Author Topic: DESTINY HIATUS  (Read 20277 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 26 september 2010
« Reply #165 on: October 10, 2010, 04:31:28 am »
Sebelumnya aku mau minta maaf. Maaf banget. Aku gg bisa nepatin janji. Malam ini aku gg bisa update. Ada urusan mendadak yang harus aku lakukan. Maaf....
Kalo urusanku udah selesai *paling cepet besok malam* aku update. Terima kasih atas pengertiannya
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Chainezz_Vian

  • Guest
Re: DESTINY, update 26 september 2010
« Reply #166 on: October 10, 2010, 04:41:33 am »
Sebelumnya aku mau minta maaf. Maaf banget. Aku gg bisa nepatin janji. Malam ini aku gg bisa update. Ada urusan mendadak yang harus aku lakukan. Maaf....
Kalo urusanku udah selesai *paling cepet besok malam* aku update. Terima kasih atas pengertiannya
       
[cry] [cry]   yahh, gk bisa update hr nie ya sist?       Hemm, yud dech gpp, tapii klo urusan'a uda slesai jgn lupa update ya sist. . .    Hwaiting! >.<

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: DESTINY, update 26 september 2010
« Reply #167 on: October 10, 2010, 06:15:33 am »
Sebelumnya aku mau minta maaf. Maaf banget. Aku gg bisa nepatin janji. Malam ini aku gg bisa update. Ada urusan mendadak yang harus aku lakukan. Maaf....
Kalo urusanku udah selesai *paling cepet besok malam* aku update. Terima kasih atas pengertiannya

Ok take ur time sizt...  [biggrin]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: DESTINY, update 26 september 2010
« Reply #168 on: October 10, 2010, 09:57:48 am »
ga bisa diupdate [chin] berarti UL ngadat juga ya [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: DESTINY, update 26 september 2010
« Reply #169 on: October 10, 2010, 05:00:23 pm »
ga bisa diupdate [chin] berarti UL ngadat juga ya [hmpfh]

[head break] [head break] [head break] [hammer] [hammer] [hammer] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting]
mampus lu!  [hmpfh]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 26 september 2010
« Reply #170 on: October 11, 2010, 06:26:19 am »
ga bisa diupdate [chin] berarti UL ngadat juga ya [hmpfh]

mam... perjanjiannya kan harusnya mami yang duluan apdet, setelah itu aku. kok kebalik sekarang? nih buat mami deh  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2  [hmpfh] [hmpfh]

PS : PM AKU.......... SEKARANG!!
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Chainezz_Vian

  • Guest
Re: DESTINY, update 11 oktober
« Reply #171 on: October 11, 2010, 06:53:12 am »
Hai sist vio [bye]    s7 ama commen sist vio, aQ juga bingung. . .   Knpa uda ada tulisian update hr nie, pdhal blm ada update,a. . .         
Apa gk jd sist?

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 11 oktober
« Reply #172 on: October 11, 2010, 07:05:57 am »
Hye Sun POV : on

Pernikahan. PER-NI-KA-HAN. Demi apapun yang ada di atas sana, aku sangat berharap waktu berhenti berputar saat ini juga. Ah, tidak, tidak. Waktu jangan berhenti, hanya.....

MUSNAHKAN SAJA LEE MIN HO SIALAN PEMIMPIN MAKHLUK HALUS ITU DARI MUKA BUMIIIII...........!!!

Hingga detik ini aku masih terus memikirkan alasan paling logis sehingga kedua orangtua kami dengan begitu santainya melaksanakan perjodohan sialan ini. What the ****! Umurku bahkan belum 18 tahun tapi dalam hitungan menit aku AKAN menyandang gelar NYONYA LEE MUDA!. Great. Apa yang dipikirkan kedua sahabatku itu nanti jika mengetahui hal ini. Terutama Ji Eun, oh..aku tidak bisa membayangkan ekspresi Ji Eun nanti. Tuhan, atau apapun yang ada di atas sana, tolonglah aku. Aku tahu aku sering berbohong pada mom dan dad, aku tahu aku sering menyembunyikan kunci mobil Jae Ha jika dia sudah bertingkah kelewatan, aku tahu aku sering membuang tomat dimakananku jika ada mom (itu bukan salahku, sudah tahu aku benci tomat!), aku tahu aku sangat keterlaluan telah memasukkan kodok ke dalam tas Yu Mi, aku tahu...ah sudahlah! Tidak ada gunanya membuat pengakuan dosa sekarang ini. Apapun yang terjadi, mau ada tsunami, banjir, Daniel Radcliffe datang sekalipun, toh orangtuaku tidak akan membatalkan pernikahan ini. Lagian untuk apa Daniel Radcliffe datang kemari.

KAMFRED!

Hye Sun POV : off

Hye Sun memperhatikan gaun pengantinnya sekali lagi. Gaun berwarna putih berbahan jenis satin itu terpasang dengan pas dan ujung-ujungnya jatuh menyentuh tumit kakinya. Dia tidak terlalu memperhatikan segala tetek bengek yang menghiasi gaunnya. Yang ia ketahui, gaun inilah yang menjadi saksi bisu atas pernikahan yang tidak pernah ia harapkan. Miss Park membantunya mengangkat gaun dan turun ke taman belakang Lee Mansion, tempat sakral yang akan menjadi saksi ikatan pernikahannya dengan Lee Min Ho. Dengan senyum yang sedikit dipaksakan, Hye Sun mengikuti langkah beberapa pelayan yang juga ikut membantunya. Ingin rasanya ia lari dan segera kembali ke Seoul, tapi dengan nyali yang sudah ciut duluan ia membatalkan niatnya tersebut. Bagaimana nyalinya tidak ciut, diseluruh Lee Mansion ini dipasangi kamera CCTV beserta ratusan pengawal dengan senjata lengkap. Menurut kabar burung yang beredar (gak tahu burungnya siapa), seluruh persiapan keamanan tingkat tinggi ini di perintahkan langsung oleh Min Ho. Sejak semalam Hye Sun bertanya-tanya, untuk apa anak bocah tengil itu sebegitu niatnya mempersiapkan pernikahan mereka? Beberapa kemungkinan masuk ke dalam pikirannya, termasuk kemungkinan bahwa Min Ho melakukannya karena mencintai Hye Sun. Belum lima detik Hye Sun memikirkan kemungkinan itu ia langsung menghapusnya dan memasukkannya ke dalam black list, kemungkinan-kemungkinan yang sangat tidak mungkin.

Hye Sun berjalan ke altar dengan dibimbing daddynya. Ujung matanya menangkap mom dan ibu Min Ho menangis tersedu-sedu. Hye Sun mengangkat alisnya tinggi-tinggi. Kenapa mereka menangis?, tanyanya dalam hati.
Pandangan matanya beradu dengan mata tajam Min Ho. Min Ho berdiri di atas altar dengan angkuhnya, wajah stoicnya tetap diperlihatkannya. Ingin rasanya Hye Sun berlari ke arah altar dan mencakar-cakar wajah sok coolnya itu. Tapi kembali diurungkannya niatnya itu, bukan karena ia takut pada Min Ho, ia hanya tidak ingin hak sepatunya patah karena berlari. Bagaimanapun juga ini sepatu kesayangannya. Hei, tapi bisa kan melepaskan sepatu dulu lalu kemudian berlari?. Auk ah, gelap. Sesampainya didepan altar, Min Ho mengulurkan tangan kanannya dan disambut oleh dad Hye Sun. Ia meletakkan tangan kiri Hye Sun diatas tangan Min Ho, setelah itu ia pergi ke samping istrinya. Berusaha menenangkan tangisan istrinya yang semakin menjadi-jadi.

Pendeta memulai aksinya. Membuka alkitab yang digenggamnya dan mulai bercuap-cuap. “Dihari yang sakral ini, Tuhan Yesus telah mempertontonkan keajaibannya, menyatukan dua insan dalam lingkaran cinta. Bla bla bla”, perkataan pendeta setelahnya tidak lagi di dengar oleh Min Ho dan Hye Sun. Keduanya malah sibuk saling memberikan pandangan mematikan yang sialnya dianggap pandangan cinta oleh orangtua mereka masing-masing.

Acara selanjutnya tidak begitu berarti bagi Hye Sun, ia hanya tersenyum menanggapi pujian dan ucapan selamat dari para tamu. Sedangkan Min Ho sedari tadi merangkul pinggangnya dan berpura-pura mesra dengannya. Hye Sun sudah membuat catatan virtual dikepalanya agar memberikan pelajaran pada suaminya itu karena sudah berlaku seenaknya.

Malam berlanjut, para tamu masih berada di Lee Mansion, tapi para tamu sudah dipindahkan ke ruang keluarga yang super besar di dalam Lee Mansion. Mereka tengah membicarakan hal-hal seputar perusahaan ditemani bergelas-gelas wine yang nominal nol dibelakangnya bisa membuat orang muntah. Hal-hal yang dibahas tidak jauh-jauh dari masalah bisnis. Kenaikan sahamlah, jatuh tempolah, fluktuasilah, dan sebangsanya. Kalian hanya perlu mengingat rumus alam; pengusaha + pengusaha = meeting. Hanya Hye Sun satu-satunya orang yang melongo mendengar pembicaraan orang-orang kelas atas itu. Min Ho yang melihatnya langsung berpamitan dan mengajaknya kembali ke kamarnya. Err—kamar Hye Sun juga sekarang.

“Wah, anak-anak zaman sekarang sudah tidak sabaran ya... Ingin cepat-cepat melakukan ‘itu’”, celetuk salah seorang wanita yang duduk tak jauh dari ibu Min Ho. Serentak seluruh orang yang ada dalam ruangan itu (termasuk Miss Park dan Mr. Jung) membentuk satu paduan suara. Tertawa terbahak-bahak. Dengan muka yang nyaris menandingi kepiting rebus, Hye Sun berjalan cepat menuju ke lantai dua. Dibelakangnya mengekor Min Ho yang tetap stay cool.

Dengan kasar Hye Sun membuka pintu kamarnya dan langsung menjatuhkan dirinya diranjang. Dengan gemas ia mencopot high heelsnya dan melemparkannya dengan asal. Hye Sun kemudian merangkak ke balik selimut dan bersiap untuk tidur. Min Ho yang melihatnya hanya mengangkat alisnya, kemudian ia bertanya, “Mau apa kau?”

Hye Sun sedikit menurunkan selimut yang menutupi kepalanya, “Tentu saja tidur”

“Dengan pakaian seperti itu? Cepat bersihkan dirimu”, Min Ho kemudian segera duduk di sofa dan menyalakan televisi. Ia tidak memperdulikan Hye Sun yang menghentak-hentakkan kakinya ketika berjalan menuju kamar mandi.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk membersihkan diri bagi Hye Sun. Ia keluar dari kamar mandi hanya berbalutkan kimono handuk berwarna putih polos. Hye Sun kemudian menuju lemari pakaian Min Ho yang super besar. Sedikit kerutan didahinya muncul ketika membuka lemari itu. “Hei, genderuwo. Mana baju-bajuku?”

Min Ho mengalihkan pandangannya ke Hye Sun yang sedang mengamati isi lemarinya. “Baju-bajumu dipindahkan besok”

Hye Sun berbalik dan meletakkan kedua tangannya di pinggang, “Mwo? Besok? Memangnya para pelayanmu itu tidak tahu kalau aku akan tidur disini malam ini? Apa saja sih yang mereka lakukan? Mereka bekerja tidak sih?”, cerocos Hye Sun tanpa henti dan diakhiri dengan, “HUH!! Aku tidak suka semua pelayanmu!”, Hye Sun menghentakkan kakinya ke lantai. Min Ho menghembus napasnya pelan. Tidak lama kemudian ia kembali menekuni siaran televisi, meninggalkan Hye Sun yang dikepalanya sekarang telah muncul perempatan. Suami brengsek, umpatnya dalam hati.

”Ehm ehm. Tes tes.. halo halo... Mino-a, Hye Sun-a, kalian ada disana?”, sebuah suara menyeruak diantara mereka.

Hye Sun celingak-celinguk mencari sumber suara itu. Sedangkan Min Ho dengan santai berjalan ke arah dinding di dekat meja kerjanya dan menekan sebuah alat yang terpasang disitu.

“Jangan ganggu kami”, ujarnya dingin. Hye Sun berlari ke arah Min Ho dan bersembunyi dibalik punggungnya. Ia sedikit menjulurkan kepalanya di balik punggung tegap Min Ho. “Alat apa itu?”, tanyanya penasaran. Saking penasarannya ia bahkan tidak menyadari bahwa jarak mereka sekarang sudah tidak ada. Tubuh mereka bagai sudah menempel satu sama lain.

Min Ho menengok ke arah belakang, “Interkom”, ia kemudian berbalik lagi ke arah alat yang disebut interkom itu. “Aku akan menonaktifkan alat ini. Jangan ganggu kami”

“Eh...tunggu tunggu. Omma ingin bicara dengan Hye Sun. Hye Sun-a, kamu masih disana?”

“Ah, ne. Ne, Mrs. Tiffany”

“Aaahh...jangan terlalu formal begitu”, diseberang sana Mrs. Tiffany mengibasakan tangannya yang tentu saja tidak bisa dilihat Hye Sun. “Panggil aku omma. Omma. Araseo?”

“Ne. Omma. Ne”

“Bagus. Kau masih ingat tentang percakapan kita dipanti asuhan itu kan? Omma mau malam ini kau mengabulkannya. Oke? Bye bye.... oh, omma lupa. Omma masih ingin anak perempuan. Pokoknya harus perempuan, titik. Good luck, honey”

SIIIIIIIIINNGGGGGGGGGGG............

Kamar Min Ho tiba-tiba berubah sunyi. Dengan masih posisi yang seperti tadi, keduanya saling berhadapan dengan wajah yang memerah. Min Ho kemudian melangkah ke kamar mandi, meninggalkan Hye Sun yang masih shock atas perkataan (baca:permintaan) ibu Min Ho barusan. Dengan langkah lesu ia berjalan ke sofa dan mendudukkan dirinya disitu dengan nyaman.

20 menit

45 menit

1 jam 5 menit

Arghh!!! Cukup sudah. Hye Sun berjalan ke kamar mandi dan menggendor pintunya dengan sekuat tenaga. “WOY BOCAH... KAU MASIH LAMA TIDAK SIH? AKU MAU PIPIS. CEPAT KELUAR....”

Tidak ada jawaban

Genderuwo sinting, sekali lagi Hye Sun mengetuk pintunya dan sang tersangka (baca:Min Ho) belum keluar dari kamar mandi, Hye Sun bersumpah akal langsung menerjang kedalamnya. Ia benar-benar sudah tidak tahan. Panggilan alam ini benar-benar membuat tensinya naik.

DUK DUK DUK

Tidak mendapat balasan lagi Hye Sun dengan nekatnya menendang-nendang pintu kamar mandi. Yang tidak diketahui Hye Sun ialah bahwa didalam sana Min Ho tengah tersenyum mesum semesum-mesumnya *saia saja tak ngerti maksudnya apa*

Tidak sampai sedetik, Hye Sun menerobos masuk ke dalam kamar mandi. Selangkah lagi ia melangkah, sudah bisa dipastikan ia akan jatuh. Karena dibalik pintu itu sudah berdiri dengan wajah stoicnya, angkuh, dan tanpa lupa senyum mesumnya. Ah ya, juga dengan dada bidangnya, karena Min Ho saat ini tengah ****. *aww....mau dong....*

Tanpa basa-basi Min Ho mendekatkan tubuhnya pada Hye Sun dan dengan cepat membisikkan sesuatu ditelinga gadis itu, “Aku suka anak kecil jadi, bagaiman jika kau memberikanku seorang bayi mungil. Hmm?”

Dengan gerakan cepat, Min Ho menarik baju mandi Hye Sun, lalu mencium bibir gadis dihadapannya. Melumatnya, mencoba
memberikan rangsangan pada Hye Sun. Sedangkan Hye Sun diam tidak membalas perlakuan Min Ho, ia masih shock. Min Ho terus melakukan cumbuannya, dari bibir lalu Min Ho berlanjut pada pipi Hye Sun. Menciumnya secara bertahap, perlahan namun pasti bibir Min Ho telah berada di telinga Hye Sun. Menjilatnya sebentar, lalu menghisap cuping telinga Hye Sun, "Ayolah
Hye Sun kau jangan menahan hasratmu." desahnya menggoda. Sementara bibirnya sibuk dengan wajah Hye Sun, jemari Min Ho perlahan membuka tali kimono Hye Sun dan melepaskannya perlahan.

Membukanya perlahan, lalu meremas dua bukit milik Hye Sun. Min Ho mencium leher Hye Sun, menghisapnya pelan. Tidak berhenti sampai disitu Min Ho mencoba menekan benda kenyal miliknya pada dada besar Hye Sun, dengan jarinya yang tetap meremas dada gadis itu. Min Ho tahu gadis didepannya ini sudah mulai terangsang, terdengar jelas dari detak jantung Hye Sun yang semakin cepat dan napasnya yang semakin memburu. Min Ho tersenyum, ia kemudian melepaskan kimono Hye Sun dan setelah terlepas dari tubuh Hye Sun, Min Ho melemparnya sembarangan. Sementara Min Ho sibuk merangsangnya, Hye Sun
mencoba menahan dirinya agar tidak terbuai dengan aksi Min Ho. Ia meremas tangannya sendiri mencoba melawan hasratnya akibat perlakuan Min Ho pada leher dan dadanya. Puas dengan wajah Hye Sun, Min Ho menurunkan wajahnya sampai tepat berada didepan dada Hye Sun. Min Ho menyentuh benda kecoklatan yang sudah tegang itu, mengusapnya pelan lalu bibir ranumnya menggantikan aktifitas jarinya. Gerakan menjilat, menghisap dan menggigit ia berikan pada tonjolan dada Hye Sun yang besar.

Tanpa disangka-sangka Hye Sun segera mendorong Min Ho dan membungkus kembali tubuhnya dengan kimono yang tadi tergeletak di bawah kakinya. “A-aku tunggu di dalam”

Segera Hye Sun keluar dari kamar mandi dan membanting pintunya. Didalam kamar mandi Min Ho mengangkat alisnya tinggi-tinggi. Jadi dia tidak suka melakukannya di tempat seperti ini?, batinnya mesum.

Dugaan semu, err ralat, maksudnya dugaan MESUM Min Ho meleset drastis. Saat iris hitamnya menjelajahi kamar luasnya, tak ada pandangan 'indah' yang sejak tadi dibayangkannya. Tak ada bau harum parfum Hye Sun yang menyerbak diruangan.  Tak ada Hye Sun yang duduk ataupun berbaring di atas ranjang, hanya ada Hye Sun yang berdiri membelakanginya seraya sibuk dengan kemeja Min Ho yang otomatis kebesaran ditubuhnya yang mungil. Tak ada kimono putih yang dipakai Hye Sun tadi yang berserakan dilantai. Juga tak ada. . . posisi menggariahkan yang dilakukan Hye Sun, yaitu duduk mengkangkang di atas ranjang, dengan tangan kanan yang bermain di selangkanya dimana alat vitalnya sendiri sudah basah dan berwarna kemerah-merahan, sementara tangan kiri memainkan buah dadanya yang besar, dan tak lupa dengan saliva yang menetes dari bibir ranumnya. Seraya mengucapkan 'Mino-a, touch me.. Mmmnh. Please! Oooh’ lagi-lagi Min Ho harus menahan agar tak ada noda merah yang muncul di bawah hidungnya gara- gara fantasi liarnya tersebut.

Tidak tahan lagi, Min Ho segera mendekati Hye Sun dan langsung memeluknya dari belakang. “Kita lanjutkan yang tadi”

“Ap-apa?”, wajah Hye Sun kembali memerah.

******************************

AKU SKIP.... MAAFF.... PM AKU YANG MAU

Pagi yang cerah. Burung-burung berkicau, dehasan angin lembut menyapu pepohonan rindang disekitar Lee Mansion. Secercah cahaya menembus masuk sebuah kamar besar nan megah, menyinari dua orang yang tidur sambil berpelukan dalam keadaan telanjang. Yak, benar sekali sodara-sodara, telanjang. Kita ulangi lagi, TELANJANG.

Hye Sun menggeliat pelan. Ia ingin bergerak kesamping tapi serasa ada yang menahannya dari atas. Perlahan ia membuka kelopak matanya. Pemandangan pertama yang berhasil diakomodasi matanya adalah rambut. Hitam. Daaaaaann.....

“MENYINGKIR DARI TUBUHKU, MANIAK!!”, suara Hye Sun bergema di kamar luas itu.

Min Ho –pelaku- mengangkat pelan kepalanya. Mencari sumber suara yang dengan beraninya sudah menganggu tidur nyenyaknya. Senyum mesum mengawali harinya pagi itu. “Kenapa teriak-teriak?”

BUKK

Dengan satu hentakan Hye Sun berhasil mendorong Min Ho dari atas tubuhnya. Hye Sun segera bangkit dari tidurnya dan menutup tubuh polosnya dengan selimut. Min Ho yang melihatnya tersenyum sinis. “Ternyata kau ganas juga ya diatas ranjang”. Tanpa dikomando lagi Hye Sun kembali berteriak sehingga membuat Min Ho harus menutup kedua telinganya. “MESUUUUUMM”. Kalau di film-film keadaan Hye Sun sekarang ini bisa digambarkan seperti ini; dibelakang Hye Sun atau biasa kita sebut backround berubah menjadi warna hitam, plus kilat dan petir yang menyambar-nyambar. Ah, jangan lupakan suara petir yang menggelegar.

tbc
« Last Edit: October 13, 2010, 10:57:15 am by mrs. Lee Min Ho »
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: DESTINY, update 11 oktober
« Reply #173 on: October 11, 2010, 07:12:24 am »
suer takewer kewer bin water voldyyy  u make me hot hot hot .lol.  udah lama gk bca m_verz. haha ...
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: DESTINY, update 11 oktober
« Reply #174 on: October 11, 2010, 07:17:20 am »
hua voldi mau...yang udah dikirim ama voldi pliss pm-in aku dong,voldi kok opp seh...

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 11 oktober
« Reply #175 on: October 11, 2010, 07:22:49 am »
voldi !!! gue mau M VERS  [on] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

fara

  • Guest
Re: DESTINY, update 11 oktober
« Reply #176 on: October 11, 2010, 07:39:37 am »
Voldi thanks bgt udh diupdate [flowers] [flowers] [flowers]
wah akhirnya hyesun ma minho merid jg [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] mpe ngelanjut ke first night [on] [on] [on]
mau pm-an mversnya dong sist voldi hehehehehehe thanks bgt ya [drool] [drool] [drool]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: DESTINY, update 11 oktober
« Reply #177 on: October 11, 2010, 08:00:46 am »
jadi juga semu eitsss MESUMNYA minho ke hyesun [hmpfh] [hmpfh]


EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Re: DESTINY, update 11 oktober
« Reply #178 on: October 11, 2010, 08:51:28 am »
Kalau udh gini aku punya pertanyaan. Kemana min ho yg memanfaatkan hye sun untuk menguasai shinwa seperti kata2nya di chapter sebelumnya [chin] [chin] [chin]  Min ho super mesum lol [on] [on]

Offline Rara

  • Newbie
  • *
  • Posts: 1
    • View Profile
Re: DESTINY, update 11 oktober
« Reply #179 on: October 11, 2010, 08:52:22 am »
Hai sist voldi lam kenal yaa
aku suka banget ma fic ini
bdw da Mvers-nya yaa
PM-in aku donk...