Author Topic: Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE chapter 5 ending^^ (28 April 2011)  (Read 10227 times)

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE (spoiler dikittt^^)
« Reply #210 on: April 08, 2011, 11:22:21 pm »
maaf semuanya [heh] aku belum bisa update...lagi bingung [sweat]
tapi pasti aku update [hmpfh] tapi nggak tau kapan^^
Hy sist goo mei  [bye]
lam knal ya   [biggrin]
oh ya, ni kpan updatenya?? msh lma kah?  [what]
update secepatny y sist  [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013]

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE (spoiler dikittt^^)
« Reply #211 on: April 09, 2011, 05:31:24 pm »
maaf semuanya [heh] aku belum bisa update...lagi bingung [sweat]
tapi pasti aku update [hmpfh] tapi nggak tau kapan^^
Hy sist goo mei  [bye]
lam knal ya   [biggrin]
oh ya, ni kpan updatenya?? msh lma kah?  [what]
update secepatny y sist  [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013]
salam kenal juga Rie_sHa  [biggrin]
mian belum bisa di update [heh]
ok, gomawo dah baca [biggrin]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE (spoiler dikittt^^)
« Reply #212 on: April 10, 2011, 02:09:32 am »
Ayo dong kak mei diupdate :)

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE (spoiler dikittt^^)
« Reply #213 on: April 17, 2011, 05:45:41 am »
                        sist goo kpan bisa di updat neh...? kangen berat :(

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE (spoiler dikittt^^)
« Reply #214 on: April 25, 2011, 03:00:53 am »
sist mei mei ....

UPDATE YANG INI DOONNKKKK!!!

UpdaTee!!!  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
UpdaTee!!!  [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]
UpdaTee!!!  [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]
UpdaTee!!!  [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]
UpdaTee!!!  [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]
UpdaTee!!!  [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]
 

iiuuu

  • Guest
Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE (spoiler dikittt^^)
« Reply #215 on: April 25, 2011, 03:15:49 am »
UPDATE DONG SISTAAAA @tereak pake toa..

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE (spoiler dikittt^^)
« Reply #216 on: April 27, 2011, 08:55:37 pm »
mian baru sempet update^^
dan mian juga karna pendek dan membosankan
happy reading


CHAPTER 5 ending




Saat ini wanita cantik dengan postur tubuh lumayan tinggi tengah mondar-mandir di kamarnya yang berukuran besar “Apa yang harus aku lakukan untuk menyatukan oppa dan onnie kembali?”dia berbicara sendiri sambil mengacak rambutnya yang terurai panjang. Karena lelah mondar-mandir gadis ini akhirnya menjatuhkan diri di ranjang sambil tetap mengacak rambutnya yang sekarang terlihat kusut. “AHA! Ide yang sangat bagus…hahahaha..” dia tertawa bahagia setelah berhasil mendapatkan ide yang cemerlang. “tapi aku tidak bisa melakukan ini sendirian, aku membutuhkan seseorang untuk mendukung rencana ini….”Joo bangkit kembali dari duduknya dan melanjutkan aksi mondar-mandirnya yang tak lengkap jika tak di tambah dengan gerakan mengacak rambut. dan tiba-tiba ia berseru sambil mengangkat tangan dengan hanya jari telunjuk yang mengacung ke udara “YONG DAE…kenapa tak terfikirkan olehku sebelumnya?” katanya sambil menggetok kepala sendiri seperti orang gila “dasar pabo!” umpatnya pada diri sendiri. Dia pun segera meninggalkan kamar menuju kamar adiknya yang terletak tak jauh dari kamarnya.

**************

Sementara di sebuah kamar sesosok pria dengan rambut lebat sedang berdiri sambil mengamati phonsel-nya, dilihat dari wajahnya seperti sedang menimbang-nimbang sesuatu, sesekali terlihar dia menghempaskan phonsel yang di genggamnya ke ranjang dan beberapa detik kemudian mengambilnya kembali.

“hye sun-a…aku sangat merindukanmu….” Ucapnya lirih

Setelah mengucapkan kalimat itu, min ho menekan beberapa nomor yang sudah tiga minggu menghilang dari panggilan keluar di phonsel-nya. Didekatkannya phonsel tersebut ke telinga dan terdengarlah  bunyi “tuuuttt….tuuuttt….tuuuttt” yang menandakan panggilan tersambung. Satu menit menunggu  akhirnya suara yang sangat dirindukannya terdengar juga.

“youbseyo” sapa seseorang dengan lembut dan sedikit serak

‘jika kau tahu aku yang menghubungimu, apakah kau akan menjawab selembut ini sun-a?’ Tanya minho dalam hati.

Mendengar tak ada jawaban hye sun menjadi sedikit kesel. Entah kenapa belakangan ini emosinya tidak stabil. “siapa di sana?” Tanya hye sun dengan sedikit menaikan volume suaranya.

Min ho yang tadinya melamun tersentak karena mendengar suara hye sun. dengan keberanian yang tulus min ho akhirnya bersuara “apa kabarmu sun-a?” Tanya min ho lembut dan lirih.

Di seberang hye sun menutup mulutnya yang menganga dengan tangan kiri dan air mulai menggenangi matanya. Dia merasa kaget dan tak menyangka min ho akan menghubungi dirinya setelah kejadian itu. Rasa kesal bercampur sedih tapi juga terselip kerinduan memenuhi hati hye sun, dia tak tahu harus bagaimana. Di sisi lain dia masih mencintai min ho tapi di sisi lain dia membencinya karena kejadian itu.

“untuk apa kau menghubungiku?” Tanya hye sun tegas, seiring dengan kalimat yang terlontar dari bibirnya air bening pun mengalir di pipi mulus itu.

“aku ingin menjelaskan semuanya sua-a…aku ingin…” kata-kata min ho terpotong oleh kalimat hye sun

“tak ada yang perlu kau jelaskan…karena semuanya sudah sangat jelas!” ucap hye sun sambil menahan isakkannya. Air mata sudah banyak membasahi pipinya saat ini.

“aku mohon kau dengarkan aku sayang” tak di duga dari keduanya kata ‘sayang ‘ terlontar dari bibir min ho  tanpa banyak berfikir min ho melanjutkan ucapannya “semuannya salah paham…semua yang kau dengar dan kau lihat hanya dusta…itu semua tidak benar” ucap min ho berusaha meyakinkan…tanpa di sengaja dia menggenggam phonsel begitu erat. 

Bibir hye sun bergetar tapi dia tetap berusaha tegar dia tak mau terlihat lemah di depan min ho. “aku tak mau mendengar apapun darimu! Dan jangan panggil aku dengan sebutan ‘sayang’ karena hubungan kita telah…….berakhir” hye sun menggigit bibir bawahnya ketika mengatakan  kata ‘berakhir’

Seketika tubuh min ho menjadi oleng setelah mendengar kalimat hye sun, air mata yang coba ia tahan sejak  tadi akhirnya tumpah membasahi pipi. “aku tak mau tahu, kau harus ke pantai sekarang juga. Aku akan menunggumu sampai kau datang, dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau sampai tidak datang” ucap min ho  frustasi dan segera mengakhiri sambungan telepon.

Dengan linglung min ho berjalan menghampiri sofa yang ada di kamarnya dan mengambil jaket yang tersampir di atasnya. Kemudian pergi.

*************** 

Kalimat  ‘aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau sampai tidak datang’ yang di ucapkan min ho terus terngiang di telinganya. Kakinya menjadi lemas hingga ia terduduk dan menangis tersedu-sedu di lantai.

“haaahuuuuuhhuuuuu….huuuuuuhuhhuhuhuhuhu…. kenapa ini semua terjadi hhuhuuhuu” ucap hye sun lirih di tengah tangisnya.

Danniel yang baru dating, kaget melihat kondisi hye sun . segera dia berlari menghampiri hye sun dan memeluknya “kau kenapa hye sun-a? mengapa seperti ini?” Tanya Dannie cemas sambil mengelus rambut hye sun sayang.

Tangisan hye sun semakin menjadi di dalam pelukan danniel “hhuuhuhuuhuhuhuhuhuuhuhuhuhuuhuuuuuu…hiks..hiks…oppa huhuhuuu”

“hye sun-a katakan yang terjadi? Jangan buat aku takut” ucapnya sambil mengguncang bahu hye sun lembut

“huhuuuuuhuuuuuhhhuuuuuuu….” Hanya tangisan yang dapat di dengar oleh danniel dan dia pun kembali memeluk hye sun erat. Hatinya terasa sangat sakit melihat keadaan hye sun seperti ini.

Kalimat terakhir min ho terus bermain di pikiran hye sun hingga ia memutuskan untuk pergi “aku harus pergi oppa…aku harus pergi hiks,hiks…” ucap hye sun tiba-tiba dan membuat danniel kaget dan heran

“kau mau pergi kemana hye sun-a??” Tanya danniel cemas

Tanpa menjawab pertanyaan danniel hye sun langsung berdiri dan belari keluar rumah dan segera menaiki mobil.

“HYE SUNN” teriak danniel saat mobil hye sun mulai menjauhi rumah.

***************

Jarum jam di tangan min ho sudah menunjukan pukul 5.30 sore dan hye sun belum datang. Kembali min ho menyandarkan tubuh jangkungnya di sisi mobil. Pikirannya pun menerawang saat pertama dirinya dan gadis yang sangat ia cintai hye sun bertemu.

Flas back

Di sebuah pesta terlihat pria jangkung yang sangat tampan sedang berdiri di taman. Matanya yang hitam pekat memandang bintang di langit, entah mengapa ia merasakan sesuatu yang lain hari ini.

Perasaan apa ini? Kenapa aneh begini, seperti ada sesuatu yang menggelitik dalam hati, yang menyebabkan aku tersenyum…tapi apa?

Karena sibuk berfikir min ho tidak menyadari kehadiran seseorang di belakangnya.

“hai bro kenapa kau berada di sini? Kau tak mau mengucapkan selamat ulang tahun kepada shin hye?” Tanya seorang pria yang berwajah tampan dan memiliki lesung pipi yang lumayan dalam.

Min ho menjadi kaget dengan tepukan di pundaknya, ia pun menoleh dan mendapati sahabatnya kim bum telah berdiri di belakangnya. “kau mengagetkan aku saja” ucap min ho sambil menurunkan tangan bum dari bahunya.

“lagian kau ini aneh-aneh saja…orang-orang sedang berpesta di dalam kau malah melamun sendirian di sini. Tidak takut apa kalau nanti ada hantu?” Tanya bum jahil sambil menakut-nakuti min ho

 “apa urusannya denganmu?...aku hanya ingin mencari udara segar….lagi pula kau pikir aku anak kecil yang bisa takut ketika kau bilang hantu?” Tanya min ho sambil mencibir bum

“hahahaha….sudahlah kita masuk ke dalam…kasihan shin hye” ucap bum sambil menarik min ho untuk masuk ke dalam rumah

“kyaaa kau tak perlu menarikku seperti ini bukan” Tanya min ho sengit sambil berusaha melepaskan tangan bum.

“tak usah banyak protes…kalau di biarkan kau malah akan seperti siput…hahaha” ejek bum pada min ho. Dia tak peduli sahabatnya itu sedang memaki-makinya di belakang.

Ketika menaiki dua anak tangga yang menghubungkan taman dengan rumah, min ho tersandung dan menimpa seseorang gadis di depannya, sebelum menimpa gadis itu min ho memeluk pinggangnya  erat bermaksud agar gadis itu tidak langsung tertindih badan minho. Gadis itu pun reflek memeluk leher min ho dan mereka terjatuh di lantai “aaaaaa…”teriak mereka berbarengan.

Karena mengalami benturan yang lumayan karas di lantai gadis itu pun mengaduh “aduhhh…” ringis gadis itu sambil memejamkan mata.

“kau taka apa?” Tanya min ho khawatir.

Gadis itu pun membuka mata dan merekapun beradu pandang selama beberapa menit…lewat pandangan itu terasa oleh min ho ada aliran listrik yang sangat besar di tubuhnya. Dia mengerti sekarang tentang perasaan aneh yang menghinggapi hatinya tadi.


************** 


Min ho tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan hye sun.

 “sejak pertama menatap matamu, aku tahu kau hanya milikku” ucap min ho lihir  kepalanya merunduk sedih, kembali penyesalan menyelimuti hatinya.   

“apa yang ingin kau jelaskan?” mendengar ucapan tersebut min ho dengan cepat mengalihkan pandangannya. Sekarang terlihat di depannya sosok gadis yang sempat  menghilang dari  kesehariannya.

Saat ini hye sun berdiri di depannya dengan rambut terurai dan baju terusan berwarna putih yang di padukan dengan cardingan berwarna biru langit, terlihat sangat cantik dan manis.

“hye sun-a…aku tahu kau pasti datang” ucap min ho berbinar dan dengan refleks merentangkan tangan bermaksud memeluk hye sun, tapi segera hye sun menghindar.

“jangan coba mendekat” ucap hye sun sambil melangkah mundur. “katakana sekarang atau aku pergi” ucap hye sun sambil memandang dingin min ho.

Mendengar itu, terselip kekecewaan di hati min ho, tapi ia tahu kekecewaan yang ia rasakan tak sebanding dengan kekecewaan yang hye sun rasakan. Ia pun akhirnya menceritakan semuanya pada hye sun.

“kau tahu adikku joo dulu pernah mengalami perkosaan?” Tanya min ho sambil melemparkan pandangan ke laut. Hye sun yang mendengar itu kaget dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Min ho melirik hye sun sebentar dan kembali melanjutkan ceritannya. “karna kejadian  itu, joo mengalami depresi berat hingga akhirnya orang tua kami mengirimnya ke jepang untuk pengobatan” ucap min ho mulai menunduk…”aku sangat merasa menyesal dan merasa sangat bersalah karena tak dapat melindungi adik kecilku” terlihat matanya memerah. Hatinya sungguh sangat sakit. Adiknya yang dia anggap sangat rapuh yang sangat dia sayangi mengalami hal seperti itu sungguh sangat menyakitkan. 

“Orang tuaku juga tak dapat melakukan apa pun…mereka tidak mau melaporkan ba###gan itu ke polisi karena mereka takut akan berpengaruh terhadap perusahaan mereka” ucapnya sambil tersenyum kecut. Betapa sakit hati min ho saat itu dengan sikap orang tuanya. Tapi dia tak dapat berbuat apa-apa.

“maka dari itu aku yang akan membalas perbuatan laki-laki itu sendiri” tatapannya sekarang beralih ke hye sun gadis itu meneteskan air mata dan terlihat sangat kaget, sungguh dia tak mampu mempercayai apa yang di ceritakan oleh pria di depannya ini.

“lalu apa hubungannya dengan kejadian yang aku lihat di restoran itu?” Tanya hye sun tak mengerti

Min ho pun berbalik menghadap hye sun dan menatap matanya lekat “dia adalah adik dari laki-laki yang telah memperkosa adikku ” mendengar itu tiba-tiba kesimpulan buruk didapatnya.

“jadi maksudmu kau akan memperkosa adiknya begitu?” Tanya hye sun sengit dan kemudaian menggelengkan kepalanya keras-keras seolah ingin membuang pikiran itu jauh-jauh.

“bu…” ucapan min ho di potong dengan cepat oleh hye sun.

“aku tak menyangka kau seperti ini, jadi apa bedanya kau dengan lelaki itu…aku…sungguh sanagt kecewa denganmu, lebih kecewa di banding kejadian di restoran itu  ” hye sun menggeleng keras dan melangkah pergi meninggalkan min ho. Tapi sebelum itu terjadi tangan min ho menarik tangan hye sun lalu membalikan badannya sehingga berhadap-hadapan, tanpa memberikan kesempaten hye sun untuk melakukan protes bibir min ho langsung menempel di bibir tipis hye sun. min ho menekan belakang kepala hye sun. hye sun kaget menerima perlakuan mendadak min ho dan berusaha mendoromg tubuh jangkung itu menjauhi dirinya. Hye sun dengan sekuat tenaga mendorong tubuh itu tapi usahanya gagal. Akhirnya dia mengangkat tangan kanan yang bebas dan mendaratkannya di pipi min ho hingga menimbulkan suara ‘PLAKK’ yang lumayan keras. Hye sun pulan langsung berlari meninggalkan min ho.

Min ho pun hanya terdiam tanpa mempu berbuat apa pun ketika mellihat  gadisnya pergi. Bukan tak ingin mengejar  tapi dia merasa kecewa, gadisnya tak percaya padanya. Keyakinan yang  sudah di genggamnya kini hilang sudah, keyakinan bahwa hye sun hanya miliknya.

Anginpun bertiup kencang menerpa min ho…seiring kata-kata yang terucap di hatinya

Hembusan angin pantai menjadi lagu pengiring langkah kakimu….

Langit jingga di sore hari menjadi cermin hilangnya harapanku….

Taukah kau, semakin aku berfikir tentangmu, semakin jauh kau  dari jangkauanku….

Senyumanmu adalah badai yang mampu menghancurkan hatiku….dan tak ada yang mempu aku lakukan untuk memintamu agar ‘jangan pergi’ karna aku tau, aku bukanlah bagian dari hidupmu sekarang…aku hanyalah masa lalu yang ingin kau lupakan…

“aku tak menyangka kau tak percaya padaku sun-a….aku tak dapat berbuat apapun lagi…….”

**************** 

Hye sun terus berlari di hamparan pasir putih…air mata mengalir dengan deras di pipinya. Dia tak tahu mengapa iya  seperti ini, berlari sebelum selesai mendengar penjelasan dari min ho. Hatinya sungguh sangat sakit begitu fikiran tersebut melintas di otaknya. Dia tak mampu lagi mengendalikan perasaannya.

Langkahnya pun terhenti seiring dengan tenaganya yang mulai habis….

“huhuhuhuhu…semuanya telah berakhir min ho-a…hiks..hiks..berakhir” ucapnya sambil terduduk lemas. Kakinya sekarang di tempeli oleh banyak butiran-butiran pasir halus. Matanya yang sembab mengarah lurus ke depan.

Dannil yang menyaksikan kejadian itu menjadi sedih, ternyata peria itu adalah laki-laki yang sangat di cintai hye sun. danniel pun mendekati hye sun, dia tak tega melihat keadaan hye sun sekarang ini. Benar-benar membuat hatinya sakit. Perlahan danniel menyentuh halus pundak hye sun.

“hye sun-a” ucap dannnil lirih sambil berjongkong

Hye sun yang mendengar namanya di panggol menoleh, dan sedikit terkejut mendapati dannile sudah berada di belakanggnya sambil berjongkok, tapi itu hanya sebentar, hye sun langsung menghambur ke dalam pelukan danniel. Dannielpun membalas pelukan hye sun. mereka berpelukan erat. Bagi hye sun danniel adalan kakak yang sangat baik dan akan selalu melindunginya. Menjaganya dari sesuatu yang  mampu menyakitinya.

Danniel mengelus sayang rambut hye sun yang terurai lumayan panjang. “sebaiknya kita pulang sun-a…angin pantai tak baik untuk kesehatanmu” ucap danniel halus dan menuntun hye sun berjalan.

*************

“Jadi bagaimana” ucap seorang wanita pada seorang laki-laki. Wajahnya mengisyaratkan pengharapan yang sangat. Sedakan laki-laki yang ia tanyai hanya memegang dagu. Dahinya berkerut seolah menimbang-nimbang sesuatu.

“aku tah yakin dengan rencanamu nonna” tanyanya memalingkan wajah kearah sang nonna yang sedang duduk di sampingnya dengan wajah harap-harap cemas.

“jadi kau tak yakin? Hehe sebenarnya aku juga tak yakin dengan rencana ini, terlalu ‘gila’” ucapnya sambil menyengir, sedikit malu dengan rencananya sendiri. Bagaimana dia akan melakukan rencana itu jika dia sendiri masih ragu dan tak yakin.

“dasar nonna ini” ucap yong dae sambil sedikit memanyunkan bibirnya, merasa kesal dengan sang kakak.

“mianhe otakku sudah buntu jadi fikiran gila itu muncul, hehehe” ucapnya sambil menyesali ide gilanya itu. Bagaimana tidak gila. Bayangkan saja, joo hyun meminta sang adik untuk menabrak min ho kakak mereka sendiri dengan mobil, joo berfikir jika min ho mengalami kecelakaan hye sun akan khawatir dan mereka akhirnya berbaikan. Sungguh gila.  Karena tidak rela mereka putus ide gila itu muncul di otaknya.

“ckckckc nonna ini bagaimana? Kalau ingin berbuat sesuatu di pikirkan dulu masak-masak, baik buruknya sepperti apa…jika terjadi sesuatu yang serius dengan hyung bagaimana?” nasehat yong dae ke pada nonnanya yang agak sedikit gegabah dalam mengambil keputusan. Untung saja nonnanya ini bertanya dulu padanya. Kalau tidak…yong dae tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi.

“ne..ne sekali lagi aku minta maaf…lalu bagaimana sekarang? Aku tak ingin hubungan mereka berakhir, ini semua karana aku karna kejadian 2 tahun lalu. aku tahu oppa sangat mencintai hye sun onnie dan dia pasti akan sangat sedih jika itu terjadi” ucap joo sedih. Kebingungan menghinggapinya.  Jadi harus bagaimana dan apa yang harus dia lakukan untuk menyatukan mereka kembali?

Yong dae yang memperhatikan wajah sedih kakaknya juga merasakan hal yang sama. Tapi sebagai laki-laki dia bisa menyembunyikannya. Merasa tak tega yong dae membawa kakaknya ke dalam pelukan. “ aku mengerti perasaan nonna dan nonna tidak usah menyalahkan diri nonna terus” ucap yong dae sambil membelai halus rambut nonnanya yang terurai panjang.

“aku rasa semuannya akan baik-baik saja. Jika mereka berjodoh rintangan apapun pasti akan bisa mereka lewati. Sekarang kita berdoa saja  supaya tuhan memudahkan jalan mereka” ucap yong dae bijik. Walaupun usia yong dae terpaut tiga tahun di bawah joo hyun, tapi cara berfikirnya lebih dewasa di banding nonnanya.

******************

Di sudut kota, tepatnya di sebuah bar, terlihat sosok pria jangkung tengah terduduk di sebuah meja yang terletak di pojok kiri ruangan. Mejanya sekarang di penuhi oleh botol-botol bir yang telah kosong, wajahnya terlihat memerah karena telah mabuk berat. “hye sun-a…kenapa kau tak percaya padaku? Aku masih sangat mencintaimu  SAYANGGG” ucapnya sambil menekankan suaranya ketika menyebut ‘sayang’

Air mata membasahi pipinya ketika di rebahkan kepalanya di meja yang dpenuhi botol-botol kosong itu. Perhatian seluruh pengunjung bar itu terpusat pada min ho ketika tangan kanannya tak sengaja menyenggol salah satu botol itu hingga pecah. Para pengunjung meliriknya dengan pandangan heran, ada yang merasa simpati dan aja juga yang tersenyum kecut…beberapa menit kemudian perhatian mereka kembali ke aktifitas masing-masing seperti meminum kembali alcohol yang telah mereka pesan.

********************

Hye sun menuruni tangga sambil menenteng sebuah tas, matanya terlihat bengkak. Dannil yang sedari tadi duduk di ruang tamu menungguinya, karena dannil merasa khawatir pada hye sun.  begitu melihat hye sun, danniel segera berdiri dari duduknya “kau mau kemana?” Tanya danniel hati-hati kekhawatiran tersirat di wajah tampannya.

“hye sun pun menoleh ke arah danniel, walaupun sulit tersenyum tapi ia melakukannya juga. “aku mau keluar sebentar oppa, mencari udara segar” ucap hye sun.
“apa mau oppa temani?” Tanya danniel. Saat ini dia sangat takut jika hye sun melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri.

“tak perlu oppa, aku harap oppa mengerti, saat ini aku ingin sendiri” ucap hye sun sedikit memohon, dia tak mau danniel menemaninya. Ia hanya ingin sendiri.

Tanpa menunggu reaksi Dannil. Hye sun segera berlalu dari ruang tamu. Dannil menghembuskan nafasnya keras, “haaahhh”…dan dia pun terduduk kembali di sofa sambil menengadah menatap langit-langit ruangan tersebut.

********************

Seorang gadis cantik dengan pakaian terusan melangkah masuk ke sebuah bar yang terletak di sudut kota seoul, dia sangat merasa tidak nyaman berada di rumah, dia butuh hiburan untuk mengalihkan pikirannya walau hanya untuk sesaat. Setibanya di dalam bar, tercium olehnya aroma alcohol yang sangat kuat. Dia pun mengedarkan pandangannya mencari tempat kosong di bar tersebut. Akhirnya dia pun mennemukan meja kosong di sudut kanan di samping pemuda-pemuda yang sedang mabuk-mabukan.

 Dengan langkah ringan hye sun menuju meja tersebut dan duduk lalu memanggil pelayan. Dia pun memesan beberapa botol bir. Ketika pelayan sudah pergi sedikit risih yang ia rasakan ketika melirik pemuda-pemuda yang berjumlah empat orang tersebut. Untung pelayan itu segera datang membawakan pesannya, untuk menghilangkan rasa risih tersebut, hye sun meminum birnya. Dia sudah menghabis kan empat botol bir berukuran sedang. Karena hye sun tidak terbiasa dengan minuman tersebut, hye sun langsung ambruk, kepalanya terkulai di atas meja.

Pemuda-pemuda yang berada di sebelahnya ternyata sudah dari tadi memperhatiksn hye sun, rupanya mereka mempunyai maksud buruk kepadanya. mereka mulai mendekati hye sun, salah satu dari mereka yang berpangkat bos mengambil posisi di sisi hye sun, dan kemudian merangkul bahunya.

“hai gadis manis bolehkah kami menemanimu?” Tanya pemuda yang merangkul hye sun itu dengan menyengir .

Hye sun yang masih setengah sadar mengangkat wajahnya guna melihat siapa yang sedang merangkulnya itu, karena mabuk dia menyengir tidak karuan kepada ke empat pemuda itu “ hehehehe…tapi mian aku sedang ingin sendiri hehehehe” katanya sambil melepaskan rangkulan pemuda itu.

Ke empat pemuda itu hanya tersenyum penuh arti menyaksikan keadaan hye sun yang sedang setengah sadar  “ayolah manis…kau pasti butuh teman” ucap pemuda lainnya yang duduk di depan hye sun. sambil menyentuh wajah hye sun agar menghadap wajahnya.

Walaupun hye sun sedang mabuk berat, tapi dia masih bisa membedakan mana pemuda baik dan sebaliknya. Hye sun yang terus digoda oleh ke empat pemuda itu merasa kesal “KALIAN DENGAR TIDAK…AKU BILANG AKU INGIN SENDIRI!” teriak hye sun pada ke empat pemuda itu. Tak ayal teriakannya mengundang perhatian semua pengunjung bar, tak terkecuali sosok jangkung yang  juga sedang mabuk berat di sudut kiri bar.

Min ho yang mendengar jeritan itu menjadi kaget, dia sangat tahu jeritan itu milik siapa. Segera dia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan mencari hye sun. betapa kagetnya min ho begitu mendapati sosok gadis cantik berkulit putih bak salju itu sedang digoda oleh empat pemuda, bahkan salah satunya menarik-narik tangan hye sun bermaksud mengajaknya pergi dari tempat itu, untuk mencari tempat yang lebih sepi. Segera min ho berlari menuju ke tempat hye sun.

Setibanya di dekat mereka, langsung saja min ho menarik tangan pemuda yang memegang tangan hye sun, sebuah pukulan keraspun menghampiri wajah pemuda itu. Ke tiga pemuda yang tadi sibuk terkejut dengan pukulan cepat min ho. Dengan mudah min ho mendorong pemuda itu keras ke dinding.

“hye sun-a kau tak apa? kenapa kau bisa ada di sin?” Tanya min ho menghampiri hye sun dan merangkul pundaknya untuk mengajaknya pergi dari situ.

Hye sun yang tadinya kaget dengan kehadiran min ho segera menepis tangan  pemuda jangkung itu dari bahunya. Dia masih merasa sakit hati dengan min ho .

“apa urusannya denganmu huh?” Tanya hye sun yang sedang mabuk

“jangan sok peduli denganku. Kita sudah putus” ucap hye sun sambil mencoba berdiri tapi selalu  gagal.

Min ho yang melihat hye sun reflek ingin menyangganya agar tidak jatuh, tapi sekali lagi hye sun menepis tangan mantan kekasihnya itu dengan cepat. “jangan coba menyentuhku dan pergi dari sini!” ucap hye sun dengan ekspresi marah. 

Min ho yang melihat  kemarahan hye sun langsung memeluk tubuh mungil itu “mianhe sayang …mianhe…” ucap min ho lirih sambil tetap memeluk hye sun erat.

Hye sun yang kaget dengan ulah min ho, berusaha mendorong tubuh jangkung itu, tapi usahanya tidak membuahkan hasil, karena semakin hye sun mendorong, tubuh jangkung itu semakin erta memeluknya.

“lepaskan aku” ucap hye sun sambil memukul-mukul dada bidang min ho.

“tidak akan ku lepas…saranghae” ucap min ho lirih di telinga hye sun. tanpa di sadari air mata hye sun menitih kembali.

Tiba-tiba sebuah tangan lain menarik min ho ke belakang. “jangan suka memaksa” ucap lelaki yang tadi di hempaskan min ho ke dinding. Otomatis pelukan min ho terlepas dari tubuh hye sun. min ho pun marah, merasa urusannya di campuri oleh orang asing. Pukulan keraspun kembali di daratkan min ho kepada pemuda tersebut. Pemuda yang di pukul itu mennyengir.

“jangan campuri urusanku dengan kekasihku” ucap min ho geram pada lelaki itu. Ketiga pemuda yang lain hanya menjadi penonton karena belum di berikan isyarat apapun pada bos mereka.

Pemuda yang di pukul min ho tersenyum mengejek “apa kau bilang? Kekasihmu? Kau tidak dengar ya, tadi dia bilang bahwa kalian sudah putus” ucapnya sambil mengelap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah.

Min ho yang dalam keadaan mabuk menjadi tersulut emosinya “aku masih mencintainya…dan hubungan kami akan baik-baik saja” ucap min ho yakin diiringi  gerakan tubuhnya yang oleng.

“apa kau bisa membuktikannya kepada kami?...sekaligus juga kepada kekasihmu” ucapnya sambil menyengir.

Min ho yang mabuk dengan gampang  terpancing, sebenarnya tidak 100% terpancing, apapun akan dilakukannya asalkan hye sun kembali kedalam pelukannya. “apa pun akan aku lakukan untuk membuktikannya” ucap min ho enteng.

Pemuda yang di pukul min ho mencari cara yang licik. Diedarkannya pandangan menyapu seluruh sudut ruangan mencari sesuatu yang menarik. Tiba-tiba pandangannya menangkap sebuah obat nyamuk cair berukuran sedang, diapun tersenyum licik dan memberikan isyarat pada temannya yang lain untuk mengambilnya.

Pemuda yang disuruhpun menurut. Diambilnya obat itu kemudian di serahkan pada bosnya “ini” ucapnya sambil menyerahkan obat itu.

Sedangkan hye sun yang sedang mabuk hanya terduduk lemas di kursi menyaksikan semua itu.

“kalau begitu buktikan dengan minum ini” ucap pemuda itu sambil menyerahkan obat nyamuk itu pada min ho.

Hye sun yang melihat itu kaget dia ingin mencegahnya, tapi di sisi lain juga ingin membuktikan kesungguhan ucapan min ho.

Dengan mudahnya min ho menerima obat itu. Dan tanpa berfikir panjang langsung membukanya dan menegaknya. Setelah menegak habis min ho langsung jatuh ke lantai. Badannya mengejang dan mulutnya mengeluarkan busa.

Hye sun yang menyaksikannya langsung berlari menghampiri min ho ”TIDAKKKK’ ucap hye sun histeris. Sesampai di dekat min ho hye sun langsung memeluk pemuda itu eret “huhuuhhuhuhuhuhu kenapa kau lakukan ini?? Kenapa?” segera hye sun mencari pertolongan  dengan panic dia menyuruh seorang pelayan memanggil ambulace. Semua orang yang berada di bar itu langsung pergi karena tidak ingin terlibat dalam masalah ini.

Ke empat pemuda itu tak menyangka min ho akan berani melakukannya, mereka memutuskan pergi juga dari tempat itu.

********************* 

Disinilah hye sun…di ruangan yang di dominasi oleh warna putih, mulai dari dinding, tempat tidur, korden, bahkan bunga mawarpun enggan menampakkan semangatnya dengan warna merah. Di depannya saat ini terbaring   seseorang yang sesungguhnya amat dia cintai. Wajahnya yang tampan kini terlihat sangat pucat, matanya yang terpejam membuat hye sun takut…’seandainya waktu bisa dia putar, pasti kebodohan itu tak akan aku lakukan’ ucap hye sun dalam hati. Di perhatikannya tubuh yang sedang terbaring tak berdaya itu dengan linangan air mata, dengan tubuh yang bergetar, di genggamnya tangan yang terkulai lemas itu penuh cinta kasih…linangan air mata hye sun semaki menjadi ketika pipinya yang penuh dengan air mata menempel dengan tangan itu, tangan itu begitu dingin.


“min ho-a, huhuhuhu…ku mohon bangun…buka matamu huhuhuhu…” ucap hye sun sambil menangis, pikiran negative mulai menghinggapi otaknya. Dia  tak mampu berbohong kalau ia takut kehilangan min ho.

Kembali ucapan dokter bermain di kepalanya “saya tidak dapat berbuat apa-apa lagi,  alkohol dan obat nyamuk itu memiliki efek yang berlawanan, jadi mereka akan bersifat mematikan jika berada dalam tubuh manusia, kami para dokter sudah melakukan yang terbaik…kesempatan lee min ho-ssi untuk hidup hanya 5% jika sampai besok malam dia tidak menunjukan kemajuan kami mohon maaf…itu semua hanya prediksi kami…semuanya berada di tangan Tuhan…teruslah berdoa agar dia selamat”

Kembali air mata berlinang di pipinya. “huhuhu…ku mohon bangun…bangun” ia pun bangkit dan berlari keluar…tujuannya saat ini adalah gereja hye sun berlutut dan memanjatkan doa begitu tiba di dalam gereja “ Tuhan semua ini salahku, biarlah aku yang menerima hukumannya, tolong selamatkan min ho, tolong selamatkan dia, aku akan melakukan apapun jika dia sembuh, tolong aku, aku tak dapat hidup jika tak bersamanya, dia adalah udaraku, aku tak akan mampu bernafas jika tak ada dia, dia adalah cahayaku, aku akan diliputi kegelapan tanpa cahaya yang ia pancarkan, dia adalah segala-galanya bagiku…aku yakin Engkau tak akan mengambilnya dariku” hye sun pun pergi dari gereja dan kembali ke rumah sakit.

*****************

Danniel yang selalu setia menemani hye sun, juga merasakan  kesedihan yang sama seperti yang dialami hye sun. Walaupun hatinya sakit,  dia mencoba untuk membuang perasaannya jauh-jauh. Dia pun ikut berdoa untuk keselamatan  min ho. Baginya kebahagiaan hye sun adalah yang utama, walaupun tak bersamanya.

Danniel yang duduk di ruang tunggu rumah sakit, langsung berdiri melihat kedatangan hye sun yang entah darimana. Hye sun yang yang semula melangkah cepat memelankan langkahnya begitu melihat sososk dannil yang memandangnya sendu. Hye sun bukan orang yang bodoh yang tidak menyadari perasaan dannil terhadapnya tapi dia bisa melakukan apa saat ini yang memenuhi otak dan hatinya hanyalah min ho, pria yang amat ia cintai.

“oppa” ucapnya begitu sampai di dekat dannil. Hye sun tak mampu menatap mata dannil.

Dannil menatap sedih hye sun, bukan sedih karena hye sun tak akan menerima cintanya, melainkan  merasa sedih karena melihat kesedihan hye sun.

“hye sun-a…..kau dari mana?” Tanya danniel pelan, wajahnya menyiratkan kekhawatiran.

Hye sun mencoba memberikan senyuman untuk dannil walaupun sulit “aku dari gereja oppa, sebaiknya oppa pulang beristirahat” ucap hye sun.

“seharusnya oppa yang berkata seperti itu hye sun-a wajahmu sudah sangat pucat, sebaiknya kau pulang dan biarkan oppa yang menemani min ho di sini” ucap dannil tetap menatap hye sun.

Kembai hye sun mencoba tersenyum, rasa tak enak menghinggapi hatinya. Dia tak bisa membalas perasaan dannil, dia hanya menganggap dannil sebagai oppa’nya yang sangat ia sayang tidak lebih. “tidak oppa, aku inggin menemani min ho terus, aku tak akan pulang sebelum ia sadar” ucap hye sun meyakinkan dannil, berharap dannil tidak akan membujuknya lagi untuk beristirahat.

dannil pun tak mau membujuk lagi karena dia tahu sifat hye sun ynag sedikit keras kepala. “baiklah oppa tak akan memaksa lagi, tapi jangan memaksakan dirimu, jika butuh sesuatu panggil oppa saja, oppa akan tetap bersamamu di sini” ucap dannil sambil mengelus bahu hye sun memberikan kekuatan.

Mata hye sun langsung berkaca-kaca dia tak tahu apa yang akan terjadi jika dannil tidak menemaninya di sini, memberikan tenaga untuknya yang sangat ia butuhkan. Segera hye sun memeluk dannil sebagai ucapan terima kasih kepada sang oppa. “gomawo oppa…gomawo” ucap hye sun sambil menitihkan air mata.

Kembali di bukanya pintu kamar  dimana min ho dirawat, setiap melihat keadaan min ho air matanya tak mampu ia tahan agar tidak tumpah. Digenggamnya lagi tangan itu, di ciuminya berulang kali “aku mohon bangun sayang…bangun huhuhhhuhuuuu ” tak diduga hye sun jari telunjuk min ho sedikit bergerak ”min ho-a kau sadar sayang..” ucap hye sun panik dan segera berteriak memanggil dokter “DOKTER”

*******************
 
 Satu bulan kemudian….

Di sebah pantai

“kenapa kau hanya diam di situ? Ayo cepat kemari” ucap lelaki yang sedang berenang di pantai dengan hanya memakai celana pendek berwarna biru tua  dengan daris-garis putih.

“aku tidak jadi ah” ucap seorang gadis dengan malas  yang saat ini tubuhnya di balut bikini warna biru langit

Pria yang memakai celana pendek itu menjadi kesal “yaissss tadi kau sendiri yang merajuk tapi sekarang malah tidak mau” ucapnya sambil keluar dari air sehingga memperlihatkan dadanya yang bidang dan perutnya yang sispack. “baiklah sayang jika kau tidak mau…aku yang akan membawamu ke air” setelah mendengar ucapan itu sang gadis langsung berlari menghindar. Menyadari itu sang pria langsung mengejarnya.

“hahaha ayo kejar aku kalau kau bisa weeekkk” ucap gadis itu sambil menjulurkan lidah dan mengendurkan kantung matanya pada pria itu sehingga menghasilkan ekspresi yang sangat lucu dan menggemaskan sambil berlari mundur.

Sang pria mendelik sambil terus berlari mengejar dan berusaha menahan tawa  “kyaaaa beraninya kau…. awas saja kalau sampai dapat“ ucap sang pria. untung saja dia mempunyai kaki yang panjang sehingga mulai medekati sang gadis

Sang gadis mulai panik karena sang pria sudah dekat di belakangnya. Dia pun menambah kecepatan kakinya tapi sia-sia sang pria dengan cepat memeluk pinggangnya dari belakang dan mengangkatnya.

“kyaaaa hahaha” teriak sang gadis keras  sambil tertawa bahagia

“kena kau hahaha” ucap sang pria sambil menggendong sang gadis kea rah pantai

“kyaaaa min ho-a aku tidak ingin berenang” ucap hye sun manja sambil menggerak-gerakan kakinya

“tidak bisa…kau yang tadi merajuk untuk berenangkan? Kenapa sekarang malah tidak mau?” ucap min ho mulai melangkah ke dalam air.

Sang gadis hanya bisa memajukan bibirnya cemberut berpura-pura ngambek.

Seiring langkah min ho yang maju tubuhnya sedikit demi sedikit mulai tergenang air. Dirasa iar cukup dalam diapun melepaskan tubuh hye sun. hye sun yang merasa kaget lang sung memeluk leher min ho.

“kyaaa tege sekali kau melepeskan aku, kau kan tahu aku tak bisa berenang” ucap hye sun takut sekaligus manja. Min ho yang melihat ekspresi kekasihnya menjadi sangat gemas, dengan satu tangan merangkul pinggang hye sun tangan yang satunya lagi terangkat mengelus wajah gadis yang sangat ia cintai itu mereka pun berpandangan beberapa detik sebelum akhirnya bibir mereka saling bersentuhan lembut sekitar dua menit lamanya akhirnya min ho menyudahi ciumannya sambil tetap mengelus wajah cantik hye sun.

“kau tahu sayang  mengapa aku membawamu ke-kedalaman ini?” Tanya min ho tetap menatap mata kekasihnya dalam.

“anyi” jawab hye sun sambil menggeleng. Posisinya tetep seperti tadi, hye sun melingkarkan kedua tangannya ke leher min ho dan min ho memeluk erat pinggang ramping hye sun dengan lengan kirinya sehingga dada hye sun begitu ketat menempel dengan dada min ho yang bidang sedangkan tangan kanannya sibuk membelai wajah cantik hye sun.

“ini aku lakukan agar kau tetap memelukku dan tak akan melepaskannya sayang” ucap min ho dan mendaratkan sebah kecupan dalam di kening hye sun.

“saranghae goo hye sun” ucap min ho tersenyum

“saranghae lee min ho” ucap hye sun tersenyum dan mendaratkan sebuah ciuman mesra dan dalam di bibir min ho beberapa detik kemudian lumatan-lumatanpun terjadi diantara mereka, matahari terbenam menjadi background aksi mesra mereka.

*****************


hehehehe akhirnya selesai juga terima kasih buat yang udah baca [biggrin]
sampai bertemu lagi di ff saya yang lain [hmpfh] itu juga kalau buat [hmpfh]
bye [bye]


 

 

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
 [ohmy] [ohmy] [ohmy] dah ENDING rupanya....

Sist Goo Mei, komawo dah di up date and happy ending was good huh [heh] [heh], tp ngeri juga ya tadi bayangin si minong yg lagi mabok trus di paksa minum baygon,  [dry] [dry] untung aja kagak metong.

Daniel oh my darling come here baby, let me ease your pain [cheekkiss] [cheekkiss] [huglove] [huglove] [huglove] [lovestruck]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
kyaaaaaaaa udinan ending [ohmy] [jumpy] thanks sis meimei buat happy endingnya chukae udin nyelesein ffnya [lovestruck] [lovestruck]

 [ohmy] mino nekad bgt kirain waktu baca sop iler waktu itu rencana adek2nya yg mino di RS kirain cuma skenario ga taunya malah mino obat nyamuk ckckck rasanya kek gmn bang nekda bener ye jd org untung ga langsung liwat tu msh bs dislametin [heh] [heh]

ditunggu ff laennya sis meimei [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]



ADAM COUPLE SELCA

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
sist.goo meei...gumawo dh d update [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

dh ending ya??? cepat banget [hmpfh]

sist....panjang & happy ending...ini yg gw suka [AddEmoticons04246]

syukurlah si Min Ho selamat,sehat wal afiat...klo gak,kn Hye Sun bisa [AddEmoticons04219]

sist.goo meei...skali lg,gumawo ya [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
sis meei... [arms]
Lucky Boy....untung ga empus ye,,perbuatan gitu dilarang agama Min Ho [nono] [nono] Hye Sunnya jg knp diem aja?? hammer2
chukkae sis meei tayang akhirnya lulus juga ffnya [lovestruck] [lovestruck]

Love you more than I can say

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
hahaha, chukae buat endingnya!


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
wah dah ending rupanya

Ending yang bagus, sedih dan terharu..
Gw suka banget..

Buat FF lagi dong sist  [AddEmoticons04262] [AddEmoticons04262]

Chainezz_Vian

  • Guest
anyeonghaseo sist goo meei  [arms]
haha... seneng'a, happy ending juga minsun sayang sayang ini.. haha  [lovestruck] [lovestruck]
OmO... mino ampe mau minum obat nyamuk, saking cinta 'a. ckck  [wacko]
bnr" uda buta gara" cinta nie mino...  [hmpfh]
chukae yahh sist buat kelulusan ff'a  [clap] [clap]
hwaiting!!!  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
wah danh ending!sweet banget ceh!tp kok g sampe married wkwkwkwkw

bikin ff baru lg y sist d tunggu he8