Author Topic: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee (ending) ^^  (Read 24755 times)

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
mengarang indah aja dah! add partnya ilang lagi. cikh! lagian kata2nya juga aneh. heran melihat betapa kekanak2annya kalimat rangkaian miny tahun lalu haha.~



Jandi membanting pintu keras setelah menyuruh ketiga anaknya kembali ke kamar. Ia menarik tangan Jun Pyo, membawanya ke tengah ruang kamar mereka dengan ekspresi marah.

"Yya. Mereka masih terlalu kecil?!Tidakkah kau pernah berpikir, suamiku, Tuan.. Goo..Jun...Pyo," amuk Jandi mengetahui ketiga malaikat kecilnya diracuni hal yang 'tidak-tidak'.

"Lagipula ini kenyataannya. Dan...,dan lagipula saat itu aku tidak sengaja." Jun Pyo beralasan, tersenyum memelas di hadapan istrinya tanpa memasang tampang berdosa.

"Hoh," Jandi mendengus dan membuang mukanya, semakin kesal dengan pengakuan Jun Pyo. Tidak sengaja? Alasan macam apa itu!?

"Lambat laun mereka juga akan tahu," kata Jun Pyo lagi, membela diri, lalu mengangkat jari telunjuknya, "Di sekolah mereka ada pelajaran Biologi kan? Nah, itu apa?"

Jandi memukul kepalanya sendiri, frustasi, "Yya. Goo..Jun..Pyo. Pelajaran Biologi anak-anak sekolah dasar tidak akan mengajarkan tentang 'Membawa Bayi Ke Dunia dengan Desahan, Erangan' apalah itu Demi Tuhan!"

Jun Pyo menggaruk rambut keritingnya yang tidak gatal, lalu ia meringis, "Hhe." Dimana tuan muda Shinwa berubah menjadi terlihat sangatlah bodoh dan malang.

"Yya. Goo Jun Pyo," panggil Jandi melunak setelah keheningan beberapa saat. "Kau itu sungguhhh, bodoh atau pura-pura bodoh?" tanya Jandi memanjangkan nada suaranya sampai bibir merahnya maju beberapa centi.

Jun Pyo sedikit terkekeh, ia merangkul bahu mungil Jandi, "Mungkin... Keduanya?"

"Aku hanya, bingung. Masalahnya kau tidak seperti ini di luar sana. Entah apa yang terjadi dengan saraf otakmu," kata Jandi gemas, mengacak rambut Jun Pyo dengan satu tangannya.

"Aku sendiri juga tak tahu. Apakah kita perlu melakukan CT-Scan?" kedua alis Jun Pyo terangkat dan gurat-gurat 'lugu' itu muncul di setiap jengkal wajah tampannya.

"Pabo...," ejek Jandi mendecak.

Jun Pyo terdiam, begitupun Jandi, menatap langit malam yang murung dari balik jendela. Sudah beberapa malam mereka 'bermain' dengan giat, rencana juga tuntutan dari orang tua keduanya membuat kehadiran bayi nomor empat semakin kukuh diharapkan.

"Kau ingin yang seperti apa?" tanya Jandi.

"Apa apanya?"

"Bayi."

"Oh. Entah. Bagiku ketiga malaikat kita sudah cukup."

"Memang. Tapi kurasa ibumu mengharapkan lebih."

"Oh?"

"Bayi lelaki."

"Kita sudah punya anak lelaki, satu."

"Yang berambut keriting, sepertimu."

Jun Pyo mengeriyit. Bayi lelaki berambut keriting, dalam arti imitasi mini dirinya begitu? "Aku bahkan tidak pernah berpikir sejauh itu Jandi."

Jandi tertawa ringan. "Iya. Ibumu yang bilang haha...Tapi lucu juga kalau dipikir. Goo Jun Pyo kecil."

"Kim Dal? Ia lelaki dan ia anakku. Jadi bisa dibilang ia Goo Jun Pyo kecil juga kan?" Tak habis pikir, sesungguhnya Jun Pyo tak pernah berencana menambah lebih banyak anak lagi, tapi hanya ia sendiri yang berpikiran begitu, lain halnya dengan Jandi juga orang tuanya.

"Kata ibumu, ia sama sekali tidak mirip denganmu, tapi mirip sekali denganku."

Jun Pyo tersenyum, mengganguk setuju. Memang Kim Dal sangat mirip Jandi. Baik kelakuan dan tampangnya, versi lelaki dari Jandi.

"Mustahil. Jadi apa yang diinginkan nenek sihir itu? Ia selalu meminta yang aneh-aneh." protes Jun Pyo sebal, menyandarkan salah satu tangannya ke jendela.

"Tapi kau sudah bilang tidak keberatan akan rencana ini?" Jandi mengeriyitkan dahinya.

"Ya betul."

"Lalu kenapa sekarang kau merasa keberatan menambah anak?"

"Apakah kau tidak menangkap maksudku yang dulu-dulu?" goda Jun Pyo tersenyum licik, mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Jandi.

"Sial. Kurasa aku mulai mengerti!"

"Aku sedikit keberatan menambah anak, tapi aku tidak keberatan bermain denganmu setiap hari!"

"Sial."

Jun Pyo tertawa renyah menatap kelakuan Jandi yang membalikkan badan, pura-pura marah.

"Kurasa aku ingin tidur saja," dengus Jandi lesu, berjalan perlahan menuju tempat tidur raksasa mereka yang berada di tengah ruang kamar.

Dengan sigap Jun Pyo berlari kecil dan mencegat Jandi. Ia merangkul bahu istrinya dan berbisik kecewa, "Jadi kita tidak jadi main malam ini?"



hahaha udh dulu ah. mau bobo. mengarang indahnya dilanjutin bsk ya bye2  [bye] [bye]
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...