Author Topic: OFF AIR ~ updated 2 April 2011  (Read 54901 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 June 2010
« Reply #75 on: June 13, 2010, 11:31:21 pm »
ini kapan updatenya??? [briggin] [briggin]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 June 2010
« Reply #76 on: June 14, 2010, 12:26:46 am »
@Liko : mian baru sempat koment........

Seneng banget mereka akhirnya jadian cuman masih sembunyi2x ... tapi i like it...

Mino perhatian banget nih ma hye sun, suka ma karakter mereka..palagi waktu di mall, aku ketawa2x sendiri bacanya  [biggrin] [biggrin] [biggrin]...mino konyol banget...

Toh wartawan baik apa jahat yah...? jadi penasaran...cepat update sis... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 June 2010
« Reply #77 on: June 14, 2010, 08:55:29 pm »
Liko, sini2 aku peyok2 balik.. [hug]
brarti slera qta sama dunk sistaa..
Sk cwo kea gujunpyo yg galak tp romantiss
[hmpfh] [hmpfh]

 [laughing] [laughing] [laughing]
Rel, kalo itu kaga ada hub ama selera pribadi author  [hmpfh]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 June 2010
« Reply #78 on: June 14, 2010, 09:00:29 pm »
@Liko : mian baru sempat koment........

Seneng banget mereka akhirnya jadian cuman masih sembunyi2x ... tapi i like it...

Mino perhatian banget nih ma hye sun, suka ma karakter mereka..palagi waktu di mall, aku ketawa2x sendiri bacanya  [biggrin] [biggrin] [biggrin]...mino konyol banget...

Toh wartawan baik apa jahat yah...? jadi penasaran...cepat update sis... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258]

amira onnie kmane aje, br nongol lg di mari [biggrin]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 June 2010
« Reply #79 on: June 14, 2010, 09:05:58 pm »
ini kapan updatenya??? [briggin] [briggin]

Blom bikin apa2, ga tau musti diapain lg. Udh ada ide sih tp sad ending. Mau?

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 June 2010
« Reply #80 on: June 15, 2010, 09:20:31 am »
ini kapan updatenya??? [briggin] [briggin]

Blom bikin apa2, ga tau musti diapain lg. Udh ada ide sih tp sad ending. Mau?

TEEDAAAAK..........
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 June 2010
« Reply #81 on: June 20, 2010, 06:29:41 am »
Chapter 5 Part 1



Pagi itu Yeo Won tampak ceria. Walau tanpa suami dan putrinya -Jae Bin sudah berangkat ke kantor sedangkan Shin Bi sudah pergi ke sekolah- ia terlihat begitu asyik menikmati hari. Biasanya sehabis mendrop Shin Bi di sekolah, Yeo Won langsung bertolak ke lokasi syuting. Sejak seminggu yang lalu, pengambilan gambar serial terbaru Yeo Won sudah rampung. Setelah lepas dari jadwal syuting, ia menjadi punya banyak waktu bermalas-malasan sambil membaca novel di rumah.



Yeo Won menutup novel dan beralih ke harian pagi yang sudah datang dari tadi. Sembari menyeruput teh yang disuguhkan pelayan, Yeo Won membuka halaman pertama koran. Cangkir teh yang dipegang Yeo Won terlepas begitu saja dari tangan. Head line koran yang baru saja dibaca membuat tenaganya hilang. Bahkan hanya untuk memegang cangkir teh, Yeo Won tidak punya energi.

LEE MIN HO MENCIUM GOO HYE SUN PADA MALAM PENGANUGRAHAN KBS AWARD

Begitulah bunyi head line yang membuat tubuh Yeo Won lemas seketika. Foto Minho mencium kepala Hyesun terpampang di bawah head line tadi. Yeo Won tidak tertarik membaca narasi di koran tersebut. Redaksionalnya pasti dilebih-lebihkan. Ia segera mengambil ponsel dan mencoba menghubungi Minho. Line telepon yang dituju Yeo Won dalam keadaan sibuk. Yeo Won sampai harus mengulang 5 kali untuk bisa berbicara dengan Minho.

“Yeoboseyo. Minho-a, kau sudah baca koran hari ini?” tanya Yeo Won cemas.

“Ne” jawab Minho lemas.

“Bagaimana bisa foto seperti itu beredar di luar. Kau sungguh tidak hati-hati” Yeo Won memarahi Minho.

“Aku juga tidak tahu. Waktu aku mencium Hyesun tidak ada orang lain. Aku sangat yakin” Minho mencoba membela diri.

“Kau seperti tidak tahu akal wartawan saja. Lalu apa rencanamu?” tanya Yeo Won.

“Belum tahu. Hyung sedang mencari solusinya” jawab Minho.

“Hyesun? Apa dia sudah tahu?” Yeo Won bertanya tanpa koma.

“Ne. Manager Hyesun sedang berdiskusi dengan hyung untuk memecahkan masalah ini” jawab Minho.

*******

Bola mata Na Hee bergerak ke kanan, 3 detik kemudian beralih ke kiri. Manager Hyesun ini sudah begitu dari tadi. Na Hee tidak bisa mengendalikan indera penglihatannya sendiri karena kegiatan pria di depannya begitu mengganggu. Sang Ji, pria di depan Na Hee, terus mondar-mandir hingga memaksa orang yang melihatnya mengikuti pergerakan tanpa tujuan itu.

“Yya! Bisa tidak kau duduk manis dan berhenti mondar-mandir di depanku!” habis juga kesabaran Na Hee menghadapi tingkah Sang Ji.

“Bagaimana bisa aku duduk tenang sementara jalan keluar untuk masalah ini belum kita temukan!” jawab Sang Ji dengan suara tinggi.

Kring ... kring ... kring ... suara tersebut berasal dari ponsel Sang Ji.

Sang Ji tidak antusias setelah membaca nama yang tertulis di layar ponsel. Kalau bisa, ia lebih suka menekan tombol reject daripada harus memencet tombol hijau. Tapi itu sangat tidak sopan karena si penelepon punya jabatan penting. Tak ada pilihan lain bagi Sang Ji kecuali menjawab panggilan tersebut.

Ucapan yang keluar dari mulut Sang Ji hanya ‘Ne’, ‘Ne’ dan ‘Ne’. Ia tidak berani mengeluarkan kata-kata lain dan memilih pasrah saja menerima omelan dari si penelepon.

“Ini ke 3 kalinya dia meneleponku untuk mengingatkan hal yang sama. Membuat aku tambah tegang saja!” Sang Ji baru berani menggunakan kosakata lain setelah si penelepon selesai menghubunginya.

Telepon tadi ternyata berasal dari pihak MBC. Sang Ji terus mendapat desakan dari MBC untuk segera meluruskan berita miring Minho dan Hyesun. Mereka tidak ingin kabar menggemparkan itu ikut mengguncang pembuatan PT.

“Sudahlah. Kita jalankan saja rencana A. Kurasa itu yang terbaik” Na Hee sudah mengambil keputusan.

“Baiklah, pikiranku juga sudah buntu” Sang Ji menyetujui keputusan Na Hee.

*******

Sore harinya Sang Ji dan Na Hee mengadakan konferensi pers di tempat terpisah. Mereka menjelaskan bahwa tidak ada yang istimewa di balik ciuman Minho pada Hyesun. Keduanya beralasan tindakan itu hanya sekedar over head kiss antara sesama sahabat.

“Apakah ini sengaja diciptakan sebagai sensasi terhadap PT?” pertanyaan ini diajukan untuk Sang Ji.

“Adakah korelasinya antara kabar ini dengan Magic? Di luar beredar spekulasi bahwa berita ini diangkat untuk meramaikan pembuatan Magic” pertanyaan ini diberikan kepada Na Hee.

“Sama sekali tidak benar. Kami justru dirugikan dengan kabar ini” begitu kurang lebih jawaban Sang Ji dan Na Hee.

Wartawan juga bertanya mengapa dalam konferensi pers Sang Ji tidak datang bersama Minho dan Na Hee hadir tanpa Hyesun.

“Jadwal Lee Min Ho-ssi padat, jadi dia mengutusku menyampaikan hal ini pada kalian. Lee Min Ho-ssi juga minta maaf karena tidak bisa mengkonfirmasi sendiri” Sang Ji mengarang alasan. Jawaban Na Hee juga sama perisis dengan Sang Ji.

Padahal seharian ini Minho dan Hyesun tidak meninggalkan rumah masing-masing. Jelas saja mereka tidak bisa ke mana-mana. Wartawan enggan beranjak dari pintu gerbang kediaman keluarga Lee dan Goo sejak pagi tadi.

Manolin juga jadi penuh sesak oleh kerumunan wartawan. Pengunjung Manolin pada hari itu bukan untuk menyicipi menu di café tersebut, melainkan menanti kedatangan pemiliknya guna mengkonfirmasi seputar kejadian tadi malam. Min Jung yang tidak menyangka wartawan akan menyemut di Manolin jadi ikutan main kucing-kucingan dengan wartawan.

*******

Berita kedekatan Minho-Hyesun sudah merebak sejak hari pertama di tahun 2010. Demi meredam berita tersebut Minho dan Hyesun dipingit dulu untuk sementara waktu. Mereka dilarang bertemu sampai masalah benar-benar clear.

Ponsel menjadi benda paling berharga bagi Minho dan Hyesun. Keduanya tidak bisa dipisahkan dari ponsel masing-masing. Dalam situasi seperti ini satu-satunya jembatan penghubung antara Minho dan Hyesun hanyalah ponsel. Dalam sehari ponsel Hyesun bisa lebih dari 20 kali menerima panggilan Minho.

Ruang gerak Minho dan Hyesun juga menjadi terbatas. Langkah mereka selalu dibuntuti pemburu berita. Sang Ji dan Na Hee sampai-sampai harus menambah jumlah bodyguard yang mengawal aktivitas Minho dan Hyesun. Wartawan tidak pernah patah arang memburu Minho-Hyesun walau keduanya hanya menyuguhkan senyuman saat disodori pertanyaan seputar skandal mereka.

Seiring bergulirnya waktu, berita Minho-Hyesun hilang juga ditelan masa. Berita mereka tergilas skandal selebritis korea lain yang lebih menghebohkan. Kasus Mihno-Hyesun dipetieskan untuk sementara waktu. Kedua artis ini bisa kembali menjalani aktivitas dengan tenang. Minho sudah mulai syuting PT sementara Hyesun berkutat dengan persiapan syuting Magic.

*******

Manolin Café
Hyesun dan Na Hee sedang mendiskusikan perihal Magic. Actor pemeran tokoh utama dalam film garapan Hyesun masih belum ditetapkan. Na Hee sudah merekomendasikan beberapa nama tapi tidak ada satu pun yang nyantol di hati Hyesun. Hyesun sangat selektif dalam menentukan pemain yang akan bekerja sama dengannya.

“Onnie, ottoke? Aku belum menemukan actor yang cocok untuk Magic?” keluh Hyesun.

“Itulah akibatnya kalau kau terlalu pemilih” jawab Na Hee.

“Aku pakai Minho saja ya. Aku rela menunggu sampai PT selesai” saran Hyesun.

“Yya! Kuperingatkan kau untuk tidak berbuat aneh-aneh. Skandal kalian saja baru selesai, sekarang kau mau bikin sensasi lagi” kecam Na Hee.

“Pikiranku sudah buntu ...” Dengan malas Hyesun meraih tabloid infotainment terbitan terbaru. Halaman demi halaman dibuka Hyesun tanpa semangat. Napas Hyesun tertahan setibanya di pertengahan tabloid.
 
“Waeyo?” Na Hee yang mendapati Hyesun tersentak berusaha mencari tahu.

“Yya, kau menemukan berita tentang PT? Cepat tutup, nanti kulaporkan pada Minho-ssi” Na Hee memperingati Hyesun.

Hyesun tidak mengikuti anjuran Na Hee. Ia malah makin serius membaca kumpulan kalimat di tabloid tersebut.

“Yya! Sudah jangan dibaca lagi” karena merasa tidak dihiraukan, akhirnya Na Hee berjalan mendekati Hyesun dan langsung menutup tabloid tersebut.

“Onnie! Kau menggangu saja. Aku tidak sedang membaca berita PT. Singkirkan tanganmu!” perintah Hyesun.

Hyesun kembali membuka halaman yang ditutup paksa oleh Na Hee. Bibirnya menyunggingkan senyum manis.

“Onnie, aku sudah menemukan orangnya. Dia kupilih sebagai pemeran utama Magic” Hyesun menunjuk ke foto pria yang terpampang di taboid.

“Bi-ssi?” Na Hee bertanya heran.

“Ne. Aigoo, kenapa dari dulu tidak terpikirkan olehku” Mata Hyesun masih tertuju pada artikel tentang Bi di tabloid tersebut.

“Kenapa pilih Bi-ssi?” tanya Na Hee.

“Kriteria yang kucari untuk tokoh dalam Magic ada semua pada Bi-ssi.” Hyesun berkata dengan semangat.

“Jeongmal? Aku tidak mengerti tentang kriteriamu, tapi kalau kau sudah putuskan demikian aku menurut saja. Aku jadi tidak perlu pusing lagi mencari actor lain” Na Hee lega dengan keputusan Hyesun.

“Ah! Lagipula kerja sama dengan Bi-ssi bisa sekalian menutupi hubungan mu dengan Minho-ssi. Itu ide cemerlang. Aku mendukungmu, Hyesun-ssi!” kali ini Na Hee yang berkata dengan semangat.

“Yya! Ideku ini murni untuk Magic tidak ada sangkut paut dengan masalah lain” protes Hyesun.

“Terserah apa katamu. Tapi kurasa hal ini bisa menghapus asumsi public terhadap hubungan asmaramu dengan Minho-ssi” Na Hee teguh pada prinsipnya.

“Daripada kau berpikir yang tidak-tidak, lebih baik segera hubungi manager Bi-ssi lalu sampaikan tawaranku ini. Arasseo!” perintah Hyesun.

“Ne. Arasseo” jawab Na Hee.

Na Hee langsung menelepon manager Bi. Gayung pun bersambut. Bi setuju membintangi Magic. Na Hee senang bukan main dengan keputusan Hyesun. Ia berharap kerja sama Hyesun-Bi dapat membungkus hubungan asmara Hyesun-Minho.

*******

Lokasi syuting PT. Tiga hari kemudian.
Minho baru selesai take 15. Pendekor lapangan sibuk memindah-mindahkan barang sesuai instruksi sutradara. Sambil menunggu persiapan syuting, Minho menghapal sricpt PT untuk take selanjutnya.



Saat sedang serius menghapal, Sang Ji datang menghampiri Minho. Tangan pria ini menggenggam sebuah koran.

“Minho-ssi, ada kabar tentang Hyesun-ssi” Sang Ji menyerahkan koran pada Minho.

Mendengar nama Hyesun disebut, script PT lasung melayang begitu saja dari tangan Minho. Ia segera menyambar koran yang dibawa Sang Ji.

“Apa-apaan ini!” Minho meremas koran dengan geram.

BANTAH KENCAN DENGAN LEE MIN HO, GOO HYE SUN MENGGAET BI

Minho tidak terima dengan kutipan berita pada koran tersebut yang terkesan memojokkan Hyesun. Ia mencoba mencari tahu maksud dari pernyataan itu. Setelah membaca keseluruhan berita, Minho baru bisa menangkap arti dari kalimat pedas di atas.

“Dasar wartawan! Berita seperti ini saja ditulis secara besar-besaran!” sunggut Minho.

“Hyesun kan cuma meminta Bi-ssi bermain dalam filmnya, malah ditulis menggaet. Sungguh terlalu!” sambung Minho.

“Mw ... Mwo ... Mworagu?” Lidah Minho yang tadinya lancar memaki artikel di koran, seketika menjadi kelu begitu menyadari satu hal.

“BI-SSI? HYESUN MENGAJAK BI-SSI DALAM MAGIC?!” Suara Minho meledak.

“Sssstt” Sang Ji membekap mulut Minho.

“Kenapa harus dia? Pria itukan dikabarkan punya ‘rasa’ terhadap Hyesun” Minho berkata dengan suara normal. Hanya suara Minho saja yang kembali teratur sedangkan perasaan Minho tidak tertata sama sekali.

“Minho-ssi. Kau harus tenang. Berita Bi-ssi suka sama Hyesun-ssi cuma gossip. Jangan terlalu dipikirkan” Sang Ji berusaha mengontrol emosi Minho.

“Gosip? Beritaku berkencan dengan Hyesun juga hanya ‘gosip’kan tapi nyatanya kami memang berkencan. Lalu bagaimana kalau berita itu juga bukan gossip belaka” ucap Minho.

“Hyesun-a, kenapa kau tidak diskusikan dulu denganku? Aku harus menemui Hyesun” Minho langsung melangkah meninggalkan Sang Ji.

“Yya! Minho-ssi! Setengah jam lagi kau mulai syuting, sutradara akan marah jika tidak menemukanmu” Sang Ji berusaha menahan Minho.

“Masalah sutradara, aku serahkan padamu” Minho tidak peduli dengan peringatan Sang Ji.

“Aigoo. Seharusnya aku tidak cerita dulu. Habis aku dimarahi sutradara” gerutu Sang Ji.

*******

Manolin Café
Mobil Minho sudah berada di dekat Manolin. Meski demikian Minho masih belum beranjak dari kursi kemudi. Ada banyak pengunjung di café itu. Minho tidak bisa menerobos masuk begitu saja. Ia tidak ingin mengundang perhatian orang. Minho bahkan memarkir mobilnya 100 meter dari Manolin supaya tidak dicurigai. Minho tidak mungkin menunggu sampai Manolin sepi karena ia harus segera kembali ke lokasi syuting. Dengan cepat Minho mencari akal agar bisa masuk Manolin saat itu juga.

Minho melihat mobil Min Jung terparkir di halaman Manolin. Ia segera menghubungi ponsel Min Jung. Minho meminta Min Jung menjemputnya supaya terkesan Min Jung-lah yang mengajak Minho ke Manolin. Mau tidak mau Min Jung mengikuti scenario Minho. Sesampainya di Manolin, Minho langsung menemui Hyesun.

“Apa benar kau memilih Bi-ssi sebagai pemeran utama dalam Magic?” tanpa basa-basi Minho langsung mencecar Hyesun dengan pertanyaan.

“Ne. Bi-ssi satu-satunya actor yang tepat untuk peran itu” jawab Hyesun.

“Jangan dia. Ganti actor lain saja” protes Minho.

Hyesun berkata dengan kening berkerut “Wae? Kau tidak suka? Aku rasa Bi-ssi sangat cocok. Apalagi dia sudah lama tidak berkiprah dalam dunia acting selain itu dia juga ...”

“Dia juga pria yang dikabarkan menaruh hati padamu. Aku tidak mau kau dekat-dekat dengannya” Minho menyela kalimat Hyesun.

“Ha ... Ha ... Ha ... ternyata kekasihku ini sedang cemburu ya?” Hyesun malah menggoda Minho. Hyesun ingin tertawa lepas namun ditahan karena merasa Minho sedang sensitif.



“Jangan alihkan pembicaraan. Kalau kau bersikeras memakai Bi-ssi, orang akan mengira kau memanfaatkan kabar burung itu untuk mendompleng film barumu” Minho mengintimidasi Hyesun dengan melontarkan alasan yang masuk akal.

“Aku bukannya tidak menghiraukan kemungkinan itu. Aku justru ingin membuktikan bahwa tidak ada apa-apa antara aku dan Bi-ssi” bantah Hyesun.

“Pokoknya aku tidak setuju” Raut muka Minho berubah dingin.



“Minho-a, jangan kenakak-kanakan begitu. Aku janji akan bersikap seprofesional mungkin dengan Bi-ssi” Hyesun menggelayuti tangan Minho.

“Tapi aku tetap tidak tenang” lanjut Minho.

“Aku juga tidak tenang membiarkanmu syuting PT” balas Hyesun.

“Kalau masalah itu bukannya kau sudah setuju. Aku sudah berulang kali berdiskusi denganmu tentang hal ini sampai akhirnya kuputuskan mengambil PT. Tapi kau ... apa pernah berdiskusi dulu denganku sebelum memutuskan bekerja sama dengan Bi-ssi?” tanya Minho.

“Memangnya aku belum cerita padamu tentang hal ini?” tampang polos Hyesun terpasang saat melontarkan pertanyaan ini.

“Ne. Kau belum menceritakan padaku, Sutaradara Goo” jawab Minho.
 
“Jinja? Sepertinya aku sudah bilang. Miane. Jeongmal miane. Aku lupa ...” Hyesun menggoyangkan lengan Minho dengan manja.

“Sepertinya kau terlalu sibuk dengan Magic” Minho masih marah dengan Hyesun.

“Yya, jangan bersikap seperti ini. Aku akan sedih jika kau marah padaku” Hyesun mencoba menghapus kemarahan Minho.

Minho tak bergeming dengan bujuk rayu Hyesun. Ia sudah terlanjur kecewa dengan sikap Hyesun. Minho meninggalkan Manolin tanpa mengubris permintaan maaf Hyesun. Sepeninggal Minho, Hyesun langsung terduduk lemas. Ia tidak menyangka Minho akan semarah ini.

Setelah kejadian itu Minho tidak pernah mau menerima telepon Hyesun. SMS Hyesun juga tidak pernah direply Minho. Inbox ponsel Minho menjadi penuh sesak dengan sms permohonan maaf Hyesun.

*******

Permusuhan Minho-Hyesun telah menginjak hari ke dua. Hyesun sudah mulai syuting Magic bersama Bi tapi pikirannya selalu tertuju pada Minho. Ia tidak tenang sebelum Minho menghentikan aksi diamnya.

Hyesun mencari cara untuk menghilangkan kemarahan Minho. Tapi ia membutuhkan bantuan orang ke tiga. Otak Hyesun menseleksi beberapa nama. Min Jung. Lagi-lagi nama inilah yang turut campur dalam hubungan Minho-Hyesun.

Min Jung yang dimintai tolong Hyesun tidak sanggup menolak. Posisi Min Jung memang serba salah. Dia terhimpit dua orang yang sangat disayanginya. Yang satu sahabat, yang satu lagi sepupu. Jika kedua orang tersebut tertimpa masalah, Min Jung tidak bisa ongkang-ongkang kaki tanpa ada usaha menolong mereka.

*******

Rumah Min Jung
Min Jung menyambut kedatangan Minho di rumahnya. Setelah susah payah, akhirnya Min Jung berhasil juga membujuk Minho untuk mampir ke rumahnya. Min Jung mengajak ngobrol Minho tanpa menyinggung hal penting.

“Min Jung-a, ada apa kau memintaku datang?” tanya Minho.

“Ehmm ... Begini ... Sebenarnya bukan aku yang memintamu datang” jawab Min Jung.

“Mwo?” Minho mulai penasaran dengan Min Jung.

“Baiklah, kita langsung saja. Ayo, aku antar kau bertemu dia” Min Jung mengajak Minho ke kamarnya.

“Dia? Siapa?” Minho makin penasaran. Ia mengikuti langkah Min Jung.

“Dia ada di kamarku. Temuilah” perintah Min Jung setelah mereka berada di depan pintu kamar Min Jung.

Beberapa saat Minho menantap wajah sepupunya. Minho merasa sikap Min Jung sungguh misterius. Melihat Minho yang tak kunjung bergerak, Min Jung mendorong Minho masuk ke kamar. Min Jung membiarkan Minho berduaan dengan orang dalam kamarnya.

Hyesun. Di kamar Min Jung ada Hyesun. Minho melihat senyum manis Hyesun menyambut kedatangannya. Jujur saja, ia merindukan senyuman itu. Kalau saja tidak segera menyadari kondisi mereka yang sedang marahan, Minho sudah membawa tubuh Hyesun ke dalam pelukannya.



“Kau? Kenapa ada di kamar Min Jung? Sutradara kita ini tidak syuting ya” Dengan dingin Minho membuka pembicaraan mereka. Minho berjalan menuju kursi dan menjatuhkan tubuhnya di sana.

“Kalau kau masih marah, mana bisa aku syuting dengan tenang” Hyesun duduk di samping Minho.

“Memang siapa yang membuatku jadi begini?” Sikap dingin Minho tetap dipertahankan.



“Minho-a, sampai kapan kau mau begini?” Hyesun merebahkan kepala di dada Minho.

“Kalau tidak ada hal penting yang ingin kau bahas, aku pergi sekarang” Secara perlahan tangan Minho menjauhkan tubuh Hyesun dari dadanya. Minho menolak kemesraan yang ditawarkan Hyesun.

Minho bangkit dari kursi dan berjalan menuju pintu. Melihat Minho hendak pergi, Hyesun segera menahan dengan memeluk Minho dari belakang.

“Mianhe. Jeoangmal mianhe” ucap Hyesun lirih.

Minho menghela napas. Sebenarnya dia juga tidak tahan lama-lama marahan dengan Hyesun. Tapi sayangnya ego Minho terlalu besar. Ia tidak mau secepatnya menyudahi perang dingin dengan Hyesun. Minho ingin sekali-kali memberi pelajaran pada Hyesun.

“Sudahlah aku harus pergi sekarang” Minho melepaskan tangan Hyesun yang memeluk pinggangnya.

“Chakamanyo” Hyesun kembali menahan kepergian Minho.

Sebuah ide melintas di kepala Hyesun. Tapi ide itu perlu sesuatu agar lebih hidup. Hyesun mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar Min Jung. Ketemu. Hyesun menemukan benda yang dibutuhkannya. Hyesun segera berjalan mendekati si merah sedangkan Minho hanya mengamati dari tempatnya berdiri.

“Oppa ... jalmothae ... choyo ...” Hyesun menyodorkan apel ke wajah Minho. Ia sedang mengadaptasi salah satu adegan BOF episode 9.



Minho geli melihat usaha gigih Hyesun untuk meminta maaf. Ia sebenarnya ingin terbahak tapi segera ditahan agar misinya memberi pelajaran kepada Hyesun tercapai.

“Aku ini Lee Min Ho bukan Goo Jun Pyo, jadi siasatmu tidak mempan padaku” Minho kembali bersikap dingin.

Minho memutar badannya kemudian berjalan meninggalkan kamar Min Jung. Hyesun yang ditinggalkan begitu saja oleh Minho menjadi sedih. Mata Hyesun terasa panas. Tidak lama kemudian ada air bening keluar dari sudut mata Hyesun.



Min Jung masuk setelah kepergian Minho. Ia mendapati Hyesun bercucuran air mata. Sepanjang sejarah Min Jung sebagai sahabat Hyesun, baru kali ini Min Jung melihat Hyesun sesedih itu. Walau sudah dihibur Min Jung, Hyesun belum menyetop tangisannya. Min Jung jadi bingung harus berbuat apa terhadap sahabat kentalnya ini. Ia hanya sanggup menjadi tempat penampungan bagi kesedihan Hyesun.

*******

Keesokan harinya
Di tengah kesibukan syuting Magic, Hyesun masih berusaha berbaikan dengan Minho. Setiap 1 jam Hyesun menghubungi ponsel Minho tapi tak pernah diangkat.



Merasa sia-sia menelepon Minho, Hyesun mencoba lewat sms. Hyesun membuat puisi cinta romantis kemudian dikirimkan ke ponsel Minho melalui layanan pesan singkat. Minho terpingkal membaca puisi Hyesun. Ia tidak berniat membalas sms Hyesun. Minho masih asyik menjalani misinya.



Dari puisi cinta, Hyesun beralih ke sketsa. Kemahirannya melukis dimanfaatkan Hyesun untuk meminta maaf pada Minho. Hyesun membuat sketsa wajah Minho lalu menyuruh Seon Mi menyerahkan pada Minho.

*******

Keesokan harinya
Bikin puisi sudah, menggambar sketsa juga sudah, tapi amarah Minho belum juga punah. Hyesun putus asa dengan keadaan ini. Tapi bukan Goo Hye Sun namanya jika kehabisan akal. Asa Hyesun terangkai kembali saat ia teringat masih menyimpan satu ide lagi.

“Hwaiting!” Dengan semangat Hyesun mulai menyiapkan ide pamungkasnya.



Sebenarnya Hyesun ragu akan ide yang satu ini. Tapi ia tetap harus menjalankan ide tersebut supaya mendapat kata maaf dari Minho. Untuk mengawali rencananya, Hyesun mengirim sms pada Minho.

Malam ini datang ke Manolin. Selarut apapun kau harus datang. Aku akan terus menunggumu sampai kau hadir. Jangan berani menghindar lagi dariku jika kau masih ingin hidup sehat.

Kedua alis Minho bertemu hingga membentuk kerutan di keningnya saat membaca sms Hyesun. Minho yang memang sudah tidak marah sejak beberapa hari lalu, berniat datang ke Manolin.

*******

Manolin Café
Padatnya schedule PT membuat Minho tiba di Manolin tepat saat pergantian hari. Pukul 00.05 Minho datang ke café Hyesun setelah 4 hari menghindar. Karena sudah tidak ada pengunjung, Minho jadi bebas masuk ke dalam café. Manolin sudah tutup tapi pintu depannya tidak terkunci. Minho yang sudah mengeluarkan kunci duplikat Manolin kembali memasukan kunci itu ke dalam saku jaketnya. Keadaan café gelap gulita saat Minho sudah menapakkan kaki di dalam.

“Hyesun-a, kau di mana?” Minho menyisir tiap ruang sambil memanggil Hyesun.

“Apa dia sudah pulang?” Begitu anggapan Minho, oleh karenanya Minho memutuskan untuk meninggalkan Manolin. Saat pintu keluar sudah terlihat, Minho memutar kembali tubuhnya dan berjalan menjauhi pintu keluar. Ia bergerak menuju ruangan yang biasa mereka pakai berdua.

Sampai di ruang tersebut, keadaan masih sama. Sepi, gelap dan hanya terdengar detak jarum jam dinding. Minho masuk ke dalam lalu menyalakan satu lampu sudut. Langkah kakinya terus terayun dan mulai menuruni 3 buah anak tangga. Ruangan itu tidak bertingkat 2 hanya saja tempat Minho sekarang lantainya lebih rendah hingga harus dihubungkan dengan 3 undukan tangga.

TRIK. Bunyi jentikan jari terdengar saat Minho sudah berada di tengah ruangan. Suara tersebut dibarengi dengan aktifnya beberapa sumber cahaya. Meski penerangan sudah dihidupkan tidak membuat ruangan itu terang benderang. Tidak ada lampu neon puluhan Watt. Yang ada hanya sinar remang-remang beraneka warna. Minho tersentak dengan suasana di sekelilingnya. Ia seolah tidak berada dalam Manolin melainkan di night club.

Minho mengedarkan pandangan untuk mencari sumber jentikan suara. Pandangannya terhenti di sebuah meja. Ia menemukan Hyesun duduk di sana sambil mengibaskan rambut yang sengaja dibuat bergelombang. Bola mata Minho terbelalak sempurna. Penampilan Hyesun lain dari biasanya. Dress hitam berukuran mini yang bagian atasnya terbuka membungkus tubuh Hyesun. Tidak, bukan membungkus. Dress yang lebih muat di badan Shin Bi itu tidak sanggup membungkus tubuh molek Hyesun. Dress tersebut cuma mampu menutupi beberapa bagian terpenting saja. Bukan hanya masalah pakaian, dandanan Hyesun juga turut andil dalam mengejutkan Minho. Riasan di wajah Hyesun tidak tebal tapi berhasil mengeluarkan aura keseksian Hyesun.



TRIK. Bunyi jentikan kembali hadir. Kali ini suara tersebut dibarengi dengan hentakan musik up beat. Tidak lama kemudian terdengar suara pria melantunkan syair lagu bernuansa pop dance.

Chagapge fill me neuritan attracting light
Ssodajin seupatdeul heundeullin nal jababwa
Cool hage chic hage gasigeun jibeochyeo
Jogeumssik dagawa nal jibaehaejwo


Hyesun beranjak dari meja lalu berjalan mendekati Minho. Lagi! Ya, lagi-lagi bola mata Minho terbelalak. Mulut Minho juga menganga ketika menyaksikan tubuh seksi Hyesun menari meliuk-liuk di depannya. Sesekali tangan Hyesun ikut bermain. Rambut, wajah, leher dan dada Minho dijamah Hyesun dengan centilnya. Hyesun terus menari lincah sambil terkadang turut menyanyikan bait demi bait syair lagu Extreme-nya Minho. (Bayangkan Cheoum Cheoreom CF ditambah X-MAN episode Hyesun ngedance bareng Kim Hyun Jung & Choi Shi Won).



Extremely michyeobwa
Express it modeun geol
Exciting jjaritae
Ee ex nege ppajyeonnabwa
Jipchakhae nal jom deo chagapge iriwaseo
O ee ex deo nal chaewojwo


Extreme terus mengalun mengiringi tarian Hyesun. Disuguhi penampilan demikian, Minho cuma bisa mematung. Tubuh jangkungnya berdiri tegap dengan sikap sempurna. Gagah. Minho sangat gagah malam itu. Segagah patung selamat datang di tugu perbatasan antarprovinsi.

Minho hanya diam tak bergerak. Ia tidak sanggup meladeni permainan Hyesun. Jantung Minho sudah kembang kempis. Napasnya pendek-pendek. Keringat sebesar bulir jagung membasahi kening Minho. Sungguh tidak ada gerakan apapun dari tubuh Minho. Hanya jakun Minho yang bergerak naik turun menahan rangsangan birahinya.

Dareun namjawaneun dalla
Mijigeunhan mareun sirheo
Chagapdorok nareul taewo
Deo gil deul yeo jwo
Explosive mind explosive heart
Just wanna feel real thing


Hyesun bergerak menjauhi Minho saat Extreme memasuki bait tersebut. Tanpa menghentikan tarian energiknya, Hyesun mengitari ruangan. Bola mata Minho mengikuti arah pergerakan Hyesun. Keranjang buah berisi anggur menjadi tujuan Hyesun. Satu butir anggur segar berwarna merah dipetik Hyesun dari tangkainya lalu dimasukan ke dalam mulut. Hyesun mengunyah anggur sambil memandang Minho dengan tatapan menantang. Setelah halus, Hyesun menelan anggur kemudian mengeluarkan desahan menggoda. Hyesun kembali memetik sebutir anggur dari keranjang buah dan bergerak mendekati Minho.

I’m crazy you’re classy
Geuraeseo urin bunmyeonghae
19 to 24 nugudeun uril jeungmyeonghae
Hat hage hip hage modeungeol deonjyeobwa
My body my mind
Nal ji bae hae jwo

Extremely michyeobwa
Express it modeun geol
Exciting jjaritae
Ee ex nege ppajyeonnabwa
Jipchakhae nal jom deo chagapge iriwaseo
O ee ex deo myeong ryeong hae jwo


Syair Extreme di atas mengantar Hyesun kembali ke hadapan Minho. Hyesun masih menari lincah demi menghapus kemarahan Minho. Beragam koreografi ala dancer professional dikeluarkan Hyesun tapi Minho tetap bertahan dalam keterpakuannya. Jiwanya sebagai pria benar-benar terguncang menghadapi tarian Hyesun. Minho terhipnotis sampai-sampai tak tahu harus memberikan reaksi apa.

Napas Minho tertahan begitu bibirnya diraba jari Hyesun. Tangan Hyesun yang memegang anggur didekatkan ke wajah Minho. Minho menangkap isyarat Hyesun yang ingin menyuapi anggur kepadanya. Minho pun membuka rahang lalu Hyesun memasukan anggur ke mulut Minho. Saat Minho ingin melahap anggur tersebut, Hyesun menarik lagi anggur yang masih ia pegang kemudian memasukan ke dalam mulutnya sendiri. Minho terkecoh dengan muslihat Hyesun.

Dareun namjawaneun dalla
Mijigeunhan mareun sirheo
Chagapdorok nareul taewo
Deo gil deul yeo jwo
Explosive mind explosive heart
Just wanna feel real love

Dareun yeojawaneun dalla
Neoneun first class lady
So mam sogeuro deureowa
Deo meo mul reo jwo
Explosive mind explosive heart
Just wanna feel real love


Extreme hampir mendekat bagian akhir. Minho masih belum terima dengan tipuan anggur Hyesun. Sekarang Hyesun sedang sibuk membelai rambut Minho. Belaian Hyesun turun ke wajah kemudian turun lagi ke leher Minho. Saat tiba di bagian leher, Hyesun menarik kerah kemeja Minho hingga posisi wajah mereka begitu dekat.



Hidung Minho dan Hyesun saling menyentuh. Bibir mereka hanya dipisahkan oleh jarak belasan micrometer. Hyesun tetap bertahan dengan posisi seperti ini. Hyesun tidak menindaklanjuti dengan melumat bibir Minho karena mulutnya terisi anggur yang masih utuh.

Minho tidak sabar menanti lumatan Hyesun. Gairahnya yang sudah sampai ubun-ubun tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Akhirnya Minho memutuskan untuk berperan aktif. Minho membekap erat pinggang Hyesun dan langsung melumat bibir Hyesun. Bibir mungil Hyesun terbenam seutuhnya dalam lumatan-lumatan ganas Minho.

Di tengah lumatan, lidah Hyesun menerobos masuk ke dalam mulut Minho. Minho merasakan kehadiran sebuah benda asing. Hyesun ternyata baru saja menggulirkan anggur ke dalam rongga mulut Minho. Minho yang terkejut dengan kehadiran anggur yang tiba-tiba, serta merta menelan bulat-bulat anggur tersebut.

“Uhuk ... uhuk ... uhuk ...” Minho terbatuk akibat tersedak anggur.

“Minho-a, gwenchana?” Hyesun menghentikan aksinya dan menepuk-nepuk punggung Minho.

“Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ...” Minho belum bisa menghentikan batuknya.

“Yya! Harusnya kau kunyah dulu anggur itu. Pabo!” Hyesun mengomeli Minho tanpa rasa bersalah sambil terus menepuk punggung Minho.

“A ... aku ... ke ... toilet dulu” Dengan gugup Minho meninggalkan Hyesun.

“Minho-a ...” Suara Hyesun menghentikan langkah Minho.

“Gwenchana. Aku ... bisa ... ke toilet ... sendiri ...” Minho mengira Hyesun ingin menemaninya ke toilet.

“Yya, tapi toiletnya di sebelah sana” Telunjuk Hyesun mengarah ke letak toilet. Arah telunjuk Hyesun dan arah langkah kaki Minho saling berlawanan.

“Baru 4 hari tidak ke sini letak toilet saja sudah lupa” Hyesun mengingatkan Minho yang kesasar di Manolin.

“Oh. Arasseo” Minho memutar balik tubuhnya. Ia berjalan menjauhi Hyesun sambil memijit-mijit kening.

BRUK! Suara itu berasal dari kaki Minho yang menabrak meja. Minho bukannya ceroboh hingga menerjang meja. Hanya saja ia masih belum berhasil menguasai diri setelah menyaksikan penampilan Hyesun.

GUBRAK! Yang ini adalah suara tubuh Minho yang tersungkur akibat tersandung undukan tangga. Efek tarian Hyesun belum pudar dari otak Minho. Seluruh syaraf Minho kehilangan kontrol karena terjadi kekacauan di pusat pengendali.

“Minho-a, gwenchana” Hyesun membantu Minho berdiri.

“Kau sakit?” Hyesun mulai cemas setelah 2 kali Minho tertimpa ‘musibah’.

“A ... A ... Anhi” Dengan terbata-bata Minho menyangkal prediksi Hyesun.

“Tapi wajahmu pucat. Keringat dinginmu juga banyak sekali” Kali ini Hyesun benar-benar khawatir.

Tampang Minho memang pucat. Wajahnya juga dibasahi banyak peluh. Tapi itu bukan karena Minho sakit. Itu adalah salah satu dampak tarian Hyesun.

“Aku ... tidak ... sakit. Toilet. Aku ... cuma ... mau ke toilet” Minho mulai melangkah lagi meninggalkan Hyesun.

DUG! Kalau ini suara dahi Minho yang terantuk pintu. Saat memutar handle pintu, Minho tidak menyadari posisi tubuhnya terlalu dekat dengan pintu. Alhasil, begitu pintu terbuka dahinya langsung beradu dengan daun pintu. Belum ada sinkronisasi antara syaraf sensorik dan motorik pada neuron Minho. Tarian Hyesun sudah mengacak-acak sistem regulasi di tubuh Minho.

Setibanya dalam toilet, Minho langsung membasahi muka dengan air. Jantung Minho masih berdegup kencang layaknya sprinter yang baru selesai bertanding dalam Olimpiade. Minho berusaha mengatur ritme pernapasannya.



Minho mematut diri di cermin. Ia tersenyum melihat bayangannya sendiri. Baru kali ini Minho menyaksikan wajahnya seperti itu. Minho mendapati wajahnya merah total, sampai-sampai kepiting rebus saja merasa tersaingi.

“Hyesun-a, apa kau salah makan? Perbuatanmu sungguh membuatku hilang kendali. Aku harus segera pulang. Lama-lama melihatmu seperti itu bisa-bisa terjadi apa-apa di antara kita” Minho berbicara dengan bayangan dalam cermin.

Minho keluar toilet dan ternyata Hyesun sudah berada di balik pintu. Minho yang tidak mengira Hyesun menunggu di luar toilet, kembali terkejut. Bola matanya tidak bisa ditahan untuk tidak menelusuri bagian tubuh Hyesun yang terbuka. Minho melepaskan jaket lalu memakaikan pada Hyesun.

“Waeyo?” Hyesun heran dengan tindakan Minho barusan.

“Kita pulang” jawab Minho.

“Mwo? Kau sudah mau pulang padahal baru datang” protes Hyesun.

“HOWAAAA ...” Minho pura-pura menguap panjang.



“Aku ngantuk. Lagi pula hari sudah malam. Besok kau dan aku harus syuting. Aku akan mengantarmu” sambung Minho.

“Aku bawa mobil jadi bisa pulang sendiri” jawab Hyesun.

“Yya! Aku tidak tenang membiarkanmu pulang sendiri” Minho merangkul Hyesun lalu menggiring ke luar café.

Hyesun yang tampak kelelep dalam jaket ukuran Minho menurut saja diajak pulang. Sepanjang perjalanan, Minho hanya fokus pada kemudi. Hyesun tidak berani memulai pembicaraan. Ia mengira Minho masih marah dan tidak suka dengan surprise darinya.

‘Dia tidak suka. Penampilanku pasti norak. Huh ... harus bagaimana lagi untuk berbaikan dengan Minho. Siasat apel ku tidak berguna, strategi anggur juga sama saja. Minho pasti sangat marah padaku’ Hyesun bergumam dalam hati.

Continued

Terus terang aku ragu mau keluarin bagian terakhir ato tdk. Takutnya imej hyesun jd gimana gitu. Tp krn udh terlanjur dibikin trus aku jg males revisi jd aku tampilin aja bagian yg itu.

Khusus di part ini, izinkan hyesun menjadi liar. Next, hyesun kubuat normal lg.

Ga suka ya? mian ... mian ... mian ... [sweat]

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 20 June 2010
« Reply #82 on: June 20, 2010, 09:43:15 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] wah aq suka bgt ko Liko,,, dsni hyesun jg liar bukan yg aneh2 ko,, malah bgus bsa bkin mino jd belajar mengendalikan diri toh,,,,, [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

wah2,,, jd mengkhayal sendiri niy aq gmn yaa klo hyesun diem2 aslinya bgono?? seru amat yaaa,,,, smua namja psti tmbah kelepek2 dah,hehehehe,,

thx dah update ya Liko,, jd tgl 1 part lg yaa?? yg puanjang yaa Liko,,, n lebih sweet jg gpp ko aq mah snenk2 ajah [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 20 June 2010
« Reply #83 on: June 20, 2010, 05:54:12 pm »
Wuaaa..
Liko gumawo udh update..
Gag jelek kok sista, skali2 bkin hyesun jd liar gpp kan cma skali ni aja, kalo d kehdupan nyata mah qta ga tau kan, jd kalo aku pribadi ga ambl pusing ma imej hyesun aslinya..
Mupengggg ni sista, part slnjutnya hari ini yah sist ???
Please..
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 20 June 2010
« Reply #84 on: June 20, 2010, 05:54:27 pm »
Wuaaa..
Liko gumawo udh update..
Gag jelek kok sista, skali2 bkin hyesun jd liar gpp kan cma skali ni aja, kalo d kehdupan nyata mah qta ga tau kan, jd kalo aku pribadi ga ambl pusing ma imej hyesun aslinya..
Mupengggg ni sista, part slnjutnya hari ini yah sist ???
Please..
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 20 June 2010
« Reply #85 on: June 20, 2010, 07:39:07 pm »
syukur deh klo oqy n aurel suka  [biggrin]

klo yg laen gmn  [what]

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
~
« Reply #86 on: June 20, 2010, 08:32:31 pm »
Aku juga suka kok sist liko.

Gk papa dibikin gt, kan ini namanya fan fiction. Menurutku sih np alias no problemo. Tapi gk tau sista" yg lain... [biggrin]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 20 June 2010
« Reply #87 on: June 20, 2010, 09:21:18 pm »
ha sabar nunggu chapt 5 part 2 nyaa.. [lovestruck] jangan lama lama ya liko [clap] [clap] [clap] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 20 June 2010
« Reply #88 on: June 21, 2010, 03:47:27 am »
wow, keren banget.. apalagi pas hye sun nari2 menggoda gimana gitu ama min ho, hehehehhe
ngebayangin min ho ke jedot pintu duh pgn ketawa, apalagi kalo ngebygin pikiran min ho yg jd gak konsen liat hye sun ngedance [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
lanjutannya di tunggu sista... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 20 June 2010
« Reply #89 on: June 21, 2010, 04:09:47 pm »
LikoOo
i like it <3 <3
bgus sangad tw gk.
Xixi
lanjUtkan lg doNk...
TngGu hri in yah..
Whahahaha :-D
oh ia, kamu pux Facebook gk?
Qt udh temenan blum yah??
_ jadul bnget gw _
hoho 'o'
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]