Author Topic: The Little Coward --clueeeee!!! next banner and song ^^  (Read 47016 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Little Coward --sop iler dulu ya #wink
« Reply #1185 on: May 24, 2011, 07:52:31 am »
hahhh ?? besokkk malam  [wacko] [wacko]
mii sekarang aja  [hmpfh] , please mii  [bored]
Mii gw besokk nggak smpat buka CM , cz pulsa Laptop gw habiss and uang bulanan blum dikasihh  [sweat]

update skrng ya mii  [biggrin] .. please  [smiley-gen013] [smiley-gen013]
klu update sekrg, kurang beberapa part n itu sangat penting [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Ega_putrii

  • Newbie
  • *
  • Posts: 38
  • Minsunners forever..
  • Location: palembang
    • View Profile
Re: The Little Coward --sop iler dulu ya #wink
« Reply #1186 on: May 24, 2011, 08:05:21 am »
hahhh ?? besokkk malam  [wacko] [wacko]
mii sekarang aja  [hmpfh] , please mii  [bored]
Mii gw besokk nggak smpat buka CM , cz pulsa Laptop gw habiss and uang bulanan blum dikasihh  [sweat]

update skrng ya mii  [biggrin] .. please  [smiley-gen013] [smiley-gen013]
klu update sekrg, kurang beberapa part n itu sangat penting [sweat]

 [AddEmoticons04255] [AddEmoticons04255] [AddEmoticons04255]

 [AddEmoticons04261] [AddEmoticons04261]
[lovestruck] [lovestruck]

           ^^ You’re My Everything ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Little Coward --sop iler dulu ya #wink
« Reply #1187 on: May 24, 2011, 09:30:53 am »
sesaiiiii [clap] [clap] [clap] [clap]
ada yg mau nungguin [what] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: The Little Coward --sop iler dulu ya #wink
« Reply #1188 on: May 24, 2011, 09:33:13 am »
jadi penasaran pengen liat reaksi coward setelah ditembak sonsaengnim  [hmff]

kira2 reaksinya gimana ya  [chin]  mimisan, serangan jantung atau pingsan di tempat  [hmpfh] [hmpfh]
reaksinya udah lgs terlht tuh, .. terantuk dada bidang sonsaengnim [hmpfh] [laughing]

klo cuma kepentok kesan bloonnya kurang mam  [hmff]  tambahin yg lbh ekstrim lg dong  [laughing] [laughing]

krn update diundur minta gelombang 2 aja deh  [heh]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: The Little Coward --sop iler dulu ya #wink
« Reply #1189 on: May 24, 2011, 09:34:50 am »
sesaiiiii [clap] [clap] [clap] [clap]
ada yg mau nungguin [what] [hmpfh]

ehh udah jadi ya  [what] [what] yaudah yaudah langsung update aja kagak butuh gelombang lg [biggrin]

Offline anggii.pp_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 75
  • suasana bhagia MINSUN di BBF :D
  • Location: palembang
    • View Profile
Re: The Little Coward --sop iler dulu ya #wink
« Reply #1190 on: May 24, 2011, 09:38:59 am »
sesaiiiii [clap] [clap] [clap] [clap]
ada yg mau nungguin [what] [hmpfh]

AKU ..

aku sll nungguin , dr tadi tifak tidur krena berharap ada ke ajaiban yang bikin mami bisa up date ..
tolong dong mi please , up date sekarang !! udah gak sabar ni
   

sabarr papi ku

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: The Little Coward --sop iler dulu ya #wink
« Reply #1191 on: May 24, 2011, 09:46:19 am »
sesaiiiii [clap] [clap] [clap] [clap]
ada yg mau nungguin [what] [hmpfh]
accuuuuung tangan tinggi2!!!! [laughing] [laughing]

Love you more than I can say

Offline anggii.pp_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 75
  • suasana bhagia MINSUN di BBF :D
  • Location: palembang
    • View Profile
Re: The Little Coward --sop iler dulu ya #wink
« Reply #1192 on: May 24, 2011, 09:49:37 am »
mami up date ~ mami up date ..

kalo udah d up date nanti aku bsa tidur tnang dan penuh berkat !!
mimpi yang indah bersma minsun ku.

ayo mi up date ,,
   

sabarr papi ku

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Little Coward --sop iler dulu ya #wink
« Reply #1193 on: May 24, 2011, 09:53:47 am »



Song of the day :
http://www.youtube.com/watch?v=P_KXp3ZWcX4&feature=related

Let's go out and play ...
taste the rain as sweet as 'CHOCOLATE' ...



"Son .. saeng .. nim ... " Aku berujar terbatah-batah. Bagaimana tidak, .. jika melihatmu sudah berdiri di hadapanku?

Perlahan aku berdiri dari kursi. Sungguh, aku tidak dapat percaya. Benarkah yang berdiri di hadapanku itu--kau? Kau yang membalas tatapanku dengan pandangan seakan tidak percaya juga? Kulihat bola matamu membesar, .. namun itu hanya sesaat. Bukan kau rasanya kalau keterkejutan bisa berlangsung lama. Seperti biasa, .. kau sudah mampu menguasai perasaanmu yang bergejolak sesaat itu. Berlainan denganku, yang masih mengangga tidak menentu di tempatku.

"Hy .. ," sapamu pelan.

Sangat pelan untuk dapat terdengar oleh pendengaranku.

Sampai seruan surprise dari omma, .. baru benar-benar menyadarkanku dari lamunan yang seolah mimpi buruk yang berkepanjangan. "Aigo--rupanya kalian saling kenal?!!" terdengar omma menyatukan kedua tangannya sehingga menimbulkan suara berdepuk keras.

Pria umur limapuluhan di sebelahmu, juga menimpali dengan tawa renyah.

"Ha .. ha .. sangat bagus kalau begitu. Ini benar-benar kejutan yang menyenangkan, Minho-a .. " Pria tersebut kemudian menepuk pangkal lenganmu, ... yang dibalas olehmu dengan senyum hambar. Kau masih menatapku, .. sedangkan perhatian pria tersebut, beralih pada omma dan appa. "Benar begitu, Young dan Hyun-a?"

Omma dan appa mengiyakan secara bersamaan. "Ne!!"

"Mari—mari biarkan paman melihatmu, nak .. " Appa menatapmu sambil tersenyum lebar. "Wah, sudah lama sekali paman tidak melihatmu. Sudah hampir 16 tahun, kurasa, .. waktu Hyesun masih bayi. Tidak paman kira, kau akan tumbuh jadi pemuda sejangkung ini .. ha .. ha .. "

Aku melirikmu dengan sepasang kaki yang masih tidak mampu digerakan. Kau terlihat mengangguk pendek sebagai balasan buat appa, .. lalu duduk di kursi yang memang sudah disediakan buatmu sebelumnya, .. kemudian kembali menatapku.

"Wee … yo .. ?" Pertanyaan ini tanpa sadar kulontarkan, begitu saja .. terdengar sangat pelan dan bergetar.

Mendengarnya, omma segera berpaling padaku. "Kenapa, Hyesun-a? .. Duduklah! Tidak sopan berdiri terus di situ!" tegur omma, disertai perintah yang tidak mungkin dibantah.

Aku terpaksa menurut. Perlahan kujatuhkan tubuh kembali ke kursi, .. dengan tatapan menuntut yang masih tertuju padamu. Samar-samar, .. sangat samar karna aku memang tidak perduli, .. perbincangan antar orangtua mulai berlangsung dan memasuki telingaku. Kau duduk di seberang, .. membalas tatapanku dalam diam. Sepuluh menit kemudian, .. aku melihatmu menghela nafas, lalu berdeham perlahan, .. memutus perembukan sengit para orangtua.

"Ehm--sosoengheyo, omma dan appa, .. begitu juga paman dan bibi Goo, .. bisakah saya dan Hyesun permisi sebentar? Ada yang ingin saya bicarakan dengannya .. "

"Oh--" Aku mengangga, .. sama sekali tidak menyangka kau akan mengajukan permintaan seperti itu. Ketika berdeham tadi, .. kukira kau akan membantah rencana perjodohan yang sedang didiskusikan orangtua kita.

"O ya?" Omma merespon dengan semangat. "Kau ingin membicarakannya sendiri dengan Hyesun?" Omma melirik ku, .. yang segera kubalas dengan menundukan kepala dalam-dalam.

"Ne, bi Goo .. " Kau menjawab.

Omma mengangguk, .. yang sempat kulihat lewat bayangan yang terpantul di kolong meja.

"Baiklah .. ," Omma menyetujui. "Kurasa, memang sebaiknya kalian membicarakannya dulu. Walaupun kalian sudah saling mengenal, .. tapi kulihat, kalian sama-sama terkejut. Sepertinya, rencana perjodohan ini belum kalian ketahui .. Paling tidak, kalian pasti tidak tahu pasangan kalian ternyata kalian sendiri .. "

"Ne .. "

"Tolong jaga Hyesun ya, nak Minho?" kata omma. Sebentar kemudian, beliau terlihat ragu-ragu. "Sebenarnya .. " Omma mengelus-ngelus dagunya. "Bibi ingin tahu, .. bagaimana kalian bisa saling mengenal?" lanjut omma.

"Itu--"

Aku mengangkat kepala sedikit, .. dan melihatmu menatapku lekat.

"Ceritanya sangat panjang, bi .. ," katamu sambil menoleh pada omma. "Akan kuceritakan setelah masalah kami selesai .. "

"Ha .. ha .. Tentu saja .. " Tuan Lee, abojimu, menimpali dengan tawa khasnya, .. yang sumpah—sangat mirip denganmu. Bukan hanya suara tawanya saja, .. tapi postur jangkungnya juga. Aku jadi berpikir, .. semua kelebihan dari mu, mungkin diwarisi darinya. "Oppa rasa, .. kau perlu waktu buat menjelaskannya ke Hyesun .. " Lalu Tuan Lee menatapku. "Pergilah dengan Minho, Hyesun-a .. Jangan khawatir, .. putra paman ini, bisa diandalkan .. Dia tidak akan melakukan yang tidak-tidak, ataupun tidak pantas padamu .. ," ujarnya dengan maksud menenangkanku.

Aku jadi tersenyum kecut, .. jika saja aku tidak sepengecut ini, mungkin aku akan meneriakan, Aku mengenalnya lebih dari siapapun, TUAN LEE!! .. Sonsaengnim tidak akan berlaku tidak pantas padaku, karna .. 'Dia sama sekali tidak perduli, ataupun tertarik padaku!!!' Perjodohan ini dari awal sudah salah!

“Benar. Kalian pergilah .. ,” kata appa.

"Ghamsamida ... " Terdengar kau menyahut persetujuan appa.

Kau kemudian membungkuk pada omma dan appa, .. memberi senyum halus pada orangtuamu, .. lalu berdiri dari kursi. Kau memutari meja besar yang kita kelilingi, sampai berdiri tepat di sebelahku. "Kacha!" ajakmu sembari meraih tanganku.

"Eh?!!" Aku tersentak seketika.

"Kita pergi dari sini .. "

"Ta .. tapi, .. ma .. makan siangnya .. ?" ucapku gugup.

"Dalam perjalanan saja ... ," katamu. "Akan kubelikan nanti .. " Lalu, sekali lagi, ... kau membungkuk hormat pada omma dan appa. "Anyongheseyo, paman dan bibi Goo .. "

Omma dan appa membalas dengan antusias. Terlihat jelas, mereka langsung menyukaimu dalam pertemuan pertama setelah sekian tahun ini, .. dan tatapan mereka itu--penuh kebanggaan. Kebanggaan bagi seorang calon menantu, yang .. belum tentu jadi milik mereka =.=

"Kacha!" Kau kembali menarik tanganku.

Namun perlahan .. kukibaskan.

"Weeyo?" Alismu saling bertaut saking tidak mengertinya.

"Sonsaengnim .. sudah tahu sejak .. semula .. ?" tanyaku pelan.

"Sonsaengnim?!" Terdengar seruan omma, .. diikuti bisikan-bisikan dari appa dan sahabat-sahabatnya tersebut.

"Apa maksudnya?" tanya appa.

Tuan dan Nyonya Lee mengangkat pundak, .. berikut omma. "Entahlah .. ," sahut omma, .. menjawab pertanyaan appa. Lalu beliau beralih padaku. "Apa maksudnya panggilan itu, Hyesun-a?"

Namun, aku tidak mengubris pertanyaan tersebut ... Anehnya, .. malah kau yang menjawab pertanyaan omma buatku.

"Nanti kujelaskan bersama pertanyaan-pertanyaan tadi, bi .. " Kau tersenyum.

Kulihat omma hanya mengangguk pasrah. Respon yang tentu saja membuatku tersenyum kecut dalam hati, .. Rupanya, kharismamu berpengaruh juga terhadap seseorang berwatak sekeras omma, ... yang biasanya tidak bisa dibantah, meski demi apapun.

"Ne, sonsaengnim sudah tahu .. " Kau beralih padaku.

Aku membuka mulut, .. lalu perlahan-lahan mengatup kembali. Aku mendesah berat. Rupanya, .. beginilah rasanya didustai seseorang yang kita cintai, .. begitu sakit dan perih, mengiris sampai ke kalbu. Rasanya lebih sakit dari terbakar api--sekalipun, .. atau malah, .. melebihi kematian itu sendiri.

Tiba-tiba sempat terbersit dalam pikiranku, .. aku tidak akan pernah berbohong lagi, walau secuil apapun kebohongan itu. Tapi, berpikir sampai di sini .. aku mengigit bibir, pahit .. Mungkinkah bagi seorang pengecut kecil sepertiku? .. Yang kebohongan-kebohongan tersebut, sudah seperti makanan sehari-hari buatku?

"Lalu kenapa .. kenapa sonsaengnim .. tidak menceritakannya padaku .. ?" tanyaku dengan suara bergetar dan, .. menyayat. "Weeyo .. ?" Aku hanya ingin tahu, .. jadi jawablah, .. aku mohon ..

"Karna, sonsaengnim merasa tidak perlu .. ," jawabmu pendek.

"Tidak perlu .. " Aku tertawa hambar. Mungkin untuk pertama kalinya, aku merespon seperti ini padamu. "Karna tidak perlu .. "

"Jadi, bisa pergi sekarang?" Bukannya prihatin terhadap keadaanku, .. kau malah menanyakan persetujuan dariku. Ternyata, .. kau benar-benar tidak perduli, ya?

"Sonsaengnim merasa tidak perlu, karna hanya ingin mempermainkanku?!!" jeritku tiba-tiba. "Sonsaengnim senang melihat kebodohan-kebodohanku. Karna itu, membuat sonsaengnim merasa menang. Iya kan? Ne, aku memang bodoh!! Pabo!"

"Hyesun-a, ada apa denganmu?!" tegur omma.

Namun, kau segera mengangkat tangan, .. meminta omma untuk tidak bersuara. "Biarkan saja, bi. Biarkan dia mengeluarkan semuanya .. "

"Sudah tahu mengenai adanya perjodohan ini, .. lalu kenapa masih saja begitu baik padaku?!! Karna ingin mempermainkanku? Apa aku memang objek penelitian menarik seperti yang onnie maksud?!! … Setelah puas, sonsaengnim campakan begitu saja!!" lanjutku histeris. "Karna sonsaengnim sadar, aku bukanlah gadis yang pantas? Aku hanyalah si pengecut kecil yang sering sonsaengnim sebut-sebut!"

"Aku tidak pernah tahu, kau gadis itu--" tukasmu, .. memutus perkataan-perkataanku yang bertubi-tubi.

"Eh--?!!" Aku terhenti, .. dan menatapmu horor.

"Memang aku mengetahui adanya perjodohan ini .. " Kau mengangguk. "Malah jauh sebelum aku memasuki bangku kuliah. Waktu itu, umurku belum genap 17 tahun, .. dan aku mengetahuinya dari omma dan appa." Kau menatapku lekat-lekat, .. seolah berharap pengertian dariku. "Sejak saat itu, .. aku mengambil keputusan. Hidupku sudah ditentukan, .. dan aku tidak ingin melanggarnya. Karna aku memang tidak boleh!"

Aku tidak bisa berkata apa-apa. Penjelasanmu membuat lidahku terasa kelu. "La .. lalu .. ?" Hanya pertanyaan ini yang mampu kuluncurkan.

"Karna, .. inilah takdirku ... " Kulihat kau menghela nafas. Kelihatan benar kau sangat tertekan ketika mengutarakannya. "Aku sadar, .. para turunan borju sepertiku, pada akhirnya, nasibnya hanya bergantung pada status, kebersihan dan kehormatan keluarga .. Aku harus menjunjung tinggi kewajiban ini .. "

"Minho-a .. " Tuan Lee menghela nafasnya, berat. "Appa tidak pernah memaksamu, nak .. Kau boleh menolaknya jika memang merasa tidak cocok .. "

"Aku tahu, appa .. " Kau tersenyum menenangkan pria yang terlihat menyesal tersebut. "Aku tidak pernah menyalahkan appa, .. karna aku tahu, apa yang appa lakukan, yang terbaik buatku .. Maka itu, aku tidak pernah membantah, sampai ... " Kau kemudian menatapku, .. tatapan yang sungguh membuatku tidak mengerti.

"M .. wo ... ?" tanyaku gugup.

Kau kembali tersenyum. "Aku mengira semua berjalan apa adanya, .. tidak akan ada yang membuatku berubah setelah waktu 7 tahun itu, .. Aku melalui kehidupanku tanpa seorang wanita-pun yang dapat mengisinya .. "

"Kenapa .. sonsaengnim .. tidak mencoba, .. untuk mencintai .. dan kemudian, .. menikah dengan wanita yang sonsaengnim cintai tersebut .. ?" Rasa penasaran yang tinggi, membuatku berani menanyakan pertanyaan ini. "Tidak-kah sonsaengnim ingin menikah dengan orang yang sonsaengnim cintai .. ?"

Kau menghela nafas. "Hyesun-a. Aku tidak dapat menikah dengan orang yang kucintai, karna aku tidak pernah .. merasakan cinta yang sesungguhnya. Tapi sejak saat itu aku tahu, .. aku akan mencoba dengan sekuat tenaga, mencintai orang yang akan kunikahi .. "

"Karna itu .. karna itu, .. sonsaengnim tidak pernah menunjukan perasaan terhadap seorang wanita, selama ini .. ?"

Kau mengeleng perlahan. "Bukan hanya itu. Sebelum bertemu denganmu, memang .. Namun, setelah itu ... "

"Ne?"

"Aku mengambil keputusan untuk membereskan semuanya!" sahutmu tegas.

"Maksud sonsaengnim .. ?" Perlahan aku menghapus dua titik air bening yang sempat mengalir keluar dari pelupuk mataku tadi.

"Aku kembali ke Amerika. Dan menyetujui rencana appa untuk bertemu sahabatnya, .. berikut gadis yang sudah dijodohkan denganku tujuh tahun yang lalu .. Aku ingin membatalkan perjodohan tersebut, .. karna hatiku telah terisi seseorang .. Aku tidak ingin masalah ini bertele-tele, ... karena selain tidak baik bagiku dan gadis yang dijodohkan ini, .. terutama, sangat tidak adil bagi gadis yang kucintai .. "

"Sonsaengnim punya calon sendiri?" tanyaku tak percaya. Pupus sudah harapanku untuk bersamamu sekarang.

Kau mengangguk. "Ne. Dan gadis itu adalah kau!" lanjutmu, ... yang membuatku hampir tersedak. Bukan oleh minuman, .. tapi oleh air liurku sendiri.

"MWO??!!!"

"Ne!" tukasmu yakin. "Karna aku sudah terlanjur jatuh cinta pada gadis ini, ... dan aku ingin dia yang menemaniku seumur hidup .. "

Selain keterkejutan teramat sangat yang kualami saat ini, .. juga ketidakpercayaan yang membuat duniaku seakan runtuh. Beberapa kemungkinan bermain-main dalam pikiranku.

Bagaimana seandainya gadis yang dijodohkan ini bukan aku? Apa yang mungkin kau lakukan? Mungkinkah kau benar-benar akan membatalkannya seperti yang kau katakan barusan? Sementara kau bilang tadi bahwa kewajiban dalam keluarga sangat kau junjung tinggi? .. Dan sekarang, ternyata gadis yang dijodohkan ini aku adanya .. Mungkinkah karna kenyataan ini yang membuatmu sengaja mengaku begitu? Karna kau takut menyinggung perasaanku? Takut menyakitiku .. ? Aku sungguh-sungguh tidak tahu ..

"Sonsaengnim .. berkata .. begini .. hanya .. karna kasihan .. ," ujarku pelan sambil mengigit bibir.

"Mworagu?" Kau mengenyitkan alis, menatapku lekat.

"Bukankah .. begitu .. ?” Suaraku terdengar makin pelan. Pandanganmu membuatku tidak berani berkata lebih lanjut. Sumpah deh, .. aku sangat takut kau marah, .. apalagi murka. Memang belum pernah kulihat bentuk kemarahan itu yang sebenarnya, tapi sepertinya .. kali ini lain. Kau terlihat AMAT TIDAK SENANG mendengar kata-kataku barusan.

Aku membuang muka ketika kau masih saja menatapku tak berkedip. Dan kulihat, .. para orangtua memandang kita dengan raut cengo.

“Katakan sekali lagi, Goo Hye Sun!” ucapmu tegas.

“A .. aku .. “ Aku melirik ke segala arah. Tidak tahu harus berbuat apa, dan berekspresi bagaimana. Seluruh kekuatanku berbicara, .. seakan tersangkut di tenggorokan. Suaraku hilang begitu saja.

“Tatap aku!” Perintahmu keras.

Seperti kerbau dicucuk hidungnya, .. aku menoleh padamu .. lambat-lambat. Dan .. aku terperangah .. Kulihat sekarang, .. ada lapisan embun di sepasang mata redup itu. Wajah datar yang terlihat perih dan mengharukan. Tapi, .. mungkinkah? Pasti tidak mungkin!! Aku hanya salah lihat!! Setelah berkejap sekali, .. ekspresi menyayat tadi sudah tergantikan dengan raut sonsaengnim yang kukenal, … raut seseorang dengan perasaan yang sulit ditebak.

“Sonsaengnim … “

“Kau berkata bahwa aku hanya kasihan padamu .. ,” sahutmu ringan. “Kalau begitu .. fine. Kita batalkan saja rencana perjodohan ini .. “

“MWO?!!”

“ANTWEE!!!”

Penolakanku terdengar lebih keras dari pertanyaan kaget dari para orangtua. Tiga pasang mata tertuju padaku, .. kaget serta heran. Aku segera bangun dari kursi, .. dan menatapmu memelas.

“Jadi .. ?” tanyamu dengan nada ditekan.

“Pokoknya antwee .. “ Aku mengeleng keras-keras sambil mengigit bibir.

Wajahku sudah terasa panas dan merona merah. Sangat malu rasanya menolak pernyataan yang pasti sangat kusetujui sejak semula. Aku memang tidak menginginkan perjodohan ini begitu mendengarnya dari appa dan omma. Tapi lain ceritanya kalau pasangan tersebut kau. Aku akan mempertahankannya sampai titik darah penghabisan.

“Jadi .. bersedia ikut denganku?” tanyamu datar.

“Ne!!” Aku mengangguk mantap.

Tidak kuhiraukan lagi para orangtua yang ketawa cekikikan sambil menutup mulut mereka.

“Kalau begitu, kacha .. “

Kau mengerakan tangan supaya aku mengikutimu. Tidak mengandeng tanganku seperti tadi? Aku memanjangkan bibir ke depan. Setelah membungkuk pada omma, appa dan Tuan beserta Nyonya Lee, tergesa-gesa aku mengejarmu.

Tanpa kusadari, .. kau tersenyum simpul dari balik punggung lebar yang membelakangiku.


******




"Ada yang ingin sonsaengnim jelaskan?" tanyaku ragu-ragu, sambil berupaya mengimbangi langkahmu yang panjang-panjang.

"Ahniyo," jawabmu tanpa berpaling, "Sudah kuceritakan semuanya di restoran tadi .. "

"Ya?--" Aku membuka mulut, manyun. Agak kecewa juga mendengar penjelasanmu yang rada kaku itu. "Ki .. kita mau kemana?" tanyaku lebih lanjut.

"Lunch dulu," jawabmu singkat.

Kau membuka pintu lobi lalu melangkah keluar. Aku mengikutimu dengan tergesa-gesa.

"Makan di mana?" tanyaku terengah-engah.

"Belum tahu," jawabmu sambil menghentikan sebuah taxi yang melintas di depan. "Ikut saja!"

Aku manggut-manggut. Memperhatikanmu masuk ke dalam taxi. Sambil memberengut, .. mau tidak mau, aku ikut masuk ke dalam dan duduk manis di sebelahmu.


******



Kau menghentikan taxi yang membawa kita di depan sebuah cafe kecil dekat taman.

"Di .. sini?" tanyaku tak percaya.

Mengiramu akan membawaku ke restoran mahal seperti kencan 'bohongan' pertama dulu, tapi ternyata ...

"Ne," jawabmu, membuyarkan lamunanku yang baru berjalan setengah. "Memangnya kenapa? .. Ada yang salah?"

Aku segera mengeleng keras-keras. "Aniyo!!"

Seperti mengetahui jalan pikiranku, .. kau melanjutkan, "Aku merasa cukup nyaman di sini .. "

"O--" Sekali lagi--sahutan pasrah dariku.

Kau menyodorkan selembar won pada pak supir, .. menerima kembalian, untuk kemudian membuka pintu. "Ayo keluar."

Aku mengangguk lemas. Lalu mengikutimu keluar dari taxi. Kau memasuki cafe tersebut, dan mengambil tempat dekat jendela. Aku ikut saja, .. lalu duduk di kursi yang ada di depanmu.

"Mau makan apa?" tanyamu seraya menyodorkan sebuah menu pendek berisi daftar makanan dan minuman yang tersedia di cafe tersebut. Tidak banyak yang ditawarkan di situ, .. kebanyakan terdiri dari minuman, beberapa jenis kue dan spaggeti.

Beberapa saat kemudian, .. pandanganku bertaut pada menu terakhir. Mataku melebar. ICE CREAM!! Ingin rasanya aku menyorakan kata ini, .. tapi begitu menyadari kehadiranmu bersamaku, ... aku langsung bungkam.

"Biar kupesankan .. " Setelah menunggu agak lama, dan aku belum jua bersuara, .. akhirnya kau mengambil keputusan. Kau bangkit dari kursi.

"Son .. sa .. " Tanganku terangkat namun, .. segera kuurungkan niatku.

Kau mengerakan tangan ke depan, "Tunggu sebentar!"

Kemudian kau berlalu dari hadapanku, .. menuju kasir yang berada di seberang ruang kecil ini. Sepuluh menit kemudian, kau kembali dengan makanan-makanan yang tertata di atas nampan. Kau meletakan nampan tersebut ke atas meja, .. lalu menyodorkan sepiring spaggeti bolognaise kepadaku. Aku menatapnya enggan.

"Bagaimana dengan yang ini?"

Seperti permainan sulap, .. segelas es krim rasa stroberi sudah tersaji di depan mataku.

Aku mengangga. "I .. ini--"

"Kau suka, kan?" tanyamu sambil tersenyum lebar.

"Khu .. khusus .. untuk .. ku .. ?" tanyaku terbatah-batah. Sungguh, ... aku masih tidak mampu percaya.

"Ne," katamu sambil meletakan segelas es krim lain di atas meja, .. hn--rasa vanilla.

"Sonsaengnim .. juga .. ?" Aku menunjuk gelasmu dengan bibir. Makin terperangah akan kelakuanmu yang tidak biasanya.

"Ne," Kau tertawa lebar. "Weeyo?" tanyamu kemudian, sambil mengibas-ngibaskan tangan di depanku, .. seolah berusaha menyadarkanku dari mimpi. "Come on! Sonsaengnim tidak sekolot perkiraanmu. .. Aku juga suka es krim kok, .. itu jika dinikmati di tempat dan saat yang tepat. Kurasa, tempat ini cukup cocok, .. AC-nya tidak terlalu dingin, .. malah terasa hangat .. "

"Oh--" Untuk kesekian kalinya, aku mengangguk dengan mulut terngangga lebar.

"Ayo dimakan es krimnya ... "

Aku mengangguk, .. untuk kemudian mulai menyendok es krim dan memasukan ke mulut, .. hm--terasa lezat sekali.

"Enak?"

"Ne!!" Aku berseru keras.

Kau tertawa. Dengan antusias, kulahap es krim ini, .. dengan diikuti sangat santun olehmu. Di suapan yang entah ke berapa, dan es krimku sudah habis setengahnya, .. aku menatap es krim vanilla dalam gelasmu. Kelihatannya, .. punyamu juga enak, ... yummy ..

"Mau coba?" tanyamu tiba-tiba.

"Eh?!!" Aku terlonjak.

Kau menyendok sesendok penuh, .. kemudian menyorongkannya padaku. "Buka mulutmu!"

"Eh--" Masih dalam keadaan terperangah, .. dengan sangat nurut, .. aku membuka mulut dan memasukan sendok tersebut ke mulutku. Hmm--

"Enak?" Bola matamu terlihat berbinar.

Aku mengangguk keras. "Ne!!"

Kau tertawa. "Lihat--Mulutmu kotor semua .. belepotan es krim .. " Lalu kau mengambil saputangan dari saku kemeja dan mengelap mulutku.

"Eh--gu .. mawo .. ," sahutku risih.

Hatiku seakan jatuh sampai menyentuh lantai, .. saking kencangnya berdegup, kala diperlakukan begini olehmu.

"Sama-sama .. ," responmu. "Ingat dihabiskan spaggetinya, .. jangan hanya makan es krim terus. Nanti sakit perut .. "

"Ne!"

.....

.....

.....

Setengah jam telah lewat, .. dan lunch sederhana yang kita jalani memasuki penghujung. Aku meletakan garpu di atas meja, lalu memundurkan punggung ke sandaran kursi. Kuambil segelas air dan meneguknya sampai habis.

"Kenyang?" tanyamu sambil melirik tanganku yang mengelus perut.

Aku tersenyum. "Ne .. "

"Kau ingin ke mana setelah ini?" tanyamu lebih lanjut sambil mengelap bibir.

Gerakanmu tersebut sangat tenang dan berwibawa, .. membuatku sempat terperangah.

"Mau kemana?" ulangmu begitu melihatku tak bersuara.

"Eh?" Aku tercekat.

"Melamun lagi?" tanyamu kembali dengan nada menegur.

"A .. ahni .. ," jawabku gugup. Tentu saja bohong, LAGI?--

"Dasar!" Kau mengacak rambutku, .. hingga beberapa helai teruntai menutupi mata. "Jadi, .. ke mana?"

"Bersepeda!" sahutku kemudian, .. sangat lantang. Entah kenapa, .. ide tersebut tiba-tiba saja melintas dalam pikiranku. Tanganku bergerak, .. mengibas rambut dari wajahku.

"Sepeda?" Alismu berkerut. "Di mana kita bisa mendapatkan sepeda?"

"Di sana!" Aku menunjuk ke dalam taman. "Di dalam sana terdapat stand penyewaan sepeda .. "

"Kau sering melakukannya? Bersepeda di sini?"

"Ne," sahutku dengan mata berbinar-binar. "Boleh ya, sonsaengnim .. ?"

"Ok." Kau menyetujui setelah aku mengatup sepasang tangan dengan ekspresi merajuk.


*******



Dua jam kuhabiskan hanya untuk mengejarmu. Kau--dengan sepasang kaki panjangmu, .. seperti waktu di tepi Han river dulu, ... mengayuh cepat tanpa menghiraukanku. Sampai aku benar-benar kelelahan, .. nafas tersengal-sengal, .. barulah kau berhenti dan memberikan colekan ringan di pipi, .. maupun di daguku .. Dan ajaibnya, .. setiap kau lakukan itu, aku tersenyum. Kelelahan dan kekesalan yang kurasakan serasa lenyap tak berbekas. Kau memang punya pesona dan kekuatan untuk itu, bukan?

Seperti kali ini, .. kau memperlambat laju sepedamu begitu aku tertinggal agak jauh. Dengan susah payah, aku mengayuh pedal menghampirimu. Nafasku tersenggal. Baru saja aku berniat merajuk kembali, .. sebuah spanduk besar yang terpasang di tembok bata menyita perhatianku.

Di spanduk tersebut, .. terlukis sepasang muda-mudi yang saling menatap dalam jarak yang sangat dekat, .. hidung mereka hampir bersentuhan. Pandangan mereka mengandung arti yang sangat dalam, .. sedangkan di sisi sebelah kirinya, tercantum tulisan besar-besar yang indah dalam bentuk italic.

morethan friend ...
    .... A couple who have not fulfilled, ..


"Apa maksudnya?" tanyaku sambil menunjuk spanduk tersebut.

Kau mengerem sepeda dengan kakimu, .. lalu mengikuti arah pandangku. Sinar matamu meredup.

"Artinya, .. hubungan antara pria dan wanita, yang melebihi seorang sahabat, .. namun belum sampai tahap kekasih. Sebuah hubungan canggung yang terombang-ambing, .. belum menemukan pelabuhan yang tepat .. "

"Seperti kita?" tanyaku tiba-tiba, .. dengan pandangan yang masih terarah ke spanduk.

Kau berpaling padaku. "Kita melampaui kata 'LEBIH'!" ujarmu tegas.

"Dhe?" Aku beralih padamu. "Maksud sonsaengnim?"

"Hubungan kita melampaui 'LEBIH', dan lebih dari 'PENUH'!"

"Hah?!!" Aku terbelalak, .. makin dibuat bingung dengan penjelasanmu yang sok berpepatah tersebut.

"Yang jelas--kita bukan mereka!!" tukasmu, seraya turun dari sepeda dan mulai menuntunnya menjauhiku.

"Mwo? Ya—sonsaengnim, mau ke mana?"

"Mengembalikan sepeda! Kemudian mencari tempat buat dinner!!!" teriakmu tanpa menoleh padaku.

Aku meruncingkan bibir, .. lalu, terpaksa mengikuti langkahmu menuju stand penyewa sepeda.


*******  



Kala itu sudah cukup larut, .. sekitar pukul delapan malam. Kita menghabiskan makan malam di sebuah restoran Perancis yang berada di pinggir laut, dan sekarang .. menyusuri jalan semen yang memanjang di sekitar area tersebut.

Aku mengikuti langkahmu, .. menatap nanar punggung yang bergerak seiring gerak bahu. Begitu lebar .. dan masih sama dengan dulu, .. sebelum meninggalkan Korea. Posturmu yang tinggi dan tegap masih tetap menawan.

Sampai kau menghentikan langkah dan menyandar di pagar pendek yang membatasi jarak dengan laut. Udara dingin terasa bertiup mendirikan bulu roma, ... seakan membawa kabut-kabut hujan yang belum sampai. Aku juga menghentikan langkah, .. dan berdiri tidak jauh di sebelahmu. Selama itu, .. hanya keheningan yang menyelimuti. Tidak seorangpun di antara kita yang mengeluarkan suara.

"Hn--dingin ya?" tanyamu kemudian, .. membuyarkan kebisuan di antara kita. Sementara pandanganmu, .. menerawang ke tengah laut kelam.

Aku menoleh padamu, sangat lambat .. dan tidak mampu memberi jawaban.

"Kelihatannya bakal turun hujan?" Perhatianmu lalu teralih ke atas langit tak berbintang. Beberapa gumpal awan tampak melintas perlahan-lahan, .. seperti bersiap menumpahkan uap-uap air yang sudah tidak mampu ditampungnya.

Aku mengikuti arah pandangmu, .. tanpa sadar, aku mengangguk.

Kemudian kau berbalik secara tiba-tiba, .. tersenyum. "Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"

"Mwo?" Akhirnya aku membuka suara.

"Kau .. dengan Dongsae mu itu?"

"Hah?!!"

Jujur saja, .. geledek yang menyambar di atas kepalaku sekalipun, tidak akan terlalu mengejutkan bagiku dibandingkan pertanyaanmu barusan. "Mak .. maksud sonsaengnim .. ?" tanyaku gugup.

"Apa yang akan kau katakan padanya?"

"Sa .. ya .. " Aku melirik kesana kemari, .. tidak tahu harus berucap apa.

"Kau akan menerangkan apa yang terjadi kan?" tanyamu dengan mata agak dipicingkan. "Tentang hubungan kita?"

"Sa .. saya .. " Aku makin dibuat kewalahan. Apa yang harus kulakukan? Saat ini, .. sifat pengecutku muncul ke permukaan kembali. "Sonsaengnim .. yang menjelaskannya .. buatku aja ya .. ?"

"Tidak bisa!" tukasmu cepat.

"Weeyo?" tanyaku memelas. "Bukankah sonsaengnim bilang di restoran tadi, akan selalu berada di sisiku, .. membantuku .. ?"

"Aku akan selalu membantumu, .. apapun itu--" Kau mengiyakan. "Tapi bukan memanjakanmu. Ingat--itu lain! .. Apa yang telah kau lakukan, harus kau selesaikan sendiri. Ini namanya tanggung-jawab. Kau tidak boleh melepaskan diri dari tanggung-jawab, terus, .. tidak boleh, Hyesun-a .. Kalau sudah begini, selamanya kau tidak akan berhasil dalam hidup .. Sikap pengecut dan kebohongan-kebohongan tersebut harus kau singkirkan jauh-jauh .. "

Aku mengerutkan bibir. "Kan saya ada sonsaengnim .. “

“Kau tidak bisa selalu bergantung padaku!” sahutmu tegas.

“Ta .. tapi, .. saya sudah begini sejak dulu … “ Aku makin memanjangkan bibir ke depan, .. hingga keruncingannya sudah melebihi cuping hidungku.

“Karna itu harus kau rubah!”

“Sulit .. ,” ujarku, .. kali ini memonyongkan bibir bawah, .. yang pasti terlihat nggak banget. Itu terlihat dari reaksimu yang melebarkan mata.

“Sesulit apapun, tetap harus kau rubah!” ulangmu kembali. “Aku tidak bisa terus-terusan berada di sampingmu. Masih banyak hal yang mesti kuurus—selain mengajarimu hal-hal pokok sebagai manusia itu!”

“Sonsaengnim kok sewot banget!” Aku merajuk.

“Tentu saja!” tukasmu tegas. “Aku sekarang mencari istri. Tidak boleh sembarangan! Untuk seumur hidup, tahu?”

Aku tersentak. Pernyataan ini membuatku langsung membungkam. Seorang istri? Kedengarannya sangat sweet. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri. Namun, .. begitu melihat keseriusanmu, aku jadi gelabakan. Segera saja aku mengalihkan pembicaraan ke arah lain.

“Sonsaengnim .. ," rengek ku, .. sembari menarik ujung jasmu yang panjangnya menutupi paha. "Tolong bicarakan ke Dongsae, .. sekali ini saja, .. ya? .. ya?"

"Antwee!!" sahutmu tegas. "Tidak boleh! Kau selesaikan sendiri!!"

"Ta .. tapi, .. sonsaengnim tahu .. saya tidak bisa .. "

"Saya tidak mau tahu!" tukasmu kembali. Sangat keras. "Pokoknya, ... sekembali-ku dari Macau, urusan ini harus beres .. "

"I .. I ya .. " Akhirnya aku mendesah lemas. Mau gimana lagi? Aku tidak bisa membantah, bukan? Kau sudah mengambil keputusan.

Samar-samar, .. titik-titik air yang berupa embun mengenai tanganku. Aku menengadah. Ternyata benar perkiraanku semula. Hujan mulai turun, .. yang dimulai dengan gerimis-gerimis halus. Aku mengembangkan tangan, .. dan menampung serpihan-serpihan embun dengan telapak tanganku.

"Hujan .. ," desisku halus.

"Ne .. ," ujarmu sambil ikut menengok ke atas. Sesaat kemudian kau melepas jas dari tubuhmu.

Perlahan-lahan, serpihan-serpihan embun yang ditiupkan angin berubah jadi butir-butir air. Semakin lama semakin deras. Gelabakan, aku berusaha melindungi kepala dari terpaan hujan dengan sepasang tanganku. Saat itu, .. sebuah bayangan lebar tiba-tiba berkelebat di atas kepalaku. Aku mendongak, .. ternyata kau sudah membentangkan jas yang kau lepas tadi di atas kepala kita berdua.

"Jangan bengong saja di situ!" tegurmu begitu melihat ekspresiku. "Ayo cari tempat berteduh .. "

Kemudian kau menjulurkan leher ke depan, .. sembari melayangkan pandangan ke atas awan.

"Kelihatannya hujan tidak akan cepat berhenti, .. Awan di atas sana kelam sekali .. ," katamu sambil mulai melangkahkan kaki.

Agak kerepotan aku mengikuti langkahmu, .. Namun semua itu tidak apa-apa. Aku merasakan sesuatu yang lain saat ini. Hujan yang mulai lebat tidak membuat perasaanku jatuh, .. pakaian dan rambut yang mulai basah juga tidak menjadikanku kedinginan, .. bahkan, .. kehangatan kurasakan ketika tubuhku makin merapat ke tubuhmu.

Hatiku bernyanyi riang, .. nyanyian tengah hujan yang membuat wajahku berseri-seri. Jemariku tidak henti-hentinya mengetuk-ngetukan irama-irama riang dan romantis yang terlontar dari lubuk hati terdalam. Begitu syahdu, .. dan menyentuh. Air hujan saja terasa semanis coklat yang biasa terhidang sebagai sarapan pembuka di atas meja makan.

Aku memejamkan mata perlahan. Dan tiba-tiba saja, .. sebuah kecupan hangat mendarat di ubun-ubun kepalaku.

Aku mengangga. Mataku terbuka dalam sekejap, ... dan aku segera mendongak. Kau terlihat menatapku dengan sinar mata redup.

"Sarangheyo, .. my little coward .. "

Tubuhku goyah .. , langkahku agak terhuyung .. hingga bagian belakang kepalaku langsung terantuk dadamu yang hanya dilapisi kemeja tipis warna biru laut.

"Gwencana?" Suaramu terdengar ringan, .. seakan menyadari apa yang terjadi padaku. Benarkah tidak tersirat kekhawatiran dalam pertanyaan itu?

"Eh--" Aku menyanggah linglung. "Gwen.. gwencanayo .. "

"Jinja?" Kau tertawa.

Aku segera melirik bingung. Apanya yang lucu?

Mendadak kau mengacak, kemudian mengendus rambutku dengan kuat-kuat. "Dasar, pengecut kecil .."

"Hah?!!!"


*******
« Last Edit: May 24, 2011, 10:18:32 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline anggii.pp_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 75
  • suasana bhagia MINSUN di BBF :D
  • Location: palembang
    • View Profile
Re: The Little Coward --Chapter 20, 24 May 2011
« Reply #1194 on: May 24, 2011, 10:09:30 am »
aku udah yakin 1000 % kalu it Min ho , tapi mami trus aj ngalih kan perhatian dengan mnyamakan sosok min ho dan pria yang satunya lagi
(yg di tabrak hye sun) ..

makasih ya mi ,aku seneng dec   [lovestruck]

bobok dulu ahhhh
   

sabarr papi ku

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: The Little Coward --Chapter 20, 24 May 2011
« Reply #1195 on: May 24, 2011, 10:22:49 am »
tuu kan bener yg dateng minho  [hmff]  terus si bang arip kemane mam  [what]  udah kagak nonggol lagi kah  [what]

yaaaaa kok cuma kisu ubun2  [sweat]  sonsaengnim ga mau icip2 yg lain nih..rugi loh  [laughing] [laughing]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Little Coward --Chapter 20, 24 May 2011
« Reply #1196 on: May 24, 2011, 10:26:53 am »
tuu kan bener yg dateng minho  [hmff]  terus si bang arip kemane mam  [what]  udah kagak nonggol lagi kah  [what]

yaaaaa kok cuma kisu ubun2  [sweat]  sonsaengnim ga mau icip2 yg lain nih..rugi loh  [laughing] [laughing]
sonsaengnim kan alim [hmpfh] --> bin arif n bijaksana [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: The Little Coward --Chapter 20, 24 May 2011
« Reply #1197 on: May 24, 2011, 10:49:46 am »
omo mami sumpah aku suka banget ama chp ini bener2 bikin aku speechless [lovestruck] [lovestruck]
two thumb  [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]
sedih senang, bahagia, aku masih speechless oh sonsangnim ku cinta banget daku padamu [love eyes]
how lucky you are little coward-->sumpah masih senyum2 membaca tiap partnya [lovestruck] 
gumawo mam...next jangan lama ya updatenya [hug]


[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: The Little Coward --Chapter 20, 24 May 2011
« Reply #1198 on: May 24, 2011, 10:59:34 am »
kalo pepatah bilang si COWARD kaya "kejatuhan durian" #pingsan dong?? [laughing] [laughing]
sweet chapie mom,,akhirnyaa..."Sonsaengnim bilang CINTA" [lovestruck] next chap blg married,,next next chap minta dede [on]

Love you more than I can say

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: The Little Coward --Chapter 20, 24 May 2011
« Reply #1199 on: May 24, 2011, 12:43:00 pm »
MY SWEET SONSAENGNIM AKHRNYA DIUPDATE JUGA,HEHEH. TUH KAN SONSAENGNIM YG MO DIJODOHIN AMA HYE SUN. KOCAK PART WAKTU HYE SUN BLG "SONSAENGNIM MENERIMA PERJODOHAN INI HANYA KARENA KASIHAN" MINHO"YA SUDAH BATALKAN SAJA" eh SI COWARD LSG TERIAK ANDWAEEEE,CKCKCK HYE SUN HYE SUN POLOSNYA KEBANGETAN,hmf. SUMPAH PERNYATAAN CINTA SONSAENGNIM KE HYE SUN BIKIN GW MERINDING"ROMANTIIISSSSS" HYE SUN BENER2 BERUNTUNG DPT CALON SUAMI MODEL SONSAENGNIM. Mami tengkyu udinan diupdate,next chapie bklan sweet2an ni sonsaengnim ama little cowardnya


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho