Author Topic: Pangeran MimPi chapter terakhir "TODAY"  (Read 14286 times)

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: Pangeran MimPi
« Reply #15 on: May 26, 2010, 06:49:16 am »
       CHAPTER III

Seorang  pria  yang  mengenakan jas  biru laut yang dipadukan dengan kemeja hitam bergaris serta dasi yang polanya senada dengan warna jas. Rambutnya yang ditata dengan Gel memberikan kesan modis pada wajah blasterannya. Yeah, blasteran yang kental apalagi mata coklatnya. Dengan postur tubuh yang ideal makin melengkapi kesempurnaan makhluk yang ada di hadapanku ini.
”Kau baik-baik saja ?” Sentaknya padaku yang terbengong menatapnya.
”Eh.. uh.. I.. Iya” Jawabku grogi.
Aduh...
Aku makin mencair saja, apalagi melihat dia yang tersenyum padaku. Everybody, help me !!!
”Goo hye sun, ya ?” Sahutnya lagi sambil melirik papan nama yang terpampang di dada kananku.
Aku mengangguk cepat.
”jung il woo, il woo”
Di luar dugaan malaikat ini menyodorkan tangannya untuk berkenalan denganku. Ya ampun.... Baik sekali.
”Kau bisa memanggilku, hye sun” Ujarku sambil membalas uluran tangannya.
Tangan kekar tapi halus, pasti perawatan salon mahal.
”Apa kau datang ke sini hanya untuk berkenalan dengan gadis-gadis di sekolah ini ?”
Ucapan sinis itu langsung merusak suasana romantis milikku. Sialan !!
Heh, dia lagi !! Sebenarnya apa sih maunya ?
Sambil melepaskan tangannya, il woo menatap minho yang tiba-tiba sudah berada di belakangku. Akupun menatap tak kalah sewot pada Minho. Lagi-lagi dia !! Hantu blasteran sialan !!
”Kau ini kenapa ? Ikut campur urusan orang saja” Sahutku ketus.
Kali ini minho membalas tatapanku dengan wajah yang masam.
”Miane, il woo. Dia anak baru di sekolah ini, jadi masih tidak tahu sopan santun untuk menjadi siswa SMU Golden crown” Jelasku pada il woo.
Sekali lagi il woo hanya tersenyum simpul. Uhhh... Aku tidak kuat lagi.
”Oh ya, kau mau mencari siapa ?” Tanyaku sok akrab padail woo.
”Kau baik sekali,sun’aa”
Rasanya terbang ke langit ke tujuh aku mendengar ucapan il woo, bahkan aku tidak menghiraukan lagi keterlambatanku pada jamMiss. jouLiee. Ah, masa bodoh. Kesempatan di hukum kan selalu ada, tapi ini....
”Kau ini memuakkan sekali”
Sekali lagi minho menyela suasana indah milikku. Jelas saja ucapan sinisnya di arahkan pada il woo. Apalagi cara menatapnya ke arah il woo, yang ingin rasanya kucongkel kedua mata coklatnya itu. Eh, mata coklat ?? Kayaknya ada yang mirip dari keduanya.
Jangan katakan, kalau....
”sun, aku ke sini untuk menemui adikku. Prince Lee min ho”
What’ss !!!
Aku terdiam seribu bahasa. Tidak berani lagi aku menoleh ke arah minho. Aduh, sekali lagi aku menghancurkan imejku sendiri di hadapan Prince idiot ini.
”Sepertinya kau tidak membutuhkan bantuanku lagi. Sebaiknya, aku pergi” Ujarku cepat sambil meleset dari tempat itu.
Tidak akan. Tidak akan ada lagi kesempatanku untuk menebar pesona di hadapan il woo. Malaikat putihku itu. Apa yang kulakukan ?! Kenapa juga harus minho yang menjadi saksi utamanya.
”Ada apa mencariku ?”Tanya minho pada il woo yang masih dengan senyuman manisnya.
”Prince, aku mau kita membicarakan soal ulang tahunmu yang ke 18...”
”Apa tidak bisa kita membicarakannya di rumah ?” Sela minho cepat.
”Aku pikir kita sama-sama sibuk” Jawab il woo Kalem.
”Malam ini aku akan menemuimu di ruang kerja”
Lagi-lagi il woo hanya tersenyum simpul.
”Kenapa, apa kau tidak ingin berniat bolos lagi ? Atau kau merasa betah belajar di sekolah ini ?” Lirih il woo dengan nada bicara yang ringan.
”Kau mau mengajakku bolos ?” Sahut minho tak kalah sinis.
”Lumayan, lagipula sudah lama aku tidak mendengar Nenek memarahiku” Jawab il woo dengan diiringi kerlingan matanya.
# # #

Entahlah mimpi apa yang kuperoleh semalam, hingga hari ini ada-ada saja kejadian sial menimpaku. Seperti sekarang ini. Saat Honda Civic milik Dara menghilang dari penglihatanku tiba-tiba saja hujan deras mengguyur tanah SMU Golden Crown.
Damn.
Aku hanya bisa menopang daguku. Yeah, entah berapa lama aku harus menunggu hujan sederas ini untuk reda.
Semenit...
Sepuluh menit....
30 menit....
Dan 1 jam lebih 15 menit...
Hujan masih tidak reda juga. Yang benar saja, perutku sudah mulai keroncongan. Kuhirup udara disekitarku secara perlahan-lahan.... Kemudian menghembuskannya dengan perlahan pula. Aku berharap hatiku makin lapang dengan kondisi ini.
Dengan langkah pendek dan lesu aku mulai menepaki koridor yang sudah lengang. Ini adalah hal biasa bagiku. Menatap sekolah yang kosong dan menepaki jalanan bekas ban mobil siswa lainnya.
Hujan masih juga belum reda, bahkan bertambah deras saja. Aku mulai merasa kedinginan.
Hai, sang Pemurah. Kirimkanlah aku malaikat penolongmu. Siapa saja.
Pintaku penuh harap. Tiba-tiba guntur menggelegar di langit, rupanya langit pun tidak setuju jika aku di beri malaikat penolong. Malang !!
Ehh...
Samar-samar aku melihat seseorang di kejauhan sana. Seorang siswa yang berdiri sendirian sambil mengendong tas ranselnya. Rambutnya yang dipotong dengan gaya rambut model ala artis taiwan, masih jelas tertangkap oleh mataku. Hmmm... Siapa lagi ?? Dan lagi-lagi....
Aku menghampiri Prince Lee Min ho yang berdiri seorang diri di halte depan gerbang sekolah. Aneh.
”Hey, apa yang kau lakukan di sini ?” Tanyaku sekaligus menyapanya.
Ia tampak terkejut melihatku. Tubuhnya juga tampak basah karena tersiram percikkan air hujan. Tapi itu..... Wajahnya memang selalu keren meski dalam kondisi apapun. Oh tidak, aku mulai terkena santet !!
”Menurutmu ?” Tanya Minho balik tanpa menoleh ke arahku lagi.
”Memangnya bisa, tuan muda Lee harus berdiri di halte untuk menunggu hujan reda ?” Sindirku.
Minho diam.
”Di mana mobil pribadimu ?” Lanjutku tanpa mengenal malu.
”Aku belum bisa mengemudikannya, karena izin mengemudiku masih berada dalam proses”
”Lalu, kenapa kau tidak menghubungi mobil jemputan keluargamu saja?”
”Terjebak macet”
Jawabannya singkat sekali.
”Temanmu ?”
Kali ini Minho menoleh ke arahku. Tentu saja itu penegasan kalau Ia benar-benar tidak berminat untuk menjawab pertanyaanku lagi. Maka sebaiknya diam, hye sun.
”Aku juga mau menunggu hujan reda” Sambungku tanpa kapok.
”Kau sendiri kenapa harus ribet mengendarai sepeda ? Bukankah temanmu mempunyai mobil pribadi. Kenapa mempersulit diri ?”
”Itu lebih baik dari pada mempersulit orang lain” Sahutku lugas.
Kami berdua pun saling beradu tatapan. Tapi tiba-tiba.....
Samar-samar aku mendengar minho tertawa kecil. Tertawa ? Memangnya si hati es ini bisa tertawa ? Aku pikir bahkan senyuman pun seolah tidak dikenalnya ?
”Kenapa ?” Tanya minho seolah paham dengan kebengonganku.
”Kau bisa tertawa, ya ?” Lirihku polos.
Dengan iseng, minho buru-buru menampung air hujan dengan telapak tangannya kemudian memercikkannya ke wajahku. Lalu diiringi tawa kemenangan Ia meledekku.
Bukh...
Dengan spontan tangan kananku langsung mendorong tubuh minho , walhasil dia terpental keluar dari halte dan jatuh tersungkur.
Uppsss...
”Ehmmm.... Aku terlalu kuat ya, mendorongmu ?” Ujarku polos sambil menatapnya iba. Kini tubuh minho benar-benar basah diguyur hujan.
Minho langsung bangkit dan menghampiriku kembali.
Glekh... Aku menelan ludahku yang terasa getir.
”Harusnya adilkan ?” Sahut min ho.
Kemudian Ia langsung menarik tubuhku keluar dari halte. Sepedaku roboh begitu saja dan kini tubuhku juga ikut basah kuyup, tapi anehnya aku malah tertawa menatap wajah min ho. Perlahan min ho pun kembali mulai tertawa. Entahlah apa yang menjadi bahan tertawaan kami berdua saat itu. Mungkin kebingungan masing-masing. Akhirnya kami terlihat seperti anak kecil yang bermain hujan.
Oh, yang benar saja. Apa dia malaikat penolongku ?
# # #

Sebuah Honda Civic berwarna silver berhenti tepat pada persimpangan jalan tol yang menghubungkan arahnya ke sebuah gank. Dara, si pemilik mobil itu turun dengan anggunnya.
”Ada apa kalian memintaku ke sini ?” Tanya Dara seolah tidak ingin berbasa-basi.
Di hadapannya juga terparkir sebuah mobil Honda Jazz berwarna merah jambu. Shin hye dengan pakaiannya yang sangat seksi dan mencolok berdiri sambil menyandarkan punggung pada body mobilnya. Seperti biasa, dia tidak pernah terlihat berjalan seorang diri. Kali ini Ia ditemani oleh Yoona. Pacar terbaru Bummie.
”Mau tahu informasi terbaru ?”
Dara menatap shin hye dengan selidik. Entah apalagi yang direncanakan oleh penyihir tua ini.
”Open your eyes, baby !” Ujar shin hye dengan lagak khasnya.
Yoona menyodorkan sebuah amplop pada Dara . Dengan segera Dara  menerimanya dan langsung membuka isi amplop tersebut.
Deg...
Jantung Dara terasa berhenti berdenyut. Matanya terpaku menatap selebaran-selebaran yang kini berada di tangannya. Hatinya sangat ingin memberontak. Matanya pun berkaca-kaca.
”Bagaimana ?” Sentak Shin hye.
”Ingin bergabung dengan kami ?” SambungYoona.
”Keterlaluan !!!”
Dengan tatapan berang Dara menatap Shin hye dan Yoona, namun hanya dibalas dengan suara tawa yang meledek oleh keduanya.
# # #

Seluruh siswa SMU Golden Crown pagi ini digemparkan oleh sebuah panflet berukuran jumbo yang kini terpampang di papan informasi Sekolah. Aku yang tidak tahu apa-apa langsung saja mengikuti arus kehebohan pagi itu.
Ohh, ternyata ini biang keladinya.
Sebuah panflet yang memuat foto Prince Lee Minho dengan ukuran jumbo dan dihiasi beberapa baris kalimat di bawahnya.
Rupanya, besok adalah ulang tahunnya. Keren sekali. Acaranya akan digelar pada sebuah hotel berbintang lima. Bahkan menu acaranya tampak seru dan heboh. Tentu saja, tuan muda yang kaya raya seperti dia bukan masalah jika ingin membuat pesta semegah ini.
Aku bergumam sambil menatap takjub pada panflet keren itu.
Pasti banyak orang-orang penting yang akan hadir dengan pakaian dan aksesoris mahal tentunya.
Hhhh....
Dari balik kerumunan aku menangkap sosok Dara yang berdiri di pojok seberang. Wajahnya tampak lesu. Ada apa ?
”Dara, kau kenapa ?” Tanyaku saat telah berada di sampingnya.
”Aku sangat sedih,sun’aa” Ujar Dara hampir menangis.
”Ada apa ? Ayo, ceritakan padaku”
Aku menyeret tubuh Dara menuju ke bangku koridor.
”Aku tidak bisa hadir di pesta ulang tahun Minho nanti”
”Kenapa ? Bukannya semua siswa SMU GC telah diundang ?”
”Aku tidak bisa hadir, karena jadwal lesku tiba-tiba berubah dan bertabrakkan dengan acara itu” Rintih Dara dengan pilu.
”Kau bolos saja”
Dara menggelengkan kepalanya. Ideku memang terlalu ekstrim rupanya.
”Kau tahukan kalau seluruh jadwalku berada di bawah kontrol Ibuku. Dia akan mengizinkan aku keluar setelah memastikan bahwa seluruh kegiatan belajarku tidak terganggu”
Kali ini air mata Dara mulai mengalir. Aku pun langsung iba melihatnya. Sebegitu pentingkah pesta ini bagi Dara ?
”Kau tahukan, kalau guru lesku itu didatangkan dari yayasan milik orang tua yoona ?”
Lalu ?
”Kemarin, Ia dan shin hye menemuiku. Mereka sengaja merubah jadwalku agar aku tidak bisa hadir di acara minho ”
Brengsek !!
”Apa sebenarnya mau para penyihir tua itu ?” Tukasku dengan kesal.
”Kita buat perhitungan dengan mereka !”
Aku langsung berdiri dan tidak lagi mengacuhkan panggilan Dara . Dalam hal seperti ini, Dara memang tidak bisa diajak kompromi. Dia pasti akan memilih diam dan rela ditindas oleh mereka. Tapi tidak denganku !!
”Hey, wanita sialan !! Apa sih maumu sebenarnya ?” Tandasku begitu mendapati shin hye di ruangan kelas.
”Kau iri ya dengan posisi Dara? Makanya otakmu diasah biar tidak kelihatan bego dan tidak berguna !”
”Kau ini bicara apa, gadis miskin ?” Sahut shin hye dengan cuek.
”Tahu apa kau soal mengasah otak ? Bagaimana dengan otakmu, apa sudah diasah juga ?” Sindirnya balik.
”Aku tidak mau memperpanjang urusan dengan wanita sepertimu. Sebaiknya kau cepatlah meralat jadwal les privat Dara. Aku tahu kau yang menghasut yoona untuk mempengaruhi Ibunya atau kau mungkin telah menyuap pihak yayasan untuk merubah jadwal Dara. Dasar wanita kurang kerjaan” Kecamku tanpa ampun.
”Apa kau tahu, kalau kau sudah berani menentang dan mempermalukan Park shin hye?”
”Aku bisa melakukan lebih dari itu jika kau tetap keras kepala dan menganggu Dara!” Sahutku tidak mau kalah.
”Kau mengancam ?”
”Aku tidak suka mengancam. Kau ingin aku melakukan itu sekarang ?”
Aku langsung menarik kerah kemeja shin hye dengan kasar.
”Ehhhmmm...... Kita bisa menyelesaikan masalah ini secara baik-baik, sun’aa” Sergah Belinda sambil berusaha melepaskan cengkraman tanganku.
Ciut juga nyalinya.
”Kau inginkan kalau Dara bisa menghadiri acara itu ?”
Aku menurunkan tanganku dari kerah kemeja shin hye  dengan diiringi tatapan yang mengisyaratkan agar dia tidak berbasa-basi lagi.
”Apa kau bersedia menjadi pelayan di pestanya minho?”
Aku terdiam. Pelayan ?? Yang benar saja. Minat untuk pergi saja aku tidak punya, apalagi harus menjadi pelayan di acara itu. Menjatuhkan harga diriku saja.
”Kenapa, apa kau tidak ingin berkorban demi sahabat tercintamu itu ?”
”Apa untungnya bagimu jika aku harus menerima tawaran itu ?”
”Mempermalukanmu di hadapan umum adalah hukuman yang pantas untuk pembangkang sepertimu” Sahut shin hye lugas.
Aku menatapnya geram. Ingin rasanya kucabik-cabik wajahnya.
”Pikirkanhye sun, jika kau berbuat onar sekarang maka kasus kita berdua bisa diajukan ke dewan guru. Orang tuaku adalah salah satu anggota perserikatan dalam yayasan ini, maka dengan sangat mudah mereka bisa membebaskan aku dari kesalahan. Tapi kau, kau bisa apa ? Kau bakalan di skors atau bahkan mungkin sampai di drop out. Dara kehilangan pestanya dan kau kehilangan almamatermu” Jelas shin hye dengan diiringi tawa ledekkan.
Wanita sialan !!! Bencana apa, aku harus mengenal si brengsek ini !
Rutukku dalam hati.
”Bagaimana ?”
Shin hye tersenyum dengan penuh kemenangan. Dengan langkah berat aku langsung memutar arah tubuhku.
”soo hye sun,ssi, tunggu” Panggil Belinda lagi.
Aku menghentikan langkahku tanpa menoleh ke arah Belinda.
”Diam akan sangat membantu pekerjaanmu”
Sialan !!
Tawa shin hye langsung membahana dalam kelas III-Exact. Sementara aku pergi dengan langkah sejuta kesal.
# # #

Dara tidak henti-hentinya berseru girang saat Ia menerima kabar dari yayasan tempat Ia mengikuti les bahwa jadwal belajarnya ditunda. Bukan main betapa girangnya dara . Ia bahkan loncat-loncatan seperti anak kecil. Hingga dengan siang ini, saat aku dan dia menempati meja cafe sekolah, Ia masih tidak hentinya membahas tentang segala persiapannya nanti di acara pesta yang digelar oleh minho. Mulai dari kostum, make up, sepatu, aksesoris, model rambut dan hal-hal lain lagi yang tidak kumengerti.
”Hari ini aku traktir kau semangkuk kimchi, ya ?”
Mungkin inilah ekspresi kebahagiaan Dara. Aku paham. Berusaha paham maksudnya. Sementara di meja seberang ada shin hye dan yoona yang tengah menatap ke arah kami. Shin hye melempar senyuman sinisnya saat mata kami saling beradu.
Ciih...
Aku membuang tatapanku jijik. Sumpah, jika bukan karena dara aku tidak akan pernah membuat penyihir tua itu menindasku seenaknya.
”Eh,sun. Tapi, kenapa jadwalnya bisa tiba-tiba berubah, ya ? Apa yoona dan shin hye berubah pikiran dan merasa iba padaku ?” Tanya dara dengan polosnya.
Dara...Dara.. Kalau dalam hal seperti ini, kau memang payah. Pikiranmu lambat. Mungkin karena kau orang yang berhati malaikat, makanya tidak pernah tahu strategi licik.
”Masa bodoh.sun, aku jemput kau ke pesta ya. Kita pergi bersama mobilku saja”
Aku nyaris tersedak mendengar tawaran Dara. Yang benar saja !!
”sun, kau kenapa ? Sejak tadi kuperhatikan sepertinya kau terlalu banyak bengong. Apa ada yang kau pikirkan ?” Lirih dara dengan raut prihatin.
”Ehmmm..... Jus ini kurang enak. Aku pesan lagi, bisakan ?” Jawabku asal.
”Tentu saja, kau bisa pesan sebanyak-banyaknya. Hari ini aku sedang happy. Maka kau beruntung”
Beruntung ? Yeah, seandainya kau tahu kesialanku hari ini,Dara.
Aku langsung beranjak pergi menuju meja order. Pesan jus. Alasan klasik. Ingin rasanya kuteguk semua jus yang ada untuk menghilangkan kegerahanku.
Deg...
Tatapanku jatuh pada sosok Prince Lee minho yang baru saja memasuki cafe sekolah. Aku langsung membuang tatapanku begitu Ia melihat ke arahku. Kenapa bisa grogi, ya ?
Namun dangan ekor mataku, aku bisa melihat bayangan minho yang berjalan menghampiriku. Mau apa dia ?
”Kau akan datang ke pestaku kan ?”
Apa-apaan ini ? minho bicara padaku. Yang benar saja, kupikir dia tidak akan pernah mau menyapaku jika di hadapan umum seperti ini. Aku jadi tersanjung karena seperti diundang secara lansung oleh minho . Bukankah yang lainnya hanya diundang lewat panflet.
Sebuah senyuman membingkai bibirku. Aku pun menatap minho dengan mata berbinar.
”Tentu saja”
Baru saja kata itu akan keluar dari mulutku, tiba-tiba saja telah didahului dara. Hey, sejak kapan dara  sudah berada di belakangku ??? Radar dara terhadap minho memang kuat.
”Baguslah” Ujar minho sambil menatap ke arah kami.
Ke arah dara tepatnya, karena kini aku sadar undangan itu ditujukan untuk dara . Bukan padaku. Aku buru-buru mengulum senyumku.
Hye sun ayo, bangun !! Cepat pulang ke alam nyata.’’ Aku menggetok-getok kepalaku sendiri..
# # #





































Keputusanku bulat !!
Malam ini dengan kostum dasi kupu-kupu aku siap melangkah ke dalam taman yang telah di dekor oleh seoul confrezz Hotel. Sebuah hotel berbintang lima yang digunakan untuk menggelar pesta megah milik Princelee minho. Aku menguncir satu rambutku. Untung saja, setiap pelayan harus menggunakan sebuah topeng model kacamata yang tengahnya ditancapkan seekor bulu manis. Lumayan, aku bisa menyembunyikan sebagian wajahku. Sebagian kecil saja.
Hhh.... Bukankah kostum ini sudah membantuku dari beban mencari kostum untuk pesta malam ini. Gratis lagi.
Aku menghibur diriku sendiri.
Keren....
Itulah kata yang tidak sanggup aku ucapkan saat melihat penataan pada taman luas yang kini dihiasi gemerlapnya lampu sudut. Belum lagi indahnya kolam renang di tepi taman tersebut. Para tamu yang hadir nampaknya seperti orang-orang penting di kota ini. Pakaian mereka pun sepertinya mahal. Bukan seperti tapi memang. Bahkan Mis. Lee juga tampak begitu bersahaja dengan stelan busana hijau muda yang dikenakannya. Aku celingukkan mencari sosokjung il woo. Tentu saja dia pasti ada di sini. Bukankah dia adalah kakak kandungminho. Hehehe...
Tapi sial. Aku malah menangkap sosok shin hyeyang berdiri di balkon lantai atas, Ia tersenyum sambil mencibirku. Sudah kuduga, mata shin hye memang memiliki keistimewaan tersendiri. Dengan mudahnya Ia bisa mengenaliku.
Dasar nenek sihir.
Shin hye merangkul mesra seorang pria di sampingnya. Entahlah siapa lagi yang menjadi korbannya saat ini. Sedangkan kim bum dan yoona nampak sedang bermesraan di pojok seberang. Memuakkan    !!
Aku langsung mengambil sebuah nampan yang telah terisi beberapa gelas miniuman dingin untuk disuguhkan kepada para tamu. Yeah, di sinilah dunia aku saat ini.
”hye sun”
Sapaan itu membuatku menoleh. Oh, tidak !! Cukup shin hye saja yang memiliki mata setajam elang, yang bisa mengenali wajah goo hye sun dibalik topeng yang aku gunakan saat ini.
Princelee minho!!! Upps....
Aku tertegun melihatnya. Bahkan mataku nyaris tidak berkedip lagi. Hey, pelet apa yang menyantetku sehingga bisa melihat minho yang sangat tampan malam ini. Ia mengenakan sebuah stelan jas berwarna hitam elegan, dengan perpaduan kemeja maroon berkerah tinggi. Apalagi model rambutnya yang ditata berbeda dari biasanya. Sumpah, Goo Jun Pyo ataupun Robert pattinson pasti kalah keren dengan dia malam ini.
”sun’aa” Sentak minho sekali lagi.
Ehhhmmm... eh uuhh...
Aku tergagap jadinya.
”Apa yang kau lakukan ?”
Dengan spontan minho mencopot topeng di wajahku dan tanpa abra kadabra lagi wajah asli goo hye sun pun muncul tanpa malu-malu.
”Ehhmm... Oh ya, selamat ulang tahun !” Ucapku gugup sambil mengacuhkan pertanyaannya. Aku tahu ada sejuta rasa heran di kepala minho saat ini.
”Siapa yang menyuruhmu untuk melakukan ini ?”
Kini minho hendak meraih nampan yang kutenteng dengan tangan kananku.
”minho, jangan” Cegatku cepat.
”Aku di sini sedang bekerja”
Minho menatapku lurus. Aku tidak tahu apa arti tatapan itu.
”Kau adalah salah satu dari tamuku malam ini, tidak seharusnya kau berpenampilan seperti ini. Apalagi mengerjakan....”
Minho tidak dapat melanjutkan kata-katanya lagi. Ia tampak kesal.
”Sudahlah, kau tidak usah perdulikan aku lagi” Aku kembali meraih topengku yang digenggam minho.
”Baiklah. Aku kerja dulu, ya ?” Pamitku buru-buru setelah mengenakan topengku kembali.
”Kau tega sekali padaku,sun’aa” Ucapan lirih itu menghentikan langkahku.
Maksudnya ?? Aku menoleh dengan tatapan bingung.
”Apa kau tahu, aku mengistimewakanmu dari semua tamu yang kuundang. Bahkan aku telah mengundangmu secara langsung”
Whatss ??
Mengistimewakan aku ? Mengundangku secara langsung ?? Hey,  bukankah waktu itu jelas-jelas kalau dia bicara.....
Otakku terhenti menatap mata bening milik minho saat ini. Ada garis-garis kekecewaan dari wajahnya. Tapi apa ?
”Kenapa kau malah tampil dengan kostum seperti ini ?”
Aku terdiam. Tidak mengerti.
”Kau ini bicara apa ?” Lirihku dengan berusaha tersenyum santai.
”Ehm... Oh ya, aku lupa membawakan kado untukmu. Besok saja, ya ?”
Minho menatapku dengan tatapan tak berkedip hingga membuatku mati kutu dan salah tingkah.
”Ehmm... Aku ralat. Maksudnya, jika aku sudah punya uang saku lebih”
Minho masih tidak juga bergeming dengan gurauanku. Aku makin kaku saja. Sumpah, aku rasanya grogi dengan tatapan minho kali ini. Rasanya...
Pikiranku buyar dan kembali menjadi satu saat pandanganku tanpa sengaja jatuh pada seorang gadis yang mengenakan gaun merah jambu dengan belahan dada yang rendah. Cantik sekali.
Dara!!
Ia tampak celingukkan mencari seseorang. Siapa lagi kalau bukan pangeran impiannya yang saat ini sedang bersamaku. Gawat.
”Aku tidak menginginkan kado, aku hanya ingin agar kau tetap bersa.....”
”Aku harus kerja” Selaku cepat dari ucapan minho.
Tidak. Dara tidak boleh melihatku di sini. Bukankah dia tahu kalau aku tidak bisa datang ke pesta ini karena harus membantu mencuci sayuran Ibu dari kebun. Benar-benar Gawat.
Aku langsung beringsut pergi tanpa menghiraukan minho lagi. Aku tahu Ia berusaha menahan kepergianku. Tidak minho, kau tidak membutuhkan aku. Malam ini, Dara sangat mengharapkanmu.
Hhhh....
Sejam berlalu pesta berlangsung. Minho tercegat oleh ucapan selamat dari para tamu-tamu agungnya. Belum lagi dara yang menempel terus di sisinya, tampaknya Ia bermanja-manja sambil bercerita ini-itu. Eh, kenapa aku malah memperhatikan itu ? Tahu ah... Sebodo amat !
Aku terus saja dibanjiri order dari para tamu.
Pelayan, minumannya !!
Uhh... Mengesalkan mendengar kalimat itu. Ini semua berkat ulah si penyihir jahat itu. Seperti yang terjadi saat ini pula...
”Pelayan, minumannya”
Suara perintah itu terdengar mengerikan di telingaku. Siapa lagi kalau bukan suara khas miliknya shin hye . Ia tertawa terkekeh seolah mengejekku. Aku malu. Sangat malu apalagi melihat bummie yang menatapku sinis. Sial.
Aku berjalan patuh ke arah mereka. Memangnya aku bisa apa ? Harus patuh. Harus tahu diri. Siapa mangajikanku saat ini ?
Aku berjalan secepat mungkin untuk melayani para majikan sialan itu, hingga tanpa kusadari kakiku tersangkut pada kaki yoona . Lebih tepatnya, dicekal secara sengaja oleh sepatu bertumit tingginya. Aku pun kehilangan keseimbangan tubuhku, walhasil aku mendarat bebas di tengah kolam renang.
Byurrr....
Selamat hye sun, kau memperoleh medali emas sebagai pemeran badut terkonyol malam ini. Usaha yang bagus.
Hahahaha.... Spontan tawa para tamu menggema. Bahkan terdengar heboh. Seperti sorakkan yang mengerikan.
Aku terdiam sejenak. Kaku. Kini seluruh tubuhku terapung dalam kolam renang. Semuanya basah kuyup tanpa terkecuali, termasuk topengku. Dengan tangan bergetar aku mencopot topengku. Apalagi yang harus kusembunyikan bukankah aku sudah terlanjur dipermalukan.
Semua tampak terkejut melihat wajah di balik topengku. Tentu saja sebagian dari tamu malam ini adalah penghuni SMU Golden crown, jadi wajar saja kalau mereka tertegun sejenak lalu kemudian...... Tertawa sejadinya.
Air mataku nyaris saja mengalir. Hatiku sakit, apalagi saat menatap wajah kemenangan shin hye. Malam ini misinya berhasil untuk dapat mempermalukan aku.
Minho yang berada di kerumunan seberang saat melihat kondisiku langsung saja beranjak dari tempatnya, tapi tangan mulus milik Dara dengan cepat mencegahnya.
”Kau mau ke mana ?” Tanya dara dengan wajah memelas manja.
”Apa kau tidak bisa melihat ? Gadis yang terjatuh itu adalah goo hye sun” Tukas minho dengan sengit.
”Kau mau menolongnya ?”
Wajah minho tampak kesal menatap dara  yang bersikap plin-plan. Dengan kasar Ia melepaskan rangkulan tangan ara.
”Dia tidak membutuhkan bantuanmu” Lanjut dara yang masih berusaha menahan kepergian minho.
”Kau....”
Dara tidak dapat melanjutkan kata-katanya untuk menyahuti dara  ketika saat itu juga dia harus menyaksikan adegan seru yang dilakukan il woo.
Il woo menyusuri tepi kolam renang kemudian mengulurkan tangannya untuk membantuku beranjak dari kolam renang dan setelah itu Ia mengenakan jasnya ke tubuhku yang sudah mulai menggigil.
Baik sekali.... Ohil woo, kau memang pahlawanku. Rintih hati kecilku.
Aku pun diseretnya keluar dari lokasi acara untuk menenangkan aku.
Sementara itu di tempat minho berdiri terpaku...
”hyungmu orang yang perhatian, ya ?”
Suara itu terdengar lirih. Minho menoleh ke arah bummie yang kini sudah berada di sampingnya. Bummie tersenyum dengan sinis kepada minho.
”Sayangnya kau kalah cepat” Bisik bummie di telinga minho.
Dengan kasar minho mendorong tubuh bummie kemudian memolototinya. Amarahnya tampak memuncak dan siap diledakkannya. Tapi hanya disambut oleh senyuman ringan dari bummie. Minho pun buru-buru berlalu dari hadapan mereka.
”Prince !!”
Panggilan dara tidak diacuhkan Nicky, Ia berjalan begitu saja meninggalkan dara, kimbum ,shinhye ,yoona.
”Kalian memang sangat keterlaluan !!” Tukas dara sewot.
”Bukankah kau senang melihat hye sun seperti itu?”Sahut shin hye cuek.
”Tapi ini sudah kelewatan. Aku tidak meminta kalian hingga menceburkannya ke kolam renang....”
”Sudahlah,dara. Apa kau lupa dengan isi amplop waktu itu ?” Sela Belinda cepat sambil merangkul bahu Edyz.
Spontan bayangan foto-foto berisi gambar aku dan minho yang tengah bercanda di bawah guyuran hujan kembali melintas di kepala dara. Amarahnya kembali memuncak dan membakar hatinya lagi.
”Kau lihat saja, bagaimana antusiasnya reaksi minho saat melihat hye sun berada dalam masalah. Itu sudah pertanda kalau dia lebih perduli pada keadaan temanmu, dibandingkan kau. Sayang sekali” Sambung yoona.
Kemudian diikuti tawa ledekkan keduanya. Dara tidak dapat berbuat apa-apa selain mengutukku.
# # #

”Bagaimana, apa kau masih kedinginan ?” Tanya il woo dengan raut wajah yang prihatin.
Kini aku dan dia berada dalam sebuah ruangan yang jaraknya agak lumayan jauh dari taman tempat pesta digelar. Lumayan, aku dan dia harus menempuh 2 lantai ke atas lagi dengan menggunakan lift. Sebuah ruangan yang interiornya seperti bilik tempat bekerja. Fasilitas kantornya cukup lengkap. Di sinilah il woo menenangkan aku, sambil mengenakan jasnya padaku. Ia menyuguhkan aku dengan segelas teh hangat. Kami berdua duduk dalam ruangan khusus ini. Berdua saja !!
Aku malah diam dan tidak menyahuti pertanyaan il woo, mata dan pikiranku terlalu sibuk memperhatikan ruangan ini. Aku pun baru tahu kalau ternyata hotel berbintang lima ini adalah milik Perserikatan lee setelah aku melihat nama besar mereka terpampang pada sebuah ukiran dinding ruangan. Hebat sekali. Gumam hati kecilku.
Tubuhku masih basah kuyup, tapi anehnya begitu berada di samping il woo tiba-tiba saja aku merasa hangat. Apalagi rangkulan eratnya tadi saat kami berjalan menuju ke sini. Tubuh kekar itu merangkul pundakku. Oh God !!
”Aku antar kau pulang saja” Tawar il woo sambil beranjak dari duduknya.
”Eh, tidak perlu !” Jawabku cepat sambil beranjak dari dudukku juga.
Sambil mengernyitkan dahinya, il woo menatapku. Aku menanggalkan jas il woo kemudian melipatnya dalam rangkulanku.
”Aku bisa pulang sendiri dan jasnya akan aku kembalikan setelah kucuci”
”Kau yakin ?”
”Kau tenang saja, aku akan merawat jas ini dengan baik, akan aku cuci dengan deterjen mahal lalu akan kusetrika dengan rapi” Sahutku polos.
Il woo tersenyum lebar, rasanya aku langsung mencair seketika melihat senyumannya.
”Bukan itu maksudku. Kau tidak perlu repot-repot mengurus jas itu. Kau tidak pantas melakukan itu”
Lalu ?
”Apa kau yakin bisa pulang sendiri ?”
Aku diam sambil mengernyitkan dahiku.
”Pakaian dan tubuhmu saat ini sudah basah kuyup. Aku khawatir kau akan kedinginan di jalan. Bukankah kau hanya mengendarai sebuah sepeda  kan?”
Oh tidak, sampai hal itupun tertangkap oleh perhatiannya.hye sun, malang sekali nasibmu. Kenapa sepertinya kau hanya bisa tampak konyol di hadapan malaikat putihmu ini ?
Dalam diam aku pun mengikuti langkah il woo keluar dari ruangan ini. Kami hendak menuju pulang ke rumahku. Ke rumahku !! Great, diceburkan ke kolam sebanyak-banyaknya pun aku mau jika il woo yang akan menolongku. Ohhh...
Aku bergumam dengan hati berbunga-bunga.
Tapi langkah kami berdua terhenti di depan pintu saat bayangan min ho tiba-tiba muncul. Kami saling bertatapan. Il woo dan min ho maksudku dan aku hanya sebagai sang penatap tanpa ditatap.
”Prince....”
”Aku tidak mau kau mendekatinya” Sela minho cepat dari ucapa il woo.
Eh apa-apaan ini ?
”Percayalah aku tidak bermaksud apa-apa terhadapnya. Aku hanya ingin mengantarkan dia pulang”
”Tidak perlu”
”Lalu ?” Lirih il woo.
”Aku bisa mengurusnya”
”Pestanya ?”
”Aku tidak perduli” Jawab minho singkat dan langsung saja Ia menangkap tanganku dan menyeretku pergi tanpa bertanya padaku.
Aku tidak dapat berkata lagi, aku syok. Pembicaraan mereka masih tidak kumengerti dan sekarang aku malah diseret begitu saja. Bayangan il woo akhirnya hilang juga dibalik pintu lift yang kini tertutup.
Perlahan aku menatap tanganku yang masih digenggam erat oleh minho. Oh tidak, kenapa aku malah bersama Prince idiot ini ? Seharusnya dia berasama Dara dan aku bersama minho. Sadarku seketika.
”Kau ini kenapa ?”
Aku melepaskan genggamannya tanda protes. Yeah, meski agak terlambat otakku memikirkannya. Mungkin karena aku masih kedinginan.
”Kenapa kau terus saja mengikutiku ? Kau tidak perlu bersikap sok perhatian padaku. Aku tidak membutuhkannnya”
Aku hanya membutuhkanil woo, bisik hati kecilku.
Saat pintu lift terbuka, minho masih tetap diam sambil meraih tanganku lagi lalu menyeretku mengikuti langkahnya. Kali ini kami berada di lantai dasar hotel.
”minho’aa !!” Seruku sambil menghempaskan tangannya.
”Kau ini seenaknya sekali !!”
”Kau pikir karena kau adalah Prince lee minho lalu bisa seenaknya mengatur segala sesuatu dengan semaumu saja ?”
Akhirnya minho berhenti dan menatapku.
”Mau sampai kapan kau mau dipermalukan di pesta itu lagi ?”
Deg...
”Aku tidak pernah menemui gadis bodoh sepertimu, apa kau pernah berpikir, kau akan mengalami hal yang lebih buruk lagi jika kau tetap bertahan di sana ?”
”Kau tahu apa ?” Lirihku penuh curiga.
”Kenapa kau mau menerima tawaran gila ini ? Apa kimbum mengancammu?” Tukas minho sambil mencengkram kedua bahuku.
bummie??
”Atau il woo membayarmu ? Katakan, berapa dia membayarmu untuk melakukan hal ini ?”
”Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan ?”
Aku melepaskan kedua bahuku dari cengkraman minho.
”Ini bukan urusanmu.....”
Mulutku spontan terkatup rapat saat minho langsung meraihku dalam dekapnnya.
Deg....
Kali ini jantungku bergemuruh lebih cepat bahkan detakkannya menjadi tidak keruan lagi. Aku terdiam. Syok. Teramat syok.
”Miane, sun’aa. Aku sakit jika melihatmu diperlakukan seperti ini” Ucap minho pelan di telingaku.
Aku masih diam tidak bergeming sedikit pun. Bahkan aku tidak memberontak ketika tubuh asing ini tanpa izin merangkulku. Otakku beku seketika. Tapi itu.... Perasaanku kenapa tiba-tiba seperti ini ? Aku merasakan kehangatan yang beda. Rasanya air mataku ingin mengalir. Kenapa ini ? Pelet apa ini ? Hatiku tiba-tiba remuk. Rasa sakit yang tadi telah berhasil kusingkirkan malah kembali menggerogotiku lagi. Aku ingin sekali menangis. Air mata ini tidak dapat kukendalikan. Benarkah, kepada dia lah aku bisa merasakan ketidakberdayaan ini ? Tidak mungkin !!!
”Maafkan aku”
Ucapan lirih itu membuat air mataku semakin deras mengalir di bahu min ho. Kehangatan yang melindungiku.
Kemudian dia meraih wajahku, dan mengelusnya dengan tangan kananya.. aku semakin kehilangan akal sehatku saja, ketika minho mulai menjemah bibirku... oh my god, sebenarnya pelet apa yang di bawa anak ini?? Sehingga aku tidak bisa menolaknya...
Apakah ini yang namanya ciuman, aku belum pernah merasakaknnya sebelumnya.. seperti terbang ke langit ke 7, aku benar2 tidak ingin kembali lagi..
Tanpa kusadari minho semakin memperdalam lumatannya, lidahnya bermain liar di dalam rongga mulutku. Setelah 1 menit berlalu, akhirnya aku mulai membalas lumatan-lumatannya yang terasa sangat hangat itu.. aku menjulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Padahal baru sekali ini saja aku melakukannya, tapi permainanku sudah seperti sang juara bertahan saja.. bibir ini begitu indah dan manis, jadi sayang untuk di lepaskan.. sampai akhirnya minho mengigit bibir bawahku.. mungkin karena perasaan gemasnya padaku...
Tanpa aku sadari lagi sepesang mata milik Dara tengah menyaksikan adegan di lantai dasar hotel saat ini. Dara terdiam kaku dan mati kutu di tempatnya. Pengkhianat !! maki hati dara kepadaku.
# # #

miane jeleg lagi.... [heh] [heh] [heh] [heh]
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]