Author Topic: Angel By My Side~Chapter 22 Updated 9 January 2011~  (Read 50063 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ga tega ya, hmm bagus deh, klu kagak bener2 gw lempar keluar tret nih [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Si mami ancemannya sama kayak si mak nem...
moso aku mau ditendang keluar tret...  [hmpfh] [hmpfh]

Aku kasih little spoiler ya buat chap 9...  [biggrin] [biggrin]
yg gk mau baca, lewatin aja, ini khusus buat mak nem tercinta kok.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmff] [hmff] [hmff]

“Apa reaksimu jika aku menciummu sekarang atau bahkan membuka baju di hadapanmu sekarang?”tanya Yoona begitu saja, membuat Min Ho terkejut sekali. “Kau tak tahu, kan, kau akan bereaksi apa? Karena kau adalah lelaki yang sungguh pasif!”

hohoho... mak nem... siap" dengan chap 9...
mana gk ada interaksi antara minsun..
yg ada interaksinya minyoondara...  [hmpfh] [hmpfh]
kering" deh si mak nem,  [biggrin] [biggrin]
nunggu lama dulu sampe si minsun bisa touchy" an...  [dry] [dry] [dry]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Si mami ancemannya sama kayak si mak nem...
moso aku mau ditendang keluar tret...  [hmpfh] [hmpfh]

Aku kasih little spoiler ya buat chap 9...  [biggrin] [biggrin]
yg gk mau baca, lewatin aja, ini khusus buat mak nem tercinta kok.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmff] [hmff] [hmff]

“Apa reaksimu jika aku menciummu sekarang atau bahkan membuka baju di hadapanmu sekarang?”tanya Yoona begitu saja, membuat Min Ho terkejut sekali. “Kau tak tahu, kan, kau akan bereaksi apa? Karena kau adalah lelaki yang sungguh pasif!”

hohoho... mak nem... siap" dengan chap 9...
mana gk ada interaksi antara minsun..
yg ada interaksinya minyoondara...  [hmpfh] [hmpfh]
kering" deh si mak nem,  [biggrin] [biggrin]
nunggu lama dulu sampe si minsun bisa touchy" an...  [dry] [dry] [dry]

waaahhh sizt kariinn ,, mpe buka2an ne si mino ma yoona,, gilee beneerr  .. [hmpfh]
bisa ngamuk tuh si mamii..
py gag pa2 dehh siztt kan bosen juga ma hyesun truzz.. wong hyesun uwd lupain mino kogg.. pa salah.a mino cari cwe yang lebi sexxoyy ,, hahha *di [head break] [head break] mamii
gag sabbarr sizzt cepetan update yaa
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Sist di update dong ^^

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Si mami ancemannya sama kayak si mak nem...
moso aku mau ditendang keluar tret...  [hmpfh] [hmpfh]

Aku kasih little spoiler ya buat chap 9...  [biggrin] [biggrin]
yg gk mau baca, lewatin aja, ini khusus buat mak nem tercinta kok.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmff] [hmff] [hmff]

“Apa reaksimu jika aku menciummu sekarang atau bahkan membuka baju di hadapanmu sekarang?”tanya Yoona begitu saja, membuat Min Ho terkejut sekali. “Kau tak tahu, kan, kau akan bereaksi apa? Karena kau adalah lelaki yang sungguh pasif!”

hohoho... mak nem... siap" dengan chap 9...
mana gk ada interaksi antara minsun..
yg ada interaksinya minyoondara...  [hmpfh] [hmpfh]
kering" deh si mak nem,  [biggrin] [biggrin]
nunggu lama dulu sampe si minsun bisa touchy" an...  [dry] [dry] [dry]

waaahhh sizt kariinn ,, mpe buka2an ne si mino ma yoona,, gilee beneerr  .. [hmpfh]
bisa ngamuk tuh si mamii..
py gag pa2 dehh siztt kan bosen juga ma hyesun truzz.. wong hyesun uwd lupain mino kogg.. pa salah.a mino cari cwe yang lebi sexxoyy ,, hahha *di [head break] [head break] mamii
gag sabbarr sizzt cepetan update yaa
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


haha.. ....
kalo sekarang sih udh kebal kena [head break] [head break] [head break]aku...
udh  [collapse] [collapse] [collapse]berkali-kali kok... jadi udh mati rasa.

betul itu lya,,
mesti ada selingan dulu... kan jengkel juga sama tuh orang yg pasif" aja...


Buat mak nem...


No matter how you hate Yoona, you won't hate her completely... [briggin] [briggin]

Dia emang gk baik sepenuhnya, tapi aku bisa meyakinkan ada sisi baik dari diri Yoona yang pasti bisa dilihat sama semuanya.... [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]*jiahhh... bahasa gue...*
« Last Edit: March 30, 2010, 03:55:06 am by my_star_lullaby »

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Hoho.. Iaa bnerr sizt karin..
Yoona cantig kug, bening and yg pazti.a sexxoiiy..
Jadi minyoon kan sama2 aktif tuwh pazti.a tar kalo 'ehem eheman' makin haaawwwwwttttt dehh. . ~[collapse] di [head break] [head break] mami.. Hhoo..
Uwd deh sizt karin update ajja scepat.a yaaa..
And jgn pndek2 yo sist.. Kalo bsa yg supeerr looonngggg..
Hoho :D :D :D
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile



kenapa mino kok sama si yonoo seeehhhhh benci aku benci dechhhh

MAMI AKU HIATUS DARI TRET INI SAMPAI MINSUN BERSATU KEMBALI  [hmff]




And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile



kenapa mino kok sama si yonoo seeehhhhh benci aku benci dechhhh

MAMI AKU HIATUS DARI TRET INI SAMPAI MINSUN BERSATU KEMBALI  [hmff]





HAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHHAHAHAH.... [briggin] [briggin]


Si Mak mau hiatus dulu ya sampe minsun bersatu kembali?
Nunggu 2 atau 3 chapter lagi dong... [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

Sabar yo, makkkkk....
Sekalinya minsun nempel,
Dahsyatnya mengalahkan kebersamaan Minho-Yono... [hmpfh] [hmpfh]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
NIH MAKKK... CHAPTER 9 yang khusus buat si MAK NEM... [dry] [dry] [goodgrief] [goodgrief]
Yang lain boleh baca kok..  [heh] [heh] [heh] [heh]

Chapter 9

Seoul, South Korea

   Ketika Min Ho membuka matanya, ia melihat langit-langit kamar yang berwarna putih bersih, Ia pun bertanya-tanya di mana ia berada sekarang. Tiba-tiba saja ketika ia baru ingin bangkit dari posisinya, cahaya matahari yang sangat menyilaukan masuk ke dalam matanya.

   Min Ho segera menghalangi masuknya cahaya itu ke dalam matanya. Tapi, tiba-tiba saja, cahaya matahari itu menghilang, membuat Min Ho harus bekerja keras untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya sekarang ini.

   Ia kemudian melihat bartender yang ia temui kemarin memegang tirai berwarna putih bersih itu dan sekali lagi ia membuka tirai itu, bermain-main sebentar dengan Min Ho yang baru bangun tidur.

   “Dara!!!”seru seseorang lagi dalam ruangan itu. Min Ho segera berbalik ke sumber suara itu dan menemukan perempuan yang ia ingat betul kemarin ada di sampingnya sedang duduk di sebuah sofa kecil di sudut ruangan. “Tutup tirainya!”

   “Kalian berdua?”Min Ho kelihatan kaget sekali dan ia melihat keadaan di balik selimutnya, dadanya polos, ia hanya mengenakan celana jeans yang kemarin memang sempat dipakainya.

   “Tuan Muda Lee—“Perempuan yang ia temui di bar itu kemudian mendekat ke arahnya sambil tersenyum ramah. “Namaku Yoona—“

   Dan kemudian, suara bartender yang renyah dan riang itu terdengar menyela, “Aku Sandara Park. Dara.”

   Min Ho mengalihkan perhatiannya pada bartender yang sedang duduk di sofa dekat jendela yang memakai pakaian yang sangat cuek, kemudian, ia mengalihkan perhatiannya lagi pada perempuan yang semakin mendekatinya itu.

   “Apa yang terjadi?”tanya Min Ho pada gadis muda berpenampilan elegan dan sophisticated yang sangat kontras sekali dengan bartender yang berpakaian cuek itu. Rambutnya tergerai begitu saja sampai ke punggung.



   “Tidak terjadi apa-apa.”jawab gadis bernama Yoona itu, membuat Min Ho lega sama sekali. “Kau hanya mabuk. Dan, kau sekarang terlambat bangun.”

   Gadis itu kemudian melihat jam tangan bundar yang menghiasi tangan kirinya.

   “Hm. Tapi, masih cukup banyak waktu sampai pukul 8 malam, sampai Dara harus kembali ke pekerjaannya—“kata Yoona lagi, sambil mengangkat wajahnya dari jam tangan itu dan tersenyum pada Min Ho.

   “Dara!!!”Yoona berseru lagi sampai membuat Min Ho kaget sekali, tapi sepertinya Dara sudah terbiasa dengan perlakuan Yoona. “Dia adalah urusanmu sampai pukul 8 nanti. Lakukan sebagaimana yang sudah kuperintahkan.”

   Min Ho mengalihkan pandangannya kepada bartender yang bernama Dara yang sedang manggut-manggut di tempatnya itu.

   “Bawa mobilku. Aku akan suruh orang menjemputku di sini.”kata Yoona sambil melemparkan kunci mobil yang ditangkap dengan sigap oleh Dara. “Kau harus kembali ke Charmeleon sebelum pukul 8. Dan awas, tidak ada istilah terlambat lagi.”

   Dara mengangguk-ngangguk cuek tanpa berkata apa-apa.

   Yoona kemudian mengalihkan perhatiannya pada Min Ho yang terperangah mendengar percakapan dua orang yang belum ia begitu kenal ini.

   “Hai, sweetie—“panggil Yoona sambil menggerak-gerakkan kelima jarinya yang panjang dan kurus. “Jangan melihatku seperti itu—“

   Min Ho lalu mengembalikan dirinya seperti semula. “Maaf, Nona, apa maksudnya ini semua?”

   Yoona tersenyum manis.“Kau tidak sesopan ini kemarin malam.”

   Kemudian, Yoona berbalik ke arah kursi yang tadi ia tempati, melemparkan sebuah pakaian berwarna hitam yang masih terbungkus rapi dalam bungkus plastik transparan kepada Min Ho.

   “Pakai itu selagi pakaianmu dicuci—“kata Yoona sambil tersenyum lagi, menanti reaksi dari Min Ho. Setidaknya, ia mengharapkan ucapan terima kasih dari Min Ho. Tapi, menunggu nampaknya tidak membuat  Yoona begitu senang.

   Ia akhirnya mendekat pada Min Ho, mencium kedua belah pipi Min Ho layaknya seorang teman akrab. “Have a nice day, Min Ho-ya—“

   Kemudian Yoona berjalan menuju Dara dan menempelkan pipinya pada pipi Dara. “Dara, jaga Min Ho baik-baik—“

   Dara kemudian hanya mengangguk acuh tak acuh. Yoona kemudian mengeluarkan sesuatu dalam tasnya—sebuah kotak kacamata—dan ia segera menyerahkan kotak berisi kacamata hitam besar itu pada Min Ho.

   “Pakai ini. Setidaknya, orang-orang tak akan mengenalimu.”kata Yoona. Ia kemudian mengeluarkan satu kotak lagi, mengeluarkan isinya, dan memakai kacamata hitam yang besar itu.

   “Aku pergi dulu—“

   Begitu saja. Gadis dengan sikap ajaib dan unik itu meninggalkan kamar hotel, meninggalkan Min Ho dan bartender itu hanya berdua.

***

   “Apa yang sebenarnya ingin kita lakukan?”tanya Min Ho heran pada Dara yang sekarang menggandeng tangannya untuk turun dari hotel itu.

   “Kita akan bersenang-senang, Min Ho-ya—“jawab Dara dengan suaranya yang riang. Ia berjalan cepat sekali sampai-sampai Min Ho harus menyeret dirinya sendiri agar bisa mengikuti langkah perempuan itu.

   Ketika mereka sampai di sebuah mobil Mercedes Benz berwarna merah mencolok itu.

   “KAU—YANG—MENYETIR—“kata Dara sambil menekan semua kata yang dikeluarkannya. Min Ho segera menangkap kunci mobil itu.

   “Tapi, kita mau ke mana?”tanya Min Ho pada Dara yang sudah masuk ke kursi penumpang.

   “Kawasan perbelanjaan terkenal. Aku, sih, tidak begitu yakin kau pernah ke sana—“kata Dara dengan cuek sambil memperhatikan kuku jarinya. “Cepat masuk—“

   Min Ho tak dapat berbuat apa-apa dan akhirnya memilih duduk di belakang kemudi. Ketika ia mulai menginjak gas, Dara mulai menunjukkan jalan-jalan yang harus ditempuhnya.

   “Kalian berdua aneh—“sela Min Ho sambil menginjak rem karena melihat lampu merah yang menyala.

   “Kau lebih aneh—“jawab Dara acuh tak acuh, sepertinya agak tersinggung dengan perkataan Min Ho. “Mana ada lelaki bodoh yang ingin menunggu melulu sepertimu. Yoona sudah cerita semuanya, semua karena model itu, kan?”

   “Apa? Yoona?”tanya Min Ho sambil masih memperhatikan lampu merah itu, tapi ia juga menunggu jawaban dari gadis cuek ini.

   “Yap. Dan harus kukoreksi—”Dara berbicara lagi. “Yoona memang aneh. Tapi aku TIDAK.”

   Min Ho mengangkat bahu, tanda tak tahu menahu tentang topik pembicaraan ini, tapi Dara tidak berhenti dengan ocehannya sendiri. “Ya. Memang. Dia aneh. Aku lebih suka dengan Onnie-nya.”

   “Onnie-nya itu sangat cantik. Tapi tidak aneh.”kata Dara lagi. “Tapi setahun terakhir ini kakaknya memang aneh. Ia tidak menampakkan batang hidungnya dan tiba-tiba saja digantikan oleh Yoona.”

   “Aku tak mengerti kau bicara apa—“ungkap Min Ho terus terang, ketika dilihatnya lampu merah sudah berganti warna menjadi warna hijau, ia lalu menginjak gas mobilnya lagi.

***

   “Lee Min Ho-ssi, sejujurnya kau punya style yang keren—“desah Dara. “Tapi cenderung seperti seorang bapak-bapak berumur 30 tahun. Di saat semua orang tak mau dianggap lebih tua dari umurnya, kau memilih untuk membuat pandangan bagi orang banyak bahwa kau adalah seorang yang sudah cukup umur untuk dipanggil Ajossi.”

   Min Ho hanya bisa mendengarkan sambil mengangguk-ngangguk melihat tumpukan baju yang baru saja ia coba tergeletak begitu saja di lantai.

   “Maka sekarang kita akan membeli baju yang santai dengan gaya khas anak remaja. Kita juga membeli baju semi formal, tapi tidak terkesan seperti bapak-bapak, agar kau tetap bisa pergi ke kantor.”lanjut Dara sambil menghentak-hentakkan kaki melihat tumpukan baju itu.

   “Tunggu sebentar—“sela Min Ho sambil mengangkat tangannya. “Siapa akan yang membayar baju sebanyak ini?”

   “Ah, tenang saja, Tuan—“kata Dara sambil menenangkan Min Ho. “Kalau kau belanja sebegini saja, harta kekayaanmu tak akan terkuras habis—“

   Min Ho melotot, ia sungguh terperangah melihat tingkah bartender yang seenaknya ini.

   “Tapi, tenang saja, ini Yoona yang membayarnya—“jelas Dara ketika melihat tanda-tanda Min Ho akan meledak.

   Min Ho kemudian mencoba melihat ke arah lain, meredam kekesalannya, tapi belum apa-apa Dara sudah mulai menarik tangannya dengan paksa.

   “Semua akan dikirim ke rumahmu. Sekarang, pakai yang ini dan yang itu—“perintah Dara sambil mendorong Min Ho masuk ke dalam fitting room lagi. Min Ho jelas dongkol bukan main, tapi apa boleh buat?

***

   Mereka kemudian sampai di sebuah salon yang cukup terkenal di Seoul. Mereka masuk ke dalamnya, dan pikiran Min Ho adalah perempuan ini ingin memanjakan diri di salon, makanya ia menolak beberapa kali untuk masuk. Tapi, andai saja ia tahu dialah objeknya, dia pasti akan lebih menolak dari ini.

   Rambutnya ditata dengan sangat piawai, tidak ada kesan serius atau dewasa lagi dari dirinya. Ia lebih kelihatan seperti anak remaja dengan tampilan rambut seperti itu. Ketika, seorang perempuan ingin memoleskan make up pada wajahnya, Min Ho dengan sopan segera menolaknya.

   Ya, ampun, dia bukan banci salon!

   Akhirnya, Dara menghampirinya, mengacungkan jempolnya, dan kelihatan sangat puas, ia memutar-mutar tubuh Min Ho sampai 180 derajat, dan memutarkannya lagi.

   “BRAVO!”seru Dara sambil bertepuk tangan. “Kalau begini aku masih punya waktu istirahat satu jam sebelum kembali bekerja—“

   “Bisakah setelah ini kita langsung pulang?”tanya Min Ho dengan sopan pada bartender di hadapannya ini. Tiba-tiba saja, wajah bartender itu berubah dan ia memanyunkan bibirnya.

   “Pulang ke rumah dan kau akan langsung mandi. Membuang seluruh pakaian yang telah kubeli. Dan tidur di kamarmu yang tenang itu?”Dara dongkol sekali. “Ayolah, aku tahu jalan pikiranmu. Tapj asal kau tahu kalau kami tak akan mengubah penampilanmu jika tak ada sesuatu yang ingin kita tuju—“

   Dengan satu ayunan tangan, Dara pun menyeret lelaki itu ke kassa untuk membayar, dan pergi dari salon itu…

***

   BAR CHARMELEON


   Mereka berdua sampai ke tujuan terakhir mereka, bar Charmelon atau Charmele(ctr)on itu.



   Yoona sudah menunggu di depan bar yang kelihatan sudah aktif itu dengan dress berwarna kuning yang elegan dengan dua orang bodyguard di sampingnya. Rambutnya dibiarkan tergerai begitu saja.



Ketika melihat Mercedes Benz warna merah itu sudah sampai di depan bar, ia segera menghampiri penumpang mobil itu diikuti dua orang pria berbadan kekar itu.

“Dara—“Tapi, perkataannya segera terputus ketika melihat perubahan penampilan Min Ho.

“Oh, Dara!”pekik Yoona. “Kau memang temanku yang terbaik!”

“Aku sudah bilang dia akan berubah 180 derajat jika aku yang menanganinya—“ucap Dara dengan bangga dan agak membusungkan dada. “Sekarang dia urusanmu—“

Yoona lalu berubah menjadi masam mendengar perkataan bangga dari Dara. Ia kemudian kembali seperti biasa dan tersenyum pada Min Ho yang agak canggung dalam percakapan antara kedua orang ini.

“Min Ho, keluar dari mobil ini dan ikuti aku—“perintah Yoona sambil berbalik badan dan menunggu Min Ho mengikuti perintahnya. Akhirnya, Min Ho pun terpaksa mengikuti langkah perempuan itu.

Tiba-tiba saja, Yoona menyelipkan lengannnya pada lengan Min Ho. Membuat mereka terlihat seperti pasangan kekasih ketika masuk ke dalam bar yang remang-remang dan sangat ramai itu.

Semua mata segera menuju pada mereka berdua. Ada yang bersorak-sorai dan meneriakan kata-kata, “WAH! SELAMAT, YOONA!”

“YOONA, A BOYFRIEND!”

Yoona hanya tersenyum manis ketika mendengar keriuhan itu, sedangkan Min Ho terlihat amat canggung.

“Kita ke situ, ya, Honey—“ajak Yoona sambil agak menyeret Min Ho yang agak terperangah, mereka masuk ke dalam sebuah ruangan VIP yang terletak di ujung bar, di dalamnya terdapat sofa dan televise 31”, full AC, kedap suara, dan didesain agar membuat orang yang ada di dalamnya nyaman.

Yoona kemudian segera melepaskan lengan mereka yang saling menyelip satu sama lain dan menghempaskan dirinya di sebuah sofa yang kelihatan sangat nyaman.

“Kau salah bersikap tadi—“desah Yoona sambil mengambil gelas yang berisi champagne.

“Apa yang kau coba lakukan tadi?”tanya Min Ho dengan wajah penuh tanda tanya sambil memperhatikan perempuan itu meneguk champagne.

“Aku ingin melihat reaksimu. Tapi kau sama sekali tak memberikan reaksi apa pun.”kata Yoona dengan agak sinis, ia agak membanting gelas champagne itu. “Aku jadi tahu kenapa model itu tak menyukaimu. Demi Tuhan, kau ini sungguh tak bisa mengambil sikap yang tepat ketika berhadapan dengan seorang wanita.”

Yoona sekarang kelihatan jengkel. Ia menghempaskan lagi tubuhnya ke sofa itu, mencari posisi yang ternyaman untuknya.

“Sekarang aku ingin bertanya padamu.”desah Yoona lagi. “Kapan pertama kalinya kau mencium seorang wanita?”

“Aku tak mau menjawab—“jawab Min Ho, sekarang ia juga jengkel mendengar pertanyaan itu.

“Tak mau menjawab atau tak bisa menjawab karena kau tak pernah?”tanya Yoona lagi. Sekarang amarah Min Ho sudah naik sampai ke kepalanya, lancang sekali gadis ini.

“Apa reaksimu jika aku menciummu sekarang atau bahkan membuka baju di hadapanmu sekarang?”tanya Yoona begitu saja, membuat Min Ho terkejut sekali. “Kau tak tahu, kan, kau akan bereaksi apa? Karena kau adalah lelaki yang sungguh pasif!”

“Jangan menyudutkanku begitu.”bantah Min Ho dengan suara yang ia usahakan untuk tenang dan datar, tidak menunjukkan emosi sedikit pun.

“Aku tidak menyudutkanmu.”tukas Yoona sengit. “Aku hanya ingin menunjukkan kalau di dunia ternyata punya seorang lelaki yang sepasif dirimu, sepengecut dirimu, dan sebodoh dirimu!”

“Aku tidak pasif, pengecut, atau pun bodoh!”bantah Min Ho lagi, tak terima, tentu saja. “Semua perlakuanku ini hanya karena aku menghargai wanita!”

Yoona diam sesaat, tak menjawab lagi, tapi kemudian, Yoona bangkit dari sofa itu, menghampiri Min Ho yang masih berdiri seperti patung di sudut ruangan. “Kau menghargai wanita, tapi kau tak menghargai dirimu sendiri! Kau masih beranggapan kalau sekarang kau kurang baik, kan?”

Dengan satu gerakan Yoona mendorong tubuh lelaki itu sampai ke dinding, tapi ia belum selesai dengan perkataannya. “Lihat dirimu. Kau tampan, kaya, pintar, sopan, punya segalanya. Sekarang, pakai logikamu, mana mungkin model sepertinya atau berjuta-juta gadis di Korea Selatan tidak bisa jatuh cinta padamu?”

Min Ho menunduk dalam diam.

“Tapi, aku memang akan berpikir dua kali jika harus mengambilmu sebagai pasanganku. Semua yang kau miliki tidak didukung oleh sikapmu!”bentak Yoona pada akhirnya. “Kau punya sikap yang pasrah dan clumsy. Kau tak sadar akan kemampuanmu selama ini dan selalu melihat dan membandingkan dirimu dengan orang lain.”

“Jika kau melihat orang lain sepanjang hidupmu, kapan saatnya kau melihat dirimu?”tanya Yoona dengan nada marah dan emosi. “Tak ada yang sempurna. Dan jika kau menuntut kesempurnaan dari dirimu sendiri, kau hanya akan kecewa, karena pada kenyataannya, nobody’s perfect.”

“Kenapa kau bersikap seolah-olah kau telah mengenalku sejak lama?”tanya Min Ho tiba-tiba ketika menyadari sikap Yoona yang tambah menjadi-jadi.

“Karena dalam beberapa jam saja dalam hari ini aku sudah bisa menyelami karaktermu yang bodoh itu! Kau karakter yang mudah di tebak!”teriak Yoona saking frustasinya pada kebodohan lelaki di hadapannya ini. “Kau putus asa dan membenci dirimu sendiri. Kau tak tahu kau punya daya tarik, karena ketika kau memandang cermin, ada bayangan orang lain di hadapanmu. Dan kau bodoh bukan main karena hal itu. Bagaimana kau bisa membuat seseorang dapat melihatmu, padahal kau sendiri tak bisa menyadari eksistensi dirimu. ”

Min Ho tambah terdiam mendengar kata demi kata dari Yoona. Sekarang Yoona memegang kedua bahu Min Ho yang kokoh, membuat orang itu menatapnya setelah sekian lama hanya menunduk. Dan ketika pandangan mereka berdua bertemu, Yoona berkata lagi, “Kita—kau, aku, Sandara—bisa bahu membahu menangani masalahmu selama ini.”
   
Sekarang Yoona menyapu rambut panjangnya yang tergerai menutupi wajah sebentar, ia menatap mata Min Ho baik-baik. “Percaya pada kami. Kami akan melakukan yang terbaik agar dapat membuatmu bisa melihat dirimu lagi, asalkan kau mau ikut andil dalam upaya ini.”
   
“Kau bisa mendapat apa yang kau inginkan. Aku janji itu.”Yoona meyakinkan Min Ho lagi yang kelihatan sedang berpikir dengan sangat keras. “Tapi, kau juga harus berjanji, jangan pernah kembali lagi pada Hye Sun—“
   
   “Apa?”Min Ho kemudian melihat perempuan yang ada di hadapannya baik-baik, ingin meminta suatu penjelasan dengan    perkataannya barusan.
   
“Percaya atau tidak perempuan itu selama ini hanya menyakitimu.”lanjut Yoona, kedua tangannya masih menggenggam erat bahu Min Ho. “Lupakan dia. Kau bisa menemukan yang lebih baik darinya.”
   
Min Ho kemudian menatap ke arah lain, ia tak bisa melihat mata gadis itu yang terlihat sangat mempersuasinya. Tapi, tangan kurus Yoona kemudian mengarahkan wajahnya lagi ke arahnya.
   
“Hei, Min Ho, lihat aku—“kata Yoona lagi sambil tersenyum. “Kalau kau mau berjanji melupakannya, kita akan membuatmu berubah—“
   
“Aku—“
   
Yoona kemudian menatapnya lagi, kembali meyakinkan dirinya dengan sorotan matanya. Min Ho diam sesaat, tak bisa menjawab, melupakan Hye Sun, apakah bisa?

***

   Yoona sekarang merangkul Min Ho lagi dan menggiringnya ke meja panjang tempat Dara berada, memangku wajahnya dengan kedua tangannya sambil senyum-senyum sendiri.

   “Oh—Berhasilkah?”tanya bartender itu pada Yoona dan Min Ho, ia membetulkan posisi duduknya, tersenyum ketika melihat senyum Yoona menghiasi wajah cantiknya.

   “Dara-ya, untuk permulaan, bagaimana menurutmu?”tanya Yoona dengan nada agak usil. Dara mengangkat bahu sambil tersenyum jail.

   “Jangan coba dengan yang sudah kelas berat—“jawab Dara pada akhirnya.

   “Oke—“Yoona mengangguk-ngangguk. “Hari ini, ada live performance dari After School, kan?”

   “Hah? Kau serius Yoona?”tanya Dara sambil membelalakkan matanya, lalu kembali mellihat Min Ho yang hanya diam di tempatnya.

   “UEE cantik juga—“jawab Yoona sambil berpikir sebentar.



   “UEE?”ulang Dara, tawanya kelihatan hampir menyembur. “NO WAY.”

   “Kenapa?”tanya Yoona pada Dara dengan nada yang tidak senang sekali.

   “Tak ada cara bagi seseorang seperti UEE untuk suka pada lelaki ini—“jawab Dara terus terang. Yoona segera memanyunkan bibirnya.

   “Dia pokoknya harus mencoba—“Yoona berkata sambil menyeret Min Ho menuju panggung live performance.

   Di dalam perjalanan, Yoona berbisik-bisik padanya. “Hei. Dapatkan perempuan yang sedang duduk-duduk di ujung sana itu.”

   “Yang mana?”tanya Min Ho kebingungan. “Yang itu?”

   “Bukan, bodoh, yang itu!”bisik Yoona dengan gemas. Ketika Min Ho sudah bisa melihat perempuan berwajah chubby dan—untungnya—dengan baju yang masih normal-normal saja, Min Ho mengangguk-ngangguk.

   “Pelajaran pertamamu dalam menggaet wanita adalah memilih. Kau harus jadi lelaki pemilih untuk tahu siapa yang pantas mendapatkan pesonamu.”kata Yoona selanjutnya. “Kalau sudah mendapatkan UEE, permisi ke toilet, lalu telepon aku. Aku akan memberitahumu apa yang harus kau lakukan setelah ini.”

   Min Ho mengangguk. Langkahnya gemetar, apakah ia harus merayu UEE padahal ia sama sekali belum pernah mengenalnya?

   Tapi, ketika tangan Yoona melepaskannya, ia yakin kalau ia harus menentukan sikap. Ia sudah berjanji tadi. Lupakan Hye Sun, mulai kehidupan baru. Dengan pertolongan Yoona dan Dara, aku pasti bisa—

   Sadar atau pun tidak, tiba-tiba saja ia sudah sampai di hadapan perempuan yang sedang berbincang-bincang ria dengan heboh itu.

   “Hello, ladies—“sapa Min Ho pada gadis-gadis itu, tapi ia terutama menatap UEE yang dengan pakaian khas anak remaja—tank top bergaris, blazer, kalung-kalung, celana legging, hak tinggi—juga sedang balas menatapnya. “Boleh kupinjam teman bicaramu sebentar?”

   Min Ho mengangkat tangan kanannya dengan gemetar ke arah UEE yang tersenyum senang. Perempuan bernama UEE itu tanpa sungkan-sungkan menerima uluran tangan itu, ikut ke mana Min Ho akan membawanya.

   Dan saat Min Ho sedang bingung harus pergi ke mana, ia melirik Yoona yang masih mengawasinya dengan senyuman lebar. Yoona segera mengerling ke ruang VIP yang mereka masuki tadi dan segera mengeluarkan ponsel dari tasnya.

   Untung saja ia tepat pada waktunya, ketika Min Ho dan UEE sampai di depan ruang VIP itu, salah seorang bodyguard segera menganggukan kepalanya dan membuka pintu masuk.

   “Wow—“decak UEE kagum, dengan tangan yang masih bergandengan dengan Min Ho. “Kau pemilik bar ini?”

   Tidak? Ya? Tidak? Ya?


   “Tidak—“jawab Min Ho singkat. “Aku tak suka bermain bisnis di bidang klub malam. Menurutku itu agak tidak menguntungkan karena kita bisa terlibat di perdagangan gelap. Narkoba, alkohol, dan lain-lain.”

   “Wow—“decak UEE lagi. “Jawabanmu sangat berkelas, Tuan—“

   Min Ho menyeringai. “Jadi apa yang akan kita lakukan di sini?”

   UEE tersenyum, kemudian tambah mendekati Min Ho yang sebenarnya sedang merasa canggung, tinggi mereka hampir sama. “Mendengar jawabanmu. Kau sepertinya terpelajar.”

   Min Ho mengangguk dengan gugup ketika perempuan itu menyelipkan lengannya ke lengannya sendiri.

   “Siapa namamu?”tanya UEE kemudian. Tapi dibalas gelengan dari Min Ho. Oh, jika dia adalah vokalis girlband terkenal, yang ada besok Min Ho akan masuk tabloid dan berita di internet.

   “Itu tak penting. Yang penting aku tahu namamu—“jawab Min Ho sambil tersenyum canggung.

   “Ya. Betul. Itu memang tak penting.”jawab UEE lagi. “Tapi, aku harus panggil kau apa?”

   “Baby?”tawar Min Ho pada perempuan yang sedang bergelayutan di lengannya itu. Tapi perempuan itu tertawa.

   “Aku tidak suka itu, Honey—“jawab UEE sambil tertawa jail. “Mau ke hotel?”
***

   New York, USA, Beberapa bulan kemudian.


   “Ini ponsel barumu, Hye Sun—“kata Hyo Joo sambil menyerahkan sebuah ponsel milik Blackberry keluaran terbaru.

   “Trims, Hyo Joo—“jawab Hye Sun sambil tersenyum. “Sejujurnya aku tak suka jika harus ganti ponsel lagi—“

   Yap. Betul sekali, Hye Sun tak suka jika ia harus mengganti ponselnya. Ia bukan tipe orang yang selalu up to date dengan gadget. Dalam hidupnya, ia mungkin hanya pernah 5 kali mengganti ponsel, sangat berbeda dengan anak-anak konglomerat lain yang bisa berganti-ganti dengan lusinan ponsel.

   Tapi, sekarang, sudah waktunya ia harus mengganti ponsel, karena baru kemarin, ketika ia menjadi model di salah sebuah fashion week, ibunya menelponnya dan untung saja Hyo Joo yang mengangkatnya, tapi Hyo Joo pun hampir ingin gila karena dihujani berbagai macam pertanyaan.

   Waktu itu, ketika Min Ho menelponnya, ia masih bisa menyuruh Min Ho untuk tidak melakukannya lagi. Tapi, kemarin, ibunya tetap bersikeras untuk menelpon Hye Sun beberapa kali dan bahkan sempat mengancam akan pergi ke New York jika saja anaknya tidak mau mengangkat telepon darinya. Itu memang sempat membuat Hye Sun gentar, tapi pada akhirnya, ia tahu itu hanya sebuah gertakan saja. Ibunya tak mungkin mau Hye Sun bisa mendapatkan alasan bagaimana dia bisa mundur dari pernikahannya dengan Min Ho, walaupun sebenarnya ia memang sudah menyatakan itu secara tidak langsung pada Min Ho.

   Tapi, karena ia sudah tahu bagaimana sifat Min Ho, ia yakin pria itu tak mungkin terburu-buru memberitahu orangtuanya dan ibu Hye Sun bahwa mereka akan membatalkan perjodohan ini. Min Ho pasti punya saat yang tepat. Dan jangan tanya kenapa Hye Sun yakin Min Ho sedang berupaya untuk melupakan dirinya. Pria itu tak pernah sekalipun bisa menolak permintaan Hye Sun. Hye Sun tahu itu karena pria itu telah mengakui sendiri perasaannya pada Hye Sun.

   Pengakuan itu membuat Hye Sun yakin kalau terkaannya selama ini tidak salah. Lelaki itu memang sudah menyimpan perasaan padanya sejak dulu. Dan Hye Sun belum pernah seyakin waktu itu dalam meyakini terkaannya selama ini.

   Lamunannya kemudian dibuyarkan oleh Hyo Joo, “Hye Sun, gwechanayo?”

   “Hah?”

   Hyo Joo kemudian tersenyum asam. “Aku dari tadi mengajakmu bicara, nih. Macbook, kau tahu, kan?”

   Hye Sun kemudian tertawa. “Oh, iya, mianhae, Hyo Joo-ya—“

   Hyo Joo kemudian juga ikut tertawa, setelah mereka berdua puas tertawa, Hyo Joo menanyakan sesuatu yang walaupun kedengaran sederhana, agak sulit bagi Hye Sun untuk menjawabnya, “Kapan terakhir kalinya kau mengganti ponsel sebelum ini dan sebelum kau pindah ke Amerika?”

   Hye Sun terdiam sebentar, ia ingat sekali jawaban dari pertanyaan yang jika disederhanakan adalah Kapan terakhir kalinya kau mengganti ponselmu ketika masih di Korea. “Ketika tunanganku meninggal. Tepat dua hari sesudahnya. Aku sepertinya kurang hati-hati sampai menghilangkannya—“

   Hye Sun mengusahakan diri untuk tersenyum. Dan Hyo Joo kelihatan bersalah sekali, “Ah, mianhae, Hye Sun-ya—“

   Hye Sun mengangguk-ngangguk sambil tersenyum dan menghela napas. Ia teringat lagi pada Geun Seuk. Huh…

***

END OF CHAPTER


Bagaimana MAK NEM ku sayaanngggg???
Don't call me ABK again...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
Supply MP kudapetin sendiri lhooo....  [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [hmff] [hmff]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
First commentt

Kaarriiinnn...
 Gyaaaaaaa uwd diupdate to saiii..

Gomawoo..
Yaahh jadi si mino gag ehem2an sma yoondara yiiaaa??

Ajiiibb mino dipermak jadi anag gaull toh...

Waahh,, yoona n dara yg jadi tutor  mino bwd nyari cwe laen n lupain hyesun yaa??

Hikss.. Sedih jg mino brpaling dr bini.a...

Tapi gpp deh, biar hyesun tau rasa ahh.. Hhihi
sapa suru sia2in mino yg perfect n sexxoyy.. Hhaaha

kata2 yoona ngena bget tuh ma mino ampe dia speechless cz ga tau mo ngmg pa lage , cuz smua yg yoona blg bnerr..

Gyaaa .. Mino cara ngerayu.a ajiib juga ...

Mmm.. Bakal tjadi sswatukah ma minUEE ??
~UEE neh sopo ya karinn mian aqo gag knal , di [head break] karin

baggusss sizt,, cpetan update lage yoo..
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
First commentt

Kaarriiinnn...
 Gyaaaaaaa uwd diupdate to saiii..

Gomawoo..
Yaahh jadi si mino gag ehem2an sma yoondara yiiaaa??

Ajiiibb mino dipermak jadi anag gaull toh...

Waahh,, yoona n dara yg jadi tutor  mino bwd nyari cwe laen n lupain hyesun yaa??

Hikss.. Sedih jg mino brpaling dr bini.a...

Tapi gpp deh, biar hyesun tau rasa ahh.. Hhihi
sapa suru sia2in mino yg perfect n sexxoyy.. Hhaaha

kata2 yoona ngena bget tuh ma mino ampe dia speechless cz ga tau mo ngmg pa lage , cuz smua yg yoona blg bnerr..

Gyaaa .. Mino cara ngerayu.a ajiib juga ...

Mmm.. Bakal tjadi sswatukah ma minUEE ??
~UEE neh sopo ya karinn mian aqo gag knal , di [head break] karin

baggusss sizt,, cpetan update lage yoo..


gk toh... aku emang dari awal pertama gk ada rencana apa" buat bikin mereka touchy" an...
minyoondara cuma buat mainan sesaat doang...
cuma si mak nem udh gedebak-gedebuk...
aku mah cuma mau ngejailin si mak nem doang...

minUEE???
hahaha... *devil laugh*

pokoknya terjadi hal yang tidak diinginkan minsuners sejagat rayaa...
wkwkwk  [on] [on] [on] [on]

tenang kok... aku gk suka  [head break] [head break] [head break]orang...  [sweat] [sweat]
paling cuma sekadar. [hammer] [hammer] [hammer]

hahaha... bercanda...

oh, ya, lya jangan ikut"an mak nem manggil aku ABK alias anak bau kencur ya.... [nono] [nono] [nono] [nono]
itu pangiilan yang tidak benar dan tidak patut untuk ditiru...  [wacko] [wacko] [wacko] [wacko]

wkwk [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief] [clap] [clap]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
bilangnya Hiatus tapi gatel pengen koment

HEY ANAK BAU KENCUR APA PULA ITU SI MINO KYK DI PERDAGANGKAN GITU EMANG SI YONO DISINI JADI MMI GIRANG GITU YAH

DAN APAPULA ITU DI BAWA KE HOTEL2 SEGALA MA UEE NAMA YG ANEH  [head break]

POKOKNYA AKU NDAK SUKA CHAPTER INI NDAK SUKA

NEH BUAT KAMU, MAMI NEH ANAK BAU KENCUR INI EMANG MINTA DI KELUAR TRET  [hmff]

TRUS DI









SAMPAI



PRIKITIEW



And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
bilangnya Hiatus tapi gatel pengen koment

HEY ANAK BAU KENCUR APA PULA ITU SI MINO KYK DI PERDAGANGKAN GITU EMANG SI YONO DISINI JADI MMI GIRANG GITU YAH

DAN APAPULA ITU DI BAWA KE HOTEL2 SEGALA MA UEE NAMA YG ANEH  [head break]

POKOKNYA AKU NDAK SUKA CHAPTER INI NDAK SUKA

NEH BUAT KAMU, MAMI NEH ANAK BAU KENCUR INI EMANG MINTA DI KELUAR TRET  [hmff]

TRUS DI









SAMPAI



PRIKITIEW



santai sista. positive thingking aja

karin, gw blom bisa komen, blm baca soalnya  [biggrin]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
bilangnya Hiatus tapi gatel pengen koment

HEY ANAK BAU KENCUR APA PULA ITU SI MINO KYK DI PERDAGANGKAN GITU EMANG SI YONO DISINI JADI MMI GIRANG GITU YAH

DAN APAPULA ITU DI BAWA KE HOTEL2 SEGALA MA UEE NAMA YG ANEH  [head break]

POKOKNYA AKU NDAK SUKA CHAPTER INI NDAK SUKA

NEH BUAT KAMU, MAMI NEH ANAK BAU KENCUR INI EMANG MINTA DI KELUAR TRET  [hmff]

TRUS DI









SAMPAI



PRIKITIEW



Apaan sih si mak...
ngancem" mau nendang keluar tret...
udh MP gk dikasih yg versi PM...
ngancem nendang keluar tret lagiiiii..  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Oh ya... Yoona itu gadis elegan dan baik", terpelajar, sopan, dan tidak seperti pikiran mak nem...
kalo dia jahat, gk bakalan deh dia mau ngerubah si minho...
dan dia bukan mami girangggggg!!! Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa===
Si mak mau dikasih tendangan memutar ya...  [hmpfh] [hmpfh]

UEE itu vokalis AFTER SCHOOL...
hmmmm... masa mak nem gk tau...
nih aku kasih gambar cewe yang ngajakin minong ke hotel gede"...



it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
kagak perlu tahu daku  [head break] [head break] [head break] cukup tau minsun aja kapan loe kawinin [hmff]

lha kalo dia cewek baek2 kenapa kok disuruh ngelupain si hyesun sini tak [head break] [head break] [head break] [head break] dulu si yono

trus tentang MP PM ver minny mah dapet ndiri aku dak supply ma dia takut dosa ma takut kak seto arasso


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^