Author Topic: Masih Sahabatku (♥ Kekasihku ♥) ~ Chapter 15, Update 08.05.2011 ^^  (Read 27329 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Olaaaaaaaaaaaaaa mian baru bisa update jangan di  [head break] [head break] [head break] ato di  [hammer] [hammer] [hammer] ato protes kl ini kependekan coz bener2 super sibuk jadinya yh alakadarnya  [hmff] [hmff] [hmff]


CHAPTER 10


Tutttt…. Tutttt….Tutttt….

Ji Sung terbangun oleh suara handphonenya. Dengan agak malas, ia mengangkat handphonenya.

“Yoboseyo”

“Ji Sung-aa”

“Ah Yuki noona. Ne… benarkah? Kapan? Ah arasso. Ne, sampai jumpa”

Ji Sung mematikan handphonenya, kemudian ia melirik jam meja yang ada di sebelah tempat tidurnya. “Mwo? sudah jam delapan pagi? Aku pasti sudah tertidur lama sekali” Ji Sung berbicara sendiri, ia kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan pergi menuju ke kamar mandi.


********************

Kreekkk….

“Ji Won-ssi”

“Dokter Park apa yang kau lakukan disini pagi-pagi sekali?” sahut Ji Won saat melihat Kim Jun yang tengah duduk di kursi kantornya.



“Aku hanya mau mengembalikan diktat yang ku pinjam dulu, gomawo” jawab Kim Jun mengangkat buku diktat yang dibawanya.

“Memang sudah selesai? Kapan ujianmu” Ji Won menyahut diktat yang di pegang oleh Kim Jun kemudian meletakkannya di mejanya

“Minggu depan, karena itu aku perlu konsentrasi tingkat tinggi sekarang” canda Kim Jun. Ji Won hanya tersenyum menanggapi gurauan Kim Jun

“Pilihan lukisan yang bagus, setidaknya sekarang ada pemandangan yang bagus di kantormu” celetuk Kim Jun saat ia melihat sebuah lukisan yang terpasang di salah satu dinding kantor Ji Won.

“Sebenarnya ini pilihan Eun Cha” papar Ji Won melihat lukisan yang di tunjuk oleh Kim Jun.

“Eun Cha? Kau bertemu dengannya? Kapan?” Tanya Kim Jun, wajahnya sontak berubah menjadi sendu.

“Kemarin lusa, dia tidak bercerita padamu?” Tanya Ji Won heran.

“Oh, tidak… hmm mungkin dia tidak ingin menggangguku yang sedang konsentrasi dengan ujianku” Kim Jun tersenyum samar.

“Oh benarkah?” Ji Won menjawab pendek, ia tersenyum kearah Kim Jun, memperhatikan raut wajah Kim Jun yang sedikit sedih.

“Ah baiklah aku pergi dulu, Ji Won sekali lagi gomawoyo.” pamit Jun oppa tiba-tiba.

Kim Jun beranjak dari kursinya, ia kemudian keluar dari ruangan Ji Won, Ji Won memandanginya dengan heran namun ia tidak ingin bertanya ataupun mengorek sesuatu dari Kim Jun saat ini. Sesaat setelah keluar dari ruangan Ji Won, Kim Jun berjalan menyusuri lorong rumah sakit, ia merogoh sakunya mengeluarkan handphonenya dan mengecek beberapa pesan yang masuk, namun tidak ada pesan dari Eun Cha, Kim Jun menghela nafasnya pelan. Ia kemudian memencet sebuah nomer dan menekan nada panggil. Cukup lama ia menunggu Eun Cha mengangkat teleponnya.

“Yoboseyo oppa” suara manja Eun Cha terdengar.

“Sayang kau ada dimana sekarang?”

“Aku ada dibus, sedang dalam perjalanan ke kantor, Wae?” tanya Eun Cha, nadanya riang seperti biasanya.

“Ahniyo, hmm aku ingin bertemu denganmu, hari ini bisakah kita makan siang bersama?”

“Mwo? kenapa tiba-tiba?" Eun Cha merasa sedikit heran, ia terdiam sejenak kemudian ia kembali menyahut "Ah baiklah nanti siang kita bertemu dimana?” tanyanya lagi.

“Nanti kujemput di kantormu” sahut Kim Jun cepat.

“Ne, baiklah kalau begitu, sampai jumpa nanti siang”

“I love you baby” sahut Ji Sung lembut.

“Aku juga, ah oppa aku harus turun sekarang bye sampai nanti siang” Eun Cha dengan sedikit terburu-buru mematikan handphonenya.

Kim Jun menghela nafasnya kembali. Selalu begitu, selalu dia yang berinisiatif terlebih dahulu. Terkadang ia bingung dengan perasaan Eun Cha. Gadis itu tidak pernah terbuka kepadanya tetapi ia selalu ada disampingnya saat ia membutuhkan seseorang untuk berbagi. Ji Sung ingat saat pertama kali ia berkenalan dengan Eun Cha, ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Eun Cha.

Perlu waktu cukup lama baginya sampai akhirnya Eun Cha mau menerima cintanya. Tidak sedikit pengorbanan yang harus ia lakukan untuk mendapatkan Eun Cha, namun sampai sekarang ia masih ragu-ragu dengan perasaan Eun Cha sendiri. Meskipun sampai akhirnya, ia bertunangan dengan Eun Cha namun ia tidak pernah yakin dengan hubungan yang dijalaninya. Hanya rasa cintanya yang teramat besar kepada Eun Cha lah yang mampu mengalahkan segala perasaannya.   

Kim Jun berjalan menuju ke mobilnya, kemudian ia pun melajukan kendaraannya. Sepanjang perjalanan ia hanya terdiam berpikir, akhirnya ia membelokkan mobilnya menuju ke tempat Eun Cha bekerja. Sesampainya disana ia memakirkan mobilnya kemudian berjalan kearah lift dan memencet tombol ke lantai 7 menuju ke galleri tempat Eun Cha bekerja. 

Saat berada di depan galleri, Hye Ri melihat Kim Jun kemudian melambai ke arahnya.

“Dokter Park, kenapa anda disini?” Tanya Hye Ri sopan.

“Ah Hye Ri-ssi, bagaimana kabarmu? Lama tidak bertemu” sahut Kim Jun tersenyum
“Ah aku baik-baik saja, ehem kau kesini pasti sedang mencari calon istrimu kan, masuklah ia ada didalam” tawar Hye Ri.

“Ah tidak, aku hanya ingin bertemu dengannya sebentar, bisakah kau panggilkan dia kemari”

“Mwo? ah arasso tunggu sebentar” sahut Hye Ri, ia kemudian masuk ke dalam dan tidak berapa lama Eun Cha muncul dengan wajah kagetnya.



“Oppa, wae? Wegude bukankah ini belum jam makan siang, oppa gwenchana?” Tanya Eun Cha khawatir.

“Ah gwenchana, aku hanya merindukanmu saja, ingin melihatmu sebentar setelah ini aku juga akan pergi kok”

Eun Cha tersenyum gelid an terheran-heran karena tidak biasanya Kim Jun bersikap seperti ini.

“Kau sudah melihatku sekarang dan aku baik-baik saja tidak kurang apapun, jadi oppa bisa pergi sekarang” goda Eun Cha tersenyum geli.

“Hmmm, kau mengusirku ceritanya” sahut Kim Jun, ia membelai pipi Eun Cha.

“Yya, apa yang kau lakukan ini kantor tau”

“Memangnya kenapa? Mereka juga sudah tau kalau aku ini calon suamimu?” goda Kim Jun balik

“Aush, oppa dasar” bentak Eun Cha pelan, ia mencubit pinggang Ji Sung gemas.

 “Yya, sakit tahu” Tiba-tiba Kim Jun memeluk Eun Cha membuat Eun Cha kaget, matanya terbelalak mulutnya terbuka.

“Op..oppa”

“Saranghae Eun Cha” Kim Jun perlahan melepaskan pelukannya kemudian sebelum pergi ia mencium bibir Eun Cha cepat membuat Eun Cha kembali shock dan tersipu malu, pipinya yang putih mulus merona merah.

“Sampai nanti siang baby” Kim Jun melambaikan tangannya berpamitan, ia kemudian berjalan keluar meninggalkan Eun Cha yang masih kebingungan dengan sikapnya barusan.

Sementara ditempat yang lain tidak jauh dari tempat itu, Ji Sung memperhatikan semua kejadian itu. Tanpa Eun Cha tahu. “Bodoh, harusnya kau tahu kalau semua ini pasti terjadi” gumamnya pelan. Tiba-tiba Ji Sung merasakan perih di dadanya, Ji Sung merasa sangat cemburu melihat Eun Cha dipeluk dan dicium oleh orang lain disaksikan oleh mata dan kepalanya sendiri, namun ia tidak dapat berbuat apapun untuk melawan rasa sakitnya.



********************

“Ji Sung… Hey Ji Sung gwenchana” suara Koyuki menyadarkan Ji Sung dari lamunannya

“Ah Yuki noona gwenchana” sahut Ji Sung, tersenyum samar, wajahnya terlihat murung

“Kau melamun dongsaeng? Kenapa apa ini ada hubungannya dengan Eun Cha mu” tebak Koyuki. Ji Sung tersentak mendengar pertanyaan Koyuki.

“Noona bagimana kau bisa tahu?” tanyanya heran

“Yya, dongsaeng meskipun kau sangat cool namun kau ini amat sangat transparent apalagi kalau sudah menyangkut tentang Eun Cha-mu, kau tidak bisa menyembunyikan di wajahmu”

Ji Sung hanya kembali tersenyum menanggapi perkataan Koyuki.

“Oh ya ngomong-ngomong tentang Eun Cha kemarin saat aku sedang ada dirumah sakit aku rasa aku bertemu dengannya, kami sempat ngobrol sebentar sebelum aku tahu kalau dia Eun Cha-mu, kurasa ia ada di kota ini sekarang, kau tidak mau mencarinya?” papar Koyuki.

“Aku sudah tahu noona, aku juga sudah bertemu dengannya” jawab Ji Sung pelan. Koyuki agak kaget dengan pengakuan Ji Sung.

“Lalu, apakah kau sudah mengungkapkan semuanya, bagaimana dia sekarang apa dia masih mencintaimu lalu sudahkah kau ungkapkan perasaanmu padanya, yya dongsaeng?” Tanya Koyuki beruntun ia sangat penasaran dengan jawaban Ji Sung.

“ Tidak, karena sudah tidak mungkin bisa” jawab Ji Sung pelan.

“Wae? Yya jangan bilang kalau dia”

“Dia sedah bertunangan noona dan mungkin sebentar lagi dia akan menikah” potong Ji Sung cepat.

“Oh..” hanya itu yang terucap dari bibir Koyuki.

“Ah noona kapan café ini dibuka lalu dimana Jae Sun sunbae” Tanya Ji Sung mencoba mengalihkan suasana.

“Oh, café ini mungkin bulan depan masih banyak yang harus diperbaiki, nanti kalau pembukaanya kau harus datang yah” Koyuki tersenyum
“Kalau suamiku..”

“Kau mencariku sayang” tiba-tiba suara Jae Sun mengejutkan mereka dari belakang. Ji Sung menoleh ke belakang, melihat Jae Sun yang berjalan kea rah mereka.

“Sunbae, kau” Ji Sung tidak melanjutkan kalimatnya.

“Iya mereka memasangkan kaki palsu untukku, kurasa lebih baik daripada hanya duduk di kursi roda” sahut Jae Sun sembari menunjukkan kaki palsunya.

“Yah meskipun rasanya tidak akan pernah sama dengan kaki asli tapi setidaknya aku bersyukur masih hidup dan bisa menjadi pelatihmu” lanjutnya.

Ji Sung terkekeh kecil dan menganggukkan kepalanya pelan.

“Siippp” sahut Ji Sung kemudian, mengangkat ibu jarinya kearah Jae Sun yang tersenyum



“Bagus, jadi kapan kita bisa mulai latihan” Tanya Jae Sun

“Secepatnya, aku juga sudah tidak sabar” sahut Ji Sung semangat.

“Baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita merayakannya dengan minum wine” sahut Koyuki.



“ Istriku selalu tahu yang aku mau” celetuk Jae Sun, mereka semua tertawa.

********************

Malam itu Eun Cha langsung menghempaskan tubuhnya di ranjangnya setelah ia pulang ke rumah, ia juga menolak saat ibunya menawarinya makan malam, ia beralasan kalau ia sudah kenyang dan sudah makan di luar tadi.

Eun Cha terbaring di ranjangnya, matanya menatap ke langit-langit kamarnya. Memejamkan matanya. Pikirannya melayang ke kejadian tadi siang saat ia makan siang bersama Kim Jun oppa. Masih terngiang dengan jelas di telinganya segala perkataan dan permintaan dari tunangannya itu. Eun Cha kemudian terbangun dan duduk di tepi ranjangnya. Di raihnya tas tangannya dan mengeluarkan isinya. Ia mengeluarkan sebuah kunci apartemen yang diberikan oleh Kim Jun oppa tadi siang.


********************

“Eun Cha ini terimalah” Kim Jun menyodorkan sebuah kunci kepada Eun Cha

“Mwo? oppa apa ini?” Tanya Eun Cha.

“Kunci dulpikat apartemenku” sahut Kim Jun enteng. Eun Cha melihat kunci itu ragu-ragu menerimanya. Untuk beberapa saat ia terdiam.

“Oppa, aku…”

“Terima saja, aku tidak memaksamu untuk tinggal denganku secepatnya, aku hanya ingin kau menyimpannya saja jadi kau tidak perlu menungguku dulu kalau mau ke apartemenku, lagipula sebentar lagi kita juga akan menikah kunci itu nantinya juga akan menjadi milikmu sayang” potong Kim Jun cepat. Ia meletakkan jarinya di bibir Eun Cha. Eun Cha menggigit bibir bawahnya. Kemudian Eun Cha mengambil kunci itu dan tersenyum kecil lebih tepatnya memaksa tersenyum.


********************

Eun Cha masih memandangi kunci yang ada ditangannya. Memainkan kunci itu ditangannya. Hatinya menjadi bimbang , umumnya pasangan-pasangan yang telah bertunangan di Korea sudah sewajarnya tinggal bersama bahkan pada saat mereka belum menikah namun tidak dengan pasangan Eun Cha dan Kim Jun, sejak awal Eun Cha menolak ajakan Kim Jun yang menginginkan dia untuk tinggal disisinya sampai saat mereka menikah nanti namun Eun Cha tidak pernah merasa ingin seperti itu.

Eun Cha merasa sangat cemas, ia tidak mungkin selamanya akan menolak Kim Jun oppa meskipun hatinya ragu apalagi disaat kehadiran Ji Sung kembali di dalam hidupnya, sejak pertemuannya dengan Ji Sung hatinya menjadi bimbang kembali. Eun Cha tahu ia tidak seharusnya memiliki perasaan seperti sekarang ini terlebih lagi Kim Jun adalah tunangannya orang yang kelak akan menjadi suaminya, ayah dari anak-anaknya sedangkan Ji Sung meskipun ia masih amat sangat mencintai Ji Sung namun Ji Sung bukan apa-apanya. Mereka hanya teman, sahabat tidak kurang dan tidak lebih dan Eun Cha juga tidak yakin apakah Ji Sung juga memiliki perasaan yang sama sepertinya. Kenyataan ini membuat Eun Cha sangat galau. Eun Cha beranjak menuju ke kamar mandi kemudian membasuh tubuhnya, me refresh pikirannya sejenak dengan berendam di bathtub.


********************

“Ji Sung-ssi” sapa seorang wanita saat Ji Sung tengah duduk santai di sebuah klub yang cukup elit di pinggiran kota Seoul.

“Ah lovelyn ahjumma anyong haseyo”  [hmpfh] sahut Ji Sung sopan. Dihadapannya kini berdiri seorang wanita yang wajahnya yang masih terlihat cantik dan awet muda meskipun umurnya sudah setengah abad lebih namun sama sekali tidak menghilangkan guratan-guratan kecantikan di wajahnya. Ji Sung tersenyum saat bertatapan dengan wanita itu.



“Sudah lama aku tidak melihatmu, kau kemana saja” wanita setengah baya yang dipanggil bibi love itu kini duduk di sampingnya. Meminta segelas minuman kepada bartender.

“Aku? hmm aku baru pulang dari Eropa sebulan yang lalu “ sahut Ji Sung.

“Oh ya bagaimana kabar appamu? Apa beliau baik-baik saja? Kudengar ia sudah menikah lagi” kali ini Love ahjumma bicara dengan menyulut sebatang rokok.

“Ne!!! kurasa ia baik-baik saja” jawab Ji Sung tersenyum.

“Bagaimana ibu tirimu?”

“Dia? Dia wanita yang baik dan juga ramah seorang bule dari Jerman, kurasa mereka bahagia karena mereka saling mencintai” canda Ji Sung.

“Ah, syukurlah kalau begitu. Ia harus bahagia, sudah lama ia sendirian jadi sudah sepatutnya” sahut Lovelyn tersenyum.

“Bibi sendiri, masih bersama pria itu?” Ji Sung tersenyum menggoda Love ahjumma

“Ah, ahniyo aku sudah putus dengannya!” sahutnya sedikit kesal namun tetap tersenyum

“Mwo? Wae? Wegude-yo”

“Ji Sung-aa dia itu terlalu muda buatku umur kami sangat jauh berbeda lagipula aku tidak suka dengan sifatnya yang kekanak-kanakan dan selalu berusaha mengikatku” Ji Sung hanya mendengarkan cerita wanita dihadapannya ini.

“Lalu sekarang, bibi sama siapa?” goda Ji Sung kembali.

“Apa maksudmu bocah?” jawab Love ahjumma berpura-pura kesal dengan pertanyaan Ji Sung. Ji Sung terkekeh pelan.

Kemudian pembicaraan mereka harus terhenti karena seseorang memanggil Lovelyn dari arah panggung menyuruhnya untuk naik ke panggung. Lovelyn berjalan dengan anggunnya kearah panggung yang berada di depannya kemudian ia mulai menyanyi. Pekerjaannya sebagai penyanyi di club malam mengharuskan ia untuk menghibur para tamunya. Meskipun ia sudah tua namun suara dan penampilannya tidak kalah dengan penyanyi-penyanyi muda. Karena itulah ia selalu menjadi idola bagi para tamunya. Malam ini ia menyanyikan lagu What Should I Do, lagu yang ia ciptakan sendiri dengan memainkan piano



When I let you go one step further, my eyes overflow with tears
When you walk away one step further, more tears are falling
As you move away to a place where I can’t reach you, even if I reach out my hand
I can’t catch you, I can only cry
What should I do? What should I do? You’re leaving
What should I do? What should I do? You’re leaving me
I love you, I love you, I cry out to you
But you can’t hear me, because I am only shouting in my heart
All day long I try to forget you, but I think of you again
All day long I try to say goodbye, but I think of you
Although you went to a place where I can’t hold you, even if my hand reaches out for you
I can’t find you, I can only cry
What should I do? What should I do? I can only see you
What should I do? What should I do? I love you only
I am sorry, I am sorry, can you hear me?
Please come back to me, if it’s not you, I can’t go on
What should I do? What should I do? I only have you
What should I do? What should I do? You’re leaving
What should I do? What should I do? You’re leaving me alone
I love you, I love you, I cry out to you
But you can’t hear me because I am only shouting in my heart

Lirik demi lirik ia nyanyikan, nada demi nada ia mainkan, suaranya yang sangat khas dan sangat menyentuh membuat semua tamu yang hadir menjadi terhanyut dan seolah-olah ikut merasakan nyanyiannya. Tak terkecuali dengan Ji Sung, ia pun ikut terhanyut karena lirik lagu itu begitu dalam dan sangat menggambarkan perasaannya terhadap Eun Cha. Ya Eun Cha, kenapa gadis ini begitu mempesonanya dan sangat jauh memikatnya sampai terkadang ia merasa sesak nafas saat mengingatnya. Sampai nyanyian berakhir dan gemuruh tepuk tangan dari para tamu tidak juga membuyarkan lamunan Ji Sung.


END OF THIS CHAPTER


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^