Author Topic: ^THIRTY DAYS CHANGES^ ~CHAPTER 18, ENDING, update 27 Mar'12~  (Read 43811 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile

and yg ting ting, tong tong, ting tong tuh gw ga ngerti nih  [what] [hmpfh]

 [whooaaa] [AddEmoticons04274] [AddEmoticons04263] [AddEmoticons04257]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Bian

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
    • View Profile
bultang, udah gw benarin tuh, thanks banget  [jumpy] [jumpy]

all, makasih buat perhatian dan komentarnya  [biggrin] tp gw ga janji bisa update secepatnya ya soalnya gw masih ada pr beberapa ff yg hrs diupdate  [hmpfh]

and yg ting ting, tong tong, ting tong tuh gw ga ngerti nih  [what] [hmpfh]

hahahahahaah, omma dun forget for update this ff yak,  punk punk punk
para fakir menunngu pastinya for the FF heheeh

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Hari Kelima ........... (Lee Min Ho)
Hari senin .. hari pergulatan dengan pekerjaan dan masalah yang belum terselesaikan. Aku terbangun pada pukul 6 pagi. Waktu yang masih terlalu dini untuk memulai semua kesibukan. Aku masih mempunyai waktu sekitar 2 jam sebelum memulai pertarungan hari ini.

Setelah selesai membersihkan diri dan berpakaian dengan rapi, aku melangkah ke dapur. Di sana, aku membakar dua keping roti buat sarapan pagi. Untuk minuman, aku berjalan ke mesin pembuat kopi. Aku berhenti sejenak di sana dan teringat kembali sakit maag yang sering kuderita akhir-akhir ini. Aku mengeleng perlahan, lalu berbalik ke belakang.

Aku membuka lemari es, mengeluarkan sebotol susu segar dan menuangnya ke gelas yang kuambil dari rak gantung di atas wastafel. Aku menyelesaikan kesibukan itu dalam waktu tujuh menit, kemudian membawa piring berisi roti dan segelas susu ke ruang depan. Tepat pada saat kutaruh sarapan ke atas meja, ponselku berbunyi ....

RINGGGGGGG ............ RINGGGGGG ........ RINGGGGG ............

Aku mendecak perlahan. 'Ckkk ... siapa yang menelepon sepagi ini?'. Agak malas kuraih ponsel yang tergeletak di meja makan. Nama Angel terpampang di layar ponsel. Setelah memencet tombol penerima, aku membawa ponsel tersebut ke telinga ..

MH : "Hello ... "
AY : "Hello dear, bagaimana kabarmu di sana? sudah bangun kah? atau teleponku ini membangunkan tidurmu?"
MH : "Saya sudah terbangun setengah jam yang lalu .. " (datar..)
AY :"Ohhh ... sorry dear, baru bisa menghubungimu hari ini .... dua hari terakhir ini seperti membunuhku.. begitu tiba di sini sabtu lalu, presiden Lau langsung menyuruhku memulai pekerjaan di sini ... sudah dua hari saya kurang tidur, beliau memintaku bekerja sampai larut malam ... huhhhhh ... saya sangat merindukanmu Minho ... " (pelan dan kedengaran memelas)
MH : (diam sejenak) .. "Sebaiknya kamu istirahat yang banyak .. jika tidak ada waktu, jangan meneleponku .. nanti kamu jatuh sakit .. "
AY : (tertawa renyah) "He .. he ..he .. saya baik-baik saja, kamu jangan khawatir .. saya sangat merindukanmu dan ingin sekali mendengar suaramu, karena itu saya menyempatkan diri meneleponmu sepagi ini ... hmmmm .. lalu bagaimana keadaanmu di sana? .. saya dengar dari Ray keadaan di sana tidak begitu baik ya?" (agak khawatir)
MH : (diam lagi, sesaat, sebelum melanjutkan perkataannya..) "Tidak juga, .. maksudku keadaan di sini tidak seburuk itu .. kamu jangan terlalu memikirkannya, konsentrasilah dengan pekerjaanmu di sana!!  .. dan ...


TINGGG TONGGG ..... TINGGG TONGGG ....

Perkataanku terputus oleh suara bel yang berbunyi dari pintu depan. Aku tersentak. 'Siapa lagi yang datang pagi-pagi begini? Apakah semuanya tidak tahu kalau tindakan mereka itu sangat menganggu ketenangan orang?'. Aku merengut. Kudekatkan kembali ponsel yang tadi kujauhkan dari telinga ..
MH :"Angel, tunggu sebentar!! .. ada yang datang, saya akan melihat siapa itu ... "

Aku menutup speaker ponsel dengan tangan kemudian berlari ke pintu depan. Kubuka pintu itu, dan ............ seseorang yang berdiri di sana membuat sepasang mataku terbelalak lebar.


****************


"Anyongheoseyo, Lee Min Ho-ssi .. ", gadis itu, Goo Hye Sun, sudah berdiri dihadapanku dengan senyuman  paling manis yang pernah kulihat. Dia sudah kembali ke dandanan semula. Kacamata tebal dan wajah alami yang bebas dari segala alat kosmetik. Mungkin saja dia terlihat cantik kemarin tapi aku lebih suka dengan dandanan sederhanaya pada saat perjumpaan pertama.

"Yaaaa ... mengapa kamu bisa sampai berada di sini?", tanyaku agak gugup. Dalam hati kugetok kepalaku dengan semua kebodohan yang terlihat nyata dari sikapku.

Dia segera mengangkat tangannya yang menjinjing sebuah kantong besar dan mengarahkannya kehadapanku. Senyuman masih tetap tersungging di bibirnya yang tipis.
"Ini!! .. saya ingin mengembalikan mantel ini pada anda, Minho-ssi ... "

Aku bermaksud mengeluarkan suara ketika bunyi yang sangat samar tertangkap oleh telingaku. Aku tersentak. Angel masih berada diseberang sana. Kuangkat tangan ke Hyesun sebagai isyarat supaya dia tidak mengeluarkan suara. Dengan tergesa kutempelkan ponsel yang masih tergenggam di tangan ke telinga.

MH : "Ya, Angel ... saya masih di sini .. "
AY : "Ohhh .. saya mengira kamu sudah memutuskan hubungan kita ... dan .. siapa yang datang? Ray?"
MH : (ragu sejenak) "Bukan! .. hanya .. hanya seorang teman .. "
AY : "O I see ... saya akan berusaha menyelesaikan urusan di sini dengan segera, Minhooo ... saya tidak sabar untuk bertemu denganmu .. dan ....
MH : (memotong perkataan Angel) "Maaf Angel .. sekarang saya lagi sibuk, kita bicarakan masalah ini nanti saja .. "
AY : "Tapi ... (memprotes tapi Minho segera berkata lagi ..)
MH : "Bye ... see you later ... "
AY : "MINHOOOOO ..... "


Aku memutuskan hubungan telepon dengan Angel, tanpa memperdulikan teriakan kerasnya dari seberang. Aku mendesah perlahan. Wajahku berubah sendu.

"Gwencana ... ?", pertanyaan yang sangat halus itu menyadarkanku dari lamunan.

Wajahku terangkat kearahnya. Goo Hye Sun menatapku dengan sinar mata yang memancarkan kekhawatiran. Aku mengeleng perlahan.
"Tidak .. tidak baik ... ", jawabku, pelan dan halus, hampir tak terdengar. Jawaban yang hampir menyentakku dari alam bawah sadar. 'Apa yang kamu lakukan Lee Min Ho? ... buat apa kamu mengatakan ini pada seseorang yang tidak kamu kenal dengan baik?'

"Ohhh ... ", desahan itu keluar dari mulut Hyesun. Dia tidak bertanya lebih lanjut. Dan aku mensyukurinya, karena kalau dia bertanya lagi, aku tidak yakin bisa menjawabnya.

"Gumawo .. ", tanganku terulur ke kantong besar yang masih dijinjing Hyesun. Sebentar saja senyuman manis sudah tersungging di wajahnya. Dia menyerahkan kantong yang berisi mantel yang kupinjamkan beberapa hari yang lalu padaku.

"Apakah kamu sedang memburu waktu?", tanyaku.

Dia mengeleng perlahan, "Tidak ... "

"Sudah sarapan?"

Hyesun mengeleng lagi.

"Masuklah!!! .... Saya sudah menyiapkan sarapan tadi .. kalau kamu tidak keberatan, saya ingin mengundangmu sarapan bersama ... anggap saja sebagai .. hmm .. sebagai tanda terimakasihku karena kamu telah mengembalikan mantel ini ... "

Hyesun menolak dengan cepat,
"Tuan tidak perlu melakukan itu .... sudah seharusnya saya mengembalikan mantel itu pada tuan .. Tuan sudah berbaik hati meminjamkannya padaku di saat yang sangat kubutuhkan .. lagipula ...

Aku segera memotong perkataannya ..
.. jangan membantah lagi .. jika kamu tidak menerimanya berarti kamu memandang rendah padaku .. dan .. satu hal lagi, jangan memanggilku tuan .. panggil saja saya Minho!! "

Hyesun kelihatan sangat terkejut mendengar perkataanku ...
"Saya tidak bermaksud menghina tu ehemm kamu, Minho .. saya .. saya ... soseongheyo ... ", wajahnya tertunduk ke lantai.

"Jadi, bagaimana? .. kamu bersedia menerimanya ?", aku langsung tersenyum kecil melihatnya mengangguk dengan sangat terpaksa, "Masuklah .. ", aku agak menyingkir ke samping, memberi jalan buatnya untuk memasuki ruang depan yang sekaligus berfungsi sebagai ruang tamu dan ruang makan.


**************




Aku menyodorkan piring yang berisi dua keping roti dan segelas susu segar ke hadapan Hyesun, setelah kami duduk berhadapan di meja makan. Melihat itu mata Hyesun melebar.
"Lalu .. bagaimana denganmu?", tanyanya padaku. Suara itu agak bergetar.

Aku mengangkat bahu dan tersenyum kecil.
"Saya tidak lapar .. kamu makanlah .... "

Hyesun tidak bergerak di tempat duduknya. Tangannya tidak menyentuh sarapan yang kusodorkan. Dia masih kelihatan ragu.

"Makanlah!! .... ok, saya akan menuang segelas susu buatku sendiri .. "

Aku mengembuskan nafas perlahan, lalu berjalan ke dapur. Beberapa saat kemudian aku kembali dengan segelas susu di tangan. Kuangkat gelas itu ke Hyesun.
"Bagaimana? .. kamu bisa memulai sarapan sekarang, kan?"

Hyesun tersenyum. Lalu dia mulai memakan roti yang ada dihadapannya. Dan juga meminum susu yang kuberikan. Aku memperhatikan semua yang dilakukannya dari kursiku. Pertama kalinya aku bertemu gadis seperti dia. Kesan pertama tidak begitu menyenangkan. Bahkan boleh dibilang sangat menyebalkan. Pertemua kedua dan ketiga juga begitu. Yang tidak kumengerti walaupun pertemuan-pertemuan itu sangat tidak menyenangkan, tapi sangat membekas di hatiku. Aku mulai peduli padanya. Sesuatu yang tidak pernah dan tidak akan terjadi padaku. Sesuatu yang sangat mustahil.

Selama ini, yang paling kuutamakan adalah pekerjaan. Bahkan Angel, wanita yang kupacari sejak dua tahun yang lalu, tidak memberikan kesan ini padaku. Angel terlalu tangguh. Wanita karir yang mengetahui segala sesuatu yang dilakukannya. Dia tidak pernah membutuhkan bantuanku, karena itu pula selama ini aku bisa dengan tenang berkutat dengan pekerjaanku.

Lain halnya dengan makhluk dihadapanku ini. Dia kelihatan sangat lemah dan tak berdaya. Seperti bidadari yang mudah terluka. Yang membutuhkan uluran tangan seorang penyelamat untuk melindunginya. Dan entah mengapa aku mempunyai perasaan bahwa akulah penyelamat itu. Aku yang bertugas untuk melindungi dia dan menjauhkannya dari segala sesuatu yang akan membahayakan hidupnya. Pertama kalinya aku merasa dibutuhkan walaupun tidak ada yang memintanya padaku. 'Apakah ini pikiran gila?' .... 'ya, kamu gila Lee Min Ho ...', jawaban itu keluar dari hatiku.

"Saya sudah kenyang ... ", suara lembut itu kembali menyentakku.

Aku memandanginya tanpa berkedip, "Dari mana kamu mengetahui tempat tinggalku?"

"O saya mengetahuinya dari tuan Yoon, ketua panitia penyelenggara pameran perlombaan kemarin .. dia adalah paman dari bosku, yang juga merupakan pimpinan tertinggi dari 'Great Building Korea', .. kami makan siang bersama setelah dari acara itu dan saya menanyakan alamatmu padanya setelah mengetahui nama dan kedudukanmu di perusahaan itu ..."

Aku tertegun. Jadi begitu ceritanya. Ternyata pemuda yang bersamanya kemarin itu adalah majikannya.
"Jadi .. yang mengajakmu pergi sebelum acara berakhir itu bosmu? .. pemuda tampan dengan penampilan yang sangat rapi?"

Hyesun mengangguk, "Kamu mengenal majikanku?"

"Tidak!! saya tidak mengenalnya.. ", jawabku cepat, "Oh ya, jam berapa kamu masuk kantor?.. sekarang sudah pukul 7:15 lho .. ", lanjutku sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangan kananku.

Hyesun sangat terkejut. Dia segera melakukan hal yang sama denganku. Mulutnya agak mengangga. Dengan tergesa dia meraih tas yang tergeletak di kursi, "Saya harus pergi sekarang .. ", katanya gugup.

Dia segera berdiri dari kursinya. Ketika bermaksud melangkah dari sana, kakinya tersandung kaki kursi lain yang membuatnya hampir tersungkur ke depan. Dengan sigap aku menyangga tubuhnya yang agak miring ke samping. Wajah kami bertemu. Sangat dekat. Hembusan nafas terasa sampai ke kulit wajah. Pandangan kami begitu lekat. Dadaku bergetar. Aku melihat pipinya mulai memerah tomat. Sesuatu yang ajaib bagiku.

Kami tidak bergerak dalam beberapa detik. Perlahan wajahku menunduk ke wajahnya yang hanya berjarak dua cm dari wajahku. Entah kekuatan apa yang mendorongku saat ini. Aku ingin sekali menyentuh paras yang menakjubkan itu. Sepasang mata indah dibalik kacamata itu terpejam perlahan. Apakah dia juga mengharapkan ciuman dariku? Entahlah. Yang jelas aku benar-benar melakukannya. Sesuatu yang tidak pernah kulakukan. Berinisiatif mencium seorang gadis terlebih dahulu tidak pernah kulakukan. Selama hubunganku dengan Angel, pacarku itulah yang selalu memulainya lebih dahulu. Tapi kali ini ... aku melakukannya.

Bibirku menyentuh bibirnya, lembut dan lengket. Dia tidak bereaksi. Aku mendapat kesan kalau dia tidak pernah dicium sebelumnya. Perlahan bibirku bergerak lebih dalam sampai bibirnya tenggelam dalam bibirku. Desahan tertahan terdengar dari mulutnya. Hembusan nafas dari hidungnya terasa begitu hangat.

Dia tetap tidak membalas ciumanku. Aku menjadi penasaran. Perlahan kujulurkan lidahku berusaha memasuki mulutnya. Semula dia tidak terpengaruh. Bibir mungilnya tetap tertutup rapat. Dengan usaha keras kumainkan lidahku di belahan bibirnya sehingga akhirnya bibir itu terbuka juga. Lidahku menjulur masuk ke dalam mulutnya dan bertemu dengan lidahnya yang terasa panas dan enak. Kusedot perlahan bibir bawahnya. Badan Hyesun menegang. Nafasnya semakin memburu.

Ketika bibir dan lidah kami sudah bertaut dengan panas, ketukan di pintu menghentikan kelakuan kami  ...

Tokkkkk .... Tokkkkk .... Tokkkkk ....

Hyesun tersentak. Matanya terbelalak lebar. Dengan cepat, dia mendorongku ke belakang. Wajah itu semakin memerah. Entah karena malu atau karena masih tidak bisa mengendalikan perasaannya akibat ciuman bergairah yang kami lakukan tadi.

"Sa ... sa .. ya .. per .. gi ..sse.. karang ... ".

Sebelum aku melarangnya, Hyesun sudah berlari kearah pintu.

Brakkkk .... Pintu itu terbuka dengan suara keras. Seseorang yang berdiri di belakang hampir tertampar pintu yang dibuka paksa oleh Hyesun.

"OHHH MY GODDDDD!!!", teriak orang yang tidak lain adalah Raymond.

Hyesun semakin terguncang. Dia memandangi Raymond seperti melihat hantu di siang bolong. Wajahnya mulai memucat.
"Soseongheyo ..... "

"Who are you?", Raymond mengerutkan wajahnya. (Raymond tidak bisa berbahasa korea jadi dia mengunakan bahasa inggris ketika bertanya ke Hyesun)

Hyesun kelihatan semakin gugup. Dan sebelum Raymond bertanya lebih lanjut, aku menariknya masuk ke dalam rumah.
"Kamu boleh pergi sekarang ... ", kataku pada Hyesun.

Gadis itu masih memandangi kami dengan tampang memelas.
"Soseongheyo ... ", dia membungkuk kearah Raymond.

"Whattt? ...... What are you talking about? I don't understand, .. say it in english!!!"

Sebelum kekesalan Raymond semakin menjadi, aku membisikinya, "Dia meminta maaf padamu, jadi tenanglah ...", kemudian aku beralih ke Hyesun, "Pergilah ... "

Hyesun mengangguk dan berlari dari situ. Raymond bermaksud menghalanginya tapi dengan sigap aku menutup pintu depan.

***************



Sekarang Raymond berdiri menghadapiku. Berpuluh pertanyaan terbayang dari wajahnya. Aku segera berpaling kearah lain dan berusaha mengarahkan perhatiannya ke masalah lain.
"Kamu datang menjemputku? .. mana yang lain?"

"Mereka menunggu di tempat parkir ... ", jawab Raymond dingin, "Leader tidak bermaksud menjelaskan padaku siapa gadis itu?"

"Dia hanya seorang wartawan dari 'Daily News' .. ", jawabku, berusaha terdengar santai, "Kalau begitu kita berangkat sekarang ...  mana miss Son Jie Ah?"

"Dia sudah dalam perjalanan ke kantor .. ". Raymond masih menatapku dengan tajam. Dia sepertinya tidak puas dengan jawaban yang keluar dari mulutku.

"Kalau begitu kita juga harus berangkat sekarang .. jangan sampai orang-orang dari 'Seoul Spirit' menunggu kedatangan kita ... ".

Aku berlalu dari hadapan Raymond. Selain karena ingin menghindari pertanyaan lebih lanjut darinya, juga karena kami sedang diburu waktu. Raymond mengikutiku keluar ruangan, kemudian aku menutup pintu depan dan menguncinya.

*************



Goo Hye Sun

Aku berlari .. terus dan .. terus. Walaupun sudah keluar dari komplek perumahan yang ditinggali Minho, langkahku tidak berhenti. Sampai dadaku kehabisan udara sehingga aku harus menarik nafas kuat-kuat, langkahku baru berhenti. Aku terengah-engah. Keringat mengalir deras dari sekujur tubuhku walaupun udara di luar sangat dingin.

Kejadian di apartemen Minho terbayang kembali dalam pikiranku. 'Apa yang terjadi Goo Hye Sun? Mengapa kamu membalas ciuman pemuda itu? Mengapa? Mengapa?'. Pertanyaan-pertanyaan itu berulangkali terlontar dalam pikiranku. Perlahan tanganku terangkat, menyentuh bibirku. Masih terasa bibir yang lembut dan padat itu menempel di bibirku. Bukan itu saja, bibir itu juga melumat bibirku. Bahkan lidahnya bermain dalam mulutku. Tanpa kusadari, kugigit pelan bibir bawahku.

Kebingungan semakin melandaku. Selama ini tidak ada seorang priapun yang tertarik padaku. Waktu sekolah, kuliah maupun sekarang, setelah bekerja, tidak ada yang mengejarku. Tidak ada yang memintaku untuk kencan. Tidak ada yang mau menjadi pacarku. Dan ini aku pahami. Aku bukanlah gadis yang cantik, tidak menarik, tidak pintar dan juga tidak kaya. Tapi mengapa orang itu, pemuda yang sangat tampan, menarik dan pintar sampai menyentuhku?

Aku mengelengkan kuat-kuat. 'Jangan pikirkan itu Hyesun-a!!! .. Apapun alasan orang itu, ciuman tadi bukan apa-apa .. jangan menganggap serius!!!. Perlahan dua butir air bening mengalir keluar dari sudut mataku.

***************



Lee Min Ho
Mobil yang kami tumpangi memasuki tempat parkir gedung 'Great Building' sekitar 15 menit kemudian. Aku keluar dari mobil diikuti oleh Raymond cs dari belakang. Kami memasuki gedung 'Great Building' dengan melewati pintu kaca otomatis. Melewati lobby depan. Tiga orang resepsionis menyapa kami. Aku tersenyum dan mengangguk kecil kearah mereka. Kami berjalan ke lift yang berada di sebelah kanan.

Setelah menekan lantai 5, lift yang kami tumpangi bergerak keatas. Dalam hitungan detik, kami sampai ke lantai 5. Begitu keluar dari lift, kami menuju ruang rapat utama yang terdapat di ujung lorong. Seorang wanita berpakaian rapi membukakan pintu untuk kami. Beberapa orang sudah menunggu di sana. Mr. Yoon, pemimpin tertinggi dari 'Great Building' Korea, dan dua orang bawahannya beserta miss Son Jie Ah.

Aku dan Raymond cs menyapa mereka.
"Good morning Mr. Yoon ...."

Mereka membalas sapaan kami .. "Good morning ... "

"Utusan dari 'Seoul Spirit' sebentar lagi akan tiba di sini .. jadi kalian duduklah di sini .."

Kami mengangguk dan mengambil tempat di sebelah Mr. Yoon. Lima menit kemudian utusan dari 'Seoul Spirit' yang dipimpin langsung oleh Mr. Jung memasuki ruangan. Tampang mereka kelihatan tegang, begitu juga dengan orang-orang dari perusahaan kami.

Rapat segera dimulai. Pembicaraan masih berkisar antara kecelakaan yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Tidak ada pihak yang mau menyerah. Aku merasa capek. Jika pembicaraan ini terus menerus hanya berkisar di sekitar masalah itu, tidak akan didapat penyelesaian yang diinginkan.

Setelah perdebatan selama satu jam yang tidak menghasilkan pemecahan sedikitpun, Miss Son Jie Ah mengeluarkan pendapatnya ..
"Begini saja tuan-tuan! .. saya lihat tidak ada yang mau menyerah dari pihak kita, jika diteruskan akan sia-sia saja .. kita semua tidak tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi, karena itu menurut pendapat saya, sebaiknya semua itu diserahkan kepada para penyelidik dari pihak asuransi saja .. menurut yang saya dengar dari mereka, hasilnya akan didapat minggu depan .. bagaimana kalau untuk sementara kita tunda saja rapat ini? percuma saja kita berdebat tentang sesuatu yang belum pasti ... "

Semua orang di ruangan itu mendengarkan dengan seksama saran dari Miss Son Jie Ah. Mr. Jung dan Mr. Yoon mengangguk perlahan. Mereka sependapat dengan Miss Son Jie Ah. Mereka juga sudah capek dengan perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya ini.

Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya kuat-kuat. Akhirnya selesai juga rapat yang menjemukan ini. Aku masih duduk di tempat sampai para petinggi dari kedua perusahaan raksasa itu meninggalkan ruang rapat. Raymond cs memperhatikanku. Mereka seakan ingin tahu apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Aku merasa terusik. Pandangan Raymond yang membuatku merasa tidak enak. Kejadian tadi pagi terbayang kembali dalam pikiranku.

Dengan cepat aku berdiri dari kursi yang kududuki, ..
"Kalian kembalilah ke pekerjaan masing-masing .. saya masih ada keperluan di luar .. "

Aku berjalan ke pintu yang sudah terbuka dari tadi. Raymond berteriak dari belakang, tapi aku tidak memperdulikannya. Aku berusaha menghindari pertanyaan yang sudah siap meluncur dari mulutnya. Tergesa kututup pintu rapat dan berlari dari situ.

****************



Hari keenam dan ketujuh ..
Tidak ada yang istimewa di kedua hari itu. Aku tetap bergelut dengan pekerjaan yang menumpuk. Angel menghubungiku 2 kali. Kami hanya berbicara pendek. Dia menyapaku dan berkata sangat merindukanku. Aku mendengarnya tanpa mempunyai perasaan apa-apa. Mengapa bisa begitu? Aku juga tidak tahu. Mungkin pekerjaan tidak terselesaikan yang membuatku begitu. Dari dulu aku paling benci dengan pekerjaan yang terbengkalai. Sekarang aku tidak bisa berbuat apapun untuk menyelesaikan masalah yang rumit ini. Yang bisa kulakukan hanya menunggu .. menunggu .. dan menunggu ....

****************



Hari kedelapan ... kamis pukul 2 siang ...
Aku baru menyelesaikan makan siang dengan seorang partner kerja dari 'Great Building' ketika kulihat dia lagi. Goo Hye Sun, sudah dua hari aku tidak melihatnya. Karena pekerjaan yang hampir membuatku gila, aku melupakannya.

Dia sedang berlari kearahku, tapi pandangannya tidak tertuju padaku. Perhatiannya terpusat ke bus yang melaju di sampingnya. Tangan Hyesun melambai berulangkali dan teriakan keras terdengar dari mulutnya. Bus itu, secara perlahan tapi pasti meninggalkannya di belakang.

"TUNGGUUUUUUU... BERHENTIIIIIIII ... BERHENTI KATAKUUUUUU!!!!!!!!!!!!!!"

Hyesun terus mengejar bus yang sudah semakin jauh. Sekarang dia sampai di hadapanku. Kakinya terkait seutas benang yang terikat di sebuah tiang dekat situ. Hyesun hampir tersungkur ke tengah jalan raya yang sedang padat oleh arus lalu lintas kalau aku tidak segera menariknya ke belakang.
"APA YANG KAMU LAKUKAN? .... KAMU CARI MATI YA?"

Hyesun menatapku dengan pandangan semu. Tangannya menunjuk bus yang sudah lenyap dari pandangan.
"Kamera .. kamera .. perangkat ... dan ... dan ... semua .. data .. hilang ..."

Keningku berkerut. Aku tidak mengerti apa arti dari perkataannya yang terputus-putus itu. Sebelum pertanyaan meluncur dari mulutku, Hyesun sudah terduduk lemas di pinggir jalan. Dia menanggis tersedu-sedu.

"A .. a.. da apa?", tanyaku gugup.
........

************

bersambung ke chp 5 ~~~

« Last Edit: April 02, 2010, 02:05:42 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
mami kenapa ada gangguan mulu klo minsun lg asyik gt..nih mino nekat bgt cium hs mending hs ga langsung mengeluarkan jrs tendangan sambil loncat ... raymond kyk-a suka ma angel ya mi tp krn pcr mino jd ga bs apa2x...ya kasihan hs peralatan perang-a tertinggal di bus n knp jg bs tertinggal..

Offline cynoer luv minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
  • My lovely couple "MINSUN"
    • View Profile
thx yw mam, dah di update

TOP BGT BWT YANG INI, q JD NGIRI MA HYE SUN, wkwkwkwkwk

Kami tidak bergerak dalam beberapa detik. Perlahan wajahku menunduk ke wajahnya yang hanya berjarak dua cm dari wajahku. Entah kekuatan apa yang mendorongku saat ini. Aku ingin sekali menyentuh paras yang menakjubkan itu. Sepasang mata indah dibalik kacamata itu terpejam perlahan. Apakah dia juga mengharapkan ciuman dariku? Entahlah. Yang jelas aku benar-benar melakukannya. Sesuatu yang tidak pernah kulakukan. Berinisiatif mencium seorang gadis terlebih dahulu tidak pernah kulakukan. Selama hubunganku dengan Angel, pacarku itulah yang selalu memulainya lebih dahulu. Tapi kali ini ... aku melakukannya.

Bibirku menyentuh bibirnya, lembut dan lengket. Dia tidak bereaksi. Aku mendapat kesan kalau dia tidak pernah dicium sebelumnya. Perlahan bibirku bergerak lebih dalam sampai bibirnya tenggelam dalam bibirku. Desahan tertahan terdengar dari mulutnya. Hembusan nafas dari hidungnya terasa begitu hangat.

Dia tetap tidak membalas ciumanku. Aku menjadi penasaran. Perlahan kujulurkan lidahku berusaha memasuki mulutnya. Semula dia tidak terpengaruh. Bibir mungilnya tetap tertutup rapat. Dengan usaha keras kumainkan lidahku di belahan bibirnya sehingga akhirnya bibir itu terbuka juga. Lidahku menjulur masuk ke dalam mulutnya dan bertemu dengan lidahnya yang terasa panas dan enak. Kusedot perlahan bibir bawahnya. Badan Hyesun menegang. Nafasnya semakin memburu.

Ketika bibir dan lidah kami sudah bertaut dengan panas, ketukan di pintu menghentikan kelakuan kami  ...

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
keduaaaaaa

mamiiiii akhirnya di update juga  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] gomawo mamiiiiiii  [hug] [hug] [hug]

Bibirku menyentuh bibirnya, lembut dan lengket.  [AddEmoticons04280]

Dia tidak bereaksi. Aku mendapat kesan kalau dia tidak pernah dicium sebelumnya. Perlahan bibirku bergerak lebih dalam sampai bibirnya tenggelam dalam bibirku. Desahan tertahan terdengar dari mulutnya. Hembusan nafas dari hidungnya terasa begitu hangat.

Dia tetap tidak membalas ciumanku. Aku menjadi penasaran. Perlahan kujulurkan lidahku berusaha memasuki mulutnya. Semula dia tidak terpengaruh. Bibir mungilnya tetap tertutup rapat. Dengan usaha keras kumainkan lidahku di belahan bibirnya sehingga akhirnya bibir itu terbuka juga. Lidahku menjulur masuk ke dalam mulutnya dan bertemu dengan lidahnya yang terasa panas dan enak. Kusedot perlahan bibir bawahnya. Badan Hyesun menegang. Nafasnya semakin memburu.  [on] [on] [on]

Ketika bibir dan lidah kami sudah bertaut dengan panas, ketukan di pintu menghentikan kelakuan kami  ...  
[AddEmoticons04247] [AddEmoticons04236] [AddEmoticons04275]

setuju ma sist amira kyknya Raymond ada rasa ma angel  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] udah sono sosor aja si angel daku rela kok  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
horeeeee udah diupdate [jumpy] [jumpy] [jumpy]
thanks mami [hug] [cheekkiss]

hmmmmm udah daku kira si mak nem pasti demen part yg ada kissu nya  jgn piktor loh mak [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

ooo aku rela ooo aku rela kalo angel ma raymond untuk selamanya oo aku rela ku rela wkkkkk TRIAD mode on punk



ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
 [laughing] [laughing] [laughing] gw jg rela klu raymond ama angel, gimana kisah mereka kita lht aja ya  [hmpfh] pasti ada apa2nya deh  [laughing]

bultang, hs kan orangnya ceroboh, jd bisa aja kan peralatan perangnya tertinggal di bus, ingat nggak ama jaket dan payung yg tertinggal di kantor, pdhlkan udah diingetin ama sammul  [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline maya0501

  • Police
  • Newbie
  • *****
  • Posts: 81
    • View Profile
Mami....chaps 4 - nya bagusss bangettttttttt.................. [lovestruck] [lovestruck]

o..ya Gongxi Fat Cai ya..................

ditunggu chaps selanjutnya............ [smiley-gen013] [smiley-gen013] [lovestruck]

Offline Alayka

  • Newbie
  • *
  • Posts: 18
    • View Profile
Walah. Ternyata pd mangkal d sini yak. Pantesan d sono sepi kayak kuburan *kuper.com*.
asik deh. Tambah deh tempat mangkal gue. Thanks ya Lov atas infonya... He3. Dah kelamaan off line ne. Gag tau perkembangan. Nama lo jd mrs. LMH yak? It's about time. He4. Poto nikahannya dunk dibagi2... [smiley-gen013].

Ditunggu chapter 5 nya yak... Gue suka bgt neh ama ceritanya.

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
hi alayka akhirnya nonggol jg di sini  [jumpy] [jumpy] yup yup yup mrs lee min ho is me  [laughing] [laughing] foto nikahnya cuma bisa dipelototin ama gw and hubby  [hmpfh] di  [head break] ama yg lain  [hmff] .. oh ya gw masih ada 2 ff yg lain, silahkan dibaca di thread 'when a gay met a young mom  [hmpfh] ' and 'minsun/jundi short fanfiction'  [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
 [AddEmoticons04221] mang ada poto kawinannya si loph  [AddEmoticons04259] [AddEmoticons04239] Emoticons0430

oiyo mi kapan neh diupdate maning yang ini neh  Emoticons0431  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[AddEmoticons04221] mang ada poto kawinannya si loph  [AddEmoticons04259] [AddEmoticons04239] Emoticons0430

oiyo mi kapan neh diupdate maning yang ini neh  Emoticons0431  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
yg ini lom bisa diupdate say, gw lg berkutat dgn chp 25 ff amburadul  [hmpfh] [hmpfh]
oh ya noona berengsek bikin ff pendek jg dung  [smiley-dance013] [smiley-dance013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
yeeee maunya biar gak ditagih updatetan cepet2 yo [laughing] [laughing] [laughing] tenang mi lagi tak siapin kok dun worry n sista bultang juga katanya mo bikin FF neh masih nunggu confirmasi lagi mo di taruh di reguler pa pendek aja  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ohhh benerkah  [jumpy] [jumpy] horeeeeeeeeeeeee semakin byk ff buat menghilangkan kerinduan ama minsun nih  [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun