Author Topic: • UNBELIEVEABLE....•update 5 desember 2010  (Read 10238 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: • UNBELIEVEABLE....•
« on: April 06, 2010, 08:35:24 am »
chast:

Lee min ho as lee min ho
Goo hye sun as goo hye sun
Park min ji as koko
Song hye kyo as song hye kyo
Lee junki as lee junki


Gendre : romance..
Author: neiya


Chapter 1..




Rumah sakit Universitas SHINHWA..

Ruang rehabilitasi..

" Kenapa kau tidak juga mau ikut program rehabilitasi goo hye sun agashi?" Tanya seorang dokter muda padaku.

" Sudah satu bulan berlalu sejak operasi cedera tulang di punggungmu..mulai sekarang kau harus siap menjalani hidup di atas kursi roda untuk beberapa tahu ke depan. Kau harus sering menggerakkan kakimu dengan menggunakan tangan dan alat untuk mencegah penyusutan otot permanen" dokter itu menambahkan perkataannya.

Mataku memandang lurus padanya, dengan pandangan yang mengatakan ketidaksukaanku menjalani rehabilitasi.

"Bisa kan kau tidak usah menentukan nasibku dokter lee min ho!! Kakiku ini pasti cepat sembuh kok!"

***

Namaku goo hye sun..aku mengalami kecelakaan sebulan yang yang lalu pada musim panas. Mobil brengsek itu menabrakku ketika aku hendak menyebrang. Sesudah menabrakku
Pengemudinya melarikan diri..PENGECUT!!

Memang menyedihkan di umurku yang baru menginjak usia 16 tahun ini harus hidup di kursi roda. Tapi aku berkeyakinan bahwa suatu saat nanti aku pasti bisa menngerakkan kakiku.

"Hye sun agashi..ini hasil rontgen anda.." Terlihat dokter kim san menghampiriku dan menenteng sebuah amplop berwarna coklat ukuran yang sangat besar di tangan kanannya.

SRAAAk..
Dokter kim membuka amplop coklat itu dan mengeluarkan isinya..

"Lihat..ini adalah tumbar vertebrata.." Dokter kim san menunjukkan satu titik di punggung hasil rontgenku..aku mengangguk kecil. Tanda bahwa aku dapat melihat titik yang ia tunjukkan padaku.

" Bagian yang cedera pada tubuh hye sun agashi akibat kecelakaan dan ini yang membuat bagian bawah tubuhmu tidak bisa bergerak meski di perintah oleh otak" dokter kim san menjelaskan secara detail padaku.

Aku terdiam dan terpaku mendengarkan penjelasan darinya..

Dokter kim san menambahkan lagi," jadi mulai sekarang kau harus benar benar siap hidup di kursi roda"

"Aku lee min ho, dokter penanggung jawabmu. Bersama terapi yang akan dilakukan oleh dokter kim san. Temperatur tubuhmu harus selalu dijaga. Jadi jangan harap kau bisa ke luar dari rumah sakit ini untuk sebulan ke depan!."

Aku mengangakan mulutku. Sungguh aku tidak percaya dengan pendengaranku ini.

Para dokter itu mulai menghampiriku. Dokter lee memegang pundakku dari belakang," YAA!! APA APAAN KALIAN!! " Aku mencoba memberontak. Namun semakin aku mencoba, paro dokter itu semakin erat menahanku.

" SUDA KUBILANG AKU TIDAK MAU IKUT REHABILITASI!! ARASO??" Jeritku keras..dan masih terus berusaha melepaskan pegangan pegangan yang semakin kuat menekan tangan dan kakiku.

" Dokter park, tolong tekan pinggangnya.."

"KYAAA.." Aku menjerit jerit kesakitan

"Syaraf di bagian pelvis masih berfungsi, kalau sampai tidak berfungsi sama sekali, bagian ini juga harus di terapi. Tahan sakitnya sebentar ya" ujar dokter lee. Ia bersiap siap untuk memijat kakiku

"AKH SAKIT!! AKU BENCI PADAMU! SAKIT! SAKIT! AKU BENCI KALIAN SEMUA!!"

***

Setengah jam kemudian..

Kreek..kreek..
Aku menggerakkan kursi rodaku menuju kamar tempat dimana aku akan beristirahat.

"Hosh..hosh.. Badanku rasanya hancur lebur! Dasar brengsek! Dekter lee pasti aka terus menerus menyiksaku!!" Aku ngedumel di sepanjang lorong rumah sakit. Tetapi kegiatanku terhenti ketika mendapati 2 orang dokter senior yang sedang bergosip.

" Lee min ho.. Meski dia masih seorang dokter muda, tetapi cara menangani pasiennya sungguh bagus..dan dia juga ahli di ruang operasi" kata salah satu dokter

" Betul.. dia pernah melakukan operasi otak cerebral paralysis. Lee min ho yang baru 2 tahun mendapat pelatihan berhasil menyukseskan operasi tersebut." Dokter yang satunya lagi membenarkan dan memperjelas..

"Ciiih..apanya yang bagus? Orang galak begitu.." Aku memonyongkan mulutku dan kembali meneruskan perjalananku menuju kamar.

***

" Kyaa.. Kamarnya bagus banget! Ternyata kamar VIP seperti ruang suite hotel ya!" Yumi terlihat sibuk mengelilingi kamarku bersama dengan ga eul dan jae kyong.

"Waaah lihat!! Ada DVD playernya juga!" Ga eul memegand DVD iti dengan penuh kagum.

Aku tersenyum geli melihat tingkah ketiga sahabatku ini..," heeei..aku akan pakai ya bunga dari kalian ini..ku masukkan dalam bak mandi! Terus kita berendam bersama!" Aku memintanya dengan penuh semangat.

***

"Akh!" Aku merintih menahan sakit saat menceburkan diri ke bak mandi, tentu saja di bantu oleh yumi, ga eul dan juga jae kyong.

"Pelan pelan..kami akan memegangimu.."

"Yaa hye sun..orang tuamu bagaimana?" Tanya yumi padaku tiba tiba.

Aku tersenyum pahit mendengar pertanyaan yumi," dua hari setelah kecelakaan, mereka pulang lagi ke eropa, mereka tau aku akan lama menjalani perawatan disini, jadi mereka kembali bekerja sambil menungguku sembuh total...gak apa sih..kalaupun mereka ada disini, kami juga tidak pernah ngobrol.."

"Yaiiiish.. Tapi aku sudah bosan banget! Aku mau kakiku cepat sembuh, terus pergi dari sini" aku memukul mukul air menggunakan tanganku sebal..

"...kakimu..bisa sembuh?" Tanya jae kyong ragu ragu padaku

Aku mengangguk mantap,"lya dong! Sama sekali tidak luka, kalau disentuh terasa hangat. Tidak berbeda dari sebelumnya."

Ketiga sahabatku saling berpandangan satu dengan yang lain..pandangan yang sulit aku mengerti..entah kasihan atau apalah itu..

***

Nguuuung..
Terdengar suara nyaring dari hair dryer yang dipakai ga eul untuk mengeringkan rambutnya.

"Asyik sekali ya! Sudah lama kita tidak bersenang senang. Terimakasih teman teman" aku tersenyum pada mereka..

" Iya dong! Kita kan sahabat! Cepat sembuh ya..terus kita bisa shoping lagi deh..oh iya hye sun.. Kemarin aku lihat tas lucu banget, tapi uang sakuku tidak cukup..tolong dong hye sun.." Jae kyong berkata padaku sambil menengkupkan ke dua tangannya dan memasang muka memelas..

Mulutku bergetar," b..boo??"

" Gak mahal kok! Cuma 50 ribu won..makasih loh hye sun!" Bujuk jae kyong lagi padaku..

" Aku juga mau gelang perak hye sun.."

Aku tidak bisa menolaknya.. Merak bertiga adalah sahabat baikku..aku tak tega melihat mereka kesulitan membeli barang yang mereka inginkan..dan aku sebagai sahabatnya wajar untuk membantunya..ini kulakukan karna aku tulus menyayanginya..

" Sudah malam kami pulang ya hye sun..!" Ucap ga eul senang.

"Bye..bye.." Aku melambaikan tanganku. Setelah pintu tertutup, aku termangu sebentar lalu setelah itu aku mengarahkan kursi rodaku ke ranjang.

Pandanganku terfokus pada meja di samping ranjangku," ah..ponsel gaeul..kalau ga ada ponsel ini dia pasti mati gaya.." Gumamku pelan

Aku memutar balik kursi rodaku menuju pintu untuk segera menyusul mereka.

"Akhirnyaa tugas kita selesai juga.."

Aku bisa mendengar jelas bahwa itu adalah suara yumi. Merka terus berjalan pelan di sepanjang lorong. Tanpa mereka sadari aku membuntuti mereka di belakang..

Ga eul tertawa," haha..dia percaya banget kakinya bakal sembuh. Padahal makin lama pasti makin lumpuh!"

Jae kyong dan yumi ikut tertawa," si bodoh itu mana mungkin bisa sembuh. Tadi saja di kamar mandi sangat menyusahkan. Sebel deh! Terus mulai sekarang kita harus repot mengurusnya" tambah ga eul

"Yaah anggap saja hye sun itu sebagai nenek kaya raya." Cibir jae kyong.

Aku terus membuntuti mereka..air mataku mulai menetes tak tertahan.

"Rumah sakit ini bau ya? Sampai dirumah aku harus segera mandi nih" ucap ga eul meremehkan

BRAAK!!
"Aaakh!!" Ga eul erintih kesakitan. Tentu saja sakit! Orang aku melempar ponselnya dari belakang dengan sekuat tenaga.

" SIAPA!" Ucap ga eul geram. Dan saat membalikkan badannya, demi tuhan..yang aku lihat di depanku ini adalah wajah wajah yang penuh ketakutan..seperti melihat hantu saja!

"JANGAN PERNAH DATANG LAGI KESINI!! AKU TIDAK AKAN SUDI LAGI MEMBERIKAN SEPESERPUN UANGKU UNTUK BAJINGAN SEPERTI KALIAN! SANA PULANG!" Akub berteriak sungguh kencang. Emosiku sungguh tidak bisa ku kendalikan lagi. Aku melemparkan semua benda benda yang ada di dekatku ke arah mereka.

" SAKIIIIIT!!" Ucap mereka berbarengan, setelah itu lari terbirit birit.

" Hye sun agashi! Meski kau pasien VIP, sikapmu ini sudah sangat keterlaluan!" Tegur seorang suster padaku.

"Aku.." Belum sempat aku membela diri, seseorang berbisik disampingku.

"Gadis itu kan yang lumpuh akibat kecelakaan waktu keluyuran ditengah malam.. Siapa menabur dia yang harus menuai.."

Aku terpaku mendengar percakapan mereka.

Terlihat dokter lee menghampiriku dan menatapku tajam," kembalilah ke kamarmu." Ucapnya sangat tegas

Aku membalas tatapannya itu tanpa ada rasa takut sedikitpun.." Aku tidak bersalah" ucapku sungguh sungguh.." Aku tidak bersalah.." Ulangku sekali lagi.. Namun dokter lee masih terus menatapku tajam, seolah tidak mempercayaiku.

Di dunia ini aku tidak pernah memiliki 'kenyataan'..di dunia ini semua yang mengelilingiku hanyalah dusta..rumah mewah bagai istana..teman teman yang selalu berbohong..kenapa orang lain memiliki 'kenyataan'..mereka bisa tertawa dan menangis dengan tulus.. Kenapa aku tidak bisa memilikinya? Aku kesepian.. Kalau memang semua ini dusta berarti lukaku ini bukan'kenyataan' kan?? Selama ini aku hanya menerima kebohongan..lalu kenapa sekarang luka yang kuterima harus nyata!!" Air mata menggenangi pipiku.. Emosiku meluap luap..," AKU MAU PERGI DARI SINIIIII" jeritku histeris

***

"APA?? HYE SUN KABUR?? "

"Ya! Ada dua orang tadi yang melihat!"

Para petugas itu terlihat begitu kebingungan mencariku.. sudah setengah jam ini aku bersembunyi di dalam taksi .

"Jalan pak.."

Taksiku mulai melaju perlahan meninggalkan rumah sakit..

"HU..HU..HU.." Aku menangis kencang ..

Ckiiiiiit..
Aku tesungkur ke depan," ada apa pak?" Tanyaku kepada pak supir yang tiba tiba saja mengerem mobilnya mendadak.

" Turun disini agashi"

"BOO??" Tanyaku kaget.." Aku akan membayarmu 3 kali lipat!!"

"Tidak bisa agashi. Kau sangat merepotkan" supir itu memapahku dan mendudukiku di kursi roda..setelah itu ia segera masuk ke dalam taksinya dan berlalu meninggalkanku sendirian di tempat sepi dan gelap ini.

"YAA!! DASAR SUPIR BRENGSEK!!" Umpatku padanya

Brum..
Aku melihat sebuah mobil dari kejauhan," yaiiish..jangan jangan itu petugas rumah sakit yang sedang mencariku.. Aku harus segera bersembunyi..."

Aku melajukan kursi rodaku ke arah semak semak di pinggir jalan..

***

SRAAAK..!
Aku terjatuh...

"Bergerak!..kumohon bergeraklah!! Yaaa!! Bergerak! Bergerak!" Aku memukul mukul kakiku dengan kuat.. Aku menangis sejadi jadinya..

'Kaki' ini.. Tidak bisa merasakan apa apa meski aku jatuh terguling dari kursi roda. Kakiku seperti batu sekarang.. Apakah betul kakiku ini sudah mati...

Aku terus menangis," KALAU TIDAK BERGERAK AKU HARUS MEMOTONG KALIAN!! AKU TIDAK MAU!! Hu..hu..hu..

"Aku ingin pulang..pulang kerumah.. Tapi kalau aku pulang ke rumah lalu aku mau apa..memangnya siapa yang menungguku.." Hu..hu..hu..

Aku terus menangis.. Mengeluarkan segala emosi yang sudah lama tertahan..

***

Greek..greek..
Akhirnya aku berhasil menaiki kursi roda dengan bantuan sebatang kayu yang cukup besar yang berada di dekatku..sungguh dengan susah payah..

" Hosh..hosh.." Nafasku memburu saking letihnya. Aku tertegun melihat apa yang ada di depanku..~sebuah tangga kecil~

"Bagaimana ini..aku tidak bisa menuruni tangga kecil ini..andai saja aku rajin ikut rehabilitasi dan belajar menggunakan kursi roda, ini tidak akan terjadi.." Gumamku penuh penyesalan.

Aku menghembuskan nafasku perlahan..setelah itu ku arahkan kursi rodaku lebih dekat ke tangga..

"Kau pasti bisa hye sun.."Aku menyemangati diriku sendiri

SRAAAK..DUG..DUG..KREEEK!!
Terdengar bunyi kursi roda yang terjatuh ke bawah.

"Aaaaaaaakh.." Aku melengking tak percaya

"AKU BERHASIL!! YIHAAAA..!" Aku tertawa senang.

***

"Yee..aku lee min ho.. Yee?? Aku sudah menemukannya di jalan..boo? Sepertinya dia hanya lecet ringan saja. Tapi dia kelihatan bersemangat tuh. Dia sedang menikmati kursi rodanya.. Yee..aku akan segera membawanya ke rumah sakit.." Ucap min ho di telpon dengan dokter kim san. Dokter kim san begitu mengkhawatirkan hye sun..

CHess..
Min ho menyalahkan rokokknya dan menghisapnya dalam dalam..tanpa melepaskan pandanganya dari hye sun yang sedang berputar putar begitu gembiranya menggunakan kursi roda..tentu saja hye sun tak tau..

***

Aku mengadahkan kepalaku dan menatap langit sambil tersenyum," susah payah aku menuruni tangga..aku menumpukan berat tubuhku dan mengangkat kursi roda dengan kedua tanganku..aku ini hebat ya..bahkan di saat sehat aku tidak pernah berusaha mati matian seperti ini.." Aku berbicara bangga pada diriku sendiri..

"Hari ini sudah cukup..pulang yuk hye sun.."

Aku tersentak dan segera menoleh ke belakang," dokter lee.." Aku memanggilnya tak percaya

" Kau sudah satu jam main..kalau kecapekan, besok kau tidak bisa ikut terapi..sudah puas kan?" Dokter lee berjalan mendekatiku. Aku melihat ia membawa selimut bermotif bunga di tangan kanannya.

Sraaat..
Dipakaikannya selimut itu di tubuhku..aku memperhatikannya dengan saksama..aku bisa merasakan tangannya yang dingin saat menyentuh lenganku..ternyata dia menungguku..jadi daritadi dia mengawasiku..

Tangisku kembali pecah," hu..hu..aku lapar sekali..aku ingin pulang bersamamu.."

Setelah itu dia membalut luka lukaku dengan peralatan dari kotak P3K. Tidak sedikitpun dia melirik air mataku..

***

Di mobil..

CETUK!
Aku terkaget," aduuuuh! Kok jitak pasien sih!!" Ucapku tidak terima dengan jitakannya di jidatku.

"Kau lecet dimana mana. Sampai di rumah sakit pokoknya kau harus di periksa ulang! Kali ini aku masih sempat menangkapmu. Ada saatnya darah mengucur tanpa kau sadari agashi.."

Aku terbengong..tidak mengerti apa maksud dari perkataannya itu.

" Setelah ini aku harus kerja sambilan di klinik lain..fuuh sibuk sekali aku hari ini.." Keluh dokter lee

"Kerja sambilan? Kenapa? Dokter kan uangnya banyak. Buktinya mobil dokter bagus." Tanyaku penasaran

"Untuk jadi dokter yang mapan, di butuhkan waktu 6 tahun lebih..gaji dokter muda sepertiku ini paling tidak sampai separuh dari uang jajanmu"

"BOO??" Aku sungguh kaget dengan penjelasan dokter lee barusan..selama ini aku selalu berfikir semua dokter pasti kaya.. Dan ternyata aku salah besar.. Smua itu ternyata butuh waktu yang cukup lama..

"Maaf.." Suaraku begitu menyesal..bisa kulihat dokter lee tersenyum padaku..

***

"Sudah 2 bulan lebih sejak kau di operasi..akhirnya kau keluar juga dari rumah sakit ini..selama di rawat di sini, kau sudah memperlihatkan tekad yang kuat hye sun.. Aku lega sekarang karna kau sudah terbiasa menjalani harimu di kursi roda.." Ucap dokter kim san padaku sambil tersenyum

Saat ini aku sedang berada di depan pintu utama rumah sakit..dokter kim san, dokter park, juga dokter lee mengantar kepulanganku..walaupun hanya sampai depan rumah sakit..

"Oh ya..bagaimana sekolahmu?" Tanya dokter park

Aku tersenyum padanya," aku belajar mati matian untuk ujian dan mengerjakan PR..tapi mulai minggu depan aku sudah kelas 2.."

Dokter park mengelus lembut kepalaku," anak pintar..lee min ho tegas sekali ya?" Tanya dokter park pada dokter lee

"Begitulah.." Dokter lee tersenyum..ia sungguh sangat tampan..

Aku menatapnya dalam dalam.. Aku pasti akan sangat merindukannya..merindukan dekapannya yang begitu hangat saat memapahku..betapa dadanya yang bidang itu sangat nyaman sekali..

"Selamat kau sudah bisa pulang hye sun.. Nikmatilah masa sekolahmu yang indah. Berjuang ya..jaga kesehatanmu.." Dokter lee mengelus pipiku lembut..

Air mataku ku tahan sekuat tenaga..aku tak ingin mereka melihatku menangis seperti anak kecil..

Setelah membungkukkan badan..aku dipapah supirku masuk ke dalam mobil..

"Permisi dokter lee. Bisa segera ikut saya? Pasien bernama song bin mengalami sesak nafas" kata seorang suster tergesa gesa kepada dokter lee

"BOO?? Araso..!"

Aku bisa melihat dokter lee berlari dengat tergesa gesa masuk ke dalam rumah sakit.

"DOKTER LEE MIN HO!! BERITAHU AKU ALAMAT DAN NOMOR PONSELMU!! KITA BUKAN LAGI PASIEN DAN DOKTER, JADI BOLEH KAN!!" Teriakku dari dalm mobil yang sudah melaju perlahan..

Dia..orang pertama yang menerima dan mendengar curahan hatiku..aku sungguh suka laki laki ini..

Air mata mulai membasahi pipiku," DOKTEEER!!!"

Aku suka padanya..dunia dan usia yang jauh berbeda,,dia memang begitu lain dariku, tapi aku suka padanya.. Meskipun aku berjuang mengejarnya, dia tetap tidak menoleh padaku..

***

2 minggu kemudian..

"Maaf min ho.. Hari ini sudah resmi rumah peninggalan orang tuamu sudah laku terjual" ucap seorang paman kepada lee min ho

"Biaya perawatan dan pajak rumah pun sudah di bayar kontan..aku memang bersahabat dengan ayahmu. Itu sebabnya aku menunggu sampai kau bisa membeli kembali rumah itu..sudah bertahun tahun rumah itu tak terjual, tapi tiba itba ada orang yang membelinya dengan harga dua kali lipat..kau harus maklum dengan bisnis properti seperti ini min ho..selama ini kau bisa tinggal disana karna bayar uang sewa..tapi maaf, kau harus segera pergi dari rumah itu" Ujar paman itu panjang lebar kepada min ho..

Setelah mendengar penjelasan dari paman tadi, min hoo berjalan menuju rumahnya yang sudah menjadi milik orang lain..

***

Betapa terkejutnya dia ketika mendapati rumahnya sekarang."Lampu??"Gumamnya tidak percaya. Dia melihat lampu berkelap kelip dan penuh warna warni di rumahnya

Min ho melangkahkan kakinya menuju pintu rumah..

Cekleek..

"Kau sudah pulang dokter lee??"

Min ho membelakkan matanya," GOO HYE SUN??KENAPA KU ADA Di RUMAHKU!!"

Aku bisa melihat muka dokter lee yang terkaget itu.

"Aku sudah membeli rumahmu. Begitu minta orang tuaku, aku langsung dibelikan." Ucapku sambil menimang nimang kunci rumah dokter lee yang sekarang sudah resmi menjadi milikku.

"Dengan begini..aku bisa mandiri dan keluar dari rumah! Oh iya..tempat ini dekat dengan sekolah, juga ramah pada orang sakit dan kursi roda. Sangat membantuku berjalan selangkah demi selangkah" ucapku lagi sambil menepuk nepuk boneka beruang kesayanganku..

Aku melihat dokter lee..wajahnya sungguh pucat pasi..," aku mengerti hye sun.. Tapi beri aku wakutu seminggu untuk mencari tempat tinggal baru.." Dokter lee menghembuskan nafasnya dan terdengar pasrah.

" Kau boleh tinggal disini kok! Tapi ada syaratnya.. SEHARI 2 JAM!! BERI WAKTUMU PADAKU, DOKTER LEE!! AKU  BELI WAKTUMU!!"



Sista.. Aku minta komennya ya.. Gumawo^^
« Last Edit: April 06, 2010, 11:33:08 pm by neiya »