Author Topic: MinSun-- My Oxygen, My Life, My Everything. *OneShoot*  (Read 2323 times)

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
MinSun-- My Oxygen, My Life, My Everything. *OneShoot*
« on: November 19, 2011, 01:47:55 pm »
Hi~~ kkkkk Aku Lulu loh *terus?
Aku Lulu (lluluMH) author of "Beautiful Life". Know?  [biggrin]
Aku lupa pass aku di sini  [cry] jadi aku buat acc baru lagi  [sweat] Gapapa kan ya?
Di sini aku juga sekalian mau nge-post FF yang tercipta akibat kangen MinSun bgtbgtan disaat yang tiba-tiba.
Tapi cuma oneshoot loh ya  [sweat] tapi walaupun oneshoot semoga FF ini cukup memuaskan.
Oke terlalu banyak omong jadi mules *loh?
Yaudah ini FF-nya~ Selamat Membaca~~




My Oxygen, My Life, My Everything




Hye Sun's POV

“Hati-hati di jalan. Lihat kiri kanan saat menyeberang. Perhatikan setiap langkahmu, jangan sampai kau tersandung dan terjatuh. Hindari apapun yang bisa membuatmu terluka.”

Itulah pesan singkat darinya sebelum dia pergi meninggalkanku. Terbang ke negara tetangga untuk menghadiri Fansmeeting yang sudah menjadi kewajibannya.

Sedang asyik ku amati pesan super protektif darinya tiba-tiba ponselku bergetar.


“Hari ini aku pulang. Tunggulah aku di apartementmu”

***

Ku lirik jam dinding yang menggantung di atas pintu kamarku. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. “Kenapa dia belum sampai juga?” Tanyaku khawatir.

Angin malam menyentuh tubuhku halus. Dan itu membuat mataku semakin merengek, memintaku untuk menutupnya. Tapi Min Ho, dia belum sampai juga.
“Tuhan bantu aku menunggunya.”


10 menit...
20 menit...
30 menit...


Ya setengah jam berlalu tetapi pria jangkung itu tak kunjung datang. Dan aku putuskan untuk menulis secarik surat dengan pesan singkat sebelum aku menutup mataku.

“Bangunkan aku jika kau sudah sampai.”

***

“Dia pasti merindukanku.” Ujar Min Ho percaya diri sambil memamerkan sederet gigi rapihnya.

Cklek.... Min Ho membuka kenop pintu apartement Hye Sun.



Min Ho's POV

“Hye Sun-a” Hye Sun. Ya, akhirnya aku bisa memanggil nama cantik itu lagi.

“Hye Sun-a” Panggilku untuk kedua kalinya, tapi tetap saja tidak terdengar sautan dari sang pemilik nama cantik itu.

“Apa dia sudah tertidur?” Batinku. Langkahku mulai berjalan menuju kamarnya.

“Hye Sun?” Panggilku halus saat tubuh jenjangku sudah berada dalam kamarnya. Dan benar saja dia sudah tertidur. Lihat wajah mulusnya. Tidak ada cacat sedikitpun di sana.

Perlahan ku dekati tubuh mungilnya yang meliuk manja menikmati tidurnya. Saat aku mulai mendudukan tubuhku tepat dihadapannya, aku melihat secarik kertas putih di samping bantal yang ia pakai untuk meletakan kepalanya.


“Bangunkan aku jika kau sudah sampai”

“Bagaimana bisa aku melakukannya bodoh.” Kataku pelan setelah membaca suratnya itu.

Melihat wajahnya yang terlihat sangat lelah akibat menungguku aku merasa bersalah sekaligus tidak tega untuk membangunkannya. Perlahan namun pasti jemari-jemariku menyentuh pipi halusnya. Oh Tuhan bagaimana bisa kau mengizinkan peri cantikmu keluar dari Surga? Dia terlalu cantik untuk menghuni dunia ini.

Lihat. Matanya mulai mengerjap sepertinya ia merasakan sentuhan jemariku di pipinya.

“Kau sudah sampai?” Tanyanya dengan suara serak layaknya orang yang habis bangun tidur.

“Mmm..” Jawabku singkat sambil tersenyum halus di hadapannya.

“Kenapa kau tidak membangunkanku?” Dia bertanya lagi dengan tatapan sedikit marah karna aku tidak melakukan perintahnya. Dia mendudukan tubuhnya dan sedikit bergeser seolah menyuruhku untuk duduk di sampingnya.

“Duduklah.” Perintahnya sambil menepuk tempat di mana aku harus mendudukinya.

Kududukan tubuhku di sampingnya. Ku letakan tanganku di belakang kepalanya.

“Bersandarlah.” Perintahku sambil menepuk bahuku.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun dia langsung menyandarkan kepalanya di bahuku.
Cukup lama keheningan terjadi di antara kita.


***

Author's POV

“Kau marah?”

“Menurutmu kenapa aku marah?”

“Karena aku tidak membangunkanmu.”

“Bukan. Aku merindukanmu.”
   
“Cium aku jika kau benar merindukanku.”

“Tssshh..” Dengus Hye Sun. Tapi lihatlah beberapa detik kemudian. Ya, bibirnya mengecup bibir Min Ho yang padat.
Cukup lama bibir mereka bertautan satu sama lain. Dan akhirnya Hye Sun melepaskan ciuman intim mereka.

“Puas?”
 
“Belum..” Min Ho menggeleng manja.

“Sudahlah aku lelah.”  Jawab Hye Sun singkat. Lalu diletakannya kepala mungilnya di atas paha Min Ho.

“Tsshh hanya untuk menciumku kau merasa lelah?” Tanya Min Ho sedikit sengit.

“Bukan begitu. Aku sudah tau apa yang akan terjadi jika kita lanjutkan ciuman tadi.” Tukas Hye Sun.

“Memang apa yang akan terjadi?” Tanya Min Ho polos. Tidak. Lebih tepatnya sok polos.

“Sejak kapan kau berubah jadi sok polos Tuan Lee?” Hye Sun mencubit hidung Min Ho.

“Kau pasti lapar. Sebaiknya kita makan sekarang.” Hye Sun menarik tangan Min Ho.


***

Di dapur. Masih pukul sebelas malam.

“Sudah selesai makanya? Sekarang bangunlah.” Min Ho menghampiri Hye Sun, lalu menarik tangannya. Dapat dipastikan raut wajah Hye Sun terlihat bingung.

“Mau apa?” Tanya Hye Sun menatap wajah tampan Min Ho.

“Berdansa.” Jawab Min Ho santai.

“Kau gila? Ini di dapur Min Ho-ya.”

“Aku memang selalu-menjadi-gila saat aku sudah berada di dekat mu.”

“Tsshh.. Oke tapi berlututlah jika kau memintaku.” Hye Sun tertawa dalam hati. Bisa-bisanya dia mengerjai Min Ho disaat seperti ini.


Hye Sun’s POV

Dia mendengus tapi tetap berlutut menggunakan satu kakinya, menjulurkan tangan kanannya untuk memintaku. Aku menggapai tangannya yang terulur, dia bangkit lalu mengambil tanganku dan diletakkan di lehernya dan dia sendiri meletakkan tangannya di pinggangku.

Aku mengeratkan pelukanku, berkonsentrasi dengan tarian kami. Kami bergerak pelan sekali. Tidak beraturan dan tidak ada musik. Benar, tidak ada musik!

“Min Ho, kau lupa menyalakan musiknya.”

“Tidak, aku hanya sedang ingin seperti ini. Lagipula aku menjadikan hujan sebagai musik kita.”

Diluar hujan? Dan aku tidak menyadarinya dari tadi?

Sepertinya fokusku hanya padanya saja.

Dia mendekapku semakin dekat dengannya lalu menyurukkan kepalanya di leherku dan bernafas disana. Tubuhku yang setinggi bahunya memudahkannya untuk melakukan itu. Aku menempelkan kepalaku di dadanya mendengarkan detak jantungnya. Indah sekali. Bunyinya teratur. Aku tersenyum dalam pelukannya lalu menurunkan tanganku ke pinggangnya, mengelus punggungnya.


***

“Aku mengantuk..”

“Tentu saja. Ini sudah malam dan kau pasti lelah. Pulanglah.”

“Kau mengusirku?”

“Bukan seperti itu. Memang kau sudah meminta izin pada managermu untuk menginap di sini?”

“Tenang saja. Ayo.”

Dia menarik tanganku, tapi aku menahannya.

“Apalagi?” Tanyanya dengan raut wajah yang benar-benar lelah.

“Gendong aku.” Pinta ku manja.

“Aku lelah, kau bisa terjatuh.” Jawabnya.

“Kau tidak akan membiarkanku terjatuh.” Tidak tega memang untuk menyuruhnya melakukan ini, tapi bagaimana lagi? Aku menginginkannya.

“Baiklah.” Dia mengiyakan dengan tersenyum. Lihat senyum itu. Membuat hatiku lega, lega kalau ternyata oksigenku masih berada di sisiku.

Dia merendahkan tubuhnya menyuruhku naik ke atas punggungnya.

Ku cium tengkuk lehernya saat aku berada di punggungnya.

“Kau sudah mulai nakal.” Katanya terkekeh.

Aku tidak menjawabnya. Ku benamkan kepalaku di lehernya. Oh Tuhan parfurme apa yang dia pakai? Lihatlah dia masih mengenakan blazer yang sama dengan di foto yang aku lihat di internet tadi siang. Tapi wangi tubuhnya tidak pernah hilang. Great. Dia selalu membuatku mabuk disaat ku berada di dekatnya.


***

Sampai di depan pintu kamarku, dia membukan dan menutupnya dengan cara menendangnya pelan. Menurunkanku ke tempat tidur, menunggu sampai aku berbaring dan menyelimutiku lalu berjalan ke sisi satunya dan berbaring sepertiku.
Aku terduduk kembali.

“Apa lagi?” tanyanya mengantuk. Menggemaskan sekali dia.

“Lepaskan blazermu.”

Dia bergerak malas. Aku membantunya melepaskan blazernya, dia mengangkat sedikit tubuhnya terpaksa saat aku akan mengeluarkan jas semi formal itu dari tubuhnya. Setelah berhasil melepasnya, aku menaruhnya di meja samping tempat tidurku. Aku kembali berbaring menghadapnya, dia melebarkan tangannya mengundangku masuk ke dalam pelukannya.


***

“Min Ho...”

“Hmm?”

“Jangan tidur...” ujarku manja.

“Aku mengantuk.”

“Aku belum ingin tidur...”

“Kalau begitu buatlah agar aku tidak mengantuk”

“Bagaimana?”

“Menarilah tanpa pakaian.”

Dapat kurasakan wajahku memerah.

“Tapi berjanjilah kau tidak akan meniduriku setelah aku menari untukmu.”

Dia tertawa, “Mana mungkin bisa seperti itu.”

Aku mengangkat kepalaku menatapnya dengan tatapan aku-sedang-tidak-ingin. Dia membuka matanya, memamerkan senyum setannya.

“Kalau kau sedang tidak ingin melakukannya, tidurlah.” katanya lalu mengecup keningku penuh kasih sayang.


***

Author’s POV

“Min Ho...”

“Hmm?”

“...........” Cups. Tiba-tiba terdengar suara kecupan. Bisa kalian tebak siapa yang mencium siapa?

“Kau yang membuatku ingin melakukannya. Jadi rasakan akibatnya.” Min Ho tiba-tiba beranjak dari --setengah tidurnya lalu tanpa aba-aba ia langsung menindih tubuh Hye Sun.

“Inilah akibatnya jika kau membangunkan singa yang sedang tertidur sayang..” Min Ho mengelus garis wajah Hye Sun.

Hye Sun terkekeh. Entah apa maksudnya.

Secercah insting membuat Min Ho dengan sigap mendekatkan wajahnya pada Hye Sun, menelanjangi wajah gadis itu dengan matanya untuk beberapa saat dan… mulai menciumnya.

Bibir keduanya bergerak perlahan, mencoba mencari kenyamanan di tengah suhu panas yang membelenggu.

Merasa sudah tidak semanusiawi biasanya, Min Ho mulai membiarkan akal sehatnya meluntur, menguap, bahkan terbawa angin laut menuju lepas pantai. Ia membuat ciuman itu menjadi menuntut, mendesak, sama sekali tak mengizinkannya berhenti sampai disini. Hye Sun yang terbaring ditindih Min Ho mulai merasakan dadanya sesak, memberontak meminta oksigen dan… Min Ho sama sekali tidak meberikannya. Pria ini terlalu mengerikan saat terbakar seperti ini dan membuat Hye Sun terpaksa mengalah, menyerah untuk hanya diam dan menikmati sensasi yang menggerogoti tengkuknya.
Min Ho menelusurkan bibirya ke rahang Hye Sun, mengambil beberapa titik untuk dikecup dan kembali merenggut bibir merah gadis itu. Bekerja ganda, tangannya juga mulai gesit menelusuri tubuh gadis itu, mengikuti setiap lekuknya dengan seksama, menelusupkan tangannya ke punggung dingin Hye Sun dan membiarkan hasrat mengalir mengikuti intuisinya.

Semua mereka lakukan sampai akhirnya tubuh mereka menyatu seutuhnya.


***

Pukul sembilan pagi.

Hye Sun merasakan tubuhnya seakan remuk, seperti baru saja lari maraton. Ia berhenti bergerak-gerak mencari kenyamanan posisi tidur saat tubuhnya terkunci. Sesuatu membelit pinggangnya.

“Min Ho, bangunlah” ucapnya serak, mencoba menyingkirkan lengan besar milik Min Ho di pinggangya.

“Min Ho...”

Hye Sun menyerah ketika Min Ho sama sekali tidak terusik dari tidurnya. Ia mulai mencari cara yang lebih cerdik agar pria ini mau bangun, dengan cepat.

Hye Sun mengecup bibir pria itu secepat kilat, membiarkannya teraliri sengatan listrik kecil di pagi hari, di bibirnya. Dan… sukses. Mata Min Ho mengerjap beberapa kali dan mulai mencari fokus.

“3 jam lagi. Kita baru tidur jam 5 pagi” ucapnya malas, lalu memosisikan wajahnya di leher Hye Sun dan menghirup aroma tubuh gadis itu sebanyak yang ia mampu.

“Siapa suruh kau melakukannya di pagi buta begitu, bodoh. Lepaskan tanganmu.”

“Tidak mau.”

“Min Ho-a!!!”

“Hmm?”

Hye Sun mulai gusar ketika Min Ho dengan keras kepala mempertahankan posisi mereka. Apa boleh buat. Ia memang harus mengorbankan sesuatu jika ia ingin tangan ini lepas mengunci tubuhnya.

“Satu ciuman, dan lepaskan aku. OK?”

“Lima.”

"Oke... Lima. Lima menit satu ciuman. Setuju?"

"Oke.." Min Ho mengiyakan tawaran Hye Sun.

Hye Sun mulai mengecup bibir Min Ho. 5 menit sudah mereka berperang lidah, menautkan bibir satu sama lain.

"Mmmphh... Sudah lima menit.." Hye Sun berkata disela-sela ciuman mereka.

"Mmmcchh.. mmpfh.. Lima menit mu.. Tidak sama dengan lima menit ku." Min Ho menjawab perkataan Hye Sun dengan tetap menciumi peri cantiknya.

"Sial.. mmphh.. Kau menjebakku.." Ujar Hye Sun kesal. Tapi entah mengapa ia tetap saja membalas ciuman panas dari Min Ho.

"Sudahlah.... Lanjutkan saja.. Aku suka seperti ini" Min Ho tersenyum puas.




THE END




Thank You... Hope you guys like this FF  [bye]
« Last Edit: November 19, 2011, 02:03:43 pm by MINLUSUN »

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Share on Bluesky Share on Facebook


iiuuu

  • Guest
Re: MinSun-- My Oxygen, My Life, My Everything. *OneShoot*
« Reply #1 on: November 20, 2011, 11:10:12 am »
keren... minhonya pervert kalo uda deket hye sun...
5menitnya hye gak sama ama 5menitnya dia?? dasar minho... tp like like..

sering2 bkn ya sist lol

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: MinSun-- My Oxygen, My Life, My Everything. *OneShoot*
« Reply #2 on: November 21, 2011, 05:45:28 am »
oh... sungguh indah kisah Cinta Minsun ini , apa lagi ngrbayangin kemanjaan HS ke MH SOO SWEET  [biggrin]  HS senang mancing" MH  [bav] sudah tahu MH yg g bisa dekat" peri cantik bawaannya pasti  [kiss] kiara" 5 menitnya MH berapa ya  [chin] bikin lagi donk sist  [hug]

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
Re: MinSun-- My Oxygen, My Life, My Everything. *OneShoot*
« Reply #3 on: November 24, 2011, 06:49:01 am »
lanjutttttttt bagussssssss haaaa lima menit ciuman napas nya kapannnnn [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
Re: MinSun-- My Oxygen, My Life, My Everything. *OneShoot*
« Reply #4 on: December 10, 2011, 08:41:24 am »
oh... sungguh indah kisah Cinta Minsun ini , apa lagi ngrbayangin kemanjaan HS ke MH SOO SWEET  [biggrin]  HS senang mancing" MH  [bav] sudah tahu MH yg g bisa dekat" peri cantik bawaannya pasti  [kiss] kiara" 5 menitnya MH berapa ya  [chin] bikin lagi donk sist  [hug]

lanjutttttttt bagussssssss haaaa lima menit ciuman napas nya kapannnnn [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

FF ini aku buat karna bang ilham lagi baik, dia tumben-tumbenan mampir ke otakku  [hmpfh] nanti kalo bang ilhamnya mampir lagi aku buat lanjutannya deh yaa  [biggrin] [biggrin]
Btw.. thank you udah baca dan comments  [cheekkiss]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: MinSun-- My Oxygen, My Life, My Everything. *OneShoot*
« Reply #5 on: December 12, 2011, 09:47:10 pm »
LULu lanjutin yg Beautifull Life dunks ane kangennnnn ama si Hae [hmpfh]

ni FF (short) dibaca berulang2 makin bikin ane kangen mampus ama minsun, ayo buruan bikin sekuelnya [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho