CHAPTER III
Aku beberapa kali mengerjapkan mata,memikirkan kembali apa yang terjadi tadi malam
FLASHBACK
Jun pyo memelukku erat, sangat amat erat hingga aku tak bisa bernafas
“aku tak bisa bernafas” ucapku saat berhasil melonggarkan sedikit pelukannya
Dia melepaskan tubuhku,pandangan kami bertemu,
aku melihat ada kecanggungan di matanya
“mi,,,miane” ucapnya sangat pelan
Beberapa saat kami tetap dalam posisi itu
“ aku pulang dulu…” ucapku memecahkan kesunyian
Tapi dia menggenggam tanganku erat
“bukankah besok libur? Bisakah kau menemaniku sebentar?” pintanya canggung
“ehm…ta,,,pi” ucapku ragu
Tanpa mendengarkan keberatanku,dia menarik pergelangan tanganku dan membawaku ke suatu ruangan
Ruangan ini bercat biru tua,terdapat sebuah lemari pakaian yang besar dan mewah,ada sebuah tv yang amat besar yang menghadap ke tempat tidur,
‘apa tempat tidur? Apa yang mau di lakukan laki-laki ini’ ucapku resah dalam hati
Tanpa ku sempat menilai kembali ruangan ini,jun pyo sudah mendudukanku di tempat tidur yang besar.
Secara perlahan dia mendekatiku…..
“HAI KAU MAU APA?” ucapku dengan kedua tanganku melindungi tubuh bagian atasku dan menutup kedua mataku karena takut.
Tak ada jawaban yang ku mau yang ada hanya kesunyian
tiba-tiba aku merasa seperti ada seseorang yang tidur di pangkuanku
Aku membuka mataku,dan benar saja jun pyo tertidur dalam pangkuanku
Menit pertama aku merasa risih,tapi detik berikutnya aku hanya bisa terpesona melihat wajah seperti malaikat ini,tapi ku lihat dari raut mukanya, jun pyo seperti mempunyai tekanan yang amat sangat.
Aku tak bisa berbuat apapun,aku hanya diam terpaku
Setelah satu jam jun pyo mulai membuka matanya
“gumawo…”ucapnya setelah benar-benar bangun dari tidurnya, suaranya pelan dan tertelan oleh keheningan malam
“sudah jam 11 malam pak,saya permisi pulang dulu ” ucapku berpamitan
tanpa mengucapkan apa-apa jun pyo kembali menarikku,tapi kali ini keluar rumah ini.
Dia kembali dengan seenaknya mendudukanku di sebuah mobil sport merah,dia melajukan mobilnya
“dimana rumahmu?”
END FLASBACK
**********************************************
“jan di…ayo cepat bangun!”omma memanggilku
“iya omma,aku sudah bangun”jawabku
Aku melangkahkan kaki ke dapur, omma sudah ada di sana
“hari ini kau liburkan?” Tanya omma
“ye omma” jawabku singkat
Aku ikut membantu omma masak untuk sarapan
“kemarin omma bertemu ji hoo, ternyata dia sekarang jadi dokter di rs.shinwa”
“iya omma,aku juga sudah bertemu dia,saat mengantar ga eul ke rs.shinwa”akuku
Saat aku berbincang dengan omma,ada telpon masuk
“hallo,siapa ini?” Tanyaku pada orang di seberang sana
“pacarmu….” Jawab orang diseberang sana
“oppa,,,kau tahu dari mana nomorku?”tanyaku aneh
“ye…dari ommamu”jawabnya
Aku langsung mendelik kea rah omma
“kenapa jan di-ya kau menatap omma begitu?” Tanya ommaku aneh
Aku hanya memanyunkan bibirku,omma hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya berkata “dasar anak aneh”
“kau liburkan sekarang?” Tanya ji hoo oppa dari sebrang sana
“ye,oppa, bagaimana keadaan ga eul oppa?” tanyaku
“temanmu itu sepertinya akan sering ke rumah sakit ini walaupun dia sudah sembuh” ucap jihoo oppa
“kenapa?” tanyaku heran
“rahasia,oh ya kau tak mau menjenguk temanmu itu?” Tanya jihoo oppa
“tadinya hari ini aku akan kesana,ya sudah aku mau siap-siap dulu ya!” aku memutuskan sambungan telpon dari jihoo oppa
“ya omma,apa saja yang kau katakan pada jihoo oppa?”tanyaku sebal
Tapi omma pura-pura tak mendengarku,aku sebal sekali jika omma sudah menjailiku
“ya sudahlah aku tak akan menang kalau melawan omma” ucapku meninggalkan omma
Aku melihat omma tersenyum setelah aku keluar dari dapur
**********************************************
Aku mencari ga eul dikamarnya,tapi aku tak menemukan siapapun disana
“jan di-ya kau sedang apa di sini?”Tanya seseorang di belakangku
Dan ternyata orang itu jihoo oppa
“aku mencari ga eul oppa!”jawabku
Jihoo oppa hanya terkekeh melihatku yang kebingungan mencari gaeul,lalu jihoo oppa menarikku
“ya oppa mau apa?” tanyaku kaget ditarik seperti itu
“sudahlah dari pada kau menunggu yang tak pasti”jawabnya tanpa melepaskan tanganku
Ternyata aku dibawa keatap rumah sakit
“kenapa oppa membwaku kesini?” tanyaku heran
Jihoo oppa tak menjawabku, dia hanya tersenyum
“lihatlah,,,indahkan?” jihoo oppa menunjuk pemandangan yang tersuguh di bawah sana
Aku hanya bisa tercengang, betapa indah ciptaan tuhan untuk bumi ini
*******************************************
Kami kembali dari atap karena jihoo oppa mendapatkan telpon bahwa ada rapat untuk program kepala rumah sakit baru.
“jan di-ya nanti kita jalan-jalan ketempat yang indah,oke?” ucap jihoo oppa ketika kami di lift
Saat lift berhenti di lantai 43 ada seseorang masuk yang tak lain adalah jun pyo,
Saat itu dia sangat sempurna dengan di balut jas dokternya, tapi tatapannya begitu tajam kepadaku
Aku sangat gentar ditatap seperti itu
“ pagi pak kepala” sapa jihoo oppa dengan sedikit menundukan wajahnya
Tapi betapa sombongnya orang ini,dia bahkan tak memberikan senyuman pada jihoo oppa
Aku putuskan pura-pura tak mengenalnya
“geum jan di setelah aku selesai rapat, kau harus ada di ruanganku,araso!” kata jun pyo mencairkan kebekuan di lift ini
“hm…apakah harus dok?”tanyaku malas
Jika di dunia ini ada peraturan yang membolehkan Seseorang membunuh orang lain, maka orang yang pertama aku bunuh adalah orang ini
“ apakah pertanyaan itu pantas di jawab hah!” ucapnya ketus
Aku hanya bisa terdiam menundukan kepala , aku tak berani memandang wajah jiho oppa karena aku yakin banyak pertanyaan yang menghiasi wajahnya.
Akhirnya kami sampai dilantai 37, dimana rapat itu akan berlangsung, aku tetap tak berani menatap ke wajah jiho oppa
“miane jan di-ya aku meninggalkanmu” ucap jihoo oppa menyesal
Aku hanya tersenyum kecut menanggapi pertanyaan jihoo oppa.
Jun pyo menatapku lekat, tanpa ekspresi dan itu sangat membuatku gugup,
“ruanganku di lantai 35 dan ini kuncinya” ucap jun pyo seraya melemparkan kunci padaku
Jihoo oppa hanya memandang kami dengan senyum yang di paksakan sebelum melangkah pergi.
*******************************************
Aku sampai di sebuah ruangan yang berlebel ‘ruang kepala rumah sakit’
Aku memberanikan diri masuk keruangan itu,ruangan yang hangat dan nyaman,dan akhirnya sukses membuatku tidur di sofa yang empuk yang berada di ruangan itu.
Hampir satu jam aku tertidur di sofa itu,dan tiba-tiba ada suara pintu di buka, dan itu membuatku benar-benar tersadar dari tidurku.
“miane saya tadi tertidur”ucapku menyesal
“hm…itu tak masalah” ucap jun pyo datar
Dia duduk di kursi kerjanya,tanpa berkata-kata lagi
‘lalu untuk apa dia menyuruhku menunggu disini’ dumalku
“ada masalah apa pak?” Tanyaku sudah tak sabar lagi menghadapi sikapnya yang arogan itu.
Tapi dia tetap dengan kebisuannya, ‘hai kamu gila ya? Apa kamu menyuruhku menunggu hanya untuk melihatmu diam,dasar orang aneh’ ingin sekali aku memakinya dengan kata-kata itu.
“masalah kemarin malam lupakan saja” ucapnya akhirnya
Tapi kenapa hatiku rasanya sakit sekali , seperti ada petir yang menyambarku,tak terasa mataku panas,memerah dan akhinya pertahananku roboh aku menangis di hadapan orang ini ‘kenapa aku harus menangis untuk masalah ini’ aku menyesali perbuatankua sendiri,tapi kenapa air mata ini tak mau berhenti.
“miane” ucap jun pyo mendekatiku, yang masih terduduk di sofa dan memelukku erat
‘kenapa?kenapa dalam pelukan jun pyo aku merasa tenang’ aku tersadar lalu mendorong tubuh jun pyo keras kebelakang,
“miane” ucapku lemah
Aku sangat mengutuk perbuatanku ini, kaenapa harus dengan orang ini aku mendapatkan ketenangan,aku merasa ini adalah hal yang sangat bodoh
Aku segera lari keluar dari ruangan itu….pikiranku masih penuh dengan pertanyaan
*******************************************
Goo jun pyo
‘kenapa dia menangis? Tapi kenapa aku merasa kesal melihat dia dengan laki-laki lain’ begitu banyak pertanyaan di benak jun pyo
***************************************
Di kampus aku bersikap seperti tidak terjadi apa-apa antara aku dengan dokter goo jun pyo dan begitu juga sebaliknya.
Hari ini ga eul masuk kembali kekampus,senang sekali rasanya mendengar anak itu akan kembali kekampus karena dengan ada dia aku nisa berkeluh kesah jika dokter jun pyo semena-mena terhadapku
“jan di-ya aku ingin bercerita banyak kepadamu” ga eul datang dari belakang dan sukses mendirikan bulu romaku
*********************************************
Pantas ga eul suka di rumah sakit, ternyata ada dr. yi jeong yang menemani
Dan sudah satu minggu dokter jun pyo tak mengajar kelasku,anak-anak di kelas sudah banyak yang menanyakannya kepadaku karena aku adalah penanggung jawab mata kuliahnya,akhirnya ku putuskan untuk pergi kerumahnya.
Setelah mengabari bahwa aku akan kerumah dokter goo setelah pulang kuliah pada omma
Akhirnya aku tiba di rumah yang besar ini.
Setelah memencet bel cukup lama,akhirnya dokter itu datang dan membukakan pintu untukku
“ada apa?” tanyanya bersikap acuh
“Hm…ini dok….”aku belum sempat menyelesaikan kalimatku
“kita bicara di ruang kerjaku saja” ucap jun pyo,berjalan menuju ruang kerjanya
Aku mengikutinya langkahnya dari belakang
***********************************************
“duduklah!” titahnya setelah kami sampai di ruang kerjanya
Ruang yang bercat biru tua ini sangat luas dan di penuhi buku-buku yang tebal yang terpajang di lemari buku yang sangat mewah.
“ada perlu apa kamu dengan saya?” tanyanya seperti tak punya otak
“miane dok,sudah satu minggu anda tak mengajar di kelas kami” ucapku menjelaskan maksud kedatanganku.
“siapa laki-laki itu?” Tanya jun pyo ketus
Aku berpikir keras siapa yang di maksud orang ini
“KAU BENAR-BENAR BODOH,SIAPA LAKI-LAKI YANG BERSAMAMU DI RUMAH SAKIT DULU?” tanyanya keras kepadaku, aku kaget setengah mati mendengar pertanyaan keras tersebut,mataku memerah,takut sekali rasanya.
“itu jihoo oppa” ucapku dengan suara bergetar.
Jun pyo keluar dari meja kerjanya dan mendekatiku,dia membalikan kursiku hingga membuat kami berhadapan.
“jangan coba-coba dekat dengan laki-laki lain….”hatiku gembira saat jun pyo mengatakan itu
**********************************************
endchapter