Author Topic: You make me falling in love; chapter 5 part 3 (20/10/2012)  (Read 17016 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
GOMAWO SIST YUKI update nya  [flowers]
kenapa seh HYENA sangat tidak menyuka'i JUNG MIN [what] apa lagi saat mengdengar JUNG MIN ingin bertanggun jawab atas anak dalm kandungannya  [hug] bisa di bayangkan gimana shock nya ajusshi JUNG mendengar kehamilan HYENA apa lagi sama laki" yang jelas tidak begitu di suka'i ajusshi JUNG  [sweat] tapi.. buka JUN MIN namanya kalau menyerah begitu aja  [drool] jadi tidak sabar apa yang akan di lakukan jung ming buat meluluhkan hati HYENA  [love eyes]
di tunggu next nya setelah ini update FULL OF LOVENYA YA SIST yuki  [lovestruck]

he he he he... dari awal Hye na mang udah gak suka ma cowok  [heh] [heh] [heh] yup... tapi tawaran ada ditangan Jung ahjussi setelah ini...dan keputusan ada ditangan Hye na... yup...tergantung apa yang dilakukan Jung min untuk dapetin Hye na ma anaknya...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

terima kasih semua untuk komentnya... [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

siti minsun

  • Guest
sist. gomawo.. [lovestruck]
kenapa hyena jd aneh gitu sich pdhal jungmin sangat baik mw bertanggungjawab...
aku suka suk suka ..smg ja mrk cepat kawin ya...
ditunggu lanjutannya....hehehehhe [hmpfh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
sist. gomawo.. [lovestruck]
kenapa hyena jd aneh gitu sich pdhal jungmin sangat baik mw bertanggungjawab...
aku suka suk suka ..smg ja mrk cepat kawin ya...
ditunggu lanjutannya....hehehehhe [hmpfh]

dari awal udah gak suka gitu og sist... biar Jung min berpikir keras cara untuk dapetin Hye na manaknya... biar seru  [clap] [clap] [clap]  [biggrin] [biggrin] [biggrin]

siti minsun

  • Guest
tapi akhirnya jung min tetap ma hyena kan... [what]
pastilah ma sapa lagi ko bukan ma tu orag
lanjut lagi chingu... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
yuki [arms] [arms] [arms] [arms] [arms] komawo say udinan di up date lope yu pulll dah [huglove]

jung min jung min segitu kerasnya mau bertanggung jawab, kyknya jung min emang udah kadung cinta ya ama hye na , tp hye na nya yg masih cuek bebek and haduhhhhhhh dia baru nyadar kalo lagi hamidun, tp untungnya ahjussi jung ga menyalahkan hye na dan dia malah salud ama sikap tanggung jawab jung min , ...


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
tapi akhirnya jung min tetap ma hyena kan... [what]
pastilah ma sapa lagi ko bukan ma tu orag
lanjut lagi chingu... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


mungkin...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] di  [guns] [guns] [guns] ma sista siti minsun

tinggal perjuangannya gimana  [sweat] [sweat] [sweat]

yuki [arms] [arms] [arms] [arms] [arms] komawo say udinan di up date lope yu pulll dah [huglove]

jung min jung min segitu kerasnya mau bertanggung jawab, kyknya jung min emang udah kadung cinta ya ama hye na , tp hye na nya yg masih cuek bebek and haduhhhhhhh dia baru nyadar kalo lagi hamidun, tp untungnya ahjussi jung ga menyalahkan hye na dan dia malah salud ama sikap tanggung jawab jung min , ...

sama2 say... i lp u pull juga  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

yup... sebenernya Jung ahjussi kecewa juga sih... tapi percuma...kan semuanya udah terjadi... nasi udah jadi bubur ayam... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

siti minsun

  • Guest
jgn mungkin sista...tapi PASTI
ko mungkin bukan cuma ini  [guns] [guns] tapi [head break] [wacko] [collapse]
 [rofl] [rofl]ditunggu lanjutaanya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
jgn mungkin sista...tapi PASTI
ko mungkin bukan cuma ini  [guns] [guns] tapi [head break] [wacko] [collapse]
 [rofl] [rofl]ditunggu lanjutaanya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

he he he he he... ok ok ok... surrender surrender  siap  punk punk punk

 [heh] [heh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 3 part 1

Additional cast



Kim Nam gil as Kim Tae so

Matahari pagi bersinar cerah, kehangatannya memancar di sertai dengan kicauan burung yang merdu. Hye na membuka matanya perlahan, tersenyum, ia terbangun.
“selamat pagi dunia…”ujar Hye na, merentangkan kedua tangannya, mengendurkan otot-ototnya, namun kejadian itu hanya sesaat. Ia merasakan perutnya memberontak. Bukan karena lapar, tapi karena…

“huekk..!! huekk… urghh…” Hye na mengeluarkan isi perutnya yang bahkan belum ia isi semalam hingga pagi ini. “oohh…” Hye na menyandarkan tubuhnya dipinggiran bathtub. “oohhh… hueekkk…” Hye na lagi-lagi mengeluarkan makanan yang bahkan tidak ada di perutnya.

“Hye na… gwenchana..?”tanya Jung ahjussi menatap khawatir keponakannya itu sambil kemudian memberikan handuk padanya.

“ne…gwenchanayo ahjussi… tidak perlu mengkhawatirkan aku…” hibur Hye na tanpa menatap Jung ahjussi dan berjalan kembali keranjangnya.

Jung ahjussi terdiam menatap Hye na “auusshh… sebenarnya apa yang terjadi… kenapa bisa begini… bagaimana kalau ayahmu tahu…”

“jangan katakan itu… aku sudah tidak punya ayah lagi… dia bukan appa...” ujar Hye na kesal, menatap Jung ahjussi marah

“auusshhh… tapi bagaimana bisa begini… apa rencanamu selanjutnya…”tanya Jung ahjussi kemudian

Hye na terlihat diam, menghembuskan napasnya “ahniyo… tidak tahu…”

“auusshh… kalau begitu biar ahjussi yang memutuskannya… kau harus menikah…”ujar Jung ahjussi tegas. Hye na terdiam ditempatnya. “ahniyo…”

“harus… dan kau harus menetapkan siapa calonnya…”

“AHNI!!”seru Hye na

“jika begitu maka tidak ada peternakan dan tidak ada memanah ataupun dojo…”

“MWO!!!”

“ahjussi bersungguh-sungguh sekarang… dan kau harus memikirkannya…”

“ahjussi…”

“titik…”ujar Jung ahjussi sebelum akhirnya ia beranjak pergi, meninggalkan Hye na. Hye na menyadari sesuatu, ucapan Jung ahjussi bagai sebuah ketukan palu yang di ketuk oleh seorang hakim ketua dan berarti Hye na tidak punya pilihan. Hye na terdiam ditempatnya, memikirkan banyak hal. Sedangkan Jung ahjussi terlihat menatap keponakannya itu. Ia harus memikirkan caranya. Ia tidak akan membiarkan keponakannya itu menghadapi kesulitan yang juga mungkin akan membahayakan cucunya.

“dan… apa yang aku katakan tidak bisa di tawar lagi… lakukan… atau kau tidak usah ke peternakan, dojo atau manapun…”ujar Jung ahjussi, membalikkan tubuhnya kembali, menatap Hye na penuh dengan kesungguhan, dan tegas.

“ahjussi…”seru Hye na sebelum akhirnya Jung ahjussi menutup pintu dihadapan Hye na.

Jung ahjussi terlihat terdiam di tempatnya. Sebuah map terbuka di hadapannya dan seseorang terlihat tengah menunggu tak jauh disisinya, menunggu Jung ahjussi menanda tangani apa yang tertulis dalam map tersebut.

“tuan…”panggil orang itu, menunggu Jung ahjussi

Jung ahjussi menatap orang itu sesaat sebelum akhirnya ia memberikan sebuah kartu nama padanya “tolong hubungi nomor ini…”ujar Jung ahjussi.

“ne…”

Tombol ditekan dan sambungan terhubung. Orang itu memberikan ganggang telepon pada Jung ahjussi “kita harus bertemu…”kata Jung ahjussi

“de… temui aku di kafe dekat dojo…” tambah Jung ahjussi yang tak lama kemudian menekan tombol, memutuskan hubungan.

“aku harus melakukannya…”kata Jung ahjussi, yakin.

*********

Jung min menutup ponselnya, menarik napas panjang.

“apa ada yang salah doronim…?”tanya pak Jang tiba-tiba, menyadarkan Jung min dari keterdiamannya.

“ah.. ahniyo… tidak… apa jadwalku sekarang…?”

“inspeksi ke pabrik Jung min-nim…”

“apa kau sudah mengatur semuanya…?”

“ne… tidak ada yang tahu dengan kunjungan ini…”

“bagus… setelah itu… aku ingin mengosongkan jadwalku makan siang hingga setelahnya… aku ingin menemui seseorang…”

“mwo…? Siapa doronim…?”

Jung min diam ditempatnya, menatap pak Jang tajam.



“…apa aku harus mengatakan semuanya padamu pak Jang… aku hanya meminta untuk mengosongkan jadwalku… dan jangan bertanya apapun lagi…”

“ah… mianhe doronim… saya lancang…”
Jung min diam, menatap pak Jang serius “…aku tidak ingin mendengar apapun yang tidak ingin aku dengar…”tambah Jung min

“ne… saya mengerti…”

Jung min diam, menarik napas panjang dan beranjak pergi keluar dari ruangannya.

Pak Jang terdiam ditempatnya, menatap kepergian tuannya dan perlahan senyum terlihat terkembang diwajahnya. “kau berubah… namun beberapa masih sama seperti dirimu yang dulu…”kata pak Jang lirih yang kemudian melangkah keluar mengikuti langkah Jung min yang kini terlihat sudah duduk di kursi belakang mobilnya.

Pak Jang masuk dan duduk dikursi penumpang disisi supir.

“berangkat…”ujar pak Jang setelah menatap Jung min yang terlihat diam, menatap sesuatu yang lebih menarik dari jendela pintu mobil disisinya.

Mobil melaju cepat, membelah angin, melewati jalanan yang terlihat ramai, namun itu hanya sesaat, tak berapa lama kemudian, mobil berbelok ke sebuah jalan kecil dan akhirnya berhenti di sebuah pabrik yang terlihat lengang di bagian luarnya, hanya terlihat beberapa orang yang memang bertugas di luar pabrik.

Mobil berhenti, dan Jung min diikuti oleh pak Jang turun.

“kita langsung ke pabrik saja…”ujar Jung min, sebelum pak Jang menanyakan apa yang akan Jung min lakukan.

“ahh… de…”

*******

Hye na membuka pintu kamarnya perlahan. Malam sudah hadir dan ia yakin ahjussinya belum pulang sekarang, jadi dia bebas sekarang. Hye na menyampirkan syalnya ke lehernya, untuk melindunginya dari dinginnya malam dan perlahan melangkah.

“ahh.. aku benar-benar bosan…”gumam Hye na sembari melangkah pelan, untuk menyembunyikan langkah kakinya, hingga..

“anda akan kemana agashi…”kata seseorang tiba-tiba, membuat Hye na terlonjak di tempatnya, terkejut karena kehadirannya.

“ahh… kau mengejutkanku…”ujar Hye na, mengusap pelan dadanya

“anda akan kemana agashi…”tanya orang itu lagi.

Ahhh… pengawal lagi… apa yang dipikirkan Jung ahjussi…batin Hye na

“ahh… aku hanya ingin berjalan keluar… aku bosan…”ujar Hye na yang kemudian melangkah keluar, meninggalkan pengawal-pengawal itu. Ada 4 pengawal semuanya, dan mereka terlihat lebih garang dan lebih tegas dari pengawal Hye na sebelumnya. Sudah banyak kasus yang dilakukan Hye na, dan hasil akhirnya selalu seperti yang sekarang Hye na alami.

Flashback

“kau ini seorang perempuan…!! Dan kau selalu pulang dalam keadaan mabuk… sebenarnya apa yang kau lakukan…?”seru Jung ahjussi

Hye na diam ditempatnya, mengalihkan perhatiannya pada sesuatu yang lebih menariknya dibanding ceramah dari Jung ahjussi

“ahhh… ahjussi… sepertinya ada sapi yang melahirkan lagi…”ujar Hye naketika menatap kesibukan beberapa orang yang berlari keluar masuk kandang. Beberapa terlihat membawa seember air dan yang lain terlihat menyiapkan sesuatu. Dan yang paling menarik perhatian Hye na hingga ia mengerti apa yang sedang terjadi adalah banyaknya orang yang berkumpul di depan kandang, menunggu sesuatu.

“ahh…benar ahjussi… ada sapi yang melahirkan lagi… ayo kita kesana…”ujar Hye na, bangkit dari tempatnya dan bergegas keluar dari ruangan dimana ia merasa terkungkung didalamnya.

Jung ahjussi terlihat diam, menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan keponakannya.

Jung ahjussi terlihat diam di tempatnya, menatap kerumunan orang di depan kandang, menunggu kelahiran, dan setelah itu, lagi-lagi ia menghembuskan napasnya panjang. Lagi-lagi ia harus mengambil keputusan itu.

Tak lama Hye na kembali dari peternakan dalam keadaan pakaian yang benar-benar kotor dengan darah.

“ausshhh… apa yang kau lakukan…!! Kau cukup hanya melihat saja… jangan melakukan apapun…”ujar Jung ahjussi setelah menatap Hye na dalam keadaan yang tidak karuan, dan yang ditatap dengan marah hanya tersenyum lebar, menunjukkan deretan giginya yang rapi.

“ausshhh…”

“aku mandi dulu ahjussi… bau…”

“de..!! itu yang akan kau dapat jika kau banyak melakukan hal-hal yang aneh… dan…” kalimat Jung ahjussi terhenti, Hye na sudah beranjak pergi dari tempatnya.

“ausshh… ahjussi belum selesai…”seru Jung ahjussi kesal

“aku sangat bau ahjussi… kita lanjutkan nanti saja…”ujar Hye natidak memperdulikan kemarahan Jung ahjussi.

Dan berikutnya, yang ia dapat adalah yang akan ia dapat saat ini, terkungkung dalam rumah peternakan itu.

End Of Flashback

Hye na mendesah napas panjang, menundukkan kepalanya “…ahhh… aku harus pergi…”kata Hye na yang kemudian melangkah pergi, namun langkahnya terhenti.

“anda tidak bisa keluar tanpa persetujuan Tuan Jung…”kata pengawal itu.

“auusshhh…ck…”Hye na berdecak kesal, menatap laki-laki disisinya marah “siapa namamu…? Sepertinya kau baru…?” tanya Hye na menatap laki-laki dihadapannya.

“aku…”laki-laki itu terlihat terdiam sesaat, menundukkan kepalanya “aku tidak ijinkan agashi…”katanya kemudian.

Hye na menatapnya, menyipitkan kedua matanya, memandangnya penuh selidik “…baik… aku ingin keluar… aku bosan dirumah…”kata Hye na yang kemudian melangkah keluar. Hye na berjalan dengan 4 orang pengawal yang mengikutinya. Hye na melirik keempatnya sesaat sebelum merapatkan syal dilehernya, untuk melindungi dirinya dari dinginnya malam.



“agashi tidak diperbolehkan keluar dari kawasan peternakan…”kata pengawal itu lagi.
Hye na diam ditempatnya sesaat, kemudian membalikkan tubuhnya menatap orang itu
“arasso…!! Aku mengerti!!”seru Hye na, aku ingin ke istal dan aku ingin berkuda…”

“ahni… anda tidka diperbolehkan berkuda agashi… berkuda, berlari dan hal-hal yang membuat anda terlalu lelah sangat tidak diperbolehkan agashi…”ujarnya lagi

Hye na ,mendengus kesal ditempatnya “auusshhh…!!! AHJUSSI..!!!”seru Hye na kesal. Suaranya terdengar menggelegar membuat beberapa pengawal yang mengikutinya, menatapnya, sedikit ada rasa takut.

Hye na membalikkan tubuhnya cepat, menatap keempat pengawal itu tajam, penuh kemarahan “auusshhh!!!” seru Hye na, mengacak rambutnya dan melangkah pergi ke arah istal.

Hye na berdiri di depan istal Hiro yang terlihat terdiam dihadapanya, menatap Hye na, majikannya. Jika ia bisa berbicara mungkin ia akan bertanya apa yang sedang terjadi pada majikannya itu.

“aku bosan Hiro… apa kau juga…?” tanya Hye na, menyentuh pelan kepala Hiro, kuda kesayangannya itu. “tapi aku tidak bisa membawamu keluar… aku dilarang menunggangimu…”ujar Hye na lagi, menatap Hiro sedih, dan seaakan mengeri ucapan majikannya itu, Hiro terlihat meringkik dan menaikkan kaki depannya, menunjukkan kehebatannya sekaligus menghibur Hye na.

“oohhh… kau melakukannya lagi…”kata Hye na senang, dan hanya sesaat, tak lama Hye na kembali terlihat bersedih. “aku akan punya anak Hiro… kau akan menjadi seorang paman kuda…”kata Hye na, menatap perutnya, mengusap perutnya lembut.

Hiro terlihat mengikuti arah tangan Hye na dan menatap Hye na, kemudian terdengar ringkikan lagi dari Hiro, dan Hiro terlihat senang mendngar kabar itu dari Hye na.

“kau senang Hiro…?”tanya Hye na. Hiro diam, menatap Hye na.

“ahhh… Hiro…aku ingin keluar… aku benar-benar bosan…”kata Hye na, terdiam, menundukkan kepalanya sedih. “ahh… kau mau membantuku Hiro…?”tanya Hye na

******

Malam telah menjelma. Bulan menyinari menggantikan matahari dan kehangatan sinar mentari telah sirna oleh dinginnya malam. Jung min terlihat menghembuskan napasnya pelan setelah ia menyelesaikan berkas terakhir dimejanya.

“apa ini yang terakhir…?”tanya Jung min pada pak Jang yang terlihat diam duduk menunggu dihadapannya.

“ne… itu yang terakhir untuk hari ini tuan…”

“baiklah… kalau begitu… aku ingin istirahat sekarang…”

“ne… terima kasih doronim…”

“…”Jung min terdiam, menatap pak Jang sesaat kemudian menghela napas panjang dan melangkah pelan “…ne… maafkan aku pak jang untuk kata-kataku sebelumnya… dan terima kasih untuk kerja keras anda hari ini…”kata Jung min kemudian, tanpa membalikkan tubuhnya atau mengalihkan pandangannya pada pak Jang

“ne Jung min-nim… selamat malam…”kata pak Jang, menatap Jung min tersenyum.

Jung min menghirup napas panjang dan menghembuskannya perlahan. “ahhh… aku benar-benar lelah…”kata Jung min, melepas pakaiannya dan menjatuhkan dirinya di ranjang, tepat ketika ponselnya berdering kencang.

“ausshhh… siapa lagi ini…” gumam Jung min kesal. Jung min mengambil ponselnya dan menekan tombolnya untuk menerima sambungan itu.

“ne… yobseyo…”ujar Jung min, membuka percakapan

“maaf tuan Goo… saya menghubungi anda malam-malam… tapi saya harus menyampaikan sesuatu…”

“siapa kau…?”tanya Jung min

“ini saya… King bar bartender… anda yang meminta saya untuk…”

“ada apa…?”tanya Jung min memotong perkataan bartender tersebut.

“maaf tuan Goo… Hye na agashi ada di bar ini dan…”

“MWO!!!??” lagi-lagi Jung min memotong perkataan bartender itu

“ne… dia ada disini… dan dia…”

“apa yang dia lakukan… dia tidak sedang meminum minuman keras bukan…”

“ahni… tapi…”

“jangan berikan minuman keras itu… dan aku akan segera kesana…”

“tapi…”

“tolong jaga dia untukku…”

“ne tuan Goo..”

Dan sambungan terputus. Jung min berdecak keras, ia bnar-benar merasa kesal dengan perempuan itu, tapi…

“auussshhhh…”ujar Jung min, kesal yang kemudian mengambil mantelnya, memakainya kemudian melangkah keluar dari kamarnya.

“ahh… doronim… kau akan kemana…?”tanya pak Jang tiba-tiba

“…aku…”Jung min terdiam sesaat, bingung alasan apa yang akan dia keluarkan. “…kau belum pulang pak Jang…”tanya Jung min kemudian.

“ahh.. de… mianhe Jung min-nim… tapi aku tidak bisa menolak masakan nenek Cha…mianhe…”kata pak Jang

Jung min diam, menatap pak Jang, kemudian…

“baiklah… boleh aku pinjam mobilmu pak Jang…?”

“mwo…? Anda akan kemana…?”

“aku hanya ingin keluar mencari sesuatu…”

“lalu bagai…”

“jika kau ingin pulang… pakai salah satu mobilku… ini sangat mendesak… aku harus pergi…”

“tapi…”

“tidak ada yang perlu aku jelaskan pak Jang… aku pergi…”kata Jung min, setelah mengambil kunci mobil pak Jang kemudian melangkah pergi.

“biarkan saja pak Jang…”kata Cha halmoni kemudian, tersenyum menatap kepergian Jung min “Jung min-nim sudah banyak berubah…”

“ne…”

“…dan apa kau tahu karena siapa…?”

“entahlah… tapi aku yakin ada alasannya…”

“ne… aku pikr pasti karena wanita itu…”

“mwo…? Wanita…? Apa maksud anda halmoni…?”

Cha halmoni terlihat diam, dan menunjukkan senyum lebarnya menatap pak Jang.

*******

“yya…!! Kenapa kau memberikan air mineral… aku minta bir sekarang…”seru Hye na kesal, menatap bartender yang diam tidak menggubris ucapan Hye na “auusshhh… apa yang kau lakukan…!! Aku minta bir…!!” ujar Hye na lagi saat bartendr dihadapannya, lagi-lagi memberikan segelas air mineral padanya.

“YYA!!”seru Hye na semakin keras “uhuk…uhuk…”kini tenggorokannya terasa sakit, Hye na meneguk habis segelas air mineral di hadapannya.

“berikan aku bir…”kata Hye na lagi

“ahni… kau tidak boleh agashi…”

Hye na terdiam menatap bartender dihadapannya. “aku akan membayarnya… lihat aku membawa uang kali ini…”

“ahni… bukan karena itu…”

“lalu…”

“kau tidak boleh agashi…”kata bartender itu lagi, tetap teguh pada pendiriannya.

“ausshh…”seru Hye na kesal. Ia diam ditempatnya, menatap sekelilingnya kemudian ia terlihat memicingkan matanya, menatap bartender dihadapannya “…apa ini juga perintah Jung ahjussi…?”tanya Hye na

Bartender itu terlihat diam menatap Hye na “ahni… aku bahkan tidak mengenal tuan Jung itu…”

“auusshh…lalu kenapa…”

“anda tidak boleh agashi…”kata bartender itu lagi yang kemudian terlihat mengisi kembali gelas Hye na yang telah kosong.

“ausshhh…arasho… baiklah…”seru Hye na yang kemudian beranjak dari tempat itu setelah ia menatap sebuah meja yang berhasil menarik perhatiannya.

“…apa aku boleh bergabung tuan…”kata Hye na kemudian

2 orang yang disapa Hye na terlihat tersenyum menatap Hye na. “ahh… tentu saja…”kata seseorang diantaranya

“gomawo…”

“kau sendiri…?”

“ne… aku…”

“ahni… dia bersamaku tuan… dan aku akan membawanya pulang…”kata seseorang tiba-tiba, mencengkeram lengan Hye na kuat, menariknya untuk berdiri

“mwo..?!?!”seru Hye na, mengalihkan pandangannya menatap orang itu yang kemudian segera membawanya menjauh dari 2 orang tamu itu.

“yya!! Apa yang…” seru Hye na, menatap orang itu yang terus membawa Hye na keluar

“auussshh… lepaskan tanganku!!”seru Hye na, menarik tangannya dari cengkraman tangan laki-laki itu.

“YYA!! Apa yang kau lakukan… kau seharusnya tidak melakukan itu…!! Ayo pulang…”serunya

“ahni..!! aku masih ingin disini… aku bahkan belum meminum seteguk pun bir ataupun wine…”kata Hye na yang kemudian berbalik

“Hye na…”

Hye na terlihat masih terus berjalan meninggalkan orang itu, dan berjalan kembali mendekati 2 orang sebelumnya.

“ahh… kau kembali lagi agashi… apa yang…”

“Hye na…!!”

“ahni…lepaskan tanganku…!!”seru Hye na

“tidak…!! Ayo pulang!!”

“kau tidak ada urusannya denganku Jung min-nim…aku minta kau pergi sekarang…”seru Hye na

“tapi kau…”

“ini bukan urusanmu… pergi sekarang!!”seru Hye na, membalikkan tubuhnya, tersenyum menatap kedua orang yang menatap Hye na dan Jung min, bergantian, bingung. “ahhh…!! Kau menyakitiku…”seru Hye na tiba-tiba saat dengan kasar Jung min menarik lengannya.

“yya… tuan… lepaskan nona ini… dia tidak ingin pergi bersamamu…”kata salah seorang laki-laki yang kini berdiri dihadapan Jung min, menghalangi dirinya dengan Hye na.

Jung min terlihat diam, menatap orang itu. Orang dihadapannya memiliki tubuh yang kekar dan tinggi, dan Jung min, pasti bukan merupakan masalah untuknya, sedangkan untuk Jung min, laki-laki dihadapannya adalah masalah untuknya. Jung min mengalihkan pandangannya menatap Hye na yang kini telah duduk di salah satu kursi dan akan meneguk segelas bir yang kini sudah ditangannya.

“YYA!!”seru Jung min tiba-tiba, berlari kebelakang laki-laki dihadapannya dan menampar keras gelas ditangan Hye na, hingga pecah berkeping-keping.

“yya!! Tuan… kau sudah mengganggu kesenangan kami!!’seru laki-laki yang berdiri dibelakang Hye na. Laki-laki itu terlihat menatap Jung min tajam, menantang.

“ahh… tapi…” belum sempat Jung min mengeluarkan pembelaan, ia sudah jatuh terjengkang, terjerembab dilantai, membuat beberapa pengunjung, mengalihkan pandangannya menatap Jung min dan semua keributan itu.

Hye na terdiam ditempatnya, tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Ia menatap Jung min, darah terlihat mengalir disela bibirnya.

“pergi…”kata laki-laki itu, menatap Jung min tajam. Jung min bangkit perlahan, menatap laki-laki dihadapannya sangar, tajam “ahni… aku harus pergi bersama wanita itu…”kata Jung min.

“mwo…?!? Apa tidak cukup…”

“biar aku…”kata seorang laki-laki yang lain, yang tiba-tiba bangkit dan mengangkat kerah kemeja Jung min.

“kau benar-benar nekat tuan…”kata orang itu, yang lagi-lagi membuat Jung min jatuh terjerembab ke lantai, dan kini Jung min terlihat terdiam di tempatnya, tidak dapat bangkit, sepertinya pukulan laki-laki kedua membuatnya benar-benar jatuh.

“ahh… tuan-tuan… maafkan saya… apa yang terjadi… apa ada masalah…?”

“ausshhh… kau ini bagaimana…? Apa kau pemilik bar ini…”

“ne… saya Kim tae so… pemilik bar ini… maafkan saya… tapi apa yang terjadi…”tanya pemilik bar tersebut, yang terlihat melirik Hye na yang masih duduk ditempatnya, menatap Jung min khawatir kemudian mengalihkan pandangannya pada pemilik bar tersebut.

“tuan Kim…jika kau ingin bisnismu lancar… jangan biarkan laki-laki seperti dia masuk ketempat ini… ausshhh… aku benar-benar tidak tahan…”kata laki-laki itu

“ne… maafkan saya… sebagai gantinya minuman yang anda minum saya beri gratis…”kata Kim tae so, yang kemudian terlihat menatap Hye na “…dan kau agashi… aku harap kau pergi… dan bawa laki-laki ini…”

“mwo!?!”

“kau penyebab kekacauan ini… jadi kau pergi…dan bawa Jung min…”kata Kim tae so lagi, menatap tajam Hye na dihadapannya.



“yya… kau tidak perlu seperti itu…”kata seorang laki-laki yang terlihat duduk dihadapan Hye na.

“tapi…. Dia yang sudah menyebabkan semua ini… kau harus pergi agashi…”kata Kim tae so, yang kemudian menarik lengan Hye na untuk bangkit dan membawa Hye na kearah Jung min.

“bantu aku mengangkatnya agashi…”kata Kim Tae so

“ahh…”

“ayoo…”

Hye na diam ditempatnya, menatap pemilik Kim dan Jung min bergantian “auusshhh…”ujar Hye na yang kemudian segera mengangkat lengan Jung min dan melingkarkannya di lehernya.


“aku minta kau pergi agashi… dan bawa Jung min ke rumah sakit…”

“mwo…?!?! Kenapa harus aku…”

“kau yang mengenalnya… dan terlalu berbahaya jika kau sendiri di bar ini…”

“tapi…”

“pergilah… atau kau akan terlarang masuk ke bar ini lagi… pergi…”

“yya!!”

Kim Tae so melangkah pergi, tanpa menggubris teriakan Hye na. Hye na diam ditempatnya menatap kepergian pemilik bar tersebut dan Jung min bergantian.

“ausshh… kau benar-benar merepotkanku Jung min-nim…”ujar Hye na, menatap Jung min kesal.

“mianhe… Hye na… tapi aku harus membawamu pulang…”

“ausshh…masuk…aku akan membawamu pulang…”

“ahni… jangan pulang… orang-orang akan mencemaskanku… bawa aku ke rumah sakit…”kata Jung min, yang sudah duduk di sisi tempat duduk supir dimana Hye na yang berlaku sebagai supir.

“antwe!! Kita tidak akan kerumah sakit!! Kita…” Hye na menghentikan kalimatnya berpikir.

Jung min menatap lemah Hye na yang duduk disisinya. “lalu kau akan membawaku kemana… aku tidak bisa pulang dengan keadaan seperti ini…”

“ausshh… kau benar-benar lemah tuan Goo…”kata Hye na, yang kemudian memutar kunci mobil dan melajukan mobil itu cepat

*********

“ausshhh… sebenarnya apa yang kau inginkan…”tanya Hye na sambil meletakkan Jung min dilantai yang sudah ia lapisi dengan beberapa kain yang bisa ia temukan di dojo tempat ia melatih memanah.

“ahh…”seru Jung min tiba-tiba, menyentuh pelan perut atasnya, menahan sakit saat Hye na membantunya berbaring.

“gwenchana..?”tanya Hye na, menatap Jung min khawatir

“ne… gwenchana…”

“auusshhh… sebenarnya apa yang kau inginkan..”tanya Hye na, menatap Jung min sesaat dan kemudian bangkit “tunggu sebentar… aku harus mengambil sesuatu…”kata Hye na kemudian.

Hye na bangkit dan pergi, hanya sesaat, kemudian Hye na kembali dengan membawa kotak P3K dan handuk serta baskom berisi air. Hye na meletakkan semua itu dilantai tak jauh dari sisi Jung min.

“tahan…”kata Hye na kemudian, yang terlihat mulai mengusapkan handuk yang telah ia basahi ke wajah Jung min, menghapus darah kering yang ada di sela mulut Jung min.

“akkhh…”seru Jung min yang tiba-tiba menahan tangan Hye na yang tengah membersihkan darah di sela mulutnya, membuat Hye na terdiam menatapnya. Keduanya kini terdiam ditempatnya, saling menatap dengan tangan Jung min yang masih menggenggam tangan Hye na.

“aku…” Hye na tersadar dari keterdiamannya, dan menarik tangannya dari cengkraman tangan Jung min, namun hasilnya…

“akhhh…”seru Jung min tiba-tiba, menekan rusuknya.

“gwenchana…? Mianhe… aku…”

“gwenchana…” ujar Jung min, menatap Hye na tajam, mengambil tangan Hye na kembali, menariknya mendekat

Keduanya terdiam saling menatap, kecanggungan merajai keduanya. Hye na diam saat perlahan Jung min bangkit dan mendekat masih menatap Hye na, namun kini tatapannya berubah lembut, membuat Hye na hanya duduk diam di hadapannya tidak mampu melakukan apapun.

Perlahan wajah Jung min semakin mendekat dan semakin dekat. Hye na masih diam ditempatnya, tidak tahu apa yang harus ia lakukan dan perlahan, dapat Hye na duga, bibir padat dan basah itu menempel pelan di bibir Hye na. Lama keduanya terdiam, masih tidak melakukan apapun, hanya saling menempelkan bibir mereka hingga Jung min menatap kedua mata Hye na, dan masuk, mencari sesuatu disana, hanya selang beberapa detik kemudian, tiba-tiba Jung min mulai memberikan lumatan pada bibir Hye na, membawa Hye na semakin dalam kepelukannya, Hye na hanya diam dan tidak melakukan apapun, hanya membelalakkan kedua matanya, tidak percaya dengan apa yang dialaminya.

Jung min masih melumat bibir Hye na yang tidak mampu Hye na balas dengan apapu, hanya terdiam ditempatnya, hingga sesuatu membuatnya tersadar. Hye na memukul rusuk Jung min yang terluka, membuat Jung min melepaskan ciumannya.

“akhhh…”seru Jung min tiba-tiba, menahan rasa sakit dirusuknya

“ahh… mianhe… gwenchana…?”tanya Hye na, menatap Jung min dan berusaha membaringkan tubuh Jung min kembali.

“ne… gwen..gwenchana…”jawab Jung min terbata-bata

“aku harus mengobati lukamu…”kata Hye na kemudian. Hye na membalikkan tubuhnya, mengambil kotak P3K yang ia bawa dan mengoleskan salep di sela bibir Jung min yang sobek.

“akhhh..”seru Jung min tiba-tiba

“tahan…”

“…”Jung min diam, menatap Hye na. Keduanya kembali terdiam, dan lagi-lagi saling menatap.

Hye na segera tersadar, dan mengalihkan pandangannya pada dada bagian rusuk Jung min yang terluka. Hye na meletakkan salepnya, dan beranjak pada kemeja Jung min. Hye na mengalihkan jemarinya di kancing baju Jung min.

“apa yang kau lakukan…”tanya Jung min tiba-tiba, menghentikan gerakan tangan Hye na

“melepaskan kemejamu…”

“tapi…”

“jangan berpikiran macam-macam… aku harus mengobati lukamu…”kata Hye na

“ahhh…” kata Jung min, memalingkan wajahnya dari Hye na, menyembunyikan rasa malunya. Hye na yang menydari itu hanya tersenyum ditempatnya, menatap Jung min.

******

End Of Part
« Last Edit: September 10, 2011, 06:30:46 am by ai_yuki »

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Wow ternyata hye na ngak kapok mabuk ya? Karna mabuk dia punya anak. Eh pas udah punya anak masih pengen mabuk jg. Ngak kasian ma tuh anak dlm kandungan?

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
makasih sist Yuki updatenya  [flowers]
akhirnya hati Hyena mulai luluh juga walau pun awal" tetap keras , Hye seorang dokter tapi.,. kenapa dia mau minum"an  [what] padahal dia sudah tahu kalau dia hamil dan itu sudah pasti g baik bagi kadungannya , Hyena kalau ada maslah selalu larinya ke minuman , untung aja batendernya segera menghubungi jung min .
jung min pikirannya negatif mulu  [hmff] setiap ada kesempatan selalu aja di manfaatin buat [kiss]
kira" yang di hubungi jung ajusshi itu jung min ya   [chin] apa jung ajusshi sudah mau nerima kenyataan kalau ponakannya dengan Jung min memang telah terjadi sesuatu dan itu tidak bisa di pungkiri lagi  [drool]
setelah ini update full of love nya sisit  [lovestruck]

Offline luhiex_minsunniez

  • Newbie
  • *
  • Posts: 6
  • minsun4ever
    • View Profile
thank you sist Yuki  [flowers]
musibah membawa berkah toh buat jung min , gara" di gebokon sama 2 orang di bar hubungannya dengan Hyena aga baik , malah ada momen's  [kiss] lagi  [hmff] kayanya Hyena udah mulai luluh hatinya , jung ajusshi meminta Hye na menikah   [clap] berarti Jung ajusshi sudah bisa menerima kenyataan kalau keponakan kesayangnnya sudah hamidan  [hmpfh] bahkan sampai di jag exstara ketat segala .

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Gumawo eon dah update...eon moment hye na jung min ko' sdkit yah,yg bnyak moment hye na di perternakan kuda,hye na ma jung ajjushi...jung min ma sekertaris jang...next bnykin moment hye na jung min ya eon,truz updatenx jgn lma2 truz lgi next update full of love ya,,gumawo..

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
wah.... dasar jungmin omes.... cuma dibuka kancingnya doang mikir.a yang tidak2...  [hammer] [hammer] [hammer] [hmpfh] [hmpfh]

keras kepala banget si hyena, cepetlah nikah ma jungmin....

sizt.... ai, ditunggu kelanjutannya...


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
ini kopel susah bnget ya akurnya,tpi skrg aga mendingan la uda ada kemajuan,bner kt yg lain moment hyejung nya ko dikit sih,next bnyakin ya moment mrk nya plus jgn lama2 updatenya ok.ok.ok.. [biggrin]