Author Topic: this is my live. psssstttt.  (Read 3114 times)

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #15 on: August 19, 2011, 08:34:06 am »
kenapa ada tante kunti? Takdir kali. XD
Kan tante kunti'a pengen minta tulung sama yg bisa ngeliat dia. Bukan tante kunti doank, semua hantu yg gentaygan emank begitu kan?
Kenapa jack nyuruh ricky balikan sma asley?
Kita pake teori hati aja ya. Kalo kk tau perasaan org yg kk cinta bkn untuk kk. Apa penyelesaian'a? Klo jack lbh milih melihat org yg dia cintai bahagia. Laki" cuma d luar'a doank keliatan kuat. Tp, siapa yg tau dlm hati'a bergejolak? Laki" lbh rapuh dr wanita. Ya, sekian teori'a. ^^
Makasih dah baca ya. kk. :D

 [hmpfh] [hmpfh] makasih, ya... mau mengajariku tentang laki-laki... heheheh


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #16 on: August 22, 2011, 01:48:22 am »
chapter 1 part 4:

“Heh ricky! Kau tak dengar perkataanku? Jangan ngebut-ngebut! Kau mau mati konyol sepertiku? Atau kalau memang kau
tidak ingin menolongku, it’s ok. Jangan menyiksa seperti ini. Kau tak pernah mendengar penyesalan selalu datang
belakangan ya?” tante kunti yang mengikut di belakangku, selalu saja berkata-kata.

“heh tante kunti! Kalo mau ceramah mending di masjid aja sana. Bawel!” Aku sedikit berkomentar.

“awas!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” tante kunti berteriak.

cahaya sangat terang masuk kedalam penglihatanku, sampai-sampai aku tak bisa melihat apa  yang ada didepanku. Apa yang ada dibenakku? “KEMATIAN”

Aku merasa, seluruh tubuhku tak bisa ku gerakkan, seakan beku dengan kejadian di depanku. Mataku , tak bisa melihat
apa-apa. “GELAP”

“ricky! Apa yang kau lakukan! Cepat ke kiri! Rem!” suara tante kunti seperti menyadarkanku dari ketakutanku yang harus
aku lawan.
Berbekal intruksi dari tante kunti, aku melakukannya dengan sekuat tenaga. Tapi tetap saja, motor yang aku kendalikan
terjatuh. Kakiku tertindih motor. Ya.. tak apa lah tertindih motor, daripada harus tertabrak kendaraan lain.

“akhh..” aku membuka helm yang aku kenakan.

Penglihatanku agak sedikit kabur. Aku memijat alis mataku, siapa tahu saja bisa membantu. Kepalaku pusing. Aku
mengambil hand phone dari saku jaket.  Menghubungi “jack”. Gak mungkin kan kalo saya menelfon “jae”? Bakalan gak di
jawab sampe besok.dia kan worker hollic kayak dad. =__=”

“wae?” suara jack malas.

“hyung, tolong jemput aku, mataku sedikit bermasalah. Di bundaran putar balik. Cepat atau lambat itu terserahmu. “ aku
mendengarkan jawaban dari seberang.

“iya. Aku jemput sekarang. Jangan kemana-mana! ....tut..tut..” sambungan langsung diputus.

Sudah 15 menit kutunggu jack. Pandanganku semakin kabur. Suara tante kunti tak terdengar.

“Tin,..tin..” suara kelakson yang ku kenal.

“ya ricky! Apa yang terjadi?” suara jack.

“cih.. ceroboh.” Suara jae.

aku merasakan motor yang menindih kakiku sudah diangkat, tubuhku dibantu berdiri, untuk masuk kedalam mobil.

“jae hyung! Kau bawa pulang motornya. Aku bawa ricky ke rumah sakit.” Hanya percakapan itu yang aku dengar.
Aku duduk santai di kursi penumpang.


“ricky, miane. Aku bukan bermaksud memaksamu tadi. Semua terserahmu. Cinta tak bisa dipaksa. Miane.” Suara jack
samar-samar masuk ke pendengaranku.

“oh.. no problem hyung.” Aku memijat kepala belakangku yang agak pusing.

“beruntunglah sekarang sudah malam. Jadi jalanan sepi.” Jack berbicara sinis.

“o..” aku tak minat meladeni pertengkaran dengannya.

Tak membutuhkan waktu lama, kami sampai di RSPI.

“kau bisa berjalan?” tanya jack sambil memegangi lenganku.

“sedikit.” Aku berjalan tertatih-tatih dengan bertumpuan jack.

“suster.. !! tolong periksa dia.” Seorang suster mengambilkan kursi roda.
“kenapa saya di UGD dok?” tanyaku  sambil tertawa kecil pada dokter  yang memeriksaku.

“karena kamu perlu penanganan.” Jawab dokter serius.

“apanya? Saya kan Cuma tertindih motor.” Jawabku santai.

“kau tak merasakan kepalamu membentur sesuatu?”tanya dokter .

“ya.. tentu saja terbentur. Tapikan saya pake helm.” Jawabku ragu-ragu.

“karena helemmu itu. Malah membuat otak belakangmu sedikit terganggu. Kau tak merasakan hal aneh?” tanya dokter.

“ada sih.. pendengaranku sedikit berkurang. Pandangan mataku agak kabur.” Jawabku berfikir.

“huft.. sudah selesai pemeriksaannya. Tulang  Kakimu hanya terkilir. Tapi tetap saja harus di pasang gift. Jangan kau
paksakan berjalan.  tebus obatnya di depan. Minum obatnya dengan teratur. Semua akan baik-baik saja.” Dokter memberi
saran

Aku keluar dengan mengenakan tongkat di tangan kiriku.

“nih hyung. Suruh di tebus obatnya.” Aku memberikan kertas resepnya.

“boleh pulang?” tanya jack heran.

“ck.. tentu saja boleh. Ayo.” Aku merangkul leher jack, mengajaknya untuk pergi dari ruangan itu.

##



“Ricky.... kenapa kakimu? Seperti mumi saja.” Kata arya dengan mendrible basketnya.

“bawel.” Aku menggerakkan tongkatku menggebuk bola basket yang di driblenya.

“AWW...” bola basketnya membentur ke dahi arya.

“wah.. maaf kak. Saya gak sengaja.” Aku nyengir.

“iya, gak apa-apa. Cuma hal sepele kok. ” Arya memegangi dahinya.

“putri!! Kamu kenapa sih harus main basket dan ngelakuin kegiatan yang kayak cowok? Aku gak suka.” Zen mengikuti
langkah kaki putri berlari.

“gak suka ya gak usah ikutin.” Putri menjawab dingin.

Zen menuju kursi pinggir lapangan

“dunk....” suara bola masuk ke keranjang.

“uh...” putri berteriak senang.

“ki! Payah ah sakit mulu. Kangen tau tanding bareng lagi.”putri berteriak ke arahku.

Aku hanya tersenyum.

“ayo tanding denganku.” Arya berlari masuk ke lapangan.

“PUTRI!!! DOUBLE CUTE DOLL!! Ayo waktunya kamu jadi model kami.” teriak sekumpulan wanita tukang dandan.

“satu kali lagi.” Putri  menunjukkan jari telunjuknya.

“Satu kali aja ya kak. Teman-temanku nanti ngamuk.” Putri tersenyum pada arya. Dari jauh aja senyumnya manis banget.
Apa lagi dari deket. Cenat-cenut. XP

Putri mendribel menghalangi  arya, arya mencoba meraih bola dari sisi kiri dan kanannya.

Tapi tetap sia-sia. Putri mengambil langkah cepat, meloncat dan. “dunk...” masuk.

“ah..  aku kalah.” Jack menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“ini lagi keberuntungan aku kak.” Putri memperlihatkan senyum manisnya.

“iya, benar.” Arya tersenyum.

“eh.. udah..udah.. jangan deket-deket.” Zen menarik tangan putri.

“duluan ya kak.” Putri melambaikan tangannya.

Putri menghampiri tempat dudukku.

“mau pulang gak? Papa aku jemput di depan. Ayo.” Putri membantuku bangkit.

“aku saja yang bantuin dia put.” Zen membangunkanku.

“baik-baik ya kakak sepupu.” Zen tersenyum seperti penjilat.

“kau.” Aku memelototinya.

“ayo jalan.” Putri mengajak teman-teman wanita yang tadi menunggu putri.

##

“ih.. putri tuh kalo di potong pendek jadi cool... kalo kamu cowok.. aku pasti suka banget sama kamu.” Seorang wanita
sebaya putri namanya evy memuji potongan rambut yang dia potong.

“iya bener banget...” 3 orang yang lain menimpali, kiki, zizi, dan eka.

“eh.. lu pada bawel gw lempar remot ya.” aku kesal dengan keberisikan para wanita .

“cih... put, kenapa sih selalu ada si pengganggu ini main ke rumah kamu? Ganggu aja tau gak.” Kata evy mencibir.

“evy cantik.. jangan berisik ya... aku mau nonton TV.” Aku tersenyum ke evy.

“gitu donk! Kan kamu jadi ganteng kalo begitu.” Jawab evy malu-malu.

“woo!!” kiki,zizi dan eka menyoraki.

“CKLEK..” suara pintu dibuka.

“den ricky, bapak nunggu di depan gerbang.” Kata supir paruh baya, sebut saja pak edy, dia supir pribadi dad.

“iya.” Aku bangun dari kursi tempat aku tidur.

“aku anter ricky kedepan dulu ya.” putri membantuku berjalan.

Di depan gerbang.

“plak...*” dad menamparku di depan putri. Putri menutup mulutnya  yang menganga.

“dad. Jangan disini.” Aku melirik putri.

Ayah masuk ke kursi di depan.

“makasih ya put. Aku pulang dulu. bye.” Aku melambaikan tangan.

Putri tak bereaksi. Tapi aku melihat air matanya membasahi pipinya, aku melihatnya dari jendela mobil.


##

“dad kan sudah bilang!! Jangan pakai motor ugal-ugalan! Sekarang udah begini bikin mom kamu nangis. Kamu tuh ya, cari
gara-gara terus. Cepat buka bajumu!” ayah memegang kayu rotan ditangannya.

Aku membuka bajuku.”bltak..bltak...” cambukan bertubi-tubi mengenai punggungku.

“dad.. jangan hukum lagi.hiks..” mom memasuki ruang judo ayah dengan linangan air mata.

“hentikan dad. Ini malah akan menyiksa saja.” Jack membela.

“sudahlah dad.” Jae berbicara datar.

“biarkan saja. Biar anak ini sadar.” Bltak..bltak..” akh... sakit sekali kena rotan itu. :p

Tapi gimana lagi, aku emank bandel. XP

“dad, sudah.. kasihan badan ricky sudah merah semua.” Mom memeluk tubuh dad.

“hari ini cukup. Jangan ulangi lagi. Pokoknya motor kamu dad tahan dulu untuk sementara.sana kalian keluar.” Ayah
menyuruh aku, jack dan jae keluar dari ruangan itu.

Aku melihat mom sedang mencoba menenangkan dad,.

Aku memakai bajuku. Dan aku dibantu keluar oleh jack dan jae.

##

@halaman belakang.:
“jack, kalo gw ke amsterdam nerusin usaha dad. Lu ke korea nemenin halmonie bawel. Si ricky abis lu disini sendiri.” Jae
berusaha membuat lelucon datar.

“kau.. abang macam apa itu mendoakan adiknya seperti itu.” Aku mendorongnya dengan tongkatku.

“bukan habis lagi hyung. Badannya itu bisa jadi tato rotan semua.” Jack terkekeh.

“lu bedua bawel.” Aku melipat kedua tanganku.

“santai aja ki. Kita gak mungkinlah biarin adik semanis ini di jahatin sama dad.” Jae mencupit pipiku.

“hyung! Aku sudah besar tau.” Aku memelototinya.

“kamu memang sudah besar. Tapi tetep saja kamu anak bungsu.” Jack menimpali.

“nih ya.. liat.. target gw nanti nakhlukin banyak cwe. Ntar gw kenalin semuanya sama kalian.” Aku berbicara sombong.

“iya..iya.. aku percaya.”jack dan jae malah mengacak rambutku.

Uh... >__<

punya abang itu emank ada enaknya sih, bisa nolongin kalo kita dalam keadaan DANGER. Tapi nyebelinnya tuh, selalu kena
suruh, kalo gak, kena pelampiasan dikerjain.:p



##

“aku pokoknya mau pindah islam! Titik.” Aku berteriak didepan mom.

“kenapa? Kamu gak mau ngikutin mom lagi? Kamu udah gak sayang sama mom?” tanya mom dengan wajah sendu.

“emm.. bukan juga sih.. ah.. pokoknya aku mau pindah. Kalo mom mau ya udah bareng-bareng pindah. Kalo gak mau aku
sendiri aja.” Aku sudah mau keluar dari kamar mom

“apa yang dad janjikan biar kamu pindah agama? Mom bisa berikan yang lebih.” Mom terlihat serius dari nada suaranya.

“tidak ada. Aku yang menentukannya.” Aku menatap mom.

“ah.. padahal kamu satu-satunya harapan mom. Akh.. akhirnya mom kalah. “ mom menundukkan kepalanya.



##

“tau gak ki, sunat sakit tau. Apa lagi lu udah SMP kelas 1. Alot tau.” Jack menakut-nakutiku.

“nanti dipotongnya pake golok.” Jae menimpali.

“ya!!! mau pake golok kek, celurit kek. Terserah. Aku kan pemberani. Gak seperti kalian. “ aku masuk dengan berani ke
dalam ruang sunatnya. XP

“dok.. gak sakit kan ya?” aku bertanya pada dokternya.

“tenang aja. Disini pake laser. Abis dipotong juga udah bisa jalan-jalan.” Dokter itu menenangkanku atau hanya
menghibur?

“sudah.” Dokter itu menutup bagian bawahku dengan sarung.

Aku keluar dengan bangga. Bagaimana tidak. Ternyata benar yang dikatakan dokter itu. >__<

“pake golok kan ki.” Jack mulai terkekeh.

“kalian pada sunatnya zaman batu kali pake golok.” Aku menekuk senyumku.

“wah... anak dad hebat.” Ayah mengacak rambutku.

“Akhirnya, kita bisa berkumpul juga dalam satu agama. “Dad tersenyum hangat pada keluarga kecil kami ini.

“dad.. jadi kan mobil barunya?” aku menaikka sebelah alisku.

“woOo!!!!! Gw dulu!” jack dan jae berteriak bersamaan , mengacak-acak rambutku.

“akhh...” aku berteriak.

Dad dan mom tersenyum? Bahagiakah satu keluarga ini berkumpul bersama? Dalam satu kepercayaan? Ah.. ku harap, aku
bisa menjadi makhluk yang lebih baik lagi. ^^

Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #17 on: August 27, 2011, 09:56:36 pm »
chapter 1 part 5:


“hyung! Good luck.” Aku memeluk jae dan memukul punggungnya pelan.

“hyung! Hati-hati sama nenek sweden.” Jack menakut-nakuti dengan keduatangannya dilemaskan dan d
igerak-gerakkan, seperti hantu vampire kocak. >__<

“heh jack! Bentar lagi lu juga ngerasain nenek-nenek yang ada di korea.” Jae merangkul leher jack, dan

menjitak kepalanya.

“masih lama. 1 tahun lagi we…” jack menjulurkan lidahnya.

“untung aja aku gak ikut dikirim…” aku melipat tanganku dan duduk dengan santai.

“enak aja lu.” Jae melirikku dengan tatapan tajam.
“enak donk.. santai di rumah, gak ada yang ngawasin. Bebas….” Aku melebarkan tangan, mengangkat tangan
dan meregangkan jari-jari.

Jack mendekatiku. “lu ntar dikirimnya paling ke korea. Bareng gwe.”jack memegang bahuku dengan tatapan
isengnya.

“ah.. serem lu bang! “ aku menepis kedua tangannya.

“Eh.. asik kan ke korea ada asley.” Jack menaikkan sebelah alisnya seakan meledek.
Aku menaikkan sebelah alisku dan tersenyum angkuh seakan berkata. “ so what??”.

“hey.. kalian berdua selalu saja begitu. Yang akur lah.” Jae merangkul aku dan jack.

“ok.. gwe masuk sekarang ya.. lu pulang aja. Tidur baek-baek di rumah ya.” Jae tertawa cengengesan.

“ah.. dirumah Cuma bedua sama jack…” aku menghela napas.

“kenapa? Lu gak seneng?” jack berbicara sengit.

“dengerin ya… lu pada jangan macem-macem. Dirumah sendiri. Gak berarti sendiri itu bebas.ok.” jae menggeret
kopernya pergi masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

“ah.. gwe tau.” Jack pergi ngeloyor ke pintu keluar.

aku diam melihat tingkah mereka berdua yang meninggalkanku sendiri.

“ah..” aku bangkit dan mengejar jack.

##

“hyung! Temennya yang kemaren pinter ya?” aku menanyakan seakan menyelidik.

“iya. Pinter banget. Kelewat pinter.” Jack bicara sambil sibuk membaca manga.

“bisa kali kenalin.” Aku merangkul pundak jack.

“makan mie ayam?” jack bertanya datar.

“aku yang traktir.” Aku tersenyum senang.

“traktir + makan pake sambel ya…” jack menunjuk-nunjuk kearahku

“wait.” Aku berlari mencari sesuatu di kotak obat.

“sip.” Aku menunjukkan ibu jariku.

“ah.. males ah.” Jack tiduran sambil membaca manganya.

“ya!!” aku membentaknya

“lu cinta gak terbalas. Jangan coba-coba mainin perasaan orang.” Jack bicara, namun masih serius dengan
manganya.

“ah… kau selalu baca fikiranku hyung!” aku cemberut.

“siapa yang membaca. Fikiranmu sendiri yang bicara nyaring-nyaring.” Jack bicara acuh.

“eh.. mom sama dad ntarkan pulang. Bikin cake yu..” jack langsung bangun dari tidurnya.

“ajak tante yan ya…” aku senyum-senyum untuk membujuk jack.

“jauhkan fikiranmu itu.. mau main sama putri kan. Gwe sama tante yang bikin.” Jack melirik kesal kepadaku.

“tau aja lu.” Aku memeletkan lidahku.

“ ya udah sana telpon.” Jack keluar dari kamar.

“ok hyung.” Aku berlari menuju telphon.

##

“tan.. yang ini di kocok kan?” aku akan mix mentega, gula halus dan tepung.

“iya.. hati-hati ya mix-nya sampai halus.” Kata tante yan

“sip tan.” Aku memulai me-mix bahan-bahan.

##
“mami.. mom key kapan sampe sih?” putri bicara manja.

“entahlah. Mami pulang dulu ya. Kasihan papi dirumah.” Mami-nya putri menaiki motornya pulang.

Sedangkan putri ditinggal.

“put, mau main gak?” jack bertanya.

“main apa kak? “ jawab putri antusias.

“judo.” Jack menaikkan  sebelah alisnya seakan menantang.

“ya!! jangan main judo ah” aku menjawab cepat.

“aku bukan mengajakmu.” Jack tersenyum mengejek.

“ah.. lu kan konyol kalo main judo. Katrok.” Aku mencibirnya.

“ayo put.” Jack menggandeng tangan putri.

“dih.. konyol banget nih orang.” Aku mengejar jack.

##

“ih… kak jack keren banget gerakan judonya.” Putri berteriak kagum pada Jack  yang melawanku.
Aku dan jack menyudahi pertarungan.

“ah.. lu mah bener-bener hyung! Sama adik sendiri aja. Gebuk beneran.” Aku meliriknya kesal.

“miane.” Jack mnggaruk kepalanya.

“kak jack gak bisa apa sih? Kok kayaknya main gitar bisa, drum juga bisa, piano apa lagi, sexsofon keren
banget, biola , balap, nge-dance,pinter juga,basket, judo, aduh… semuanya deh..” putri berbicara seperti orang
yang sangat kagum.

“aku juga bisa.” Aku berbicara tak mau kalah.

“ya.. kamu sih masih dibawahnya kak jack.” Putrid mengibas-ngibaskan tangannya.

Jack hanya diam saja. Cengar-cengir.

Ting..tong.. (bel rumah berbunyi)

“mom…” aku reflex berlari menuju pintu depan.

##

“mom.. kemaren katanya mau bawa roti keju dari Amsterdam.” Aku menggelayut di lengan mom.

“heh.. udah gede masih aja nempel .” jack melihat jengkel.

Putri yang melihat hanya cengar-cengir.

“Ricky gak kangen sama dad?” dad tersenyum.

“ gak ah. Dad mah di kangenin juga malah gak pulang-pulang. Bang toyib kalah.”aku berjalan menuju dapur.

Mom dan dad saling menatap, bingung.

“welcome back mom… dad..” aku membawakan cake yang tadi di buat.

“ah.. gomawo.” Mom tersenyum.

“thanks.” Dad ikut tersenyum juga.

“mom.. aku kangen sama mom…” putri memeluk mom.

“mom juga kangen.” Mom balas memeluk putri.

“hoamzz…” jack ngeloyor pergi.

“jack.. kamu sudah makan?” Tanya mom melepas pelukan  pada putri

“wae? Mom want cook some noodle for me?” jack tersenyum senang.

“of course.” Mom tersenyum .

“ok.” Jack dating menghampiri lagi.

##

Semuanya makan tanpa bersuara. Tak membutuhkan waktu lama. Keakraban terjadi di keluarga kecil ini. >__<



“putri, kamu menginap disini kan? Mom kangen deh nonton bareng lagi. Besokkan sabtu. Sekolah liburkan.”mom
berbicara sambil membereskan peralatan makan.

“iya mom. Tapi mom yang bilang sama mami ya.” Putrid bicara senang.

“aku ikutttttttttttt,,,,,” aku langsung ikut-ikutan nyambung.

“gak boleh..” putri dan mom berbicara kompak.

Dad dan jack hanya tertawa,.

Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #18 on: August 28, 2011, 07:04:22 am »
Gak gak gak kuat
gak gak gak kuak
aku gak kuat punya abang kaya si jack sparrow. Itu kuntilanak ngapain?

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #19 on: August 28, 2011, 07:21:27 am »
congratzz bang...  [biggrin] [biggrin] [biggrin] comment menyusul... belum selesai baca... baca dulu...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

itu tante kunti ngapain ada dimari...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] kok bisa tante kunti...???