Chapter 1 Part 2 :
Hye sun Pov :
Menjadi manager merupakan pekerjaan yang menyenangkan, sekaligus merepotkan. Menyenangkan karena bisa berkenalan dengan pengunjung dari
negara yang beragam. Merepotkan ketika ada laporan yang pengunjung tidak sukai dari pelayanan hotel ini, maupun barang yang tertinggal di hotel.
Ugh.. melelahkan sekali. Akhirnya waktunya pulang dari pekerjaan yang melelahkan ini..
bip..bip* bunyi panggilan masuk.
End pov.
“oh minho ya.. wae?” hye sun menjawab .
‘hye sun-ah.. mian, hari ini aku tidak pulang. Jangan menungguku. bye’ minho langsung menutup sambungan telephone.
Hye sun menjauhkan telephon genggamnya, menatapnya dan memarahinya seakan benda mati itu yang bersalah.
“ish.. menyebalkan sekali.. katanya sesibuk apapun aku yang selalu menjadi yang paling utama. Mana yang paling utama, memberikan kiss bye saja
tidak, apalagi ucapan i love you.”
“Mencurigakan.” Hye sun memasukkan handphonenya kedalam saku rok-nya.
“oh.. hye sun-ah.. kau sudah akan pulang?” tiba-tiba eric datang dan menyapa.
“oh.. iya eric-ssi.. saya baru saja akan pulang.” Hye sun tersenyum ramah menanggapi.
“mau pulang bersama?” eric menawarkan dengan senyuman menawan yang sangat memikat.
“oh.. tidak perlu repot-repot eric-ssi.. saya bisa pulang sendiri dengan menggunakan bus. Saya tidak ingin merepotkan anda.” Hye sun melambaikan
tangannya tanda menolak.
“ah.. tidak perlu sungkan.. dan juga tidak perlu terlalu formal, ini kan sudah bukan waktu bekerja lagi. Kita kan sudah lama saling kenal.Panggil oppa
saja juga boleh. Bukankah aku lebih tua 2 tahun darimu.ayo..”eric menggenggam telapak tangan hye sun dan menariknya.
“ish.. eric-ssi..” hye sun mencoba menyamakan langkahnya dengan eric.
####
Eric dan hye sun berdua di dalam mobil dengan suasana yang agak canggung. Hye sun mencoba mencari topik pembicaraan. Melihat keadaan mobil
eric yang lengang , hanya ada pengharum mobil.
“em.. bagaimana pekerja anda eric-ssi? Apa sangat melelahkan?” hye sun mencoba memulai.
“panggil aku oppa hye sun-ah.ya.. sangat melelahkan.. tanganku sampai keram ” eric memijat lengan kanannya dengan tangan kirinya.
“oh.. mian oppa.. apa sakit.. di sini?”hye sun memijat lengan eric ringan.
“ah.. lebih ke atas hye sun-ah..”eric menikmati pijatan ringan hye sun.
“oh.. di sini? ”hye sun memijat agak ke atas menuju bahu, dan kemudian turun lagi ke lengan.
“apa sudah agak baikan? Apa sudah tidak keram” hye sun menanyakan , namun masih fokus memijat lengan eric.
“ya.. lumayan. ” erik tersenyum menghadap hye sun.
“ish.. perhatikan jalan saja eric oppa” hye sun melihat kearah jalan raya di hadapannya.
Dan, hye sun menghentikan memijat, lengannya lemas, dia seakan tak percaya dengan penglihatannya. Minho.. sedang bergandengan tangan dengan
jung so min dan tersenyum pula.
Tepat di lampu merah, mobil yang di kendarai eric berhenti. Menunggu penyebrang yang berlalu. Sedangkan hye sun menajamkan matanya
memastikan bahwa yang di lihatnya benar. Bahkan mulut hye sun sedikit terbuka karena, apa yang dia lihat memang benar. Di sana, yang sedang
menyebrang bersama wanita cantik itu, adalah minho kekasihnya. Oh god.. apakah ini mimpi? Mimpi buruk?hye sun berharap terbangun jika ini hanya
mimpi buruk.
“hye sun-ah... kau baik-baik saja.” Eric mengguncang bahu hye sun pelan.
Hye sun mengerjapkan matanya yang mengeluarkan setitik air mata.
“kau menangis? Jika kamu lelah ,tidak perlu memijatku. Aku juga hanya sedikit kelelahan saja.” Eric khawatir dan menghapus air mata di pipi hye sun.
“ah.. tidak oppa.. tadi mataku sedikit perih.. mungkin karena terkena AC..”hye sun menghapus air matanya sendiri.
(aku akan menanyakan ini pada minho)* kata hye sun dalam hati.
Eric mengantarkan hye sun sampai depan rumah. Dan hye sun melambaikan tangan mengantar kepergian eric.
(Hye sun masuk kedalam rumah. Membersihkan diri dan merebahkan diri di atas tempat tidur. Air matanya, menetes . apa yang kurang darinya? Apa
cinta 10 tahun ini hanya bualan saja . atau karena sudah terlalu lama, jadi dia menjadi bosan?. Kenapa dia bisa sebahagia itu dengan so min. Kenapa?
) *hye sun mengalami peperangan batin. Antara percaya dengan cintanya atau percaya dengan apa yang di rasakan.
###
Keesokan paginya :
Hye sun menyiapkan sarapan pagi untuk minho, yang baru saja pulang.
“semalam kau tidur dimana?”hye sun bertanya pada minho.
“aku tidur di apartemen” jawab minho sambil mengunyah roti yang sudah diberi selai oleh hye sun.
“apartemen? Apartemen siapa? Apa jung so min? Artis yang bermain di drama yang kamu sutradarai?” tanya hye sun beruntun.
“tentu saja apartemenku. ” jawab minho santai.
“apa?? Kapan kau membeli apartemen? Kenapa tidak memberi tahukan padaku?” hye sun mulai marah.
“sejak 2 bulan lalu. Ah.. aku membeli apartemen karena tidak ingin merepotkanmu.” Jawab minho santai.
“jadi, kamu berniat untuk pindah?” tanya hye sun dengan nada tinggi.
“tentu saja, kita belum menikah. Apa kata tetangga nanti.”jawab minho meyakinkan.
“kau makan ini. Aku pergi.”hye sun mengambil tasnya .
“hati-hati. Maaf aku tak bisa mengantar” jawab minho yang masih sibuk mengunyah dan meminum susunya.
“dasar lelaki tidak peka.”jawab hye sun pelan berupa gerutuan.