Author Topic: Unconscious Love ~Chapter 13, update 7 August 2011  (Read 36706 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mian mian gw baru balik nih [sweat]
ok ok selesaiin chp terakhir dulu, beri daku waktu 1,5 jam pasti gw update ok [biggrin] [bye]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
mian mian gw baru balik nih [sweat]
ok ok selesaiin chp terakhir dulu, beri daku waktu 1,5 jam pasti gw update ok [biggrin] [bye]

yoa mam...


mami... online ya..  [heh] [heh] [heh]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
mian mian gw baru balik nih [sweat]
ok ok selesaiin chp terakhir dulu, beri daku waktu 1,5 jam pasti gw update ok [biggrin] [bye]

Okeh take your time mam  whistling padahal chapter atu aja blon baca  [laughing]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Okelah okelah... 1,5 jam. Deal!! Tapi gak kentang kan mi?? Biar gak ada pikunya gak papah, yang penting puaaanjaaaaaang ampe pulau new colodonia. Azza mi! Azza!!
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mian mian gw baru balik nih [sweat]
ok ok selesaiin chp terakhir dulu, beri daku waktu 1,5 jam pasti gw update ok [biggrin] [bye]

Okeh take your time mam  whistling padahal chapter atu aja blon baca  [laughing]
what?????!!! lum dibaca udah minta update [head break] [ranting] [guns] [guns] dasarrrr hammer2

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
mian mian gw baru balik nih [sweat]
ok ok selesaiin chp terakhir dulu, beri daku waktu 1,5 jam pasti gw update ok [biggrin] [bye]

Okeh take your time mam  whistling padahal chapter atu aja blon baca  [laughing]
what?????!!! lum dibaca udah minta update [head break] [ranting] [guns] [guns] dasarrrr hammer2

[laughing] [laughing] Kan UL aku tabung dulu mi... ntar takut nasibnya sama kea' TMFS ntuh  whistling

Janji dah ntar malem tak baca semua buat dongeng sebelom tidur... [biggrin]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ok vay ..
mian ya semuanya.. sekrg lg update piku2,,, tunggu setengah jam lagi [biggrin] [bye]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
ok vay ..
mian ya semuanya.. sekrg lg update piku2,,, tunggu setengah jam lagi [biggrin] [bye]

 [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]

tapi,,, nihhh  [huglove] [huglove] [huglove] dulu biar cepetan updatenya.. rese lo mamm...

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
ok vay ..
mian ya semuanya.. sekrg lg update piku2,,, tunggu setengah jam lagi [biggrin] [bye]

ya udah cepet d0nk Mi'.
Udh jamuran nih dari tdi.
Sblum nNt0n final, kudu baCa ff dulu.
Biar + semangat gw dukung SPAIN.
Hoho ' _ `
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile



"Wahhh yipoyeo ..."

Jaekyung mengangga takjub dengan dekorasi ruangan kantor hotel Shin Hwa yang sekarang dimasukinya bersama Junpyo. Pandangannya menjelajahi ruangan tersebut, balon-balon beraneka-warna dengan lampu-lampu hias kecil-kecil berkerlap-kerlip indah, serta pita-pita panjang berwarna-warni mengantung tinggi di langit-langit ruangan. karangan-karangan bunga dari berbagai jenis bunga dan warna juga menghiasi seluruh sudut ruangan, dari meja di sudut kanan ruangan sampai ambang pintu dan jendela. Ruangan yang merupakan ruang kantor biasa tersebut dirombak menjadi mirip ruang dansa.



"I .. ini benar khusus di ... format buat ulangtahunku?", Jaekyung mulai melangkahkan kakinya ke dalam ruangan itu. Matanya tak berkedip, lebih tepatnya lagi tidak mampu berkedip. Sinar-sinar lampu menyapu wajah dan sekujur tubuhnya, menjadikannya seperti bermandikan cahaya.

"Ne ... ", sahut Junpyo dari belakang. Sepasang matanya ikut diedarkan ke seluruh ruangan. "Mr. Jung memang hebat, .. dalam waktu duapuluh menit, ruangan ini sudah dihipnotis sedemikian rupa seperti ini ..", pikir Junpyo. Sepasang tangannya bersidekap di depan dada. "Kamu suka?"

"Ne ..". Jaekyung menoleh ke belakang dan tersenyum pada Junpyo, setelah itu dia berhambur ke dalam ruangan. "Jinja yipoyeoooo!!!", teriaknya keras-keras.

"Bagus kalau kamu suka. Saengilchukae Jaekyung-a .. "

Jaekyung menghentikan langkahnya, perlahan dia berbalik kearah Junpyo. Sekali lagi dia tersenyum. "Gumawo ... hmmm Junpyo-a.. boleh saya minta sesuatu darimu?", tanya Jaekyung ragu-ragu.

"Tentu saja, apa itu?"

"Saya .....", perkataan Jaekyung terputus selama beberapa detik. Dia memandangi Junpyo dengan seksama, 'apa pantas dia mengajukan permintaan ini? apa pada tempatnya? tapi suasana di sini sangat mendukung, ruangan ini terlalu indah untuk disia-siakan .. akhhhh .. masa bodoh, sebaiknya dia ungkapkan dulu, mau ditolak atau dipenuhi Junpyo itu urusan belakangan .. '.

"Apa kamu keberatan menciumku? Saat ini juga Junpyo-a!"

Permintaan mendadak dari Jaekyung membuat Junpyo berdiri kaku di tempatnya. Wajah yang datar itu bergerak sedikit, walaupun tetap tidak terbaca apa reaksi dia selanjutnya.


~~~~ *** ~~~~



"Hoshh hoshhh ...", bunyi nafas Jandi, dan takk .. tukkk .. takk ... bunyi hak sepatunya yang berdetak-detuk nyaring di lorong hotel, lantai tertinggi hotel Shin Hwa.

"Goo Jun Pyo sialan!! hossshhh permintaannya .. hosshhh aneh-aneh aja ..awas kalau ketemu nanti, akan .. hosshh tahu rasa dia!! ...", gerutu Jandi diantara nafasnya yang memburu.'Tapi siapa yang menyuruhmu memenuhi permintaannya .. ', ggrrrr suara yang menyahut dalam hatinya laksana guntur mengelegar di siang bolong. Jandi mengelengkan kepalanya keras-keras, "Cukup kali ini saja!!! Cukupp!! Tidak akan terulang lagi!! Tidak akan berlanjut lagi!!"

takkk .. tukkk .. TAK, langkah Jandi berhenti tepat di depan pintu kantor Junpyo. Sinar warna-warni yang tidak begitu terang terlihat memancar keluar dari celah pintu yang tidak tertutup rapat. Jandi kemudian meneruskan langkahnya.

"Apa alasanku menuruti perintahnya? Goo Jun Pyo pasti tertawa kesenangan atas kekalahanku ini!!! Huhhh dasar kamu, pabo-a Geum Jan Di,,,,", Jandi mengetok kepala sendiri, bibir bawahnya digigit keras, "CUKUP SUDAH, BENAR-BENAR CUKUP SUDAH SAYA MENURUTI PERINTAHNYA!!! MUAK, SAYA SUDAH ... deggg ... sesuatu, atau tepatnya, dua orang yang sedang berpelukan dengan wajah saling menyentuh menghentikan langkahnya.

Melalui celah pintu, Jandi bisa melihat jelas apa yang dilakukan mereka. Pasangan tersebut menempel erat dengan posisi bibir saling melumat, mereka berciuman dengan bergairah.


Perlahan Jandi mundur ke belakang. Bibir dan sepasang matanya terbuka lebar. 'Mengapa hal seperti ini terlihat olehnya? Goo Jun Pyo, ini untuk pertamakalinya dia melihat pemuda itu berciuman dengan seorang wanita dan wanita tersebut dikenalnya, rekan kerjanya, Ha Jae Kyung!'

"Apa yang harus kulakukan? Mengapa perasaanku tidak enak begini? Tapi .." .. 'tentu saja perasaanmu tidak enak!!', tegur sebuah suara dalam hatinya, secara mendadak sehingga membuatnya terperanjat, 'kamu memergoki sepasang kekasih sedang berciuman, Jandiya dan itu ... itu tindakan yang tidak pantas!!'

"Agashi .... agashi ... ", sapaan berulangkali dari pelayan hotel dibelakang tidak terdengar oleh Jandi. Dia berada di posisi semula, dalam keadaan terguncang hebat dengan apa yang dilihatnya barusan.

"Agashi!!", telapak tangan pelayan tersebut menempel ke pundaknya.

"O ..", tangan kanan Jandi terangkat ke bibir -kaget, segera dia berbalik ke pelayan tersebut. Ekspresi wajahnya terlihat seperti orang linglung, masih melayang di bawah sadar. "De??!!"

"Gwencana?", tanya si pelayan khawatir.

"O .. ne, ... sa .. saya ... gwencana-yo .. "

"Jeongmal? Tapi .. agashi terlihat sangat pucat .. "

"Aniyo!! .. Saya baik-baik saja .. ", bantah Jandi gesit.

Secepat kilat dia melewati pelayan tersebut, bermaksud berlalu dari tempat itu secepat mungkin. Tapi sesuatu yang mendadak melintas dalam benaknya membuat dia menghentikan langkah seketika.
"O ya .. ", Jandi berbalik kepada pelayan hotel itu.

"Ne agashi?"

Jandi mengubek tasnya sebentar kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil dari beludru hitam. Kotak tersebut disodorkannya kepada pelayan pria itu.
"Tolong berikan ini pada Goo Jun Pyo ehh .. maksudku .. direktur Goo, .. katakan padanya dari Geum Jan Di .. ". Setelah mengatakan itu Jandi berlalu dari hadapan pelayan tersebut.


~~~~ *** ~~~~


Junpyo melepaskan rangkulannya dari pinggang Jaekyung, dengan halus dia mendorong wanita itu ke belakang sehingga keagresifan permainannya di tubuh dan bibirnya terlepas begitu saja.

"Weo?!", tanya Jaekyung. Sepasang matanya berkedip-kedip tidak mengerti dengan tindakan Junpyo.

Pemuda itu tersenyum perlahan. "Kita teruskan nanti, setelah kejutan yang kuberikan padamu ..", jawabnya.

"O ..", balas Jaekyung pelan terhadap jawaban Junpyo. Dia terlihat kecewa tapi tentu saja tidak dapat berbuat apa-apa terhadap keputusan Junpyo.

Tapi ekspresi wajahnya itu tidak terlihat oleh Junpyo karena pemuda itu sudah sibuk dengan ponsel di tangannya. Berulangkali dia menekan beberapa tombol, kemudian memperhatikannya dengan seksama apakah ada nomor yang terlewatkan atau masuk, tapi kata empty terus terpampang di monitor ponsel tersebut.

"Kemana wanita itu?!!", dengus Junpyo. Untuk kesekiankalinya dia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, "Hmmm sudah hampir setengah jam belum juga menampakkan batang hidungnya?"


"Dhuga?", tanya Jaekyung pelan. Sebenarnya hanya pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban karena dia sudah dapat menebak siapa wanita yang dimaksud Junpyo.

tok .. tok .. tok .., terdengar ketukan dari pintu, menghentikan maksud Junpyo menjawab pertanyaan Jaekyung. Secara bersamaan mereka menoleh kearah pintu.

"Masuk!!"

Seorang pelayan berseragam hitam putih memasuki ruangan. Dengan hormat dia membungkuk pada Junpyo dan Jaekyung.

"Anyongheseyo direktur Goo dan .. agashi .. "

"Ada apa?", tanya Junpyo tanpa basa-basi.

Pelayan itu melangkah ke depan dan menyerahkan sebuah kotak kecil berwarna hitam pada Junpyo.
"Ini dititipkan Geum Jan Di agashi pada pak direktur .. "

"Geum Jan Di?". Junpyo melayangkan pandangan ke pintu, " .. lalu kemana dia sekarang?"

"Agashi sudah pergi pak direktur ... Setelah menitipkan barang ini, agashi berlalu dengan tergesa-gesa .. mungkin agashi ada keperluan penting lainnya .. ", tebak pelayan itu.

"Sudah!", potong Junpyo, " .. kamu boleh keluar sekarang juga!!", lanjutnya tajam.

Pelayan hotel tersebut terburu-buru membungkukkan badannya, kemudian berlalu dengan ketakutan.

Junpyo masih memperhatikan keadaan di luar selama beberapa menit, setelah itu dia membuka kotak kecil dalam genggamannya. Sepasang anting-anting dari emas putih dengan berhiaskan mutiara pink lembut tampak tergantung di pengait kecil dalam kotak tersebut.
"Hmmm selera Jandi selalu istimewa .. ". pluppp .. dia menutup kotak itu kembali.

"Apa .. itu .. untukku?", tanya Jaekyung ragu-ragu, membuat Junpyo berpaling padanya.

Junpyo tidak menjawab, diperhatikannya wanita itu dengan seksama begitu juga Jaekyung. Kebisuan mulai menyelimuti ruangan itu ketika keduanya tidak mengeluarkan suara sama sekali. Perlahan Junpyo memasukkan kotak tersebut ke dalam saku jasnya.
"Saya akan mencarikan kado lain buatmu .. yang ini tidak cocok dan terkesan murahan .. "


~~~~ *** ~~~~


Jandi keluar dari hotel Shin Hwa dengan kecepatan tinggi. Dia berjalan cepat, membelah jalanan kota Seoul yang cukup ramai siang itu. Mobilnya yang terparkir di lapangan parkir hotel Shin Hwa, di lantai dasar, terlupakan sama sekali olehnya. Dia berjalan terus dengan pikiran menerawang.



Adegan-adegan yang tidak sengaja terlihat olehnya di kantor Junpyo berkelebat terus dalam otaknya. Bibir yang terbuka dan saling melumat, ohhh tuhan!!! mengapa sampai terlihat olehnya?!! Dosa apa yang dilakukannya hingga harus melihat adegan begituan?!

"GOO JUN PYOOOO BERENGSEKKKKK!!!", teriaknya keras-keras.

Berpuluh pasang mata langsung tertuju pada Jandi membuatnya segera menutup mulut rapat-rapat dengan sepasang tangannya.

"Sosoengheyo .. ". Jandi membungkuk dalam-dalam, secepat kilat dia berlalu dari situ.

"Hosshh .. hosshh .. Goo Jun Pyo, apa dosaku padamu? .. Mengapa .. hosshhh mengapa .. selalu melibatkanku .. dalam .. dalam ... hubungan-hubunganmu .. dengan wanita-wanita tersebut ..hosshhh .. "

Jandi berlari terus, dan terus, sampai hampir kehilangan nafasnya. Dia membungkuk dan menarik nafas dalam-dalam berulangkali di pinggir jalan yang terpisah beberapa puluh meter dari hotel Shin Hwa. Tanpa terasa sepuluh menit sudah dia berlari, wajahnya memerah dan dadanya hampir meledak karena kehilangan udara.

Setelah agak tenang, Jandi mulai melangkahkan kakinya. Sampai di terminal bis terdekat, sekitar lima meter dari persimpangan jalan, seseorang yang berada dalam bis menarik perhatiannya.

"Heii bukankah itu pengacara Choi Seon Jung? Mengapa bisa berada di sini?"

Bis yang berhenti di terminal tersebut, setelah mengambil penumpang-penumpangnya, perlahan melaju meninggalkan terminal.

"HEIII TUNGGU!!! JANGAN PERGI DULU!!!". Jandi berteriak keras seraya mengejar bis tersebut.

Choi Seon Jung merupakan pengacara terkenal yang sedang diburu berbagai media massa akhir-akhir ini. Kasus penyelundupan besar-besaran yang dilakukannya terhadap beberapa perusahaan ternama di Korea sudah menyebar kemana-mana. Semua orang menuntut pertanggung-jawabannya. Karena itu setelah berita tersebut gempar, pengacara tersebut hilang entah kemana. Sudah seminggu lebih tidak didapat kabar darinya, karena itu tidak mengherankan kalau Jandi sangat histeris dengan kemunculannya yang mendadak dalam bis umum itu.

"BERHENTI KATAKU!!"

Tanpa sadar langkah Jandi sudah diluar batas, -keluar dari pinggir jalan, dia berlari terlalu ke tengah jalan raya, dan ... genggggg .....

Sepasang mata Jandi terbelalak lebar. Sebuah truk melaju kearahnya ... brakkk .... "Akhhh ... ",pandangan Jandi mengabur, dan brukk .. tubuhnya ambruk ke jalanan beraspal.


~~~~ *** ~~~~


Tanpa mengubris pandangan tajam dari Jaekyung, Junpyo kembali sibuk dengan ponselnya. Dia menekan nomor Jandi kemudian mendekatkannya ke telinga.

kring .. kring .. kring ..., bunyi dari seberang terdengar terus tanpa ada tanda-tanda akan diangkat si pemilik telepon.

"Kemana anak itu? .. Selalu saja begini akhir-akhir ini!!", gerutu Junpyo.

"Siapa? Agashi?", tanya Jaekyung sinis.

Junpyo tidak memperhatikannya, setelah tutttttt berkepanjangan terdengar, dia mencobanya lagi.

kring .. kring .. kring ...,

"Yeoboseyo .. ", kali ini ponsel tersebut diangkat setelah deringan ketigakalinya.

Kening Junpyo berkenyit perlahan ketika sahutan dari seberang bukan suara yang ingin didengarnya. "Siapa kamu? Mengapa ponsel Jandi ada padamu??!!", teriaknya gusar.


"Maaf tuan, apakah tuan kenalan agashi pemilik telepon?", tanya suara dari seberang, terdengar terburu-buru.

"Anda siapa?", balas Junpyo dingin.

"Saya bukan siapa-siapa, .. Saya hanya orang lewat yang tidak sengaja melihat kecelakaan yang menimpa agashi ini .. "

"KECELAKAAN!!!", teriak Junpyo histeris, membuat Jaekyung segera berpaling padanya.

"Ada apa Junpyo-a? Siapa yang kecelakaan?"

Junpyo seperti tidak mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari Jaekyung. Wajahnya pucat seketika.

"Iya benar ... sebuah truk menyerempetnya .. Kami sudah menelepon ambulans dan sekarang agashi sedang dibawa ke rumah sakit Seoul .. ", sambung suara dari seberang.

brakkk ... ponsel dalam genggaman Junpyo jatuh ke lantai.

"Gwencana Junpyo-a? .. Ada apa?". Jaekyung menguncang tubuh Junpyo berkali-kali, tapi seperti jiwa yang sudah terpisah dari raganya, Junpyo tidak bergeming sama sekali.

"JUNPYO-A!!!', guncangan Jaekyung semakin keras, sehingga ...

deggg .. Junpyo tersentak dari posisinya.

"Gwencana Junpyo-a?"

Junpyo mendorong Jaekyung ke pinggir kemudian melesat dari ruangan itu.

"Yaaa Junpyo-a, mau kemana??!!!". Teriakan Jaekyung tidak mendapat sahutan dari Junpyo. Ketika dia keluar dari ruangan tersebut, bayangan pemuda itu sudah menghilang di balik lift hotel.

"Yaaa Goo Jun Pyo,,, tunggu saya!!!". Jaekyung berlari ke deretan lift yang terdapat di lorong luar. Lift yang ditumpangi Junpyo sudah tidak terkejar lagi. Begitu salah satu dari jejeran lift tersebut terbuka, Jaekyung segera menghambur ke dalam.


~~~~ *** ~~~~


Satu, dua, tiga ... pandangan Jaekyung mengikuti gerakan Junpyo yang sejak lima menit lalu mondar-mandir di hadapannya. Pemuda itu terlihat gelisah. Ruang VIP yang ditempati Jandi belum dibuka juga. Bagaimana keadaannya, tidak ada seorangpun yang tahu.

"Tenanglah Junpyo-a, .. agashi tentu akan baik-baik saja .. ".

Jaekyung berusaha menghiburnya dengan perkataan itu dari lima menit yang lalu, tapi tetap saja tidak berakibat apa-apa terhadap perasaannya saat ini. Perasaan takut dan .. entah apa itu!!

"Sudah cukup bermainnya?!!"

Perkataan pedas dan tajam itu menghentikan langkah Junpyo. Wajahnya yang sedari tadi tertunduk ke lantai diangkat ke atas. Dia segera berbalik kearah suara itu, bersamaan dengan yang dilakukan Jaekyung.

"Kamu!!!", mata Junpyo melebar perlahan. "Mengapa kamu sampai berada di sini? Bukankah kamu bilang akan berangkat ke Jepang hari ini?"


"Beruntung rapat hari ini ditunda sehingga saya tahu apa yang terjadi pada Jandi .. ", ujar Kang Hae Jeang dingin.

Dia melirik Jaekyung, yang segera berdiri dari tempatnya. Dengan gugup dia membungkukkan badannya.
"Anyongheseyo .. "

Madam Kang berbalik ke Junpyo, seakan tidak melihat kehadiran Jaekyung di situ.

"Kapan kamu akan berhenti?"

Junpyo menghembuskan nafasnya. "Mengapa kamu bisa berada di sini madam Kang?". Diliriknya Mr. Jung yang berdiri di samping ommanya.

Mendapat kerlingan tajam dari Junpyo, asisten pribadi itu membungkukkan tubuh perlahan. "Sosongheyo doronim .. "

"Kamu tidak perlu merasa bersalah Mr. Jung!!", potong Hae Jeang, "Omma yang memaksanya mengabari keberadaan Jandi .."

"Weo? Apa urusanmu dengan Jandi?"

"Tidak ada. Omma hanya bermaksud makan siang bersamanya, tapi ternyata .. lihat apa yang kamu lakukan? Dia celaka gara-gara sifat kekanak-kanakanmu .. ".

Jaekyung mendadak bergerak dari posisinya. "Bukan begitu Kang Hae Jeang-nim, .. kecelakaan yang terjadi pada agashi bukan kesalahan Junpyo .. "

"Junpyo?!", Hae Jeang melirik padanya. "Apa hakmu memanggil anakku Junpyo, agashi?"

"Sa .. sa ..ya .. ", Jaekyung tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Wibawa Hae Jeang membuatnya terbungkam.

"SEMUA KESALAHANKU!!", sahut Junpyo tiba-tiba. "Jika itu yang ingin kamu dengar madam Kang, kecelakaan itu memang kesalahanku .."

"Junpyo-a ... ", ujar Jaekyung halus.

"Jika saya tidak mengajukan permintaan itu, mungkin dia sedang melakukan pekerjaan di kantornya yang tenang sampai detik ini dan bukan .. berkeliaran di jalan raya .. sehingga .. ". Kepala Junpyo menunduk perlahan, bibir bawahnya digigit keras-keras, 'ya, kecelakaan ini kesalahannya. Mau bagaimanapun dia menyangkal kenyataan ini tetap saja dia penyebab dari kecelakaan tersebut ....'

"Bagus kalau kamu menyadarinya! .. Itu berarti kamu masih berperasaan, Goo Jun Pyo .. ", ujar Hae Jeang.

Diamatinya Junpyo dengan seksama, kepala putranya itu masih tertunduk dalam-dalam sehingga wajahnya tidak terlihat olehnya. Kemudian dia mengalihkan perhatian pada Jaekyung. Wanita itu segera menundukkan wajahnya, tidak kalah dalam dari Junpyo.

Ceklekk .. pintu kamar VIP tersebut terbuka. Orang-orang yang mengerumuni lorong luar dalam ruangan itu mengalihkan perhatian kearah pintu. Seorang dokter, diikuti dua orang perawat keluar dari ruangan tersebut. Junpyo segera mendekatinya.

"Bagaimana keadaannya dokter?"

"Kalian keluarga nona Geum?", tanya dokter tersebut.

"Orangtuanya berada di luar negeri sekarang .. Saya sahabat baiknya jadi dokter bisa memberitahuku keadaannya .. ", jawab Junpyo tegang.

"Baiklah .. ". Dokter itu melepaskan masker yang melekat di wajahnya, dipandanginya Junpyo dengan sungguh-sungguh. "Keadaan nona Geum tidak parah. Dia hanya  terserempet sedikit di bagian lutut ..."

"Tidak parah? Lalu mengapa dia sampai tidak sadarkan diri selama itu?"

"Nona Geum hanya terlalu syok ... luka luarnya tidak parah .. Saya sudah memberi suntikan penenang buatnya. Nona Geum akan tertidur sampai esok hari .. ", jelas sang dokter.

Junpyo mengangguk sambil menghembuskan nafas lega. "Syukurlah .. ghamsamida dokter Park .. "

Dokter Park menepuk pundak Junpyo, "Tuan jangan khawatir, dia akan baik-baik saja .. ", kemudian dokter itu berlalu, dibuntuti suster-suster yang mengikutinya.

"Untung Jandi tidak apa-apa, .. jika tidak, kamu tahu apa yang akan omma lakukan terhadapmu kan?", ujar Hae Jeang tenang, kemudian dia beralih kepada Mr. Jung. "Kita pergi sekarang tuan Jung, .. biarkan Jandi beristirahat dan .. kamu, Junpyo-a,,, jaga Jandi baik-baik!!"

Junpyo tidak menyahut perintah dari Hae Jeang. Tampangnya masih terlihat tegang, kata-kata dokter park tadi masih tidak mampu dipercayainya. 'Jandi baik-baik saja?! Oh terimakasih tuhan .. . Tanpa disadarinya, Hae Jeang dan Mr. Jung sudah meninggalkan tempat itu.


~~~~ *** ~~~~


"Mr. Jung!!"

"Ya, Hae Jeang-nim .. "


"Berikan laporan tentang gadis itu padaku begitu kepulanganku dari Jepang .. Saya ingin tahu segalanya, -pendidikan, keluarga dan sahabat-sahabatnya .. yang terutama, asal-usul keluarganya .. "

"Ne, Hae Jeang-nim .. ". Mr. Jung menganggukan kepalanya.

"Satu hal lagi, Mr. Jung .. "

"Ne .. "

"Periksa jadwal Mr dan Mrs. Geum dan atur makan malam dengan mereka .. Masalah Junpyo dan Jandi harus dirundingkan segera .. "

"Ne, Kang Hae Jeang-nim .. "


~~~~ *** ~~~~


Junpyo membuka pintu ruang VIP yang ditempati Jandi.

"Junpyo-a .. "

Panggilan halus dari Jaekyung menghentikan langkahnya.
"Kamu pulanglah dulu .. Saya akan memerintahkan sopirku mengantarmu sampai ke rumah ..", sahut Junpyo tanpa memutar tubuhnya.

"Junpyo-a .. a .. acara kita ... bagaimana?"

"Saya tidak berniat melakukan apapun sekarang ini Ha Jae Kyung!!", sahut Junpyo lagi, kali ini terdengar lebih tegas.

"Jadi?!"


"Saya akan menghubungimu lagi nanti .. "

Junpyo meneruskan langkahnya. Setelah sampai di dalam, brakk .. pintu ruang VIP tersebut ditutup olehnya.

Sepasang mata Jaekyung melebar perlahan, berkilat-kilat tertimpa sinar lampu dari langit-langit lorong rumah sakit.


~~~~ *** ~~~~


Junpyo berjalan pelan ke ranjang. Jandi terbaring di sana, tertidur dengan pulas dan tenang. Pipi sebelah kanannya terdapat goresan panjang, sementara jidatnya lecet-lecet.

Junpyo sampai di pinggir ranjang dan mengamati gadis itu. Hembusan halus terdengar dari hidung Jandi.

"Miane ... ", ujarnya lirih.

Junpyo kemudian menjatuhkan dirinya ke kursi di samping tempat tidur. Pandangannya nanar tertuju pada Jandi. Hatinya terasa sakit, ngilu, perih, atau apapun itu .. semuanya campur-aduk jadi satu.


Digenggamnya tangan Jandi erat-erat.

"Seharusnya saya .. tidak memaksamu membantuku, .. saya egois, saya .. tidak tahu diri,,, selalu saja menyusahkanmu .... saya tahu kamu tidak berkewajiban membantuku,, tapi ... saya juga tidak tahu mengapa .. sekalipun kamu tidak berkewajiban untuk itu, saya tetap meminta bantuanmu ... Saya tidak tahu mengapa yang kepikiran olehku hanya kamu, hanya kamu yang bisa membantuku di dunia ini .. Miane Jandi-a,,, jeongmal miane .. "

Kepala Junpyo tertunduk perlahan, kemudian dia menelungkup di samping Jandi. Pikirannya mulai mengabur. Terlalu banyak kejadian hari ini, tubuhnya sangat lelah, dia ingin istirahat, yang dibutuhkannya sekarang hanya tidur yang nyenyak. Pada menit kelima, Junpyo sudah tertidur pulas di sebelah Jandi.


~~~~ *** ~~~~


Jandi membuka mata perlahan. Dia bergerak pelan-pelan dari posisinya.
"Akhhh ...", ringisnya tertahan, seluruh tubuhnya terasa sakit.

Dia mengeleng dengan sepasang mata terpejam kembali, untuk sesaat dia tidak menyadari keberadaannya. 'Tempat apa ini? Mengapa dia bisa berada di sini?'

Perlahan, Jandi membuka mata lagi. Diperhatikannya keadaan sekeliling kamar itu. Samar-samar bau khas rumah sakit tercium olehnya, dan bayangan kecelakaan tersebut mulai memasuki pikirannya.

"Ohh .. ", desah Jandi. Kepalanya menoleh ke samping, dan sekarang, keberadaan seseorang di kamar itu terlihat olehnya.

"Goo Jun Pyo!!", kening Jandi berkenyit,"Kenapa kamu sampai berada di sini??!!"

Junpyo bergerak perlahan ketika merasakan seseorang menguncang badannya. Junpyo mengejap-ngejapkan mata berkali-kali sebelum akhirnya mengetahui ternyata Jandi sudah sadar dari tidurnya.

"Jandi-a,, .. kamu .. bagaimana keadaanmu? Yaaa kamu pabo-ya,, kenapa menabrak mobil? Apa kamu mengira tubuhmu lebih keras dari baja?"

Mata Jandi melebar, "Yaaa saya yang bertanya padamu, .. apa yang kamu lakukan di sini?", gerutu Jandi.

Pandangan Junpyo melunak melihat semangat Jandi. Ya, paling tidak dia terlihat sehat-sehat saja.

"Miane .. ", ujar Junpyo pelan.

"Mwoo? Apa maksudmu? Mengapa minta maaf padaku?"

"Miane .. karena memenuhi permintaanku, kamu mengalami kecelakaan itu ..", jawab Junpyo.

"Mwo? ha .. ha .. kamu .. ha .. ha .. "

"Yaa Geum Jan Di, apa yang lucu?", dengus Junpyo.

"Ha .. ha .. mian, tapi .. kamu mengira gara-gara kamu, saya tertabrak mobil .. ha .. ha .. jangan memandang tinggi dirimu Junpyo-a ... Saya celaka karena saya tidak memperhatikan jalan ketika melihat kemunculan pengacara Choi di Seoul ini .. ha .. ha .. "

"Bukan karena memenuhi permintaanku?", selidik Junpyo.

"Tentu saja bukan .. ", jawab Jandi dengan senyum dikulum. "Kamu tidak berarti apa-apa bagiku, kamu tahu itu?"

Mendengar perkataan terakhir Jandi, pandangan Junpyo mengeras, sementara Jandi masih tersenyum-senyum sendiri di tempatnya, tanpa menyadari pandangan tajam dari Junpyo.

tokkk .. tokkk .. tokkkk ...., ceklekk .. pintu ruang VIP itu dibuka dari luar.

"Anyongheseyo Jandi-a .. ". Seseorang masuk ke dalam ruangan sebelum mendapat persetujuan dari penghuni kamar itu.

Jandi dan Junpyo berpaling kearah pintu dalam waktu bersamaan.

"Sunbae?", mulut Jandi mengangga, "Otoke?"

"Saya mencarimu di kantor ...", Jihoo mendekatinya, kemudian menjatuhkan diri di pinggir ranjang, di sebelah Jandi, " .. saya berniat mengajakmu ski bersama Jandi-a tapi kata orang-orang sekantor, kamu mengalami kecelakaan mobil kemarin .. bagaimana keadaanmu,, gwencana?". Jihoo meletakkan tangannya ke jidat Jandi, tampangnya terlihat sangat khawatir.


Tidak disadarinya, Junpyo memperhatikannya dengan tampang dingin dari seberang tempat tidur.



~~~~ *** ~~~~
« Last Edit: August 11, 2010, 06:52:28 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
all, mian klu jelek ya, bikinnya ngebut sih [sweat] [sweat]

echyn, kita berlawanan nih,,, gw dukung belanda [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline minsunlova

  • Newbie
  • *
  • Posts: 12
    • View Profile
Asssiiiiiiiik mami love update!! Thanks yoo mam :)
Komennya nanti yaaa, mau baca dulu hehe

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Asssiiiiiiiik mami love update!! Thanks yoo mam :)
Komennya nanti yaaa, mau baca dulu hehe
iya .. ditunggu ya say, ingat komentarnya yg puanjangggggggggg [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

fara

  • Guest
Gumawo udh diupdate UL chapter 6 nya mi [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
waaaaaaa si jaekyung mulai berani minta kissu ma jp mpe lumat2an lg [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] ENVY banget nie mi [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]
udh gitu hyesun kasian bgt mpe keserempet truk jadi pengen [head break] [head break] [head break] jaekyung ni.
Btw, kok jp ngga ngasih anting itu ke jaekyung mi?
Ceritanya seru kok mi tp endingnya buat penasaran bgt. Jd pengen cpt2 baca chap selanjutnya [hmpfh] [hmpfh]
Oiya, aku samaan ma echyn dukung Spain [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Gumawo udh diupdate UL chapter 6 nya mi [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
waaaaaaa si jaekyung mulai berani minta kissu ma jp mpe lumat2an lg [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] ENVY banget nie mi [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]
udh gitu hyesun kasian bgt mpe keserempet truk jadi pengen [head break] [head break] [head break] jaekyung ni.
Btw, kok jp ngga ngasih anting itu ke jaekyung mi?
Ceritanya seru kok mi tp endingnya buat penasaran bgt. Jd pengen cpt2 baca chap selanjutnya [hmpfh] [hmpfh]
Oiya, aku samaan ma echyn dukung Spain [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
yeeeeee [nono] [nono] hidup netherland [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun