Author Topic: Masih Sahabatku (♥ Kekasihku ♥) ~ Chapter 15, Update 08.05.2011 ^^  (Read 27046 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
CHAPTER  11


“Terima kasih atas tumpangannya” ucap Lovelyn seraya melangkah keluar dari mobil Ji Sung yang telah mengantarnya ke apartemennya, Ji Sung menjawab dengan anggukan  dan tersenyum kepadanya.


Ji Sung kemudian melajukan mobilnya melintasi jalanan Kota Seoul yang terlihat lengang dan sunyi di pagi buta ini. Sekarang jam 3 pagi dini hari, Ji Sung terus melajukan mobilnya pelan menuju ke apartemennya. Saat ia melewati supermarket 24 jam, ia memutar mobilnya kemudian memasuki supermarket itu untuk membeli beberapa makanan kecil dan minuman karena ia ingat kulkasnya sudah hampir kosong saat ia membukanya tadi sore sebelum keluar dari apartemennya.




Ji sung berjalan menuju ke rak makanan kecil dan mengambil beberapa mie instan. Ia juga pergi ke rak minuman dan mengambil beberapa kaleng beer. Tiba-tiba langkah Ji Sung terhenti saat ia melihat sosok yang dikenalnya. Ia mengernyitkan alisnya pelan dan mengerjabkan matanya memastikan ia tidak salah lihat.


“Eun Cha?” seru Ji Sung. Eun Cha spontan menoleh kearah suara yang memanggilnya. Ia terkejut mendapati Ji Sung yang berdiri di sampingnya.


“Sho?” sahut Eun Cha tidak kalah terkejut.




“Kau sedang apa disini? Maksudku pagi-pagi buta begini” Tanya Ji Sung heran.


“Sama denganmu, aku kelaparan dan membeli beberapa makanan” Eun Cha terkekeh kecil memandang kearah Ji Sung yang penuh dengan makanan dan minuman kaleng di tangannya.


“Kau ini tidak pernah berubah, kenapa tidak mengambil keranjang dulu sebelum masuk tadi” lanjut Eun Cha tersenyum melihat Ji Sung yang terlihat kerepotan dengan tangan penuh dengan makanan. 


Ji Sung tersenyum kecil mendapati kebodohannya. Eun Cha berjalan kearah Ji Sung ia kemudian mengambil beberapa makanan yang ada di tangan Ji Sung dan meletakkannya di keranjang yang dibawanya. Ji Sung memperhatikan Eun Cha rikuh.


“Gomawo” katanya pelan, Eun Cha tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya pelan heran dengan sifat ceroboh Ji Sung yang tidak pernah berubah. Mereka kemudian berjalan mengitari beberapa lorong. Mereka berjalan sesekali bercanda dan tertawa menirukan beberapa CF di teve. Tiba-tiba Eun Cha berhenti di sebuah lorong, menatap kearah seseorang yang ada salah satu lorong dari kejauhan. Ji Sung mengikuti arah pandangan Eun Cha dan melihat seorang yang sedang mengutil sebuah barang.


“Ayo pergi” seru Ji Sung pelan, membuyarkan lamunan Eun Cha. Eun Cha menoleh memandang Ji Sung yang tersenyum kearahnya. Ji Sung kemudian berjalan pelan kedepan meninggalkan Eun Cha yang kemudian menyusulnya.


“Kenapa kau tidak menegurnya seperti kau menegurku dulu SHo?” Tanya Eun Cha.


“Mwo???”


Hanya itu yang keluar dari mulut Ji Sung, ia tersenyum lembut. Eun Cha masih menunggu jawaban selanjutnya dari Ji Sung namun pemuda itu hanya tersenyum tanpa mengatakan apa-apa lagi.


“Hey, lihat Binggrae Banana Milk. Eun Cha kau liat CFnya lucu sekali kan bagaimana Lee Min Ho menari di CFnya, aku heran bagaimana dia bisa menari seperti itu”  [hmpfh] Ji Sung terkekeh sembari berjalan kearah rak yang ditunjuknya. Ia mengambil beberapa botol susu dan memasukkannya ke keranjang. Eun Cha berjalan menghampirinya, ia masih terdiam. Mereka kembali berjalan, sepanjang perjalanan mereka berikutnya Eun Cha hanya terdiam sampai mereka berdua keluar dari supermarket itu Eun Cha masih diam.


“Gomawo” sahut Eun Cha pendek dan pelan, ia meraih barang belanjaannya dari tangan Ji Sung.


“Aku pergi dulu” sahutnya kembali. Saat Eun Cha membalikkan badannya dan bersiap pergi, Ji Sung menghentikan Eun Cha dengan tangannya.


“Kau naik apa kesini?” Tanya Ji Sung


“A..aku.. jalan kaki karena rumahku dekat dari sini lagipula sudah biasa” sahut Eun Cha datar.


Ji Sung kemudian menarik tangan Eun Cha ia berjalan menuju ke mobilnya.


“Masuklah”
 

“Mwo?? Yaa sudah kubilang rumahku dekat sini aku bisa berjalan kaki, kau tidak perlu repot-repot mengantarku”


Ji Sung tidak menjawab, ia hanya memandang tajam kearah Eun Cha, namun Eun Cha masih dengan keras kepalanya tidak mendengarkan perkataan Ji Sung, ia masih tetap berdiri ditempatnya. Ji Sung kemudian meraih barang belanjaan Eun Cha dan meletakkannya di jok belakang mobilnya, ia kemudian mendorong paksa tubuh Eun Cha untuk masuk ke dalam mobilnya.


“YYaaaa” Eun Cha bersiap untuk protes


“Aushhh, kau ini” cibir Ji Sung frustasi.  Ia kembali menatap Eun Cha tajam membuat Eun Cha terdiam. Ji Sung masuk ke dalam mobilnya kemudian ia melajukan kendaraannya.


“Bagaimana kau bisa berpikir untuk berjalan kaki di pagi-pagi buta begini, bagaimana jika terjadi sesuatu padamu bagaimana kalau ada orang yang menyergapmu seperti dulu, ternyata kau masih sama bodoh dan cerobohnya seperti dulu” omel Ji Sung membuat Eun Cha terdiam.


‘Ternyata ia masih ingat dengan kejadian itu’ gumam Eun Cha dalam hati.


“Miane… aku memang bodoh” sahut Eun Cha “Tapi Sho kenapa kau mengkhawatirkan aku seperti itu?”


Pertanyaan Eun Cha sungguh mengejutkan Ji Sung, ia terdiam tidak dapat menjawab. Cukup lama ia berpikir.


“Sho, gwenchana? Masih marah yah miane….” Eun Cha menatap Ji Sung khawatir.


“Ah gwencana, karena kau sahabatku yang ceroboh sudah sepantasnya aku mengkhawatirkanmu kan” jawab Ji Sung getir berusaha menekan perasaannya terhadap Eun Cha. Eun Cha terdiam sesaat, ia menggigit bibir bawahnya yang bergetar. Sekali lagi dadanya merasa sesak oleh pernyataan Ji Sung barusan. Sesudahnya mereka berdua hanya terdiam tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


“Aku turun disitu” seru Eun Cha menunjuk kedepan sebuah lokasi apartemen. Ji Sung meminggirkan mobilnya dan berhenti di depan sebuah kompleks apartemen. Eun Cha kemudian turun dari mobil dan mengambil barang belanjanya.


“Gomapta atas tumpangannya” pamit Eun Cha. Ia kemudian berjalan memasuki kompleks apartemen. Ji Sung memandang Eun Cha sampai sosok gadis itu menghilang dari pandangannya.


***************


Eun Cha merebahkan diri di ranjangnya setelah ia masuk ke dalam rumahnya. Ia melirik sekilas kearah jam dinding yang ada dikamarnya. Masih ada waktu 3 jam lagi untuk bekerja, Eun Cha berusaha memejamkan matanya namun alih-alih tertidur ia malah terjaga sama sekali. Tiba-tiba air mata mengalir di pipinya, Eun Cha merasa matanya tiba-tiba menjadi panas.


“Kenapa aku menangis, hey Eun Cha kenapa kau menangis hah” tanyanya sendiri di dalam hatinya.


***************


“Eun Cha, gwenchana” Tanya Hye Ri siang itu saat melihat sahabatnya yang sedang terlihat murung dan melamun.


“YYa, Lee Eun Cha gwenchana” ulang Hye Ri melambaikan tangannya didepan wajah Eun Cha. Eun Cha tersentak kaget.


“Mwo?? ada apa?” jawab Eun Cha balik bertanya. Hye Ri tersenyum kecil menanggapi sahabatnya itu. Gadis itu menarik nafas perlahan sebelum menjawab pertanyaan Eun Cha.


“Yya Lee Eun Cha aku bertanya padamu kenapa kau malah balik bertanya padaku. Ada apa kau sakit? Wajahmu sedikit pucat gwenchana?”


“Ah, dee gwenchana” Eun Cha terkekeh pelan.


“Kau ini selalu bilang gwenchana gwenchana padahal kau tidak sedang baik-baik saja kan? Wegude Eun Cha kau ada masalah dengan Dokter Park? Kalian bertengkar?” Tanya Hye Ri menyelidik.


Eun Cha spontan menggelengkan kepalanya. “Ahniyo, kami baik-baik saja”


“Hmm, syukurlah kalau begitu. Atau apa terjadi sesuatu pada ibumu?”


“Ah, ahniyo, omma gwenchanayo”


“Hmmmm baiklah kalau kau tidak mau menceritakannya kepadaku” sahut Hye Ri sedikit frustasi. Eun Cha tersenyum melihat sahabatnya yang sedang cemberut itu. “Hye Ri-ya, gomapta. Aku baik-baik saja kok hanya sedikit lelah, terima kasih sudah mengkhawatirkanku” Hye Ri masih terdiam melihat Eun Cha dengan pandangan menyidik, Eun Cha hanya menanggapinya dengan senyuman.


“Benarkah?” Tanya Hye Ri lagi. Eun Cha menjawab dengan anggukan kepala.


“Hey ayo makan siang aku sudah lapar” seru Eun Cha berusaha mengalihkan suasana. Ia bangkit dari tempat duduknya kemudian menarik tangan sahabatnya itu untuk mengikutinya.


***************


“Ji Sung  bersiap untuk warm up lap”


Suara Jae Sung terdengar melalui earphone yang dipakai oleh Ji Sung.


“Okehhhh” desahnya pelan. Ji Sung memakai helmnya kemudian mulai menstarter motornya. Hari ini hari pertama latihan namun entah kenapa moodnya sedang sedikit kacau sekarang, namun tetap ia paksakan untuk berlatih.


“Tidak usah terlalu gegabah, pelajari dulu situasi lapnya”


Suara Jae Sun kembali terdengar melalui earphone yang dipakainya. Ji Sung kembali melajukan motornya di sirkuit. Jae Sun kembali mengarahkan Ji Sung lewat earphonenya, namun Ji Sung sama sekali tidak bisa berkonsentrasi penuh dengan latihannya kali ini. Sampai Ji Sung melewati satu putaran warming up dan kembali ke pit stop ia masih tetap merasa moody. Saat ia tiba di pit stop Jae Sun dan Koyuki menghampirinya, Ji Sung melepaskan helmnya dan mengacak rambutnya yang setengah basah oleh keringatnya.


“Yya, dongsaeng, gwenchana.” Tanya Koyuki pelan, ia agak cemas melihat kondisi Ji Sung. Ji Sung tidak menjawab ia hanya tersenyum tipis sedangkan Jae Sun tidak berbicara hanya menatap Ji Sung menyidik.


“Miane hyung, aku sedang kacau. Bisa kita mulai lagi dari awal” Tanya Ji Sung ragu dipandanginya Jae Sun dengan pandangan sedikit memelas. Jae Sun  tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya pelan dan menyunggingkan senyuman tipis.


Ji Sung pun memulai kembali latihannya. Hari itu sampai menjelang sore ia habiskan dilapangan. Saat ia membereskan motornya sehabis latihan, Jae Sun berjalan menghampirinya. Ji Sung yang tengah mengelap motornya menghentikan kegiatannya saat Jae Sun berdiri di depannya.




“Hari ini, aku lihat kau sedang kacau. Ada yang ingin kau bicarakan denganku dongsaeng” Tanya Jae Sun membuka pembicaraan. Nadanya terdengar serius. Matanya tajam menyidik Ji Sung.


“Miane hyung, aku tidak apa-apa hanya sedikit tidak enak badan saja” jawab Ji Sung. “Tapi aku janji hanya kali ini saja, saat lomba nanti aku pasti akan bersungguh-sungguh” jawabnya mencoba meyakinkan.


“Kau yakin hanya itu, tidak ada yang ingin kau katakan lagi”


Ji Sung menghela nafasnya pelan, kemudian ia menggelengkan kepalanya “Tidak ada, thanks” jawabnya tersenyum.


“Well baiklah kalau begitu” jawab Jae Sun pelan, ia kemudian berbalik meninggalkan Ji Sung. Hanya beberapa langkah ia kembali berbalik.


“Yya, dongsaeng….. setelah ini bagaimana kalau kita minum”  teriaknya, Ji Sung yang masih mengelap motornya berhenti kembali dan menoleh kearah Jae Sun, ia tampak berpikir sejenak.


“Kurasa aku ingin pulang dan istirahat saja, gomawo hyung mungkin lain kali saja” tolaknya. Jae Sun kembali tersenyum dan mengangguk pelan, kemudian iapun melambaikan tangannya berpamitan. Ia kemudian membalikkan badannya dan pergi. Setelah kepergian Jae Sun, Ji Sung mempercepat pekerjaannya kemudian iapun pergi ke kamar ganti untuk mandi dan membersihkan dirinya.




Ji Sung membasuh seluruh tubuhnya di bawah pancuran. Ia ingin membasuh seluruh tubuh dan pikirannya yang kacau seharian ini, ia sungguh tidak tahu kenapa ia bisa menjadi seperti ini, yang ia sadari hanya semua ini karena otaknya tidak pernah berhenti untuk memikirkan Eun Cha. Bayangan gadis itu tidak mau pergi dari pikirannya dan terus membayangi langkahnya.


************************


“Mari kita bersulang merayakan kelulusan Dokter Park” suara seorang dokter senior mengajak teman-temannya untung bersulang. Mereka saling mengangkat gelas dan kemudian meminum champagne yang telah disediakan oleh Dokter Park untuk mereka.


“Chukae Dokter Park, tinggal selangkah lagi untuk menjadi menggantikan posisi ayahmu di rumah sakit” kata seorang dokter lain. Sementara Kim Jun hanya tersenyum.


“Terima kasih Dokter Kim, pada kesempatan ini, aku juga ingin bersulang untuk calon istriku yang manis” sahut Kim Jun sembari melirik Eun Cha yang ada disampingnya.


“hahaha benar, bersulang juga untuk kalian, tapi kapan kira-kira kami menerima undangan kalian” goda dokter Kim.


“as soon as possible, benarkan sayang” sahut Kim Jun mantap merangkul pundak Eun Cha dan menatapnya mesra, sedangkan Eun Cha hanya tersenyum simpul. Ji Won memperhatikan kedua pasangan itu dengan sedikit heran terutama dengan Eun Cha ada sesuatu yang menggelitiknya, Eun Cha tidak kelihatan begitu senang selayaknya calon pasangan yang akan menikah.


“wah wah baguslah kalau begitu bersulang” sahut dokter Kim kembali. Kemudian mereka semua bersulang kembali setelah itu mereka berbincang – bincang sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah. Malam itu mereka berpesta merayakan kelulusan dokter Park, Kim Jun sengaja mengundang beberapa kolega dekatnya untuk merayakan kelulusannya. Mereka terus berpesta sampai menjelang tengah malam.


“Hey, sudah malam, ayo waktunya kita pergi. Kami pamit dulu selebihnya biar mereka merayakan kelulusan dokter Park berdua” sahut Ji Won tiba-tiba, ia berdiri berpamitan sembari menatap Eun Cha.


“Hahaha iya kau benar Ji Won, kita harus memberi mereka kesempatan hahaha” goda dokter Kim, sementara Kim Jun tersenyum malu dengan godaan teman-temannya.


“Baiklah kami pamit dulu” pamit dokter Kim diikuti oleh dokter-dokter lainnya.


Selepas kepergian mereka, Kim Jun kembali ke dalam apartemennya setelah ia mengantar teman-temannya. Ia melihat Eun Cha yang tengah sibuk membereskan gelas-gelas dan piring-piring bekas pakai, Kim Jun memperhatikan tingkah laku Eun Cha sebuah senyuman kecil tersungging di bibirnya, Eun Cha tidak sadar kalau Kim Jun sedari tadi memperhatikannya. Saat Eun Cha tengah sibuk mencuci gelas, Kim Jun berjalan mendekati Eun Cha dan merangkulnya dari belakang.


“Hari ini kau cukup diam kau juga tidak banyak makan, apa kau sakit sayang” Eun Cha sedikit tersentak dengan kelakuan Kim Jun.


“Op..oppa…” sahut Eun Cha gugup saat Kim Jun mulai menciumi lehernya.


“Sayang, aku ingin memilikimu sekarang please” Kim Jun memegang bahu Eun Cha erat, ia terdiam menatap Eun Cha, Eun Cha tidak menjawab bibirnya bergetar. Kim Jun mulai mencium bibir Eun Cha lembut, terus sampai ciuman itu menjadi panas, bibirnya tidak berhenti melumat bibir mungil Eun Cha. Kemudian turun ke leher Eun Cha, membuat Eun Cha bertambah gugup.


“Op..oppa..ak..akku…”


“hmmm…” hanya gumaman itu yang keluar dari bibir Kim Jun. Selanjutnya mereka sudah pindah ke tempat tidur, Kim Jun tidak berhenti mencumbui Eun Cha dengan ganasnya.


“Op…oppa…” pekik Eun Cha sedikit meronta.


Kim Jun berhenti sesaat, ia melihat Eun Cha yang panic. Ia terkekeh pelan.


“Apa aku yang pertama sayang?” tanyanya lembut. Eun Cha tidak menjawab ia hanya diam. Tenanglah aku akan bersikap lembut padamu. Lagipula kita juga akan menikah, tidak masalah dilakukan sekarang atau nanti kan?”


Tanpa menunggu jawaban dari Eun Cha, Kim Jun kembali melahap bibir Eun Cha, Eun Cha tidak bereaksi dengan ciuman Kim Jun, bahkan saat Kim Jun mulai menurunkan ciumannya di lehernya, Eun Cha masih bersikap dingin.


************************


Ji Sung mengendarai motornya mengelilingi kota di pagi buta, ia mengelilingi kota tanpa tujuan. Ia hanya ingin mencoba mengusir bayangan Eun Cha yang masih belum bosan meninggalkan otaknya. Ia berhenti saat lampu merah menyala diperempatan jalan. Ia terkejut saat melihat seseorang berjalan melintas menyebrang jalan yang ada didepannya, kepalanya menunduk, wajahnya terlihat murung dan sedih. Ji Sung tertegun tidak percaya dengan pandangannya. Saat lampu mulai berubah menjadi hijau, Ji Sung memutar kendaraannya, mencari sosok tadi, ia berputar-putar di sekitar taman kemudian berhenti saat ia melihat gadis tersebut sedang duduk di bangku taman. Perlahan ia menghentikan motornya di depan gadis tersebut.


“Eun Cha…”


Eun Cha tersentak kaget mendengar suara yang amat sangat dikenalnya, perlahan ia mengangkat wajahnya dan melihat Ji Sung sudah berada di depannya.


“Sh..Shooo…” jawabnya pelan dan agak parau.




Ji Sung turun dari motornya dan berjalan menghampiri Eun Cha.


“YYa, apa yang kau lakukan di pagi buta masih berkeliaran, apa ini sudah jadi hobbymu sekarang hah” umpat Ji Sung. Wajahnya terlihat sangat cemas, Ji Sung menggigit bibir bawahnya mencoba menahan dirinya.


“Sh..Sho…wae?” sahut Eun Cha bingung.


“Wae? YYa…“ teriak Ji Sung hampir frustasi. Apa yang bisa dikatakannya lagi melihat seorang gadis berkeliaran di pagi buta sendirian dengan wajahnya yang terlihat murung dan sedih.


“Aush.. kau ini, ayo aku antar kau pulang” sahut Ji Sung kembali seraya menarik tangan Eun Cha untuk berdiri. Namun dengan cepat Eun Cha menepis tangan Ji Sung.


“Ak..aku tidak mau pulang…” protes Eun Cha.


“Mwo? lalu..lalu..apa yang mau kau lakukan disini hah, yya kau ini memang keras kepala” umpat Ji Sung kembali membuat Eun Cha sedikit kesal, ia cemberut melihat Ji Sung.


“Lagipula siapa yang memintamu datang” omel Eun Cha pelan.


“MWO? Apa kau bilang?” teriak Ji Sung


“Eh, ah,,ahniyo..? Sho, bisa kau bawa aku pergi kemanapun asalkan tidak pulang kerumah. Please…” Eun Cha tiba-tiba merajuk. Menyunggingkan senyuman manis dibibirnya membuat Ji Sung salah tingkah dan sedikit heran dengan perubahan emosi Eun Cha yang tiba-tiba.


“Please….” Sahutnya kembali memohon. Ji Sung menghela nafasnya berat. Ia menggelengkan kepalanya heran.


“Aishhhh..”


*********************

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^