miane sista aku baru bisa update sekarang..maaf kalo ff nya yang ini mengecewakan
Cast :
lee min hoo as lee min ho
Goo hye sun as goo hye sun
Yoon eun hye as yoon eun hye
Song hye kyo as song hye kyo
*tambahan pemain bakal ada sesuai alur ceritanya..”
Chapter 1
Rumah sakit ibu dan anak….
“wuaah..gembul sekali…” ucap eun hye sambil mencubit gemas pipi minsun yang berada dalam dekapanku
Aku tersenyum,” benarkah? Hehe..”
Ji hoon mengangguk mantap,” benar! Ia sungguh cantik sekali sama sepertimu hye sun”
Eun hye yang mendengar pujian dari kekasihnya itu untuk hye sun segera menjitak kepala ji hoon,” yaa pabo! Berani sekali kau memuji wanita lain di hadapanku”
Ji hoo meringis ,” akh…miane honey..bagiku kau lah yang paling cantik di antara yang tercantik” gombal ji hoo dan merangkul pundak eun hye. Sedangkan eun hye tertawa lebar mendengarnya
“yaa..kalian ini benar benar memalukan!” aku menggeleng gelengkan kepala
“ hye sun-a…matanya yang bulat pasti menurun darimu..”
Itu adalah suara hye kyo onnie yang baru saja keluar dari toilet untuk membersihkan wajahnya..
“ yee..matanya sungguh tajam dan bulat..”ucapku sambil mengelus sayang pipi putri pertamaku
Beginilah suasana di rumah sakit pasca sehari setelah aku melahirkan putri pertamaku..ji hoon dan eun hye adalah sahabatku dari SMP..sedangkan hye kyo onnie adalah sahabatku di kantor tempat aku bekerja dulu..tetapi sekarang kami tidak lagi sekantor..sebab sebulan setelah pernikahanku, aku memutuskan untuk berhenti bekerja karna suamiku ingin aku menjadi ibu rumah tangga saja..
“ hye sun-a..dimana suamimu?” Tanya ji hoon
“ sebentar lagi ia sampai..hari ini ia sedang sibuk menangani proyek besar perusahaan shinhwa” jelas hye sun..dan di anggukkan oleh ji hoon
Tok…tok…
Cekleeek..
Pintu terbuka oleh seseorang…
“ mino!” panggil hye kyo onnie bersemangat. Eun hye, ji hoon, dan aku pun menoleh kearah pintu melihat mino
Mino tersenyum lebar,” kalian..kapan kalian datang?” mino berjalan menghampiri kami
“sekitar 1 jam yang lalu” jawab eun hye
“mino-a..cukae..putrimu sungguh cantik sekali” puji hye kyo onnie dan di anggukkan oleh eun hye dan ji hoon
“benarkah? Siapa dulu omma dan appanya!” mino membusungkan dadanya bangga.
Mino mencium keningku dan setelah itu mencium pipi gembul anak kami,” baby..appa sangat merindukanmu..”
“yaiiiish…benar benar sangat bikin iri…honey..apa kita perlu mempercepat pernikahan? Aku ingin sekali mempunyai anak seperti mereka..” rengek ji hoon manja kepada eun hye yang disambut oleh eun hye dengan cubitan di hidung ji hoon,” yaiish pabo! Kita kan sudah mencetak undangan! Dan di undangan itu sudah jelas bahwa kita akan menikah dua bulan lagi! Araso??”
Ji hoon mengangguk pasrah..ia tau tidak akan mungkin menang melawan kekasihnya,” yee..araso…”
Mino, aku, dan hye kyo onnie tertawa geli melihat tingkah laku dua pasangan ini,” hahahahaha..”
“sepertinya kau harus banyak bersabar ji hoon..” mino mengedipkan mata dan tersenyum mengejek
“yaa..begitu senangnya kau melihatku menderita!” ji hoon memanjangkan mulutnya
“sudah..sudah..kalian ini! Mino-a..kira kira siapa nama putri cantikmu ini?” Tanya hye kyo onnie
Mino tersenyum mendengar pertanyaan dari hye kyo onnie,” nama putri kami yaitu LEE MINSUN” mino sedikit menekan di kata” lee minsun”
“Boo?? Minsun?apa itu?” Tanya eun hye tak mengerti
“MINSUN…MIN diambil dari nama MIN HOO dan SUN diambil dari namaku HYE SUN” jelasku pada mereka
Jawabanku dianggukkan oleh mereka bertiga..
“jadi begitu..nama yang bagus sekali…” puji hye kyo onnie
Aku dan mino saling berpandangan dan tersenyum..mino mengambil minsun yang berada dalam dekapanku..,” baby..kelak kamu akan menjadi anak yang baik dan manis seperti ommamu”
Cekleeek..
Pintu terbuka…kali ini yang masuk adalah suster kim..beliaulah yang merawatku disini sesaat sebelum melahirkan
“permisi…maaf nyonya dan tuan lee..waktu untuk bertemu bayi anda sudah habis..sekarang waktunya memandikan putri anda..” jelas suster kim
“benarkah? Yaiiish..aku masih merindukannya..” ucap mino sedikit tidak rela dan memberikannya kepada suster kim.
“miane tuan..ini memang peraturan dari rumah sakit..permisi..” suster kim segera berlalu membawa minsun
“oke..kalau begitu kami bertiga juga akan pulang” ucap ji hoon dan di benarkan oleh eun hye dan hye kyo onnie..
“ benar..satu jam lagi aku ada meeting di kantor”hye kyo onnie berdiri dari duduknya
Aku dan mino mengangguk..,” yee..hati hati di jalan” ucap kami berbarengan
Kami ber lima saling bersalaman dan berpelukan…
“ anyong haseo…” ucap mereka bertiga sebelum pintu tertutup..
“yee..anyong haseo…”
Cekleek..
Pintu tertutup..
Aku dan mino saling berpandangan..tiba tiba mino mengecup lembut bibirku,” gumawo sayang..”
“bonte?” tanyaku heran
Mino mengecup bibirku sekali lagi,” gumawo..kau telah melahirkan baby yang begitu lucu untukku”
Aku tertawa mendengarnya,” yaiiish kau ini…ini sudah ke 27 kalinya kau berkata seperti itu dari kemarin..”
Mino ikut tertawa,” benarkah? Aku tidak menyadarinya..” mino memelukku begitu erat..,” tentu saja aku berkata begitu..kau sudah bersusah payanh mengandung dan melahirkan anakku..tidak ada yang bisa aku lakukan lagi selain mengucapkan gumawo..dan gumawo…” suaranya sungguh lembut sekali di telingaku
Aku tersenyum bahagia…aku begitu amat bersyukur bisa menikah dengannya..walaupun dulu suamiku ini adalah pria yang sangat menyebalkan yang pernah aku temui…
“ yaa..aku tidak bisa bernafas tau….” Aku memukul mukul punggung mino meminta ia melepaskan dekapannya yang begitu erat
“sido! “katanya dan makin mempererat dekapannya di tubuhku
“yaa..kau bau sekali tau…mandi sana!” omelku
Mendengar hal itu mino langsung melepaskan pelukannya di tubuhku dan dengan cepat menciumi tuxedo nya,” hm..hm… “ dengusnya..,” mana? Aku wangi begini! Enak saja aku di bilang bau!” katanya tak terima
Aku tertawa terbahak bahak,” aku bohoooong!”
Mino yang merasa di bohongi olehku langsung dengan sigap mengeluarkan jurus andalannya yaitu menggelitik tubuhku…,” kyaaaa..ampun mino….akh!” aku meringis kesekitan dan memegangi perutku
Mino terlihat sangat panik dan menghentikan kegiatannya,” sayang..weo?”
Aku meringkuk memegangi perutku,” ukh…yaiish..pabo! aku baru saja melahirkan tetapi kau malah menggelitiki ku..apho..”
Mino segera menengkupkan kepalaku ke dada bidangnya,” miane sayang..aku lupa..miane..” suaranya terdengar begitu menyesal ,’ apa perlu ku panggilkan dokter?”
Aku menggelengkan kepalaku,” tidak usah..perutku sudah agak membaik”
***
Malam harinya…
Mino sedang pulang dulu ke rumah kami untuk mandi dan berganti pakaian..sedangkan aku sibuk menyusui minsun..
“ sayang..kenapa kau begitu lucu sih..” ucapku begitu gemas..,” hm..appamu lama sekali datangnya…hihi..minsun-a, kau tau tidak? Di rumah appamu sudah memperiapkan kamar yang begitu besar dan berisikan banyak mainan untukumu..fuuh..omma sempat tidak setuju, tapi appamu sungguh keras kepala” ceritaku kepada minsun yang sudah menghabiskan susunya dan menatapku
“oee…”
Aku membelakkan mataku tak percaya,” minsun-a..kau tersenyum ya. Hihi..akh omma gemas sekali!” aku memeluk minsun dengan lembut dan membisikkan sesuatu di telinganya yang mungil,” baby..kelak kamu akan merasakan cinta yang indah seperti cinta appa dan omma…”
Sambil menimang nimang minsun, fikiranku kembali menerawang di satu setegah tahun yang lalu..waktu pertamakalinya aku bertemu dengan mino…
FLASH BACK…
“AWAAAAS” teriak seorang pria padaku.
Aku yang sedang terburu buru karna terlambat ke kantor dan menyebrang tanpa menoleh ke kanan dan kekiri terlebih dahulu segera menoleh dan membelakkan mataku. Melihat sepeda motor melaju dengan begitu cepat ke arahku,” AAAAAA” aku berteriak dan menutup wajahku dengan kedua tanganku
DAAASH!!
pria itu membelokkan stang motornya kearah samping ..
“ haaah..” aku menarik nafas lega, karna motor besar itu tidak jadi menabrakku..tetapi di detik berikutnya nafasku seakan berhenti melihat lelaki itu terkapar di pinggiran jalan dan berlumuran darah.. ternyata pria itu menghindariku dan menabrak sebuah tiang di samping trotoar
Aku segera berlari menghampiri pria itu…,” yaa..sadarlah! ku mohon!” aku mengguncangkan badannya dan menangis..tidak ada yang membantuku karna jalanan ini cukup sepi..
Setelah 15 menit menunggu, akhirnya ambulance yang aku telpon datang dan segera membawa pria itu.. dan aku ikut di dalamnya..di sepanjang jalan aku tiada henti menangis..dan menyalahkan diriku sendiri..kalau saja aku tidak menyebrang tanpa melihat ke kanan dan kekiri terlebih dahulu…
Tuuk..
Sebuah dompet terjatuh dari kantong celana pria itu..
Aku segera memungutnya.. dan melihat isinya..siapa tau saja ada identitasnya dan aku bisa memberitahukan keluarganya
LEE MIN HO…aku membaca KTP nya..jadi namanya lee min ho…le min ho..aku mengulang namanya berkali kali dalam fikiranku..aku merasa sangat tidak asing dengan nama itu..lee min ho?? OMO!! Pria ini jangan jangan … PEWARIS NOMOR 1 GRUP SHINHWA! PERUSAHAAN TERBESAR DI KOREA! Aku segera menatap wajahnya untuk memastikan apakah benar itu dia? Yaiiiiish! Ternyata benar!! Aaaakh..matilah aku!
***
“ di mana anakku?” Tanya seorang ibu kepadaku..dan aku sangat mengenalnya..sebab wajahnya sangat familiar..ia sering terlihat dalam sebuah acara berita di tv maupun di koran..dia adalah LEE JUN HYUN. omma dari lee min ho
Aku segera bangkit dari dudukku di ruang tunggu,” di..dia..sedang berada di dalam ru..ruang tindakan nyo..nyonya..” ucapku tergagap gagap melihat pengawal pengawal yang berada di belakang jun hyun..
“kau yang menelponku tadi? Ceritakanlah kenapa semua ini bisa terjadi?” raut wajahnya begitu sangat cemas
Dengan takut takut aku menceritakan semua yang terjadi tadi…aku sudah pasrah jika ia melaporkanku ke polisi..karna ini semua memang salahku..
“jadi begitu…sudahlah tidak usah dipikirkan..ini semua memang sudah takdirnya..tidak ada yang bisa menghindari kecelakaan” ucap hun hyun dan mengusap usap punggungku
Aku sungguh tidak percaya dengan perkataannya..aku kira ia akan melaporkanku ke polisi..atau bahkan memaki maki aku dan menyuruh penganwalnya ini memukuliku… tetapi ternyata semua fikiranku itu salah besar!
***
Dua hari semenjak insiden kecelakaan itu..akhirnya aku memberanikan diri lagi untuk datang ke rumah sakit..karna kata suster yang aku telpon mengatakan bahwa lee min ho sudah sadar dari komanya..
Cekleeek..
Dengan ragu ragu aku membuka pintu dan masuk kedalam ruangan tempat di mana min ho di rawat..aku melihat mino sedang tertidur pulas di ranjangnya..dengan gemetar, aku berjalan mendekatinya..
Omo..betapa sempurnanya makhluk di depanku ini..walaupun jidatnya di balut oleh perban..tetapi itu tidak mengilangkan ketampanannya..
“ukh….” Ia mulai terbangun dari tidurnya
Aku yang daritadi menatapnya segera memalingkan pandanganku kearah jendela dengan salah tingkah..
Mino mengucek ucek matanya dan menguap,” hoaaaahm..” sepertinya dia belum menyadari kehadiranku
“a..anyonghaseo..” sapaku ragu ragu
Mino tersentak dan menatap ke arahku,” KAU!!” Katanya sambil menunjuk nunjuk ke arahku
Keringat dingin semakin mengucur deras di dahiku,” mi..miane..”
“yaa! Berani juga kau memunculkan wajahmu lagi di depanku!” mino menatapku dengan pandangan tajam
“ miane..lee min ho ssi,,ini semua salahku..aku siap menerima konsekuesinya..” aku membungkkukkan badanku
“benarkah? Kau mau terima? Oke! Mulai hari ini kau yang harus merawatku sampai aku sembuh! Araso??” terlihat senyuman kecil tersungging di wajahnya
Dengan terpaksa aku mengiyakan permintaannya..setidaknya aku hanya perlu merawatnya..dan tidak di masukkan ke dalam penjara..
***
Hari demi hari aku merawat mino dengan penuh ketelatenan..mulai dari di rumah sakit sampai ia di perbolehkan pulang ke rumah.. di awal merawatnya, mino sungguh sangat menyebalkan..ia selalu saja menyuruhku ambil ini ambil itu..minta ini minta itu..bawa ini bawa itu…dan itu semua membuatku sangat pusing!
Tetapi semakin lama bersama mino, aku merasakan ada yang berbeda dalam hatiku..entah kenapa setiap bertemu atau bersentuhan dengan mino dadaku terasa berdesir dan berdetak tidak karuan..
“ yaa hye sun-a! kemari!” ucap mino yang sedang tiduran di kamar menonton tv. Aku yang sedang membaca buku di sofa segera melangkah menghampirinya.
“weo? Ada yang kau perlukan lagi?” tanyaku tanpa basa basi. Padahal luka di kepalanya sudah hampir sembuh, tetapi dia terus menahanku untuk tetap merawatnya
Sraaaat!
Tiba tiba mino memelukku..
Deeesh..wajahku seketika langsung memerah…,” yaa..apa yang kau lakukan!lepaskan!” aku mencoba melepaskan pelukannya.. pelukan seperti ini sangat tidak wajar, karna posisiku berada di atasnya.
“ sido…” mino malah mempererat pelukannya
“hye sun-a…” panggil mino tepat di telingaku…bulu kudukku langsung bediri karna begitu merindingnya
“b..boo?”
“menikahlah denganku..” ucap mino tegas
Aku terlonjak kaget dan melompat melepaskan diri dari pelukannya,” BOO? MENIKAH ??”
“yee.. saranghae hye sun-a..sejak kau merawatku 1 bulan yang lalu..saat itu juga aku jatuh cinta padamu..kau sungguh gadis yang baik dan manis..aku menyukai itu..dan aku tau kau juga menyukaiku..” mino terbangun dari tidurnya dan mendekatiku..meraih pipiku dengan kedua tangannya…,” katakan kau juga menyukaiku hye sun-a…”
Deg deg… darah yang mengalir di tubuhku sekan berhenti… aku sungguh tidak mempercayai ini.. kenapa mino tiba tiba mengajakku menikah..jujur..aku juga menyukainya..tetapi kalu mendadak begini ya aku tidak tau harus bagaimana….
“a..aku..ju..juga menyukai..mu..tetapi…” belum selesai aku menyudahi kalimatku..dengan cepat mino melahap habis bibirku dan melumatnya.
“gumawo! Sekarang ayo kita ke ruamahmu! Hari ini juga aku akan melamarmu. Appa dan ommaku sudah menyetujuinya kemarin!” mino terlihat sangat bahagia dan menyeretku keluar..
“ YAAA! LEE MIN HO! KENAPA MENDADAK BEGINI…!!”
END OF FLASH BACK..
Haha..begitulah awal pertemuan kami.. dan pernikahan yang sangat terburu buru dengan ketidaksabaran mino…masih banyak sekali yang ingin aku ceritakan..tetapi aku akan menyimpannya nanti…
Aku tersenyum menatap minsun yang masih terjaga di pangkuanku..
Ceklek..
Pintu terbuka..
“sayaaaang…” panggil mino dan segera menghampiriku
Aku tersenyum lebar kepadanya,” yaa..suamiku akhirnya datang juga…”
Mino terkekeh,” miane..tadi aku bertemu appa dan omma dulu..beliau baru sampai dari macau dan akan mengunjungimu besok..mereka sangat tidak sabar untuk bertemu dengan minsun” mino mencim keningku dan merampas lembut minsun dariku
“benarkah? Ah..senangnya..sudah 2 minggu aku tidak bertemu omma..”
Mino menciumi pipi gembul minsun tiada henti,” cup..cup.. baby..kau merindukan appa ya..”
Aku sangat bahagia melihat mino dan minsun..mereka berdua adalah hal yang teridah di dalam hidupku..saking bahagianya sampai sampai aku sangat takut jika kebahagiaanku ini akan di rampas oleh orang lain….
***
hmm...sku siap di

kalo ga baguuus
