![[clap]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/clap.gif)
silahkan dibaca kelanjutannya, jgn lupa saran dan kritiknya, gomawo!!!!!
Episode 9 :Jadi ayah sudah merestui hubunganku dengan Sae Yoon, ujar Jeong ha.
Ya, aku sadar jika aku tidak bisa seperti ini terus selalu berusaha untuk memisahkan kalian, tapi kalian sudah menikah dan aku sudah melihat ketulusan cinta kalian, terutama kau Putri Mahkota, ujar Presdir Kim sambil memegang erat kedua tangan Sae Yoon.
Panggil saja Sae Yoon, pinta Sae Yoon pada Presdir Kim.
Tapi aku ingin kalian tinggal dirumahku untuk beberapa waktu dan Sae yoon harus beradaptasi dengan kehidupan di luar Istana, bukankah Jeong Ha sudah hampir 3 bulan berada di Istana dan sudah menunjukkan kemajuan selama tinggal di Istana, kini giliranmu Sae Yoon untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan seperti rakyat biasa, apa kau sanggup, tantang Presdir Kim yang disertai anggukan setuju Putri Mahkota.
********************************************************************************
Akhirnya setelah Presdir Kim keluar dari Rumah Sakit, dia berkunjung ke Istana untuk bertemu dengan Yang Mulia Raja dan Permaisuri untuk meminta ijin agar Putri Mahkota bisa tinggal dirumahnya sebagai pribadi Sae Yoon.
Itu tidak mungkin, karena Putri Mahkota terbiasa hidup di Istana dan selalu dipenuhi dengan kemewahan, jika dia tinggal sebagai rakyat biasa, aku meragukannya, ucap sang raja menyangsikan Putrinya.
Aku pasti bisa Ayahanda, aku akan membuktikannya pada kalian semua, ucap sang Putri yang berusaha untuk meyakinkan ayahnya.
Paduka, mungkin ada baiknya jika Putri Mahkota tinggal di kediaman keluarga Kim, mereka juga adalah bagian dari keluarga Putri Mahkota, ujar Permaisuri bijak.
Mereka pun terdiam cukup lama dan saling berpandangan menunggu jawaban Yang Mulia Raja. Dan akhirnya : “ baiklah, aku ijinkan Putri Mahkota tinggal di rumah Keluarga Kim selama 1 bulan, itupun dengan syarat jika mereka berdua tetap tidur di kamar yang terpisah dan jika belum 1 bulan Putri Mahkota tidak menyanggupi untuk tinggal di Keluarga Kim, maka selamanya hubungan antara Kim Jeong Ha dan Putri Mahkota terputus., ujar Sang Raja dengan tegas, dan Raja serta diikuti Permaisuri meninggalkan ruang pertemuan tersebut.
Tetapi bagi Jeong Ha dan Sae Yoon, jawaban Sang raja membawa angin segar bagi mereka,.
Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, lihat saja nanti, aku pastikan kalian akan berpisah untuk selamanya, ujar Shi Won sambil mengepalkan tangannya dan pergi dari ruangan tersebut dengan wajah penuh amarah.
*******************************************************************************
@Kim ResidentAkhirnya Sae Yoon tiba di rumah Keluarga Kim, kedatangannya disambut hangat oleh Pak Presdir yang langsung membawa koper2 Sae Yoon dan menyuruh menantunya duduk di sofa.
Maafkan kami, jika kami merepotkan ayah, ujar Jeong ha sambil merapikan koper2 bawaan Sae Yoon. Ayah harap kau betah tinggal disini, kau tenang saja Sae Yoon , disini tidak ada peraturan yang ketat seperti di Istana, tapi kau tetap harus menyesuaikan diri di rumah ini, ujar Presdir Kim sambil menunjukkan kamar Sae Yoon, yang letaknya bersebrangan dengan kamar Jeong ha.
@ Gwang Hyoong PalaceJika Sae yoon tinggal di sana, akan sulit bagiku untuk memisahkan mereka dan argh.!!!!!!!!, gerutu So Joong yang pusing dengan rencana-rencananya yang selalu gagal.
Apapun caranya aku pasti akan membuat Putri Mahkota hancur sampai berkeping-keping, ujar So Joong dengan senyum liciknya.
Sae Yoon begitu terkesima dengan kebiasaan di keluarga Kim yang setiap pagi mereka sarapan bersama dengan diselang obrolan ringan dan bercanda yang menyenangkan suasana hati, tidak seperti di Istana yang terkesan kaku. Melihat keakraban antara ayah dan anaknya yang penuh cinta, tidak ia dapatkan di Istana.
Aku sangat iri sekali padamu, jeong ha! Kau mempunyai keluarga yang sempurna, keluarga yang penuh cinta, hiks hiks,....tiba-tiba airmata Sae Yoon pun mengalir membasahi pipinya, lalu tiba-tiba dari arah belakang,...” aku akan selalu membuatmu bahagia Putri Mahkota, aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi, ujar Jeong ha sambil memeluk kekasihnya.
Jeong Ha!!!! , Sae Yoon pun berbalik memeluk Jeong Ha, dan menangis dipelukan JeongHa.
Belum pernah aku melihat Jeong Ha dengan wajah bebinar-binar Pak Min, ujar Presdir Kim sambil menoleh ke arah asisten pribadinya. Benar Pak Presdir, kehadiran Putri Mahkota dalam hidup tuan muda benar-benar membuatnya sangat bahagia. Dan lihatlah mereka berdua begitu sangat bahagia dan penuh cinta. Ujar Pak Min sambil melihat ke arah Tuan mudanya dan Putri Mahkota yang sedang bercanda sambil mempersiapkan hidangan makan siang.
Masakannya sudah siap, Tara....Ikan Salmon saos pedas ala Sae Yoon ujar Sae Yoon sambil membawa hasil masakannya ke atas meja.
Dan merekapun menikmati makan siang bersama dengan suasana kekeluargaan.
@ Gwang Hyoong Palace ....
Apa yang sedang dilakukan Putri Mahkota saat ini Dayang Han, ujar Permaisuri sambil duduk diranjang Putri Mahkota dengan memandang foto putrinya. Aku sangat merindukannya, Istana terasa sepi tanpa kehadirannya.
Putri Mahkota pastinya sangat bahagia bersama keluarga barunya, Yang Mulia tidak perlu khawatir, saya yakin Putri Mahkota baik-baik saja, ujar Dayang Han yang berusaha meyakinkan Permaisuri.
@ Kim ResidentMaaf Tuan besar, diluar ada tamu yang ingin bertemu dengan Putri Mahkota, ujar salah satu pelayannya. Bertemu denganku, siapa??? Ujar Putri heran sambil menuju kearah ruang tamu. Lee SO Joong!!! “ ucap sang Putri yang terkejut melihat kehadiran sepupunya.
Aku rindu sekali padamu sepupuku, aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan. Bosan sekali rasanya berjalan-jalan tanpamu, sepupuku tercinta, ujar So Joong sinis.
Tapi aku sedang tidak ingin jalan-jalan, aku hanya ingin dirumah untuk merawat Presdir Kim, ujar Sae Yoon pelan.
Pergilah dengan So Joong, kasihan dia sudah jauh-jauh datang kemari hanya untuk bertemu denganmu, ayo pergilah bersenang-senang, ujar JeongHa yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
Baiklah, tunggu sebentar aku ganti pakaian dulu, sahut Sae Yoon sambil menuju kamarnya.
Sebenarnya apa yang sedang direncanakan So Joong, tukas Sae Yoon sambil bercermin.
Akusudah siap, ayo kita berangkat.
Jeong ha ! aku pergi dulu yach, aku akan pulang cepat sebelum makan malam, okay! Ujar Sae Yoon sambil mengecup mesra pipi Jeong Ha.
**********************************************************************************
Kalian tampak mesra sekali, tapi itu bukan kemesraan yang dibuat-buatkan sepupuku?, tukas So Joong yang sedang mengendarai mobilnya sambil tersenyum licik.
Sebenarnya apa maksudmu So Joong mengajakku jalan-jalan, selidik Sae Yoon.
Ah, kita sudah sampai!! Mmmm, badanku pegal sekali, aku mau melakukan perawatan tubuh dulu, okay, ujar So Joong licik sambil masuk ke sebuah Spa dan meninggalkan Sae Yoon sendiri.
Dan akhirnya mereka berdua melakukan perawatan tubuh di ruangan yang bersamaan.
Sambil melakukan treatment, Sae yoon terus bertanya pada So Joong perihal ajakannya yang terkesan tiba-tiba. Tapi So Joong dengan santainya hanya menjawab: karena aku ingin semua milikmu.
Mendengar pernyataan So Joong sontak membuat Sae Yoon tercengang. setelah selesai melakukan perawatan selama 1 jam mereka beranjak keluar dari salon tersebut.
Ach...........segar sekali badanku, apa kaujuga merasa lebih baik Sae Yoon, tanya So Joong.
Apa yang aku katakan, itu semua pasti akan kulakukan. Aku hanya ingin merasakan kebahagiaan yang sudah kau renggut dariku, dan aku pasti akan mendapatkannya, ujar So Joong sambil masuk kedalam mobilnya dan mulai menyalakan mesinnya dan meninggalkan Sae Yoon seorang diri.
Lee So Joong, Lee So Joong,......!!!!!! panggil Sae Yoon sambil mengejar mobil So Joong yang sudah menjauh darinya.
Dan Sae Yoon pun terpaksa berjalan kaki untuk pulang kerumah.
@KIm residentMalam sekali kau pulang, kau bilang kau akan kembali sebelum makan malam, tapi ini sudah lewat makan malam kau baru pulang, ujar Jeong ha kesal.
Aku,....belum sempat menyelesaikan kata-katanya sudah dipotong lagi oleh Jeong ha.
Kenapa kau meminta So Joong untuk pulang duluan, dan menemaniku dan ayah untuk makan malam bersama, kau benar-benar keterlaluan Sae Yoon. Apa sekarang kau menyesal sudah ikut kerumahku, sehingga kau tidak bisa mendapatkan fasilitas seperti di Istana, ujar Jeong Ha kesal sambil menatap dingin ke arah Sae Yoon.
Sae Yoon yang merasa dipojokkan tentu saja tidak terima dengan perlakuan Jeong ha yang tiba-tiba kasar padanya.
Ternyata hanya dengan satu kalimat dari So Joong sudah membuatmu meragukanku, aku sangat kecewa padamu, kupikir kau akan selalu percaya padaku, tapi ternyata..., dan Sae Yoon pun berlalu sambil menangis.
Sae Yoon pun merebahkan tubuhnya di ranjangnya dan menangis, .....keterlaluan , kenapa kau lebih mempercayai perkataan So Joong dibandingkan aku, kau seperti bukan Jeong Ha yang kukenal, sesal Sae Yoon.
keesokan paginya.....
Tapi setelah kejadian semalam, Jeong ha dan Sae Yoon hanya berdiam diri, tidak saling bertegur sapa, rupanya perkataan So Joong cukup membuat Jeong ha merasakan kekecewaan terhadap Sae Yoon, tapi sae yoon tidak tahu apa yang sudah dibicarakan So Joong kepada Jeong ha.
Melihat sikap mereka berdua ternyata menimbulkan keresahan dihati Presdir Kim yang sudah mulai menyayangi Sae Yoon seperti putrinya sendiri.
Dalam setiap hubungan pasti akan ada permasalahan, baik itu masalah yang ringan atau yang berat, hanya bagaimana cara kalian untuk mengatasinya dengan bijak, tapi bukan dengan cara berdiam diri seperti ini, saran Presdir kepada Sae Yoon.
Tapi setiap kali Sae yoon mencoba untuk mendekati JeongHa untuk menanyakan hal apa yang sudah dibicarakan So Joong, Jeong ha selalu menghindar dan itu membuat Putri Mahkota kesal dan........
Hentikan sikap kekanak-kanakanmu ini Tn. Kim Jeong Ha, ujar Sae kesal. Apa kekanak-kanakan, hah sedangkan kau sendiri mempunyai sifat yang lebih mengerikan yaitu munafik!!! Tuduh Jeong ha yang membuat sae Yoon sakit hati.
Apa maksudmu????? Tanya sae yoon. Baik akan kukatakan, mungkin karena sudah banyak memorimu yang hilang tiba-tiba, tukas Jeong ha kesal.
1. Kau bilang kau sangat mencintaiku, tapi tidak kau menerimaku hanya untuk menyelamatkan posisimu sebagai Putri Mahkota dan sebagai kedok untuk menghindari perjodohanmu dengan Jenderal Shi Gyeok
2. kau hanya menjadikanku sebagai tempat pelarian dari kekesalanmu terhadap ayahmu
3. karena kau sngat iri pada sepupumu, yang lebih disukai oleh rakyatnya dan terutama orang tuamu
4. sebenarnya kau menyukai Jenderal Shi Gyeok, karena kau tidak bisa hidup seperti rakyat biasa dan hanya Jenderal Shi Gyeok yang bisa mewujudkan semuanya
cukup!!!!!!!!!! Kau benar-benar keterlaluan Kim Jeong Ha. Aku sangat membencimu, ujar sang Putri sambil berjalan kearah Jeong Ha dan memukul-mukul dada Jeong ha dengan perasaan kesal.
Hentikan semua sandiwara ini, jika diantara kita tidak pernah ada pernikahan, jika itu semua hanya rekayasa kita untuk memuluskan hubungan kita, tapiaku sudah tidak sanggup lagi untuk menjadi bonekamu Putri Mahkota, ujar Jeong ha sambil memegang kedua lengan Sae Yoon dengan kasar.
Ternyata pernyataan Jeong ha didengar oleh ayahnya dan membuatnya sangat kecewa.
Jadi mereka sudah membohongiku, tidak pernah ada pernikahan, keterlaluan sekali, geram Presdir.
Dan akhirnya mereka berdua dipanggil dan dimarahi habis-habisan.
Kalian berdua sangat keterlaluan , tega sekali kalian membohongi ayah, disaat ayah sudah mulai menyayangimu Sae Yoon, geram Presdir. Mulai sekarang kalian tidak boleh bertemu lagi dan besok pagi Putri Mahkota, sebaiknya anda kembali ke Istana. Dan Presdirpun meninggalkan mereka berdua. Sae Yoon dan Jeong Ha hanya saling memandang tanpa berbicara dan jeong ha pun bangkit dari posisi berlutut dan meninggalkan Sae Yoon sendirian.
**********************************************************************************
Kemarahan sang Raja sudah tidak bisa dibendung lagi, dan sejak saat itu Jeong Ha dan Sae Yoon sudah putus hubungan dan tidak pernah bertemu lagi selama kurun waktu ± 3 bulan.
Sejak putus hubungan dengan Jeong ha, Putri Mahkota menjadi pemurung dan sering melamun dan apa yang diperintah oleh Raja selalu dipenuhi dengan tatapan yang kosong tanpa disertai sifat pembangkangnya, termasuk perihal pertunangannya dengan Jenderal Shi Gyeok yang sudah dipersiapkan oleh Kerajaan. Dan Jeong Ha terlihat sangat depresi dan selalu marah-marah. Hal itu tentu saja membuat ayahnya sangat khawatir, dan ternyata kekhawatiran ayahnya terbukti, Jeong ha jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit selama 1 minggu, tapi Jeong Ha menolaknya dan memilih untuk dirawat jalan saja.
Ternyata kabar Jeong Ha jatuh sakit sampai ke telinga Putri Mahkota yang sangat cemas dengan kondisi kesehatan Jeong ha, dan Putripun memutuskan untuk menjenguknya.
@KIm Resident Jeong Ha kenapa jadi seperti ini, ujar Putri Mahkota yang sedih melihat kondisi Jeong Ha. Aku sangat merindukanmu, lusa adalah hari pertunanganku dengan Jenderal Shi Gyeok, aku mohon bangunlah dari tempat tidurmu dan selamatkan aku. Kita mulai semuanya dari awal, tapi demi Tuhan akutidak pernah memanfaatkanmu, aku tulus mencintaimu, aku sangat mencintaimu Kim Jeong ha, hiks hiks hiks......... dan Putri pun beranjak pulang sambil berpamitan dulu pada Presdir Kim.
Jeong Ha pun terbangun, dan air matanya mulai membasahi pipinya,: aku juga sangat mencintaimu, maafkan aku yang sudah membuatmu terluka, tapi aku terpaksa melakukan semua ini demi kebahagiaanmu, aku terpaksa bersikap kasar padamu, maafkan aku!
“ Rupanya sikap Jeong ha yang tiba-tiba berubah pada Sae yoon karena Jeong ha diancam oleh So Joong , jika Jeong ha bersikeras menikahi Putri Mahkota maka So Joong akan membuat Sae Yoon hancur, bahkan dimata keluarga Kerajaan, dan Sae Yoon pasti akan hidup sengsara selama-lamanya dan posisinya sebagai Putri Mahkota akan dipertaruhkan, tentu saja mendengar pernyataan So Joong membuatnya panik dan tidak berpikir panjang, tapi Jeong ha melakukan semuanya hanya untuk kebahagiaan Sae Yoon, walaupun sebenarnya kebahagiaan Sae Yoon adalah bersama Jeong ha.
Episode 10 :Akhirnya hari yang dinanti-nantikan oleh penduduk Korea pun tiba yaitu Pertunangan Putri Mahkota & Jenderal Shi Gyeok. Seluruh rakyat menyambut hari bahagia tersebut, terutama keluarga Kerajaan, yaitu Raja & Permaisuri, sedangkan di Istana Putri Mahkota, tidak nampak kebahagiaan tersirat di wajah sang Putri yang sedang dirias oleh penata rias Kerajaan. Wajahnya murung seperti langit yang tertutup awan tebal, tidak ada ekspresi kebahagiaan diwajahnya, tatapannya kosong seperti tidak memiliki jiwa.
Tapi sangat berbeda dengan Jenderal Shi Gyeok yang terlihat sangat bahagia karena akan bertunangan dengan wanita yang sangat dicintainya.
Akhirnya calon pengantin wanita pun muncul dan semua undangan sangat terpesona dengan kecantikan Putri Mahkota, terutama Shi Won yang tidak pernah sedetikpun melepaskan pandangannya dari sang Putri.
*********************************************************************************
“ Jeong Ha, aku mohon muncullah dan hentikan pertunangan ini, bawa aku pergi jauh bersamamu, aku mohon, aku sangat mencintaimu, aku mohon muncullah dihadapanku”, ratap sang Putri dengan air mata yang terus mengalir yang sedang berjalan menuju podium.
Ternyata Jeong Ha hadir diantara para hadirin dan hanya bisa menatap kekasihnya dengan pasrah bertunangan dengan Shi Won.
Bahkan saat mereka saling menyematkan cincin pertunangan dijari pasangannya, Jeong ha hanya melihat dengan pasrah dan kemudian berjalan pulang , namun dicegat oleh Putri Seok Joong yang mempunyai rencana licik lainnya.
Jangan pergi dulu, sebaiknya kau mengucapkan selamat dulu kepada pasangan yang sedang berbahagia itu, ayo, tukas Putri Seok Joong sambil menarik tangan Jeong ha.
Putri Mahkota dan Jenderal Shi Gyeok pun sudah resmi bertunangan dan mendapat sambutan meriah dari para hadirin,.
Betapa terkejutnya Sae Yoon saat melihat Jeong ha muncul bersama So Joong dan mengucapkan selamat atas pertunangan Sae Yoon dan Shi Won. Dengan tatapan dingin , jeong ha memberi ucapan selamat dan berlalu dari hadapan Sae Yoon. Sae Yoon benar-benar putus asa dan tidak kuasa menahan tangisnya, lalu dengan amarah yang membendung dihatinya Sae Yoon melangkahkan kakinya turun dari podium dan mengejar Jeong ha.
Tn. Kim Jeong Ha, tunggu! Ujar Sae Yoon. Dan Jeong ha pun berhenti dan menoleh kearah Sae Yoon, tapi.......plak! plak ! tangan Sae Yoon mendarat di pipi Jeong ha, yach Sae Yoon menampar Jeong ha dengan sangat keras sehingga membuat wajah Jeong ha memerah. “ aku sangat membencimu, selamanya akutidak ingin melihatmu lagi & aku tidak akan pernah memaafkanmu,” lalu sae yoon pun menghilang dari pandangan Jeong ha yang menahan rasa sakit di dadanya.
@ Kim Resident ( kamar Jeong Ha )
Sepanjang malam Jeong ha terus memikirkan kata-kata Sae Yoon:
“ aku sangat membencimu, selamanya akutidak ingin melihatmu lagi & aku tidak akan pernah memaafkanmu,” Maafkan aku, hanya itu yang bisa kukatakan, tapi akujuga sangat menderita, aku juga sangat membenci diriku sendiri, lirih Jeong ha
Di sebuah Club...So Joong merayakan kemenangannya bersama teman-temannya sambil minum-minum di sebuah Club Elite.
Akhirnya aku bisa membuatmu menderita Lee Sae Yoon, karena kehilangan orang yang sangat kau cintai, tapi permainan baru dimulai, hahahahahahahahh.........................
Sudah hampir 2 minggu, Sae Yoon menyandang “ gelar “ Tunangan Shi Won, sifatnya yang sombong mulai muncul lagi , mungkin hanya untuk menutup luka hati yang terasa menyesakkan dadanya.
Putri Mahkota mulai aktif lagi untuk menghadiri beberapa pertemuan dengan para Pejabat dan Elite Socialite. Keceriaan yang pernah menghiasai wajah sang Putri perlahan-lahan menghilang.
**********************************************************************************
Jeong Ha tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya karena perasaan bersalah pada Sae Yoon yang masih menyelimuti hatinya.
Tidak, aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus menemui Putri Mahkota dan mengatakan semuanya dari awal, yach aku harus bertemu dengan Putri Mahkota, tukas Jeong ha sambil berlari keluar ruangan dan langsung mengemudikan mobilnya dan menuju Ranch kerajaan, karena setiap kamis adalah jadwal Putri Mahkota untuk berlatih berkuda.
Ternyata dugaan Jeong Ha benar, Putri Mahkota sedang berlatih berkuda, dia begitu terlihat sangat berbeda dan penuh percaya diri. Akhirnya putri sudah menyelesaikan latihannya dan dia pun pergi untuk mandi , karena jam 5 sore Putri Mahkota harus menghadiri Pameran Lukisan di Gedung Kesenian.
Saat Sae Yoon sedang berdandan, tiba-tiba Jeong ha sudah muncul dibelakang Sae Yoon dan membuatnya setengah teriak, dengan sigap Jeong Ha langsung membungkam mulut Sae Yoon.
Aku mohon jangan berteriak, aku hanya ingin berbicara denganmu, aku akan melepaskan tanganku jika kau tidak berteriak, ok, pinta Jeong ha yang disertai anggukan Sae Yoon. Dan saat Jeong Ha melepaskan tangannya, tiba-tiba Sae Yoon berteriak minta tolong dan berusaha untuk kabur, dengan sigapnya Jeong ha langsung menangkap tubuh Sae Yoon dan menggendongnya dan membawanya kabur. Tapi Sae Yoon tidak berhenti teriak dan berontak, sehingga membuat Jeong Han agak sedikit kewalahan, tapi akhirnya dia bisa membawa Putri Mahkota kabur, tanpa ada seorangpun yang tahu.
******************************************************************************
Akhirnya mobil yang dikendarai Jeong Ha pun tiba di Cottage pribadinya, dan Jeong ha menarik keluar Sae Yoon dari mobilnya dan menggendongnya kembali dan membawanya masuk ke dalam.
Sae Yoon kembali berusaha untuk kabur, tapi Jeong ha sudah bisa menghalanginya dan kali ini Sae Yoon tidak bisa kabur lagi karena Jeong Ha menindih tubuh Sae Yoon di sofa dan berusaha untuk mencium Sae Yoon, tapi Sae Yoon langsung memalingkan wajahnya dan menangis,.
Lalu Jeong Ha membangunkan pujaan hatinya ke posisi duduk, dan Jeong Ha pun mulai berbicara.
Untuk apa kau katakan sekarang, semuanya sudah terlambat bagiku, ujar Sae Yoon dingin. Apapun yang akan kau lakukan aku sudah tidak perduli lagi, jadi biarkan aku untuk pergi karena tunanganku tidak suka menunggu, tukas Sae Yoon kesal.
Tidak , aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi, aku sangat menderita sekali,.tukas Jeong Ha.
Apa ? kau menderita tapi bagaimana dengan diriku, aku sulit sekali untuk bernafas, setiap hari aku selalu menangis memikirkanmu, aku memohon padamu untuk membawaku pergi pada hari pertunanganku, tapi apa ? kau hanya diam menyaksikannya, dan muncul bersama Putri Seok Joong, aku sudah memohon padamu, tapi kau ....kau hanya diam tanpa berbuat apa-apa, jadi semuanya sudah berakhir, bukankah kau sendiri yang mengatakannya, kalau semuanya sudah berakhir, isak sang Putri yang kemudian berdiri dan beranjak untuk pergi, tapi Jeong ha menghentikan langkah Sae Yoon dengan mencium wanita yang sangat dicintainya.
Merasa dilecehkan, Putri Mahkota menampar wajah Jeong ha dan berlari sambil menangis...........................
Sae Yoon, Sae Yoon, Sae Yoon!!!!!!!!! sahut Jeong Ha sambil mengejar Sae Yoon.
Kau!!!, jeong ha sangat terkejut saat melihat Shi Won sudah berada dihadapannya.
Berani sekali kau mengganggu calon pengantinku, geram Shi Won yang berusaha untuk menghajar Jeong Ha tapi langsung dicegah oleh Sae Yoon.
Sekali lagi kau mengganggu Putri Mahkota, aku bersumpah akan membuatmu sangat menyesal, kau paham, ancam Shi Won sambil menarik kerah baju Jeong Ha.
Dan Putri Mahkota pun pulang dengan Park Shi Won.
**********************************************************************************
Argh!!!!!!!!!!!!!! teriak Jeong ha dengan kesal sambil menghujamkan tinjunya ke tembok.
Aku pasti akan mendapatkanmu kembali Sae Yoon karena aku bisa lihat dimatamu, bahwa masih ada cinta untukku, tukas Jeong Ha kesal
Selama perjalanan pulang menuju Istana, Putri Mahkota hanyan terdiam dan sesekali menghapus airmatanya, dan pikirannyapun melayang memikirkan Jeong Ha, pria yang masih dicintainya.
Sae Yoon, kau harus belajar untuk mencintaiku, tukas Shi Won sambil mengusap air mata Sae Yoon. Karena aku tidak akan pernah membuatmu menangis seperti ini.
Episode 11 :@ Gwang Hyoong Palace ( Istana Pribadi Putri Mahkota ) Rupanya Sae Yoon masih menyimpan foto-foto kenangannya saat bersama Jeong Ha, dan setiap melihat foto-foto tersebut, Sae Yoon tertawa kecil, dan tanpa disadarinya air matanya mulai mengalir, hiks hiks hks......aku masih sangat mencintaimu Jeong Ha, apa kau tidak tahu betapa aku sangat menderita, tapi kenapa kau begitu sangat keterlaluan padaku, hiks hiks hiks.....
Dayang Han prihatin melihat kondisi Putri Mahkota sangat mengkhawatirkan membuatnya untuk berpikr sebuah rencana, kemudian dayang Han menghubungi seseorang melalui ponselnya : “ Tn. Min! Maaf malam-malam begini saya menghubungi anda, tapi ada sesuatu yang perlu saya sampaikan
.begitu serius sekali perbincangan Dayang Han dengan Pak Min, hingga diakhir perbincangan mereka terlihat ekspresi senang di wajah Dayang Han sambil menoleh ke arah Putri Mahkota.
*********************************************************************************
Putri Mahkota, kau benar-benar keterlaluan sekali, ujar So Joong yang tiba-tiba masuk ke kamar Putri Mahkota sambil merebut foto-foto kenangan Putri Mahkota dengan Jeong Ha.
Bagaimana jika Jenderal Shi Gyeok sampai mengetahui jika tunangannya masih menyimpan foto-foto mantan kekasihnya. Ckckckckckck, aku jadi merasa sangat kasihan padamu Putri Mahkota, hah, tapi apa aku peduli, hmmmmm sekarang kau bisa merasakannyakan ? bagaimana rasanya jika kita kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup kita, seperti itulah hatiku saat ini, dan itu semua karena keegoisanmu, dan aku sangat membencimu sepupuku, hahahaha” ujar So Joong sambil meninggalkan Putri Mahkota sendirian dikamarnya.
Mungkin karena terlalu lelah menangis, Putri Mahkota akhirnya tertidur dengan lelapnya dan diapun terbangun keesokan paginya.
Putri sangat terkejut dengan suasana kamarnya yang dipenuhi bunga mawar merah favoritenya, lalu Putri pun melihat satu persatu bunga itu untuk mengetahui siapa pengirimnya, rupanya tidak ada nama pengirimnya, hmmmm kira-kira dari siapa semua bunga-bunga ini, tanya Putri keheranan. Bunga-bunga itu hadiah dari kami Putri Mahkota, ujar Dayang Han saat memasuki ruangan Putri Mahkota. Apa, ini semua dari kalian, hah....tapi in iindah sekali, terima kasih atas perhatian kalian, aku sangat menyukainya, ujar sang Putri sambil memeluk para dayangnya satu persatu.
Baiklah, sekarang Putri harus lekas mandi, karena hamba ingin mengajak Putri Mahkota untuk berjalan-jalan, ujar Dayang Han sambil menuntun sang Putri menuju kamar mandi. Dan Sae Yoon hanya terdiam sambil menuruti apa yang diperintahkan oleh Dayang Han.
Putri Mahkota pun dirias dengan sangat cantik, rambutnya dibiarkan tergerai lurus dan dihiasi dengan jepitan silver, dan Putri mengenakan dress berwarna pastel dilengkapi dengan bolero putih menambah kesan anggun dan simple.
Putri Mahkota yang masih kebingungan saat Dayang Han mengajaknya pergi hanya diam sambil mengikutinya dari belakang .
Mereka pun menaiki Bus dengan tujuan ke Pulau Ceju dan mereka pun duduk di bagian tengah.
********************************************************************************
Rupanya Pak Min juga sedang mempersiapkan rencana yang sudah dibuat bersama Dayang Han dan secara tiba-tiba Pak Min mengatakan pada Direktur Kim, bahwa ada pertemuan dengan Mr. George Hwang di Pulau Ceju dan harus diselesaikan hari ini juga, dan Jeong Ha pun tanpa curiga mengikuti saja perintah Pak Min dan mereka pun berangkat menuju Pulau Ceju.
Dayang Han dan Putri Mahkota sudah sampai di Pulau Ceju dan mereka pun naik kapal menuju tempat yang sudah direncanakan bersama Pak Min.
Dayang Han, sebenarnya kita ini mau kemana?, aku sudah lelah, bagaimana kalau kita cari makan dulu, pinta sang Putri. Sebentar lagi kita akan sampai dan Putri bisa makan sepuasnya, jawab sang Dayang dengan tenang.
Sebuah Villa indah yang memiliki bangunan unik membuat Putri Mahkota sangat terkesima.
Ini villa siapa Dayang Han, setahuku villa pribadi Kerajaan bukan disini, tapi disebelah Selatan Pulau Ceju, tukas sang Putri sambil memasuki villa tersebut.
Putri Mahkota, mohon tunggu disini sebentar, hamba mau mempersiapkan makanan untuk Putri Mahkota, permisi.
Dan Dayang Han pun menuju ruang dapur untuk mempersiapkan makan siang untuk Putri Mahkota.
Ternyata diluar Jeong Ha dan Pak Min sudah datang, dan tiba-tiba..............halo!, baik saya akan segera kesana, ujar Pak Min lewat telepon. Maaf Direktur Kim, sepertinya saya tidak bisa menemani anda untuk meeting , saya harus kembali ke Seoul, ada beberapa masalah yang harus saya selesaikan, tukas Pak Min sambil pergi meninggalkan Jeong ha yang masih kebingungan.
Sebaiknya aku langsung masuk kedalam saja, siapa tahu Mr. George sedang menungguku, dan Jeong Ha pun memasuki Villa tersebut, dan saat memasuki ruang tengah, betapa terkejutnya Jeong ha saat melihat sosok wanita cantik yang sangat dia kenal,...
Putri Mahkota!!!!!, ujar Jeong Ha heran.
Begitupun Sae Yoon yang tidak kalah terkejutnya saat melihat Jeong ha, ...Kau!!!
Apa-apaan ini, ini pasti salah satu leluconmukan, geram Sae Yoon yang langsung beranjak pergi dari hadapan Jeong Ha, ..
jangan pergi aku mohon!, pinta Jeong Ha sambil memeluk Sae Yoon,
lepaskan aku!, ujar Sae Yoon yang berusaha melepaskan pelukan Jeong ha.
Tidak, aku tidak akan melepaskanmu lagi, tidak akan.
*******************************************************************************
Maafkan hamba, Yang Mulia Putri Mahkota, ini semua adalah rencana hamba dan Tn. Min, untuk mempertemukan kalian, karena kami sangat menghawatirkan keadaan kalian, mungkin sebaiknya kalian menyelesaikan dulu secara baik-baik supaya tidak saling menyakiti, ujar Dayang Han sambil berlalu dan meninggalkan mereka berdua.
********************************************************************************
Putri hanya terdiam dan kemudian Jeong ha menarik tangannya dan mengajaknya duduk di sofa untuk berbicara dari hati ke hati.
Sementara di Istana, Jenderal Shi Gyeok yang baru saja menyelesaikan tugasnya di Tokyo datang ke Istana untuk bertemu dengan Sae Yoon, tapi betapa kecewanya Shi Won saat tahu kalau Putri Mahkota tidak berada di tempat, lalu dia berusaha untuk menghubunginya melalui ponsel.
Tulilut, tulilut ( suara ponsel Sae Yoon )” jangan diangkat, aku mohon , pinta Jeong ha pada Sae Yoon, dan Sae yoon pun menurutinya.
Kenapa ponselnya tidak diangkat-angkat??? Ujar Shi Won cemas.
Bagaimana kabarmu, ujar Jeong ha memulai pembicaraan.
Tidak baik, jawab Sae Yoon kesal.
Aku sangat merindukanmu, aku ....aku merasa kehilangan sebagian jiwaku, ratap Jeong Ha. Aku hanya ingin supaya kau bahagia, dan semua harapanmu dapat terwujud.
Kau pikir aku tidak menderita, kenapa sebentar-sebentar kau bilang kau sangat merindukanku, tapi kemudian kau bilang sebaiknya kita berpisah, sebenarnya apa yang kau inginkan, aku bukan boneka yang bisa seenaknya bisa kau permainkan, ujar Sae Yoon dengan emosi.
Aku hanya tidak ingin hubungan kita dapat mengancam posisimu sebagai Putri Mahkota dan membuatmu semakin sulit bergerak di Istana, karena tekanan dari keluarga Kerajaan , terutama Yang Mulia Raja.
Aku tidak pernah mau peduli mengenai posisiku sebagai Putri mahkota, aku juga ingin merasakan kehidupan normal seperti remaja lainnya, aku pikir kau bisa memberikannya padaku, tapi ternyata kau malah membuatku semakin terluka, isak Putri Mahkota. Jika kau benar-benar mencintaiku, aku ingin kau membawaku pergi jauh, karena aku sudah tidak bisa menahan rasa sakit dihati ini, aku mohon Kim Jeong Ha.., pinta sang Putri.
Dan Jeong ha pun langsung memeluk kekasihnya, dan : “ baiklah, aku akan membawamu menjauh untuk sementara dari Istana, karena aku sangat mencintaimu, “
Benarkah Jeong ha, tapi kali ini kau tidak bohong kan??? Tanya sang Putri.
Dan akhirnya merekapun berbaikan kembali dan Jeong ha mengajak Sae Yoon jalan-jalan disekitar Pulau Ceju dengan berjalan kaki.
*********************************************************************************
Jeong Ha, sebenarnya kita mau kemana? Tanya sang Putri sambil terus mengikuti langkah kaki Jeong Ha. Akhirnya mereka tiba disebuah rumah kecil dengan halaman yang dipenuhi dengan bunga mawar ( bunga kesukaan Sae Yoon ), dan merekapun memasuki rumah tersebut.
Ini rumah siapa? Apa ada penghuninya, sebaiknya kita minta ijin dulu pada pemiliknya? Tukas Putri Mahkota yang ditanggapi dingin oleh Jeong Ha yang langsung menerobos masuk ke rumah tersebut.
@ Park Mansion.........Sebenarnya Putri Mahkota pergi kemana? Aku sudah periksa semua tempat yang biasa dikunjungi oleh Putri Mahkota bahkan jadwal kunjungan Putri Mahkota, tapi dia tidak ada dimana-mana, ujar Shi Won kesal. Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan Kim Jeong Ha, jika sampai aku menemukan mereka bersama, aku pastikan kehancuranmu Kim Jeong Ha, ancam Shi Won sambil melempar minumannya.
@ Ceju IslandSementara di rumah kecil tersebut, Jeong Ha mengajak Sae Yoon duduk di ruang tengah dan dia pun berlutut tepat dikaki Sae Yoon sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna ungu.
Putri Mahkota, aku minta ijin padamu untuk memanggilmu dengan Sae Yoon, bolehkah? Ijin Jeong ha yang disertai anggukan setuju oleh Sae Yoon.
Nona Lee Sae Yoon, aku memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu hal yang penting padamu, didalam kotak ini mungkin bagimu bukanlah sesuatu yang berharga yang bisa dibandingkan dengan harta Kerajaan, tapi didalam kotak ini ada sebagian dari jiwaku yang tinggal disini yang ingin aku berikan padamu, dan aku harap kau bisa menerimanya dengan sepenuh hatimu, ujar Jeong Ha sambil memberikan kotak tersebut pada Sae Yoon. Alangkah terkejutnya sang Putri Mahkota saat membuka kotak tersebut, sebuah kotak musik dengan hiasan sebuah rumah kecil dan ada sepasang kekasih yang sedang berciuman dan diiringi lagu
My Everything.
Ini indah sekali, ujar Sae Yoon sambil menitikkan air mata, dan Sae Yoon pun terduduk dan memeluk erat Jeong Ha dan berkata ; “
bagiku ini adalah hadiah terindah yang pernah kudapatkan, dan aku sangat menyukainya, terima kasih atas
semuanya Jeong Ha, aku...aku sangat mencintaimu”.
Jeong Ha sangat senang saat Sae Yoon mengucapkan kalimat yang terakhir dan mereka pun berciuman dengan mesra.
Diluar hujan turun begitu deras, dan kedua insan itu sedang larut dalam perasaan bahagia, dan mereka pun saling melepas rindu dan berjanji untuk tidak berpisah lagi.
*********************************************************************************
Dan tanpa mereka ketahui , ternyata ada mata-mata kerajaan yang mengetahui keberadaan Putri Mahkota dan Dayang Han.
![[smiley-gen013]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/smiley-gen013.gif)