Author Topic: Reaches Of Happiness ~~ Update Chapter 9 now ~~ May 01 2012 ~~  (Read 13044 times)

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile





Quote
Minho merasa menginjak sesuatu di telapak sepatunya berlahan di angkatnya kaki kirinya sambil di amati benda yang tergelatak di lantai Minho memungut benda itu sambil di angkatnya tinggi" pasti benda ini milik wanita itu" ucap Minho pelan dan di simpannya benda itu ke saku jas hitamnya,berlahan Minho berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di luar pintu lobby RS di ikuti Mr.Park 
Minho menghempaskan tubuhnya kedalam jok mobil mewah itu dan berlahan mobil itu melajut membelah keramaian jalan di kita Seoul.






Sambil menggerutu Hyesun memasuki ruang kerja Il woo, perlahan di hempaskannya tas dan tubuhnya di sofa.
Il woo yang melihat kedatangan Hyesun hanya mengernyitkan alis “Ada apa dengangadis ini” batin Il woo lirih, matanya terus memperhatikan Hyesun yang sibuk mengutak-atik isi tasnya.

“Di mana barang itu? Aku tidak pernah mengeluarkannya dari tas ini” ucap Hyesun pelan.

Perlahan Il woo mendekati Hyesun yang masih sibuk dengan isi tasnya, ada guratan kekecewaan terpancar dari wajah Hyesun.

“Apa yang kau cari Sun-a” Tanya Il Woo

Hyesun masih sibuk dengan isi tasnya. “Pasti karna pria brengsek itu” pekik Hyesun kecewa.

“Mwo, pria berengsek...? maksudmu siapa sun-a?” Tanya Il woo penasaran, di hempaskan tubuhnya tepat di samping Hyesun.

“Aku tidak tahu siapa dia oppa, yang aku tahu sikapnya tidak menyenangkan” sahut Hyesun mengernyitkan bibir atasnya, Il woo yang mendengar penjelasan dari Hyesun hanya bisa menatap gadis di depannya dengan senyum tipis.

Tok...tok....

“Masuk...!” sahut Il woo memalingkan wajahnya ke pintu.

“Annyeong Dokter Jung” sahut  wanita berbaju putih itu dari bibir pintu.

“Jin ah...” masuklah sahut Il Woo menghampiri Jin ah.

“Apa kabarmu Sun-a?  Tanya Jin ah menghampiri Hyesun yang masih sibuk dengan isi tasnya.

“Aku baik, tapi kenapa kau ada di sini Jin ah? Bukannya sekarang kau sudah bekerja di klinik” tanya Hyesun polos.

“Ya, kau benar, Dokter Jung memintaku untuk membantunya” sahut Jin ah pelan.

“Membantu oppa?  Apa aku kurang membantumu oppa? Tanya Hyesun menghampiri Il woo yang sibuk mengemasi  peralatan prakteknya ke dalam tas.

“Tidak, kau sangat membantuku, hanya saja aku butuh Jin ah untuk merawat salah satu anggota
keluarga Lee” ucap Il woo yang masih sibuk mengemasi barangnya.

 “Sun-a, kenapa isi tasmu kau keluarkan semua?” tanya Jin ah mengamati barang-barang Hyesun yang berserakan dimeja.

“Aishh...aku lupa” perlahan Hyesun memunguti isi tasnya satu per satu, matanya masih sibuk mencari barangnya yang hilang dari dalam tasnya.

“Ya, memang sudah hilang” ucap Hyesun pelan

“Apanya yang hilang?” Tanya Jin ah penasaran.

“Apa kau belum menemukannya Sun-a?” tanya Il woo yang sudah berdiri di samping Hyesun

“Anhi oppa” sahut Hyesun pelan

“Apa barang itu sangat berharga untukmu?” tanya Il woo ragu berjongkok di samping Hyesun.

“Nee, itu satu-satunya barang berharga yang aku miliki oppa”  ucap Hyesun lirih mencoba menahan air matanya yang sudah m Melihat Hyesun yang hamper menangis  perlahan Jin Ah  menarik tubuh gadis itu kedalam pelukannya, mencoba menenangkannya ditepuknya  punggung  Hyesun yang mulai terisak.

“Mianheyo Ji hoon oppa, aku tidak bermaksud menghilangkannya” batin Hyesun, yang mulai terdengar isakan tangisnya.
Il woo yang melihat Hyesun menangis, hanya mampu menarik nafas berat, tanpa mampu berbuat apa-apa untuk menghibur Hyesun.

Kring...

“Yeoboseyo...” sahut Il woo pelan.

“Nee..Mrs.Yang, 30 menit lagi kami akan sampai di sana” ucap Il woo mengakhiri pembicaraan.

“Gimana Sun-a, apa kau ikut dengan kami?” tanya il woo sambil berjongkok di samping Hyesun.

“Aku ikut oppa” sahut Hyesun sambil mengelap sisa-sisa air matanya di pipi.

“Andai saja aku bisa membuatmu bahagia Sun-a,mungkin aku bisa menjadi pria yang paling bahagia di
dunia ini, tidak akan ku biarkan kau menderita dan tersakiti lagi” batin Il woo lirih.


_________________________________________@@________________________________________



Sore hari ^^ suasana kota Seoul begitu ramai, lalu lalang kendaraan dan kepulan asap knalpot meramaikan suasana jalan raya di kota Seoul, perlahan Il woo melajukan kendaraannya keluar dari parking area Rumah Sakit, berbaur dengan kemacetan jalan raya.

“Apa masih memikirkan barangmu yang hilang?” tanya Il woo melirik Hyesun yang duduk di sampingnya, Hyesun tidak menjawab hanya gelengan lemah dari kepalanya yang bias mewakili pertanyan Il woo.

“Sabarlah Hyesun, kalau memang barang itu jodohmu pasti kembali” timpal Jin ah yang duduk
di kursi belakang memberikan semangat ke Hyesun.

“Gumawo Jin ah” ucap hyesun sambil membalikkan badannya menghadap Jin ah.

“Oppa, siapa pasien yang akan kita temui hari ini?” tanya Hyesun bersemangat.

“Seorang wanita, dia pasien baru ku” sahut Il woo pelan.

“Dokter Jung, jika dalam waktu dua bulan kita tidak bisa menyembuhkannya, apa kita akan di pecat juga?” tanya Jin ah penasaran, Il woo sedikit terkejut dengan pertanyaan yang di ajukan Jin ah, sekilah di liriknya Hyesun yang sontan juga sedang melihat ke arahnya.

 “Mwo...dinpecat?” ucap Hyesun membelalakan matanya.

“Wea geureoseyo oppa?” tanya Hyesun penasaran.

“Nanti saja aku ceritakan ya, kita sudah sampai” sahut Il woo, perlahan di pelankannya laju mobilnya dan berhenti di depan pintu gerbang bercat hitam itu, berlahan Il woo ke luar dari mobil dan menghampiri Pos penjagaan di samping pintu gerbang besar itu.

Hanya tiga menit, Il woo sudah kembali melajukan mobilnya memasuki halaman Lee Mansion.
Hyesun tertegun begitu di lihatnya pelataran halaman Lee mansion yang luas, matanya sibuk menikmati bunga-bunga yang baru bermekaran di taman itu, Hyesun mendekak kagum melihat ke asrian taman itu.

“Ayo kita masuk”pinta Il woo pada ke dua wanita itu, yang masih mengagumi ke indahan taman bunga di halaman Lee Mansion.

Ting...tong...

“Anyeong...” sapa wanita separuh baya, yang menyambut kedatangan kami di pintu.

“Anyeong...saya Dokter Jung” sapa Il woo sedikit membungkukkan badannya.

“Saya sudah menanti  kedatangan anda Dokter” sahut Mrs.Yang, mempersilahkan kami masuk ke dalam rumah.

“Rumah yang sangat mewah” batin Hyesun,
 Hyesun mengagumi kediaman Lee Mansion, sambil mendecak Hyesun mengamati beberapa lukisan-lukisan besar yang menempel di dinding,
Hiasan  guci-guci mahal dan besar serta lampu kristal berjuntai di atap , dan sofa bergaya eropa timur mewarnai kemewahan ruang tamu itu.

“Hyesun, ayo...” Jin ah menyentuh lembut bahu Hyesun, menyadarkan gadis itu dari kekagumannya terhadap Lee Mansion.

“Ini kamar Nyonya Besar” ucap Mrs.Yang, berlahan di bukanya pintu yang terbuat dari kayu jati berukir.
Mata Hyesun terbelalak begitu di lihatnya wanita tua yang terbaring di tempat tidur, reflek Hyesun menghampiri wanita itu. Di amatinya sesaat keadaan wanita itu, miris terasa hatinya melihat keadaan wanita tua itu.

Apa yang terjadi dengannya oppa” ucap Hyesun, pandangan matanya tak lepas dari sosok wanita itu,

“Nanti akan aku ceritakan” ujar Il woo, sambil memeriksa tekanan darah wanita itu.

Jin ah yang ikut berdiri di samping, Hyesun juga ikut terpana melihat wanita yang terbaring di
tempat tidur itu.

 “Apa tuan Lee sekarang ada di rumah, Mrs.Yang?” ucap Il woo, sambil memasukkan alat pemeriksaannya ke dalam tasnya.

“Anhi Dokter, Tuan Lee sekarang ada di Jepang” sahut Mrs.Yang lugas.

“Keluarga yang lain apa ada di rumah?” tanya Il Woo

“Mianheyo, Tuan Lee satu-satunya cucu dan keluarga Nyonya Lee” sahut Mrs.Yang pelan.

“Mwo...wanita ini tidak memiliki keluarga lain, Cuma seorang cucu? Tanya Hyesun sambil  menatap Mrs.Yang tidak percaya.

“Nee...agassi” sahut Mrs.yang sambil menunduk pelan.

“Nyonya ini hanya memiliki seorang cucu, dia pun sekarang tidak ada di sini mendampingi neneknya” ucap Hyesun ketus.

“Sun-a, kau tidak boleh bicara sembarangan” ujar Jin ah, sambil menepuk pelan bahu Hyesun.

Perlahan Hyesun mendekati wanita itu, sambil berjongkok di tepi tempat tidurnya, di beranikannya memegang telapak tangan wanita itu.
Pelan di elusnya telapak tangannya, tidak ada reaksi, mata Hyesun tertuju pada dua jarum suntik di pergelangan tangan wanita tua itu
.
“Betapa malang nasib wanita ini, dua jarum suntik yang menyumplai makanan dan cairan untuk menopang ke hidupan wanita ini” batin Hyesun.

“Apa yang membuatmu bertahan Nyonya? Apa ada hal yang belum kau sampaikan pada cucumu?” ucap Hyesun di telinga wanita itu, Hyesun tersontak merasakan gerakan pelan dari jemari wanita itu.

“Oppa, lihat dia bergerak! Ucap Hyesun bersemangat.

“Tidak akan semudah itu Sun-a, akan butuh waktu yang lama” jawab Il Woo datar

“Wea, aku benar-benar merasakannya oppa” sahut Hyesun sedikit kecewa dengan jawaban Il woo.

 “Benar apa yang di katakan Dokter Jung agassi, akan sangat sulit bagi Nyonya besar untuk dapat menggerakan lagi, sudah dua tahun ini Nyonya besar Lee terbaring di tempat tidur tanpa bisa mampu menggerakan tubuhnya” ucap Mrs.Yang lirih menceritakan kenyataan tentang majikannya ini

“mwo...jadi ini wanita yang ada di Secret file itu” ucap Hyesun pelan, perlahan membalikkan arah wajahnya ke wanita itu.

Pelan di elusnya dahi wanita tua itu “Nyonya jangan kuatir aku akan membantumu untuk bisa bergerak lagi” ucap Hyesun di telinga wanita itu dan sontak wanita itu menggerakkan jamarinya dan perlahan membuka matanya.
Semua orang yang ada di ruangan itu terpana melihat gerakan jari dari Nyonya besar Lee, dengan sigap Il woo mengambil stetoskopnya, dan melakukan pemeriksaan ulang pada tubuh Nyonya Besar Lee.

“Suatu keajaiban Nyonya Besar bisa menggerakan tangannya, anda hebat agassi! Saya percaya anda bisa
membuat Nyonya Besar Lee menggerakan tubuhnya lagi” ucap Mrs.Yang terharu.

“Saya tidak melakukan apa-apa, saya hanya memberikan semangat pada majikan anda” ucap Hyesun lembut.

“Baiklah, ini suatu permulaan yang bagus” ucap Il woo tersenyum ke arah Hyesun.

“Nee, kamshamnida agassi, Tuan Lee pasti bahagia mendengar berita ini” ucap Mrs,Yang tersenyum,

perlahan di hampirinya Hyesun dan memeluk tubuh mungil Hyesun.

“Saya senang bias membantu majikan anda Nyonya” ucap hyesun sambil melepasakan pelukan dari
Mrs.Yang.

“Baiklah sudah waktunya kita kembali ke Rumah sakit Sun-a” ucap Il woo sengakhiri kebisuan yang terjadi di kamar tersebut.

“Apa bukan agassi ini yang akan merawat, Nyonya besar” tanya Mrs.Yang sedikit kecewa terpasang di
raut wajahnya.

“Anhi, Min jin ah lah yang akan merawat Nyonya besar Lee” jawab Il woo, sambil memperkenalkan Jin ah

“Sedangkan dia” Il woo menunjuk ke arah Hyesun, "Dia adalah asisten saya di bagian teraphy” ucap Il woo.

“Oh...baiklah, mianhea saya sudah salah faham” sahut Mrs.Yang mengagungkan kepalanya.

 “Jin ah, baik-baiklah kau rawat Nyonya besar Lee, dua hari lagi saya dan Hyesun akan datang ke mari”
ucap Il Woo berpamitan pada Jin ah.

Perlahan Hyesun mendekati Jin ah “Aku titip dia ya” ucap Hyesun mengarahkan pandangannya ke
arah Nyonya Besar Lee, Jin ah mengangguk perlahan dan memeluk  Hyesun.

Hyesun menghampiri  Nyonya besar Lee, di kecupnya dahi dan pipi tua itu palan “percayalah aku akan
kembali lagi Nyonya” ucap Hyesun dan memberikan senyum pada Nyonya besar Lee.


_____________________________________________@@____________________________________



Sudah hampir seminggu lebih Hyesun membantu Jin ah, melakukan theraphy untuk Nenek Lee ya, panggilan sayang Hyesun ke Nyonya besar Lee.

Walaupun usahanya belum 100% berhasil, Hyesun merasa bersyukur setidaknya Nenek Lee sudah bisa berkomunikasi dengannya, Minho yang menerima kabar perkembangan sang Nenek dari Mrs.Yang, merasa sangat senang di putuskan-nya pulang lebih cepat ke Korea.

Ya, walaupun hanya gerakan tangan dan mata saja, sudah membuat Hyesun senang, satu hal yang masih mengganjal di pikiran Hyesun, kenapa Nenek Lee hanya mau berkomunikasi dengannya.

"Apa Nenek Lee sangat percaya padaku? Tidak mungkin, aku baru saja mengenalnya" gumam Hyesun menggeleng palan.
Perlahan Hyesun melangkahkan kakinya memasuki pelataran Lee Mansion, parhatiannya tertuju pada taman bunga di samping halaman depan Mansion.
Dengan sigap Hyesun menuju taman bunga itu, Hyesun terjongkok di depan  bunga mawar putih.
Berlahan di hirupnya aroma dari mawar putih tersebut, senyum mengembang di wajah Hyesun, dan di petiknya beberapa tangkai bunga mawar itu.

"Mudah-mudahan nenek Lee menyukainya" ucap Hyesun tersenyum ke mawar putih itu.

Ting...tong...

"Hyesun, kau sudah datang" sapa Mrs.Yang menyambut kedatangan Hyesun.

"Annyeong Bi Yang" ucap Hyesun tersenyum.

“Dari mana kau mendapatkan mawar itu?” tanya Mrs.Yang sambil mengamati lima tangkai mawar putih di tangan Hyesun.

“Oh-aku memetiknya di taman depan Bi!” Hyesun mengamati raut wajah Mrs.Yang sedikit mengeras.

“Weo...? tanya Hyesun, sambil menyentuh pergelangan tangan Mrs.Yang

“Anhiyo...mawar putih itu” terdengar keraguan dari suara Mrs.Yang, hanya dapat menggeleng lemah.

“Nanti saja akan saya ceritakan” sahut Mrs.Yang tertunduk.

Perlahan Hyesun memasuki kamar Nenek Lee di ikuti Mrs.Yang, Hyesun menghampiri Nenek Lee yang masih tertidur pulas, dengan lembut di belai dan di ciumnya dahi Nenek Lee.

Dengan perlahan pula Hyesun membalikan tubuhnya menghadap Mrs.Yang, yang dari tadi di lihatnya hanya diam tertunduk, Hyesun menghampiri Mrs.Yang dengan lembut di pegangnya tangan Mrs.Yang.

“Bibi Yang, anda kelihatan sangat kuatir? Ada apa?” tanya Hyesun menatap Mrs.Yang, ada rona kekuatiran dari wajah tua wanita ini.

“Anhiyo, saya kuatir saja kalau tiba-tiba Tuan Lee pulang” ucap Mrs.Yang lirih

“Tapi kenapa kalau Tuan Lee pulang?” tanya Hyesun penasaran.

 “Jin ah sekarang tidak ada di sini dan mawar putih ini” Mrs.Yang mengamati mawar putih yang ada di tangannya, “Tuan Lee paling tidak suka jika ada yang melanggar peraturan di rumah ini” ucap Mrs.Yang pelan.

“Melanggar, apa maksud Bibi.Yang ?” penjelasan Mrs.Yang sangat membuat Hyesun binggung.

 “Belum saatnya saya menceritakan mengenai keluarga Lee padamu Sun-a, seiring dengan
waktu, kau pasti akan mengetahuinya” jawaban yang di berikan Mrs.Yang makin membuat Hyesun bingung.

“Baiklah, aku tidak akan menayakannya lagi” sahut Hyesun tersenyum ke Mrs.Yang.

Tok...tok...

“Masuk...” ucap Mrs.Yang, berlahan seorang pelayan berseragam hitam menghampiri mereka.

“Ada apa?” tanya Mrs.Yang, yang melihat kekuatiran dari wajah pelayan ini.

 “Tu...Tuan muda baru saja tiba Bi!” ucap sang pelayan gugup dan sontan Mrs.Yang berdiri dari duduknya, Hyesun yang melihat reaksi cepat dari Mrs.Yang ikut berdiri.

“Siapa yang datang?” tanya Hyesun meyakinkan pendengarannya.

“Tuan muda sudah datang, saya akan menyambutnya, kau tetap di sini saja ya” perinta Mrs.Yang berlalu dari hadapan Hyesun.

“Begitu kerasnyakah watak Tuan muda pemilik rumah ini, hingga semua orang takut padanya” batin Hyesun, yang perlahan mendekati tempat tidur Nenek Lee.

Hyesun terduduk di tepi tempat tidur Nenek Lee, pelan di usapnya tangan kanan wanita tua itu, terlihat bekas jarum infus yang masih membekas di pergelangan tangannya.

“Nek...cucumu sudah pulang, apa kau senang” ucap Hyesun pelan, mengharapkan reaksi dari Nenek Lee.

Kreek...

Terdengar derikan suara pintu, namun Hyesun tidak menggubris hal itu, tangannya masih sibuk membelai rambut putih Nenek Lee.
“Apa Nenek mau memberikan kejutan pada cucumu?” tanya Hyesun senang.

“Kejutan apa?” sontak Hyesun membalikan badannya begitu di dengar suara yang tidak asing di pendengarannya.

“Anda...?” sambil menunjukan jarinya ke arah pemuda itu.

“weoyo...?” sahut Minho dingin, berlahan di hampirinya sang Nenek.

“Nenek, aku sudah pulang! Bagaimana keadaanmu?” Minho mengelus lembut dahi sang Nenek, Hyesun tercengang melihat reaksi pemuda ini terhadap Nenek Lee.

 “Ini, Tuan muda Lee!” ucap Mrs.Yang pelan yang berdiri di samping Hyesun, Minho yang mendengar perkataan Mrs.yang, berlahan membalikan tubuhnya ke arah Hyesun.

Hyesun sedikit terhenyak akan tatapan tajam dari pria yang sudah berdiri di tepat depannya, gadis itu hanya mampu terdiam dan tertunduk menghindari tatapan mata pria ini.

“Apa yang kau lakukan di sini Nona” tanya Minho sambil memiringkan sedikit kepalanya untuk melihat wajah wanita di depannya.

“Dia adalah perawat sementara Nyonya besar Lee, Tuan” jawab Mrs.Yang cepat.

“Siapa yang bertanya padamu” pekik Minho membelalakan mata ke Mrs.Yang.

Hyesun yang masih memperhatikan Minho, sontak terkejut begitu pandangan mata pemuda itu tertuju padanya,
Minho tersenyum sinis ke Hyesun perlahan membalikan badannya membelakang-in Hyesun.

 “Bagaimana caranya, agar saya bisa berkomunikasi dengan Nenek?”Tanya Minho sinis.

Namun Hyesun tidak memberikan jawaban atas pertanyaan Minho, pikirannya melayang, tidak menyangka akan bertemu dengan pria ini lagi.

“Bisa tidak?” pekik suara Minho, menyadarkan Hyesun dari lamunannya,

Hyesun mulai kesal akan sikap pria ini “Bisakah anda pelankan volume suara anda, Tuan?” sahut Hyesun ketus.

Hyesun berjalan ke samping kanan tempat tidur dan duduk di tepi tempat tidur itu, Di raihnya tangan kanan Nenek Lee dengan lembut, di usapnya pelan tangan Nenek Lee, mengharapkan reaksi dari sang Nenek.

Minho yang memperhatikan setiap gerakan tangang Hyesun, sedikit terkesima akan apa yang di lakukan gadis ini terhadap Neneknya.
“Nenek, cucumu ada di sampingmu sekarang, maukah kau menyapanya?” ucap Hyesun pelan di telinga Nenek Lee, namun sang Nenek tidak memberikan reaksi apapun.enari indah di kelopak matanya.
Pelan Hyesun menghembuskan nafasnya di gigit pelan bibir bawahnya, “Kenapa Nenek Lee tidak bereaksi dengan sapaanku? Apa karna pria ini?” batin Hyesun melirik Minho, tersirat rasa rindu di wajah pemuda ini terhadap sang Nenek.
 
PelanMinho mengalihkan pandangannya dari sang Nenek ke Hyesun,  lagi Hyesun terkejut dengan tatapan mata Minho yang tiba-tiba ke arahnya, membuat gadis ini malu karna tertangkap sedang memperhatikannya.

Hyesun tertunduk pelan, mengalihkan pandangannya dari Minho berusaha menutupi wajahnya yang mulai memerah, pelan di tariknya nafasnya mencoba mengatur aliran udara yang terasa sesak di paru-parunya, entah rasa apa yang bergejolak di hatinya saat menatap pria di depannya ini.

“Well...tidak bisakan?” ucap Minho dingin, Hyesun mengalihkan pandangannya ke Minho.

Minho tersenyum tipis saat pandangan mata mereka bertemu, Hyesun meresa tidak nyaman melihat sunyum pria ini, yang berkesan mengejeknya.

“Tidak akan semuda itu, Tuan” ucap Hyesun meyakinkan, Minho yang mendengar perkataan Hyesun hanya mengangkat bahunya pelan.

“oke..., saya beri waktu anda dua jam,Nona!” ucap Minho, yang perlahan membalikan badannya menuju ke arah pintu, namun langkah kaki Minho terhenti saat di lihatnya mawar putih yang tergeletak di meja.

“Siapa yang membawa bunga ini?” pekik Minho, dengan sigap di ambilnya mawar itu dan di hempaskannya ke luar kamar.

Hyesun yang melihat reaksi pria ini tersentak, Hyesun tidak menyangkan akan reaksi yang di berikan pria ini terhadap mawar putih itu, terpampang jelas di raut wajahnya yang mengeras dan tarikan nafasnya yang memburu, entah kejadian apa yang membuat pria ini begitu membenci mawar putih itu.

“Ini terakhir kalinya saya melihat bunga itu ada di dalam rumah ini, jika ada yang melanggar, tahu akibatnya” ucap Minho berlalu dari kamar itu.

Hyesun menarik nafas lega, setidaknya Hyesun tidak terkena makian pria aneh ini.


________________________________________@@_______________________________________


kring...kring...

“Yeoboseyo...”

“Yeoboseyo...Ji hun-ssi?” sapa pria dari seberang sana

“Anhi...saya Sung Young rekan kerja Ji hun, dia sedang keluar!”

“Oh...baiklah, saya akan telephone lagi nanti”

“Ji hun tadi ada seorang pria yang menelephonemu!” ucap Ms.Sung

“Dhogu...?” ujar Ji hun penasaran

“Mollayo...!” sahut Ms.Sung sambil menggeleng, “kau lihat saja di receivednya” ujar Ms.Sung cuek.

Kring...kring...

“Yeoboseyo oppa” ucap Ji hun saat di lihatnya ID called Ji hoon

“Ji hun selesai kerja, aku akan menjemputmu  ya!

Aku punya kejutan untukmu” ujar Ji hoon semangat.

“Anhi...oppa, kerjaku masih banyak, lain waktu saja ya” dengan cepat Ji hun memutuskan sambungan telephone dari seberang sana.

“Siapa.., pacarmu?” ujar Ms.Sung sambil melirik Jihun.

“Anhi...hanya teman” sahut Ji hun cuek,

“Dasar wanita cerewet mau tahu saja urusan orang lain” batih Ji hun sambil melirik Ms.Sung.

“Saya pergi meeting keluar sebentar” ujar Kimbun pada ke dua sekertaris itu, saat keluar dari ruang kerjanya.

“Apa...Tuan Kim, akan kembali ke kantor “ ucap Jihun ragu

 “Mungkin, apa ada masalah Nona Goo?” ujar Kimbun sambil mendekati Ji hun.

“Anhi” sahut Ji hun pelan

“Baiklah saya pergi dulu” berlahan Kimbun berjalan ke arah pintu Lift.

Kring...

Dengan sigap Kimbun menjawab telepon “Yeoboseyo..,

Lee Minho-ssi” ucap Kimbun mantap

“Datang ke rumahku sekarang!” perintah Minho sepihak,

“Bo...bukannya kau masih di Jepang?” tanya Kimbun memastikan.

“Sudah datang sekarang, bawa semua file-file pembangunan Hotel di Jeju, areso...” Kimbun yang mendengar perintah Minho, hanya mengernyitkan alis.

“saju jam lagi aku sampai di rumahmu” sahut Kimbun sewot sambil mematikan teleponnya, niatnya akan pergi bersenang-senang kali ini di gagalkan oleh Minho, dengan berat di langkahkan kakinya kembali ke arah ruang kerjanya.

Ms.Sung dan Ji hun mengernyitkan alis begitu di lihatnya Kimbun berjalan ke ruang kerjanya.

“Ada yang tertinggal Tuan?” tanya Ms.Sung menghampiri Kimbun.

“Anhi, tolong kau siapkan file-file Hotel di Jeju” perintah Kimbun, masuk ke dalam ruang kerjanya di ikuti Ms.Sung.

Ada yang lainnya Tuan?” tanya Ms.Sung meyakinkan.

“Nee, setelah siap bawa semuanya kemari, Tuan Lee ingin melihat hasil meeting itu” ucap Kimbun sambil menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya.

“Apa, Tuan Lee sudah pulang dari Jepang?” ucap Ms.Sung ragu.

“Aishh..., kau ini bawel ya” ucap Kimbun mengernyitkan ujung bibirnya, dengan cepat Ms.Sung keluar dari ruang kerja Kimbun, sebelum pria itu memakinya.

“Apa ada masalah dengan Tuan Kim?” tanya Ji hun, saat melihat Ms.Sung tergesa-gesa keluar dari ruang kerja Kimbun.

“Anhi, kau bantu aku mempersiapkan file Hotel Jeju, karna di minta oleh Tuan Lee” sahut Ms.Sung sibuk membuka berkas-berkas di meja kerjanya.

“Taun Lee sudah kembali dari Jepang!” tanya Ji hun berbinar, terpampang seulas senyum dari wajahnya.


_______________________________________@@_________________________________________



Suasana ruang kerja Minho begitu gelap, pria itu hanya diam terpaku di kegelapan malam, tanpa satu titik sinar pun menerangi ruang kerjanya.

Terdengar hembusan nafas berat dari mulutnya, rasa kecewa tergurat di wajah tampannya, pengharapan yang terlalu besar akan reaksi yang di dapatnya saat bertemu sang Nenek musna sudah.
Perlahan Minho menyalakan lampu kerjanya, di rogohnya saku jasnya mengambil sesuatu.
Minho tersenyum melihat benda itu, sedikit di dekatkan ke arah lampu untuk memperjelas penglihatannya.

“Mr. Park, ke ruangan saya sekarang” perintah Minho, matanya masih sibuk memperhatikan benda di tangannya.

“Hanya benda murahan, pantas wanita itu tidak merasa kehilangan” ucap Minho pada benda itu, namun perhatiannya masih tertuju pada benda itu.

Tok...tok....

“Masuk” terdengar lengkingan suara Minho, perlahan Mr.Park memasuki ruang kerja Minho.

Mata Mr.Park sedikit terbelalak melihat ruang kerja majikannya ini hanya di terangi sedikit cahaya dari meja kerja Minho.

“Suruh wanita itu kemari” ucap Minho datar,

“Kau tahu maksudku kan Mr.Park”

“Nee, doronim” sahut Mr.Park memberi hormat dan keluar dari ruang kerja Mino.


Hyesun tersenyum saat di lihatnya Nenek Lee dengan lemah menggenggam tangannya, di elusnya lembut pergelangan tangan Nenek Lee.

“Kau tahu Nek, cucumu sangat ingin bertemu denganmu, dia sudah kembali dari Jepang, Nekek mau bertemu dengannya” pelan Hyesun membelai pipi Nenek Lee, mengharapkan wanita ini mau membuka matanya.

“Nona Goo” sapa Mr.Pak dari bibir pintu, Hyesun mengalihkan pandangannya ke Mr.Park

“Nee, ada yang bisa saya bantu Tuan” ucap Hyesun mendekati Mr.Park

Mr.Park tersenyum lembut ke Hyesun, “Nona, bias ikut saya sebentar” ucap Mr.Park merentangkan tangan kanannya mempersilahkan..

Hyesun  menghampiri-nya , “Siapa yang akan menjaga Nenek Lee?” ucap Hyesun melirik Nenek Lee yang terlihat mengerakan jari telunjuknya.

“Saya yang akan menjaganya Sun-a, kau temuilah Tuan muda Lee” ucap Mrs.Yang memasuki kamar sambil mendekat ke Hyesun.

“Kenapa saya harus bertemu dengannya?” ucap Hyesun mengernyitkan alis, Mrs.Yang hanya menggeleng lemah menjawab pertanyaan Hyesun.

Hyesun mengikuti langkah Mr.Park menuju ruang kerja Minho, beribu pertanyaan menggelayut di benak Hyesun, “apa yang di inginkan pria ini” batin Hyesun, pelan di aturnya nafasnya memasuki ruang kerja
Minho.

Hyesun terhenyak melihat situasi ruang kerja Minho, hanya sedikit cahaya yang menerangi ruangan ini.

“Doronim, Nona Goo sudah datang” ucap Mr.Park berjalan mendekati meja kerja Minho.

 “Kau boleh keluar sekarang” ucap Minho yang membelakangi Mr.Park.

Perlahan Mr.Park mengundurkan diri dari ruangan itu, ragu Hyesun ingin menghentikan langkah Mr.Park, namun apa boleh di kata pria ini lah yang berkuasa di Lee Mansion.

Minho tidak beranjak dari posisinya, pandangan matanya asik menikmati pekatnya malam, dan Hyesun, hanya bisa diam termangu mengamati punggung kursi yang membelakanginya.
Keheningan makin terasa di ruang itu, detak jantung Hyesun mulai berdetup kencang, sedangkan Minho tidak memberikan reaksi apapun atas kehadirannya di ruangan itu.

Hyesun memundurkan langkahnya, saat di lihat kursi besar itu memutar menghadapnya.
Minho menatap Hyesun lekat, karna merasa tidak nyaman akan tatapan pria itu, Hyesun meremas kuat juntaian bajunya untuk menghilangkan kekuatirannya terhadap pria itu.

“Apa anda takut dengan saya, Nona Goo” sapa Minho masih dengan posisi yang sama.

 Hyesun mengangkat sedikit kepalanya, matanya menangkap pria itu bergerak ke arahnya, Hyesun mempertajam penglihatannya namun sial, pencahayaan di ruangan  itu terhalang oleh tubuh pria itu, rasa panik mulai menghantui Hyesun.
Bingung harus berbuat apa, yang Hyesun dengar hanyalah langkah kaki dari pria itu yang makin terdengar ke arahnya.
Nafas Hyesun mulai bergemuruh, detak jantungnya sudah tidak beraturan, panik, ya panik yang di rasakan Hyesun saat itu.

Hyesun menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia pasrah dengan apa yang akan di lakukan pria ini terhadapnya,.
Keheningan makin mencekam langkah pria itu sudah tidak terdengar lagi, perlahan Hyesun menurutkan tangan dari wajahnya dan sontak terhenyak melihat sosok pria itu sudah berdiri di depannya.
Pencahayaan di ruangan itu sudah terang menderang, Minho tersenyum geli melihat reaksi Hyesun saat melihatnya.

“Ternyata, anda takut dengan saya, Nona Goo” ucap Minho masih dengan senyuman khasnya.

“Anhi...” sahut Hyesun memonyongkan bibirnya.

Minho terkesima melihat mimik wajah Hyesun.

Di tatapnya serius wajah wanita di depanya ini, bentuk matanya sangat indah, pipinya yang merona merah dan bentuk bibir mungil itu…..

Minho berusaha menelan ludahnya untuk membasai tenggorokannya yang mengering ,  tanpa di sadari pria ini,  terbersit rasa kagum terhadap wanita itu.

Hyesun mulai salah tingkah dengan tatap pria ini, berusaha mencari cara untuk menutupi pipinya yang memerah, “Sudah Tuan..., jangan menatapku seperti itu” batin Hyesun berusaha menghilangkan rasa tidak nyamannya, Hyesun memegang dadanya saat di rasakan getaran aneh merasuki dirinya.

Minho makin mendekati Hyesun, sedikit di turunkan wajahnya untuk menyamai posisinya dengan wanita di depannya, namun Hyesun memalingkan wajahnya ke kiri karna tidak tahan dengan tatapan pria ini yang begitu menusuk.

“Gumawo” ucap Minho pelan, sontak Hyesun memalingkan wajahnya menatap pria ini.

“Un...untuk apa” sahut Hyesun gugup..

“Kau mau merawat Nenekku” ucap Minho dengan posisi yang tidak berubah, dan Hyesun dapatmerasakan nafas hangat pria ini di wajahnya.

“Itu sudah menjadi tugas saya, Tuan” ucap Hyesun tersenyum tipis, Hyesun membelalakan matanya saat pria ini menjulurkan tangan kanannya ke arahnya.

“Lee Minho, kau bisa panggil aku Minho” ujar Minho meyakini Hyesun.

Ragu Hyesun menyambut uluran tangan pria ini, tapi entah apa yang mendorongnya, tangan Hyesun menyambut uluran tangan Minho, “Goo Hyesun, Tuan bisa panggil saya Hyesun” sahut Hyesun pelan.

Hyesun merasakan geteran itu lagi saat tangan mereka saling menjabat, Hyesun tersenyum saat di lihatnya Minho menyeringai kearahnya.




End Chapter





‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: Reaches of happiness ~~ chapter 3 ~~ On Hiatus (^o^)
« Reply #91 on: February 24, 2011, 10:31:23 am »

annyeong... temenz-temenz^^
karna suatu hal temenz kita Itaraya sista, blum bisa masuk CM
dan meminta saia untuk membantu update-an FF-nya (R.O.H) Chapter 4 ^^
dia (baca Ita [hmpfh]) meminta maaf yg sebesar-besar nya karna ga bisa post sendiri
dan juga atas keterlambatan update-an ini ^.^
mohon maaf atas segala kekurangan-nya, karna blum sempet di EDIT!
untuk balesan comment-nya nunggu Itaa sista OL yaa ^^
gumawooo [heh]




‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: Reaches of happiness ~~ chapter 3 ~~ On Hiatus (^o^)
« Reply #92 on: February 24, 2011, 08:05:04 pm »
oh, tyt fresia yg ngepost, emgx si ita kemana?


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: Reaches of happiness ~~ chapter 3 ~~ On Hiatus (^o^)
« Reply #93 on: February 25, 2011, 01:01:31 am »
Gumawo sist free udah update..*tapi, kok ga sist ita ya??kemana gerangan??*

mgkn neneknya mino hanya mo begerak*komunikasi* cuma sama hye sun..dan ga mau diumbar2 ma orang lain terutama si minho..*asbak*
aq senyum2 sendiri ngebaca end nya..hahhaha

klepek2 sama manisnya senyum si hye sun..
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
eonnie q comen lgi dsni biar pun tdi sdh ksih comen di fb krna qsuka sma ff ini q ulang lgi bca nya lewt laptop biar puas bcanya,smga aja nek nya minho bisa sembuh dengat cepat biar minho bisa kembli lgi sma" nnek nya,emng ada sejrah apa seh sma bunga mawar di keluarga LEE ?sgtu mwncinya minho sma bunga mwar...!jngan hiatus lgi ya eonni kita kngen berat sma ff eonni jg ff nya yg ini.khamshmnida.

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Ita thanx da diupdate & fresia thanx da dipost dimari. Kyknya neneknya min ho lbh nyaman b'komunikasi dg hye sun *jd inget scene Jandi yg ngerawat papanya junpyo kan lgsg bereaksi tu pas jandi pamit*. Emang alasan minho benci ama mawar putih kenapa say? Minho da jatcin ama hye sun ya  suka bgt si bikin hyesun dag dig dug. Dasar cewe ganjen ya ji hun,da ngerebut ji hoon Oppa dr hye sun skrg ngincer minho beneran minta gw pasung ya tuh cewe. Sapu tangan hye sun yg ilang itu pemberian si ji hoon kan? Ita komawo da diupdate. Oh ya FF kolab ama Voldi jgn lupa diupdate ya say.


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: Reaches of happiness ~~ chapter 3 ~~ On Hiatus (^o^)
« Reply #96 on: February 27, 2011, 11:58:28 am »
oh, tyt fresia yg ngepost, emgx si ita kemana?

sisicia:gak kemana-mana kok, lagi banyak kerjaan jadi gak sempet posting ff sendiri

Gumawo sist free udah update..*tapi, kok ga sist ita ya??kemana gerangan??*

mgkn neneknya mino hanya mo begerak*komunikasi* cuma sama hye sun..dan ga mau diumbar2 ma orang lain terutama si minho..*asbak*
aq senyum2 sendiri ngebaca end nya..hahhaha

klepek2 sama manisnya senyum si hye sun..

momod : mian lagi sibuk banget, makanya minta tolong sista free yang update-in ffnya, gumawo ya dah di baca
yup neneknya cuma mau komunikasi ama Hyesun aja, but next chp mulai mau kok komunikasi sama Minho
di tunggu aja ya [biggrin]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
eonnie q comen lgi dsni biar pun tdi sdh ksih comen di fb krna qsuka sma ff ini q ulang lgi bca nya lewt laptop biar puas bcanya,smga aja nek nya minho bisa sembuh dengat cepat biar minho bisa kembli lgi sma" nnek nya,emng ada sejrah apa seh sma bunga mawar di keluarga LEE ?sgtu mwncinya minho sma bunga mwar...!jngan hiatus lgi ya eonni kita kngen berat sma ff eonni jg ff nya yg ini.khamshmnida.

eit ada imah, akhirnya bisa komen di sini juga, gampangkan [biggrin]
kenapa minho benci banget ama mawar putih itu karna mengingatkan dia sama ommanya yang udah meninggalkan dia demi laki2 lain, but ini hanya salah paham semata ya [hmpfh]

Ita thanx da diupdate & fresia thanx da dipost dimari. Kyknya neneknya min ho lbh nyaman b'komunikasi dg hye sun *jd inget scene Jandi yg ngerawat papanya junpyo kan lgsg bereaksi tu pas jandi pamit*. Emang alasan minho benci ama mawar putih kenapa say? Minho da jatcin ama hye sun ya  suka bgt si bikin hyesun dag dig dug. Dasar cewe ganjen ya ji hun,da ngerebut ji hoon Oppa dr hye sun skrg ngincer minho beneran minta gw pasung ya tuh cewe. Sapu tangan hye sun yg ilang itu pemberian si ji hoon kan? Ita komawo da diupdate. Oh ya FF kolab ama Voldi jgn lupa diupdate ya say.
gumawo dah di baca ya shan, yup sedikit terinspirasi ama part itu [hmpfh]
kalau tentang ji hun  [whip] next chp aku bikin dia gigit jari liat Hyesun datang ke pesta [biggrin] bareng Minho
sapu tangan [chin] nope sista, guess what??? [hmff]
« Last Edit: February 27, 2011, 12:10:25 pm by itaraya »
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: Reaches of happiness ~~ chapter 3 ~~ On Hiatus (^o^)
« Reply #98 on: February 27, 2011, 12:13:36 pm »

annyeong... temenz-temenz^^
karna suatu hal temenz kita Itaraya sista, blum bisa masuk CM
dan meminta saia untuk membantu update-an FF-nya (R.O.H) Chapter 4 ^^
dia (baca Ita [hmpfh]) meminta maaf yg sebesar-besar nya karna ga bisa post sendiri
dan juga atas keterlambatan update-an ini ^.^
mohon maaf atas segala kekurangan-nya, karna blum sempet di EDIT!
untuk balesan comment-nya nunggu Itaa sista OL yaa ^^
gumawooo [heh]


free gumawo so much ya sista  [hug] [hug]
dah mau update-in ff aku [biggrin]
next time masih mau ngupdate ya, daku memang author yang gak tahu diri ff sendiri di telantarin [hammer]
ok, aku tunggu chp perdana ff mu ya, 'manusia setengah dewa'  [hmpfh] [hmff]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

sisi-diamod-shanty yang bersangkutan dagh muncul ke permukaan  [hmpfh]

iTaaa lhoo masa msiy ada laenn kaliiii [ohmy], maw balik semedi lagi ke merapiii [ohmy] [what]
Quote
'manusia setengah dewa'
emang-nya bang iwan falss  [laughing]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Kak ita and kak freesia gomawo dah diup-date
hiyaaaa minho diam-diam menghanyutkan nih ... Hihihi
miracle ... Nenek lee mau bergerak cuman sama hye sun doang wahhh apa itu tandanya nenek lee suka dari pandangan pertama ya kak sama hye sun ???
ditunggu kak ita kelanjutannya

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Update lagi dong sistaaaa [hmff]

iiuuu

  • Guest
woa.. ntar hyesun mw diajak kepesta ya sist??
rasain tuh jin hu..

sekalian aja sist hyesun tggal di rmah mino..
kagak kuat ane liat sun dbegtuin apa lg ama emak sndri..

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Kak ita and kak freesia gomawo dah diup-date
hiyaaaa minho diam-diam menghanyutkan nih ... Hihihi
miracle ... Nenek lee mau bergerak cuman sama hye sun doang wahhh apa itu tandanya nenek lee suka dari pandangan pertama ya kak sama hye sun ???
ditunggu kak ita kelanjutannya
bisa jadi sih, mungkin juga Hyesun bisa buat Nenek Lee nyaman sama dia [biggrin]

Update lagi dong sistaaaa [hmff]
klo bisa tgl 10 ya


[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
woa.. ntar hyesun mw diajak kepesta ya sist??
rasain tuh jin hu..

sekalian aja sist hyesun tggal di rmah mino..
kagak kuat ane liat sun dbegtuin apa lg ama emak sndri..
yup, minho bakal ajak hyesun ke pesta peresmian hotel shinwha di jeju, gw pengen bikin ji hun gigit jari liat hyesun jalan ama minho [hmpfh]

planingnya akan ke situ sih, lagi mencari alur yang tepat ke arah situ buat bikin hyesun tinggal di rumah minho [hmpfh]
klo masalah emaknya, dont worry a bout that ya, in the end dia akan buat hyesun bahagia kok [heh]

[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love