sesuai janji yang diusahakan...
aku updet malam ini...untuk itu mian kalo jelek...
![[hmff]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/005.gif)
seperti biasa...minta kritik dan saran...
terima kasih banyak sebelumnya...
![[bye]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/bye.gif)
Chapter 4
Additional Cast
Yoon Yoo Sun as Yoon Yoo Sun ( Pengelola Yayasan )

Segala yang berawal akan berakhir. Dan dari sebuah pertemuanlah semua yang di dapatkan berawal, dan semua yang telah berawal akhirnya berakhir juga. Sebuah keputusan dimana mengharuskan untuk memilih untuk memulai dan mulai berkorban untuk mengakhiri. Sebuah pengorbanan untuk mengambil keputusan yang lain dan keputusan itulah yang merubah segalanya.
“Baik…saya akan segera kesana…jangan biarkan mereka melakukan apapun pada
anak-anak…menyakiti atau bahkan menyentuh mereka…”
Hye Na bangkit dari kursinya, menatap kosong hadapannya. Bingung akan apa yang harus ia lakukan. “ada apa agashi…?”tanya nenek Jang ketika melihat masih ada kekhawatiran diwajah Hye na. “aku harus pergi nek…”kata Hye na
“kemana agashi…?”
“ada sesuatu yang terjadi…”
“apa agashi… apa saya harus memanggil pengawal Park?”
“aniyo…tidak perlu.. saya akan pergi sendiri…”
“tapi…”
“saya mohon nek…saya tidak akan melakukan suatu hal yang akan membuat appa ataupun
nenek khawatir…”
Nenek Jang diam, menatap Hye na. Hye na diam, membalas tatapannya dengan sebuah keyakinan bahwa dia akan segera kembali.
******
“lakukan apapun yang harus kalian lakukan… jangan pedulikan apapun…”
“ne…baik tuan…”jawab seorang laki-laki berpakaian serba hitam dilapisi dengan jaket kulit hitam. Orang itu terlihat sangat sangar dan beringas. Orang itu memutuskan sambungan setelah mendengar perintah selanjutnya. Dan menatap seorang wanita yang tengah berdiri menantang dirinya.
“saya sudah mengatakannya…apapun yang terjadi, kami tidak akan pindah…lebih baik katakana pada tuan mu itu untuk mencari tempat lain untuk membangun apa yang tuan kalian inginkan..”kata Hye na, menatap tajam, tanpa gentar, laki-laki garang yang berdiri dihadapannya.
“aku sudah mendapat perintah untuk melakukan apapun agar kalian keluar dari rumah ini…”
“aku sudah mengatakannya, tidak akan pindah ataupun menjual rumah ini…. Dan kalian tidak bisa memaksa…”
“yaaaa!!! Kami berhak memaksa agashi… salah satu dari kalian telah menanda tangani sebuah surat perjanjian antara tuan kami dengannya…”kata orang itu, sambil mengulurkan tangannya kepada seorang anak buahnya. Tak lama dia sudah membawa sebuah kertas. Hye na menatap Mrs Yoon bingung. Sebaliknya, Mrs Yoon yang tengah memeluk salah seorang anak yang berada di yayasan itu, menggelengkan kepala, gelisah. Hye na menerima surat itu, dan memulai membacanya perlahan, dan ia benar-benar terkejut, ketika menyadari bahwa apa yang dikatakan suruhan itu benar adanya. Perjanjian yang mengatakan mereka bersedia pindah dari rumah yayasan itu dengan syarat memberikan uang sebesar 100 juta won. Hye na menatap sebuah nama dan tanda tanga yang tertulis diatas surat perjanjian itu. Hye na menyadari sesuatu, Hye na menutup matanya, dan menengadahkan wajahnya, menyerah.
“bagaimana kalau kami tidak mau pindah…”kata Hye na akhirnya
Laki-laki itu tertawa keras, menatap Hye na penuh keyakinan “maka tuan kami memiliki hak untuk membawa kalian ke pengadilan…”
Hye na menarik napas lama, mencoba menenangkan diri. “bagaimana kalau saya mengembalikan uang itu pada tuan kalian…”
“ANIYO!!…kalian semua harus segera pindah dari tempat ini…sekarang juga!!!”seru laki-laki itu keras, menatap Hye na yang masih menantang laki-laki itu, marah.
“tidak akan pernah!!!”jawab Hye na.
“kami bisa melakukan apapun pada anda agashi…”kata laki-laki itu lagi, berjalan
mendekati Hye na, menatap menantang Hye na. Hye na diam, masih menatap laki-laki itu tidak takut.
“anda cantik agashi…mungkin tuan kami akan memikirkan kembali jika anda bersedia…”
Belum selesai laki-laki itu menjutkan kalimatnya, Hye na sudah menampar keras laki-laki itu, hingga darah segar mengalir dari ujung bibirnya.
“kamu…!!!”seru laki-laki itu murka, mengangkat tangannya, akan menampar Hye na, namun terhenti oleh seseorang. Orang itu berhasil menghentikan ayunan tangan laki-laki itu yang akan mendarat diwajah Hye na.
“tunggu dulu ahjussi….”kata laki-laki itu, tersenyum menatap laki-laki itu, tenang.
“anda tidak pantas mengancam seorang wanita.. ahjussi…”
“siapa anda…?”
“lebih baik anda pergi dari sini ahjussi… atau saya akan memanggil polisi karena anda berusaha memukul seorang wanita…”
Laki-laki sangar itu diam, menatap Hye na dan laki-laki dihadapannya bergantian.
“baiklah…tapi anda akan menyesal…”
*******
Hye na, menghela napas lega, lalu menatap laki-laki yang telah menolongnya, tersenyum.

“khamsamnida…ermmmm….tuan…”kata Hye na. laki-laki itu membalas senyuman Hye na
“tak apa…kita harus selalu saling menolong bukan…”jawab laki-laki itu tersenyum
“saya…”
“oppa….”seru seorang anak yang sebelumnya memeluk Mrs Yoon Sun,berlari memeluk
laki-laki yang dipanggilnya oppa
“oppa?!?!?”kata Hye na bingung. Mrs Yoon Sun, berjalan mendekati Hye na. “ya…dia Lee Jung Moon-ssi…dia selalu ke yayasan selama anda pergi ke daerah bencana itu agashi…”
“benarkah…”
Lee Jung Moon tersenyum menatap Hye na yang tersenyum padanya

“senang sekali bertemu anda agashi…”
“Hye na…cukup Hye na saja…”
“baiklah…Hye na…”
“anda suka fotografi…”kata Hye na, berusaha membuka percakapan, ketika menatap Jung
Moon dengan sebuah kamera polaroid di lehernya.
“iya…”
“ayo masuk…”ajak Mrs Yoon Sun “lebih baik kalau kita ngobrol didalam…”
“oh maaf…mari… ayo kita masuk…”ajak Hye na, namun ketika Hye na akan melangkah masuk, seseorang membuat langkahnya terhenti. “agashi…”panggil laki-laki itu, membuat Hye Na, nyonya Yoon Sun dan Jung Moon memalingkan wajahnya menatap orang itu.
“apa anda tidak apa…?”tanya laki-laki itu
“peng…Park Joon-ssi…”seru Hye na terkejut “dari mana anda tahu kalau saya ada disini….?”

“tak penting agashi…lebih baik kita segera pulang…atau tuan…”
Hye na memotong perkataan pengawal park “arasso…saya akan pergi…”kata Hye na, menatap Jung Moon sesaat lalu Hye na memalingkan wajahnya menatap Mrs Yoon Sun dan kembali menatap Jung Moon “maaf sekali saya harus pergi…Mrs Yoon…saya akan segera menyelesaikannya…”kata Hye na
“tentu saja agashi…hati-hati…saya benar-benar minta maaf atas apa yang sudah dilakukan oleh anak itu…”
“tak apa…saya akan segera mengurus semuanya…lagi pula semua sudah berlalu dan suah terjadi…tidak bisa diulang kembali”
“saya pergi dulu Jung Moon-ssi…senang sekali bertemu dengan anda…”
“iya…saya juga… senang sekali akhirnya bertemu dengan anda…lagi”kata Jung Moon, tersenyum dan dengan merendahkan suaranya saat mengatakan kata ‘ lagi ‘ sehingga Hye na tidak mendengarnya, namun pengawal Park memalingkan wajahnya menatap Lee Jung moon curiga ketika mendengar kata ‘lagi’ yang terlontar lirih darinya. Hye na tersenyum.
“mari agashi…”kata pengawal park sambil masih menatap Jung Moon curiga.
********
“kenapa agashi tidak mengatakan pada saya jika akan pergi…saya ditugaskan untuk menjaga agashi dan selalu mengawal agashi dimanapun agashi berada…bagaimana jika terjadi sesuatu pada anda…”kata pengawal Park selama perjalanan pulang mereka. Namun sepertinya setiap perkataan yang keluar dari mulut pengawal Park terlontar dari telinga Hye na “agashi…”panggil pengawal park
Hye na memalingkan wajahnya menatap pengawal Park “putar balik ke kantor…”
“tapi…”
“sekarang…”perintah Hye na. mobil yang digunakan Hye na akhirnya memutar dan melaju cepat kearah kantor Tuan Han. Selama perjalanan, keduanya terdiam, sesekali pengawal Park memalingkan wajahnya menatap Hye na, tatapan penuh arti, namun yang ditatap sama sekali tidak menyadarinya dan masih sibuk dengan pikirannya. Berpikir, apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan uang sebanyak itu dengan sekejap.
“agashi…”panggil pengawal park, membawa Hye na kembali dari lamunan dan segala pemikirannya.
“ya…waeyo…?”tanya Hye na, menatap pengawal Park. Pengawal park membalas tatapan Hye na dengan sebuah tatapan menyelidik yang tajam namun juga mengandung makna lain, sebuah penyesalan dan harapan.
“ada apa…? Jangan menatapku seperti itu…”kata Hye na, yang kemudian memalingkan wajahnya menatap keluar jendela mobil hitam yang melaju cepat menuju Han Capital, dimana tempat appanya berada. “sebenarnya ada apa, kenapa agashi ingin bertemu dengan appa agashi…dan tempat apa tadi…? Kenapa anda bisa berurusan dengan laki-laki itu?”
Hye na menatap Pengawal park dengan tatapan menyelidik dan marah “anda sudah berada disana sejak awal? Apakah nenek Jang yang mengatakan dimana saya berada…?” kata Hye na
“itu bukanlah sesuatu yang penting sekarang….yang penting…” kata-kata pengawal park terputus
“… semua itu bukan urusan anda Park Joon-ssi…sekarang yang menjadi urusan anda adalah anda menjaga saya dan sekarang saya meminta anda untuk membawa saya ke Han Capital…”jawab Hye na tegas, kemudian memalingkan wajahnya kembali menatap keluar jendela. Pengawal park diam, menatap Hye na “maafkan saya agashi…”kata pengawal Park
*******
“KENAPA BISA??!!!!!???”seru seorang laki-laki marah pada laki-laki dihadapannya, yang terdiam menundukkan kepalanya “se..se..seorang datang dan…meng..mangancam…”
“dan kalian takut lalu menyerah hanya karena diancam seperti itu!!!”serunya lagi
“maafkan kami tuan…kami…”
“cukup!!!!”
“maafkan kami…”
“maaf tidak selalu dapat menyelesaikan masalah…sekarang kalian pergi dari sini…”tambah laki-laki itu, mencoba memadamkan amarahnya. Tepat saat orang –orang itu berlari keluar, seseorang masuk. “ada apa sebenarnya…”tanya laki-laki itu bingung, ketika menatap orang-orang yang tergesa berlari keluar dari ruangan itu.
“Jung Min…”panggil laki-laki itu, diam menatap laki-laki yang masih terlihat marah dihadapannya “apa karena proyek itu….?”
“jangan tanya apapun …”kata Jung Min. keduanya terdiam, dia sudah lama mengenal laki-laki dihadapannya, maka dia diam dan kemudian berjalan duduk dihadapan Jung Min, lalu menunggu sampai akhirnya...
“ada apa kamu kemari…”tanya Jung Min kemudian.

“apa ada kabar terbaru…?”tanya Jung Minlagi, menunggu sebuah jawaban dari laki-laki dihadapannya, namun, jawaban yang diinginkannya belum terlontar dari mulut laki-laki itu “yyaaa.!!! Seung Gi…!!”seru Jung Min, kesal
“….”keduanya terdiam, saling menatap, lalu senyum terkembang di wajah Lee Seung Gi
“panggil aku Hyung…”kata Seung Gi akhirnya

“panggil aku hyung…Jung Min dongsaeng…”
“yyyaaaa…Seung Gi…cepat katakan!!!”seru Jung Min
“ok…ok…arasso…”kata Seung Gi yang akhirnya menyerah, lalu meberikan sebuah berkas dengan map berwarna hitam kepada Jung Min “apa ini…”tanya Jung Min
“buka dan bacalah…”
“aku sedang tidak berniat untuk melakukan apapun hari ini…membaca sekalipun…katakan saja padaku…”
“tidak…aku yakin kamu pasti akan tertarik membacanya…bukalah dulu…”kata Seung Gi
Jung Min, menatap Seung Gi yang masih terlihat tersenyum, menatapnya, menunggu dirinya mulai membuka dan membaca isi dari map itu. Dan entah apa yang terdapat didalam map itu, tiba-tiba, ekspresi wajah Jung Min berubah, dia bukan lagi merasa tertarik dengan map itu, namun juga merasa marah, benar-benar marah.
******
Hye na diam, tatapannya kosong ketika langkah kakinya mulai berjalan masuk kedalam Han Capital. Semua orang yang dia jumpai, menghentikan semua pekerjaannya, dan menatap Hye na tajam, menilai. Pengawal park diam dan masih berjalan di belakangnya, berusaha menjalankan tugasnya untuk melindungi Hye na. Hye na masuk perlahan kedalam lift, dan mulai menekan tombol 15 pada lift untuk naik, lantai dimana ruangan Tuan Han berada.
Lift berhenti, Hye na keluar dan mulai berjalan perlahan ke sebuah ruangan dengan pintu kayu yang besar dan mewah dihadapannya. Seorang wanita tengah duduk di mejanya tiba-tiba berdiri “anda…?”kata wanita itu terhenti, menatap Hye na, diam, bertanya. Dia merasa pernah melihat Hye na di suatu tempat, namun ia lupa dimana.
“saya ingin bertemu dengan tuan Han…”kata Hye na
“tapi agashi…agashi siapa…? Saat ini tuan Han sedang menerima tamu…”kata wanita itu
“saya ingin berbicara dengan tuan Han…”jawab Hye na, menatap wanita itu
“tapi siapa anda…”tanya wanita itu lagi. Hye na diam menatap wanita itu dan berjalan kearah pintu dan membukanya terbuka. “appa…”panggil Hye na, ketika ia menatap appanya tengah duduk dan berbincang dengan seseorang melalui wwb cam lewat laptopnya.
“owhh…Hye na…”kata Tuan Han, menatap kearah pintu dan mengakhiri percakapannya dengan seseorang disana.
“maaf tuan…agashi ini memaksa untuk…”
“tak apa sekretaris Son…silahkan lanjutkan pekerjaan anda…”kata Tuan Han
“terima kasih tuan… dan maafkan saya Hye na-ssi…”kata sekretaris Son, membungkukkan tubuhnya kepada tuan Han dan Hye na. Hye na menatap sesaat sekretaris Song, dan berjalan mendekati Tuan Han
“Na-aa butuh bantuan dari appa…”kata Hye na, menatap Tuan Han penuh dengan keyakinan. Tuan Han menatap Hye na diam“Pengawal park, tunggu saya diluar…”tambah Hye na, memalingkan wajahnya kearah pengawal park tanpa menatapnya. “ye agashi…permisi tuan Han”kata pengawal Park, membungkukkan tubuhnya, lalu berjalan keluar
“apa yang kau butuhkan sayang…”
“…”Hye na diam menatap appanya, penuh keyakinan namun disisi lain ia bingung bagaimana harus memulai, karena ia tahu apa yang akan diminta kembali oleh appanya. Segalanya selalu berlangsung layaknya berbinis jika Hye na membicarakan sesuatu dengan appanya. Hye na menarik napas dalam, dan berjalan mendekati meja tuan Han
“ada sebuah permintaan appa…” kata Hye na akhirnya
“apa…? Katakan saja… tapi kamu tau bukan persyaratannya….semua transaksi yang appa lakukan adalah bisnis…”
“yee appa…Hye na tahu”
“lalu apa yang kamu butuhkan sayang…”
Hye na diam menatap appanya, diam namun menyimpan sejuta makna di setiap tatapan Hye na
“bantu Hye na untuk membatalkan proyek yang akan dilakukan di atas tanah yayasan…atau lakukan apapun agar yayasan tidak tergusur karena proyek itu”
“ahh…yayasan itu…?”
“yee…”
“dan apa yang akan kamu berikan sebagai gantinya…” tanya Tuan Han “appa tidak mau kalau bukan sebuah kartu as…”kata tuan Han
Hye na terdiam, dia benar-benar mengenal appanya, dan benar apa yang telah dipikirkannya, appanya tidak akan memberikan sesuatu jika sesuatu yang dijadikan sebagai penukarnya bukanlah sesuatu yang menarik bagi dirinya. “apa yang kamu punya sayang…”tanya Tuan Han lagi
“sebuah penawaran yang appa inginkan…”jawab Hye na penuh dengan keyakinan
*******
End Of Chapter
NB : semua gambar diambil dari google
mohon kritik dan sarannya...
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)