Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 100771 times)

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Ya ampyuuun. baru spoiler aje, udah panjang.... Gimana yang benernya yaaa? hehehee *ngarep*...

Ditunggu yaaa  [lovestruck]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
ada adegan tak senonoh gak dr cass pd istrix alias ngambil ksmpatan dlm kesempitan pas pertemuan dgn suamimu tercinta di opera?? [hmpfh]
[/size][/color][/b]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
ada adegan tak senonoh gak dr cass pd istrix alias ngambil ksmpatan dlm kesempitan pas pertemuan dgn suamimu tercinta di opera?? [hmpfh]


 [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]

dirumah lebih asyik kayaknya.... [on] [on] [on] [on] [on] [on] mulaiiiiiiii errrrorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

iiuuu

  • Guest
updatenya ntar mlm aja sist.. uda kagak sabar [hmpfh]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
ada adegan tak senonoh gak dr cass pd istrix alias ngambil ksmpatan dlm kesempitan pas pertemuan dgn suamimu tercinta di opera?? [hmpfh]


 [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]

dirumah lebih asyik kayaknya.... [on] [on] [on] [on] mulaiiiiiiii errrrorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]
tau aja tu si cass milih t4 yg g ada gangguanx..
[/size][/color][/b]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
ada adegan tak senonoh gak dr cass pd istrix alias ngambil ksmpatan dlm kesempitan pas pertemuan dgn suamimu tercinta di opera?? [hmpfh]


 [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]

dirumah lebih asyik kayaknya.... [on] [on] [on] [on] [on] [on] mulaiiiiiiii errrrorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

beneran nih bakalan ada adegan begonoan lagi, tp kali ini hye sun kagak pake nolak yach [hmpfh] [hmpfh]
tapi bang cassa jangan maen hajar maning , slowly begono pan lebih menikmati  [on] [on] [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
ye..................semua  ga bisa dipancing dikit pada mecummmmmmmmmmmm semua otakkkk  [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer]




ok deh update yakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] ntar malemmmm [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
« Last Edit: April 13, 2011, 12:48:55 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
bener..serius mo update ntar mlm...asik uda gitu ada yg hotnya lagi ya.. [bav] [bav]

Offline fitrykoo

  • Newbie
  • *
  • Posts: 19
    • View Profile
Aduh senengnya [2vil3jc] [2vil3jc] [2vil3jc] bang cassa mau Hadir Ntar malam [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]Hwaiting sis (hye sun) [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
ye..................semua  ga bisa dipancing dikit pada mecummmmmmmmmmmm semua otakkkk  [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer]

ok deh update yakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] ntar malemmmm [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
bener..serius mo update ntar mlm...asik uda gitu ada yg hotnya lagi ya.. [bav] [bav]


jinjayo, bang cassa ama princess doll up date ntar malem [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

terserah dech si bang cassa ma princess doll mo maen petak umpet atau kuda2an  [on] [on] [drool] [bav] [hmpfh] yang penting UP DATEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE,lol



Aduh senengnya [2vil3jc] [2vil3jc] [2vil3jc] bang cassa mau Hadir Ntar malam [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]Hwaiting sis (hye sun) [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237]




okey para cassaners duduk yang manis siapkan mental nanti malem bang cassa bakalan keluar lagi dari kandang  [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

malemm iniiiiii  [ohmy].....jeongmall soniaaa sistaaa ?  [hug]
duduk maniks depan apartemen abang cass Emoticons0426 Emoticons0426 Emoticons0426 Emoticons0426
enak nya beli kacang dulu niyyy  [laughing] sambil nunggu makan kacang jiyahahhaha  [laughing]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
ayoooooo semuanya duduk yang manis bantar lagi


       BANG CASSANOV & PRINCES DOOL akan muncul :) heheheheh......

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
CHAPTER 12

“aku…akan terus berfikir…kau adalah wanita ku….berfikir…kau memang milikku….ayo…ayolah Joe….yakinkan…yakinkan hatimu…lelaki itu,…bukan siapa- siapa…” bisik Ii woo dalam hati


FLASH BACK


II woo terus menggenggam erat handphone yang berada ditangannya, sambil sesekali hatinya memerintah untuk menghubungi hye sun, meski banyak keraguan yang lebih menguasai jiwanya.
“haruskah aku menghubunginya….?” Bisik II woo dalam hati.





Perlahan pemuda kasmaran itu duduk dikursi kerjanya. II woo sengaja kembali kekantornya setelah pertemuannya dengan Gaul beberapa waktu yang lalu. Pikirannya seolah melayang, dan terasa kacau saat harus mencoba mencerna kata- kata terakhir Gaul sebelum meninggalkannya….

“hye sun akan menjelaskan padamu”


“apa…apa yang harus dijelaskan hye sun padaku” pertanyaan itu yang kini menari- nari didalam otaknya. Perlahan…II woo menghela nafas, dan kembali membiarkan kedua bola matanya menatap telpon genggam yang ada ditangannya.
Dan… dengan penuh pertanyaan yang menari dikepalanya…pemuda itu mencoba menekan tombol, dan mencari nomor tujuan yang ia maksud….

Tidak membutuhkan waktu yang lama…untuk…II woo mendapatkan nomor itu…mungkin bukan hye, sun atau Hye sun_sshi untuk sebuah panggilan nama yang tertera diponsel miliknya…
melainkan My Angel… MY ANGEL …nama yang tertulis dengan indah… yang berharap akan menjadi suatu panggilan baginya … untuk gadis impian… dan menjadi satu- satunya keinginan terbesar didalam hidupnya bahwa suatu hari…bidadari itu akan menjadi miliknya….


____OOO_____







“kurasa…ia menjatuhkan ini” bisik minho

Minho duduk diruang kerja pribadinya….mengamati benda milik hye sun yang terjatuh… sebuah ponsel. Ia sengaja tidak mengembalikan kepada hye sun sebelum ia tahu semua isi didalam ponsel itu…

Minho berharap tidak ada kata sandi diponsel milik gadis itu…agar lebih mempermudah untuknya, membuka ponsel dan…mengetahui isinya lebih jauh…


Ternyata keberuntungan memang berpihak padanya…. Dengan mudah ia membuka ponsel, dan mengamati layar awal sambil tersenyum… terlihat jelas gambar hye sun, gaul dan seorang sahabat perempuannya…




“huh…so cute..” bisik minho


kemudian tanpa ragu pula.. minho menuju tahap selanjutnya…


Pertama- tama…jemari tangan itu mengarah pada Nomor Kontak…



Minho kini bisa melihat dengan jelas daftar kontak milik hye sun dimulai dari…


bibi … chan..

bajingan…. mesum…

 “haha..siapa ini???” minho tertawa lepas saat melihat nama itu, namun segera memindahkan tombol gulir kearah selanjutnya…

Gaul …

Lady…Park… “ huh..lady .???…bagiku, dia  hanya seorang iblis wanita…” gerutu minho, dengan raut muka masamnya saat harus melihat, nama wanita yang paling ia benci.

My ….sweet home… “ aku yakin, bukan rumah ini yang ia maksud…” Tukas minho lagi..

My …Guardian…. “Guardian…? siapa ini?.. Minho menatap nama itu dengan pandangan dingin… lalu untuk sementara… mencoba tidak memperdulikannya.

Min Jung Oenni…


Oppa “ ini pasti Goo Daniel…OPPA” bisik minho sambil menaikkan ujung bibirnya.

Paman kim…

Supir jang…

toko bubur…

Toko Buku Gildam Seowon



Finish!!!


“hah…aku baru sadar..dia gadis yang tidak suka bergaul ataupun bersosialisasi dengan orang banyak!!!” ejek minho, setelah melihat daftar kontak milik gadis itu…

Namun…kemudian…senyum ejekan itu perlahan menghilang…. Saat ia sadar tidak ada namanya didaftar kontak itu…

“mengapa..tidak ada namaku…apa…dia sengaja tidak menyimpannya?” Tanya minho lagi sambil memicingkan matanya…

“mungkin…ia sudah hafal nomorku, diluar kepala” tukas minho seolah penuh percaya diri.

“atau…jangan…jangan….”

Minho tiba- tiba diam sejenak, seolah menangkap sesuatu … perlahan ia melepaskan senyumnya….dan hanya dalam hitungan detik… senyum itu berakhir dengan tawa lepasnya….

Hahahaha…………

Dengan cepat tangannya menarik tombol gulir handpone itu keatas….

“BAJINGAN MESUM!!!!!.... [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]

Dan jelas nomornya tertera dibawah nama itu!!!!

“BAJINGAN MESUM!!!... aishhhh!!! Ia memanggilku seperti itu…??? huh!!! “ minho tersenyum dingin…” Jika bukan isteriku, aku bersumpah akan ….

Kata- kata itu terhenti… dan perlahan minho melepaskan senyumnya kembali …

“tidak….dikehidupan selanjutnya pun…aku berharap ..dia akan tetap menjadi milikku…isteriku” bisik minho dalam hati….mencoba meredam amarah kecilnya. Ia sadar, terkadang dirinya menjadi lelaki yang paling menjijikkan didunia ini….bagi seorang Goo Hye Sun.

Kemudian sambil terus tersenyum…dengan manis…

“tidakkah My Lovely Husband lebih menarik….. “ [lovestruck] [lovestruck] tukas minho lagi sambil mencoba merubah huruf demi huruf dan menghapus nama  BAJINGAN MESUM dari daftar kontak tersebut…


“selesai!!!” tukasnya…







Kemudian ia beralih pada pesan masuk…

Memeriksa satu persatu….dan menurutnya tidak ada yang mencurigakan…hanya nama Gaul yang memenuhi daftar pesan masuk itu…

“hye…kau dimana….”
“hye….kau sedang apa…?”
“kutunggu kau di toko bubur…!”
“bisakah kau datang lebih cepat….aku lelah menunggumu disini hye !!”
“aku sedang bekerja…nanti kuhubungi lagi….!!!


“ Gaul….huh! jika aku bukan suamimu, mungkin aku akan berfikir kalian adalah sepasang kekasih!!!!” gurau Min ho sambil tersenyum, seolah hatinya merasa lega akan semua itu…


Kemudian minho mengalihkan penyelidikan selanjutnya…menuju FOTO.


“ aku bisa berfikir wajahnya seperti bayi…lugu dan polos…dengan kedua bola mata yang besar…huh…sama sekali tidak mirip dengan lelaki yang selalu dia panggil “OPPA”…








“lihatlah….difoto ini dia terlihat lucu…dan cantik dengan dua lesung dipipinya… terlihat senyum simpul terukir indah diwajah minho, seolah membayangkan kehadiran gadis cantik itu disisinya.





“ini… sahabatnya Gaul, cantik namun…kurasa tidak secantik My Princess doll,mmmm bukankah Goo Daniel selalu memanggilnya seperti itu, apakah…aku juga akan memanggilnya seperti itu.. aisshh!!





“huh…Goo Daniel bersamanya…”  minho menghentikan tangannya untuk beralih…









Minho bisa melihat jelas foto hye sun bersama Goo Daniel, kakaknya …begitu menunjukkan rasa kasih yang luar biasa…

Seolah sulit untuk melepaskan pandangannya pada foto itu…minho terus mengamati tanpa berkedip sedikitpun… bahkan bisa dikatakan untuk waktu yang cukup lama, ia seperti itu…

Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, namun…muncul rasa yang terkadang tidak ia mengerti, rasa cinta yang kuat antara hye sun dan Goo Daniel, yang mungkin…tidak pernah ia rasakan…sepeninggal kakeknya…keluarga sedarah terakhirnya…

Ia sadar, kini ia sendiri… tanpa ada seorangpun yang mencintainya…keluarga yang menemaninya…bahkan sampai saat ini… kehampaan seolah selalu menemaninya…

Terkadang…pesta, wanita, music akan menjadi penghilang rasa sunyi itu…namun sepeninggal mereka….tidak ada lagi keramaian, keceriaan…ataupun kebahagian … semua hanya sesaat…sesaat baginya…

Dengan terus memandang foto itu…. tiba- tiba terbesit rasa iri didalam hatinya…

“apakah…aku bisa mencintai…menjaganya…seperti kau Goo Daniel…?” tukas minho dengan suara parau
“apakah…dia bisa menghapus dukaku Goo Daniel ?, menemaniku…dan mencintaiku…meskipun terkadang… aku sadar…ia tidak pernah berpaling menatapku, bahkan untuk memikirkanku walau sesaat…” minho seolah mengeluh akan rasa cintanya saat ini.

Terkadang…lelaki jangkung itu seolah menjerit akan sakit yang telah lama singgah dihatinya….jika menatap wajah Goo Daniel, lelaki yang telah menikahi wanita yang sangat…sangat ia cintai… PARK SI YEON namun…minho tahu ini bukan kesalahan Goo Daniel…dia tidak pernah tahu siapa Park si yeon sebenarnya… bukan…bukan…kesalahan lelaki itu….

Bisa terjelas gurat- gurat merah wajah sang cassanova…seolah menahan amarahnya… jika mengingat semua yang telah terjadi…

tiba- tiba lamunan itu terhenti….saat handphone milik hye sun yang berada ditangannya….berbunyi…

BIP…BIP…BIP….

Minho menatap dengan seksama layar handphone itu….dan…nama MY GUARDIAN … tertulis jelas dilayar itu
Perlahan lelaki itu menarik nafas dalam- dalam…dan…tanpa rasa ragu…ia menekan tombol, yang akan menghubungkannya dengan MY GUARDIAN…!!!

“yoboseyo…” tukas II Woo.

Minho diam tidak menjawab, saat mendengar jelas suara lelaki yang kini menyapa.

“yoboseyo…hye sun _shii” tukas II woo lagi.

Raut kesal kini tergambar jelas pada wajah sang cassanova, …kecemburuan menari dengan jelas dihatinya, saat lelaki itu menyebut nama isterinya dengan lembut…

“ne…!...siapa ini?”

II woo tiba- tiba terkejut saat mendengar suara jelas seorang lelaki menyapanya, suara itu terdengar berat dan…parau.
“ se….selamat …siang …tuan…apa ..ini benar nomor hye sun_sshi,?” Tanya II woo dengan suara yang sedikit gugup, seolah tersentak.

“menurutmu?” balas Minho dingin.

“aku…yakin ini nomor ponsel miliknya… karna hye sun sendiri yang memberikan nomor ponsel ini padaku…” balas II woo yang semakin membuat minho, ingin menghempas ponsel yang ada ditangannya saat itu juga, tidak peduli…meski itu bukan ponsel miliknya.

Tiba- tiba…terdengar suara pintu diketuk…

II woo bisa mendengar jelas ketukan pintu itu diiringi… suara lelaki yang mengangkat telpnya barusan…
“masuk !” tukas Minho, dengan nada tinggi

“maaf mengganggu…anda tuan”
II woo merasa mungkin suara pelayan rumah itu
“ada apa…pelayan Han?” Tanya minho.

“Ms. Yoona…perancang yang anda inginkan telah datang tuan…dan sekarang sedang berada dikamar Nyonya,” tukas pelayan Han.

“ne…lakukan sebaik mungkin…aku ingin dia terlihat cantik malam ini” tukas minho, sambil terus membiarkan dengan sengaja ponsel tetap terhubung.

“baik tuan”

Terdengar pintu ditutup.

II woo berdiri, dengan tubuh kakunya….jantungnya kini seolah terhenti. Ia tahu, lelaki ini bukan ayahnya…karena dari suara lelaki itu… dapat terdengar jelas, ia masih cukup muda…

“mungkinkah saudaranya….?” Tanya II woo, dalam hati…

Tiba- tiba…minho melanjutkan percakapan mereka… kali ini masih dengan suara dingin dan parau.

“apa…anda yakin ini nomor yang anda tuju, tuan…? Karena…hye sun yang berada dirumah ini adalah wanita yang telah menikah… dan aku yakin hye sun yang anda maksud adalah gadis belia, lajang.. yang mungkin memuja anda bukan?” suara minho terdengar dingin, dan jelas terlihat raut cemburu diwajah tampan itu.

Tenggorokan II woo terasa pekat… seolah terkejut mendengar penjelasan dari lelaki yang sama sekali tidak ia kenal….
“jangan…bermain- main dengan saya, tuan!” tukas II woo, dengan suara menekan.

“dan kau…jangan coba bermain dengan isteriku !” bentak minho, yang kini tengah dirasuki rasa cemburu luar biasa.
Minho menekan tombol dengan keras, yang menandakan bahwa ia mengakhiri percakapan itu. sang cassanova menggigit kecil bibir bawahnya,…dan terdiam. Bibirnya kemudian merapat, dan dagunya seolah mengeras sehingga terlihat semakin persegi, karena menahan rasa cemburunya yang luar biasa berkecamuk.





“tenang Lee min ho…tenangkan dirimu… hilangkan rasa amarahmu… mungkin dia telah berlari satu langkah menjauhimu, namun… berusahalah… berusahalah… berlari kearahnya… mendekapnya…dan jangan pernah melepasnya lagi…lakukan…lakukan semuanya dengan perlahan…dan pastikan… semua … akan kau dapatkan, dengan kelembutan cintamu…” bisik minho seolah menenangkan jiwanya yang penuh dengan amarah.

II woo duduk dimejanya dengan mata yang seolah tanpa jiwa yang mendiami, sambil menatap dua tiket diatas meja kerjanya, yang telah ia pesan kemarin…hatinya berkata bagai sebuah jeritan…

“tidak…itu semua tidak benar….lelaki itu hanya mempermainkanku,… dia berbohong…aku tidak akan pernah percaya….tidak…!!!”

tanpa sadar mata hampa itu meneteskan setetes air mata kepiluan, ……… seiring semilir angin…yang berhembus sore itu….



END FLASH BACK


___OOO____





Hye sun perlahan menuruni anak tangga, ia kelihatan cantik dengan gaun berwarna merah jambu itu, beserta mutiara yang melingkar indah dilehernya…senada dengan giwang yang ia kenakan. sebelum keluar dari kamarnya, sesaat hye sun memandang wajahnya dicermin… sangat cantik dan anggun meski ia merasa gaun itu terlihat sedikit terbuka, yang memperlihatkan dengan jelas leher dan dadanya.

Pada awalnya, ia menolak mengenakan gaun itu. namun, Ms. Yoona sang perancang sedikit memohon agar ia mau mengenakannya, karena itu memang telah menjadi pilihan dari lee min ho untuknya.

Mendengar bahwa itu merupakan pilihan dari lee min ho, hye sun sadar…tidak ada yang bisa menolak…termasuk dirinya.
Dan…setelah ia amati dirinya dicermin… ia tersenyum mendapati dirinya cantik dengan rambut yang terurai…terlihat bagai wanita dewasa,… sederhana…namun… sangat elegan.

Mungkin hye sun sering merasa iri, saat melihat Lady Park mengenakan gaun indah yang cantik seperti ini….dan sekarang, tanpa ia sadari ia mengenakannya!!!




tibalah kakinya berjalan pada tangga yang terakhir namun…tiba- tiba langkahnya terhenti.

kedua pasang bola mata itu menatapnya…namun ini bukan tatapan yang biasa, ia dapatkan dari seorang cassanova… tatapan mata itu begitu lembut… dalam… dan ada rasa yang sama sekali tidak ia mengerti.

Minho berdiri gagah, dengan balutan jas hitamnya… menggambarkan jelas aura arogan, namun tetap memancarkan Kharismatik dari seorang pemilik SHINWA.



Hye sun berdiri kaku, diiringi pandangan minho yang tidak lepas menatapnya….bisa dikatakan untuk waktu yang cukup lama mereka melemparkan pandangan.

Hye sun bisa melihat dengan jelas… lelaki itu berdiri menatap dengan wajah yang bisa dikatakan….sangat tampan dan mempesona. Sesaat, hye sun seolah terperdaya akan wajah itu. namun…dengan segera pula ia buang jauh rasa itu.

 “oh tuhan…. Betapa cantiknya ia dengan gaun itu… membuatku semakin sadar, bahwa ia memang seorang bidadari yang telah lama aku rindukan, kulitnya…ingin rasanya aku mencium kulit putih itu….menjadikan semuanya milikku.. haruskah aku bertekuk lutut di hadapannya, dan mengakui bahwa aku jatuh cinta pada isteriku?” bisik minho





Perlahan untuk menghilangkan suasana “sunyi senyap” itu… minho berjalan…menghampiri hye sun sambil tersenyum…

“kau..terlihat cantik dengan gaun itu, Nyonya Lee” tukas minho lembut.
Hye sun menatap minho yang kini berdiri dihadapannya, …

“apa…kau ingin aku membalas pujianmu, Tuan Lee…?”

Minho tersenyum…

“tidak… karena tanpa pujianmu, aku tahu bahwa wajahku sangat tampan…sejak pertama aku dilahirkan.., dan dengan pakaian apapun yang aku kenakan aku…akan tetap terlihat menarik” gurau Minho.

Hye sun mengalihkan pandangannya ketempat lain, seolah tidak mampu lagi melawan keinginan lelaki, yang terus memandangnya dengan pandangan …yang hye sun sendiri tidak pernah menyadari…arti dari pandangan itu.

“kau…tidak bertanya padaku, kemana aku akan membawamu malam ini?” Tanya minho

“ untuk apa…? Mau tidak mau aku juga harus ikut bukan?, meskipun langkah kaki ini menolak! dan aku berharap…kau tidak akan membawaku ketempat yang sepi atau kamar hotel, dan mencoba melakukan hal menjijikkan itu lagi padaku” tukas hye sun dingin.

Minho tersenyum, lagi- lagi senyumannya terkadang mengalihkan pikiran gadis yang berdiri dihadapannya.
“mianhe…aku janji…itu yang terakhir… aku..tidak akan melakukannya lagi, kecuali jika kau menginginkannya” tukas minho enteng, dan karena kata- kata itu, membuat hye sun membelalakkan mata dan diam seribu bahasa.

“mianhe…?” bisik hye sun dalam hati seolah terkejut mendengar kata maaf yang keluar dari mulut lelaki yang ada dihadapannya kini…

“baiklah…kalau begitu..biar aku yang mengatakan padamu. Malam ini, kita akan menikmati sebuah pertunjukan opera HAMLET. Disana…mungkin akan banyak kolega dan rekan bisnisku. Jadi…kuharap kau akan bersikap manis sebagai isteriku. Bukankah…ini sudah menjadi perjanjian kita sejak awal?” tukas minho, sambil terus mengeluarkan pandangan menggodanya.

Hye sun menatap wajah itu lagi…dengan pandangan dinginnya.

“araso!... kau tidak perlu menjelaskannya lagi, minho_sshi” Balas hye sun ketus.
“ok… isteriku yang cerdas !!!” balas minho, diiringi raut muka hye sun yang seolah menahan rasa kesalnya atas sikap lelaki itu.

“ayo!” tanpa ragu, minho mengulurkan tangannya…dan mencoba meraih gadis yang berdiri dihadapannya, kedalam genggamannya.

Namun, lagi- lagi uluran tangan itu tidak berbalas. Dengan wajah muaknya hye sun melangkah, meninggalkan uluran tangan itu.

Dan …saat ia coba menuruni satu anak tangga lagi…tiba- tiba…karena gaun panjang yang tidak biasa ia kenakan….kakinya menginjak gaun itu!!!… membuat tubuhnya terasa tidak seimbang…dan…
Tangan kekar itu menangkapnya…menangkap tubuhnya yang hampir saja terjatuh kelantai. Membawanya, untuk kesekian kali kedalam pelukan cassanova.

Nafas hye sun seolah tercekat, jantungnya berdetak dengan kencang….sangat kencang saat ia bisa merasakan nafas lelaki itu,kedalam pori wajahnya.

Hye sun bisa merasakan dekapan itu sangat erat… karena ia merasa sulit untuk bernafas.
“kau ingat… dengan cara ini juga…awal pertemuan kita, Nyonya Lee”

suara minho benar- benar terdengar sangat lembut, hampir ia bisa rasakan nafasnya yang hangat, sehingga membuat tubuh mungil itu terasa merinding…

mereka saling menatap…mungkin kini dengan cara pandang yang sama…tatapan yang mungkin hanya mereka yang tahu…

namun…yang jelas, hye sun kini sadar… lee min ho benar- benar lelaki yang tampan. Dan ia akui, sikap wajar yang dimiliki oleh setiap gadis yang mengejar lelaki itu,  tidak lepas dari tatapan mata yang sendu namun seolah membunuh… dari sang Cassanova.

Dan saat hati itu seolah mencair…tiba- tiba, mata itu mengingatkan lagi kejadian malam kemarin… saat lee min ho, hampir menjamah kegadisannya…

“Lepaskan aku!!” tukas hye sun dengan suara menekan. Saat ia sadar, dadanya dengan bebas berada dalam pelukan lelaki itu.

Minho tersenyum, namun kali ini… ia tidak bertingkah aneh seperti biasa, seperti memaksa ataupun menarik lengan hye sun untuk tetap berasa dalam pelukannya…

Seolah ingin menjadi lelaki yang baru, ia melepas tubuh hye sun…meskipun didalam hati kecilnya, ia menginginkan tubuh itu…

Hye sun melangkah,meninggalkan minho yang berada hanya beberapa langkah dibelakangnya. tanpa ia sadari, lelaki jangkung itu terus memandang pundaknya, yang polos… sambil terus tersenyum…

Tanpa waktu yang lama…mereka berdua telah tiba…dipintu utama. Sebuah Mobil hitam mewah telah siap tepat didepan pintu tersebut… dengan supir yang berdiri, disamping pintu mobil yang telah terbuka…yang akan membawa mereka menuju PENTAS OPERA.

___OOO____





II woo berdiri dengan gagah didepan cermin miliknya, sambil mengenakan dasi dilehernya. Raut wajahnya telihat mendung, dan pikirannya seolah kosong….

TOK…TOK…TOK…

Terdengar suara pintu kamarnya, yang diketuk…
“masuk…” tukas II woo.

“hi…Joe…!” hye jin menyapa dari pintu ruangan itu, dan perlahan melangkahkan kakinya masuk.
“kau bilang…jam 7 kita harus ada disana…dan sekarang…kau pun belum siap, untuk pergi” tukas hye jin dengan suara yang terdengar bagai gerutu.

“noona…tunggulah sebentar, hanya tinggal dasi ini” balas II woo, sambil melontarkan senyum manisnya.
“sini…biar aku yang melakukannya!”

Dengan segera hye jin menarik tubuh pemuda itu kehadapannya, sambil meraih dasi yang melekat dileher saudaranya.
“ aishh!…bagiku..memasang dasi ini hanya membutuhkan waktu satu menit, joe!” gerutu hye jin lagi, diiringi senyum II woo.

“selesai!...wow…kau terlihat tampan, Joe!” tukas hye jin sambil ikut pula mengamati dirinya didepan cermin.




“dan…aku…apa aku terlihat cantik dengan gaun ini?” Tanya hye jin sambil terus menatap pantulan tubuhnya dicermin.
Gaun itu berwarna putih…sangat sederhana namun tetap memancarkan aura kecantikan wanita itu.




“sooo beautiful, noona!!!...believe me” balas II woo.

“ne…aku tahu…sudahlah ..hentikan untuk terus memujiku” balas hye jin seolah berusaha menghibur II woo, yang terlihat gusar.

“aishh!!!! Kau sama sekali tidak berubah noona…dan terus terang aku…hanya ingin menghiburmu…karena bagiku kau tetap terlihat bagai rusa….!”

Mereka terus berdebat gurau ,bahkan setelah keluar dari ruangan itu.

“joe…hentikan untuk terus menghinaku!!!”

Suara mereka terus menghiasi suasana malam itu, bahkan sampai keujung koridor rumah,….dan menuju tangga yang akan membawa mereka kelantai dasar….

“percayalah noona…aku yakin hanya jangkrik yang akan menikahi rusa sepertimu…”

“apa…?? maaf aku sama sekali tidak mendengar….ucapanmu barusan…”
“tidak kau…mendengar dengan jelas…noona” goda II woo

“HENTIKANNNN atau…aku tidak akan ikut!!!!”

“mungkin…aku akan terus menjadi korban penghinaan mu malam ini Joe, tapi… paling tidak kau bisa melupakan keluh kesahmu, akan cinta yang sulit kau raih…walau hanya untuk sesaat…tidak apa- apa Joe…aku yakin suatu hari..kau akan menemukan cinta sejatimu,…aku sangat yakin adikku…” bisik hye jin dalam hati.

___OOO___




Hye sun melangkahkan kakinya menuruni mobil diikuti minho setelahnya. Wajah gadis belia itu terlihat gugup, karena mungkin untuk pertama kalinya ia akan bersosialisasi kedalam ruang lingkup kelas atas…yang terkenal glamour.

Hye sun menatap gedung opera yang kini ada dihadapannya sambil mendongakkan kepalanya, seolah memandang sampai puncak yang paling tinggi dan itu…membuat lelaki yang ada disampingnya tertawa kecil…




Perlahan tanpa rasa ragu, minho meraih pinggang ramping itu kedalam pelukannya, dan tentu saja membuat hye sun sedikit terkejut, karena asyiknya melihat gedung opera itu. Namun,… ia tidak dapat mengelak saat ia sadar begitu banyak kolega dan rekan bisnis minho yang hadir untuk menyaksikan opera itu.

Wajahnya terasa lelah untuk tersenyum… hye sun sadar ia merasa letih… begitu banyak yang menyapa lee minho, lelaki yang baru menikahinya…sehingga mengharuskannya pula bersikap ramah…dan dewasa…

Untuk itu mengapa hye sun sangat membenci pesta ataupun perkumpulan kaum borjuis, yang juga selalu diikuti oleh kakaknya bersama Lady park, karena baginya pesta sangat membosankan…dan karena pesta juga ia terjebak… kedalam penjara, yang sangat sulit baginya untuk keluar.

Namun,…bisa dirasakan berbeda,…bagi seorang pria yang baru saja turun dari mobilnya. Wajahnya terkesan muram, namun ia coba untuk tersenyum… menghilangkah rasa galau dan gelisah dihatinya. Diikuti hye jin yang menggandeng mesra lengan kanannya, II woo melangkah masuk gedung opera…tanpa menyadari …keberadaan hye sun ditempat yang sama… bahkan mungkin lebih dekat dengannya.

___OOO____



Daniel melangkah masuk kekediamannya. suasana rumah besar itu terlihat sepi…hanya beberapa pelayan yang lalu lalang dan menyapanya…

Langkah lelaki itu terlihat sempoyongan… saat berjalan dan  melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga rumah itu…

Pikiran lelaki itu terlihat kacau…dan tampaknya, sebelum kembali ke rumah itu, Goo Daniel mereguk beberapa gelas Wishky seolah ingin menghilangkan rasa penat dan gundah didalam hatinya.

Wajah tampan itu, seolah tampak sedikit gusar dan lelah , karena kini terlihat jelas gurat- gurat hitam dibawah matanya.
Tanpa terasa, Daniel telah berdiri didepan pintu kamarnya…tanpa ragu, perlahan ia buka gagang pintu itu, dan….kini dengan jelas ia melihat Park si yeon sedang terbaring diatas tempat tidurnya.

Mungkin belum terlalu larut dan menjadi kebiasaan Park si Yeon untuk tidur lebih cepat sebelum suaminya pulang. Namun,…karena pertengkarannya dengan Daniel, membuat dirinya seolah bersandiwara…dengan mengatakan bahwa ia kini benar- benar menderita karena tingkah acuh suaminya.

Daniel melangkah masuk kedalam ruangan setelah menutup pintu kamar itu perlahan. Suasana kamar tampak  remang karena terlihat hanya satu sisi lampu yang menyala

Perlahan ia buka jasnya, dan meletakkannya diatas sofa yang berada dikamar itu. dan…perlahan pula Daniel merebahkan tubuhnya keatas kasur. Lelaki itu memandang langit- langit kamar dengan pandangan yang kosong…namun, mungkin hanya beberapa menit saja, dan dengan segera ia mengalihkan pandangannya pada wanita yang tidur sambil membelakanginya.

Daniel menatap punggung indah Park si yeon…pungggung itu terlihat sangat putih, karena baju tidur yang wanita itu kenakan hanya berbahan tipis, dengan belahan dada yang terbuka… sampai kebelakang, memperlihatkan lekuk indah punggungnya…



Perlahan daniel menggeser tubuhnya…lebih dekat pada isterinya yang terlihat pulas.
Daniel mencium mesra rambut yang terurai panjang itu….bisa ia rasakan aroma yang begitu harum dari rambut isterinya. Tiba- tiba…gairahnya sebagai lelaki bangkit…entah itu karena pengaruh alcohol ataupun keinginan tulusnya ….
Perlahan….Daniel mencium lembut tengkuk park si yeon.. cukup lama… kemudian perlahan lagi…ia biarkan bibirnya untuk lebih agresif dengan menjamah dan menggigit kecil leher wanita itu.

Karena aksi itu…tentu saja membuat lady park terbangun dan terkejut, atas apa yang dilakukan Daniel suaminya. Wanita itu dengan sigap, bangkit dari tidurnya dan memandang lelaki yang kini berada disisinya.

“Daniel….!!! Apa yang kau lakukan ?!” tukas Park si yeon dengan nada parau dan menekan.
Daniel hanya diam namun, masih menatap dalam mata wanita yang duduk sambil menggambarkan wajah kesalnya.
“apa…kau mabuk?” Tanya Park si yeon.

“ ne” jawab Daniel ringan

“ dan kau tahu…kenapa aku…mabuk…itu … semua … karena dirimu, Park si yeon!” tukas Daniel.
“dan…sekarang…kemarilah aku ingin bercinta denganmu!’ tukas Daniel lagi.

Lelaki itu tanpa basa- basi menarik lengan park si yeon, merebah paksa dan membiarkan tubuhnya menguasai tubuh wanita itu. posisi mereka saat ini benar- benar bagai posisi seorang “pemerkosa” dan seorang ”korbannya.
“Daniel…apa yang kaulakukan…lepaskan aku!!!” jerit park si yeon.

“we…? Bukankan kau menginginkan ciumanku, dan sekarang mungkin aku akan memberikan lebih padamu, sayang…!” balas Daniel.Sambil terus mencium paksa bibir dan leher wanita itu, daniel ingin melampiaskan rasa amarah didalam jiwanya.

park si yeon semakin berontak saat merasakan kehangatan jemari lelaki itu yang bermain didadanya, ciumannya yang terasa seperti alcohol saat Daniel mulai membiarkan bibirnya, meraih lebih dalam bibir ranum itu.

Sekuat tenaga park si yeon berusaha melepaskan diri. Ia merasa Daniel telah menjadi orang yang benar- benar berbeda. Mungkin tidak salah jika Daniel menginginkannya malam ini. Tetapi, karena sikap kasar lelaki itu membuat park si yeon merasa bahwa lelaki itu benar- benar tengah berada dibawah pengaruh alcohol.

Mana mungkin ia bercinta dengan lelaki yang mabuk, lelaki kasar yang mencoba menjamah…tanpa mengatakan kata maaf karena bentakannya siang itu.

“lepaskan!!!” jerit park si yeon, dan dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh suaminya.

Tubuh Daniel rebah, kebelakang…. dengan segera park si yeon berdiri dari tempat tidurnya dan…

PLAKKK

Daniel bisa merasakan perih disisi kiri wajahnya.

“apa kau gila, huh!!!.... kau mabuk..dan ingin bercinta denganku!  dengan liar, tanpa ada kelembutan…dan dalam posisi jiwa yang labil!! Kau pikir aku menginginkanmu?!” jerit Park si yeon.

Daniel menatap tajam Park si yeon…lalu kemudian mengejutkan wanita itu dengan tawanya yang lepas….
“ apa…ada lelaki lain dihatimu, Ny.Goo?.... apa…lelaki itu lebih tampan dan kaya dibanding diriku…?”

Park si yeon membelalakkan matanya, seolah tidak percaya atas apa yang baru ia dengar barusan.
“aku…menolakmu karena kau mabuk, DANIEL!!!, bukan karena lelaki lain… kau memang benar- benar gila!!!” pekik park si yeon.

“lalu…bagaimana dengan sang cassanova….?”

Suara Daniel terdengar dingin,dengan tatapan matanya yang seolah ingin menelan hidup- hidup wanita yang baru dinikahinya 6 bulan yang lalu.

“a…apa maksudmu?” Tanya lady park dengan nada yang luar biasa gugup atau mungkin…ketakutan. Ya….ketakutan lebih jelas tergambar pada diri wanita itu saat ini.

“mengapa…? Kau terkejut..?” tukas Daniel.

“kau sedang mabuk Daniel, dan kurasa….aku tidak perlu menjelaskan semuanya. Namun satu hal yang ingin aku jelaskan padamu. AKU MENCINTAIMU, HANYA DIRIMU!”

Suara park si yeon terdengar sangat parau, ia seolah menahan tangis.entah itu air mata tulus atau tidak…hanya ia yang tahu….

Perlahan, wanita itu meninggalkan tubuh Daniel yang masih terlentang diatas tempat tidur. Mungkin wanita itu benar- benar ingin lari dari sorot mata tajam Daniel..., yang seolah bagai pisau yang akan menusuk jantungnya.

Dan Daniel…menatap kepergian isterinya….entah apa yang ada dipikirannya saat ini. mungkin bukti yang diberikan lelaki itu padanya belum cukup untuk menuduh park si yeon, terlibat dengan kejadian semua ini.

Namun…hati kecilnya masih menolak akan semuanya …dan percaya bahwa isterinya  adalah wanita baik dan mencintainya….

Pikiran Daniel semakin bimbang… dan seolah terenyuh atas kalimat terakhir, yang baru diucapkan Park si Yeon….isterinya
“AKU MENCINTAIMU, HANYA DIRIMU!”

___OOO____



Hye sun dan lee min ho perlahan masuk kedalam gedung opera yang benar- benar indah dan bernilai seni yang sangat tinggi. mungkin, ini adalah kunjungan pertama hye sun, dan sepertinya gadis itu benar- benar sangat menikmati.

Sambil berjalan, minho tidak sekalipun melepaskan genggamannya pada pinggang ramping itu. ia merasa…ini benar- benar moment yang menguntungkan baginya, untuk lebih dekat dengan hye sun.

Minho sadar pada tahap ini ia telah berhasil membuat gadis itu tersenyum, dan bahagia atas tindakannya. Terlihat… hye sun benar- benar menikmati tempat artistic itu, meski pada mulanya ia tahu gadis itu sangat bosan karena mesti harus menyapa beberapa kolega dan rekan kerjanya di depan gedung masuk opera tersebut.

“kita…akan berada diatas untuk menikmati pertunjukkan ini…aku sengaja mengambil tempat yang lebih istimewa untuk kita” bisik minho pada hye sun, sambil terus melangkahkan kakinya.

Sontak hal tersebut membuat tubuh hye sun kembali merinding, ia bisa merasakan dengan jelas nafas lelaki itu disudut telinganya… namun, dengan segera ia alihkan rasa itu…dengan berpura- pura santai akan tingkah lelaki itu padanya.
“a..aku akan ketoilet sebentar” tukas hye sun pada minho.

“ya…baiklah…aku akan menemanimu” balas lelaki itu.

“tidak…tidak perlu…aku bisa melakukannya sendiri…” balas hye sun lagi.
Dengan segera rangkulan mesra itu terlepas dari tangan lee minho, saat hye sun perlahan melangkah menjauhinya.

Ditempat yang tidak jauh dari keberadaan lee min ho.

Hye jin memandang lelaki itu…dengan tatapan yang seolah mencari tahu….

“joe..lihatlah…itu…sang cassanova” tukas hye jin, sambil berbisik pada lelaki yang berada disampingnya.
II woo menatap lee min ho yang berdiri tegap dengan wajah arogannya.

Mungkin sebagian pengunjung opera malam itu khususnya para wanita, tidak melepaskan pandangannya dari sang cassanova termasuk hye jin yang dari tadi mengamati tingkah lelaki tampan itu.

Namun… lee min ho mencoba lebih menghargai wanita yang ada disisinya, dan belajar untuk…meninggalkan kebiasaan lamanya,… seperti  menyapa.. mengajak bicara… melancarkan ciuman… dan berakhir ditempat tidur, dengan para wanita yang dianggapnya sangat menarik…dan yang jelas…belum pernah ia “rasakan” sebelumnya.

“aku…melihatnya bersama seorang gadis, kurasa…itu isterinya.”

II woo tersenyum tipis mendengar perkataan sepupunya itu.

“kupikir…kau tidak suka gossip, tidak mengenal sang cassanova…dan kehidupan pribadinya. Ternyata…aku salah. Hampir separuh warga korea mengenalnya, khususnya para wanita …termasuk kau dan ibu”  ejek II woo.

“aishhh!! Bibi yang cerita padaku…aku hanya mendengar!” hye jin menaikkan sisi kiri ujung bibirnya….menandakan bahwa ia sedikit kesal, akan kata- kata sepupunya itu.

II woo menarik nafasnya dalam- dalam….dan menatap jam tangan yang berada di lengan kirinya.
“noona…sebelum kita masuk…aku ingin ketoilet sebentar” tukas II woo.

“ya…pergilah, aku tidak ingin saat opera berlangsung, kau akan sibuk ingin pergi ke toilet…dan meninggalkanku!” tukas hye jin dengan suara menekan, namun matanya masih mengarah pada minho yang berdiri sendiri….ditemani beberapa mata wanita pengagum lainnya…

II woo tersenyum tipis dan melangkahkan kakinya, menuju kearah toilet berada. Namun…di perjalanannya menuju tempat itu…. ia sadar ia berpapasan dengan sang cassanova, dan melihat wajah lelaki itu.
Mereka saling menatap, namun hanya untuk sesaat. Lalu … memalingkan muka mereka, kearah yang berlawanan.

Oooo




[/size][/font][/color]


Hye sun perlahan melangkahkan kakinya keluar dari toilet. Ia berjalan menuju koridor…yang akan membawanya menuju aula gedung opera tempat lee min ho kini menunggunya.

Dan melalui jalan yang sama…II woo melangkahkan kakinya… lelaki itu berjalan, masih dengan raut muka yang gusar dan…tatapan mata yang seolah kosong…

II woo masih memikirkan kejadian sore itu, kejadian….yang benar- benar membuatnya jatuh! Sempat terfikir olehnya, jika ia pergi menyaksikan opera malam ini…ia akan melupakan gadis itu meski sesaat.

Namun…ia salah, sedikitpun ia tidak bisa melupakan wajah hye sun, suara lelaki sore itu…dan pernyataan gaul yang menyatakan hye sun akan menjelaskan semuanya, benar- benar menjadi sebuah keterkaitan dan tanda Tanya yang besar baginya.

Dan …sepertinya…tanda Tanya itu akan segera terjawab saat Ia dapat melihat dengan jelas, hye sun melangkah! Berjalan… kearahnya…!!!!

“HYE SUN_SSHI!” tukas II woo, dengan suara yang seolah terkejut.

Hye sun berdiri mematung,… dengan rasa terkejut yang sama…saat melihat II woo berdiri dihadapannya, namun masih dalam jarak yang masih sedikit jauh

“II WOO_sshi?” tukas hye sun.

II woo melangkahkan kakinya…perlahan..namun pasti menuju kearah gadis yang berdiri mematung. Lelaki itu tersenyum, senyum yang benar- benar manis, yang jika orang melihat senyum itu…mereka akan menyatakan, bahwa lelaki itu sedang jatuh cinta.

Tubuh mereka kini hanya berjarak beberapa langkah…
“kau…disini? Benar- benar suatu kebetulan” tukas II woo.

Hye sun tersenyum tipis, meski tersirat rasa khawatir dibenaknya.


“ne…” jawab hye sun pendek, sambil terus menatap wajah lelaki itu.
“kau tahu…tadi sore aku mencarimu, kekampus…namun sayang…aku tidak menemukanmu disana….” Tukas II woo

“ya… aku sengaja… pulang cepat.. karena… ada… sesuatu pekerjaan… yang penting… yang harus kulakukan bersama gaul…” balas hye sun

Kemudian hye sun Diam sejenak seolah berfikir…… mencari alasan yang lebih tepat lagi

tugas kuliah…ya…tugas kuliah!!!”.sambung gadis itu lagi.

II woo menatap wajah hye sun dengan tatapan yang semakin membuatnya heran. Dari pernyataan hye sun barusan, dapat terlihat jelas gadis itu berbohong. Pekerjaan bersama gaul,..???? bukankah, gaul baru saja berbincang dengannya setelah kepergian hye sun. kenapa…kenapa gadis ini berbohong?

“ benarkah…?” tukas II woo.

“n..ne” balas hye sun.

II woo menatap dalam wajah gadis yang berdiri dihadapannya itu, untuk kesekian kali. Dan…dengan segera tanpa ragu… dengan hati yang seolah tidak tertahankan lagi.., ia menarik tubuh mungil itu kedalam dekapannya….II woo merasa tidak ingin terlambat dan kehilangan lagi….

Hye sun membelalakkan matanya….saat hanya dalam hitungan detik, tubuhnya…tubuhnya berada dalam pelukan JOE II WOO!!

“hye sun_sshi…sarange” bisik II woo, yang semakin membuat tubuh gadis itu terasa sulit untuk berdiri.

Hye sun terdiam… tubuhnya terasa kaku…untuk pertama kalinya, ia mendengar ucapan cinta dari seorang lelaki seperti Joe II woo. Lelaki baik, penyelamatnya…HER GUARDIAN.

Mereka berpelukan… hye sun membalas pelukan itu… meski dengan rangkulan kecil diiringi dengan tubuhnya yang gemetar…

Tanpa mereka sadari, dibalik sisi dinding koridor, berdiri sosok lelaki jangkung yang menatap mereka dengan pandangan MEMBUNUH.

Lee min ho berdiri dengan tegap, namun ia bisa rasakan tubuhnya seolah akan rapuh. Tangannya mengepal, bagaikan membentuk sebuah pukulan… rahangnya mengeras… semakin  menunjukkan wajahnya yang persegi, minho mencoba menahan amarah itu…namun…ia merasa tidak mampu…saat melihat tubuh wanita yang dicintainya, kini berada dalam pelukan orang lain.

Hatinya seolah menjerit, dan memerintahkan mulutnya untuk berkata ”LEPASKAN… LEPASKAN PELUKANMU, DARI TUBUH ISTERIKU!!”

gurat- gurat merah terlukis jelas dimatanya, yang seolah menahan tangis dan amarah.....




 
namun..., dibalik duka, amarah dan rasa cemburu yang menggebu itu… tiba- tiba tersirat senyum dingin yang melingkar dibibirnya diiringi sorot mata yang tajam.…yang akan membuat siapapun merinding takut jika melihatnya.


"GUARDIAN.................." Bisik Minho


END CHAPTER




Panjang lagi yak soalnya mau hiatusss agak lama …moga ga bakal bosen semuanya xixixixixixixi

Ditunggu KRITIK AND COMMENT. [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

mian ya kalau zelekk





« Last Edit: December 06, 2012, 11:25:26 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 12 13 April 2011 ^_^
« Reply #1048 on: April 13, 2011, 07:29:11 am »

- lhoooo koo udahhh end sistttt  [cry] [cry] kuranggggg  [jumpy] *plakkk*
pen liyat apa yang dilakukan bang casss [sweat] nonjok IL Woo? keknya ga mungkin ya  [nono]
apalagi di tempat elit spt ituw, hanya akan menjatuhkan image seorang casanova  [nono]

- pas Hyee Princess membalas pelokan Il Woo, gw yakin dia merasa benar benar  mempunyai seorang guardian
mungkin pengganti sesaat guardian nya selama ini, yang dirasakannya hilang ( Daniel Oppa)  [AddEmoticons04241] Emoticons0429

- habis ini bang cass tambah belipet lipet dunkzz keselnyaa ke Hyeee  [what]
kesel , marah sekaligus cinta campur aduk jadi satu, hwaduh kek apa klo hal itu terjadi pada sang Casanova?
 
- Soniaaaa sistaaaa, maw hiatus lamaaa?  [ohmy]
next chap msiy ga jelas kapan dunkzzz  Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429


oyahh blom ksiy semangat ke casaminong  [lovestruck]
abang casss *fighting*  [AddEmoticons04273] [AddEmoticons04273]
bwat IL Wooo ....... hikzzzzzz ........... Emoticons0429 [AddEmoticons04241] yang tabah yaaa'' [AddEmoticons04219]



‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 12 13 April 2011 ^_^
« Reply #1049 on: April 13, 2011, 07:43:33 am »
HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA KENTANGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG  [hmff] [hmff] [hmff] SIST HYEEEEEEEEEE EMANG PALING BISA BIKIN ORANG PENASARAN DAH  [hmpfh]

BANG CASS LAGI GUNDAH GULANA BIN GALAU DAH KYKNYA  [hmff] YAIYA LAH LHA WONG BININYA DIPEYUK2 MA LEKONG LAEN  [hmff] BUT PALING SUKA CHAPTER PAS BANG CASS LIAT2 HAPE BININYA  [hmff] BAJINGAN MESUM  [on] [laughing] [laughing] [laughing]

SISTTTTTTTTTTTTT JANGAN LAMA2 YAH HIATUSNYA OCE OCE  [head break] [head break] [head break] [hmff] NTU PIKUNYA ANE PUNYA PIKU EDITAN HYESUN N GOO DANIEL  [hmff] DULU PERNAH BIKIN DSURUH SI MAK YEM MALAH PAS BELUM ADA NEH FF APE EMANG DAH TAKDIR YE KITE  [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^