Poll

kira-kira lagu apa yang cocok buat MP Aljoana

"Wonderful Tonight" By Eric Clapton
3 (18.8%)
"Baby Can I Hold You Tonight"  By. Boyzone
3 (18.8%)
"One Night" By The Corrs
10 (62.5%)
terserah author (glodak!)
0 (0%)

Total Members Voted: 16

Author Topic: Re: THE MAESTRO (chapter 22 ---- 31 Juli 2011)  (Read 35342 times)

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 6 (13. 3. 2011)
« Reply #270 on: March 13, 2011, 10:10:19 am »
cah'elaa....bobo bareng,,, [drool] [drool] apa g ada yg jebol tar  whistling whistling sisi..masi pendek itu!!! hammer2

Love you more than I can say

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 6 (13. 3. 2011)
« Reply #271 on: March 13, 2011, 11:46:29 am »
cah'elaa....bobo bareng,,, [drool] [drool] apa g ada yg jebol tar  whistling whistling sisi..masi pendek itu!!! hammer2
semangat amat ma yg jebol2, pendek? itu malah chap terpanjang di ff ini


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 6 (13. 3. 2011)
« Reply #272 on: March 14, 2011, 07:31:50 am »
cah'elaa....bobo bareng,,, [drool] [drool] apa g ada yg jebol tar  whistling whistling sisi..masi pendek itu!!! hammer2
semangat amat ma yg jebol2, pendek? itu malah chap terpanjang di ff ini
so pasti sisi... [clap] [clap] warga CM kan doyan yg jebol2 ga doyan  ama yg datar2 [laughing] [laughing] tapi itu masi kurang.. [hmpfh]

Love you more than I can say

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 6 (13. 3. 2011)
« Reply #273 on: March 14, 2011, 08:49:09 am »
cah'elaa....bobo bareng,,, [drool] [drool] apa g ada yg jebol tar  whistling whistling sisi..masi pendek itu!!! hammer2
semangat amat ma yg jebol2, pendek? itu malah chap terpanjang di ff ini
so pasti sisi... [clap] [clap] warga CM kan doyan yg jebol2 ga doyan  ama yg datar2 [laughing] [laughing] tapi itu masi kurang.. [hmpfh]
hahaha, lo mau yg jebol bc aja di short.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 6 (13. 3. 2011)
« Reply #274 on: March 16, 2011, 05:39:39 am »
Kak sisi , aldian napa tuh ? Takut ya joana dijodohin  [hmpfh]
eh kak , itu si jenifer berbahaya gak ? Yah kenapa harus hye jin sih yang jadi perannya ???? Sebel aku kalo liat dia
thanks kak diupdate

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 6 (13. 3. 2011)
« Reply #275 on: March 16, 2011, 05:41:52 am »
cah'elaa....bobo bareng,,, [drool] [drool] apa g ada yg jebol tar  whistling whistling sisi..masi pendek itu!!! hammer2

kak moow suka banget aku liat siggy-nya jadi kangen Minsun  [biggrin]

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 6 (13. 3. 2011)
« Reply #276 on: March 16, 2011, 02:36:20 pm »
Kak sisi , aldian napa tuh ? Takut ya joana dijodohin  [hmpfh]
eh kak , itu si jenifer berbahaya gak ? Yah kenapa harus hye jin sih yang jadi perannya ???? Sebel aku kalo liat dia
thanks kak diupdate


Jenifer??? tahu deh,,,


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 6 (13. 3. 2011)
« Reply #277 on: March 19, 2011, 07:09:56 pm »
THE MAESTRO
Chapter 7


Song of the Day :

HOW COULD AN ANGEL BREAK MY HEART ?
(Toni Braxton & Babyface)


I heard he sang a lullaby
I heard he sang it from his heart
When I found out thought I would die
Because that lullaby was mine

I heard he sealed it with a kiss
He gently kissed her cherry lips
I found that so hard to believe
Because his kiss belonged to me

How could an angel break my heart
Why didn't he catch my falling star
I wish I didn't wish so hard
Maybe I wished our love apart
How could an angel break my heart

I heard her face was white as rain
Soft as a rose that blooms in May
He keeps her picture in a frame
And when he sleeps he calls her name
I wonder if she makes him smile
The way he used to smile at me
I hope she doesn't make him laugh
Because his laugh belongs to me

How could an angel break my heart
Why didn't he catch my falling star
I wish I didn't wish so hard
Maybe I wish our love apart
How could an angel break my heart
Oh my soul is dying, it's crying
I'm trying to understand
Please help me

How could an angel break my heart
Why didn't he catch my falling star
I wish I didn't wish so hard
Maybe I wished our love apart
How could an angel break my heart


Perhatikan syair lagu di atas, ya....Sist… Kalau bisa download dulu itu lagu. Wewewewewewe


Pagi menjelang. Suasana Lee Manshion begitu tenang dengan cuaca cerah yang merambat di setiap ruang demi ruang yang megah. Sebuah limosin mewah berhenti di depan manshion, lalu turun seorang wanita yang masih sangat cantik di umurnya yang sudah tergolong paruh baya, Victoria Lee.

Pagi ini, Vicky memang sengaja mendatangi Aldian, mengingat pesta ulang tahun Joana nanti malam. Dia berniat membelikan Joana sebuah gaun untuk dikenakan gadis itu di pesta. Dia yakin betul kalau Aldian pasti melupakan perihal gaun itu karena Aldian terlalu sibuk. Tentu saja yang Vicky sambangi pertama kali adalah kamar Joana. Betapa terkajut  dia karena kamar itu kosong.

Saat Vicky berpapasan dengan Mina, dia bertanya,”Dimana Joana, Mina?”

“Ee…, mungkin semalam dia tidak tidur di kamarnya, Nyonya. .. karena kulihat kamarnya masih rapi pagi tadi.”

“Kalau begitu, dimana dia?”

“Entahlah, Nyonya,” jawab Mina.

“Kau ini aneh. Bagaimana mungkin kau tidak tahu dimana momonganmu?” cerca Vicky. “Dimana Aldian,” pertanyaan Vicky beralih tema.

Mina menjawab cepat,”Masih tidur, Nyonya.”

Sontak, Vicky menuju ke kamar Aldian. Tanpa mengetuk terlebih dahulu, dia membuka pintu kamar yang kebetulan tidak terkunci. Vicky terkejut melihat dua orang yang tidur berpelukan di atas ranjang di depannya. Dengan agak heran, dia menepuk bahu Aldian, berusaha membangunkan putranya. “Aldian…, bangun, Sayang,” ujar Vicky lirih.

Aldian membuka mata perlahan. Setengah sadar, dia menatap Ibunya,”O…Oma?”
“Apa yang kau lakukan?” tanya Victoria lirih. Pandangannya beralih pada Joana yang masih terlelap.”Bagaimana mungkin dia tidur di sini?”

Aldian pun menoleh ke Joana.  Vicky menghela nafas. “Aldian…., dia sudah bukan anak kecil lagi. Jangan kau perlakukan seperti itu!”

Agak ragu Aldian menanggapi perkataan Vicky,”Dia… dia takut dengan petir semalam dan….

“Apa pun alasannya Omma tidak suka itu!” potong Vicky.”Araso!”

Aldian mengangguk. Joana terusik mendengar percakapan itu. Perlahan dia menggeliat dan akhirnya membuka mata, pandangannya segera menangkap sosok Victoria.”Halmoni?” panggilnya lirih.

Tatapan tajam Victoria beralih menyendu memandang gadis itu,”A… kau sudah bangun, Joana?”

“Halmoni!” mata Joana terbuka lebar sudah, memeluk Victoria dengan sangat erat. Victoria menikmati perlukan itu sambil mengelus rambut Joana lembut.”Apa yang kau lakukan di sini, Sayang? Kenapa kau tidur di kamar Aldian?”

“Semalam ada petir. Joan takut petir, Halmoni, makanya Joan tidur di sini dengan Oppa.”

Victoria menatap wajah Joana lekat, dengan suara lembut, dia berujar,”Sayang, kau sudah besar sekarang. Jangan lakukan itu.”

“Memangnya kenapa ?”
“Pokoknya tidak boleh!” larang Victoria halus.”Oke! sekarang kau mandi. Kita jalan-jalan, membeli gaun untuk pestamu.”

“Beli gaun ?”

“Ne…, kau pasti belum persiapkan gaun untuk pestamu, kan?”

“Joan bisa pakai baju yang lama,”
“Anhi! Seorang gadis tidak boleh pakai baju lama di pesta ulangtahunnya,”nasihat  Victoria.”Kau harus jadi gadis yang paling cantik di pestamu, Joana. Terutama di depan Dany.”

“Dany? Kenapa harus Dany?” tanya Joana. Aldian hanya bisa menahan nafas. Dia memandang ke arah Vicky. Menggeleng sebagai tanda agar Ibunya tidak mengatakan perihal perjodohan itu pada Joana sekarang.

“Aniyo. Sekarang mandilah… Halmoni tunggu di sini.”

“Araso,” Joana meninggalkan Ibu dan anak itu setelah mencium pipi Aldian. Tatapan heran Victoria mengiringi kepergian gadis itu.

“Aldian!”panggil Vicky.
“Ne, Omma.”
“Sekarang kau harus jaga jarak dengannya,” perintah Vicky. Aldian hanya bisa mengerjapkan mata.

“Oh, ya…Bagaimana dengan Jenifer?” tanya Victoria.
“Kami mencoba berhubungan, Omma,” jawab Aldian.
“Bagus sekali, Aldian.” Seru Vicky gembira.”Omma dan Appa berencana memboyong Joana ke villa kami.”

“B… B.. Bo?” Aldian jadi tergagap mendengar kenyataan itu.
“Tentu saja. Jika kau menikah dengan Jeny, tidak baik jika Joana tetap di sini. Dia harus bersama kami. Aku akan mempersiapkannya sebagai istri Dany.”

“Oma, Oma tidak akan secepat itu menjodohkan mereka, kan?”
“Apanya yang salah? Joana sudah sembilan belas tahun bahkan kau dulu menikahi Alicia waktu berumur dua puluh tahun,” argument Victoria.

Aldian berdehem,”Tapi dulu lain, Omma.”
“Apanya yang lain? Sama saja!” Vicky masih tetap pada pendiriannya.”Sudahlah, Omma akan mengajak Joan ke butik siang ini. Berani taruhan kau pasti belum menyiapkan baju untuk Joan.”

“Aku memang lupa, Omma. Yang ku siapkan hanya pestanya.” Dengan malu Aldian mengaku.”Lalu siapa yang akan memberitahukan pada Joana kalau dia harus pindah ke Villa?”

“Omma yang akan memberitahukannya,” pasti Victoria.

Victoria membawa Joana ke butik langganannya. Perancang busana di butik itu adalah temannya sendiri. Joana kebingungan memilah gaun yang pas untuknya karena menurut perancang semua gaun yang ada di butik cocok. Tentu saja, dengan kulit yang putih mulus, semua warna terlihat mecing di tubuhnya.
“Aku rasa warna merah marun itu cukup indah, sayang.” Saran Victoria.

Gadis di depannya terlihat berpikir,”Tapi kurang ceria, Halmoni. Seperti orang tua saja.”

“Lalu mana yang kamu pilih? Bagaimana dengan yang hijau toscha ini, Joana?”

“Hijau toscha? Apakah cocok untuk pesta di malam hari?” tanya Joana.

“Tentu saja cocok karena warnanya tidak terlalu cerah,” saran dari sang perancang,”Atau mungkin kau bisa memilih warna biru turnbull ini?”

“Biru turnbull ?”

“Biru turnbull tidak terlalu gelap dan tidak terlalu cerah serta cocok dengan kulit mulusnya,” saran sang perancang lagi.
“Ne…,” perkataan sang perancang diamini oleh Victoria,”Untuk rambut, kau bisa menatanya dengan gaya Up do.”

“Anhi, Halmoni. Aku suka jika rambutku digerai. Aku rasa Oppa juga lebih suka jika rambutku digerai,” tolak Joana. Victoria memandangnya dalam. Sesaat dia mendekati Joana dan membelai rambut gadis itu. “Ah, Joana sayang. Kenapa kau harus  memperhatikan kesukaan dan ketidaksukaan Oppamu? Tampillah sesuai yang kau inginkan. Terutama kau harus lebih cantik di depan Dany.”

Joana keheranan. Sudah dua kali Victoria mengucapkan kalimat itu.” Kenapa Joan harus tampil cantik di depan Dany, Halmoni?”

Victoria menyadari kesalahannya. Joana belum tahu sama sekali rencana perjodohan itu.”Aniyo, sudahlah, jangan kau pikirkan,” tukas Victoria sambil menghibaskan tangan agar Joana tidak terlalu ambil pusing. Akhirnya  gadis yang berulang tahun menerima saran perancang akan gaun biru turnbull selutut berpotongan leher rendah itu.

Victoria pun melengkapi penampilan Joana dengan sepatu berwarna senada. Dia betul-betul memastikan agar Joana menjadi yang tercantik di pesta nanti. Tiba-tiba Vicky teringat pada Jenifer, calon menantunya, tanpa sadar dia berucap,”Apa yang akan dipakai Jeny malam nanti?”

Perkataannya itu terdengar Joana. Dengan keheranan gadis itu bertanya,”Jeny?”

Victoria tersenyum dan mengangguk.”Ne, Jeny.”
“Jenifer Son?” serta merta Joana teringat pada foto yang dia temukan. Yang terjatuh dari tas Aldian. Dia yakin benar bahwa di balik foto itu tertulis nama Jenifer Son. “Nugu, Halmoni?”

“Oppamu belum bercerita?” tanya Victoria balik.
“Cerita tentang apa?”
“Jenifer Son, Joana sayang. Calon istri Aldian,” jawab Victoria.
“Calon istri?” terbata-bata Joana bertanya. Tubuh gadis itu lemas tiba-tiba mendengar jawaban Victoria,”Ne.. calon istri Aldian. Harabojimu memperkenalkan mereka dan sepertinya Oppamu mau menjajagi hubungan ini.”

Seketika pula wajah Joana memucat yang membuat Victoria kawatir setengah mati. “Joana, ada apa denganmu. Kenapa kau tiba-tiba pucat?”

“Ani.. Aniyo, Halmoni,” Jawab Joana gugup.
“Oh ya, Jenifer Son juga akan datang di pestamu. Kau bisa berkenalan dengannya nanti. Dia wanita yang baik, Joana. Aku rasa dia juga cocok dengan Oppamu. Kau tidak ingin Oppamu meratapi kematian Unimu seumur hidupnya, bukan? Karena menurut Halmoni, sudah waktunya bagi Oppamu untuk menikah lagi.”

Sekarang perasaan hampalah yang dirasakan Joana. Dia hanya mengangguk enggan dan berucap lirih,”Ne, Halmoni.”
Pesta ulang tahun itu sudah tidak menjadi minatnya lagi.“Halmoni, Kita pulang sekarang, ya?” pinta Joana.
“Oke, Sayang. Kau harus banyak istirahat untuk pestamu, pasti banyak temanmu yang kau undang, bukan?”

“Ne, Halmoni.”

Pesta ulang tahun pun berjalan meriah. Kemegahan JW Mariot menambah kemeriahan pesta. Wajah cantik Joana begitu menawan. Balutan gaun biru turnbull itu menambah keanggunan dirinya. Semua hadirin memandang takjub. Tak terkecuali Aldian, Chintya dan Nicholas.

Dany yang  datang, menyalami Joana dengan mencium punggung tangannya, sekali lagi mengucapkan selamat ulang tahun. Dalam hati Dany tidak bisa mengharapkan Joana lagi. Hati gadis itu sudah  menjadi milik seseorang yang sama sekali tidak Dany ketahui.

Saat kue ulang tahun hadir di tengah pesta, sekoyong-konyong para undangan menyanyikan lagu Happy birthday. Tepuk tangan riuh  ke seluruh ruangan saat lilin ditiup gadis yang berulang tahun. Potongan kue pertama, Joana berikan pada Aldian. “Ini untukmu, Oppa. Orang yang selama ini selalu ada untukku. Sampai kapan pun hanya Oppa-lah yang ada di hatiku.”

Aldian tersenyum mendengarnya lalu mencium pipi Joana kiri dan kanan. Dany yang mendengar perkataan Joana tadi hanya bisa berkerling. Hanya Aldian yang ada di hatinya? Mungkinkah pria itu adalah Aldian? Tapi…. Bagaimana mungkin?

Potongan kue kedua diberikan Joana kepada Mina. “Ini untukmu, Nany. Orang yang selama ini ada untukku. Menunjukkanku mana yang baik dan mana yang buruk. Membimbingku untuk melakukan yang harus dilakukan dan menghindari yang tidak boleh dilakukan. Nany adalah ibu yang tidak pernah aku miliki.”

Mina Im terharu. Penuh kasih sayang, dipeluknya Joana, gadis yang sudah dianggapnya anak sendiri. Suasana mengharubiru itu berganti ceria saat MC memberi tanda akan mengalunnya irama dansa  yang dimulai. Tentu saja banyak namja yang antri mengajak berdansa gadis yang berulang tahun, tapi Joana memandang ke arah lain.

Kini tampaklah di mata Joana, seorang wanita berjalan mendekati Aldian. Hatinya mencelos kecewa saat Aldian mencium wanita itu mesra. Joana bisa menyimpulkan bahwa wanita itu adalah Jenifer Son, wanita yang disebut-sebut Victoria sebagai calon istri Aldian.

Wanita itu bertingkah begitu mesra di depan Aldian. Dia mengapit lengan Aldian.  Tak terasa kaki Joana melangkah mendekati pasangan itu dengan hati terbata-bata dan rapuh. Joana sendiri tidak tahu perasaan apakah itu.  Joana tidak tahu kalau hal itu disebut patah hati. Yang dia tahu saat ini tubuhnya begitu lemas. Bagaikan sebilah pisau menyanyat-sayat hatinya.

Aldian menyadari perhatian Joana. Dia memperkenalkan Jenifer pada Joana. “Joana, perkenalkan ini Jenifer Son, calon istri Oppa.”

Jenifer Son mengulurkan tangan dan menyapa ramah,”Kau pasti Joana Goo, gadis yang berulang tahun. Chukae, Cantik.”

Dengan menata hatinya, Joana menyambut uluran tangan itu. Dia berucap tenang,”Gumawo, Uni.”

Jenifer mengamati wajah Joana. Kekaguman terpancar di pandangan matanya. “Kau cantik sekali Joana.”
“Dia mirip dengan Alicia,” potong Aldian spontan.
“Alicia, almarhumah istrimu?” tebak Jenifer. Pada waktu itulah Joana tahu bahwa Aldian sudah menceritakan dirinya pada Jenifer. Keterpakuan Joana berakhir saat Albert menghampiri mereka. “Hai, Joana, Ayo berdansa! Aku ingin jadi yang pertama berdansa denganmu.”

Tanpa menunggu persetujuan Joana. Albert menarik tangan gadis itu menuju ke lantai dansa. Irama music wals yang romantic, memungkinkan mereka berdansa dengan begitu mesra. Dany yang melihatnya tak habis pusing karena dia tahu Joana tidak memberikan harapan padanya, bahkan mulai menyimpulkan Albert-lah  pria itu.Lain hal dengan Aldian, ada perasaan cemburu dibenaknya. Gadis itu begitu menikmati perlakuan Albert di lantai dansa. Kesedihan Joana akan Jenifer Son menghilang karena Albert adalah orang yang sangat humoris. Albert mampu menghibur Joana yang sedang kalut.

“Mau berdansa, Sayang?” pinta Jenifer pada Aldian. Pria itu menggeleng. Saat pelayan membawa nampan wine, dia mengambil segelas dan menegaknya masih sambil memandang Joana.

Victoria rupanya menyadari kehadiran Jenifer dan memanggilnya. Wanita itu pun segera menghampiri  Harry dan Vicky. Nicholas dan Chintya juga menikmati acara dansa. Mereka mengamati keriangan Joana yang berdansa dengan Albert. Chintya sepertinya juga menyimpulkan bahwa Albert-lah kekasih Joana.”Kau lihat itu, Nicky? Aku rasa kekawatiranmu tidak beralasan. Joana sudah punya pacar dan namja itu adalah pacarnya.”

Nicky menghela nafas. ”Ya… aku rasa juga demikian,” respon Nicky pada pernyataan Chintya. Pandangan mata pria flamboyant itu beralih dari Joana ke Aldian lalu ke Jenifer yang berbincang hangat dengan pasangan Lee.

“Berdansa denganku, Ajhuma?” pinta Danny pada Chintya yang membuat wanita itu tersipu malu. “Well, Danny…, malang sekali nasibmu dicueki gadis yang berulangtahun. Oke… aku temani kamu berdansa.”

Pasangan pun berganti dan Nicky akhirnya punya kebebasan untuk menghampiri Aldian yang masih sibuk dengan wine di tangannya. Membuat dahi Nicky berkernyit, sudah berapa gelas yang ditenggaknya.

Dengan satu tepukkan di bahu, Nicky mampu membuat Aldian yang sibuk mengamati Joana itu melonjak kaget,”Anyong, Sunbae.”

“Ah…, pergi kau!” usir Aldian. Nicky jadi memonyongkan bibir. Rasa penasarannya pada Jenifer menyeruak. “Siapa wanita itu?” tanya Nicky sembari mendongakkan kepala ke arah Jenifer.

“Jenifer Son, calon istriku,” jawab Aldian dengan wajah belingsatan. Sontak Nicky tertawa.
“Mwo? Ada yang aneh?” Aldian bertanya dengan wajah cengo.
“Big surprise tonight!” sontak Nicky. Lalu mengamati Jenifer yang berjarak kira-kira sepuluh kaki di depannya itu.”Hm… bokongnya sih boleh juga tapi wajahnya….

Kalimat Nicky berhenti sebentar. Dia memang selalu gatal untuk mengomentari setiap perempuan yang dilihatnya, jadi Aldian tidak heran saat akhirnya pria itu berkata,”Wajahnya oplas. Bisa kupastikan dia menghabiskan waktu makan siangnya untuk mengunjungi klinik kecantikan yang mampu melakukan bedah aestetika minor. Kau tahu, kan…. Klinik-klinik di Korea bisa melakukannya dalam waktu singkat.

Aldian jadi tertawa mendengar uraian lucu itu. Nicky Cuma bisa geleng-geleng kepala,”Hati-hati dengan yoja semacam itu, guys… karena yang mereka incar adalah uangmu. Walau pun aku tahu, tidak sulit untuk jatuh cinta dengan pria tampan dan kaya sepertimu, but… bisa ku tebak, kau tak perlu susah-susah merayu Jenifer. Tinggal leparkan saja kunci mobil Ferari-mu ke arahnya maka dia akan mengikutimu bagai anak anjing yang penurut.”

Aldian menyeringai, hatinya masih geram dengan ulah Joana. Orang lain di lantai dansa sudah berganti pasangan, tapi gadis itu masih saja asyik dengan Albert. “Dia tidak seburuk itu, Nick. Jenifer anak teman Abojiku. Dia juga lulusan luar negeri.”

Nicky menjetikkan jarinya mendengar pembelaan Aldian.”Lulusan luar negeri? Pantas aku begitu yakin kalau dia sudah tidak perawan.”

Aldian jadi menepuk bahu Nicky.”Apa perduliku dia perawan atau tidak. Toh aku juga sudah duda.”

“ya.. ya… kau duda dan tiba-tiba memutuskan menikahinya. Apa kau melakukan kesalahan yang membuatmu harus bertanggungjawab?”

“Apa maksudmu?”

“Kau tentu tahu maksudku.”
Aldian menggeleng dengan senyuman lebar, tak habis pikir dengan dugaan Nicky.
“Hati-hati, Aldian-ssi… pastikan kau selalu membawa pengaman jika bersamanya. Seperti yang kubilang tadi, wanita itu bisa melakukan apa saja untuk uangmu. Jangan sampai ku mendengar kabar kau terpaksa menikahinya karena dia hamil.”

“Wow, pendapat jujur dari playboy yang berpengalaman,” puji Aldian. Nicky jadi membusungkan dada. Saat pelayan menawarkan wine pada mereka, sekali lagi Aldian mengambil satu gelas dan menegaknya. Wajahnya sudah sangat merah.”Kau tidak mencerca Alicia saat aku memutuskan segera menikah dengannya.”

Nicky menggerak-gerakkan telunjuk di muka Aldian,”Alicia lain, Sobat. Dari wajahnya yang keibuan itu, aku bisa melihat ketulusan hatinya.”

“Lalu apa yang kau sarankan? Kau ingin aku tetap menduda? Aku harus menikah untuk mendapatkan keturunan.”

“Dan kau memilih wanita seperti Jenifer untuk menjadi ibu dari anak-anakmu?” tanya Nicky balik.”Come on, Aldian-ssi. Berani taruhan anakmu tidak akan terurus nanti. Saat kau bangkrut. Wush…

Nicky menggerakkan tangannya bagai pesawat terbang.”Dia pasti akan meninggalkanmu demi pria lain. Saranku adalah…. Selalu sedia pengaman jika bersamanya.”

GUBRAK!!

(Author prov: kalau kalian perhatikan dialog ini, well…. Setidaknya itulah obrolan pria-pria jika saling bertemu. Yang dilihat pria pertama kali dari wanita adalah fisik, Girls….Hahahaha)


Aldian masih menatap Joana yang berdansa dengan Albert dengan pandangan nanar. Nicky tahu itu dan tersenyum saat muncul  akal di kepalanya. Sandiwara yang bagus, Sunbae.

“Kalau aku,sih…,” kata Nicky kemudian.”Wanita yang akan ku pilih untuk menjadi ibu dari anak-anakku adalah tipe-tipe wanita seperti Joana. Wajah keibuan… pipi yang selalu merona… polos… manja.” Nicky mengamati ekspresi wajah Aldian yang jadi agak tersipu mendengar uraiannya tentang Joana.

“Kau tahu, sobat… menurut majalah Cosmo, kita bisa tahu ekspresi wanita saat sedang puas bercinta dengan melihat cara bersinnya. Aku jadi ingin tahu bagaimana cara bersin Joana.”

GUBRAK! (Kali ini author yang roboh. Majalah Cosmo setahuku majalah perempuan, kan? Kok bisa, ya… Nicky baca majalah Cosmo?)

Perkataan Nicky itu membuat wajah Aldian berubah mengeras. “Jauhi Joana!” hardik Aldian.
“Wow.. wow… wow, take it easy, Guys,” respon Nicky atas bentakkan Aldian. Dia menyeringai licik, merasa berhasil meyulut api kecemburuan Aldian.

Aldian  segera menghindari Nicky, tidak mau membuat sobat gilanya itu merasa lebih puas karena berhasil mengombang-ambingkan perasaannya. Nicky tertawa-tawa hingga Chintya menghampirinya dan tawa itu berhenti.

“Nicky,” panggil Chintya. “Bisa antar aku pulang sekarang?”

Nicky jadi keheranan,”Wae? Pesta belum selesai, Chintya.”

“Iya, aku tahu. Tapi tadi siang aku lembur dan besok aku harus bekerja lagi. Aku mohon… Aku harus pulang sekarang untuk tidur. Danny bilang pesta ini sampai larut karena itu antarkan aku pulang,ya?”

“Oke-oke, kita pulang sekarang.”
“Gumawo. Kekasihku,”

Pasangan itu berpamitan dengan Joana dan pasangan Lee. Sedangkan keadaan Aldian semakin kacau. Entah sudah berapa gelas wine yang ditegaknya. Anehnya Aldian Cuma mengamati Joana dari jauh. GAdis itu semakin asyik dengan Albert bahkan mereka berdua menampilkan kepiawaian, berduet piano mengiringi acara dansa.

 Musik sendu pertama-tama mengalun lalu Joana menyanyi dengan keperihan hati yang sebenarnya mewakili perasaannya.” I heard he sang a lullaby… I heard he sang it from his heart ….When I found out thought I would die …Because that lullaby was mine… .”

Teringat kembali oleh Joana saat Aldian dan Jenifer berciuman dan itu membuat lagunya semakin sendu.”I heard he sealed it with a kiss… He gently kissed her cherry lips….I found that so hard to believe….Because his kiss belonged to me.”
Sungguh kenyataan pahit yang harus kuterima, Tuhan. Malam ulang tahunku haruskah berakhir seperti ini?


“How could an angel break my heart …Why didn't he catch my falling star….I wish I didn't wish so hard…Maybe I wished our love apart…How could an angel break my heart….”

Sungguh pasangan yang kompak dalam duet itu. Albert sesekali berlaku sebagai penyanyi latar dan Aldian semakin cemburu. “I heard her face was white as rain… Soft as a rose that blooms in May….He keeps her picture in a frame…And when he sleeps he calls her name….I wonder if she makes him smile….The way he used to smile at me…I hope she doesn't make him laugh….Because his laugh belongs to me.”

Bisa dibilang saat ini Aldian sudah mabuk. Merutuki diri sendiri, bingung dengan perasaan hatinya. Bagaimana mungkin dia harus cemburu, padahal perasaaan itu berusaha dia ingkari? Aldian bahkan tidak perduli saat Jenifer mendekat. “Sayang, kau mabuk?”

Aldian mulai tertawa,”Anhi, aku tidak mabuk, Jeni.” Dia menghibaskan tangannya,”Kau pulanglah sendiri, Jeny. Aku tidak bisa mengantarmu,” kalimat terakhir yang dia ucapkan sebelum meninggalkan acara itu. Jenifer hanya menghela nafas. Hubungan ini masih sangat baru dan dia tidak bisa menuntut Aldian apa pun, bahkan untuk mengantarnya pulang. Dibiarkannya saja Aldian dengan kemauannya itu. 

Alunan piano yang dimainkan Joana dan Albert masih mengalun. “Oh…. my soul… is.. dying, it's crying…I'm trying to… understand…Please help me.”

Sial! Selama ini aku yang mengajarinya bermain piano dan sekarang dia bermain dengan orang lain, umpat Aldian dalam hati. Pikirannya sangat kacau. Alkohol sudah membutakan semuanya.

“How could an angel break my heart …Why didn't he catch my falling star…. I wish I didn't wish so hard ….Maybe I wished our love apart …How could an angel break my heart….

Sesampainya di Lee Manshion, Aldian berjalan terhuyung-huyung. Keadaan Lee manshion begitu sepi  karena semua pelayan terfokus di pesta Joana. Aldian berjalan oleng menaiki tangga. Saat di lantai dua, dia menyenggol guci hingga pecah, pikirannya masih tertuju pada Joana.

Joana… Joana… Joana…

Aldian tersenyum. Sosok Joana muncul di depannya, menghampiri dan melingkarkan tangan kokoh itu ke lehernya. Sesaat Aldian berjalan dengan bimbingan gadis itu, memapahnya menuju kamar. “Kau sangat mabuk, Aldian.”

Aldian menatapnya sendu. Disentuhnya wajah ayu itu,”Sayang… Sayang.” Tiba-tiba dia sangat menginginkan Joana malam ini. Saat ini gadis itu begitu menawan.

“Tidurlah…. Kau akan lebih baik esok hari,” ujar gadis itu saat mereka sampai di kamar Aldian.Gadis itu berniat meninggalkan kamar tapi Aldian menarik lengannya hingga terhempas ke ranjang. Aldian berusaha bangkit. Ditindihnya gadis  yang meronta itu, namun tubuh Aldian terlalu kuat. Dia mencumbu kasar.

“Kau begitu cantik. Sangat cantik. Saranghe… saranghe,” ujarnya masih menindih gadis itu. Aldian benar-benar kalap, satu persatu busana gadis malang itu terkoyak. Rontaan percuma karena Aldian begitu menginginkannya malam ini.  Tubuh di bawahnya semakin lemah, pandangan gadis itu tak bercahaya lagi, begitu pasrah saat Aldian menyalurkan hasratnya. Pria itu begitu bahagia, dia terbuai, tidur kelelahan dengan asa yang meletup-letup di hatinya,”Saranghe, Joana… Saranghe…”

“Bangun, Aldian!” suara Alicia memerintah. Kemurkaan tampak di wajah cantik itu.
“Alicia…?” panggil Aldian keheranan.
“Aku bilang bangun sekarang! Phabo!” cerca Alicia lagi. Aldian terbangun, terkejut mendapati tubuhnya yang polos, di sampingnya seorang wanita telanjang duduk membelakanginya dan dari gerakan  bahu yang turun naik, Aldian mampu menyimpulkan bahwa wanita itu sedang menangis.

Hati Aldian begitu perih. Terjadi sesuatu.., dia yakin itu. Ya, Tuhan… Ini tidak mungkin. Aku menodai Joana. Lengannya terulur, agak ragu dengan yang akan dilakukan.

“Joana…,”

Gadis itu masih terisak, namun panggilan Aldian membuatnya menoleh. Aldian terkesiap melihatnya.”Chin… Chin… Chintya?”


BERSAMBUNG


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

minsunlover

  • Guest
Re: THE MAESTRO chapter 7 (19. 3. 2011)
« Reply #278 on: March 19, 2011, 09:31:58 pm »
OMO???????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

CHINTYA??????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]

Hadoooooooooooooooooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh....ini mah malah akan jadi makin rumiiiittttttttttttt  [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns]  [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead

Padahal tadinya gw pikir itu Joana  [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 7 (19. 3. 2011)
« Reply #279 on: March 20, 2011, 02:05:39 am »
OMO???????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

CHINTYA??????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]

Hadoooooooooooooooooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh....ini mah malah akan jadi makin rumiiiittttttttttttt  [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns]  [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead banghead

Padahal tadinya gw pikir itu Joana  [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]
hahaha, kalau joana, malah kasihan,ntar...
q malah gak rela lo aldian memperkosa joana.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 7 (19. 3. 2011)
« Reply #280 on: March 20, 2011, 05:08:14 am »
Hahaha Nicky ,, licik juga ya .. Mau ngehasut aldian biar dia nyadarin persaannya sama joana , ckckck cara bicaranya itu sok2 kaya playboy
aldian ... Hammer2 kenapa musti mabuk sih ??? Bener kata kak sisi , aku juga gak ikhlas kalo joana diperkosa ma aldian coz aldian aja belum yakin sama perasaan cintanya ke joana kali aja aldian cuma pake nafsu ketika ngelakuinnya . Next , jadi penasaran ngeliat reaksi nicky kalo tau pacarnya di perkosa saudara sendiri ckckck thanks kak dah diupdate

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 7 (19. 3. 2011)
« Reply #281 on: March 20, 2011, 05:56:00 am »
Hahaha Nicky ,, licik juga ya .. Mau ngehasut aldian biar dia nyadarin persaannya sama joana , ckckck cara bicaranya itu sok2 kaya playboy
aldian ... Hammer2 kenapa musti mabuk sih ??? Bener kata kak sisi , aku juga gak ikhlas kalo joana diperkosa ma aldian coz aldian aja belum yakin sama perasaan cintanya ke joana kali aja aldian cuma pake nafsu ketika ngelakuinnya . Next , jadi penasaran ngeliat reaksi nicky kalo tau pacarnya di perkosa saudara sendiri ckckck thanks kak dah diupdate

nicky gak bakal tau, yg tau kejadian ni nanti cuma 3 org saja, dan org ketiga itu sudah pasti bukan joana


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 7 (19. 3. 2011)
« Reply #282 on: March 20, 2011, 06:47:59 am »
Trims ya Sisicia udah ngapdet yg ini  [lovestruck]. Tp gemes banget... Kok Aldian malah tidur ama Chintya? OmG... Gawat dunk. Tambah rumit aja hidupnua Aldian. Mana dia jadinya terlibat ama 3 org cewe sekaligus. Huaaaah... Rumit....

Ditunggu ya updet lanjutannya... [lovestruck]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 7 (19. 3. 2011)
« Reply #283 on: March 20, 2011, 08:32:45 am »
Trims ya Sisicia udah ngapdet yg ini  [lovestruck]. Tp gemes banget... Kok Aldian malah tidur ama Chintya? OmG... Gawat dunk. Tambah rumit aja hidupnua Aldian. Mana dia jadinya terlibat ama 3 org cewe sekaligus. Huaaaah... Rumit....

Ditunggu ya updet lanjutannya... [lovestruck]

mungkin aldian menganut paham poligami
« Last Edit: March 20, 2011, 09:50:53 am by sisicia »


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: THE MAESTRO chapter 6 (13. 3. 2011)
« Reply #284 on: March 20, 2011, 09:07:42 am »
cah'elaa....bobo bareng,,, [drool] [drool] apa g ada yg jebol tar  whistling whistling sisi..masi pendek itu!!! hammer2

kak moow suka banget aku liat siggy-nya jadi kangen Minsun  [biggrin]
sisi baca dulu...tar coment [hmff]
winda,,thanks dear [lovestruck] iya MinSun emang suka ngangenin!!!! [biggrin] #loh ngobrolnya jadi d'tret sisi..lirik2 sisi [hmpfh]

Love you more than I can say