Author Topic: • UNBELIEVEABLE....•update 5 desember 2010  (Read 10616 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Miane lama ^^





***


Aku tau..semua ini pasti tidak akan mungkin terjadi..begitu menyakitkan saat aku mendengar perkataan dokter kim mengenai kondisiku...semua perkataannya begitu menyayat hati..
Tapi dibalik itu semua..aku sadar..ini semua memang sudah takdir tuhan..siapapun tidak ada yang bisa dan mampu menentang takdir...
Aku percaya..kalau semua ini akan indah pada waktunya :)




***

Aku harus tetap tersenyum dihadapan mino..aku ingin memberitahu mino semuanya..tanpa ada sedikitpun yang kusembunyikan..walaupun sakit..tapi aku harus tetap kuat dan harus tetap menjalaninya dengan ikhlas.....





***


Awal yang baru dimulai...sekarang!!!


Aku bisa merasakan hangatnya sentuhan bibir mino menyapu bibirku...bibir padat nan lembut itu terus melumat mesra bibir mungilku...tubuhku seketika menengang dan tak mampu bergerak..hanya diam mematung tanpa bisa melakukan apapun...bahkan untuk membalas ciuman mino saja aku tak mampu....

"Ukh...." Mino mendesah tertahan...ia melepas ciumannya dan menatapku lekat lekat...pandangan yang begitu tak ku mengerti...

"Mino...weo?" Tanyaku masih dalam keadaan melayang...

"Hye sun...kau tau..kau berbeda! Walaupun usiamu masih belia, tapi cara berfikirmu sungguh sangat dewasa...selalu tegar menghadapi segala sesuatu..tak pernah mengeluh..kau gadis yang pantang menyerah...dan selalu membuat siapapun betah berlama lama denganmu..hye sun..saranghae..."

Mwo?apakah aku tidak salah dengar? Apakah pendengaranku ini normal? Barusan mino bilang mencintaiku? Bukankah dia hanya menganggapku anak kecil? Pasien yang manja? Kenapa?

"Kau mabuk ya..." Aku berkata seperti itu untuk mengubris segala fikiran buruk..

Mino menggeleng keras" anyieo..aku sungguh sungguh hye sun..ini pertama kalinya dalam hidupku..dibuat tak tenang oleh gadis berusia 16 tahun..hanya kau yang bisa membuat hatiku kacau..hanya kau yang bisa membuatku hampir mati karna mengkhawatirkanmu...dan hanya kau juga yang bisa membuat hatiku nyaman saat berada di dekatmu..senyummu mengalihkan duniaku hye sun..."

Bisa kurasakan aura ketulusan dari pancaran mata mino saat menatapku...terlihat begitu sungguh sungguh dan berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkanku...

"Joungmalyo..." Tanyaku tak percaya...mataku sekarang sudah mulai berkaca kaca saking terharunya...

Cuuuuups...
Mino menjawab keraguanku dengan sebuah kecupan kecil dibibirku...lalu kecupan itu makin lama makin dalam...untuk beberapa detik aku tak tau harus berbuat apa...tapi di detik berikutnya aku mulai membalas lumatan lumatan yang diberikan mino...
Aku bisa merasakan raga mino menyatu di dalam ragaku...




***

Entah sudah berapa lama kami berciuman...tak ada satupun kata yang keluar dari mulut kami berdua...hanya ciuman..dengan ciuman ini kami berdua saling meyakinkan kalau semua ini nyata...



***

Setelah ciuman panjang itu usai..kami berpelukan erat sampai larut malam...

"Hye sun..kau tak mau tidur?" Mino membelai lembut rambutku...

"Aku mengantuk..tapi jika aku tidur aku takut kalau terjaga..dan semua ini hanya mimpi..." Aku semakin mempererat pelukan...seolah olah takut kehilangan mino lagi..

Mino mengecup lembut leherku...sehingga membuatku refleks memejamkan mata menahan rasa geli..." Aku juga sun-a...."


Baru kali ini aku merasa hatiku begini damainya..



***


"Ukh...." Kubuka mataku perlahan...masih dalam keadaan tak sadar aku bangkit di atas ranjang pelan pelan...ku kucek kucek mataku berkali kali lalu kuedarkan seluruh pandanganku kesegala sudut kamar...

Tiba tiba aku mencium bau yang tidak asing dari tubuhku...

"Eh...bau rokok.." Aku mengendus endus kaos yang kupakai kemarin...

Aku tau ini bau rokok milik mino! Dan aku ingat semalaman aku berada didalam dekapan mino... Ini bukan mimpi!!!!

Senyum lebar menghiasi wajahku...buru buru aku meraih kursi roda di samping ranjang..dan dengan hati hati aku duduk diatasnya...


Sruuuk...sruuuuk..
Bunyi kursi rodaku...

Dengan cepat aku melajukan kursi rodaku mencari sosok mino...


Uhuk...
Suara mino terdengar dari arah kamar mandi....

"Se..selamat pagi..." Sapaku..

Mino yang sedang mencukur jenggotnya segera menoleh ke arahku dan tersenyum sangat manis..." Pagi...."

Tak ada lagi yang bisa kulakukan selain membalas senyuman mino dengan cengiran lebar dariku..!
Aku tidak tau dunia akan berubah kalau kita dicintai orang yang kita sayangi...tiba tiba harga diriku terlonjak, tiap kali mino menyentuh bibirku semalam..pelukannya membuatku terasa bahwa au sangat berharga baginya, aku menyukai diriku yang sekarang..tidak! Lebih tepatnya aku bahagia dengan diriku yang sekarang!!!!



***

"kita sarapan bareng ya!" Kataku sambil mengambil 2 lembar roti tawar diatas meja dengan penuh semangat...

"Kau ngga tidur sampai siang?" Tanya mino dengan memegang kopi di tangan kanannya..ia berada tepat disampingku!

"Ngga ah sayang!hehe...eh mino, tumben hari ini kau rapih sekali..hari ini ada urusan apa?" Aku bertanya sambil sibuk melahap roti isi blueberry yang kubuat...

Mino terdiam untuk beberapa saat..." Aku mau pergi kerumah dokter song..ingin membatalkan pernikahanku dengan hye kyo...kurasa ia takkan memaafkanku, tapi aku harus segera mengakhiri hubunganku dengannya..."
Greeeeek
Mino menggeser bangkunya menghadapku...

"Hye sun..." Panggilnya sungguh sungguh...diraihnya kedua tanganku dan digenggamnya erat erat..

Aku hanya diam terpaku melihat keseriusan dari wajahnya....

"Menikahlah denganku.."

Deg!
Dunia seakan berputar cepat mengelilingiku..

"Sejak saat itu sampai tadi pagi, aku terus menerus berfikir dan hanya memikirkanmu seorang..aku pun sadar, memang tidak ada yang lain bagiku selain kamu..." Mino berkata begitu entengnya...

Diotakku hanya ada satu kata! "Menikah!"
Menikah! Menikah! Menikah! Dan menikah!

" Hye sun..susumu keluar tuh dari mulut"

"Cak...cak..cakaman! Weoooo??? Kita jadian baru kemrin kan? Cuma sekitar 8 jam! Terus kenapa! Kenapa pagi ini mendadak mengajakku menikah...lagipula kita tak pernah kencan!" Semprotku pada mino...wajahku pasti sudah memerah seperti kepiting rebus!!

"Yaa memang siih..." Lagi lagi mino menjawab dengan santai...lalu ia meneguk habis kopinya..

"Selain itu...kitaaa..kita tak pernah bermesraan satu kali pun!!!" Jeritku sebaaaal...

Seketika kopi yang masih dimulut mino yang belum sempat tertelan tersembur keluar melihatku yang begitu kesal dengan wajah memerah... "UHUUUK!"

"Hmph....hmph..." Begitulah suara mino terdengar menahan tawanya...

"Apanya yang lucu! Kenapa malah ketawa haaah!!!"

"Yaa hye sun..kita bertemu setahun yang lalu..sejak kau datang kesini orang lain tak mengenalimu..yah tadinya memang aku hanya berjanji kosong padamu. Tapi entah sejak kapan aku menjadi ingin terus bersama denganmu...aku ingin selalu melihatmu melakukan banyak hal dengan hati riang..aku juga ingin kau menunggu aku pulang kerumah...kalau memikirkan hal itu, aku rasa semua ini terasa wajar bagiku..." Setelah berkata begitu mino bangkit dari duduknya dan meraih jas yang di sampirkan di atas meja makan..

Ia menyentuh lembut pipiku..."Fikirkanlah..kau cukup menungguku..." Ujarnya lembut...

"Memutuskan tali pertunangan apa betul tak apa? Hye kyo sangat mencintaimu...lagipula kedudukanmu dirumah sakit..."

"Tidak perlu cemas..." Mino memotong pembicaraanku.."Aku pergi..."


***


Siang harinya aku memutuskan untuk berjalan jalan ditaman dengan junki..

"Hye sunaaaaa..aku beli ubi bakar panas nii...ada yang garing garing manis, juga ada yang empuk empuk creamy..mau yang mana??" Junki berlari lari kearahku dari tukang penjual ubi bakar seperi anak kecil...

"Eh hye suna..kemarin asyik sekali deh..aku ikut banyak audisi diberbagai teater loh..somoga saja ada yang tertarik denganku..sekarang ini cuma kita berdua saja yang punya waktu luang..aku senang kau menelponku sun-a..." Junki tersenyum lembut padaku..

"Junki sebenarnya aku...."
aku menceritakan semuanya tentang kejadian yang terjadi antara aku dan mino semalam dan tadi pagi pada junki...

"Mwo? Dilamar? Ha..ha..ternyata sudah sejauh itu..syok berat aku..ubanan deh.." junki bergaya seperi orang yang baru saja ditinggal mati kekasihnya...lalu setelah itu ia menatapku dan tersenyum.." Tidak apa..selama ini aku selalu menangis memikirkanmu..karna kamu sudah kuanggap seperi bayiku sun-a..tapi akhirnya dokter lee menyambut perasaanmu juga..syukurlah..kau bisa bahagia sekarang hye sun..."

"Aku tidak bahagia.."

"Mwo?"

Aku menunduk dalam dalam..." Junki-a..apa kau pernah lihat aku pakai rok mini? Aku tetap ikut pelajaran renang, tetapi aku tidak memakai baju renang..rok seragamku pun dibuat jadi lebih panjang..apa kau sadar apa yang ada dibaliknya? Kakiku..sudah setahun tak bisa bergerak..."



Flash back...



"Mwo? Ingin terapi jalan?" Ucap dokter kim tak percaya dengan keinginanku..

"Nee.." Aku mengangguk mantap..

"Kenapa..."

"Aku..sudah menemukan apa yang ingin kulakukan dimasa depanku dok..aku ingin menjadi suster...ingin merawat pasienku dengan sepenuh hati..dan menghiburnya..tapi dengan keadaanku yang seperti ini, tentu saja itu tak mungkin..jangankan menolong dan menghibur pasien..menolong dan menghibur diriku saja aku tak mampu...maka dari itu aku memutuskan untuk terapi jalan...aku ingin bergerak lagi dokter..."

Dokter kim memandangku dengan pandangan sedih..." Hye sun-a..dengarkan aku..otot otot kaki yang tidak digerakkan akan mengalami degenerasi..pergelangan kaki akan bengkok..kau harus bersiap, dalam waktu dekat kakimu akan tinggal tulang terbungkus kulit..."



End of flash back....



***


"Aku takut..takut sekali mendengar ucapan dokter kim..aku tak mau..dan tak terima..aku masih ingin menjadi gadis biasa yang bebas bersolek..." Air mataku mulai menetes...

"Hye sun-a..."

"Tiap hari aku olah raga...memaksa tanganku untuk menggerakkan kaki..juga makan makanan yang mengandung protein..tapi tak bisa, syaraf kakiku sudah mati..kakiku bukan kaki seorang gadis lagi..

"Dokter lee kan dokter penanggung jawabmu..apa dia pernah memeriksa kakimu?" Junki berusaha menenangkanku

"Tidak pernah sekalipun dalam setahun ini! Junki..aku..aku tidak percaya diri tampil apa adanya di depan mino..laki laki manapun pasti mual melihat kakiku...." Ketakutan mulai menghantui diriku ini...

Selama ini aku sibuk memikirkan hal lain..hingga melupakan perubahan tubuhku..mungkin nanti bagi mino aku ini gadis yang tidak menarik..

"Aku tak rela kalau membayangkan mino harus menghabiskan sisa hidupnya bersamaku...huhu..."
Junki membawaku kedalam pelukannya...ia menepuk nepuk lembut punggungku berusaha untuk menenangkanku..


Mino...apa kau serius memilihku....




***

"Aku mencintai gadis lain..tolong putuskan hubungan pertunanganku dengan hye kyo dokter song..." Mino bersujud dalam dalam dihadapan dokter song dan hye kyo di ruang tamu kediaman keluarga song.

"Minossi..kenapa bicara bodoh begitu? Hari pernikahan kita sudah ditetapkan kan?kita harus cari tempat tinggal sebelum musim panas..bahkan undangan sudah akan disebarkan..gadis itu hye sun kan?" Hye kyo ikutan terduduk di depan mino...

"Kude!" Jawab mino mantap

Jawaban mino ternyata membuat hye kyo kehilangan kendali.." Kalau kau main main kau bisa melakukannya diluar sepengetahuanku! Semua laki laki juga begitu!" Ucap hye kyo kalap

"HYE KYO!" Panggil dokter song!

Hye kyo sama sekali tak mengubris ayahnya.." Aku akan jadi istri yang anggun! Pokoknya aku tak mau pisah denganmu!" Hye kyo menangis histeris sambil mengguncang guncangkan tubuh mino..

"Hentikan hye kyo! Dia berbicara sejauh ini berarti dia serius!"

"Aku tidak tanya pendapat appa! Aku hanya ingin bahagia! Kenapa diganggu! Tidak pernah sekalipun appa berpihak padaku! Selalu saja pasien yang appa pentingkan! Bagi appa aku ini sudah mati!"

PLAAK!
Dokter song mendaratkan tamparan keras di wajah hye kyo..



***

Setelah kejadian tamparan itu, hye kyo langsung berlari ke kamarnya dengan berlinang air mata...

"Dia mengurung dri dan tidak ingin melihatku..selama ini hye kyo tidak bereaksi keras terhadapku..aku tidak pernah tau seperti apa dunianya..karna sudah bertahun tahun kami hanya berbasa basi ringan..waktu SD ia pernah terluka parah..tapi aku malah sibuk mengurus pasienku..sejak saat itu ia merasa aku membiarkannya mati..." Cerita dokter song pada mino...

"Miane..aku malah memanfaatkannya sebagai pendongkrak karirku..kukira ideku ini akan berjalan lancar..dan selama ini aku selalu anggap diriku ini licik..aku paham, kalau tali pertunangan ini putus, sama saja aku mempermalukanmu dokter song..tapi seberat apapun konsekuesinya..aku siap bertanggung jawab!" Sorot mata mino terliha begitu sungguh sungguh..dan tidak ada keraguan sedikit pun dari pancaran sinar matanya..

"Kau bisa berfikiran seperti ini karna gadis itu ya? Lee min ho! Kau murid paling pintar yang pernah kudidik. Selama 4 tahun diruang operasu, kau berenang dalam lautan darah. Kelak kupercaya kau akan menjadi dokter yang hebat dan menyelamatkan banyak pasein yang patah semangat! Jangan fikirkan putriku..lebih baik kau cari cara untuk keluar dari rumah sakit universitas shinhwa sebelum muncul masalah lain..."


"Nee..kamsamnidha dokter song..."






***



Saaaa...shaaaa...
Hujan deras mulai mengguyur kota seoul...
Setelah berada kurang lebih 3 jam dirumah hye kyo..mino sekarang harus kembali bekerja dirumah sakit...

Piip..
Bunyi sms masuk..

From: hye sun
Subject: aku sudah pulang kerumah..dan mulai memikirkan apa yang kau katakan..ada koko yang menemaniku..kau tak perlu cemas...


"Hye sun..." Mino menggumamkan nama hye sun saat selesai membaca sms dari hye sun..




***


"Dingin..." Dokter song berlari lari kecil dilorong rumahnya menuju kamar hye kyo..

"Putriku, kita makan jeruk sama sama yuuk.."

-kamar itu sepi-

"Hye kyo...??"





***


Dirumah..
Aku bohong pada mino kalau ada koko yang menemaniku..padahal tidak..aku sendirian dirumah...

Apa yang kulakukan? Aku sedang memberesi semua barang barangku..aku harus pulang dalam keadaan seperti ini..karna kalau aku memendang wajah mino, fikiranku akan makin kacau...padahal tadi aku begitu bahagia..dunia terlihat putih gemerlapan..tapi sekarang semua menjadi hitam...


Aku menggerakkan kursi rodaku kearah jendela..bermaksud untuk melihat derasnya hujan yang turun...

Srrrraaaaat...
Aku membuka gorden pelan pelan...

DEG!

Hye kyo...berada diluar taman dibawah pohon..wajahnye terlihat begitu pucat dan menyiratkan kesedihan yang dalam!

Hah..sejak kapan dia berada disitu? Fikirku...

Hye kyo kemudian berjalan menuju pintu masuk rumahku...dengan tergesa aku pun segera kearah pintu untuk menguncinya agar hye kyo tidak dapat masuk ke dalam,,,

"Hye kyo onnie..kedalam...hah..hah.."
Terlambat! Ia sudah berada di depan pintu...berdiri gontai...

Kumohon jangan masuk...

"Kapan kau tidur dengannya?kakimu tak bisa bergerak...tapi tanganmu sigap..dasar maling!"
Tep..tep..
Langkah kaki hye kyo semakin mendekatiku..

Aku hanya diam terpaku melihat DARAH yang menetes lewat kedua pergelangan tangannya!!!

Bruuuuuk!
Hye kyo terjatuh dihadapanku...lalu tangannya yang bersimbah darah itu terulur dan berusaha menarik kedua kakiku agar aku ikut terjatuh bersamanya..

"KYAA..SIDOOO....!! SIDOOOO...!!!"
Hu...hu... "MINO TOLONG AKUU!!!" Jeritku histeris...

Saat aku melihat wajahnya..aku teringat pemandangan yang pernah kulihat di tv..seekor binatang karnivora mengejar binatang herbivora yang kakinya terluka..binatang terluka itu terus berlari, tapi akhirnya tetap terkejar juga..si binatang karnivora mencengkram leher mangsanya...matanya terlihat begitu puas..sebenarnya yang roboh bersimbah darah saat ini adalah dia..ataukah aku..?


Plek..
Cutter yang dipakai hye kyo untuk menyayat nadi tangannya terjatuh dari genggaman hye kyo...







***