Author Topic: MinSun-- My Oxygen, My Life, My Everything. JUNE25' *UPDATED - Chapter 3 Part 2*  (Read 8940 times)

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
wahhhhhhhhhh...sistaaaaaaa kapan update fullnya???????????  Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427

ditunggu yakkkk...nanti dong hae muncul disini jg gak?????  [AddEmoticons04233] [AddEmoticons04233] [AddEmoticons04233] [AddEmoticons04233] [AddEmoticons04233]

biar MH kepanasan kayak banteng ketaton.........  [AddEmoticons04256] [AddEmoticons04256] [AddEmoticons04256] [AddEmoticons04256] [AddEmoticons04256] [AddEmoticons04256]

Di chap 2 Donghae belom bisa dikeluarin  [hmpfh] Mungkin nanti pas chapter Special White Day   [chin] [biggrin]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

younee

  • Guest
Ini kapan mo diupdate yak ???????????????????

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
kapan update  [chin] .... habis ini jangan lupa Beautiful Life nya ya  [hug]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
Malam ini diusahain update  [biggrin] Beautiful Life juga lg masa pelanjutan. Ditunggu ya  Hface

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

iiuuu

  • Guest
ditunggu update tannya  whistling whistling whistling whistling whistling

Offline chizumi

  • Junior
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
huwaaaaa... asik dah ada teaser...
langsung aja ya bu next chap-nya
ga sabarrrrr....
setelah lee min ho sadar klo goo hye sun masak buat dia dan masih perduli, apa yg bakal dilakukan lee min ho ya  [hmpfh]
a. Menyusul ke kamar GHS
b. Makan masakan yg udah disiapin GHS
c. Langsung kiss GHS karna terharu sudah dibuatkan makanan
d. Semua salah
e. Semua benar

ayooo minlusun jawab segeraaaa....  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline My My

  • Junior
  • **
  • Posts: 165
    • View Profile
Mana Updateannyaaa [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
My Oxygen, My Life, My Everything





--- C H A P T E R  2 ---



27 Februari 2012, Hongkong

Min Ho’s POV


GOO HYE SUN!!!!!!!!!!! Entah apa tujuannya dia meng-upload foto itu. Bahkan dia memanggil pria itu dengan sebutan yang berbeda. Dani? Ok. Kau sukses membuatku mati terbakar api cemburu Goo Hye Sun-ssi!!

Bahkan belum ada sehari aku meninggalkannya, tapi dia sudah berbuat seperti ini. Hhhh bagaimana mungkin aku bisa betah berlama-lama di Hongkong kalau belum apa-apa dia sudah memancingku untuk pulang dan –menghukumnya?


**********

Dua hari sudah sebagian paru-paruku seakan berhenti bekerja. Oksigenku, lagi-lagi aku harus meninggalkannya.

Dua hari sudah dia tidak menjawab teleponku. Apakah dia masih marah? Bagaimana bisa aku bernafas dengan bebas, kalau sekarang aku pun tidak bisa mendengar deruan nafasnya untuk memastikan kalau dia baik-baik saja di sana. Wanita itu memang selalu membuatku tersiksa. Bahkan kecantikannya sekalipun, itu membuatku tersiksa. Tersiksa untuk mengendalikan nafsuku, untuk tidak menyentuhnya dengan lebih.


**********

Hye Sun’s POV

Hahahaha sengaja aku meng-upload fotoku dengan Dani dua hari yang lalu. Ingin sekali melihat wajah cemburu dan wajah marahnya saat dia pulang nanti. Sedikit ingin mengerjainya, tidak mengangkat teleponnya selama dua hari, dan tidak mengacuhkannya saat dia tiba nanti, sepertinya seru.

“Dia meneleponmu?” Tanyaku penasaran pada managerku.

“Iya. Suaranya terdengar sangat khawatir..” Jelasnya padaku.

“Hahaha benarkah? Ini lah resikonya kalau kau sering meninggalkanku Min Ho-ssi” Aku tertawa puas. Tidak sabar rasanya menunggu dia kembali.

“Tssshh kau ini. Jelas-jelas dia meninggalkanmu karena tuntutan pekerjaan. Sempat-sempatnya kau mengerjai dia..”

“Biarlah oppa. Sudah lama aku tidak melihatnya cemburu..”

“Sudah lama katamu? Lalu yang sebelum-sebelumnya Min Ho marah dan aku membayangkan dia terbakar api seperti setan tercebur ke neraka paling dalam, karena kedekatanmu dengan Donghae dan Dani kau kira itu apa kalau bukan cemburu?”

“Hhhhhhh laki-laki itu selalu saja posesif! Dia menyuruhku memaksimalkan rasa percayaku padanya, tapi dia sendiri? Benar-benar curang!”

“Itu karena dia terlalu mencintaimu Hye Sun-ssi. Dia tidak ingin kehilanganmu..”

“Terserahlah apa alasannya. Terkadang aku muak dengan sifat posesifnya.”

“Muak? Tapi kau bertahan sampai hampir 3 tahun bersamanya.”

“Rasa cintaku mengalahkan muak itu. Saat dia meminta maaf, hati luluh begitu saja. Dia selalu tau apa yang harus dia lakukan saat dia merasa salah.”

“Kau beruntung memilikinya,...”

Aku mengangguk. Sangat beruntung memiliki pria seperti dia. Selalu memperhatikanku walau jarak memisahkan kita. Dia begitu sempurna.


*********

Author’s POV

Hari ketiga Min Ho dan Hye Sun harus terpisahkan dengan jarak beribu-ribu kilometer jauhnya. Min Ho terlihat sangat gelisah dan tidak tenang. Entah untuk yang keberapa kalinya dia menelepon kekasihnya, tapi lagi-lagi kekasihnya itu tidak mengangkat teleponnya. Dan untuk kedua kalinya Min Ho menelepon manager Hye Sun untuk menanyakan kabar kekasihnya.

“Dia masih marah?”


“Sepertinya begitu..”

“Apakah dia makan dengan baik? Dia tidak memasak kan?”

“Dia makan dengan baik. Seperti yang kau perintahkan, aku selalu melarangnya memasak.”

“Bagus! Pastikan dia tidak menyentuh benda tajam itu sedikitpun. Kalau aku melihat goresan luka ditubuhnya sedikit saja kau yang aku salahkan!”

“Astaga............ Iya iya aku akan menjaga peri cantikmu dengan baik. Kau juga harus makan dengan baik, jangan terlalu memikirkannya. Percaya padaku, dia pasti akan kembali baik padamu saat kau kembali nanti..”

“Baiklah. Terimakasih dan tolong jaga dia.”

Min Ho terlihat sedikit lega setelah mendengar kabar dari manager Hye Sun. Min Ho sadar kalau dia terlalu posesif pada Hye Sun. Dan lagi-lagi alasannya sama! Dia hanya tidak ingin kehilangan Hye Sun!


**********

01 Maret 2012, Apartement Hye Sun

Terlihat tubuh tinggi menjulang memasuki lorong apartement dengan wajahnya yang berseri memancarkan rasa ketidaksabarannya untuk melihat kekasih mungilnya. Beberapa jam yang lalu Min Ho sudah sampai di Korea, sebentar mengunjungi kantor managementnya dan tanpa menunggu waktu lagi ia langsung menuju ke apartement Hye Sun atau bisa dibilang apartement mereka lebih tepatnya.

Dibukanya kenop pintu dengan hati-hati, takut mengganggu seseorang yang berada di dalam. Gamja menyambutnya dengan gongongannya yang khas. Mendengar itu Hye Sun yang sedang asyik menonton TV sontak menengokan kepalanya menuju sumber suara itu datang.

“Sudah pulang?” Tanya Hye Sun dingin. Ingat rencananya, tidak mengacuhkan Min Ho.
Wajah berseri Min Ho seketika berubah menjadi sendu. “Ada apa dengannya?” Katanya dalam hati. Min Ho berjalan mendekati Hye Sun sambil menuntun Gamja di sebelahnya.

“Kau tidak senang?” Min Ho bertanya pada Hye Sun seraya duduk di samping gadis mungilnya itu. Gamja yang sedari mengikutinya berlari-lari kecil mengitari sofa yang diduduki kedua majikannya itu.

“Menurutmu aku harus senang atau bagaimana?” Alih-alih menjawab pertanyaan Min Ho, Hye Sun malah –lagi-lagi melontarkan pertanyaan.

“Kau ini kenapa?” Pertanyaan lagi. Sebenarnya mereka ini artis atau wartawan?

“Tidak apa. Hanya sedikit lelah. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu, jadi makanlah dulu..” Akhirnya kali ini bukan pertanyaan. Sepertinya rencana Hye Sun berhasil. Lihatlah wajah Min Ho sekarang –semakin gelap, sendu, dan serasa tidak berguna.

“Dia bahkan tidak merindukanku..” Batin Min Ho. Dada kirinya terasa sakit. Kekasih yang hampir membuatnya mati karena tidak memberi kabar sama sekali selama empat hari, kini dia tidak mengacuhkannya.

Min Ho menyandarkan tubuh lemasnya ke sofa saat Hye Sun sudah meninggalkannya sendiri. Setelah menyuruh Min Ho untuk makan Hye Sun tanpa basa-basi langsung pergi menuju kamarnya. Min Ho terdiam mematung. Menatap langit-langit apartement mereka dengan tatapan kosong. Berusaha mengoreksi diri, apa yang salah atas dirinya saat ini. Dia tau kalau Hye Sun bukanlah tipe wanita yang mudah marah hanya karena dia meninggalkannya untuk beberapa hari. “Belakangan ini di terlalu sensitif..” Min Ho menggerutu pelan. Begitu pelan tanpa semangat.

“Aku sudah menyiapkan makanan untukmu, jadi makanlah dulu..” Sontak Min Ho bangun dari duduknya saat ia mengingat perkataan itu. “Menyiapkan makan untukku? Dia memasak?” Min Ho langsung menuju meja makan dan melihat semua makanan yang telah Hye Sun sajikan untuknya. Lagi-lagi Min Ho terpaku dalam diam.

“Setidaknya dia masih mengkhawatirkanku.” Sedikit kelegaan Min Ho rasakan. Lega karena Hye Sun telah menyiapkan makanan untuknya. Secara tidak langsung ini membuat Min Ho merasakan kalau Hye Sun masih mengkhawatirkannya, masih memperhatikannya.

“Apakah tangannya tidak terluka saat menyiapkan semua ini?” Min Ho bertanya pada dirinya sendiri.


**********

Setelah menghabiskan semua makanan yang Hye Sun siapkan Min Ho langsung menuju kamar Hye Sun. Dilihatnya gadis mungil itu telah tertidur pulas. Ingin sekali sedikit menyentuh pipi halus gadis itu, tapi Min Ho mengurungkan niatnya. Dia tidak ingin mengganggu tidur peri cantiknya, tidak, sebenarnya dia tidak ingin mendengar kata-kata dingin dari mulut gadis itu lagi. Itu terlalu menyiksa untuknya.

Min Ho memutuskan untuk tidur di kamar yang berbeda. Sungguh ingin dia tidur bersama Hye Sun malam ini, tapi melihat sikap Hye Sun yang seakan-akan tidak suka atas kedatangannya dia memilih untuk tidak melakukan itu.

Gamja yang masih terjaga mengikuti Min Ho memasuki kamar. Min Ho menghela nafasnya berat. Semua harapan indah yang ingin ia lakukan bersama Hye Sun malam ini kandas begitu saja. Dia bahkan sudah melupakan peristiwa peng-upload-an foto menyebalkan itu. Kini kegalauan merasuki tubuhnya. Semuanya terasa gelap, paru-parunya seakan berhenti bekerja. Ini bahkan lebih menyiksa dibandingkan saat merindukan gadis itu dengan sangat.

“Kau tidak tau apa-apa? Dia masih marah padaku?” Min Ho memeluk Gamja di sebelahnya dan berbicara dengan anjing itu. Lihatlah, dia bahkan hampir gila! Akal sehatnya benar-benar sudah lenyap begitu saja. Hye Sun benar-benar berhasil akan rencananya. Gamja hanya menjawabnya dengan sebuah gongongan.

Min Ho mengambil ponsel di atas meja kecil di sampingnya. Setelah tidak hampir dua menit Min Ho mengetik sesuatu di ponselnya, dia menekan tombol “Send”

.
.
.

Di kamar yang berbeda Hye Sun terlihat pulas dalam tidurnya. Tapi instingnya masih kuat untuk menangkap getaran yang berasal dari ponselnya. Merasakan itu, Hye Sun segera membuka matanya dan memeriksa benda yang bergetar tadi.

“Kau benar-benar ingin membuatku mati, hah?” Seketika bibir manis Hye Sun melebar membentuk sebuah senyuman saat membaca pesan dari kekasihnya.

“Kena kau!” Katanya puas diselingi tawa yang tidak keras, takut Min Ho mendengarnya. Pesan Min Ho sukses membuat kantuknya hilang seketika.

“Masuklah..” Hye Sun membalas pesan Min Ho singkat. Ia menyuruh Min Ho masuk ke kamarnya. Entah apa yang ia rencanakan kali ini.

Di sisi lain Min Ho terlihat sedikit bingung setelah membaca pesan balasan dari Hye Sun. “Masuk?” Kata Min Ho bingung. Lalu ia menatap Gamja di sebelahnya seakan bertanya pada anjing itu –lagi.

Langsung saja Min Ho beranjak dari tempat tidur, berjalan menuju kamar Hye Sun. Sedangkan Hye Sun bersiap-siap untuk kembali berakting. Hye Sun kembali berpura-pura tertidur dengan posisi membelakangi pintu masuk kamarnya.

Terdengar suara pintu terbuka. Yah, tidak lain dan tidak bukan itu adalah Min Ho. Kali ini dia tidak membiarkan Gamja mengikutinya lagi. Hye Sun merasakan seseorang mendekati tubuhnya. Kasur tempatnya tertidur bergerak tanda seseorang telah menaikinya. Lalu tidak ada lagi tanda-tanda pergerakan dari seseorang yang menaiki kasur itu. Ya, Min Ho hanya diam, duduk di samping Hye Sun tanpa berniat bicara sedikit pun.

Semenit ,... Dua menit ,... sampai hampir lima menit lamanya mereka hanya terdiam. Sibuk dalam pikiran mereka masing-masing. Sampai akhirnya Min Ho memecahkan keheningan diantara mereka.

“Sampai kapan kita akan terdiam seperti ini?” Suara Min Ho begitu berat. Terdengar begitu putus asa. Mendengar itu, Hye Sun membalikan tubuhnya menghadap Min Ho. Ditatapnya kekasihnya dalam-dalam. Begitu dalam sampai Min Ho salah tingkah.

“Ada apa? Mengapa melihatku seperti itu?” Min Ho bertanya pada Hye Sun sedikit gugup. Tatapan itu begitu mengerikan. Deguman jantungnya begerak begitu cepat sekarang.

“Peluk aku ...” Suara Hye Sun terdengar sangat menuntut. Untuk sepersekian detik Min Ho menatap wajah Hye Sun bingung, tapi tidak berapa lama kemudian ia langsung mengiyakan perintah Hye Sun. Menggerakan tubuhnya lebih dekat dengan Hye Sun, mengulurkan tangannya memeluk pinggang Hye Sun pelan, halus, dan begitu hangat.

“Mengapa kau lakukan ini padaku?” Tanya Min Ho pada Hye Sun. Masih terdengar sedih.

“Belakangan ini kau terlalu sibuk. Aku benci itu!” Hye Sun menjelaskan alasannya pada Min Ho. Selesai sudah misinya. Dia berhasil membuat Min Ho kelimpungan akan ulahnya malam ini.

“Sebenci itukah? Sampai-sampai kau harus melakukan ini padaku?” Lagi-lagi pertanyaan yang terlontar dari mulut Min Ho.

“Ya!! Sejak kapan kau berubah profesi menjadi wartawan? Bertanya dan bertanya terus..” Hye Sun menyadarinya, sejak tadi kerjaan Min Ho hanya memberikannya bertubi-tubi pertanyaan.

“Ini semua karenamu. Kau benar-benar membuatku gila malam ini..” Ucap Min Ho sangat jelas. Min Ho mempererat pelukannya dengan Hye Sun. Kembali merekam detak jantung gadis mungilnya. Kembali mereka harum tubuh gadis mungilnya. Kembali merekam semua hal yang ada dalam gadis mungilnya untuk kembali bernafas dengan bebas. Untuk kembali memperbaiki kinerja paru-paru dan jantungnya seperti yang seharusnya. Oksigennya sudah kembali, masih tetap disisinya.

“Maaf ...” Hye Sun meminta maaf pada Min Ho dengan lirih. Hening seketika.

Min Ho memejamkan matanya sambil mengelus rambut halus Hye Sun. Sedangkan Hye Sun memainkan jarinya di atas punggung Min Ho. Terdiam dalam kesunyian yang menenangkan. Hembusan angin malam menyentuh tubuh mereka halus.

“Tanganmu tidak apa-apa?” Tanya Min Ho dalam keheningan. Masih tetap memejamkan matanya.

“Kau kira aku akan seceroboh itu? Aku pemilik cafe yang cukup terkenal di Seoul. Jadi mana mungkin memasak untukmu saja aku terluka?” Hye Sun sudah tau kalau Min Ho akan menanyakan ini. Sifat posesif Min Ho terhadap Hye Sun bisa dijamin tidak akan bisa hilang!

“Jagalah dirimu baik-baik disaat aku tidak bisa menjagamu. Karena jika aku melihat luka ditubuhmu sedikitpun, dapat dipastikan kau tidak akan pergi kemana-mana tanpa pengawasanku.” Kata Min Ho sangat serius. Suaranya menunjukan kalau dia benar-benar tidak bisa hidup tanpa Hye Sun. Hye Sun adalah pusat pikirannya, segalanya berporos pada Hye Sun.

“Kau ..” Hye Sun terdiam sejenak. “Kau .. satu-satunya orang yang kuizinkan untuk mengatur hidupku, Tuan Lee..” Begitulah lanjutnya. Hye Sun mempercayakan semua hidupnya pada Min Ho. Terlalu nyaman saat berada di dekatnya. Terlalu aman saat Min Ho menjaganya.


*********

Mentari pagi sudah memamerkan sinar hangatnya. Sepasang kekasih terlihat masih terlelap dalam tidur mereka. Memeluk satu sama lain dengan eratnya. Dunia ini serasa hanya milik mereka berdua.

Hye Sun mengerjapkan matanya saat merasakan sinar matahari menyentuh wajahnya hangat. Sedikit menjauhkan tubuhnya dari Min Ho namun tetap dalam pelukan kekasihnya, lalu menatap wajah Min Ho dalam-dalam. Tangan mungil Hye Sun perlahan terjulur mengelus wajah Min Ho pelan. Mengelus hidung macung Min Ho seraya tersenyum tipis.

Merasakan sesuatu menyentuh wajahnya, Min Ho hanya diam. Tetap memejamkan matanya, menikmati sentuhan halus yang diberikan kekasihnya. Begitu halus sampai membuat darahnya mengalir cepat.

“Apa ada yang berubah?” Min Ho bertanya pada Hye Sun sambil tetap memejamkan matanya. Sedikit mengagetkan gadis mungilnya.

“Tidak ada .. Masih tetap sama seperti pertama kali jatuh cinta padamu ,.. “ Jawab Hye Sun. Jari-jarinya masih menelusuri wajah halus kekasihnya. Begitu sempurna.

Cups .... Dengan tiba-tiba Hye Sun mengecup bibir Min Ho singkat. “Ciuman selamat pagi ..” Jelasnya. Min Ho hanya tersenyum lalu membuka matanya.

“Kau memancingku sayang~” Dengan cepat Min Ho mengubah posisinya, menindih Hye Sun. Perlahan namun pasti kepalanya mendekat pada kepala Hye Sun menghancurkan jarak diantara mereka. Hye Sun hanya tersenyum. Hanya dalam hitungan detik suara decakan antara bibir mereka terdengar memenuhi kamar.

“Mmphhh .. Aku harus mandi..” Hye Sun berkata disela-sela ciuman mereka.

“Haruskah? Hmphh ..” Tanya Min Ho sambil tetap melanjutkan ciuman mereka.

Hye Sun mendorong dada Min Ho pelan. Menyuruh Min Ho untuk berhenti.

“Lanjutkan nanti malam saja. Aku harus bekerja sekarang .. “ Kedua tangan Hye Sun memegang pipi Min Ho, lalu mengecup bibir Min Ho sekali lagi dalam-dalam sebelum akhirnya dia beranjak menuju kamar mandi dan meninggalkan Min Ho sendiri.

.
.
.

Hye Sun terlihat sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sarapan. Sedangkan Min Ho hanya diam terpaku di atsa kursi meja makan menikmati keindahan tubuh Hye Sun yang sejak tadi mondar-mandir menuju kulkas mencari sesuatu yang ia butuhkan.

“Ingin makan apa?” Tanya Hye Sun pada Min Ho yang akhirnya menghentikan aktivitasnya.

“Kau .. “ Jawab Min Ho singkat namun terdengar serius.

“Ck, aku sedang tidak bercanda .. “

“Aku pun tidak! ..” Min Ho menggeleng lalu beranjak, berjalan mendekati Hye Sun.

“Mau apa?” Tanya Hye Sun hati-hati..

“Memakanmu ..” Min Ho langsung menarik pinggang Hye Sun, membawanya dalam pelukannya, lalu melumat bibir mungil Hye Sun. Lumatan itu terus turun menuju leher Hye Sun. Hye Sun dapat merasakan nafas Min Ho yang hangat di sekitar lehernya. Nafsu Min Ho yang memburu melenyapkan akal sehatnya begitu saja. Hye Sun yang masih –lumayan sadar kalau ada pekerjaan yang menuntutnya harus datang pagi ini, perlahan menghentikan aktivitas pria di hadapannya yang sedang meluapkan nafsunya pada dirinya.

Min Ho menatap Hye Sun menuntut seolah berkata “Aku ingin lebih .. “ Tapi apa boleh buat, Hye Sun tidak bisa menuruti maunya karena dia harus bekerja.

“Apa aku menghancurkannya lagi? ..” Tanya Hye Sun mengingat perkataan Min Ho beberapa hari yang lalu.

Min Ho tidak menjawab. Hanya menatap gadis dihadapannya lekat-lekat. Merasa sudah tidak kuat untuk menatap gadis itu, ditariknya gadis itu dalam pelukannya.

“Kau adalah satu-satunya alasan mengapa aku bisa dengan cepat merasa lemas saat memandang mu. Perlu tenaga lebih untuk melakukan itu .. “ Ucap Min Ho dalam pelukan mereka. Hye Sun tersenyum haru mendengarkan itu.

“Kau tau? Siang adalah waktu yang sangat menyiksa. Karena siang memisahkan kita, menyuruh rasa rindu itu datang lagi. Membuatku benar-benar tersiksa..” Lanjut Min Ho sambil mempererat pelukannya pada Hye Sun.

“Sudah puas? Aku harus bekerja sekarang..” Ucap Hye Sun terpaksa. Sebenarnya dia sendiri pun belum puas, belum sepenuhnya menghapus rasa rindunya, tapi dia bisa apa? pekerjaannya menuntutnya untuk sebisa mungkin dia harus puas.

“Pergilah .. Tidak perlu menyiapkan sarapan untukku. Aku tidak ingin melihat luka di jarimu.” Akhirnya Min Ho merelakan Hye Sun untuk pergi bekerja. Sulit memang, tapi ini resiko yang harus diterima keduanya saat siang datang –menyambut rasa rindu yang akan menjalari tubuh mereka sebentar lagi.


**********

04 Maret 2012, Pesawat

00:30 AM


Terlihat pria bertubuh jenjang dan menawan sedang terduduk disalah satu kursi di dalam pesawat. Dia menunggu kekasihnya. Jari-jarinya dengan terampil mengotak-atik ponsel yang ada di tangannya sejak tadi. Membaca kalimat-kalimat yang ada di sana dengan serius. Sampai akhirnya sebuah kalimat membuatnya tersontak. Hye Sun memberi tau kalau dia akan ke Busan di twitter. Min Ho kaget, tidak biasanya gadis itu seberani ini.

Ya,.. Setelah Hye Sun mengatakan kalau dia akan ke Busan pada Min Ho, Min Ho langsung mengatakan “Aku ikut denganmu .. “ saat itu juga. Dan sekaranglah hasilnya. Berhasil masuk ke dalam pesawat dengan bermacam-macam penyamaran yang mereka lakukan. Sosok mungil Hye Sun sudah mulai terlihat memasuki lorong pesawat dan mencari sosok jangkung yang familiar di matanya.

“Nyonya Goo, tolong jelaskan apa maksudmu menulis tweet seperti itu?” Tanya Min Ho ketika sosok Hye Sun sudah terlihat jelas dihadapannya.

“Hanya iseng. Ingin membuat mereka senang dan penasaran. Apa tidak boleh? ..” Hye Sun balik bertanya pada Min Ho setelah menjelaskan alasannya. Min Ho sedikit bergeser, memberi luang untuk Hye Sun masuk ke sisi di sampaingnya –dekat jendela.

“Hhhhh.. Kau .... “ Baru saja Min Ho ingin sedikit memarahi Hye Sun, tapi gadis itu dengan cepat memotong kata-kata selanjutnya.

“Jangan dilanjukan lagi. Aku sedang tidak ingin mendengar ocehanmu. Biarkan aku tidur sebentar, hari ini sangat melelahkan .. “ Ucap Hye Sun menerobos tanpa menatap wajah Min Ho. Min Ho langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Lalu gadis mungil di sampingnya mulai memejamkan matanya seperti apa yang dia katakan, ingin tertidur sebentar.

“Pakai ini .. “ Min Ho memberikan selimut pada Hye Sun, lalu membantu gadis mungil itu menyelimuti tubuhnya.

“Istirahatlah. Jangan coba-coba membuka mata, sebelum aku membangunkanmu ..” Perintah Min Ho saat Hye Sun mulai meliuk-liuk mencari posisi yang tepat untuknya.

“Mmm terserah kau saja .. “ Jawab Hye Sun asal, diikuti dehaman seksinya –bagi Min Ho. Tanpa disadarinya darah Min Ho mengalir cepat mendengar dehaman gadis itu. Terlalu seksi. Terlalu menggemaskan.

Saat Hye Sun sudah terlelap dalam tidurnya, Min Ho seperti biasa melakukan aktivitas favoritnya. Menatap wajah gadis itu saat tertidur. “Oksigenku .. “ Gumam Min Ho pelan. Jari-jarinya merapihkan poni Hye Sun yang menutup keindahan dahi gadis itu. Tatapannya begitu dalam, menulusuri setiap bagian wajah gadis itu dengan begitu teliti. Mencari-cari apakah ada goresan luka di sana –yang jelas-jelas tidak mungkin ada. Mencari-cari apakah ada yang berubah sejak pertama kali dia melihatnya di pagi hari. Dan sayangnya itu ada. Kantong mata gadis itu terlihat begitu jelas.

“Kau terlalu banyak bekerja .. “ Ucap Min Ho lirih. Jarinya kini bergerak menuju kantong mata itu, mengelusnya penuh hati-hati. Cukup sedih melihatnya.

“Apa kau selalu melakukan ini saat aku tertidur..” Insting Hye Sun cukup kuat untuk menangkap pergerakan-pergerakan jari Min Ho di wajahnya. Tanpa membuka matanya –karena ingat perintah Min Ho sebelum dia tidur tadi, Hye Sun terbangun dari tidurnya.

“Jangan coba-coba membuka matamu .. “ Perintah Min Ho .. “Untung dia masih tetap memejamkan matanya, jadi aku tidak perlu capek-capek menyembunyikan wajah maluku..” Umpat Min Ho dalam hati.

“Tidurlah ,.. Apa kau tidak lelah?” Sekarang giliran Hye Sun yang memerintah, sambil menepuk bahunya. Menyuruh Min Ho tertidur di sana. Melihat itu tanpa berpikir panjang lagi Min Ho langsung menyurukan kepalanya di atas bahu Hye Sun. Sedikit menggelengkan kepalanya mencari posisi nyaman.

“Melihat wajahmu yang tertidur, membuatku melupakan segalanya .. “ Ucap Min Ho seraya mulai memejamkan matanya.

“Segitu bahayanya kah wajahku untukmu? ..” Tanya Hye Sun. Tangannya mengelus pipi Min Ho sayang.

“Sudah tidurlah.. Tidak perlu menanyakan sesuatu yang kau sudah tau apa jawabannya.” Tanpa memberikan jawaban yang jelas pada Hye Sun sudah dipastikan Hye Sun pun tau jawabannya. Gadis itu hanya menggoda Min Ho kkkk ,..


*********

“Hye Sun-ah~ sudah sampai. Bangunlah .. “ Min Ho membangunkan Hye Sun dengan mengelus kepala gadis itu pelan.

“Oo? .. “ Hye Sun sedikit terkejut dan tampak linglung. Sepertinya ada yang tidak beres dengannya.

“Kenapa? Kau tidak apa-apa? .. “ Seketika rasa khawatir Min Ho naik ke level yang paling maksimum.

“Bisa peluk aku?” Pinta Hye Sun dengan wajah ketakutan.

“Ada apa? Katakan padaku .. “ Tanya Min Ho lagi dan dengan cepat memeluk gadisnya itu.

“Tidak apa ,.. hanya mimpi buruk..” Ucap Hye Sun, mulai tenang.

“Benar hanya itu? .. “ Tanya Min Ho memastikan. Sungguh, detak jantungnya bergerak begitu cepat sekarang.

“Iya .. “ Ucap Hye Sun. Dia mempererat pelukannya dengan Min Ho. Sangat erat, ingin lebih memastikan kalau Min Ho masih di sana, benar-benar di sisinya.

.
.
.

“Kita langsung ke pantai saja. Aku ingin melihat matahari terbit .. “

“Siap Nyonya Goo ,.. “ Jawab Min Ho mantap, Hye Sun hanya terkekeh melihat kelakuan kekasihnya itu.

Tidak ada setengah jam akhirnya keduanya sampai di pantai. Beruntung tidak banyak orang mengunjungi pantai saat ini. Lagipula pantai yang mereka datangi ini memang termasuk tempat yang lumayan terpencil.

Min Ho dan Hye Sun keluar dari mobil. Min Ho berlari-lari kecil menghampiri Hye Sun, menarik gadis itu dalam rangkulannya. Wajah mereka tampak begitu bahagia, seolah mengatakan “Kami rindu waktu seperti ini. Di luar apartement, tanpa orang lain, hanya berdua, hanya kita!” Mereka berjalan sambil menendang-nendang pasir pantai yang halus di bawah kaki mereka. Sesekali satu diantara mereka dengan sengaja menendang pasir itu ke arah kaki kekasihnya. Kalau sudah seperti ini mereka terlihat seperti anak kecil. Cinta memang bisa mengubah segalanya. “Hehe ,.. “ Hye Sun terkekeh disela-sela aktivitas mereka. Sangat menggemaskan.

Merasa sesuatu yang mereka tunggu sejak tadi sudah akan datang, mereka memutuskan berhenti ditengah-tengah pantai. Perlahan matahari di hadapan mereka mulai memancarkan keindahan dan sinar hangatnya. Hye Sun memilih untuk duduk di atas pasir putih nan halus. Min Ho masih tetap berdiri di sampingnya. Mata Hye Sun secara otomatis mengerjap, merasakan silaunya sinar yang dipancarkan benda oranye itu. Melihat kekasihnya yang kesilauan, tanpa basa-basi Min Ho langsung berjalan, dan berhenti tepat di depan Hye Sun. Melindungi gadis mungilnya itu dari silaunya sinar matahari.

“Apa yang kau lakukan? Kau menghalangiku, tau!” Sontak Hye Sun memarahi Min Ho. Dia kaget melihat kekasihnya berdiri di hadapannya, membuatnya tidak bisa melihat indahnya sang surya saat baru muncul ke permukaan bumi –yang jelas-jelas itulah tujuannya mengapa dia datang ke pantai ini.

“Matamu. Sinarnya melukai mata indahmu..” Jawab Min Ho sambil tetap membelakangi Hye Sun. Sekarang dia lah yang kerepotan mengedip-ngedipkan matanya, berusaha membiasakan kedua matanya terhadap sinar matahari yang secara langsung menusuk matanya.

“Tsshh .. Kau berlebihan!” Dengus Hye Sun kesal. Sifat posesif pria itu lagi-lagi terlalu berlebih, walaupun cukup membuatnya terharu.

“Jangan coba-coba bergeser sedikit pun!” Perintah Min Ho keras. Tidak lama kemudian dia melanjutkan kata-katanya “Saat berada di dekatmu, semuanya memang menjadi berlebihan untukku. Bahkan rasa cintaku padamu. Rasa itu selalu menjadi berlebih saat menemukan objeknya. Objek yang membuatku jatuh cinta lagi dan lagi. Dunia pun tau siapa objek itu. Jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi..”

Min Ho membalikan tubuhnya menghadap Hye Sun. Menarik gadis itu untuk beranjak dari duduknya. Menatapnya lekat-lekat, lalu memeluknya.

“Terima kasih untuk tetap di sisiku ,.. “ Ucap Min Ho. Nada suaranya begitu rendah namun terdengar serius. Lagi-lagi Hye Sun terharu dibuatnya. Seketika air matanya mengalir begitu saja. Pria yang memeluknya sekarang ini memang sempurna. Bahkan lebih dari sempurna. Entah bagaimana mendeskripsikannya.

“Terima kasih juga untuk selalu menjagaku..” Hye Sun pun berterima kasih pada Min Ho dalam suaranya yang bergetar. Akhirnya walau menyilaukan, sinar matahari itu juga menghangatkan mereka, menyambut cinta mereka yang abadi.


**********

Malamnya ,...

“Ternyata kau di sini .. “ Akhirnya Hye Sun dapat menemukan sosok jangkung favoritnya.

“Berenang malam-malam begini, otakmu kau simpan di mana, hah?” Min Ho tampak begitu khawatir. Gadis mungilnya pergi tanpa seizinnya saat dia tertidur tadi. Dan ternyata seperti yang diberitahu manager gadis itu, dia pergi berenang disaat seperti ini. Gadis itu benar-benar gila!

“Karena aku yakin kau selalu ada untuk merawatku disaat aku sakit, jadi aku nekat untuk berenang malam ini .. “ Jelas Hye Sun percaya diri. Tapi benar juga apa yang dikatakannya kkkk..

“Pemikiran yang bodoh!” Balas Min Ho kesal. Hye Sun mulai berjalan, lalu berdiri di sampingnya. Dilihatnya gadis itu mengusap-usap lengan dan juga kedua telapak tangannya. Sontak Min Ho langsung menarik gadis itu dan memeluknya dari belakang.

“Kalau tidak ada aku siapa yang akan menghangatkamu?” Tanya Min Ho seraya mempererat pelukannya.

“Jadi, tetaplah di sisiku, dan teruslah menghangatkanku .. “ Pinta Hye Sun sungguh-sungguh.

“Kau ini ,.. “ Min Ho menjitak kepala Hye Sun karena gemas.

“Hehe maaf .... “ Hye Sun meminta maaf sambil menikmati hangatnya pelukan Min Ho ditubuhnya.
“Lain kali jangan seperti ini lagi. Kau selalu membuatku khawatir .. “

“Mmm,.. Aku janji tidak akan melakukannya lagi .. “

Hye Sun berdeham. Hahaha tampaknya Min Ho dalam masalah.

“Berdehamlah sekali lagi, baru aku akan memaafkanmu.”

“Hah?”

“Sudah tidak usah membantah. Lakukanlah. Atau aku tidak akan memaafkanmu..”

“Mmm...... Min Ho ..” Entah dapat ide darimana Hye Sun berdeham seraya menyebut nama Min Ho. Dan itu sukses membuat Min Ho lemas seketika.

“Hye Sun-ah~ Apa yang membuatmu jatuh cinta padaku?” Setelah berusaha keras mengendalikan dirinya akibat mendengar dehaman Hye Sun, tiba-tiba Min Ho menayakan hal itu. Cukup mengagetkan.

“Mengapa kau tiba-tiba menanyakan itu?”

“Aku memintamu untuk menjawabnya, bukan balik bertanya padaku!”

“.............” Hening. Sepertinya Hye Sun sedang mencari kata-kata yang bagus untuk mengutarakan jawabannya pada Min Ho.


“Aku mencintaimu karena kau lah orangnya. Orang yang berhasil membuatku lupa akan segalanya jika sudah menatap wajahnya. Orang yang berhasil membuatku merasa sangat aman jika sudah berada di sampingnya. Orang yang selalu ku nanti-nantikan kedatangannya saat aku merindukannya dan dia berhasil membuatku kembali bernafas dengan benar saat dia kembali menghapus rasa rindu itu. Kalau kau?”

“Aku? Apa yang mebuatku mencintaimu?”

“Iya. Tidak adil jika hanya aku yang mengatakannya .. “


“Aku mencintaimu karena kau berhasil membuatku terobsesi untuk menua bersamamu. Karena aku sudah menemukamu, maka tidak ada alasan lagi untuk melepasmu.”

Jawaban Min Ho lebih singkat, tetapi sangat membuat Hye Sun tersentuh dan sampai akhirnya dia tidak kuat lagi untuk menahan air matanya. Min Ho menyeka air mata Hye Sun. Menundukan kepalanya, lalu meletakan dagunya di bahu Hye Sun. Lalu berkata ,..

“Untuk terlahir di dunia ini. Untuk tetap bernafas bersamaku. Terima kasih ,.. “

Keduanya tersenyum, terlihat sangat bahagia. Seakan sedang memamerkan cinta abadi mereka pada dunia. Begitu indah dan sempurna.

*********



--- T B C ---


MIANNNNNNN baru update  [heh] Maaf kalo kurang panjang, maaf kalo agak ngebosenin, maaf kalo mengecewakan..
Mohon komen semuanyaaaaaa  [clap] [clap]
« Last Edit: March 17, 2012, 11:38:49 am by MINLUSUN »

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline My My

  • Junior
  • **
  • Posts: 165
    • View Profile
makasih ya udah update,manager Hyesun kan cowok kim yoon sung oppa [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] kok gak ada panggilan sayang selain nama,,baby misalnya [what] [what] [what] [what] biar lebih romantissssssss [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
udah rahasia umum Minho possesif ma Hyesun,,tapi kalo Hyesun manja [what] [what] [what] [what] rasanya aneh coz aslinya Hyesun mandiri juga pinter masak [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]
 [arms] [arms] [arms] [arms] [arms] [arms] [arms] [arms]coz udah update

chap 3 jangan lama,,tunggu donghae beraksi [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
makasih ya udah update,manager Hyesun kan cowok kim yoon sung oppa [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] kok gak ada panggilan sayang selain nama,,baby misalnya [what] [what] [what] [what] biar lebih romantissssssss [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
udah rahasia umum Minho possesif ma Hyesun,,tapi kalo Hyesun manja [what] [what] [what] [what] rasanya aneh coz aslinya Hyesun mandiri juga pinter masak [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]
 [arms] [arms] [arms] [arms] [arms] [arms] [arms] [arms]coz udah update

chap 3 jangan lama,,tunggu donghae beraksi [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

 [jumpy] [jumpy] Demi apapun malu  [heh] [heh]
thank you buat kritikannya  [biggrin] sebenernya aku emang rubah semua karakter Hye Sun di sini, lebih mikirnya "Kali aja Hye Sun bener-bener berubah 180 derajat kalo udh deket Min Ho"  [biggrin]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

iiuuu

  • Guest
lulu... keren bgd..
apa lg tiap kata2 cnta mereka.. co cweet.. :D

gomawo uda update, dtggu next chaptnya ..

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
makasih updatenya [hug] , baca ff ini serasa nyata soalnya engga perlu" berfansy bangeet  karna ceritanya engga jauh dari kehidupan MINSUN sehari"  [biggrin] , Hye senang bangeeet buat Minho GALAU   [hmpfh] , sifat posisif nya MH emang oper dosis bangeet  [dry] tapi.. ada yang ganjal  [goodgrief], kenapa Nyonya GO  [dry] seharusnya Nyonya Lee kan lebih enak toh kedengarannya  [hmff] , liburannya MINSUN kebusan di bikin sweet lagi donk, kaya moment  [kiss] atau lebih juga boleh  [drool] , di tunggu nextnya ya  [lovestruck]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
makasih updatenya [hug] , baca ff ini serasa nyata soalnya engga perlu" berfansy bangeet  karna ceritanya engga jauh dari kehidupan MINSUN sehari"  [biggrin] , Hye senang bangeeet buat Minho GALAU   [hmpfh] , sifat posisif nya MH emang oper dosis bangeet  [dry] tapi.. ada yang ganjal  [goodgrief], kenapa Nyonya GO  [dry] seharusnya Nyonya Lee kan lebih enak toh kedengarannya  [hmff] , liburannya MINSUN kebusan di bikin sweet lagi donk, kaya moment  [kiss] atau lebih juga boleh  [drool] , di tunggu nextnya ya  [lovestruck]

iya tadi juga mau Nyonya Lee, tp ga jadi, ga tau kenapa *loh?  [what]
berhubung aku masih polos, sepolos bayi yg baru lahir  /ditimpuk/ [jumpy] sengaja ga bikin banyak adegan yang  [bav] [bav] hihihi


anyway, thank you semuanya yang udah baca & comment  [arms]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
hahahahaha.. MH galau to the max gara2 oksigennya.....  [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220]

sis,itu si MH bawaannya mesum dimana2 ya..  [AddEmoticons04224] [AddEmoticons04224] [AddEmoticons04224] [AddEmoticons04224]

good job sis,tingkatkan lagi kemesumannya.....  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

thank you udah update,ditunggu next chapnya yaaa.....  [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]

HWAITINGGG!!!!!!  Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427

younee

  • Guest
Sistaaaaaaa gomawo udah diupdate [arms]
aku demen banget ngebayangin MH yg uring-uringan karna dicuekin HS. [hmpfh]
endingnya bikin geregetaaannn..
Aku baca ff ini sambil brdoa dlm hati, mudah2an kehidupan MINSUN disana ga jauh beda seperti ff ini. *gaadaygnanya*
next chap jangan lama2 ye..
HWAITING !!!