Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 100350 times)

Offline apri minsun

  • Junior
  • **
  • Posts: 149
    • View Profile
Re: Cassanova's Love sampah dikit dulu ya.... ^_^
« Reply #750 on: March 04, 2011, 09:20:07 pm »
MALMING UPDATE UPDATE UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] Uah penasaran setengah mampus  [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love sampah dikit dulu ya.... ^_^
« Reply #751 on: March 05, 2011, 01:22:38 am »
[AddEmoticons04217] [AddEmoticons04217] [AddEmoticons04217]
SEMUA PADA OTAK JEBOLLLLLLLL[/size][/color]
 [AddEmoticons04253] [AddEmoticons04253][AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220]
it wasn't me ... wasn't me..
besok ya hye sist update-nyaa


Are you sure.... [chin] [chin] [chin] [chin] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: Cassanova's Love sampah dikit dulu ya.... ^_^
« Reply #752 on: March 05, 2011, 01:52:45 am »
updateeee dong [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love sampah dikit dulu ya.... ^_^
« Reply #753 on: March 05, 2011, 02:01:16 am »
LEE YO WON as Joon Hye Jin



KANG DONG WON as Joe II Woo



KIM MI SUN as Kim Samantha






CHAPTER 10


FLASHBACK







“ bagaimana noona…kau suka makan malamnya? Tanya II woo pada hye jin yang kini asyik menggelayutkan lengan padanya.

Mereka berjalan berdua beriringan, melewati setiap sudut kota Seoul yang indah. Meski udara malam itu terasa menusuk kulit, namun tidak akan mengurangi keinginan mereka untuk menikmati Seoul, meski hanya berjalan kaki.

“ne….tapi..aku kecewa saat bibi tidak mau  ikut malam ini” tukas hye jin.
“ibu…memang sengaja tidak ikut karena ada rusa jelek disampingnya” canda II woo.
“joe..hentikan memanggilku rusa, atau…”

Joe dengan segera menjauhi hye jin beberapa langkah, saat Hye jin, mengangkat jemarinya seolah membentuk suatu cengkraman kecil dan cengkraman itu mencoba menggapai lengannya.

“jeongmal mianhe, noona…. Jangan lakukan itu…” II woo seolah menyingkir namun tetap dengan tawanya

Hye jin memajukan bibirnya, menggambarkan bahwa gadis itu tengah kesal. Rusa jelek, itu memang panggilan II Woo untuk hye jin. Tubuh kurus dan tinggi, serta kelincahan hye jin membuat gadis itu mendapatkan “gelar panggilan rusa” dari sepupunya.

Dengan segera, II woo meraih pundak hye jin, dan menggenggamnya erat. Mencoba merayu gadis yang tengah merajuk itu.

“noona….kau tahu….kau tampak cantik sekarang dengan gaun “wanitamu”, dibanding dahulu.” Tukas II woo.
Hye jin menyunggingkan bibirnya keatas, seolah “meremehkan” pujian sepupunya.

“aku heran….kupikir kau akan terus mengenakan pakaian lelaki, dengan topi biru yang selalu menghiasi kepalamu” II Woo tertawa lepas, seolah ia membayangkan rupa gadis itu dahulu.

“dan sekarang….kini sebaliknya, aku melihatmu dengan gaun indah dan jepit rambut diatas kepalamu…terlihat manis”. Goda II Woo

“hahaha……gomawo….joe”

Pipi hye jin seolah memerah saat mendengar pujian dari lelaki yang kini tengah merangkul tubuhnya. II woo tertawa melihat raut wajah gadis itu, namun kali ini hanya tawa kecil.

“noona….apa….kau akan mencoba untuk tinggal di Seoul lebih lama…mungkin kau bisa bekerja disini?”Tanya II woo
Hye jin menghela nafasnya…..

“kau tahu….maksud kedatanganku bukan? Aku hanya ingin membayar kesalahanku”

II woo tersenyum tipis…

“sudahlah noona, lupakan dia” tukas II woo dengan suara tegas.

Hye jin menggigit bibir bawahnya ….

“aku…tidak bisa Joe…”

Kali ini mata hye jin tidak memandang II woo, ia menundukkan pandangannya. Pikirannya terasa kembali pada ingatan dahulu, saat ia masih disisi lelaki yang sangat dicintainya.

“karena kesibukanku, dia….meninggalkanku Joe. Semua salahku…” suaranya hampir tidak terdengar oleh II woo

“noona….noona….noona….” canda II woo, sambil menepuk pelan pundak hye jin, yang berada dalam rangkulanya. seolah ingin menghilangkan lamunan gadis itu.

“hentikan Joe!!!” jerit hye jin.

“masih banyak lelaki lain….aku yakin jika kau memasang pengumuman dikoran…mereka akan berbaris didepan rumahmu, sambil membawa ribuan kata cinta”

“II woo…aku serius” tukas hye jin dengan suara menekan.

“dan…aku lebih serius lagi noona, lupakan dia!!!, OK!!!”

Hye jin menghela nafas lagi, terlihat raut muram wajahnya.

“kau tahu…noona, kau akan mendapatkan lelaki yang baik untukmu,yakinlah padaku” II woo menatap hye jin lembut.
“huh….kini kau telah menjadi seorang peramal Joe”.
“ne….” tukas II woo, sambil merubah raut mukanya sehingga membuat hye jin tertawa.
“noona….kau tahu, saat ini adikmu yang tampan ini sedang jatuh cinta”
“jeongmal??? Gadis mana yang tidak beruntung itu, poor her!”

“noona…jangan katakan  itu, tentu saja dia wanita yang beruntung, karena mampu membuat Joe II woo jatuh hati padanya…”

“aishh!!!” tukas hye jin.

Sudut jalan Seoul seolah ramai, kerena dihiasi dengan canda gurau mereka berdua. Mereka berjalan menikmati kebersamaan itu, dengan tawa dan kadang pertengkaran sesaat karena kejahilan II woo pada hye jin.

“apa…dia cantik?” Tanya hye jin penasaran

II woo tersenyum saat mendengar pertanyaan itu. lalu, memperlambat langkahnya….
Pikirannya seolah melayang, saat harus mengingat kembali wajah gadis asing yang ditemuinya beberapa minggu lalu.

“dia cantik,…dan mengagumkan. Kulitnya putih…bagai Magnolia. Aku suka! Dan satu lagi noona…senyumnya…, senyum dengan dua lesung dipipinya yang memerah, II woo menghela nafas dan melanjutkan lagi….. “dia….

II woo menghentikan kata- katanya, menghentikan langkahnya….raut wajahnya seolah terkejut namun berubah menjadi sebuah ketertakjuban, saat melihat seorang gadis keluar dari sebuah toko bubur.

“dia…sangat …cantik..noona..” tukas II woo dengan nada suara yang hampir melemah

Gadis itu mengenakan mantel hitam, dengan warna topi yang senada. Dilehernya, terbelit syal merah tebal... dengan tas kecil, yang melingkar ditubuh..

“no…noona…bisakah kau tunggu aku dimobil, hanya sebentar aku…pasti kembali…” tukas II woo yang seolah ingin segera meraih, meraih sesuatu….sesuatu yang telah lama diinginkannya.

Hye jin heran dengan tingkah laku, pemuda itu. namun, ia tidak dapat mengatakan apapun, saat II woo dengan langkah- langkah besar kakinya meninggalkan hye jin dengan wajah melongo, dan dengan kunci mobil yang kini ada ditangannya.

Dengan nafasnya yang seolah memburu, II woo mencoba mengikuti setiap langkah gadis asing itu. gadis yang ia temui  beberapa waktu lalu, gadis yang membuatnya jatuh cinta.

Setiap langkah nya merupakan irama…irama yang mengalun seperti detak jantungnya saat ini…


----------------------------------------


“NYONYA!!!”

Suara itu terdengar lantang, dan membuat hye sun terkejut.

Supir itu mencoba meraih nafasnya yang tersengal.

“syukurlah…kami menemukan anda disini” masih dengan suara sengalnya.

wajah hye sun menatap pemuda itu heran

“ tuan…menunggu anda dimobil”

Wajah heran itu berubah menjadi sebuah kegugupan besar. Hye sun yakin, minho kini mengetahui bahwa ia menipu pelayan Han, hanya untuk keluar dari istana itu.

“ maksudmu….Minho_sshi?” Tanya hye sun.
“iya…benar…”

Hye sun memandang sedan mewah yang ada diseberang jalan, kemudian ia menghela nafas panjang seolah hatinya kini berkata “aku lelah”. Wajah gugupnya tergambar dengan jelas. Lalu, dengan langkah ragu hye sun berjalan mengikuti “instruksi” supirnya.


“ pertemuan kedua yang sesaat….namun pertemuan nanti akan kujadikan pertemuan untuk selamanya…nona…” tukas II woo

END FLASHBACK






Dengan muka masam hye sun melangkah, ia merasa sedan mewah itu bagai sebuah kereta kematian yang akan membawanya ke neraka, dan tanpa terasa…ia telah sampai tepat didepan pintu mobil.

“silahkan…nyonya” tukas supir dengan suaranya sopan sambil membuka pintu mobil.

Dengan berat hati, hye sun masuk kedalam mobil. Dan saat berada didalam mobil, ia disambut tatapan dingin Lee min ho yang duduk dengan wajah keangkuhannya.

Mobil berjalan perlahan, dan sepanjang perjalan terlihat jelas wajah kesal minho melihat “kebisuan” gadis yang duduk disampingnya.

“apa…tidak ada kata “minta maaf” dari bibirmu?” tukas minho dingin.

Hye sun menatap minho, dengan wajah muaknya.

“maaf…untuk apa?” Tanya hye sun kesal
“untuk apa??? Huh!!! Minho tertawa dingin….
“karena kau…aku akan datang terlambat, dikencan spesialku malam ini. Kau tahu??”
“itu bukan urusanku minho_sshi, lagi pula…aku tidak minta kau untuk mencariku?”
“huh!!! Bagaimana bisa kau menjawab seperti itu, padaku hye sun_sshi!!”

Mendengar suara minho yang terdengar seperti amarah membuat hye sun terdiam membisu.

“ kau berbohong pada pelayan, dan berhasil keluar. Gadis cerdas” tukas minho lagi, kali ini dengan suara rendah…
“aku berhak melakukan apapun bukan? Itu yang kau katakan padaku, jadi…aku menggunakan kata-katamu sebagai, kunci untuk keluar. Lagi pula…aku hanya menemui sahabatku, Gaul. Apa itu salah…??” Tanya hye sun

Minho menatap wajah hye sun. kali ini dengan pandangan yang berbeda, pandangan yang seolah berkata “itu hanya akal- akalan ku sayang, MIANHE”

“aku memang mengizinkanmu melakukan apapun, tapi semua harus melalui izinku terlebih dahulu, bukankah aku ini suamimu. Meskipun pernikahan ini hanya suatu keterpaksaan, namun….aku tidak ingin Daniel menuntutku, jika..terjadi sesuatu padamu, Hye sun” tukas minho dengan nada datar.

Hye sun menggigit pelan bibir bawahnya, Seolah menahan kesal. Hye sun hanya diam tanpa menjawab apapun. Percuma jika harus bertengkar dengan lelaki gila seperti Lee minho, hye sun yakin lelaki itu tidak akan mengalah.

“dan hari ini….jika aku tidak segera datang menemukanmu, aku yakin lelaki yang mengikutimu, akan melakukan hal yang buruk padamu”

Hye sun segera menolehkan wajahnya kearah lelaki yang duduk dengan tangan yang dilipat, sambil “memasang” wajah arogannya…

“lelaki….maksudmu…siapa?” Tanya hye sun heran.

“entahlah….aku tidak begitu jelas melihatnya. Hanya….bisa terlihat jelas, kekagumannya padamu..huh!!!” tukas minho dengan nada suara yang terdengar seperti cemburu.

“a…aku tidak tahu….”
“bagaimana kau bisa tahu, kau berjalan dengan tampang cemberut dan linglung seperti orang bodoh!” tukas minho lagi.

Hye sun menundukkan wajahnya, tampaknya minho berhasil membuat gadis itu hampir ketakutan.

“dia…mungkin akan berniat jahat padamu…, aku bisa melihatnya” minho melirik hye sun dan memastikan apakah gadis itu terpengaruh akan kata- katanya…

Hye sun hanya bisa diam, dan menolehkan pandangannya kearah jendela…

Suasana didalam mobil itu kembali diliputi kesunyian, minho sadar ia harus menahan rasa kesalnya malam ini. Dan hye sun, tanpa sepengetahuan siapapun terus bertanya didalam hati, apa benar ada pria asing yang mengikutinya malam ini.

Tanpa terasa, mobil yang membawa mereka akhirnya memasuki Istana Lee setelah melewati pagar gerbang besi yang tinggi….

Supir membukakan mobil untuk hye sun, dan dengan perlahan gadis itu melangkahkan kakinya keluar dari mobil. Namun, tidak dengan lee min ho yang tetap duduk didalam mobil.

“hye sun_sshi!!!” panggil minho, yang membuat hye sun menghentikan langkahnya…

Lalu perlahan hye sun membungkukkan wajahnya, berusaha mengarahkan pandangannya pada minho yang duduk dimobil…

“apa…?” tukas hye sun dengan nada datar

“jika memang ingin pergi…. Kau harus pergi bersama supir atau para pengawal atau…..kau juga bisa pergi…bersama ..k…u” kalimat terakhir itu hampir tidak terdengar…

Supirpun segera menutup mobil, dan tanpa terasa mobil itu perlahan berjalan menjauhi hye sun yang berdiri terpaku.
Minho merasa bahwa ia tidak harus membahas masalah ini lebih lanjut, meski ia ingin. Lelaki itu tidak ingin, hye sun menjadi besar kepala karena kepanikannya hari ini….

Minho mengingat- ngingat lagi kejadian beberapa waktu yang lalu, saat lelaki asing itu mencoba mendekati “isterinya”…. Lalu perlahan minho memukul dadanya…..entah mengapa ia melakukan itu….yang jelas, karena menahan amarah dan rasa yang seolah membakar dirinya….maka ia melakukannya….

“kenapa….kenapa aku marah…apa peduliku….saat ini yang hanya kupikirkan adalah ….kecantikan dan keanggunan Samantha yang siap menyambutku dengan….cintanya….malam ini”
samantha….samantha…..”


Minhopun kembali membalikkan pandangannya kebelakang mencoba mencari sesuatu…..namun…ia sadar hye sun tidak lagi berdiri disana…..

--------------------------------------




Kediaman…Lee?” tukas Park si yeon pada Daniel, dengan suaranya yang terdengar parau…

“ya…kediaman Lee…untuk apa kau kesana?” Tanya Daniel.
“a…aku…aku hanya ingin menemui hye sun, ingin mengetahui keadaannya” balas park si yeon.
“apa…dia tidak…pergi untuk berbulan madu..kupikir mereka tidak disini…” tukas Daniel dengan suara datar..
“tidak….kau tahu kesibukan lee min ho, membuat mereka belum bisa melakukannya”

Mata Daniel memandang langit malam, pikirannya seolah menerawang…

“sayang…bagaimana kau bisa tahu, bahwa hari ini aku berada di Kediaman Lee”

Perlahan Daniel memandang wajah isterinya,….

“aku merasa ingin pergi melihatnya…tapi seolah langkahku terhenti….dan saat itu juga aku melihatmu, mengiringi sedan mewah hitam itu…apa…itu mobil Lee min ho?”

Pertanyaan itu membuat Park si Yeon gugup. Namun, ia coba menyembunyikan rasa itu segera. Ia tidak ingin Daniel mencurigainya.

“ya….aku..tidak tahu kediaman minho_sshi, sehingga aku sengaja mengikutinya..untuk melihat keadaan hye sun”
“kau…sengaja menemui lelaki itu dikantornya?” Tanya Daniel lagi.

“a..aku…iya…aku mencoba menghubungi hye sun namun….gagal…sehingga aku sengaja menemui minho_sshi, kau…tidak cemburu kan sayang…?” suara wanita itu terdengar seperti suara anak kecil yang mencoba merayu..
Daniel, tersenyum…

“cemburu….tidak…aku percaya padamu, sayang…” Daniel perlahan membiarkan kepala Park si yeon, kembali berada disisi lengannya.

“kuharap….itu semua tidak benar…aku yakin semua tidak benar” bisik Daniel dalam hati, entah apa yang ada dihatinya kini......


---------------------------------



Apartment itu benar- benar terlihat besar dan mewah.  Dengan gedungnya yang tinggi, dan dengan segala kemewahan yang tersedia membuat apartment itu hanya dihuni oleh orang- orang kaya dan kaum borjuis.

Lee min ho melangkahkan kakinya, memasuki apartment mewah itu. dan perlahan menaiki lift yang akan membawanya kelantai atas….


2..4…6….8….10….17…20… TIIINGGGGGGGGGG

Minho perlahan keluar dari lift, melangkahkan kakinya tanpa ragu. Dengan senyum dan pesonanya, lelaki itu perlahan mengetuk salah satu pintu Apartment…

Dapat terlihat wanita itu mengenakan gaun merah menyala…senada dengan lipstick yang ia kenakan….dapat terlihat lekuk- lekuk tubuhnya yang indah, begitu juga dengan bibirnya….

“sorry im late….baby…” tukas minho

Samantha tersenyum, dan tanpa berkata apapun menarik lengan lelaki yang berdiri dihadapannya, seolah berkata…. “its ok darling….”

Tanpa basa basi wanita itu mendorong tubuh tampan minho ke sofa…..sambil tersenyum dengan menggoda…

“apa….ini…hidangan pembuka…?” Tanya minho sambil tersenyum nakal
“aku….ingin memberimu hukuman…atas keterlambatan mu, sayang….”

Minho bisa merasakan kini Samantha ada diatas tubuhnya….perlahan minho tertawa geli saat wanita itu mencoba mencium lehernya….

“hentikan…hentikan….samantha….” bisik minho

Sesaat Samantha menghentikan “kegilaannya” dan menatap wajah minho dengan dalam….
“aku rindu..padamu…tapi aku juga marah, Darl…”

Perlahan minho membelai rambut wanita itu perlahan sambil tersenyum….

“marah…? Bukankah aku sudah minta maaf?” Tanya minho dengan suara yang lembut.
“ marah karena pernikahanmu…” tukas Samantha
“pernikahan….huh… kau marah karena hal sepele itu…?” Tanya minho lagi.
“meski menikah…bukan berarti aku melepas kebebasanku sayang…”

Perlahan minho bangkit sambil membiarkan tangannya menyentuh wajah cantik Samantha. Tatapannya sangat dalam, begitu juga dengan Samantha. Tanpa ragu sang cassanova membiarkan bibirnya menggapai bibir Samantha….

Ciuman itu terasa lembut….dan dalam….minho yakin nafsunya kini sedang bergejolak…. Perlahan bibir minho, mencoba mencari keindahan lain dari seorang Samantha…

Samantha bisa merasakan lelaki itu kini mencium mesra leher jenjangnya… mendekap hangat tubuhnya….dan membangkitkan gairahnya….

“minho_sshi….” Bisik Samantha dengan suaranya yang mendesah…

Minho tanpa ragu mencium lembut setiap keindahan yang kini ada dihadapannya, namun hal tersebut tidak berlangsung lama, saat Samantha mendengar sebuah nama yang ia yakin….itu bukan namanya….

“hye …sun….” bisik minho

Samantha mendorong pelan tubuh lelaki yang kini ada dihadapannya, dan menatapnya dengan pandangan heran…

“hye…sun… ??” Tanya Samantha.
Minho menatap wajah Samantha, seolah tidak sadar akan ucapannya…

Minho sadar kini Lehernya seolah tercekat, atas kata- kata yang telah ia ucapkan ….
“siapa…dia…isterimu?” Tanya Samantha.

Minho terdiam, ia merasa wajah Samantha menggambarkan kekecewaan. Entah apa yang ada dipikirannya saat akan bercinta dengan wanita yang ada dalam pelukan tubuhnya, minho merasa otaknya telah dicuci oleh bayang- bayang gadis yang ternyata adalah isteri yang baru ia nikahi dua hari yang lalu.

Gairah yang kini Samantha rasakan tiba- tiba menghilang dengan sendirinya. Perlahan ia melepaskan diri dari tubuh minho. Dan memperbaiki pakaiannya yang tersingkap…

“pulanglah….minho_sshi” tukas Samantha pelan.

Lee min ho menggigit pelan bibir bawahnya, perasaannya “malu” kini menari- nari didalam benaknya.

“sam…” tukas minho seolah merayu wanita yang ada dihadapannya
“pulanglah….its ok…” tukas Samantha.

Minho sadar ia telah melakukan kesalahan besar, memanggil nama wanita lain saat akan bercinta!!! Gila!!!

Pikiran itu yang kini jelas terasa, dengan wajah kesalnya minho melalui setiap jalan kota Seoul meski hanya dapat terlihat dari jendela mobilnya, pikirannya seolah berkecamuk.

“apa yang kurasakan….perasaan gila apa ini…mengapa aku hanya bisa merasakan detak jantungnya…..aroma tubuhnya….wajahnya….dan itu aku rasakan saat bersama wanita lain…saat bersama SAMANTHA!!! Gila!!!!.....”


-----------------------------------------





Hampir tiga minggu, pernikahan terkutuk itu dijalani oleh hye sun. itulah satu- satunya sebutan pada pernikahannya kini. Hye sun hanya menghabiskan waktunya dikampus dan di istana Lee, atau sesekali menghubungi kakaknya untuk sekedar bertanya tentang keadaannya, rumah dan bibi chan. Lee min ho mengijinkan gadis itu melanjutkan kuliahnya atau apapun yang ia suka, asalkan sesuai dengan aturan yang telah ia buat. Dan yang pasti, hye sun bersedia membawa supir dan satu orang bodyguard kemanapun ia pergi.

Pada mulanya gadis itu menolak, namun karena “desakan” hebat minho akhirnya ia mengalah. Hye sun melalui hari- harinya bagai dineraka, namun tidak sama saat ia merasakan tinggal dibawah bayang- bayang kakak iparnya Park si yeon.

Perbedaan yang tipis menurutnya, di rumahnya sendiri hye sun hanya mendapati senyum sinis dan kata- kata ketus dari Lady park, serta aturan- aturan yang sangat sulit dicerna oleh nya. Dan diistana Lee, mungkin hye sun bisa melakukan apapun yang ia sukai, namun tentu saja semua itu juga “dinikmati” bersama supir dan bodyguard setianya, yang terkadang membuat dirinya merasa risih.

Hye sun selalu berfikir, alangkah baiknya jika park si yeon dan lee min ho menjadi pasangan abadi. Ia yakin mereka berdua akan menjadi pasangan yang serasi dan sempurna, karena hampir memiliki “penyakit yang sama”.

Namun, hampir satu minggu ini….hye sun sama sekali tidak melihat batang hidung “suaminya”. Gadis itu merasa tidak peduli sama sekali akan keberadaan lelaki itu. ia merasa bahagia karena Ini merupakan hari- hari kebebasannya dari sang cassanova.

Meski bukan kebebasan yang nyata dan abadi, tapi paling tidak ia tidak mendapati lee min ho terbaring disofa kamarnya sambil bertelanjang dada, ataupun keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk putih. Ia merasa sangat “aman” dari sikap tidak senonoh lelaki itu, semenjak kepergiannya.

“hye….apa…kita harus pergi, dengan diiringi bodyguard ‘garang” itu lagi?” Tanya gaul sambil melirik diam- diam, pengawal yang duduk tidak jauh dari meja mereka.

“ne….” bisik hye sun, sambil menyedot pelan minuman colanya.
“aishhh…..” balas gaul, yang seolah kesal.
“sampai kapan hye….suamimu benar- benar kelewatan” gerutu gaul lagi.

Hye sun menghela nafas panjang, seolah menyetujui pendapat sahabatnya itu.
“aku…harus bagaimana lagi…?” balas hye sun.

Hye sun memandang pengawalnya, kali ini lelaki bertubuh besar itu asyik dengan Korannya…..

“ayo…kita kabur diam- diam….” Tukas gaul dengan suara pelan namun menekan.
“bo?? kabur…?” hye sun mengangkat alisnya.

“ne….hanya untuk hari ini, hye….kau bisa bebas. Lagi pula suami gilamu tidak ada disini, bukan?”

Wajah hye sun seolah mengendur….
“aku…tidak berani, lagi pula kau lihat….langit hari ini sangat gelap, mungkin akan turun hujan” tukas hye sun dengan suaranya pelan…

“aishhhhhhh…dasar penakut!” balas gaul,  yang kesal atas tingkah sahabatnya itu.

Rasa untuk menjadi bebas seperti “gadis biasa” benar- benar sangat diinginkan hye sun meski hanya untuk hari ini, jika memang ada kesempatan maka ia ingin melakukannya…

Tiba- tiba ekspresi mengendur dari wajah hye sun berubah, saat melihat pengawal itu keluar dari café. Sepertinya, ada seseorang yang saat ini tengah  menghubunginya.

“gaul… apa rencanamu masih berlaku?” Tukas hye sun sambil tersenyum, diiringi wajah gaul yang seolah heran atas pertanyaan itu…

“PINTU BELAKANG!!!” suara mereka beriringan saat menyebut sebuah tujuan yang akan membantu mereka keluar dan bebas, meski hanya untuk satu hari…




Gaul menggenggam erat tangan hye sun begitu juga sebaliknya. Langkah kaki mereka beriingan, seiring detak jantung dan nafas yang seolah memburu… Mereka tertawa lepas, dan hari itu benar- benar hari yang membuat hye sun bahagia.

Namun, tidak berapa lama kemudian….hujan turun menghiasi kota Seoul…..hye sun sadar,semua akan terjadi karena gelap dan mendungnya langit siang itu.

“hye….hujan…kita cari tempat berteduh” jerit gaul diiringi suara air yang mengalir dari atas langit.
“ne….” balas hye sun.

Tubuh kedua gadis itu terlihat basah karena guyuran hujan. Namun, mereka tidak mempersoalkan hal itu….mereka berdua tertawa riang, karena telah berhasil lolos dari sang pengawal…

“kau tahu…ini benar- benar tantangan bagai disebuah film” tukas hye sun
“ne… film action”balas gaul dengan nafasnya yang terengah .

Kedua gadis itu, berdiri tepat didepan sebuah mini market kecil yang ada dipinggir jalan. Tidak hanya mereka, terlihat beberapa orang juga berdiri disana, menunggu hujan lebat siang itu reda.

“bagaimana reaksi, pengawalmu itu hye..?” tanya gaul.
“entahlah….mungkin dia akan menelpon lelaki gila itu, sambil sibuk bersama supir untuk mencariku” balas hye sun sambil tersenyum.

Namun,…senyum itu perlahan memudar….
“bagaimana jika ia benar- benar menghubungi minho_sshi?!” hye sun menatap gaul sambil membelalakkan matanya.
“tidak…tidak mungkin hye…aku yakin pengawal itu..tidak akan melakukannya…” balas gaul seolah menghibur, meski ia sadar itu adalah kemungkinan yang besar, yang akan dilakukan seorang pengawal.

Hye sun menundukkan kepala, sambil memajukan bibirnya…
“jika lelaki itu tahu….pasti ia akan sangat marah….” Tukas hye sun dengan suaranya yang terdengar lemah.

Namun tiba- tiba, seolah menghibur kegugupan dan kegalauan hatinya…
“TAPI…APA PEDULIKU!!!” jerit hye sun yang membuat gaul sedikit terkejut.
Gaul menatap hye sun dan kemudian tersenyum … lama kelamaan senyum itu berubah menjadi tawa mereka berdua, diiringi gemericik air hujan yang turun siang itu…

“pesonamu…membawaku kembali pada dunia nyata…..tawamu membuat kakiku kembali, menginjak bumi ini….aku melayang…jiwaku melayang mencari bayanganmu yang bagiku terasa jauh….dan kini, saat ini… tubuhmu berdiri indah dihadapanku….membawaku sadar dari angan ilusiku…kau memang nyata…milikku”

Lelaki itu membiarkan tubuhnya basah akan air hujan yang mengalir…. Ia berdiri, tertegun dengan lamunan yang seolah membawanya pada sebuah impian yang hari demi hari semakin nyata untuknya,…seolah tidak ingin gadis impiannya berlalu….perlahan ia langkahkan kakinya….dengan jiwa, yang seolah kini melayang….
 
tawa riang yang menghiasi siang itu… terhenti saat lelaki itu berdiri dihadapan mereka. Pandangannya seolah tertuju pada satu sosok gadis dengan mantel coklat dan topi fedora berwarna senada yang ia kenakan….

Perlahan lelaki itu tersenyum…seolah melepaskan rasa kekagumannya pada sosok indah yang tidak lain adalah Goo hye sun. mata hye sun membalas tatapan dalam lelaki itu, begitu juga gaul yang menatap dengan rasa kagum, pada sosok lelaki tampan itu….

II Woo bisa merasakan detak jantungnya yang cepat, seolah mengiringi jiwanya kini. Ia kembali bisa menikmati kecantikan dan keindahan bola mata gadis itu secara dekat. Hye sun dapat melihat mantel serta tubuh lelaki itu basah karena air hujan. Dan itu juga yang dapat dilihat gaul kini, dengan pandangan “aneh”…

“akhirnya….kita bertemu lagi nona…” II woo berkata dengan suaranya yang lembut, namun tetap tidak melepaskan pandangannya .

Saat melihat pandangan lembut lelaki itu, hye sun sadar ia seperti mengenal sosok itu. pikiran gadis itu kembali pada beberapa waktu lalu, saat ia pertama bertemu dengan lelaki yang kini ada dihadapannya.
“anda……” hye sun seolah mencoba menyapa…


II Woo membungkukkan kepalanya seolah memberi hormat pada wanita “pujaan” yang berdiri dihadapannya…
“namaku Joe II woo…nona” II Woo tersenyum  sambil memperkenalkan dirinya, dan hal itu tentu saja membuat kedua wanita yang ada dihadapannya berdiri keheranan.

II woo membersihkan tubuhnya yang basah karena air hujan, dan perlahan  mendekatkan dirinya pada hye sun.
“kita bertemu beberapa waktu lalu….kau ingat … kau menabrakku, sore itu…” tukas II woo sambil tersenyum.

Belum sempat hye sun menjawab dan membalas sapaan itu…, diseberang jalan gaul bisa melihat sang pengawal, mencoba berlari kearah mereka…dan kini gaul merasa sang pengawal tidak lagi sendiri!!!

“hye….i..itu….” suara gaul terdengar gugup, diikuti wajah terkejut dan takut hye sun, serta pandangan heran II woo, saat melihat para lelaki berseragam hitam, mencoba melewati satu persatu kendaraan yang melintas
II Woo mencoba menerka, bahwa mereka adalah bodyguard gadis yang kini dihadapannya, kemungkinan gadis itu adalah “gadis pemberontak” yang mencoba lari dari pengawasan ketat sang ayah….. II Woo sangat yakin, saat ini gadis itu butuh pertolongannya…

“ayo!!...” II woo tanpa ragu menggenggam erat tangan hye sun, dan sontak membuat gadis itu terkejut.
“aku….akan tunjukkan tempat aman untuk kalian, nona…” suara lembut dengan senyuman yang membuat hye sun merasakan sesuatu…. “RASA PERCAYA”… ya, ia percaya pada lelaki itu…

“ke…kemana…” tukas hye sun.

Namun II woo tidak menjawab pertanyaan gadis itu… dan dengan segera menarik jemari tangan mungil itu….
Tanpa ragu hye sun mengikuti setiap langkah pemuda yang menggenggam erat tangan kanannya, diikuti gaul yang menggenggam erat tangan kiri hye sun….



Mereka kini terlihat bagai anak- anak kecil yang berlari dibawah guyuran hujan… hye sun merasa itu adalah petualangan yng benar- banar fantastic bagi dirinya saat ini, ia bisa merasakan suatu kebebasan yang sangat sangat lama ia inginkan….

 Langkah mereka tiba- tiba terhenti, saat sebuah mobil berhenti dihadapan mereka…
“ayo masuk!!” tukas II Woo

Hye sun ragu, namun segera gaul membuang keraguannya itu…
“ayo” bisik gaul seolah memaksa
“aku yakin…kalian tidak ingin tertangkap, bukan??” Tanya II woo.


Tanpa menunggu lama…Gaul, hye sun dan II woo memasuki mobil. Dan tanpa menunggu lama pula mobil itu segera berlalu, dibawah rintik hujan… diiringi nafas sengal dan tatapan kesal para pengawal…



----------------------------------







“apa!!!...apa yang kalian katakan!!!”

Para pengawal menundukkan kepala mereka, saat mendengar suara lee min ho yang bagaikan  sebuah genderang besar yang menyalak….

“bodoh!!! Bodoh!!!” tanpa ragu minho memukul satu persatu tubuh pengawal dengan tangannya…

Raut wajahnya terlihat penuh kesal dan amarah
“dia berhasil kabur…? Kabur!!!” suaranya terdengar bagai halilintar
“keluar…keluar semua!!!” jerit minho lagi

Perlahan pengawal- pengawal itu keluar dari ruangan kantor pribadi tuannya, Wajah cemas dan rasa gugup menghiasi hati mereka saat ini.

Kalian semua heran mengapa minho sekarang ada dirumah bukan????

Lee min ho pulang bersama ajudannya, beberapa waktu yang lalu. Kepulangannya bisa dikatakan MENDADAK, karena ada beberapa urusan SHINWA yang harus ia selesaikan, sehingga mengharuskannya kembali.

Dan, saat kembali ia harus dikejutkan bahwa isterinya “melarikan diri” dari pengawasan para pengawal, yang sebelumnya mereka telah ia beri”wejangan dan petuah” untuk menjaga dan mengamati setiap gerak gerik hye sun, isterinya.

Untuk itu sang cassanova memerintahkan beberapa pengawal andalannya, untuk mencoba mencari dan menemukan hye sun, yang terkadang membuat para pengawal termasuk Ajudan Lee merasa sikap minho itu BERLEBIHAN!
Namun, lelaki itu tidak peduli. Entah apa yang membuat dirinya melakukan hal seperti itu. Dengan alasan bahwa hye sun kini tanggung jawabnya, membuat siapapun tidak mampu berkutik lagi….

Pengawal 1: untunglah kita tidak memberitahu pada tuan, jika nyonya pergi bersama seorang laki- laki.
Pengawal 2: benar,….hanya tahu jika isterinya kabur saja, kita dipukul dan dibentak habis- habisan…. Bagaimana jika ia tahu kejadian yang sebenarnya…
Pengawal 3 :  aku jamin dia akan membunuh kita semua, dengan senapan yang tergantung didinding ruangan itu.
Pengawal 1: beruntung, ajudan lee memerintahkan kita untuk tidak menceritakan kejadian sebenarnya… sedangkan dengan kejadian saat ini saja…, aku bagaikan seorang terdakwa yang akan siap untuk dieksekusi!!!


Ketiga pengawal itu, kini hanya meratapi nasib sial mereka hari ini. Beruntung lagi karena saran Ajudan lee, mereka bisa selamat, selamat dari kemurkaan seorang lee min ho.

Ajuda Lee menyadari sikap tuannya memang telah berubah drastis semenjak pernikahannya. Meski, selama dalam perjalanan bisnis ia tidak pernah menghubungi hye sun satu kalipun….namun, minho tidak pernah berhenti bertanya pada kepala pelayan Han, tentang keadaan isterinya, apa yang sedang hye sun lakukan, ataupun….bagaimana raut wajah isterinya hari ini…sedih, senang, muram, ataupun raut wajah bosan….semua harus diceritakan secara lebih terperinci.

Ajudan lee yakin, tuannya itu telah menjadi lelaki yang “hampir” bertanggung jawab, dan ia merasa bangga akan perubahan itu. bahkan, didalam perjalanan bisnispun minho sama sekali tidak pernah menyempatkan waktu bertemu dengan “para wanitanya” seperti yang biasa dia lakukan selama ini.

Dan saat mengetahui laporan dari para pengawal bahwa hye sun pergi bersama seorang laki- laki, namun tidak sendiri…masih ada gaul disisinya, membuat ajudan Lee memerintahkan mereka untuk tidak memberitahukan kejadian yang sebenarnya.Ia tahu, lee min ho tidak akan membiarkan semuanya…membiarkan barang miliknya berada ditangan orang lain, meskipun ia tahu…lelaki itu hanya sahabat isterinya.


Lee min ho menggigit kecil bibir bawahnya, seolah meredam bara api yang kian membakar hatinya. Perlahan lelaki jangkung itu mengatur nafasnya, agar kembali normal.
Raut wajah marahnya tiba- tiba berubah, menjadi senyuman dingin …. Dan perlahan senyuman dingin itu menjadi sebuah tawa…tawa yang memecah kesunyian….

Ya… lee min ho kini tanpa sadar sedang mentertawakan dirinya. Mengapa ia marah, dan mengapa ia bersikap seperti ini….apa dia cemburu ??? atau hanya merasa tidak ingin kehilangan sesuatu yang telah jadi milikknya??? Pikiran itu yang kini menari- nari dalam otaknya….yang jelas….minho sadar, hanya satu orang yang menjadi penyebab semua ini, dan satu orang yang bisa menjawab semua kebimbangannya… GOO HYE SUN!!!


__T_T___


II woo tidak melepaskan pandangannya dari hye sun yang kini duduk dihadapannya, sambil menikmati secangkir cappuccino.

“terima kasih….” Tukas hye sun diikuti dengan suara gaul yang duduk manis disampingnya.
“ untuk apa…?” tukas II woo
“untuk semua pertolonganmu, hari ini..” balas hye sun sambil tersenyum
“nona-nona….menurutku, itu hal biasa…dan seharusnya aku yang berterima kasih atas semuanya, khususnya pada anda hye sun_sshi”

“padaku?”
“ne….karena kau telah membuat hidupku lebih berwarna” tukas II Woo sambil tersenyum.

Hye sun menundukkan kepalanya, pipinya merah karena malu…, namun tiba- tiba gaul memotong percakapan “bahasa tubuh” itu…

“apa….anda yakin mereka tidak akan menemukan kita disini….??” Tukas gaul, sambil menatap pemuda tampan yang ada dihadapannya.

“ya..tentu saja….kita sudah jauh, dan…sepertinya pengawal anda kehilangan jejak nona” balas II woo sambil terus memandang hye sun.

Gaul menundukkan kepalanya, ia merasa saat ini pemuda itu hanya mampu memandang wajah cantik sahabatnya.
“apa….ini café milikmu?” Tanya hye sun.

“tidak…ini milik sahabatku, saat ini dia sedang berada di Itali untuk belajar sebagai Barista… jika ia disini, aku yakin ia pasti akan sangat senang, melihat pengunjung cantik seperti kalian berdua”

Gaul menggigit kecil bibir bawahnya, seolah malu akan pujian II woo, meski lelaki itu terus memandang wajah hye sun sahabatnya. Berbeda dengan hye sun, dengan wajah malunya terukir rasa khawatir yang berkecamuk didalam dirinya kini.

Sore cerah itu, seolah menggambarkan suasana hati Joe II woo. Hujan yang turun dengan lebat, menyisakan lukisan pelangi yang indah….benar- benar hari yang indah dan berwarna….

Tidak butuh waktu yang lama untuk membuat II woo dan hye sun dekat. Dengan senyum dan keramahannya, membuat hye sun merasa sangat nyaman, begitu juga dengan Gaul. Sore itu dihiasi dengan tawa dan canda mereka disebuah kafe dengan ukuran besar dan mewah, serta alunan music jazz yang mengalun….

Hye sun dan II woo kini bagaikan teman lama yang telah lama tidak bertemu. Tawa riang menjadi penghangat saat udara dingin terasa menusuk kulit, dan senja itu….. menjadi awal dari sebuah hubungan baru….



--------------------------------






“apa…kau tidak ingin aku mengetahui rumahmu?” tukas II woo yang seolah kecewa atas penolakan hye sun untuk mengantarkannya pulang.

“bu…bukan begitu, II woo_sshi…saat ini..aku belum bisa, tapi…aku berjanji akan memberitahumu nanti” tukas hye sun seolah menghibur.

“kau yakin….akan menunggu taxi disini?” tukas Ii woo lagi.
“ne…” balas hye sun sambil tersenyum, memperlihatkan dua lesung dipipinya.

“baiklah!”  balas II woo, masih dengan raut wajahnya yang sedikit kecewa.

hye sun perlahan menoleh kebelakang, ia tersenyum melihat gaul yang tengah tertidur pulas. Lalu dengan suara pelan, hye sun membangunkan sahabatnya itu.

“gaul…gaul…” tukas hye sun sambil mengguncang pelan tubuh gaul.
“mm…a..pa…ki..ta sudah…sampai” tukas gaul sambil menggosok matanya, seolah menahan mata itu untuk kembali tidur.

Namun,“aksi” itu segera ia hentikan, saat melihat wajah tampan II Woo tersenyum manis padanya…
“maaf..mengganggu tidurmu, gaul_sshi” tukas II woo sambil tersenyum.
“e..e…II Woo_sshi…aku…” perlahan gaul merapikan rambutnya, yang terlihat sedikit acak- acakan.
“ gaul, ayo bangun..kita pulang!!!” hye sun memicingkan matanya, seolah memberikan isyarat pada sahabatnya itu.

Gaul yang tampak gugup, segera mengikuti hye sun keluar dari mobil sedan itu. diikuti II woo, yang seolah sulit melepaskan “kepergian” mereka.

Sebuah taxi berhenti, saat hye sun melambaikan tangannya dan mengerahkan seluruh suara, memanggil taxi yang hampir saja “lolos” darinya.

“terimakasih II Woo_sshi” tukas hye sun sambil menundukkan kepalanya diikuti oleh gaul.
“ne…” balas II Woo.

Hye sun menggenggam tangan gaul, dan segera tanpa kata lagi meninggalkan II woo yang berdiri disisi mobilnya. Entah rasa apa yang kini ada pada dua orang gadis itu.. yang jelas mereka berdua merasa malu atas perlakuan special II woo pada mereka hari ini…

“hye sun_sshi kapan…kita bertemu lagi?” tukas II woo, yang membuat hye sun menghentikan langkah nya.
Hye sun menoleh kearah lelaki itu, begitu juga Gaul yang seolah merasa kecewa… atas ucapan lelaki itu barusan.
“e… bertemu?” pertanyaan lelaki itu membuatnya bingung untuk membentuk suatu jawaban.

Karena rasa gugup dan bimbangnya, hye sun menoleh kearah gaul yang menundukkan kepalanya, dengan wajah yang terlihat “muram”…

“toko bubur!!!, ya…toko bubur!” jawab hye sun tanpa ragu.

Gaul membelalakkan matanya , menoleh heran atas jawaban yang diberikan sahabatnya itu.
“toko…bubur?” tukas II woo.

“ne…toko bubur Hobak Juk , aku..akan menemuimu disana jika kau ingin bertemu…Gaul akan membantumu…”

II woo tersenyum mendengar ucapan gadis yang ada dihadapannya.
“baiklah…toko bubur… Hobak Juk”

Dengan gugup hye sun merengkuh lengan gaul seolah menariknya untuk segera pergi.

“aku pernah berjanji di dalam hatiku…pertemuan ini akan kujadikan untuk selamanya… besok..lusa…kapanpun itu…aku akan selalu ada…selalu ada untukmu hye sun_sshi selamanya….”

Taxi itu berlalu dari hadapannya… membawa sebentuk harapan besar, impian yang besar dari seorang Joe II woo…meskipun tanpa ia sadari harapan dan impian itu telah pupus bahkan sejak pertemuan awal mereka….


-----------------------------------------



Tepat didepan pintu gerbang istana Lee, hye sun perlahan turun dari taxi yang telah mengantarkan terlebih dahulu sahabatnya, gaul. Nafasnya seolah terhenti, dan tubuhnya seolah gemetar saat seorang pengawal rumah itu membukakan gerbang.

Namun, hye sun mencoba menghilangkan rasa takutnya, ia merasa Nyonya rumah itu, dan pengawal tidak berhak melakukan sesuatu yang kasar atas kesalahan yang telah ia lakukan hari ini.

Hye sun melangkahkan kakinya, dan ia dapat melihat  sebuah mobil telah menunggunya. Tanpa rasa ragu, perlahan ia masuk ke dalam mobil, mobil yang akan menghantarkannya menuju istana Lee. Mobil itu perlahan berjalan menyusuri halaman rumah yang luas, dengan pohon- pohon besar yang menghiasi. dan tanpa membutuhkan waktu lama hye sun kini tiba, tepat didepan “istana penjara” itu…



Minho menatap jam dinding yang ada diruang kamarnya dengan pikirannya yang semakin kacau. Jam kini menunjukkan pukul 7.30 malam, cukup larut bagi seorang gadis yang memiliki seorang suami untuk pergi keluar sendiri.
Minho sengaja tidak memerintahkan para pengawal untuk menghubungi isterinya, untuk menanyakan keberadaan ataupun apa yang telah ia lakukan. Lee min ho seolah tengah merencanakan sesuatu, atau tepatnya sebuah hukuman pada seorang isteri pemberontak. Ia yakin, saat ini hye sun tidak pernah tahu akan kepulangannya.

Minho duduk dengan manis, sambil memejamkan matanya seolah menenangkan pikiran, yang semakin berkecamuk, dalam gelapnya ruangan itu …
Dan kini….ia merasakankan langkah- langkah kecil seseorang dan ia yakin itu Hye sun!

Hye sun menaiki satu demi satu anak tangga. Hatinya merasa sedikit lebih tenang, karena ia merasa suasana rumah itu terlihat normal. Bahkan, sebelum masuk hye sun berpapasan dengan beberapa pelayan yang menyapanya, tanpa memasang wajah aneh atau heran mereka.

Hye sun juga merasa ia tidak melakukan kesalahan besar hari ini. Ia hanya ingin mencari kebebasan dan udara segar tanpa seorang pengawal ataupun supir yang membuatnya risih. Menurutnya, suatu hal yang wajar…toh, Lagipula ia kembali pulang kerumah.

Kini ia berdiri tepat didepan pintu kamarnya, dan dengan perlahan ia buka pintu kamar yang tertutup itu. suasana kamar masih terlihat gelap, hanya ada cahaya bulan yang menyinari kamar itu.
Hye sun melangkahkan kakinya masuk, dan dengan segera ia merebahkan tubuhnya yang terasa lelah, keatas tempat tidur.

“hah…hari yang benar- benar indah!!” tukas hye sun sambil memandang langit- langit kamarnya. pikirannya menerawang, teringat kembali akan pertemuannya dengan Joe II woo, sahabat lelaki pertamanya.

Tidak lama kemudian dengan rasa malas, perlahan gadis itu bangkit dan melepaskan mantel yang melekat pada tubuhnya…Hye sun tersenyum sendiri, saat ia memandang kamar mandi yang ada dikamar itu.

“sepertinya aku perlu membasahi tubuhku dengan air hangat”

Dengan tubuh yang sempoyongan, hye sun melangkahkan kakinya menuju sebuah lemari dan mengambil sebuah handuk putih dari dalam lemari itu.

Tanpa ragu, masih dalam suasana gelap ia membuka satu demi satu pakaiannya, Kini bisa terlihat lekuk indah setiap tubuhnya yang putih. Benar- benar, tubuh yang sempurna…

Hye sun tidak pernah sadar sepasang mata kini menatapnya dengan seksama, tanpa membiarkan keindahan itu terlewatkan oleh matanya. Lee min ho, Duduk dikursi ruangan itu sambil memandang terus gadis yang seolah menari indah dihadapannya.

Namun, mungkin keindahan itu hanya sesaat, saat hye sun dengan segera membalut tubuh putihnya dengan handuk, dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

Jantung lelaki itu kini berdegub kencang, saat mendengar gemericik air bersuara yang seolah memanggilnya.  Minho perlahan melangkahkan kakinya hampir tanpa suara, mendekati kamar mandi yang tidak tertutup dengan rapat.

Dengan matanya ia kini dapat melihat jelas lagi lekuk demi lekuk tubuh gadis itu…yang semakin terlihat indah…karena air yang mengguyur di setiap lekuk tubuh putihnya, minho kini benar- benar menikmati setiap keindahan tuhan yang tercipta, tercipta untuknya….

Minho kini bisa melihat tumit merah kaki gadis itu,…pinggulnya…kemudian pundak dengan lehernya yang jenjang…Minho juga bisa merasakan semerbak aroma mawar, dari sabun yang hye sun kenakan. Rasa marah lelaki itu, sesaat redam atau…benar- benar redam. Dan entah mengapa, yang hanya ingin ia lakukan sekarang adalah memeluk tubuh gadis itu, memeluk tubuh hye sun isterinya.

Rasa inginnya sebagai seorang lelaki muncul, ia bisa merasakan bahwa kini ia membutuhkan gadis itu bukan hanya sekedar nafsu tapi juga ….cinta….benarkah cinta??? entahlah minho pun tidak pernah mengerti rasa itu saat ini.







Hye sun dengan segera membalut tubuhnya dengan handuk putih, dan perlahan melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Sesaat ia biarkan bibirnya bernyanyi kecil, seolah bersenandung bahagia.

Lalu perlahan ia mendekati lemari pakaiannya, dan mencoba mencari baju tidur apa yang akan ia kenakan malam ini. Sesaat ia sadar, bagaimana mungkin mencari pakaian dalam keadaan gelap tanpa cahaya seperti saat ini.

Hye sun membalikkan tubuhnya, dengan satu keinginan dan tujuan yaitu LAMPU….CAHAYA LAMPU…namun, saat ia coba melangkah satu…hanya satu langkah.., hye sun tiba- tiba terkejut, saat melihat sosok lelaki jangkung berdiri dihadapannya !!!.

Tubuh gadis itu gemetar, diikuti dengan nafasnya yang seolah terhenti. Lelaki itu mendekatinya perlahan, bisa hye sun rasakan aroma parfum dari tubuh lelaki itu.

“mi….minho_sshi?” tukas hye sun dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Ia sadar, kini lee min ho tengah berdiri dihadapannya. Meskipun, tidak terlihat jelas raut wajah lelaki itu, hye sun bisa merasakan “aura” kemarahan besar dalam dirinya.

“ dari mana saja, kau hari ini hye sun_shi?” tukas minho dengan suaranya yang parau.

“a…aku…” hye sun merasa tidak dapat melakukan ataupun mengatakan apa- apa lagi, saat minho berdiri hanya dengan beberapa centi dari wajahnya. Hye sun hanya mampu berdiri dengan rasa takut yang berkecamuk sambil merasakan jelas nafas lelaki itu disetiap pori- pori wajahnya, kini baginya tidak ada jalan lagi untuk lari, saat ia merasa punggungnya ditekan oleh lemari, dengan kedua lengan kekar minho yang melingkup bagaikan kurungan dikedua sisi tubuh kecilnya.

“kau…benar- benar terlihat bahagia hari ini, mengapa?....apa…karena telah bisa mempermainkan para pengawalku?” suara minho kini terdengar dingin dan datar.

“kau…melanggar janji kita hye sun_sshi?” tukas minho lagi.

Minho sadar gadis itu saat ini tengah dilingkupi rasa takut yang hebat, namun ia coba untuk tidak perduli.

Lee min ho

“aku…bisa rasakan aroma tubuhnya yang lembut, ia terlihat pucat namun tidak melunturkan, sama sekali kecantikannya…izinkan…izinkan mata ini menikmati lebih kecantikanmu, hye sun_sshi…”


Goo Hye Sun

“ kenapa…kenapa aku tidak bisa bergerak, tubuhku…tubuhku seolah mati…   Ya…tuhan…apa yang harus kulakukan…aku takut….Oppa…”



Minho memandang setiap sisi dari makhluk indah itu, hidungnya…matanya…bibirnya…menjadi suatu bagian yang sangat ia nikmati. Perlahan, lelaki itu mengangkat lengan kanannya, namun tetap membiarkan lengan kirinya menutup sebelah sisi tubuh, yang gemetar itu.

“kau..tahu…saat ini..aku butuh jawaban, didalam hatiku. Suatu jawaban yang aku tahu, hanya kau yang bisa membantuku, hye sun_sshi” tukas minho pelan seolah berbisik, sambil membelai lembut rambut hye sun.

“a…aku tidak mengerti…” balas hye sun gugup.
“minho_shi, tolong…le..lepaskan aku…” tukasnya lagi. Saat ia merasa dada lelaki itu menempel erat pada tubuhnya, membuat nafasnya seolah sesak.

Seolah tidak peduli atas rintihan gadis itu, perlahan minho mengangkat  dagu panjang hye sun dengan jemari tangan kanannya, diiringi dengan pandangan mata yang mengarah pada bibir merah gadis itu.

“kau…tahu…kau harus mendapatkan hukuman, karena telah melakukan kesalahan hari ini” bisik minho.

Belum lagi hye sun mencoba membela dirinya, dengan nafas yang seolah memburu minho mencium bibir hye sun dengan dalam dan menuntut….hingga membentuk bagai suatu desahan yang membuat aliran darahnya mengalir... terasa kian deras….

Lee Min Ho

“aku bisa merasakan bibirnya gemetar, bibirnya menolak akan ciuman ku…tapi…aku tidak ingin membiarkan hal itu hye sun_sshi…biarkan…biarkan aku menemukan suatu jawaban…atas kegelisahan hatiku”

Goo Hye sun

“aku…aku…tidak bisa bernafas, hentikan…hentikan…lepaskan aku….Jangan buat aku, membencimu, lee min ho!”


Hye sun mendorong kuat tubuh kekar lelaki itu, namun seperti biasa lee min ho lebih kuat dari dirinya. Dan seolah ingin menahan tubuh hye sun yang menolak, dengan penuh kesadaran ia biarkan lengan kirinya merangkul kuat pinggang kecil gadis itu, dan menciumnya lagi…kali ini lebih dalam dan bergairah…membiarkan dirinya merasakan suatu sensasi…sensasi yang luar biasa…

“lepaskan!!” jerit hye sun yang bagai suara isakan saat minho dengan tiba- tiba melepaskan ciumannya.

Minho mengatur nafas, sambil memejamkan matanya….lalu perlahan lelaki itu tersenyum…. Cukup lama mereka berdiri, dengan posisi seperti ini. Posisi dimana, kedua lengan kekar lelaki itu masih menutup kedua sisi tubuhnya, seolah menahan hye sun agar tidak lari.

hye sun berdiri kaku, dengan tubuh gemetarnya....tangannya menggenggam erat handuk yang membalut tubuh indahnya yang hampir terlepas....

“aku tahu…kini aku tahu jawabannya, hye sun_sshi” bisik minho, dengan nafasnya yang tersengal dan memburu.

Minho memandang dengan dalam gadis yang ada dalam genggamannya kini, membiarkan matanya dengan bebas menatap keindahan bola mata itu….

Perlahan minho melepaskan kurungan lengannya... melangkahkan kakinya menjauh..., sambil tersenyum memandang wajah gadis itu....

minho meninggalkan hye sun yang berdiri mematung sambil bersandar lemas di pintu lemari yang tertutup. Nafasnya tersengal dan memburu, air matanya menetes…karena kini untuk kesekian kali bibirnya”terjamah paksa” oleh sang cassanova.

“jika aku ingin…dalam sekejap tubuh indah itu menjadi milikku….tapi mengapa, tanpa aku sadari ada rasa yang berbeda kali ini, rasa sayang dan rasa tidak ingin menyakiti, saat aku menciummu untuk kesekian kalinya.. merasakan nafasmu,aroma tubuhmu yang benar- benar menggetarkan hatiku…”

Minho menutup pelan pintu kamar, sambil tersenyum. Perlahan ia turuni satu demi satu anak tangga rumah itu, sambil terus berfikir dan menyadari mengapa ia merasa berbeda akhir- akhir ini, setiap otak dan hatinya seolah dipenuhi dengan hanya satu nama, satu wajah, dan satu senyuman….

Selama satu minggu, ia lewati hanya dengan mencoba menerka apa yang kini dirasakan hatinya, dan untuk membuktikannya… ia harus melakukan suatu hal… melakukan suatu hal, yang bisa mengungkapkan kebenaran hatinya… bahwa jika ia mencintai, tidak akan ada lagi rasa ingin menyakiti….

dan kini cassanova seolah menemukan suatu jawaban atas pertanyaan yang berkecamuk didalam hatinya…..Cinta, ya….ia merasa kini telah jatuh cinta….


“hye sun….SARANGE”  bisik minho diiringi senyuman, sebuah senyuman yang pernah terkubur lima tahun lalu.….






END CHAPTER








Chap yang panjanggggggg semoga ga bosen ya….  [biggrin] [biggrin]  [biggrin]


Mau coba buat sweet2,…sorry klo ga sweet soalnya baru belajar  


« Last Edit: December 06, 2012, 11:21:03 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #754 on: March 05, 2011, 02:14:09 am »
jiyahhh uda updatee   [ohmy] [hug]
baca dulu, ntar di-edit  [hmpfh]
_________________

edit!!
Quote
“hye sun….SARANGE”  bisik minho diiringi senyuman, sebuah senyuman yang pernah terkubur lima tahun lalu.…
* akhir-nyaaa panah cupid menembus hati sang casanova  [hug] [lovestruck]
tapi bilang-nya , blum dihadapan Hyee princess ...curious.. apa reaksi-nyaaa [hug]
meaning ..... si minong-casa dagh bisa lupain si park ya'' and selir-2 yg laen ^.^
abis ini, sikap minong ga dingin lagi khan sist  [lovestruck], lebi lovely ke istrinyaaaaa  [hug]


* seperti--nya ada clue niyy... Il Woo bakalan dideketin ama Gae eul ya sist  [hmpfh]
it's oke sist saia merestui-nyaa, tapi bikin si minong kepanasan dulu yaa',   [hmpfh]
klo taw ada co tampan yg mengagumi sang istri ^_^

* ex.co Hye Jin bakalan muncul ya?
bukan minong khan ya''? [what]

* thanks update-an nya hye sistaa.. [hug] as usuall long chap *peyuk-peyuk teletabies*
hwaiting 4 next chap :)



« Last Edit: March 05, 2011, 03:22:35 am by Freesia »

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #755 on: March 05, 2011, 02:56:10 am »
Kyyyaaaaaaa...
Bang cassa udah jatuh cinta sama hye sun..sumpah aq seneng banget sama chap ini...kereeeeeeeeeeeennnn...muah muah muah..
Wlpun ga jdi jebol, tapi aq puas dengan perkataan minho 'saranghe' yang akhirnya terlontar dr bibirnya disertai senyuman yang sempat hilang..wlpn hye sun ga denger, tapi aq puas..serasa aq ikut di dlmnya..
Ya ampun, minho ada darah ngintip orang mandi juga yee..wkwkwk
longhgggggggggg cahppp yang tdk membosankan..
Setelah ini, minho pasti ngurangin sifat jeleknya terhadap hye sun..perasaan wktu nyium hye sun gimana ya??si cassa mesum amat sih..
Apa hye sun belum ada rasa setelah ini??apa dia berharap juga bakal ketemu ill woo???
I like it..2thumbs for you sista....
Gumawoooo...
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

aiyuu_minsunnerz

  • Guest
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #756 on: March 05, 2011, 03:36:18 am »
Onnnniiiii..sumpah chap paling gua sukaaa..
Asooyy bener dah apalgi yg waktu gelap2an..hmpfh hmpfh..
Jangan lama2 dianggurin ya..hwaiting

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #757 on: March 05, 2011, 03:47:03 am »
@sonia q bersorak neh...!krna bhgia akhirnya bang cassanov sdar klo dia jtuh cintrong sma q...(pede bnget seh gue he..he..)mksudnya sma eonni q hyesun wlau pun msih rd"  kesal jg sma bang cassanov udah main kiss aja sma eonni q,tpi next nya bkin cembokir lgi ya sma bang cassanov....?soal jebolnya ntar aja ya..!karna q pling suka lhat dimana bang cassnov klo lgi cembokir pasti bwaannya main kiss aja sma eonni q,apa lgi hkumannya pasti deh kiss me-kiss me donk lanjuuuuuuuuuuuuuutannya klo bisa loooooooooooooooooooong dri ini ya...!cheongmal khamsmnida chingu muah...muah...

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #758 on: March 05, 2011, 03:53:23 am »
jiyahhh uda updatee   [ohmy] [hug]
baca dulu, ntar di-edit  [hmpfh]
_________________

edit!!
Quote
“hye sun….SARANGE”  bisik minho diiringi senyuman, sebuah senyuman yang pernah terkubur lima tahun lalu.…
* akhir-nyaaa panah cupid menembus hati sang casanova  [hug] [lovestruck]
tapi bilang-nya , blum dihadapan Hyee princess ...curious.. apa reaksi-nyaaa [hug]
meaning ..... si minong-casa dagh bisa lupain si park ya'' and selir-2 yg laen ^.^
abis ini, sikap minong ga dingin lagi khan sist  [lovestruck], lebi lovely ke istrinyaaaaa  [hug]


* seperti--nya ada clue niyy... Il Woo bakalan dideketin ama Gae eul ya sist  [hmpfh]
it's oke sist saia merestui-nyaa, tapi bikin si minong kepanasan dulu yaa',   [hmpfh]
klo taw ada co tampan yg mengagumi sang istri ^_^

* ex.co Hye Jin bakalan muncul ya?
bukan minong khan ya''? [what]

* thanks update-an nya hye sistaa.. [hug] as usuall long chap *peyuk-peyuk teletabies*
hwaiting 4 next chap :)








thanksss udah baca  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

ya...finally sadarrr juga dia akan cintanya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

yang jelass Gaul yang akan deketin II woo, tapi.....cinta II Woo cuma satu GOO HYE SUN  [hmpfh] [hmpfh]

hye jin emang bakal sering muncul, dan peran ini akan sangat pentinggg bagi cerita hehehe but...tenang aja ...bukan minho kok,,, [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #759 on: March 05, 2011, 04:09:27 am »
Kyyyaaaaaaa...
Bang cassa udah jatuh cinta sama hye sun..sumpah aq seneng banget sama chap ini...kereeeeeeeeeeeennnn...muah muah muah..
Wlpun ga jdi jebol, tapi aq puas dengan perkataan minho 'saranghe' yang akhirnya terlontar dr bibirnya disertai senyuman yang sempat hilang..wlpn hye sun ga denger, tapi aq puas..serasa aq ikut di dlmnya..
Ya ampun, minho ada darah ngintip orang mandi juga yee..wkwkwk
longhgggggggggg cahppp yang tdk membosankan..
Setelah ini, minho pasti ngurangin sifat jeleknya terhadap hye sun..perasaan wktu nyium hye sun gimana ya??si cassa mesum amat sih..
Apa hye sun belum ada rasa setelah ini??apa dia berharap juga bakal ketemu ill woo???
I like it..2thumbs for you sista....
Gumawoooo...



thanks udah baca y sist  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


iya sist...ga jadi JEBOLL tapi tetep ASHOYYYY  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

sebenernya bang cassa ga mau ngintip sisy but karena udah nanggung dan...dia paling ga suka sesuatu yang tanggung akhirnya.....ngintipppp dah.... [laughing] [laughing] [laughing]

perasaan hye sun akan ciuman cassa yang entah berapa kali ini....ya...biasa2 aja. bagi hye sun cassa hanya nafsu doang ngelakuinnya 
 [AddEmoticons04236] [AddEmoticons04236] [AddEmoticons04236]


dichap selanjutnya II Woo akan menjadi teman yang NYAMAN bagi hye sun ketimbang lakinya  [biggrin] [biggrin] [biggrin]
yang asli ...ia telah merasa MUAK TOTALLLL pada minho sejak awallll. cuma nanti hari demi hari akan muncul sedikit kekaguman hye sun pada cassa .... [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]








[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #760 on: March 05, 2011, 04:10:52 am »
Onnnniiiii..sumpah chap paling gua sukaaa..
Asooyy bener dah apalgi yg waktu gelap2an..hmpfh hmpfh..
Jangan lama2 dianggurin ya..hwaiting

thank uuuuuuuuuuuuuuuuuuu  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #761 on: March 05, 2011, 04:14:04 am »
@sonia q bersorak neh...!krna bhgia akhirnya bang cassanov sdar klo dia jtuh cintrong sma q...(pede bnget seh gue he..he..)mksudnya sma eonni q hyesun wlau pun msih rd"  kesal jg sma bang cassanov udah main kiss aja sma eonni q,tpi next nya bkin cembokir lgi ya sma bang cassanov....?soal jebolnya ntar aja ya..!karna q pling suka lhat dimana bang cassnov klo lgi cembokir pasti bwaannya main kiss aja sma eonni q,apa lgi hkumannya pasti deh kiss me-kiss me donk lanjuuuuuuuuuuuuuutannya klo bisa loooooooooooooooooooong dri ini ya...!cheongmal khamsmnida chingu muah...muah...


thanks udah baca ya,,,,,, [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

next chap  [chin] [chin] [chin] [chin] beressss bakal ada bau mutunggg nih hati  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]


lagi pula kissu kan hukuman yang ringan and romantissss [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04235] [AddEmoticons04235] [AddEmoticons04235]
« Last Edit: March 05, 2011, 04:16:53 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #762 on: March 05, 2011, 04:51:47 am »
gw suka cara mengintipnya bang cassa [hmpfh] [hmpfh] (jd keingat ama rath wkt ngintip daze. ga nyambung [laughing] [laughing] [lovestruck] ) .. si hyesun kelihatan jijik tuh ama soalnya, belum tersentuh hatinya. tapi tar hmmm--bakal kelepek2 setengah mati deh, sehari aja kagak disentuh bakal ngimbah2 minta tagihan lol

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Ernie_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 14
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #763 on: March 05, 2011, 05:13:52 am »
 [cheekkiss] I LIKE....LIKE...LIKE IT EONNI ^^

Walaupun g' ada JEBOL....JEBOLAN......xD !! *Plakk .. Omes mulu *

Tapi diriku senang papi dach tahu perasaan sebenarnya terhadap mami ....... Ogh ..... Gigit bibir aku bacanya *lebayyyyy *

Eonni....aku suka il woo, sinich kasih ke aku az .....hehehe ..... waduhhhhhhh , kenapa mesti ga eul yang suka sama  sama il woo ....kasian , bakalan cinta bertepuk sebelah tangan nich .... *plakk....plakk....plakkk.... sotoy nich si erni ...*hehehe



Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 10 5 MARET 2011 ^_^
« Reply #764 on: March 05, 2011, 05:27:23 am »
Thanks yaaa. udah ngapdet yang ini. Sukur deh, si Minho rada tobat di chapter yang ini. Emang bener banget kata Hyesun. Minho cocok kalo dipasangin ama s LAdy Park. Pasangan yang bener2 serasi....Wahhhh....minho dan bener2 jatuh cintrong ke Hyesun. Ampe nyebut2 nama2 Hyesun lagi hot-hotnya ama Sam....Mudah2an aje, dia tobat untuk seterusnya. Karena biasanya cowo2 kek model Minho, emang udah dah ngalir di darahnya buat selalu 'gatel'... [rofl]...

Ditunggu ya updet selanjutnya....