Author Topic: My Everything II (That's My Promise), chapter 5 FINAL updated 7 Agustus 2010  (Read 20691 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile

karena chp ini kepanjangan and ga kepost dlm satu halaman jd chp terakhir gw post di halaman berikutnya [biggrin] [biggrin]

@sis bultang, bisa ga dicopy ke sini, tar reply di sana di remove aja [biggrin]


ps : sambungan dari chp di atas [hmpfh] [hmpfh]





Edys sedang menekuni sebuah buku tebal tentang anatomi manusia ketika, brukkkkkk ..... setumpuk majalah mendarat tepat dihadapannya. Edys segera mengalihkan perhatian ke tamu tidak diundang itu. Chaeyeong menjatuhkan diri ke salah satu kursi kayu yang mensejajari meja panjang tersebut.

"Apa yang kamu lakukan?", tegur Edys dengan bisikan yang ditahan. Dia segera menangkap pandangan tajam dari kepala perpustakaan akibat keributan kecil tadi. Edys tersenyum perlahan pada wanita berkacamata tebal itu. "Sosoengheyo, Yoona-ssi .. ", ucap Edys pelan.

Kemudian dia beralih pada Chaeyeong lagi, "Ada apa?"

"Semua majalah itu berisi interview tentang Goo Jan Pyo!!", jawab Chaeyeong, tanpa berusaha mengurangi volume suaranya.

"Mwo? Untuk apa kamu mengubek interview tentang dia? Upsss ..". Edys langsung menutup mulut dengan kedua tangan ketika suaranya terdengar mengema dalam ruang perpustakaan itu. Dia segera mengangguk ke Yoona dan mengangkat tangan ke atas sebagai tanda permintaan maaf.

"Saya ingin tahu orang macam apa dia! ...  Apakah kamu bisa menebak apa yang dikatakannya padaku di restoran Amba kemarin siang?", tanya Chaeyeong dengan emosi yang ditahan.

"Mwo?"

"Dia berkata kalau saya bukan tipenya!! ... Apakah kamu bisa membayangkannya Edysya?! .. Seorang pria berkata kalau dia tidak tertarik padaku dan saya bukan tipe wanita yang disukainya!! .. SUNGGUH MEMALUKAN!!"

"Heii .. tenanglah, Chaeyeong-ya ... ". Edys menempelkan tangan ke pundak Chaeyeong dan berusaha menenangkannya. Wajah sahabatnya itu sudah merah padam. Dan ini untuk pertama kalinya Edys melihat Chaeyeong semurka ini.

"Tenang? Bagaimana saya bisa tenang? .. Dia menganggap dirinya hebat, huhhhhhh walaupun .. ", Chaeyeong menyentuh bibirnya, "Walaupun bibirnya sangat sedap, tetap saja dia tidak punya hak berbuat begitu!!!". Emosi Chaeyeong semakin tak terbendung. Sinar matanya seakan siap melahap semua yang tertangkap oleh pandangannya.



Edys mendesah perlahan. Wajahnya menjadi sayu. Masalah yang mereka hadapi semakin rumit dan semua itu gara-gara satu orang, GOO JAN PYO. Chaeyeong, yang melihat perubahan wajah Edys, mulai memelankan suaranya.
"Sudahlah, percuma saya membicarakannya denganmu! Kamu tidak akan mengerti bagaimana perasaanku, ..  saya mulai tertarik padanya karena ciuman itu, tapi setelah itu terpuruk oleh penolakannya ... Kamu tentu tidak bisa membayangkan bagaimana lembut dan lengketnya bibir itu!!"

Edys memejamkan mata perlahan dan mengigit bibir bawahnya keras-keras. Bagaimana mungkin dia tidak mengetahui bagaimana rasanya bibir itu, kalau kemarin bibir itu sudah menempel di bibirnya? Bibir yang lembut dan hangat. Edys mendesah pelan, lalu matanya menangkap sosok Shinhye memasuki ruang perpustakaan.

"Shinhye-ya .. ", panggil Edys sambil melambaikan tangan pada Shinhye.

Gadis itu mendekati mereka. Dan tampangnya langsung cemberut begitu melihat Chaeyeong juga berada di situ.
"Puas sekarang?!!", tanyanya dengan nada sinis.

"Mwo?", balas Chaeyeong.

"Kemarin malam oppa meneleponku dan ... dan untuk pertama kalinya selama kebersamaan kami, oppa mengatakan kalau .. kalau dia hanya .. hanya menganggapku sebagai dongseng. Hanya seorang dongseng, Tidak lebih dari itu! Jadi kamu sudah puas kan sekarang!! Semua ini gara-gara kamu!!", teriak Shinhye keras, sehingga menyebabkan para siswa yang berada dalam perpustakaan itu segera memalingkan wajah kearah mereka.

"Hoo .. kamu menyalahkanku? Paboya, oppamu juga tidak tertarik padaku! Dia menolakku mentah-mentah! ... Sekarang saya jadi berpikir, mungkin oppamu itu gay!!"

"HAN CHAE YEONG!!"

Tampang Chaeyeong mengeras. Dia mengambil tas besar yang diletakkan di atas meja dengan kasar.
"Saya tidak punya waktu bertengkar denganmu!"
Chaeyeong keluar dari ruang perpustakaan dengan langkah lebar.

"HAN CHAE YEONG!!"

"Heii kalian!! Keluar dari sini kalau masih ingin ribut!!". Teriakan Yoona membuat ruangan itu langsung hening.

Shinhye menjatuhkan diri ke kursi dihadapan Edys. Tampangnya sangat kusut. "Han Chae Yeong! Saya benci sekali padanya!!"

Edys menghembuskan nafas kuat-kuat. Pertikaian antara Chaeyeong dan Shinhye semakin hebat. Dan dia tidak yakin bisa menjadi orang tengah yang mampu menyelesaikan pertikaian antara keduanya, karena .... karena sekarang dia juga termasuk dalam kelompok yang bertikai itu. Perang dunia ketiga, keempat atau kelima mungkin akan meledak kalau mereka mengetahui ciuman kemarin siang. Dan semua gara-gara pemuda itu.

"Goo Jan Pyo, mengapa kamu selalu melibatkanku dalam urusanmu?". Pandangan Edys meredup perlahan.


------------------------------






EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun