Chapt II
Part II
"Min-a..." Rintihku..refleks saat tangan minho mulai menjamah bagian bawahku, dengan tangan kiri aku mencegahnya..," antwe..."
Minho menatapku dengan pandangan yang begitu liar,"ssst...tenanglah..tidak apa sayang.." Ucapnya berusaha menenangkanku kembali..
Kutarik leher minho dan memeluknya erat..." Pelan pelan.." Desahku ditelinganya..
Perlahan minho kembali mengecup bibirku..ia menyelipkan lidahnya di antara bibirku, dan aku mengerang lebih keras..kurangkul lengannua disekeliling leher minho, mencengkram rambutnya, dan mendekap minho sama seperti minho mendekapku..semua ini terjadi seolah olah dunia berhenti berputar setiap saat dan hanya itu yang bisa kami lakukan untuk tidak terbang keangkasa...
Ciuman minho semakin turun..dan turun... dijilatnya leherku dengan begitu liar..hingga sampailah di dua gundukan milikku..
"Sun-a..." Kata minho serak..ia menundukkan kepalanya..dan mulai mencium pusat dadaku..mengulum salah satunya dan dengan lembut menghisap, menggigit, menyiksaku sampai aku berteriak nikmat....
***
akhirnya minho memulai permainan kami lebih jauh...perlahan ia mulai masuk menerobos kedalam tubuhku...
"Akh!" Teriakku menahan sakit...tanpa sadar aku menggigit bibir bawah minho...
"Akh...!" Rintihnya juga..bibir minho memerah bekas kugigit barusan..
"Mi..miane.." Ucapku khawatir..
Minho tersenyum dan mengusap lembut rambutku," gwenchana..apho?" Tanyanya lembut
Aku mengangguk kecil," nee apho..." Keluhku manja..
"Apa dihentikan saja...?"
aku langsung merangkul lehernya..." Antwe! Aku menginginkannya..." Desahku..kulumat dengan buas kembali bibir padat milik minho...dibalik ciumanku bisa kurasakan ia tersenyum lembut..minho kembali mendekapku sembari memegang batangnya sendiri agar tidak melenceng dari lubang kewanitaanku...
Perlahan demi perlahan minho mulai menerobos masuk...sedangkan aku semakin mempererat pelukanku padanya..sakit ini benar benar bukan main..perih dan ngilu...mataku kupejamkan erat sembari menggigit bibir bawahku..lenguhan terus kukeluarkan menahan rasa sakit ini..
"Tahan ya sayang..sedikit lagi..."Minho kembali membisiki telingaku...
Daaaan...
Sluuup!!
Selesai sudah..batang otot yang menegang itu sudah sepenuhnya masuk! Walaupun minho dengan susah payah dan berpeluh keringat mengingat lubangku sangat kecil sekali..ini wajar..sebab ini kali pertama aku melakukan hubungan seks...
Minho berhenti sejenak..ia menatapku liar namun hangat...," saranghae sayang..." Ucapnya sungguh sungguh..
Tanpa terasa aku menitikkan air mata haru," saranghae..joungmal saranghae..."
Minho tersenyum..perlahan pinggulnya mulai naik turun..membuatku kembali melayang menikmati sensasi saat minho menggerakkan pinggulnya maju mundur menerobos masuk kedalam tubuhku..
Deras dan dinginnya hujan menambah suasana menjadi begitu mendukung dan begitu bergelora..
Lenguhan..desahan..dan rintihan terus menerus keluar dari mulut kami saat minho semakin mempercepat gerakannya..terus dan terus cepat sehingga membuat aku tambah berteriak dan semakin mempererat pelukan ditubuhnya...
"Aaaaaah....." Desah panjang keluar dari mulut kami hampir bersamaan saat suatu cairan kental berwarna putih keluar dari tubuh minho saat orgasme sudah tercapai...
Minho tersenyum dan mendaratkan ciuman kecil dibibirku...
"Gumawo sayang..."Bisiknya mesra..
Akhirnya kami pun tertidur pulas karna saking terlalu lelahnya....
***
Paginya...
Cit..cit..cuiiiit...
Bunyi burung gereja mulai terdengar..menandakan hari mulai pagi...
"Ukh...." Perlahan kubuka mataku..dan yang pertamakali kulihat adalah wajah minho yang berada tepat didepan wajahku..tertidur pulas sambil memelukku..
Aku bangun dari tidurku pelan pelan..takut membangunkan minho...," akh..." Rintihku menahan kengiluan disekitar bagian bawah..
Kutatap waja minho yang masih terlelap...betapa tampannya...ku usap dada bidangnya penuh kelembutan...
"Ukh..." Kali ini giliran minho yang perlahan membuka matanya..," sayang sudah bangun?" Kataku seraya memunguti pakaian pakaian kami yang berserakan dimana mana..
"Nee..." Senyumnya..," sayang, kenapa jalanmu begitu?" Tanya minho bingung melihat aku berjalan tertatih tatih..
"Tentu saja sakit dimasuki benda asing begitu besar olehmu.." Candaku lalu melemparkan pakaian minho agar ia mengenakannya kembali...
Minho menerima pakaian yang baru saja kulemparkan dengan cepat, lalu ia berdiri menghampiriku..menarik tanganku dan membawaku kedalam pelukannya," miane sayang..." Ucapnya khawatir dan menyesal..
Aku membalas memeluk pinggang minho erat," gwenchana..." Aku menatapnya lekat lekat ," yaa...ayo cepat kita kembali ke tenda..semua orang pasti khawatir mencari kita.." Ucapku panik..
"Araseo...kachaa..kau kuat berjalan kan?"
"Kuat kok..hanya sakit sedikit saja..." Ucapku menenangkan kepanikan minho
***
Kami berdua pun mulai kembali melanjutkan perjalanan menuju tenda.. Hutan ini begitu asing untuk kami..sehingga sangat sulit untuk menemukan jalan...
Minho dengan setia terus memapahku..melindungiku agar aku tidak terpeleset jatuh ke jurang mengingat tanah begitu licin bekas hujan semalam...
"MINHO!! HYE SUN!! DIMANA KALIAAN....!!!"
Samar samar kami berdua mendengar teriakan anak anak memanggil nama kami...
"MINHO!! HYE SUN!!"
Teriakan itu semakin jelas!
Aku dan minho saling berpandangan dan tersenyum lebar..
"YAA...KAMI DISINI!!" Jawab minho...
Mr.choi yang melihat kami duluan segera berlari penuh cemas kearah kami," yaaa lee min ho! Goo hye sun! Kau mau membuatku mati mendadak ya!! Menghilang ditengah hujan deras semalaman!" Makinya pada kami berdua..
Aku dan minho memasang wajah menyesal dan meminta maaf..
"Seoseongheyo pak..kami berdua tersesat saat minho mengantarku untuk buang air kecil.." Jelasku pada mr. Choi
"Mwo? Yaiiiish kalian ini! Sudahlah aku sudah bisa bernafas lega melihat kalian masih hidup.." Mr.choi terlihat begitu senang..
"Nee khamsamnidha.." Ucapku dan minho berberengan..
"OMO ITU MEREKA!!" Jerit geun suk
"Yaa minho-a!!" Jerit bum
"Minho! Brengsek kau!" Tambah il woo
Mereka bertiga berlari menghampiri kami...
Raut wajah cemas tak bisa ditutupi dari mereka...
"Miane.." Minho tersenyum datar
"Mwo? Hanya mengucapkan kata miane? Setelah kami semalaman seperti orang gila mencari kalian?" Jawab geunsuk tak terima.. Dan dianggukkan oleh bum dan il woo.
"Yaiiiish! Araseo..gumapta! Sebagai rasa terimakasihku, kalian akan kuliburkan 3 hari dari latihan sepak bola..apakah begini sudah bisa?" Kekeh minho..
Mereka bertiga tersenyum penuh menang dan senang...," tentu saja sangat bisaaaaaa!!" Ucap mereka berbarengan...
"Tapi..hye sun-a..wae apho? Wajahmu pucat sekali.." Ucap bum dan menatap hye sun khawatir..
Minho yang tidak sadar dengan perubahan pada wajahku segera manatapku cemas..dipegangnya keningku," panas sekali.."
"Mwo? Kalau begitu kita harus cepat ke tenda.." Perintah mr.choi..
Hup!
Minho menggendongku...
"Min-a..gwenchana..aku masih kuat berjalan.."Tolakku tak enak
"Mwo? Enak saja! Pegang saja leherku erat erat..aku tak mau kau pingsan di jalan..araseo?" Ucapnya khawatir..
"Nee sun-a..nurutlah pada kekasihmu.." Ucap bum membenarkan..
"Aigooo...minho sayang, kakiku juga sudah mati rasa..gendong aku juga dong.." Pinta geun suk manja..
"Pabo!" Mr.choi mewakili minho menjitak kepala geunsuk..
***
Kurang lebih berjalan lima belas menit akhirnya kami sampai juga ditenda..
Karna terlalu lelah dan pusing, selama perjalanan aku sudah terlelap dalam dekapan minho..
Namun samar samar aku bisa mendengar para murid mengerubungi kami..begitu juga dengan sahabat sahabatku shinhye, so eun, eunhye, dan dara..suara mereka sayup sayup bisa kudengar...
Eun hye:"Yaa hye sun! Gwenchana?"
shinhye: *menangis" sun-a akhirnya ketemu juga..
Soeun: minho bawa hye sun masuk ke dalam tenda... *khawatir*
Dara: biar kusiapkan makanan dan obat...
Aku bisa merasakan sahabat sahabatku begitu mencemaskanku..tapi apa daya, mata ini susah sekali untuk terbuka..sudah tak bertenaga lagi...
***
Sedikit sedikit aku mulai membuka mataku...sinar lampu ini begitu menyilaukan..
"Sun-a..sayang..kau sudah bangun?"
Aku mengucek ucek mataku,"uhmm...."
Aku masih belum begitu sadar dengan keadaan disekitarku...
"Min-a..." Panggilku dengan suara pelan..tenagaku masih belum berkumpul sempurna...
Minho tersenyum padaku," hmm? Bagaimana keadaanmu?"
"Pusing..dan lemas sekali..aku dimana?" Tanyaku bingung
Minho mengusap lembut rambutku dan mencium keningku," rumah sakit..."
"Mwo? Bukankah kita sedang camping?" Aku semakin bingung saja..
"Benar, enam jam yang lalu kita memang masih di gunung bukhansan..tetapi sekarang tidak lagi..kita sudah di seol.."
"Tapi mengapa?"
"Sayang..kau pingsan tak kunjung bangun, badanmu pun makin bertambah panas..aku hampir mati saking takutnya kau kenapa kenapa..makanya kusuruh helikopter menjemput kita..dan membawamu kerumah sakit..."
"Lalu yang lain?"
"Yang lain masih di gunung..mereka semua sangat mengkhawatirkanmu sayang.."
"Nee araseo...lalu apa kata dokter?"
"Kau demam karna kehujanan..dan terlalu lelah..tidak ada yang membahayakan kok.."
"Syukurlah..."
minho kembali mencium keningku penuh sayang...
Sekarang aku benar benar sudah tak menginginkan apapun lagi..hidupku sudah terlalu sempurna..memiliki kedua oran tua yang amat menyayangiku...kekayaan yang lebih dari cukup..sahabat sahabat terbaik...dan kekasih yang sangat mencintaiku dan melindungiku..aku sudah tidak butuh apapun lagi...
***
Satu bulan berlalu sejak kejadian di gubuk tengah hutan gunung bukhansan...
Hubunganku dan minho semakin erat terjalin..semakin mesra dan membuat siapapun yang melihatnya pasti menyimpan sejuta rasa iri...
Aku sangat menikmati moment moment seperti ini...
Disekolah...
"Pertandingan cheerleaders?? Dengan SMA T??" Tanyaku tak percaya
So eun mengangguk," nee...kau tau sun-a..sma T adalah saingan berat kita! Tim cheerleaders mereka lumayan banyak memenangkan perlombaan..."
"Joungmal?"
"Nee! Maka dari itu kita harus mati matian berusaha untuk mengalahkan mereka!" Tambah shinhye begitu bersemangat
"Araseo!!! Kita tidak boleh kalah! Karna tim cheerleaders kita nomor satu di korea!!" Ucapku tak kalah dari shinhye..aku menjulurkan tanganku ke arah eun dan shinhye seperti ingin ber hom pim pa..
Tanganku ditumpuk oleh tangan eun dan shinhye..lalu kami bertiga sama sama meneriakkan kata," AZA AZA HWAITING!!!"
***
"Sun-a tumben tidak makan siang bersama kekasihmu?" Tanya eun saat kami bertiga sedang makan di kantin
"Anyii..minho izin pulang karna ada rapat penting diperusahaannya.." Jawabku sambil melahap gimbap yang kupesan..
"Oh arseo..."
"Tapi dimana dara dan eun hye? Aku tidak melihat mereka dari tadi..." Aku mengedarkan pandanganku ke setiap sudut kantin..
"Itu mereka!" Shinhye menunjukkan jari telunjukknya ke arah pintu kantin
Mereka berdua dari jauh berlari lari kecil dan melambaikan tangan ke arah kami..
"Yaa darimana kalian?" Tanyaku
" Ohh ini si eun hye haid, jadi aku mengantarnya ke toilet untuk ganti pembalut.." Terang dara
"Ohh.."
"Dara kau sudah dapat haid belum bulan ini?" Tanya eun
"Sudah. Kenapa memangnya?"
"Kau sudah shinhye?" Giliran eun bertanya pada shinhye
"Sudah. Kenapa?"
So eun tersenyum senang dan puas," syukurlaaaah! Kita semua sudah dapat bulan ini...berarti saat lomba nanti tak ada yang mengeluh lelah atau sakit perut karna haid...."
"Mwo? Lomba?" Tanya eun hye dan dara bersamaan
"Oh kalian tadi pergi sih jadi tak tau berita..baiklah aku ceritakan lagi..." shinhye kembali menjelaskan perlombaan kami yang diadakan dua minggu lagi..
"Joungmal? Waaaah asyik sekalii...aku paling suka lomba lomba bgini.." Ucap dara antusias..
"Aku belum haid.." Ucapku tiba tiba ditengah tengah kegembiraan mereka
"Mwo?yaa sun-a bukankah kita kalau haid selalu bareng ya? Kenapa sekarang tidak?" Tanya eun tak percaya
aku menggeleng pelan..otakku sudah mulai conect kearah yang lebih sensitif...benar juga! Kenapa aku tidak menyadari hal ini? Aku belum haid..padahal haidku selalu barengan denga so eun..tapi kenapa sekarang tidak?
"Mola...hehe..mungkin sebentar lagi...hehe.." Aku terkekeh berusaha menutupi rasa ketakutanku...
Fikiranku mulai bercabang kemana mana.. Mungkinkah...mungkinkah aku?! Ahhh! Tidak! Kami hanya melakukan itu sekali...dan aku bisa pastikan minho mengeluarkan cairannya diluar...omo tuhan..apa yang harus kulakukan??
***