannya ?”

Hyesun terkesiap mendnegar pernyataan Joowon , ia bahkan tidak ingat sama sekali tentang hal itu , karna hampir tiap saat yang ada di kepalanya hanya di mana Minho ? bagaimana keadaan Minho ? ..

“ Joowon-ssi , aku … emm sepertinya belum bisa….”

“ aku akan menikah satu bulan lagi dengan tunanganku yang di jodohkan Ayahku , dan aku tidak mencintainya ” potong Joowon cepat , wajahnya penuh harap memandang Hyesun .

“ Mwo ? ” Hyesun bergumam bingung , menikah ? tunangan? Di jodohkan ? .

“ aku sudah di jodohkan sejak 2 tahun yang lalu dengan seorang gadis yang 7 tahun lebih muda dariku .. aku tidak menolak saat itu karna aku pikir dengan kesibukanku aku juga tidak ada waktu untuk mencari gadis lain.  tapi… aku salah , saat bertemu denganmu di cafι satu tahun lalu , aku langsung menyukaimu dan membualtkan tekat untuk mendapatkanmu ” Joowon menjelaskan semuanya karna ia tidak mungkin menyembunyikan hal itu terlalu lama dari Hyesun .

Hyesun masih diam , mencoba mencerna setiap kalimat yang di ucapakan Joowon dengan baik ..

“ jadi …kau membohongiku selama ini ? ” Hyesun bertanya dengan rasa perih di hatinya , ia merasa di bohongi oleh pria di hadapannya saat ini .

“ demi Tuhan ,aku tidak bermaksud membohongimu .. aku ..aku hanya belum bisa memberitahumu , aku tidak siap kau meninggalakanku jika aku memberitahumu hal itu Hyesun-a , aku mencintaimu dan aku tidak ingin kau meninggalkanku , ku mohon -- ”
ia menggenggam tangan kanan Hyesun di atas meja ,meremasnya pelan berharap Hyesun bisa mengerti  , tapi dengan tegas pula Hyesun menepis tangan itu .

“ apa kau tidak pernah berfikir apa yang orang lain pikirkan ? bagaimana mungkin seorang CEO yang sudah bertunangan selalu pergi dengan gadis lain , sarapan dengan gadis itu dan makan siang dengan gadis itu di banding tunangannya sendiri , dan gadis itu adalah diriku Joowon-ssi .. apa yang orang lain pikirkan tentangku saat melihat hal itu , bagaimana kalau ada yang mengenal kita dan memberitahunya pada tunanganmu , tidakkah kau pikir dia akan kecewa ..” Hyesun menatap Joowon dengan tampang kecewa , sementara Joowon tidak bisa berkata apa-apa lagi . “ apa dia mencintaimu ? ” tambah Hyesun lagi .

Dan Joowon mengangguk ragu “ ia tau tentangmu , tapi dia bilang  tidak apa asal aku bisa bahagia jika bersamamu .. dia juga tidak pernah memberitahu pada orang tua kami tentang hal ini ”

“ astaga , oh Tuhan apa yang sudah ku lakukan ..Joowon-ssi  tolong pertemukan aku dengannya .. sekarang  juga”

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Club malam itu terlihat ramai seperti biasanya , orang-orang dari berbagai kalangan usia terlihat menikmati kegiatan masing-masing , berdansa dengan erotis , minum-minum ,dan bermesraan tanpa tau malu.

Minho duduk di pojok ruangan seorang diri , ia menyulut rokok di mulutnya dengan tidak sabaran ..tidak berapa lama asap tebal sudah keluar dari bibir padat nan sexy itu.

“ hai tampan – sepertinya kau kesepian ”

Wanita dengan pakaian ketat menghampirinya dan dengan leluasa melingkarkan tangannya ke tengkuk Minho dengan agresif .

“ apa aku terlihat sangat kesepian? ” Minho berucap seakan mengejek pada dirinya sendiri .

“ emm , sepertinya kau baru saja di putuskan kekasihmu , apa aku benar ? ” timpal wanita itu lagi , kali ini tangan wanita itu mulai meraba dada bidang Minho tanpa segan .

Minho menghembuskan asap rokoknya tepat ke wajah wanita itu,hingga wanita itu terbatu-batuk kecil .

 “ aku tidak suka seorang wanita murahan menyentuhku , jadi … ” mata tajam itu menatap sinis ke tangan wanita itu yang masih meraba dadanya  “ jauhkan tangan kotormu dari tubuhku ” tambahnya dengan kasar.

Sontak saja wanita itu bangkit berdiri dengan kesal , menatapnya dengan pandangan merasa terhina lalu pergi menjauh dengan wajah merah padam menahan amarahnya .

“ semua wanita sama saja ” gumam Minho pahit .

ia bangkit berdiri dari sofa itu dengan sedikit kesusahan , pandangannya berkunang-kunang dan kepalanya pusing bukan main .. entah sudah berapa botol bir yang di teguknya malam ini.


setelah keluar dari club malam itu , Minho berjalan sempoyongan di trotoar yang terlihat sepi itu . kepalanya semakin berdenyut dan pandangannya semakin kabur  .. ia mengehntikan langkahnya tiba-tiba melirik sekilas ke belakang lewat bahunya .

“kalian berengsek !! ” teriaknya muak .

Dan benar saja , 4 orang pria berbadan tegap dengan setelan serba hitam sudah berdiri di belakangnya , dan 2 di antaranya lansgung menyergap Minho ,memegangi pria itu .

“ maaf Tuan muda , ini perintah Ayah anda , anda harus pulang sekarang juga ” ucap salah satu di antara 4 pemuda itu , lalu memerintahkan sisanya membawa tubuh Minho masuk ke dalam mobil yang  terparkir di pinggir jalan raya .

“ sudah ku bilang kan !! aku tidak akan pernah pulang ke neraka itu !! aku tidak ingin pulang !! ”

BUKKK

Minho menyikut salah satu pria yang memegangi tangannya hingga pria itu terjatuh , lalu ia menendang yang satunya lagi dengan kuat .. mencoba lari dengan sekuat tenaga tapi semakin lama kepalanya seakan mau pecah dan setelah itu semua terasa gelap , hal terakhir yang muncul di kepalanya adalah wajah Hyesun dan suara gadis itu “ ku mohon jangan berkelahi dan minum-minum lagi” setelah itu ia tidak mengingat apapun lagi .

---------------------------------------------------------

Hyesun berbaring di ranjangnya , lalu pandangannya menerawang ke langit-langit kamar ,  memikirkan kejadian hari ini .. terlalu benyak peristiwa yang mengejutkannya .penyataan Joowon kalau ia sudah bertunagan ,dan pertemuannya dengan tunangan Joowon . gadis manis bernama Jin Soyoen .

Flashback

“ maaf jika aku membuatmu dan Joowon menjadi jauh setelah ini , sungguh aku tidak masalah jika Joowon ingin bersamamu ,hanya saja ..hanya saja aku tidak bisa membatalakan pernikahan kami . aku tidak ingin orang tua kami slaing bermusuhan karna hal itu ” gadis bernama Soyeon itu berucap sambil tersenyum tapi tidak dengan matanya yang mulai berkaca-kaca .

“ aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Joowon , tidak akan pernah ! maafkan aku , aku tidak tau jika dia sudah memiliki tunangan selama ini . dia pria yang sangat bodoh jika melepaskan gadis secantik dan sebaik dirimu ” sahut Hyesun ramah .

“ aku mencintainya . maka dari itu walaupun kalian memiliki sebuah hubungan aku tidak masalah , karna hanya denganmu dia bisa tersenyum dan terlihat sangat bahagia .. kami memang di jodohkan , dan saat pertama kali bertemu aku langsung menyukainya dan tanpa sadar semakin lama aku jadi mencintainya ..tapi sungguh aku tidak ingin merebut kebahagiannya saat ini denganmu , aku tidak ingin membuatnya terpaksa mencintaiku .. ”

Hyesun menatap kesal ke arah Joowon yang berada di luar pintu mendnegarkan pembicaraan mereka , wajah pemuda itu tampak sendu dan penuh rasa bersalah .

“ dia akan menyadari semuanya ,kau jangan takut .. tidak lama lagi dia akan mencintaimu dengan setulus hati Soyeon-ssi , kau bisa pegang omonganku . percayalah akan hal itu , dia akan tergila-gila padamu ”

End flashback

Hyesun tersadar dari lamunannya saat ponselnya bergetar dan tertera nama daniel di layar ponselnya , ia dan daniel sudah tidak bertemu selama 3 hari dan baru hari ini [ria itu menghubunginya ,karna pria itu bilang ,ia  harus pergi ke luar negeri untuk jadwal pemotretan jadi Hyesun berfikir bahwa Daniel benar-benar sibuk.

“ Hyesun-aaa , aku meirndukanmu . sangat sangat sangat ”

Hyesun tersenyum sendiri mendengar teriakkan nyaring daniel di ujung telepon  “ aku juga merindukanmu , cepatlah pulang dan jangan lupa oleh-oleh untukku ”

“ maaf , kali ini tidak ada oleh-oleh apapun . dan di sini sangat membosankan  ”

“ bosan ? kenapa membosankan ? harusnya kau senang karna di sana pasti banyak wanita berambut pirang yang sexy dari pada di Korea ” Hyesun mencoba mengubah suasana hati pria itu , ia tau Daniel adalah seorang yang gampang bosan .

“ karna tidak ada kau ,makanya terasa membosankan  . aku ingin cepat-cepat bertemu denganmu , ingin duduk dan bercerita banyak hal denganmu untuk terakhir kalinya ”

“ baiklah , saat kau pulang nanti kita akan bercerita banyak hal seharian penuh , pulangalah dengan selamat jadi kita bisa bertemu .. jaga kesehatan di sana , makan yang banyak , jangan terlalu lelah ” gumam Hyesun menasehati , dan tiba-tiba saja ia teringat Minho lagi .

“ Hyesun-a .. aku mencintaimu , kau tau itu kan ? ku mohon jangan sedih dan terus jaga dirimu .. aku akan tutup telpeonnya sekarang ”

Setelah itu hanya bunyi “tutt” panjang yang terdengar , Hyesun mengerutkan kening bingung . tidak biasanya Daniel memutuskan panggilan lebih dulu .

Hyesun kembali bergelut dengan pikirannya sendiri , kembali ke Joowon .. pria itu sudah pasti tidak akan seperti dulu dengannya . dan ya ! ini saatnya ia harus merelakan Joowon pergi , Daniel masih seperti dulu tidak berubah , dan Minho entah pria itu ada di mana .. yang pasti ia berharap Minho baik-baik saja dan akan bertemu dnegannya lagi .

-----------------------------------------------------------------------

3 months later ..

“ bagaiamana dengan proyek pembangunan pabrik ? apakah sudah mulai di kerjakan ? ” pria dengan setelan jas abu-abu itu berjalan paling depan dan di ikuti beberapa orang di belakangnya .

“ ya Direktur , semua sudah mulai di kerjakan dan saya yakin pembangunan itu akan selesai kurang lebih selama satu tahun ” jawab pria paruh baya dengan kaca mata yang berdiri di belakangnya .

“ bagus , sekarang aku ingin pergi ke rumah sakit menjenguk Ayahku . aku akan membawa mobil sendiri dan tidak ingin di ikuti ” perintahnya final dan tidak ada bantahan , lalu ia memisahkan diri dan berjalan menuju lift .

“ jangan ikuti tuan muda , kalian hanya perlu berjaga di rumah ” suruh pria paruh baya tadi .


Minho menatap tubuh lemah Ayahnya yang terpasang berbagai mavcam alat bantu medis yang membantunya terus bernafas , hanya benda-benda itu yang mampu membuat Ayahnya tetap hidup walaupun tidak ada tanda-tanda Ayahnya akan sadar sejak satu bulan lalu di rawat .

“ maafkan aku .. maafkan aku ” hanya kalimat itu yang sanggup di ucapkannya melihat kondisi Ayahnya .

Ia  merasa sangat bersalah selama ini , 3 tahun ia meninggalkan rumah dan pergi kemanapun yang ia sukai ,bekerja apapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri karna ia membenci Ayahnya dulu , karna ia merasa Ayahnya tidak pernah mengerti keinginannya dan selalu memaksakan kehendaknya sendiri .. sampai ia kembali ke rumah tiga bulan lalu , dan ia masih mencoba kabur tidak mau bertatap muka dengan Ayahnya dan selalu menjawab singkat setiap pertanyaan Ayahnya .. sampai akhirnya sekertaris Ayahnya memberitahu bahwa selama ini Ayahnya hanya berharap Minho pulang dan kembali bersamanya ..karna Ayahnya tau hidupnya tidak akan lama lagi akibat penyakit jantung yang di deritanya dan Ayahnya merasa bersalah pada Minho .. dan hanya dalam waktu satu bulan ia benar-benar memperlakukan Ayahnya sebagai seorang Ayah yang di cintainya . merawatnya  di rumah dengan kasih sayang dan Minho rela menggantikan posisi Ayahnya di perusahaan . sebagai Direktur utama Financial Group , perusahaan terbesar di Korea saat ini ,walaupun sebenarnya hal itu lah yang membuatnya dan Ayahnya berseteru sebelum akhirnya ia pergi dari rumah dulu ,dan hanya satu bulan setelah itu di sinilah Ayahnya terbaring , hanya mesin itu yang menunjukkan bahwa ayahnya masih memiliki detak jantung .

“ Ayah aku mencintaimu , ku mohon maafkan aku dan cepatlah sembuh ” gumamnya lalu mengecup kening Ayahnya penuh sayang .

---------------------------------------------------------------------


“ tidakk !! anakku bangunlah !! Ibu mohon , Ibu masih snagat membutuhkanmu . ibu tidak mau kehilanganmu bangunlah Daniel , ibu mohon bangunlah nak !! ” Ny.Choi mengguncang tubuh pucat yang sudah tidak bernyawa itu sambil menangis terisak kuat , sampai perawat harus menyuntiknya dengan obat bius agar Ny.Choi seidkit tenang dan tertidur di ruangan lain .

Hyesun menatap Daniel dengan sendu , rasa sedih , rasa tidak percaya dan rasa bersalah karna ia tidak tau apapun tentang penyakit Daniel selama ini .

Pria itu mengidap penyakit liver yang sudah sangat akut sejak satu tahun lalu , dan dokter memprediksi hidupnya hanya bertahan beberapa bulan tapi Daniel bisa bertahan hingga saat ini dan Hyesun sama sekali tidak tau hal itu sedikitpun .

Ia teringat terakhir kalinya mereka bertemu satu bulan lalu , di tempat pertama kali mereka bertemu . taman di dekat rumah Hyesun .. pria itu bahkan masih bisa membuatnya tertawa dan bercerita banyak hal padahal menurut dokter saat itu Daniel sudah kritis dan tidak boleh keluar dari rumah sakit .

“ kau memang actor yang hebat kan ? kau bisa menutupinya dariku selama ini .. kau selalu memasang senyum bodohmu itu di hadapanku , kau selalu tersenyum ,selalu membuatku tertawa ..tapi lihat sekarang ? kau meninggalkanku bahkan tanpa mengijinkanku untuk tau apa sakitmu selama ini … kau jahat … kau jahat ” Hyesun tidak sanggup berucap lagi ,ia menangis sejadi-jadinya .tangannya masih menggengam jemari pemuda itu , jemari yang dulu bisa menghangatkan tubuhnya hanya dengan sebuah genggaman .

“ maafkan aku daniel-ssi , sungguh aku tidak tau hal ini .. aku menyangimu dan akan sangat merindukanmu , tenanglah di sana ” ia mengecup kening yang terasa dingin bibirnya itu , lalu keluar dari ruang ICU itu  , tidak lama setelah itu beberapa perawat masuk ke ruangan itu dan keluar membawa tubuh Daniel yang sudah tidak bernyawa ke ruang mayat .

Hyesun masih duduk di depan ruang ICU itu , ia masih menangis terkadang menahan tangisnya sesekali berharap air matanya berhenti mengalir tapi tetap tidak bisa , ia sudah kehilangan Daniel ,kehilangan pria itu untuk selama-lamanya hal itu lebih terasa sakit di banding melihat Joowonnya menikah dengan gadis lain .

--------------------------------------------------------------

Minho keluar dari ruang perawatan Ayahnya ,menyusuri lorong rumah sakit dan sesaat matanya menatap gadis yang duduk di depan ruang ICU sambil menangis menutupi wajahnya , mengenakan kaos putih tipis , jeans pendek dan rambut di ikat asal-asalan .. ia mengerinyit dan tiba-tiba memikirkan apakah gadis itu tidak kedinginan dengan pakaian seminim itu di musim dingin seperti ini .

Minho masih berdiri di situ terus memperhatikan gadis itu , dan entah kenapa tidak ingin beranjak pergi ,ia ingin menenangkan gadis itu ..

Gadis itu menurunkan tangannya dari wajahnya ,meremas-remas jemarinya sendiri dan Minho langsung terbelalak kaget .

“ Goo Hyesun ” gumamnya sepelan mungkin , tidak percaya dengan apa yang di lihatnya . “ Goo Hyesun ” gumamnya lagi sedikit lebih nyaring ,hingga Hyesun bisa mendengarnya dan menoleh ke arahnya .

Mata mereka bertemu , dan entah kenapa Minho melangkahkan kakinya ke  arah Hyesun yang masih duduk dan memandangnya , dan Minho langsung meraup gadis itu ke pelukannya .. memeluknya dengan erat ..sangat erat .. membenamkan wajahnya di leher Hyesun menyerap aroma gadis itu yang sudah sangat di rindukannya .. padahal ia ingin marah saat ini , ia ingin berteriak pada Hyesun jika bertemu dengan Hyesun suatu hari nanti .. dan lihat sekarang , perasaan marahnya terkalahkan oleh rasa rindu beberapa bulan tidak melihat Hyesun .

“ Minho .. ” gumam Hyesun masih tidak percaya bahwa pria yang sangat di rindukannya ini sedang memeluknya sekarang .

Minho masih memeluknya ,sesekali mengecup puncak kepala Hyesun berharap itu bisa meredamkan rasa rindunya selama ini .

“ aku merindukanmu ” Minho bergumam di leher Hyesun , lalu mengecup leher itu cepat .

Membuat Hyesun mau tidak mau harus meyakini bahwa ini nyata. Minhonya , sedang memeluknya dan mengatakan bahwa ia merindukannya .

“ aku juga merindukanmu Minho-a .. aku sangat merindukanmu ” ucap Hyesun membalas pelukan itu tidak kalah erat , tapi Minho langsung melepas pelukan itu , melepaskan jasnya dan menyampirkannya ke pundak Hyesun .

“ aku tidak tau apa yang membuatmu berada di sini sekarang , aku juga tidak mengerti kenapa kau mengenakan pakaian seminim ini .. tapi yang pasti aku harus membawamu pergi dari sini sekarang juga ”

Dan entah kenapa Hyesun menurutinya ,mengikuti pemuda itu yang menggengam erat tangannya , ia tersenyum … senyuman pertama setelah beberapa hari di liputi perasaan gelisah dan cemas .


END PART


holla maaf kalo ceritanya membosankan ya ^^ satu part lagi tamat  Hface Hface