Author Topic: "Wish This To Become Real -Chapter Four-"  (Read 2561 times)

Offline lluluMH

  • Newbie
  • *
  • Posts: 79
  • I like her style boyish but still beauty love it
    • View Profile
Re: "Wish This To Become Real -Chapter Two-"
« on: June 25, 2010, 07:27:12 am »
-Chapter Two-

Aku menatap min ho heran. Kenapa wajahnya kayak gitu coba? Kyk nya si min ho bener2 demen sama adegan "BED SCENE" itu. Aku benar-benar kesal melihat min ho seperti itu.

"Yaaaaaaaaa oppa, mengapa wajah mu seperti itu?" tanya ku kesal pada min ho.
Min ho pun kaget dan langsung menatapku.
"aa gwenchana" jawabnya
"mwo? gwenchana? oppa benar2 menyukai adegan itu?" kali ini aku benar2 kesal mendengar jawaban min ho. Enteng sekali dia bilang "gwenchana" padahal dari tadi kami sudah kesal melihat wajahnya yg menunjukan kalau min ho menyukai adegan itu. Min ho malah tersenyum sambil menatap ku. *busedd kalo beneran udah pingsan gw..hmpfh*




"yaaaaa oppa kenapa kau malah tersenyum? menyebalkan sekali" bentak ku kesal pada min ho
"onnie apakah kau tidak marah melihat kekasih mu seperti itu?" tanya miny pada hye sun. Dan hye sun hanya tersenyum. Kami benar2 tidak tau apa yang ada dalam pikiran mereka. Mengapa mereka malah senyum2, padahal kami sangat kesal mendengar pernyataan min ho waktu itu.
"hahahahha.. mana mungkin hye sun marah pada ku? aku kan sudah mendapat persutujuan dari nya, dan sebelum aku melakukannya dengan ye jin dan mengatakan pernyataan itu hye sun sudah mendapat jatah dari ku, makanya onnie kalian tidak marah padaku" jelas min ho pada kami
"oooo sekarang aku mengerti kenapa kalian senyum2 daritadi. Pasti kalian sedang mengingat kencan kalian malam itu kan? ayo jujur aja deh" kata k' juli pada Minsun.Minsun langsung tersenyum malu2.






"cieee...cieeee... prikitiewww" goda kami pada Minsun
"yaaaa kaliaannn, berehenti menggoda kami... kami malu tau, lagian kamu sih min ho pake buka2 kartu segala" protes hye sun
"eh tapi kalau begitu kalian puas kami tewas dong, enak d kalian gak enak d kita dong, kalian gak tau bagaimana kesal nya kami pada min ho waktu itu, dan kami benar2 sedih mendengar min ho mengatakan itu" kata k' izz
"wahhh...wahhh...wahh sepertinya kalian sangat khawatir ya dengan perasaan hye sun. Dan sepertinya kalian benci sekali padaku saat itu" kata min ho
"yaa jelas saja kami marah." aku teriak saking kesalnya
"aaa kalian pasti tidak akan marah lagi pada ku jika ku ceritan bagaimana serunya kencan kami malam itu. Mau ku ceritakan tidak?" tanya min ho dengan jahil
"Mauuuuu" teriak k' juli semangat.. *yut sum gitu loh, ya semangatlah, hehehe **** k' juli*
Min ho terkekeh melihat k' juli yang kelihatan semangat sekali.
"yaaaa minoo... apa-apaan kamu ini, jangan buka kartu d sini, lagian kamu tidak lihat si lulu, miny, helen, dan karin yang masih belum cukup umur untuk mendengarnya" hye sun langsung menjitak kepala min ho.
"ohh iyaa aku lupa, bisa-bisa kita pulang babak belur d bom sama papa nya lulu, karena sudah mendongengi anak nya dengan cerita orang dewasa" kata min ho
"bagaimana kalau ceritanya nanti saja saat kita pulang dari sini" pinta k' juli yang masih semangat ingin mendengar cerita min ho.
"jangaannn, kan masih ada miny, helen dan karin juli, kamu itu semangat banget sih sama yang hot2" jelas hye sun pada k' juli.
"yaa bilang saja onnie malu pada kami" goda karin pada hye sun.
"yaaaaa terus saja kalian menggoda ku" kata hye sun kesal
"bagaimana Minsun mau tidak?" tanya k' juli masih penasaran.
Belum sempat Minsun menjawab pertanyaan k' juli manager min ho dan papa mama ku masuk ke kamar.
Kami sangat menikmati pembicaraan kami, sampai2 kami lupa waktu yang sekarang sudah menunjukan pukul 7 malam. Akhirnya Minsun dan minsunerz pun pulang. Aku tidak tau apa yang mereka lakukan pada saat pulang. Apakah mereka makan malam bersama Minsun? Apakah mereka d antar ke rumah mereka masing2 sebagai tanda terimakasih Minsun pada kami? Atau jangan2 Minsun menceritakan kencan mereka malam itu pada mereka semua? waahh kalau itu benar terjadi beruntung sekali mereka... yaahh beginilah nasib seorang ABK.. hmpfh.

Saat aku sedang asik memikirkan apa yang d lakukan minsunerz dengan Minsun, seorang suster masuk mengantarkan makan malam untuk ku. Setelah makan malam itu aku habis kan, aku pun tertidur.

Aku membuka mata ku perlahan. Sinar matahari yang sangat menyilaukan masuk ke bola mataku melalui jendela dengan gorden yang terbuka lebar. Aku pun terbangun. Saat aku sedang asik menceritakan semua yang terjadi kemarin pada mama ku, seorang suster masuk untuk mengantarkan sarapan untuk ku. Sarapan yang aneh, bubur yang di berikan suster tadi benar2 tidak ada rasanya, lauk nya pun lauk yang sangat tidak aku suka. Setelah aku menghabiskan sarapan itu dengan terpaksa, tiba-tiba sepasang kekasih yang sangat sempurna dan tidak asing lagi bagiku datang menjenguk ku lagi. Ya Minsun datang menjengukku.

"Annyeong dongsaeng" sapa hye sun pada ku.
"hmm bagaimana keadaan mu? sudah baikkan?" tanya min ho, suaranya begitu lembut. *pingsan lg ini kalo beneran*
"ya oppa aku sudah baikan, berkat pernyataan kalian kemarin aku jadi lebih semangat untuk sembuh, dan aku ingin melihat kalian cepat-cepat menikah." jawabku. Mata Minsun langsung berkaca-kaca.
"oohh dongsaeng, ini berkat minsunerz indo juga kok, boleh aku memelukmu?" *hahha maap ya kalo ketinggian ngayalnya*
"onnie.." aku menmanggil hye sun dan langsung menghambur dalam pelukannya.
"onnnie jangan menangis lagi ah, ini kan moment yang membahagiakan kenapa menangis?" kataku sambil mengelap air mata hye sun yang mengalir di pipi halus nya.
*Ohh tuhan aku bisa menyentuh wajah halus nya, sumpah dia adalah wanita yang sangaaaaattt cantik. Tidak ada cacat sedikit pun d wajahnya. Kulit nya sangat putih seperti salju*
Hye sun memegang tangan ku. Dia masih menangis, sepertinya hye sun sangat bahagia saat ini sampai2 dia tidak bisa berhenti menangis. Min ho mengelus rambut hye sun lembut. Aku tersenyum melihatnya.
"dongsaeng-a gomaweoyo" aku tidak tahu ini yang keberapa kalinya hye sun berterimakasih.
"iyaa onnie sama-sama. Terima kasih juga kalian sudah ingin membagi kebahagian kalian pada ku dan minsunerz" lagi-lagi hye sun dan aku berpelukan, tapi kali ini min ho ikut memeluk kami.. *pingsan lagi*

Setelah hye sun sudah tidak menangis lagi dan keadaan sudah membaik, aku baru sadar, mengapa Minsun tidak pulang ke korea? Lalu aku bertanya pada Minsun.
"oppa onnie.. kalian tidak pulang ke korea?"
"oiya kami sampai lupa, jadi gini, sebelum kami pulang kami ingin memberi kenang2an untuk mu dan minsunerz indo, ini sebagai tanda terimakasih kami pada kalian." jelas hye sun pada ku sambil memberikan dvd pada ku.
"ini dvd apa onnie?" tanya ku penasaran
"ya kau lihat saja nanti, dan undang si tya dan yang lain juga untuk menonton ini" perintah min ho
"oo ya baiklah, terimakasih oppa, onnie" aku berterimakasih pada Minsun
"sama-sama dongsaeng" kata Minsun bebarengan
"wah sudah jam sembilan, sejam lagi pesawat kita akan mendarat hye sun." kata min ho pada hye sun saat melirik jam tangannya.
"oo ya sudah oppa onnie, cepat pergi nanti kalian bisa ketinggalan pesawat. Terima kasih sekali lagi atas semuanya" perintah ku pada Minsun.
"iya baiklah, terimakasih juga dongsaeng" kata hye sun. Dan lagi-lagi kami berpeluka. Kali ini min ho tidak mengelus kepala hye sun saja, kepala ku juga d elus oleh nya.. *kali ini langsung mampus hmpfh*
"bye dongsaeng ku, cepat sembuh ya, makan yang banyak, jangan memikirkan yang aneh2 dulu, tapi kalau memikirkan kami gpp" *gak usah d suruh juga udah mikirin terus sampe error nih otak,, hmpfh* perintah min ho padaku.
"ya dongsaeng kau masih beruntung d rawat d rumah sakit dengan suster-suster yang ramah, baik, dan tidak banyak omong, kalau onnie dulu saat onnie sakit d urus oleh oppa mu ini yang bawel, aku serasa d siksa olehnya tidak boleh ini, tidak boleh itu, aku hanya boleh tiduran saja d tempat tidur, menyebalkan sekali" curhat hye sun pada ku.
"benarkah?" tanya ku tidak percaya.
"yaaa kau, walaupun begitu tapi ketagihan kan" min ho menggoda hye sun.
"kenapa kalian jadi bertengkar? cepat sana pergi. Kalian mau tertinggal pesawat?" perintah ku setelah aku tertawa geli melihat tingkah Minsun.
"iya iya dongsaeng-a.. oiy sampaikan salam kami untuk minsunerz dan sampaikan juga rasa terima kasih kami. Jangan lupa dvd nya di tonton" itu perintah terakhir min ho pada ku sebelum mereka kembali ke korea.
Dan akhirnya Minsun pergi, kembali ke korea, sebelum mereka pergi lagi-lagi rambut ku d elus oleh Minsun. Dan min ho juga menyuruh ku untuk menyimpan nomor handphone manager nya, dan jika aku sudah pulang dari rumah sakit aku harus menelepon nomor itu.



cr : leetya

"Ohh tuhan apakah ini hikmah dari semuanya? Apakah ini tujuanmu membuat ku kecelakaan? Aku tidak menyangka semua ini akan terjadi dalam hidup ku. Terima kasih tuhan kau telah mewujudkan mimpi para minsunerz. Berilah yang terbaik untuk Minsun dan berilah mereka kebahagiaan, janganlah Kau memberikan masalah yang berat pada mereka, dan tolong luluhkanlah hati para haterz untuk menerima cinta mereka. Cinta mereka sangatlah tulus, cinta mereka sangat indah, dan cinta mereka sangat sempurna, mereka sangat mencintai satu sama lain, janganlah Kau biarkan hubungan mereka putus d tengah jalan hanya karena para minoz atau sunniez yang tidak bisa menerima hubungan mereka. Mereka sudah melewati masa-masa sulit dengan susah payah. Jadi biarkanlah mereka bahagia selamannya." itulah do'a ku untuk minsun. Semoga Minsun bisa bahagia selamanya. *mewwweeeekkkk*


End Of Chapter
*k' tya aku pinjem poto minsun mu yaa*  [heh]


[lovestruck]
EUNHAE IS SAME LIKE MINSUN !!!!!!!!!! LOL