Author Topic: I Will *Shot ff chapter 3*  (Read 1360 times)

Offline Nobita

  • Newbie
  • *
  • Posts: 5
    • View Profile
Re: I Will *Shot ff chapter 3*
« on: March 31, 2013, 10:38:23 pm »
Chapter 3


Happy reading....

Semuanya kaget. Mata bulat ae rin membesar terkejut sambil mengerjap-ngerjap membuat jantung joon sang berdebar lebih cepat.
Joon sang pov
Aigo.. apa sih yang ada di dalam gadis ini? Matanya begitu indah, hidungnya mungil sekali dan bibirnyaaaa.. aaaaacccchhh aku bisa gila. Jantungku, oh tidak tidak rasanya mau copot saja.
Pov end
Ae rin pov
Pria ini. Siapa dia? Aigo dia menggenggam tanganku. Dia mencoba meyakinkan ku bahwa dia tidak punya niat jahat padaku. Aku terkejut. Omo omo saat ku lihat matanya aku melihat kejujuran. Ya, aku percaya dia tak memiliki niat jahat terhadapku. Dan aaaaacccchhh aku bisa gila. Jantungku, oh tidak tidak rasanya mau copot saja.
Pov end
“hei hyun jae, kenapa kau diam saja. Jelaskan sesuatu!” pinta joon sang sedikit marah karna hyun jae daritadi hanya diam dan senyam senyum tak jelas.
“nona, aku mohon!” wajah joon sang benar-benar seperti anak kecil yang minta diampuni oleh ibunya.
“ne ne.. aku percaya.” Jawab ae rin
“oppa, kau mengenal ajusshi itu?” Ra im minta penjelasan pada hyun jae.
“hehe dia sepupu dan sahabat oppa yang dari Amerika itu.” Jawab hyun jae cengengesan tapi akhirnya membuat semuanya lega.
Bunyi hp berdering dan ternyata itu berasal dari hp chae eun. “maaf ya. Sebentar.” Chae eun bergegas mengangkat telfon yang ternyata adalah kekasihnya. Kim joon.
Setelah chae eun selesai dengan telfonnya.
“chae eun-a ayo kita makan.” Ajak ae rin dengan semangat.
“mianhe. Aku sudah di tunggu oppa. Hehe.” Jawab chae eun dengan wajah penuh senyum.
“pasti kencan lagi yaa?” ucap ae rin dengan bibir yang dikerucutkan. Dan sukses membuat joon sang gemas melihatnya.
“kalau kau sudah punya pacar baru kau tau bagaimana rasanya. Jangan berkutat pada buku-buku dan the beatlesmu itu saja. Ya kan ra im?” sindir chae eun yang paham kalau tak ada yang menarik di dunia ae rin kecuali 2 hal tersebut.
Mendengar kata the beatles membuat joon sang tertegun. Dan senyum-senyum sendiri tanpa melepas pandangannya kepada ae rin
“ne ne.. sudah sana pergi. Lihat saja, aku nanti pasti akan mendapatkan pangeran berjas putih. Hihihi” Jawab ae rin membela dirinya sendiri.
“ne, aku percaya pada pangeran berjas putihmu itu. Sudah ya semuanya. Aku pergi. Sampai jumpa.” Akhirnya chae eun pun pamit pergi.
“jeongmal? Apa yang kau maksud berjas putih itu adalah dokter?” cecar hyun jae pada ae rin.
Ae rin pun mengerjap tak mengerti.
Dan ra im lah yang menjawab. “ae rin itu ingin sekali mempunyai pacar seorang dokter. Katanya dokter itu pasti mempunyai hati yang baik dan juga pandai. Makanya dia belajar dengan sangat giat agar dapat masuk ke fakultas kedokteran. Agar dia bisa menjadi gadis yang membanggakan kekasihnya nanti.” Jelas ra im panjang lebar.
Joon sang tambah tak percaya dengan penuturan ra im barusan. Dia seakan menemukan. Ya inilah orangnya. Tak akan kulepaskan. Tak akan pernah. Aku pasti akan mendapatkanmu.
“ooouwh begitu ya. Sepertinya keinginanmu akan segera terwujud ae rin. Ya kan dokter joon sang.” Ucap hyun jae penuh senyuman pada joon sang.
“m..mmwo?”  joon sang sangat terkejut. Tak menyangka jika hyun jae akan menyebut namanya begitu saja.
“oppa, ayo kita bayar cd ini dulu.” Ajak ra im. “baiklah ayo. Kalian duluan saja cari tempat makan, nanti kami menyusul. O’ya ini kunci mobilnya, pokoknya nanti pulangnya kau yang kemudikan.” ujar hyun jae sambil melempar kunci mobil mereka.
Ra im dan hyun jae pergi untuk membayar cd mereka. Joon sang dan ae rin keluar toko sambil berbincang-bincang.
“sebenarnya lagu apa yang kau dengarkan tadi?” joon sang akhirnya menanyakan hal yang daritadi membuatnya penasaran.
“ehm. Itu, i will milik the beatles. Jangan tertawakan akuuu.” Ancam ae rin dengan mengerucutkan bibirnya.
“tentu saja tidak, untuk apa menertawakanmu kalau aku saja juga sangat menyukai lagu itu.” jawab joon sang sambil menoleh ke seberang jalan. Takut salting. Padahal udah salting. Haahaa
“jinja? Benarkah? Sunbae tak bohong kan?” tanya ae rin semangat.
“aniyo. Sungguh bahkan di rumah ada beberapa piringan hitam album the beatleas.”ucap joon sang bangga. Karena bukan sembarang orang yang bisa memilikinya.
“waaaah, sunbae keren. Aku saja cuma punya 1 piringan hitam. Pemberian appa saat aku ultah. Bukannya berterima kasih aku malah marah pada appa.” Jelas ae rin yang membuat joon sang penasaran.
Joon sang dan ae rin sudah di restoran yang disepakati oleh mereka ber4 tapi hyun jae dan chae eun belum juga datang.
“kenapa harus marah?” tanya joon sang.
“aku tak mau menghambur-hamburkan uang hanya untuk kesenanganku semata. Daripada untuk membeli piringan itu bukankah lebih baik uangnya digunakan untuk orang-orang yang membutuhkan.” Wajah ae rin berubah sendu.
“ya kau benar, aku mendapatkan piringan hitam itu pun dari almarhum ibuku. Beliau adalah pengagum The beatles. Hmmm.. Kau ini baik hati sekali yaa.” Puji joon sang sambil mengacak rambut ae rin gemas hingga.......

Tit tit.. tit tit (pesan masuk)



Tbc.......
« Last Edit: March 31, 2013, 10:44:26 pm by Nobita »