Author Topic: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~  (Read 33134 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile




oya tuk si OKMAN





seperti doa2ku di tempat2 yang laen wish u all the best n may all your dream come true  [biggrin] keep being the bengkokers lovers, ooters, nyampaher, weefer, dll dah pokoknya apapun julukan neh tret  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Tuk oki met ultah n all the best n keep spirit for all your dream n hope

Offline Surie_Riri

  • Full
  • ***
  • Posts: 297
  • i'm silent reader, mian...
    • View Profile
happybday happybday happybday  Oki   [AddEmoticons04225]

wish U all the best
Telat nich ngucapinnya,,,

Kadonya ini aja ya... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

 [AddEmoticons04244] [AddEmoticons04244] [AddEmoticons04244] [AddEmoticons04244] [AddEmoticons04244]
[lovestruck]

Offline moomoo

  • Newbie
  • *
  • Posts: 11
    • View Profile
Anyong sistaa.. :D

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
SIST AMIRAAAAA....... DIMANA DIRIMU....???  [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]
AYO NIH FF CEPET DI UPDATE DUNK.... DAH LAMA NGANGGUR NEH...  [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04270] [AddEmoticons04242]
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] UPDATE UPDATE [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Hai all... Mian belum bisa update cepat...Lg kena sindrom M nih he3x... Tuk moomoo slm kenal n happy posting.. 

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Mianhae, jeongmal mianhae...karena kesibukan dan kesehatan jadi ff ini baru diupdate ....



CHAPTER 6
[/size]


Hye Sun sudah kembali ke rumahnya, ia masih tidak bisa percaya tidur di kamar lelaki itu. Ia merasa kesal dengan dirinya sendiri kenapa dia tertidur seperti mayat dan tidak tahu apapun yang terjadi.
Hye Sun menghempaskan tubuhnya di kasurnya yang empuk, pikirannya melayang ke peristiwa semalam, pria bermantel hitam dan bertopi hitam itu jadi tanda tanya besar baginya dan kenapa orang itu bertukar tas di tempat itu, sepertinya ada sesuatu yang mengganjal tapi apa itu ia juga masih tidak tahu. Namun hal yang paling menyita pikirannya sekarang adalah kejadian setelah pulang kembali ke Souel di mana ia tertidur dan apa yang terjadi pagi itu membuatnya tersenyum tidak jelas.



Flashback :

Hye Sun masih menutup mukanya dengan selimut dan ke dua tangannya, ia tidak berani membuka selimut itu atau pun untuk mengintip. Ditajamkannya telinganya untuk mengetahui apakah Min Ho sudah kembali ke kamar mandi atau masih didekatnya, namun ia tidak mendengar apapun sehingga ia menjadi ragu untuk membuka selimut. Lama Hye Sun hanya berdiam dengan posisi seperti itu dan kemudian ia mendengar suara pintu di buka tapi ia masih tidak berani untuk melihat.

Min Ho melihat Hye Sun masih menyembunyikan wajahnya di balik selimut menjadi tersenyum kecil.

“Kenapa kamu masih seperti itu, ayo cepat mandi dan kita sarapan.”

“Apakah anda sudah berpakaian lengkap ?” Hye Sun bertanya dari balik selimut.

“Lihatlah sendiri…” Min Ho tersenyum jahil.

Lee Min Ho POV :
Sekarang rasakan pembalasanku karena hampir saja membuat aku malu padamu. Untungnya kamu menutup mukamu jika tidak maka kamulah satu-satunya wanita yang melihat barang berhargaku selain eommaku tentunya waktu aku masih kecil.

“Sido…siapa tahu anda mengerjai saya...” Hye Sun masih tidak mau membuka selimutnya.

Min Ho mendekati Hye Sun dan menyibak selimut yang menutupi seluruh badan Hye Sun hingga ke kepala membuat Hye Sun berteriak.

“Aaaaaaaaaaaaaaa…Min Ho-Ssi, apa yang mau anda lakukan..?” Hye Sun berusaha menarik selimut untuk menutupi wajahnya dengan mata terpejam tapi Min Ho melempar selimut itu yang jatuh entah di mana, lalu ia menarik tangan Hye Sun sebelah kiri dan menyentuhkan ke badannya yang sudah berpakaian rapi.

“Coba kamu rasakan…”



Hye Sun membuka matanya setelah yakin dan ia terpana dengan tampilan Min Ho, sejenak mereka saling menatap dan tangan Hye Sun masih di pegang oleh Min Ho. Hye Sun tersadar kemudian mengalihkan pandangan ke arah lain dan menarik tangannya, ia merasa pipinya sudah memerah lalu ia ingat sesuatu.

“Katakan Min Hi-Ssi, kenapa saya bisa berada di sini dan…pa..kai..an sa..ya siapa yang menggantinya…la..lu apa ada yang terjadi dengan…ki..ta… ?” Hye Sun melihat Min Ho sekilas dengan malu-malu kemudian menunduk.

“Akan aku katakan nanti, sekarang kamu mandi dan sarapan…Aku tunggu di ruang makan.” Min Ho kemudian melangkah menuju pintu ke luar meninggalkan Hye Sun sendiri dengan mulut bawah maju 1 centi.

Setelah 20 menit kemudian Hye Sun sudah rapi dengan baju yang sudah disiapkan oleh Min Ho walaupun agak kebesaran dan ia yakin baju tersebut baju Min Ho karena mana sempat Min Ho beli atau menyuruh pelayan untuk membelinya karena semua toko pasti masih tutup pikirnya.

Hye Sun menuju ruang makan di antar oleh pelayan yang menunggunya di depan pintu kamar Min Ho. Sesampainya di ruang makan dilihatnya Min Ho sedang membaca Koran dan begitu melihat Hye Sun, Min Ho langsung berdiri dan menarik kursi didepannya lalu mempersilahkan Hye Sun duduk. Begitu Min Ho kembali duduk di kursinya, pelayan menyajikan bermacam-macam makanan Korea. Setelah semua hidangan tersaji Min Ho mempersilahkan Hye Sun menyantap hidangan namun Hye Sun melihat ke kursi yang kosong dengan pandangan bertanya.

“Eomma dan appa tidak ada di rumah, mereka di Taiwan dari kemaren dan dilanjutkan ke Jepang jika itu yang mau kamu tanyakan… Sekarang mari kita nikmati sarapan ini dan setelah itu akan aku ceritakan semuanya.” Min Ho seakan mengerti apa yang Hye Sun pikirkan, kemudian ia mulai menyantap hidangan yang tersaji diikuti oleh Hye Sun.

Selesai sarapan 30 menit kemudian Min Ho mengajak Hye Sun ke sebuah ruangan yang besar di mana berjejer rak-rak yang tinggi dan besar berisi buku-buku yang tebal dan majalah. Di sudut ruangan ada meja besar dan sebuah kursi sementara di tengah ruangan ada 1 sofa panjang warna merah marun dan 2 sofa kecil dengan meja kaca yang rangkanya terbuat dari kayu jati yang berukiran bunga-bunga kecil. Ruangan itu merupakan perpustakaan merangkap ruang kerja Mr. Lee, di salah satu dinding ada lukisan Ketua Lee dan beberapa lukisan pemandangan dan lukisan abstrak menghiasi dinding ruangan itu.

Min Ho mempersilahkan Hye Sun dudu di sofa dan ia menuju ke meja kerja dan duduk di sana, Min Ho membuka map yang ada di atas meja dan membolak-balik berkas yang ada didalamnya. Hye Sun mengernyitkan alisnya melihat Min Ho, aishh…apa maksudnya pemuda ini batinnya.

“Min Ho-Ssi, apa maksud anda membawa saya ke mari… Ayo cepat katakan yang saya tanyakan tadi ?” Hye Sun sudah mulai tidak sabar.



Min Ho melihat sekilas ke Hye Sun kemudian kembali ketumpukan berkas didepannya, membacanya sebentar lalu menandatanganinya setelah selesai ia mendekati Hye Sun dan duduk di sofa di depan Hye Sun.

“Kamu ternyata tidak sabaran ya ?... Bagaimana nanti kamu menemaniku bekerja setelah jadi istri jika menunggu sebentar saja tidak bisa.” Mata Hye Sun membesar dan dahinya berkerut mendengar perkataan Min Ho, sementara Min Ho hanya tersenyum kecil melihat reaksi Hye Sun.

“Mwooo?... Jadi istri anda ?..Apa saya bermimpi ? Bukankah anda menolak perjodohan itu..?” Hye Sun tersenyum sinis dan mengalihkan matanya ke lain.

“Apa kamu tidak ingin mewujudkan wasiat terakhir harabojimu?... Lagi pula aku belum memutuskan menerima atau menolak perjodohan itu kan ?” Min Ho membela diri.

Goo Hye Sun POV :
Kata-katanya memang benar karena aku belum mendengar apapun tentang perjodohan itu dan…wasiat terakhir haraboji ? Ya..aku ingin sekali mewujudkannya di samping aku sudah bejanji tapi kenapa harus dengan dia…?

“Min Ho-Ssi, sekarang katakan yang terjadi semalam dan tidak perlu berbelit-belit… Hari sudah mulai siang, bukankah anda harus bekerja ?” Hye Sun berusaha mengalihkan pembicaraan dan meyakinkan Min Ho untuk menjelaskan secepatnya.

Min Ho melihat kearlojinya dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “YEAHH” Hye Sun bersorak kegirangan dalam hati karena kata-katanya mengenai sasaran.

“Baiklah…Semalam tidak ada yang terjadi antara kita karena saya tidur di kamar tamu.. dan yang mengganti bajumu adalah pelayan jadi kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak karena aku juga tidak sudi melakukannya.” Min Ho memajukan mulutnya beberapa centi.

“Lalu…kenapa anda tidak mengantar saya pulang dan kenapa saya tiba-tiba ada di kamar anda ?”

“Tidak mungkin kan aku mengantar kamu dalam keadaan matamu sembab di samping itu aku tidak mau ayah dan ibumu bertanya macam-macam…dan pertanyaan kamu yang terakhir tidak perlu di bahas...” Min Ho kemudian berdiri dan melangkah ke luar, sementara Hye Sun hanya ternganga mendengar penjelasan Min Ho, orang yang aneh kadang perhatian dan perduli padanya tapi kadang timbul sifat angkuh dan sombongnya itu batin Hye Sun kemudian ia bergegas menyusul Min Ho.

“Min Ho-Ssi…tunggu…” Hye Sun setengah berlari menyusul Min Ho. Min Ho menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.

“Ada apa lagi ?...Kamu masih belum puas mendengar penjelasanku ?”

“Ne, di samping itu siapa orang yang bermantel hitam semalam ?” Tuntut Hye Sun dengan mimik serius.

“Jika kamu tidak puas dan tidak percaya itu urusanmu... Orang itu ? Aku tidak tahu dan aku tidak mau tahu…” Min Ho melanjutkan lagi langkahnya dan baru beberapa langkah tiba-tiba berhenti.

“Oh ya…mobil kamu ada di garasi dan pakaian kamu minta dengan pelayan mungkin sudah selesai di laundry, aku tidak bisa mengantarmu jadi kamu pulang sendiri…sampaikan salamku untuk paman dan bibi Goo.”

End Flashback

“Tatitut…tatitut…tatitut…” Hye Sun tersentak dari lamunannya mendengar hpnya berbunyi, cepat diambilnya hp dari dalam tas dan dilihatnya nama yng tertera di layar.

“Yeobhaseyo..”

“Hye Sun-yaa, bisa kita bertemu sekarang..?” Terdengar suara Bi dengan tegas meminta dari seberang.

Hye Sun hanya diam tidak tahu harus me-iyakan atau menolaknya karena ia yakin Bi pasti meminta penjelasannya kenapa ia buru-buru pergi kemaren di samping itu Bi pasti tahu ada yang tidak beres dengan dirinya dan Bi pasti akan terus menyelidikinya.

“Hye Sun…Hye Sun, kamu masih di situ ?” Nada suara Bi terdengar khawatir karena ia tidak mendengar suara Hye Sun.

“Mian Oppa, saya masih di sini..” Hye Sun tersadar ketika Bi terus memanggil-manggil namanya.

“Gwenchana Hye Sun-yaa ?”

“Gwenchana…saya tidak apa-apa Oppa, barusan ada sms dari mommy.” Hye Sun menggigit bibir bawah karena telah berbohong.

“Oh syukurlah…Jadi bagaimana, bisa kita bertemu sekarang ?”

“Ehm…Baiklah, di tempat kemaren 30 menit lagi..”

“OK…Saya tunggu…Sampai jumpa..” Bi mengakhiri pembicaraan.

Hye Sun menghembuskan nafas panjang, ia tidak bisa menolak karena Bi akan terus meminta bertemu jika tidak sekarang maka besok akan dilakukannya lagi, Hye Sun tahu sifatnya Bi persis dengan Lovelyn jika penasaran pasti akan dikejarnya sampai dapat.

***********

Ruang kerja Lee Min Ho di Gedung Group Lee

Min Ho berada di ruang kerjanya setelah rapat yang alot dengan koleganya, ia sedang memeriksa berkas-berkas yang baru diserahkan Mr. Park untuk ditandatangani. Hari ini ia merasa bersemangat entah kenapa ia tidak tahu tapi ia menikmatinya.

“Kriiiiiing…kriiiiiiiiinnggg” Telepon di atas meja kerjanya berdering, Min Ho mengangkat gagang telpon dan mendekatkannya ke telinga dengan tangan sebelah kiri sementara tangan sebelah kanan masih sibuk menandatangani berkas.

“Tuan muda, ada telpon dari orang yang menghubungi tuan beberapa hari yang lalu...katanya sangat penting, apa tuan mau menerimanya ?” Sekretarisnya berkata dengan hati-hati takut bosnya marah. Min Ho mengernyitkan alisnya “Mau apalagi orang itu, bukankah tasnya sudah kembali” gumamnya nyaris tidak terdengar.

“Tuan muda…?” Sekretarisnya memanggil.

“Eh..iya, sambungkan saja..” Min Ho merasa tidak ada salahnya menerima telpon orang asing itu.

“Halo Mr. Lee, anda sepertinya melupakan sesuatu ?” Begitu tersambung suara di seberang langsung nyerocos.

“Apa mau-mu, bukankah tasnya sudah anda dapatkan ?”

“Iya, benar. Tas itu sudah ada pada kami tapi ada sesuatu yang hilang dari dalam tas itu dan kami minta anda serahkan karena hal itu tidak ada gunanya pada anda, Mr. Lee.”

“Saya tidak mengerti apa maksud anda ?”

“Jangan berpura-pura Mr. Lee, jika anda tidak menyerahkan maka anda akan menerima akibatnya.” Orang asing itu mencoba mengancam.



“Mwo ?” Wajah Min Ho yang tadi ceria jadi berubah.

“Mr. Lee, anda orang yang cerdas dan berjiwa bisnis, anda pasti tahu apa yang dilakukan oleh lawan bisnis anda jika terancam… Kami beri waktu 3 hari jika dalam waktu itu anda tidak menyerahkan maka anda pasti tahu apa yang terjadi pada perusahaan anda, ingat Mr. Lee kami mengawasi anda…” Setelah selesai orang itu bicara hanya terdengar bunyi tut..tut..tut.


************

30 menit kemudian di Café Manolin


 
Bi sudah sampai duluan di Café dan ia langsung menuju ke lantai 2 tempat mereka kemaren bertemu.
 
Berselang 2 menit kemudian Hye Sun tiba dan langsung menuju ke lantai 2, ia lihat Bi sudah menunggunya. Hye Sun berhenti sebentar, menarik nafas panjang dan kemudian ia berjalan pelan mendekati Bi.



Bi melihat Hye Sun sudah datang cepat berdiri dan mendekatinya, ia menatap Hye Sun dari atas sampai ke bawah seperti orang yang sudah lama tidak berjumpa membuat Hye Sun menjadi serba salah dengan perhatian Bi yang menurutnya berlebihan.

“Oppa…ada apa menatap saya seperti itu ?” Hye Sun merasa risih karena Bi masih saja tidak melepaskan pandangannya dan beberapa pelayan dan tamu di café itu memperhatikan mereka sambil berbisik-bisik.

“Oh…ti..dak…tidak ada apa-apa, hanya...” Bi jadi salah tingkah dan tidak melanjutkan kata-katanya, dengan canggung ia mengajak Hye Sun untuk duduk dan memanggil pelayan untuk memesan. Setelah itu mereka berdua hanya diam, tidak ada yang memulai pembicaraan, biasanya setiap mereka bertemu selalu ramai dengan canda dan tawa di sela obrolan serius mereka tapi kali ini mereka sibuk berkutat denagn pikiran masing-masing.
 


Tidak berapa lama kemudian pelayan datang membawakan pesanan dan mempersilahkan mereka menikmatinya.

“Oppa…Apa ada yang tidak beres ?” Hye Sun memberanikan diri untuk memulai, ia sebenarnya sudah bisa menduga apa alasan Bi tapi ia berpura-pura tidak mengetahuinya.

“Ehh…I..tu… maksud saya apa yang coba kamu sembunyikan Hye Sun-yaa ?” Bi awalnya gugup tapi perlahan ia bisa mengendalikan perasaannya.

“Mworagu…?” Hye Sun berpura-pura bingung.



“Hye Sun-yaa, ceritakan saja yang sebenarnya tidak usah kamu tutup-tutupi.” Bi tersenyum kecil.

“Maksud Oppa…? Saya benar-benar tidak mengerti.” Hye Sun masih berusaha meyakinkan Bi bahwa ia tidak tahu tapi Bi sepertinya tidak mempercayainya.

“Yaaa…kamu tidak bisa membohongi saya, Hye Sun-yaa… Saya ingat ekspresimu kemaren persis kejadian beberapa tahun lalu dan sikapmu yang aneh itu…” Bi mendekatkan wajahnya ke Hye Sun dan menatapnya lekat sementara Hye Sun hanya menunduk berusaha menyumbunyikan wajahnya.



“Sekarang ceritakan pada saya, apa yang kamu temukan dan apa yang kalian lakukan tadi malam di Incheon..?” Bi terus mendesak Hye Sun secara halus.

“APAAA.. ???” Semua tamu dan pelayan menoleh ke arah mereka mendengar suara Hye Sun yang menggema, Hye Sun hanya tersenyum kecut dan mengangguk pelan ke arah mereka tanda permohonan maaf karena telah membuat mereka terusik dengan suaranya, ia kembali mengarahkan pandangannya kepada Bi. “Jadi oppa menguntit saya dari kemaren..?” Bi hanya tersenyum mengiyakan. “Oh Tuhan…” Hye Sun memegang kepalanya dengan ke dua tangan dan menggelengkannya pelan, ia marah tapi tidak bisa mengeluarkannya, ia tidak percaya Bi sampai sebegitunya terhadapnya. Setelah kejadian beberapa tahun lalu di mana Bi menjadi dekat dengannya sikap Bi selalu berusaha melindunginya dan kadang ia merasa tidak nyaman dengan Lovelyn karena Bi tidak bersikap seperti itu pada Lovelyn tapi kali ini Bi terlalu berlebihan menurutnya. Bi tidak tahu harus bagaimana menghadapi Hye Sun jika sudah begini.

*************

Sementara itu pada waktu yang sama di ruang kerja Lee Min Ho gedung bertingkat 30 Group Lee.

Min Ho melempar hp ke meja kerjanya begitu saja dengan kesal beruntung hp itu tahan banting sehingga tidak berurai keluar isinya. Ia sudah tidak terhitung berusaha menghubungi Hye Sun tapi tidak di angkat. “Kemana gadis itu ? Kenapa teleponku tidak di jawab ? Apa hpnya tertinggal atau … jangan-jangan telah terjadi sesuatu dengannya ?” Semua pertanyaan itu berkecamuk dipikirannya, apalagi memikirkan yang terakhir membuatnya jadi cemas dan khawatir, entahlah kenapa ia jadi memikirkan gadis itu setelah pertemuan semalam.



Ia mengetok-ngetok kepalanya dengan telunjuk berusaha mencari jawaban atas semua pertanyaan yang tiba-tiba muncul dikepalanya, kemudian terlintas sesuatu dipikirannya. Min Ho lalu meraih lagi hp yang tergelak di meja, mencari nama seseorang di kontak dan menghubunginya, setelah tersambung ia dekatkan hp ke telinga.

“Yeoboseyo..”

*************

Kembali ke Café Manolin

“Mianhae, jeongmal mianhae Hye Sun-yaa…”Bi berdiri mendekati Hye Sun dan memegang bahunya setelah agak lama mereka hanya berdiam diri, Bi tahu Hye Sun pasti sedang marah padanya. “Saya tahu apa yang saya lakukan berlebihan, saya menyesal…tapi saya sangat mengkhawatirkanmu Hye Sun-yaa, ka..re..na…karena saya…” Bi tidak bisa melanjutkannya karena kata-kata itu seperti tercekat ditenggorokannya.

“Sudahlah Oppa…Saya tahu maksud oppa baik tapi lain kali tolong jangan diulangi lagi atau paling tidak oppa minta izin atau memberitahu saya dulu..” Hye Sun dengan muka manyun melihat sekilas ke Bi. Hye Sun tahu kalau jadi agent rahasia dalam menyelidiki kasus tidak mungkin memberitahu orang yang akan dibuntutinya tapi Hye Sun terlanjur sebal.

“OK!…Baiklah…” Bi berjanji walaupun akan susah untuk menepatinya mencoba merayu Hye Sun dengan senyum manisnya, melihat Hye Sun yang masih bete Bi mencoba memasang muka lucu,
 


awalnya Hye Sun mengacuhkannya tapi lama-lama ia tidak bisa menahan tawanya melihat mimik muka lucu Bi yang di buat-buat.



“Huaahaahaahaa….” Melihat Hye Sun sudah kembali ceria Bi menghentikan ulahnya, ia menatap Hye Sun yang masih tertawa tanpa berkedip, merasa di tatap terus oleh Bi, Hye Sun menghentikan tawanya.

“Sekarang katakan yang sebenarnya, kamu kemaren menemui saya karena ada sesuatu yang kamu temukan kan ?” Bi bertanya dengan serius.

Hye Sun tidak berani melihat Bi, ia menunduk sambil memainkan ujung bajunya. Ia masih ragu untuk mengatakannya, lama ia terdiam dan menimbang-nimbang.

“Saya akan menceritakan semuanya tapi oppa harus berjanji satu hal pada saya.” Sahut Hye Sun akhirnya.

**************

Masih di Café Manolin setelah 20 menit berlalu

Min Ho masuk ke dalam Café, matanya mencari sosok Hye Sun namun yang di cari tidak ada kemudian ia memanggil pelayan dan menanyakan keberadaan Hye Sun, pelayan berbicaranya padanya sambil sesekali mengarahkan telunjuknya ke atas.



Min Ho lalu bergegas menuju tangga dan naik ke atas, begitu sampai di atas ia mengedarkan pandanganya sambil terus berjalan ke arah teras dan ia tertegun begitu melihat Hye Sun dengan Bi, tanpa sadar ia mengepalkan jari tangannya dan sebelah tangannya meraih vas bunga berbentuk botol terbuat dari kaca yang ada didekatnya lalu meremasnya dengan kuat.



Lee Min Ho POV :
Aish…Aku mengkhawatirkannya tapi dia malah asyik berdua dengan pemuda itu. Apa yang sedang mereka bicarakan ? Kelihatannya serius sekali. Akhhh…Kenapa hatiku terasa sakit setiap melihat mereka berdua.

Sekitar 3 menit ia menatap  mereka berdua dengan pandangan tajam menusuk sementara Hye Sun tidak menyadari kehadiran Min Ho karena membelakanginya.

“Kraaakkk….praaaangggggg” Semua menoleh ke arah bunyi benda pecah dan jatuh berserakan begitu juga Bi dan Hye Sun, alangkah kagetnya Hye Sun melihat Min Ho berdiri memandangi mereka dengan pandangan tajam. Hye Sun menutup mulutnya dengan ke dua tangannya dengan mata melotot begitu melihat salah satu tangan Min Ho memegang pecahan vas kaca dan berdarah sementara di lantai berserakan pecahan lain yang lebih banyak dan tetesan darah.

Min Ho mendengar suara berisik tamu dan pelayan café langsung mangalihkan pandangannya dari Hye Sun dan Bi, melihat mata mereka semua tertuju padanya membuat Min Ho melihat ke dirinya dan ia juga kaget mendapati tangannya dan pecahan vas yang berserakan disampingnya. Ia langsung membuang pecahan vas ditangannya, beberapa pelayan mendekatinya untuk membersihkan lantai sementara Min Ho berjalan ke arah Hye Sun seakan tidak ada yang terjadi.



Setelah berada di depan Hye Sun, ia melihat Bi sekilas dengan pandangan dingin dan acuh kemudian memandangi Hye Sun sejenak dengan mulut maju beberapa centi dan alis berkerut. Hye Sun merasa Min Ho semakin aneh sikapnya. Min Ho kemudian menarik tangan Hye Sun untuk berdiri dan menyeretnya pergi tanpa menghiraukan Bi yang bingung melongo melihat sikap Min Ho.

“Yaaa…apa yang anda lakukan heh..lepaskan..” Hye Sun berusaha melepaskan tangannya tapi pegangan Min Ho sangat kuat, ia melihat ke Bi sejenak dengan pandangan memelas.



Min Ho tetap membawa pergi Hye Sun dengan paksa tapi baru beberapa langkah ia di cegat oleh Bi. Min Ho menatap Bi langsung ke bola matanya dengan pandang menusuk.

“Lepaskan Hye Sun, anda telah menyakitinya Mr. Lee Min Ho..” Bi mengalihkan matanya ke Hye Sun di samping Min Ho yang meringis kesakitan. Min Ho melihat ke samping dan ia merenggangkan pegangannya lalu kembali melihat ke Bi.
Beberapa tamu melihat mereka dan berbisik-bisik.

“Biarkan kami pergi.” Min Ho melihat Bi dengan pandangan membunuh.

“Baik. Anda bisa pergi tapi tinggalkan Hye Sun.” Bi tidak mau mengalah.

“Apa hak anda melarang ?.. Bukankah dia bukan pacar anda…?” Min Ho tersenyum sinis tapi juga merasa was-was.



“Ne, tapi tidak lama lagi saya aka_...” Bi belum selesai bicara sudah di potong Min Ho.

“Sudah kuduga…” Min Ho tersenyum kecil. “Oh ya, kenalkan aku calon suami Hye Sun...kami sebentar lagi menikah dan itu sudah di atur oleh orang tua kami” Min Ho menepuk dadanya dengan bangga dan senyum menghias bibirnya sampai ia lupa tujuan utamanya mencari Hye Sun, lalu mengalihkan pandangannya ke samping, ia melepaskan pegangan tangannya dan melingkarkannya ke pinggang Hye Sun.


End Chapter

*********

« Last Edit: April 17, 2010, 01:24:18 am by Amira »

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
assyiikk Amira onnie dah update jg akhrnya... thx yakk sizt...n_n... commentnya nyusul bsok yak berhub dah tengah malam n msti bobo jd mw mksh dlua j dah update..hehhe..oke2
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
sis bultang, thanks buat updateannya [biggrin] ... dasar nih si mino, ga di ff ini atau di ff2 lain, klu udah cemburu bawaannya pasti begitu [hmpfh] [hmpfh]

Quote
“Oh ya, kenalkan aku calon suami Hye Sun...kami sebentar lagi menikah dan itu sudah di atur oleh orang tua kami” Min Ho menepuk dadanya dengan bangga dan senyum menghias bibirnya sampai ia lupa tujuan utamanya mencari Hye Sun, lalu mengalihkan pandangannya ke samping, ia melepaskan pegangan tangannya dan melingkarkannya ke pinggang Hye Sun.

 [laughing] [laughing] [laughing]
sweet abis deh mino-ssii [lovestruck] [lovestruck]

ditunggu chp selanjutnya sis, jgn ampe update tahun depan spt gw ya lol lol

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
mami mang perlu di  [head break] [head break] [head break] [head break] kl ampe update tahun depan  [ranting] [ranting] [ranting] [ranting]


sista gak di MP gak disini kyknya aku mang perlu bawa penggaris ye  [hmff] [hmff] [hmff]

“Akan aku katakan nanti, sekarang kamu mandi dan sarapan…Aku tunggu di ruang makan.” Min Ho kemudian melangkah menuju pintu ke luar meninggalkan Hye Sun sendiri dengan mulut bawah maju 1 centi[hmff] [hmff] [hmff] just kidding lho sista

huaaaaa si mino mah posesipnya sungguh terlalu yah ampe tangannya berdarah gitu  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] makanya tuh sista si BI di kasih si LOPLIN aja biar Mino gak nyakitin dirinya ndiri  [laughing] [laughing] [laughing] biarkan si LOPLIN bercinta dengan abang BI  punk punk punk  [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Oki, mami & mak nem : gomawo...Iya nih mino mang klo dah jeles suka gitu tapi gak apa-apa klo cuman lukain tangan sendiri daripada nyium ce yang ga di suka tuk lampiasin cemburunya [laughing][laughing][laughing]...

Mami mang perlu di [hammer] [hammer] nih masa update WGM taun depan..kenapa gak seabad lagi aja mi...

Endree : tenang mak, entar si love akan ada sesuatu dengan si Bi xixixi...

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
thanks amira onnie udah diupdate..

wa..wa.. ada yang jealous ini..
itu si minho datang ke manolin karena mau nanya soal tas itu kan ya?? Hmm masalah baru akan dimulai..
ntar tu para penjahat pasti bkalan ngejar2 mereka berdua tuch...

LOL..ternyata gak terjadi apa2 toh xixixi, tapi emang kocak dech karakter minho disini cepet banget berubahnya kadang usil, trus perhatian kadang kasar dan jealous abisss...

thanks onnie cepetan diupdate lagi ya..
siggy by endree noona ^^v

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Oki, mami & mak nem : gomawo...Iya nih mino mang klo dah jeles suka gitu tapi gak apa-apa klo cuman lukain tangan sendiri daripada nyium ce yang ga di suka tuk lampiasin cemburunya [laughing][laughing][laughing]...

Mami mang perlu di [hammer] [hammer] nih masa update WGM taun depan..kenapa gak seabad lagi aja mi...

Endree : tenang mak, entar si love akan ada sesuatu dengan si Bi xixixi...
NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO [nono] [nono] kalau ampe terjadi sesuatu ama gw and bi, gw bakal hiatus dr forum ini [dry] [dry] pilih sendiri deh [chin] [chin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
[laughing] [laughing] si mami kelabakan nih...
tenang mi, tidak akan terjadi apa2x antara mami sama bi..pokoknya tunggu aja kemunculan mami di acara nikahnya minsun...

Izz : iya nih, mino sudah mulai berubah tapi ya itu masih kasar & di chap 8 hye sun sendiri bingung dibuatnya dengan sikap mino yg berubah2x gt..

Spoi chap 8 ada [hmff] yg sweetlah tapi jangan heran ya klo deskrisinya kurang mengena coz bingung jabarinnya tapi klo prakteknya sih jangan ditanya [laughing]...

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
udah baca.....cweet banget....minho kalo udah cembokur kayak githu.....tapi aku suka....
eh ternyata rasa suka aku di tanggepi oppa, ternyata oppa juja cinta mati sama aku..... [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [huglove] [jumpy] [bav]
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...