Author Topic: my best friend's BOYFRIEND -chapter one, 30 July 2010  (Read 6966 times)

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Hi :-) lam kenal miii...
(boleh panggil mami)... aq uda baca semua ff mami, termasuk yg ini...
oia kapan ni di update? Penasaran benget miii... baca prolognya bikin tambah penasaran lagi *o*/ pokoke mamiii... IS THE BEST :-D 
hi salam kenal, boleh.. panggil mami aja [biggrin] ff ini, termasuk yg lain, belum bisa diupdate, kompi and pc gw bermasalah nih [cry]

whwhwhwh...kacian ci mami... [briggin]
klo kompinya udh sehat update yo mam

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
maunya update malam ini, tapi apa daya lum selesai jadi besok malam saja ya [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
maunya update malam ini, tapi apa daya lum selesai jadi besok malam saja ya [hmpfh]

Okeh ditunggu loh mam  punk udah kering keronta ni gak di soompi gak di CM authornya hiatus semua...  [AddEmoticons04268]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
maunya update malam ini, tapi apa daya lum selesai jadi besok malam saja ya [hmpfh]

Okeh ditunggu loh mam  punk udah kering keronta ni gak di soompi gak di CM authornya hiatus semua...  [AddEmoticons04268]
gw bkn hiatus jd ga bisa disalahin [hmpfh] [hmpfh] kompi gw aja yg error,,, [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
maunya update malam ini, tapi apa daya lum selesai jadi besok malam saja ya [hmpfh]

bener ya mam, aku tunggu bsk...
udh ga sabar nih pengen liat daze mergokin rath *akhirnya bs jg melafalkan nama aneh buatan mami  [hmpfh] *

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
maunya update malam ini, tapi apa daya lum selesai jadi besok malam saja ya [hmpfh]

bener ya mam, aku tunggu bsk...
udh ga sabar nih pengen liat daze mergokin rath *akhirnya bs jg melafalkan nama aneh buatan mami  [hmpfh] *
maksudnya opo [what] ini kan ff my best friend's boyfriend, not from seoul to perth hammer2 [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
maunya update malam ini, tapi apa daya lum selesai jadi besok malam saja ya [hmpfh]

bener ya mam, aku tunggu bsk...
udh ga sabar nih pengen liat daze mergokin rath *akhirnya bs jg melafalkan nama aneh buatan mami  [hmpfh] *
maksudnya opo [what] ini kan ff my best friend's boyfriend, not from seoul to perth hammer2 [hmpfh]

Mi terlalu banyak FF yg lu buat akhirnya pembacanya pada bingun  [hmff]

Offline Tir_@

  • Newbie
  • *
  • Posts: 84
    • View Profile
maunya update malam ini, tapi apa daya lum selesai jadi besok malam saja ya [hmpfh]

bener ya mam, aku tunggu bsk...
udh ga sabar nih pengen liat daze mergokin rath *akhirnya bs jg melafalkan nama aneh buatan mami  [hmpfh] *
asiiikkk... Ntar malam dong di tunggu yah miii... Habis Ff mami segudang sih makanya sist liko bingung dech... :-p

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
gw aja bingung [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile


“DHOOO!!!”, teriakanku mungkin terlalu keras, Eun-Hye dan kekasih yang barusan dikenalkannya padaku, langsung menutup telinga mereka dengan kedua tangan. Mataku terbelalak lebar, .. bagaimana tidak kalau orang ini, kekasih Eun-Hye ini, orang yang kukira, seumur hidup tidak akan muncul lagi dalam kehidupanku.

“Ada apa?”, Eun-Hye menyentuh lenganku. Aku tersentak, sekujur tubuhku menegang keras. “Gwencana, Hyesun-a?”, kulihat keningnya berkerut sangat dalam.

“O .. “, aku mengeleng perlahan, berusaha menyembunyikan keterkejutanku yang pasti sudah terlihat jelas oleh mereka. “Gwencanayo .. “, bohong!! Tentu saja kebohongan yang terlontar dari mulutku.

“O, araso. Kamu pasti hanya terkejut karena tidak menyangka saya akan membawa Minho kemari hari ini kan?”, dia tersenyum sangat manis. Ya, Eun-Hye selalu terlihat manis kalau sudah tersenyum. Tidak ada yang bisa menandinginya!

Aku ikut tersenyum. Walaupun hanya senyuman terpaksa. Tapi apa lagi yang bisa kulakukan selain ini? Tidak mungkin aku berteriak-teriak dan menjelek-jelekan pemuda yang begitu diagung-agungkannya ini. Maksudku kekasih barunya, pemuda berengsek yang sekarang berdiri dihadapanku.

Pemuda ini memperhatikanku. Senyuman yang sedari tadi menghiasi bibirnya sudah lenyap. Keningnya berkenyit, sedangkan matanya menyipit perlahan. Pandangannya jatuh tepat ke sepasang mataku. Aku menjadi risih diperhatikan seperti ini. Pundakku bergerak beberapa kali, .. oh tuhan, apa maksud dari tatapannya? Sekujur tubuhku seperti dikerubungi semut sekarang. Dan Lucky, bayangan anak anjing kesayanganku, tiba-tiba berkelebat di pelupuk mata, dan kebencianku kepada pemuda ini semakin terasa saja.

Aku memelototinya, tapi sepertinya reaksiku tidak tertangkap olehnya. Pemuda tersebut mendekat perlahan. Ekspresi wajahnya seperti semula, seperti sedang memikirkan sesuatu, sesuatu yang tidak dimengerti atau tidak diingatnya.

Kepalanya kemudian menunduk kearahku, sehingga jarak di antara kami semakin dekat, hanya terpisah sekitar sepuluh senti.
“Kamu tidak asing!”, katanya. “Apa kita pernah berjumpa?”, pandangannya jatuh ke lantai, dia berpikir lebih keras lagi, “Tidak! Saya yakin saya mengenalmu! Tapi .. di mana?”. Dia mengeleng keras.

“Minho-a, kamu mengenal Hyesun?”. Pertanyaan Eun-Hye membuat kami berpaling. Eun-Hye kelihatan terheran-heran.

“Tidak, tapi .. tunggu sebentar, .. “, Minho menoleh kearahku, “ .. sepertinya … “

Aku melotot. Tindakannya semakin menyebalkanku. Untuk apa dia berusaha mengingatku kalau tidak teringat olehnya huhhh!!!

“KAMU … “, telunjuknya tiba-tiba mengarah ke wajahku, sangat dekat sehingga menyentuh cuping hidungku, “.. SI KUNCIR KUDA .. “, teriaknya, memekakkan telinga.

Mataku terpejam. Ok, dia ingat sekarang! SI KUNCIR KUDA, julukan yang sangat kubenci.

“Si kuncir kuda?”, tanya Eun-Hye keheranan.

“Iya, ha .. ha .. “, Minho tertawa. Ketawanya sangat menyebalkan. Dia tidak berubah, tetap Minho yang sama, Minho yang kukenal sejak dua puluh satu tahun yang lalu.

“Dia sering menguncir rambutnya seperti ekor kuda waktu di panti asuhan Seoul dulu ..”, lanjutnya sambil mengulum senyum. Senyuman yang kelihatan mengandung arti. Saya jadi bertanya-tanya, mengapa dia tersenyum seperti itu?

“Panti asuhan Seoul?”, guman Eun-Hye. “Kamu pernah ke sana?”

Minho mengeleng perlahan.
“Saya tinggal di sana dari bayi sampai diambil dan diasuh oleh keluarga Lee saat usiaku yang ketigabelas … “

“O .. “, Eun-Hye mendesah. “Kamu tidak pernah menceritakannya padaku!”, sesalnya.

“Mian .. “, pemuda itu tersenyum. “Saya tidak merasa masalah tersebut perlu diceritakan. Itu bukan kisah yang menarik!”

“Tapi saya ingin mengetahuinya!”, sahut Eun-Hye keras. “Saya ingin mengetahui segala sesuatu tentangmu!"

Min-Ho mengangkat bahunya, "Mian .. ", katanya sekali lagi.

Eun-Hye terdiam selama beberapa detik, kemudian dia berkata lagi, "Lain kali, berterus-teranglah padaku!"

"Ne .. "

Eun-Hye masih cemberut ketika melanjutkan perkataannya, "Hyesun juga berasal dari panti asuhan Seoul. Berarti kalian sudah mengenal ya?”, tanyanya tajam.

“Ehemmm … “, aku mendehem keras. Perdebatan mereka harus dihentikan, SEGERA! Kepalaku sudah berdenyut-denyut, pusing dari tadi, karena keributan-keributan mereka.

Eun-Hye dan Min-Ho berpaling secara bersamaan kepadaku. “Miane.”, pasangan yang sangat serasi, minta maaf saja berbarengan!

“Sudahlah!”, tanpa sadar mataku masih memelototinya. Dhuga? Siapa lagi kalau bukan Lee Min Ho!

“Gwencana, Hyesun-a?”. Eun-Hye mendekatiku. “Matamu tidak apa-apa kan?”, tanyanya khawatir. “Apa kemasukkan sesuatu?”, dia menyentuh pundakku dan menguncangnya.

Aku tersentak, “Ohh ..”, mulutku terbuka lebar. Aku tahu tampangku terlihat bodoh saat ini. “Gwen .. gwencanayo .. “, lagi-lagi kebohongan terlontar dari bibirku.

“Syukurlah .. “, Eun-Hye menghembuskan nafas, lega. Senyuman kembali menghiasi wajahnya. Coba, mana bisa aku mengecewakan makhluk semanis dia? Mana tega aku menceritakan bagaimana berengseknya pacarnya yang satu ini? Lebih baik aku membungkam saja.

“Kamu terlihat lain Kuncir Kuda, eh .. maksudku, Goo Hye Sun-ssi .. ", Min-Ho segera memperbaiki kata-katanya begitu aku mendelik padanya. "dulu kamu sangat lucu tapi sekarang kamu .. “, dia melirikku dari ujung rambut sampai ujung kaki, “ .. mirip cowok .. “

Mendengar perkataan ini, aku sadar .. pertikaian antara kami tidak bisa dihindari lagi. Aku memilih membungkam,, tapi lihat, apa yang dilakukannya? Dia mengungkit masa lalu lagi.

“Ne,, Si Kuncir Kuda!!”, teriakku. “Julukan itu sangat lucu ya? Belum cukup kamu menertawakanku? Untuk semua yang telah kamu lakukan, setelah menghilangkan Lucky, cuma ini yang bisa kamu lakukan?!!”. Habis sudah! Emosiku tidak terkendali. Perkataan-perkataan pedas terlontar secara membabi-buta dari mulutku.

“Hyesun-a .. “, panggilan pelan Eun-Hye menyadarkanku. Aku perpaling padanya. Sepasang mata itu berubah sayu. “Kamu .. kamu membenci Minho?”, pertanyaan pelan darinya membuatku hampir tersungkur. Apa jawabanku sekarang? Sudah kuperingatkan diri sendiri sejak dulu untuk menjaga emosiku, apalagi kalau berhadapan dengan Eun-Hye, dia sangat peka, apalagi berhubungan dengan orang-orang yang dicintainya.

“Tunggu sebentar!”, suara menyebalkan itu terdengar lagi. Dahiku berkerut, mengapa dia tidak diciptakan bisu saja? Huhhh … well, mungkin harapanku kali ini keterlaluan. Tapi saya benar-benar berharap dia lenyap dari hadapanku, sehingga aku tidak perlu mendengar suaranya lagi. Aku berpaling padanya dengan wajah dingin dan segera memasang ancang-ancang untuk mengembalikan semua perkataannya.

“Lucky, dia anak anjingmu yang dulu itu kan?”, dia memulainya. Aku mengangguk dengan tampang masam. “.. saya tidak menghilangkannya … “, seperti perkiraanku, dia membantah kenyataan ini. “ .. sudah saya katakan dari dulu, bukan saya yang menghilangkannya .. “. Setan yang akan percaya padanya. Aku melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana dia membawa Lucky ke taman waktu itu. Aku curiga sehingga mengikutinya, begitu sampai di sana, hanya tali pengikat Lucky berada dalam genggamannya, sedangkan Lucky .. raib entah kemana.

Sejak peristiwa tersebut, selama beberapa hari aku tidak bisa tidur dan juga tidak bernafsu makan. Hanya bisa menanggis dan meratapi kepergian Lucky. Jika tidak ada hiburan dari suster-suster dan saudara-saudari panti asuhan Seoul, mungkin aku sudah semakin terpuruk dalam kesedihan. Sedangkan dia, si keparat Lee Min Ho, dibawa pergi keluarga Lee hari itu juga dari panti asuhan sehingga aku tidak bisa melampiaskan semua kebencianku padanya.

“O ya? Jadi dia bisa lenyap begitu saja?!”, tanyaku sinis.

“Sudah saya katakan si gembrot yang menghilangkannya, lagipula saya sudah mencoba men … “,

“Hyesun-a .. “, perkataan Minho terpotong oleh sahutan manja dari Eun-Hye. Sahabatku ini melingkarkan tangannya ke lenganku. “ .. peristiwa itu sudah berlalu, bahkan sudah bertahun-tahun yang lalu. Kamu mau melupakannya kan? Demi aku .. “, dia memohon padaku, sesuatu yang tidak ingin kulihat dan kudengar seumur hidup. Setiap kali dia melakukan ini, aku pasti tidak tahan dan akhirnya bertekuk lutut.

Aku mengeleng keras. Kali ini aku tidak ingin menyerah. Tidak, demi Lucky.

“Hyesun-a .. “, dia merajuk lagi. Suaranya sedikit bergetar dan bibirnya agak dipanjangkan. “ .. kamu tahu betapa berartinya dirimu dan Minho bagiku. Aku tidak ingin melihat kalian seperti ini. Hatiku sangat sakit .. “

Mataku terpejam perlahan. Apakah aku harus melupakan semuanya? Semuanya sudah berlalu, benarkah? Lalu bagaimana dengan Lucky? Siapa yang akan menuntut keadilan buatnya? Selain aku, siapa lagi yang dapat melakukannya?

“Hyesun-a .. “

“Baiklah. Saya menyerah .. “, aku tidak mampu mempercayai perkataan sendiri. Benarkah yang kukatakan barusan? Aku menyerah?!

“Yeahhh, gumawo!!”, Eun-Hye memelukku erat-erat. Dia tersenyum lagi, dan tanpa sadar aku tersenyum juga.

“Nanti dulu .. “. Minho hadir di antara kami. Dia menatapku lekat-lekat. Aku segera membuang muka. Wajah itu membuatku muak, walaupun … ya, aku akui dia sudah berubah menjadi pemuda yang teramat menarik dan tampan sekarang tapi tetap itu tidak cukup kuat membuatku memaafkannya.

“Kamu tidak mempercayaiku?”, lanjut Minho keheranan. “Sejak dulu kamu tidak mempercayaiku? Tapi mengapa? Saya tidak punya alasan membohongimu .. “

Mataku melebar, .. tuhan, dia membantah lagi. Mulutku terbuka, siap untuk berteriak ketika Eun-Hye segera merangkul Minho. “Sudah, sudah. Jangan membicarakan itu lagi!”, kemudian dia berpaling padaku, “Hyesun-a, sebenarnya, selain mengunjungi dan mengenalkan Minho padamu, saya mempunyai kabar lain untukmu ..”

“Apa itu?”, tanyaku tak bersemangat.

“Kami akan pindah ke sini, di lantai atas ..”, Eun-Hye menunjuk ke atas.

Grrrrgg .. seperti petir menyambar di siang bolong, jawaban tersebut membuat mataku terbelalak lebar. “MWOO?!!”

Eun-Hye tersenyum, “Ne, kami sudah membeli lantai atas dari Ra ahjumma .. “

“Tapi .. weo?”, tanyaku tidak mengerti. Keringat dingin mulai bercucuran dari sekujur tubuhku. Apa jadinya kehidupan ini kalau harus bertemu dengan PEMBUNUH Lucky setiap hari?. “ .. tadi kamu bilang KAMI, berarti .. berarti kalian akan tinggal bersama?”

Eun-Hye mengangguk. “Ne. Itu sudah biasa buat orang yang sedang berpacaran kan?”, dia tersenyum nakal padaku. Aku mengangkat bahu berat. Mana aku tahu? Berpacaran saja belum.

“Sebenarnya .. “, Eun-Hye melanjutkan perkataannya, “ .. saya ingin menghindari pertemuan setiap hari dengan omma dan appa. Walaupun mereka memaafkan tindakanku membatalkan pernikahan itu, tetap saja saya tahu masih ada duri di hati mereka. Biarkan keadaan mencair dulu sebelum saya benar-benar harus berhadapan dengan mereka ..”. Eun-Hye melingkarkan tangannya ke lengan Minho, “Benar kan, Minho-a?”, tanyanya manja.

Pemuda itu tersenyum, kemudian mengelus pipinya lembut, “Ne .. “

Tinggal aku, terombang-ambing melihat kemesraan mereka. Di satu sisi, aku bahagia melihat kebahagiaan Eun-Hye. Jujur, aku tidak pernah melihatnya sebahagia ini, bahkan ketika dia menerima surat cinta pertama dari lelaki yang menarik perhatiannya waktu di sekolah menengah, ataupun ketika dia mengabariku tentang pernikahannya satu setengah bulan yang lalu.

Tapi di sisi lain, aku tidak bisa menerima kenyataan, orang yang dicintainya itu si Lee Min Ho. Aku bertanya untuk kesekiankalinya, Mengapa bukan pemuda lain? Mengapa harus Lee Min Ho, pemuda yang selalu mempermainkanku waktu kecil dan pemuda yang telah menghilangkan barang paling berharga dan satu-satunya dalam hidupku di dunia ini, di saat aku sangat membutuhkan dorongan yang hanya kuperoleh dari Lucky, di mana saudara-saudari meninggalkanku satu-persatu dari panti asuhan Seoul? Mengapa harus dia?!! Mengapa?!!!

**************

Dan peristiwa itu benar-benar terjadi. Eun-Hye dan kekasih berengseknya pindah ke lantai atas, apartemen tingkat dua yang kusewa, seminggu kemudian. Ternyata Ra ahjumma mengalami masalah keuangan yang cukup pelik sehingga mengharuskan dia menjual apartemennya, dan tanpa sengaja Eun-Hye yang sedang mencari tempat tinggal mengetahui ini sehingga jadilah dia bagian kehidupanku setiap hari. Aku sangat bahagia jika saja dia tidak membawa pemuda itu bersamanya, tapi tentu saja itu tidak mungkin mengingat betapa eratnya hubungan mereka.

Malam kelabu bagiku, mungkin akan menjadi permulaan dari malam-malam kelabu selanjutnya. Eun-Hye muncul bersama kekasihnya di bar Phoenix, tempat aku bekerja malam harinya. Aku tahu tampangku terlihat masam begitu mereka hadir dihadapanku, semua orang dapat melihat ini dengan jelas, dan aku sudah berusaha memendam perasaan tidak senang ini tapi apa boleh buat aku orang yang gampang terbawa perasaan.

“Minum apa?”, tanyaku tanpa basa-basi.

Eun-Hye terlihat mengangga. “Yaa Goo Hye-Sun,, pertama kali saya menginjakkan kaki di sini, mengapa tampangmu seperti ini?”

Aku tidak kalah mengangga, pertanyaannya masuk akal. Dengan sudut mata, aku melirik dia dan pemuda itu bergantian, duniaku yang tenang benar-benar akan dijungkirbalikkan oleh mereka.
“Mian ..”, jawabku berusaha tersenyum.

“Gitu dong ..”, goda Eun-Hye. Kemudian dia memperhatikan sekeliling bar, “Tempat ini cukup nyaman ..”

“Iya. Ini bar paling tenang di Seoul .. “, jawabku bangga.

“Iya.”, Eun-Hye menyetujui.

“Jadi .. kalian mau minum apa?”

“Dua gelas bir .. “, Eun-Hye berpaling kepada pemuda di sebelahnya, “Bagaimana Minho-a?”

“Seperti pesananmu saja ..”, jawab pemuda itu sambil tersenyum, yang menurutku dibuat semanis mungkin, huekkk ..

“OK ..”, aku mengangguk sedikit malas, kemudian menampung dua gelas besar yang kuambil dari rak belakang dengan bir sampai penuh, lalu mendorongnya ke hadapan Min-Ho dan Eun-Hye, yang segera meraih dua gelas tersebut dan meneguknya beberapa tegukan sekaligus.

"Hyesun-a .. ", panggil Eun-Hye kemudian.

"Iya?", aku mengangkat wajah dari barisan gelas-gelas yang sedang kubilas. "Ada apa?"

"Apa kamu ada waktu besok siang?"

Dahiku berkenyit, "Sepertinya ada. Joo's Love tidak begitu ramai akhir-akhir ini. Memangnya kenapa?"

Eun-Hye tersenyum, "Saya dan Minho .. ", dia melingkarkan tangannya ke lengan Minho dan memandanginya dengan tatapan cinta sebelum beralih kembali padaku, " ... bermaksud mengundangmu makan siang bersama besok, sebagai perayaan pindahan kami hari ini. Kamu bersedia kan?"

"Saya ... ", bibirku terkunci. Aku bermaksud menolak tapi bantahan itu tertahan di tenggorokan, sulit sekali untuk dikeluarkan. Apalagi tatapan dari Eun-Hye, membuat mulutku benar-benar terkunci rapat. "Tentu saja ... ", akhirnya aku hanya bisa mengaruk kepala yang tidak gatal setelah mengeluarkan persetujuan itu.

"Bagus!!", Eun-Hye bersorak kegirangan. Sedangkan Minho, ikut tersenyum melihat kegembiraan kekasihnya itu. Tinggal aku terkulai lemas di sini, menyandar ke dinding dingin di belakang meja layan.

"HYESUN-A, SELUSIN BIR BUAT REMAJA-REMAJA DI SANA!!", beruntung teriakan PP bosku, si pemilik bar Phoenix, berhasil melepaskan diriku dari kurungan Eun-Hye dan Min-Ho.

"NEE!!!", sahutku keras. "Aku permisi sebentar. Kalian bersenang-senanglah sesuka hati .. ", kataku pada mereka, kemudian secepat kilat aku menghilang dari hadapan mereka.

**************


Satu setengah jam kemudian, aku melepaskan diri dari kebisingan-kebisingan dalam bar ke lorong belakang yang menghadap tempat parkir. Udara malam terasa segar di situ. Aku berjongkok, sekuat tenaga aku menghirup udara dalam-dalam dan mulai membagikan makanan yang kubawa buat tiga ekor anak kucing yang kupelihara di tempat itu.

Anak-anak kucing berusia sekitar tujuh hari itu mulai menyantap makan malam mereka dengan lahap. Aku tersenyum. Binatang-binatang selalu bisa membangkitkan perasaan kasih sayang yang sempat hilang dari diriku.

Tanpa kusadari, dua manusia yang baru keluar dari pintu depan bar dan sekarang berjalan ke tempat parkir di lorong belakang, tepat dihadapanku, mengamatiku dari tempatnya.

"Entah apa yang menarik dari binatang-binatang tersebut!", Eun-Hye mengelengkan kepalanya.

Min-Ho berpaling pada Eun-Hye. Dia tersenyum sambil membuka pintu mobil.
"Binatang-binatang tersebut segala-galanya baginya .. "

"Kamu tahu dari mana?", Eun-Hye ikut membuka pintu mobil, kemudian menjatuhkan diri di sebelah Min-Ho.

"Saya tumbuh bersamanya. Kamu lupa ya?"

"Saya tidak lupa.", sahut Eun-Hye. "Saya hanya mengira hubungan kalian tidak lebih dari sekedar sahabat sejak kecil .. "

Minho mengarahkan pandangan ke depan. "Hanya binatang-binatang tersebut yang mampu membuatnya tersenyum. ", ujarnya pelan.

"Kamu sangat memahaminya?", selidik Eun-Hye dengan senyuman kecil tersungging di bibir.

Tawa Minho langsung meledak. "Ha .. ha .. tidak! Selain itu, tidak ada yang saya ketahui tentang dia .. ". Min-Ho memasang sabuk pengaman, kemudian mulai menghidupkan mesin mobil.

Eun-Hye mengamatinya beberapa saat sebelum menjulurkan kepala keluar jendela. Dia berteriak keras.

"HYESUN-A!!"

Teriakan Eun-Hye membuatku tersentak. Aku segera mengangkat wajah dari anak-anak kucing di bawah kakiku kearah teriakan tersebut.

"Heyyy!!", dia melambai padaku.

"Heyyy!!", aku membalas lambaiannya, "Kamu pergi sekarang?!!", teriakku.

"NE!! Sampai ketemu besok!!"

"OK!!", aku mengangguk.

Eun-Hye tersenyum manis, kemudian menarik diri, kembali ke dalam mobil. Aku masih melambaikan tangan padanya ketika mobil itu bergerak perlahan dari tempat parkir ke jalan kecil menuju apartemen kami yang terletak tidak begitu jauh dari bar Phoenix.

**************


Keesokkan harinya, waktu makan siang, aku membereskan segala sesuatu secara terburu-buru, kemudian menerjang kearah pintu. Tapi langkahku terhenti di ambang pintu ketika si Joo cerewet, bosku si Joo Ji Hoon, memanggilku dari belakang.

"Mau kemana?"

Mataku terpejam perlahan. Mengapa dia tidak membiarkanku saja? Selalu saja mencampuri urusanku.

Aku berbalik padanya. "Makan siang dengan teman. Memangnya ada apa bos?", tanyaku dingin.

"Teman?!", keningnya berkenyit. "Sejak kapan kamu punya teman ha .. ha ..?", tawanya yang menyebalkan meledak seketika.

"Bukan urusanmu!!", ketusku. Aku memutar badan dan bersiap meninggalkan tempat itu.

"Heyyy,, tunggu! Saya ikut!"

"MWOO?!", aku segera berpaling padanya. Sepasang mataku terbelalak lebar. "Untuk apa kamu ikut? Siapa yang mengundangmu?!!"

"Yaa Hyesun-sii, mengapa selalu seketus itu padaku?!", mendadak dia melingkarkan lengannya ke leherku.

"Yaa ..". Aku langsung menepiskan tangannya. "Jangan menyentuhku!"

"Weo? Kamu tahu saya menyukaimu dari dulu?!", goda Joo.

"Yaa ..", aku memelototinya.

"Saya ikut!!", dia bersikeras.

"Shido!!!"

"Mau ... "

"NO!!!"

*************


Apa kalian bisa membayangkan kalau pria tidak tahu diri itu benar-benar nekat mengikutiku? Ya, benar. Dia hadir di antara kami, .. aku, Eun-Hye dan Min-Ho, .. dalam acara makan siang yang dikhususkan Eun-Hye buatku. Dia mencerocos tanpa henti, membicarakan apa saja yang berkelebat di otaknya, sesuai dengan sifatnya yang blak-blakan.

Eun-Hye dan Min-Ho cengar-cengir sepanjang acara makan siang tersebut. Aku cemberut. Apa yang mereka pikirkan bisa kutebak. Oh tuhan, tidak! Dia bukan pacarku! Pria tidak tahu malu ini, aku tidak tertarik padanya. Tapi kelihatannya, walaupun aku menjelaskan pada mereka, dengan berteriak-teriak sekalipun, tidak ada gunanya. Tidak ada yang bakal percaya kenyataan ini. Karena itu aku memilih diam di tempat. Biarkan saja dia berkicau sesuka hati.

Kami meninggalkan restoran Geralda sekitar dua jam kemudian. Sepanjang jalan yang kami telusuri, Eun-Hye dan Min-Ho tersenyum tanpa henti. Sungguh menyebalkan! Dan dokter hewan tidak tahu malu itu masih saja meluncurkan perkataan-perkataannya yang tidak ada habis-habisnya. Benar-benar membosankan! Aku memelototinya berulangkali, tapi .. seperti biasa, dia tidak perduli atau berlagak tidak melihat sama sekali.

Tanpa terasa, kami sampai di sebuah kolam kecil di tengah taman yang terdapat air mancur buatannya. Dan entah siapa yang mula-mula mengajukan ide gila itu, kalau tidak salah sih si dokter hewan bego ini, ... katanya, menurut legenda kolam pengharapan ini (bayangkan, kolam dengan air mancur tersebut jelas-jelas hanya kolam buatan yang masih baru, tapi dikatakan mempunyai legenda yang mampu mempersatukan pasangan yang benar-benar berjodoh, dan lebih parah lagi, dua orang  bodoh di sebelahku ikut mempercayainya), pasangan yang mampu menyatukan dua koin dalam kolam, bakal bersatu dan tidak akan terpisahkan oleh apapun di dunia ini.

Akhirnya permainan konyol itupun dimulai. Eun-Hye melemparkan koin di tangannya ke dalam kolam. Aku jadi berpikir, mungkin polisi akan segera muncul di sini, dan menangkap kami karena telah menyebabkan bertimbunnya semakin banyak sampah dalam kolam. Koin yang dilemparkan Eun-Hye tenggelam di tengah-tengah kolam. Kekasihnya, si Lee Min Ho, mulai mencoba keberuntungannya. Dia mengambil sebuah koin dari kumpulan koin di tangan kirinya, kemudian mengarahkannya ke sasaran. Kami memandanginya dengan perasaan tegang. Seharusnya aku tidak begitu, mengingat aku tidak mempercayai legenda konyol dari dokter hewan bego tersebut, tapi buktinya setiap berkaitan dengan Eun-Hye, aku tegang juga.

Jappp .. koin itu jatuh ke kolam, bergoyang-goyang, dan akhirnya mendarat di dasar kolam, agak jauh dari koin yang dilemparkan Eun-Hye. Aku langsung menyengir. Memangnya mencari jodoh segampang membalikkan telapak tangan? Wajah Min-Ho berubah perlahan, dan entah mengapa, aku puas melihatnya he .. he .. he..

Min-Ho kemudian berusaha untuk kedua kalinya, gagal. Ketiga kali, gagal juga. Begitu juga yang keempat dan kelima kalinya. Dia mendengus, kesabarannya mulai habis. Koin yang masih tersisa digenggamnya erat-erat. Melihat gelagat tidak baik itu, aku segera meloncat ke hadapannya. Tapi terlambat, tangannya berhasil diayunkan dan koin-koin dalam genggamannya tersebarkan semua. Sekitar duapuluh buah koin meluncur ke dalam kolam. Mata kami melebar, mengarah ke kumpulan koin-koin tersebut. Hanya dalam hitungan detik, koin-koin itu mendarat di dasar kolam. Dan .. tidak ada satu koinpun yang menyatu, menempel sekalipun tidak dengan koin yang dilemparkan Eun-Hye tadi.

"Ho .. ho .. apakah ini berarti, kalian tidak berjodoh?", ejekku keras.

Eun-Hye dan Min-Ho tidak menyahut. Pandangan mereka terarah ke dasar kolam. Masih tidak mempercayai kejadian barusan. Begitu banyak koin yang dilemparkan, mengapa tidak satupun yang menyentuh koin di tengah kolam?

"Mengapa kamu tidak mencobanya?"

Pertanyaan tersebut membuatku berpaling. Joo memandangiku dengan sepasang mata bersinar nakal.

"Dhuga?"

"Kamu!". Tiba-tiba dia meletakkan sebuah koin ke tanganku, dan tanpa aba-aba terlebih dahulu dia mendorongku ke depan.

Aku hampir kehilangan keseimbangan. Tanganku mengayun ke depan guna mencari keseimbangan yang kuperlukan. Koin dalam tanganku terlempar ke kolam. Mata kami terbelalak lebar begitu koin tersebut terombang-ambing dalam kolam, kemudian secara pelan tapi pasti mendarat di atas salah satu koin yang dilemparkan Min-Ho.

"OOO!!!", teriak Joo. Aku tidak mengerti apa maksudnya, tapi telunjuknya mengarah ke koin yang menyatu itu sambil tersenyum lebar.

"MWO?! MWO?! .. A .. apa anehnya koin kami menyatu? .. Terlalu banyak koin dalam kolam .. ", belaku.

"Aku tidak berkata apa-apa!", si dokter ikut membela diri. Sepasang tangannya terangkat ke atas, dan dia tersenyum. Sialan! Apa maksud senyuman itu!!

"Apa benar legenda dari kolam ini?", Eun-Hye mengeluarkan suaranya.

Aku yang sudah bersiap melabrak dokter berengsek itu, berpaling padanya. Pandangan Eun-Hye masih terpusat ke dalam kolam.

"Tentu saja tidak benar!", Min-Ho yang menjawab pertanyaan tersebut. Dia melingkarkan tangan ke pinggang Eun-Hye dan menariknya ke dalam pelukan. "Kita tidak mungkin terpengaruh dengan permainan anak kecil ini kan?", dia tersenyum, senyuman yang menurutku tidak tulus. Walaupun sedikit, dia sudah terpengaruh dengan lelucon konyol dokter iseng ini.

"Iya. Itu tidak benar.", tekanku. "Kolam ini dibuat beberapa tahun yang lalu. Masih baru, jadi tidak mungkin menyimpan legenda gaib seperti itu .. ", lanjutku.

Kemudian aku berpaling pada Joo dan mendorong pundaknya. "Kamu sih, membuat lelucon konyol seperti itu!!!"

"Ha .. ha .. ", Joo langsung terbahak-bahak, " .. mian, ha .. ha .. habis kalian tegang banget sih. Terutama kamu, sayang .. ", mendadak dia menyentuh daguku. Ohh,, pria ini, sungguh membuat kesabaranku habis. Jika dia berani menyentuhku lagi, aku bersumpah akan melemparkannya ke tengah kolam, SEKARANG JUGA!!!

Ok, peristiwa itu terlupakan beberapa menit kemudian. Setelah mengetahui cerita tersebut hanya hasil keisengan Joo, untuk apa memikirkannya terus? Eun-Hye dan Min-Ho tersenyum kembali. Sedangkan Joo, tidak perlu menjabarkannya, pria konyol itu bawaannya selalu gembira. Walaupun langit runtuh sekalipun, akan dianggapnya sebagai selimut pemberi kehangatan, atau apalah itu.

Lalu bagaimana dengan aku? Sejujurnya, aku masih tidak bisa menerima hubungan Eun-Hye dengan pemuda itu. Rasa sakit karena kehilangan Lucky masih berbekas di hatiku. Bagaimanapun, dia yang menghilangkan Lucky, anak anjingku yang malang.

************


Seminggu kemudian Eun-Hye memulai pekerjaan barunya sebagai seorang advertisement designer di sebuah perusahaan besar di Korea. Dia mulai sibuk dengan pekerjaan barunya tersebut. Walaupun kami tinggal di apartemen yang sama, waktu kami untuk bertemu sangat terbatas. Boleh dikatakan, kami sudah jarang bertemu akhir-akhir ini. Aku sibuk dari pagi hingga sore di Joo's Love, dan juga bar Phoenix malam harinya. Sedangkan Eun-Hye, lebih parah dariku. Dia berangkat pagi-pagi sekali dan pulang sampai larut malam. Aku ragu dia punya waktu, untuk makan sekalipun. Tapi aku tidak heran melihat perkembangannya, karena aku sangat memahaminya. Inilah dunia Eun-Hye. Tipe wanita karir sudah mendarah-daging dalam dirinya. Tidak ada seorangpun yang mampu menyuruhnya berhenti jika sudah menyangkut masalah pekerjaan. Dulu begitu, sekarang juga tidak berubah. Aku rasa, bagi seorang Lee Min Ho sekalipun, dia tidak akan menyerah.

Sebulan berlalu sudah. Pertemuanku dengan Eun-Hye hanya berkisar empat kali dalam waktu sebulan ini. Dan itu juga hanya pertemuan singkat. Tidak ada pembicaraan berarti dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

Kadang-kadang aku juga berpapasan dengan Lee Min Ho, saat dia berangkat atau pulang dari kegiatannya sebagai fotografer. Kami jarang bertutursapa, atau lebih tepatnya aku malas meladeninya. Begitu melihatnya, aku segera mengambil langkah seribu, berbelok kearah lain dan menghilang dari hadapannya.

Terkadang, aku mendapat kesan, dia berinisiatif memulai pembicaraan denganku tapi aku tidak ingin memberinya kesempatan memulai pembicaraan antara kami. Aku masih marah padanya. Aku membencinya. Dia pria terburuk di dunia ini! Bahkan dibandingkan dengan Joo berengsek sekalipun.

Oh ya, kalian tentu ingin tahu mengapa aku tidak menyukai Joo kan? Joo Ji Hoon, pemuda menyebalkan yang suka gonta-ganti cewek, si playboy kelas kakap yang kukenal dua tahun yang lalu. Dia selalu mengodaku. Kadang-kadang melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Dia pernah mengatakan kalau .. dia .. dia mencintaiku. Kalian bisa membayangkannya tidak? Mencintaiku? Untuk seorang playboy sepertinya, apa yang diketahuinya tentang cinta? huhhh ..... Lebih baik aku menjadi perawan tua kalau di dunia ini hanya tinggal seorang pria seperti dia.

Malam ini, aku melihatnya, si Lee Min Ho bukan Joo Ji Hoon, menunduk di meja dekat pintu masuk. Wajahnya sangat kusut. Aku mengamatinya selama beberapa saat, kemudian kembali lagi ke kesibukanku. Empat puluh menit berlalu dan aku melihatnya masih dalam posisi semula. Apa sebenarnya yang dipikirkannya? Dia tidak bergerak sedikitpun. Hanya kelopak matanya yang mengibas perlahan, terlihat dari tempatku berdiri.

Aku mengisi sebuah gelas dengan bir, kemudian mendekatinya. Dia tidak menyadari kehadiranku. Dengan sebuah tangan, aku menyodorkan bir tersebut kehadapannya. Dia bergerak sekarang. Kepalanya terangkat, dan dia memandangiku.

"Untukmu .. ", ujarku risih.

Dia tersenyum kaku. Disambarnya gelas tersebut, kemudian diteguknya bir itu sampai habis.

"Lagi .. ", katanya sambil mengembalikan gelas itu padaku.

"Antwe!", sahutku tegas.

"Mwo? Wee? Saya punya uang yang cukup untuk membayar minuman-minuman ini .. "

"Tidak bisa. Kamu harus pulang sekarang juga. Saya tidak ingin EunHye melihatmu mabuk-mabukan seperti ini .. ", jawabku.

"Eun-Hye? ha .. ha .. ", dia tertawa perlahan, membuatku segera memandanginya keheranan. " .. dia berangkat ke Jepang saja tidak memberitahuku. Apa perdulinya, aku mabuk atau tidak? .. "

Aku tertegun. Pemuda ini masih tertawa-tawa kecil setelah mengucapkan perkataan tadi. Apa dia mabuk? Aku tidak yakin. Dia lebih kelihatan sedang menghindari sesuatu. Lebih kelihatan ingin melepaskan diri dari sesuatu. Apakah hubungannya dengan Eun-Hye? Ada masalahkah dengan hubungan mereka? Entah mengapa, tiba-tiba aku merasa kasihan padanya. Dia kelihatan sangat rapuh.

Min-Ho menghentikan ketawanya. Mendadak dia menatapku.
"Hyesun-a .. "

Aku tidak menyahut.

"Sungguh bukan saya yang menghilangkan Lucky .. Percayalah .. ". Kemudian kepalanya terkulai di atas meja.

Setelah diberitahu Roy kalau dia sudah menghabiskan setengah lusin bir, baru kuketahui ternyata dia benar-benar mabuk.

*****************
« Last Edit: July 29, 2010, 12:01:28 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
maunya update malam ini, tapi apa daya lum selesai jadi besok malam saja ya [hmpfh]

bener ya mam, aku tunggu bsk...
udh ga sabar nih pengen liat daze mergokin rath *akhirnya bs jg melafalkan nama aneh buatan mami  [hmpfh] *
maksudnya opo [what] ini kan ff my best friend's boyfriend, not from seoul to perth hammer2 [hmpfh]

 [ohmy] jiiiaaa salah kapling rupanya, abis ff mami byk bgt jd keder  [wacko]

maklum aja mam, komen itu ditulis tengah malem di saat mata lg sepet2nya
padahal kan mo pamer ke mami klo aku udh bs inget 2 nama nyentrik itu, eeehhh malah salah posting  [hmff]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
maunya update malam ini, tapi apa daya lum selesai jadi besok malam saja ya [hmpfh]

bener ya mam, aku tunggu bsk...
udh ga sabar nih pengen liat daze mergokin rath *akhirnya bs jg melafalkan nama aneh buatan mami  [hmpfh] *
maksudnya opo [what] ini kan ff my best friend's boyfriend, not from seoul to perth hammer2 [hmpfh]

 [ohmy] jiiiaaa salah kapling rupanya, abis ff mami byk bgt jd keder  [wacko]

maklum aja mam, komen itu ditulis tengah malem di saat mata lg sepet2nya
padahal kan mo pamer ke mami klo aku udh bs inget 2 nama nyentrik itu, eeehhh malah salah posting  [hmff]
[head break] [head break] dasar hammer2 biasanya nama2 nyentrik mudah diingat kan? [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
yuhuuuuuuuuuuuuu akhiernya ada update-an baru....  [clap] [clap] [clap]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Mami akhirnya direlease juga..
Mam min0ng sebenernya dah ada rasa ya ke hyesun??
Mam si eun hye dbkn lama aja ke jepun-nya
Biar antara min0ng - hyesun tumbuh benih2 cinta punk punk punk

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Mami akhirnya direlease juga..
Mam min0ng sebenernya dah ada rasa ya ke hyesun??
Mam si eun hye dbkn lama aja ke jepun-nya
Biar antara min0ng - hyesun tumbuh benih2 cinta punk punk punk

iya nih, si minong ga cintrong ama eun-hyeong *sengaja biar akhiran ng smua  [hmpfh] *