Author Topic: SECRET RAINBOW, colab by me, voldi and itaraya--> Green : Part 4, 6 August 2011  (Read 16024 times)

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Makasi ya atas apdetannya...

Ashley kok jahat sekali yak? Dia mau memperkosa Eryn ya? Dasar otak mesum jg tu dia, ga bisa tahan napsu. Untung ada bang Gavin jd penyelamat.

Eros dgn Joe gmana tu tanggapannya? Jgn2 mereka masi maapin Ashley dan tetap jadiin dia calon mantunya. Idiiih...

Ditunggu updetannya lagi yak...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Makasi ya atas apdetannya...

Ashley kok jahat sekali yak? Dia mau memperkosa Eryn ya? Dasar otak mesum jg tu dia, ga bisa tahan napsu. Untung ada bang Gavin jd penyelamat.

Eros dgn Joe gmana tu tanggapannya? Jgn2 mereka masi maapin Ashley dan tetap jadiin dia calon mantunya. Idiiih...

Ditunggu updetannya lagi yak...
nggak akan kok. setelah melacak dan mengetahuk niat buruk Ashley, Eros tdk akan memaafkannya. kan sama aja dgn menyimpan musuh dlm selimut [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
update ya,penasaran dgn masa lalu gavin.
[/size][/color][/b]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
update ya,penasaran dgn masa lalu gavin.
katanya lebih tragis dr minchan ya???cry..
[/size][/color][/b]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
update ya,penasaran dgn masa lalu gavin.
katanya lebih tragis dr minchan ya???cry..
iya emang lebih tragis [sweat] [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
update ya,penasaran dgn masa lalu gavin.
katanya lebih tragis dr minchan ya???cry..
iya emang lebih tragis [sweat] [sweat]

Gavin korban kejahatan keluarga kim bukan sih mam, maksud ane keluarga gavin dibantai abis trus si Gavin trauma and diangkat deh ama tuan besar Kim #reader sotoy [hmpfh]

mami , sekrang giliran mak LUD ya aka Ita [hmpfh], ayo buruan up date my Ice Man , jangan dikekepin sendiri mulu [head break] [head break] [guns] [guns] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile


SECRET RAINBOW
A 2011 MinSun Fanfiction Colaboration by Lovelyn & Itaraya
Green : Part 4


Sesaat Eros Kim terdiam menatap tubuh mungil Eryn yang mulai bergetar kencang di sudut tempat tidurnya. Pupil mata Eros Kim mengecil kala tampak sejuntai sobek gaun putih Eryn yang di tarik secara paksa, sontak lirik mata Eros Kim langsung mengarah tajam ke Ashly yang tertunduk lemah di sudut ruangan itu.

PLAK...

“Apa yang telah kau lakukan pada putriku?” ucap Eros Kim geram ke dua tangannya mencengkram kuat kerah baju Ashly, hingga membuat pemuda itu terdorong ke dinding.

“Sa.. saya tidak melakukan apa-apa om” ucapnya Ashly berkelit, tidak terima jawaban Ashly yang seadanya, hinga membuat Eros Kim makin naik pitam.
Dengan sangat kuat Eros Kim hempaskannya tubuh Ashly hingga pemuda itu tersungkur di lantai.

“Appa.. apa yang kau lakukan” sergah Joe mencengkram ke dua lengan Eros Kim yang akan mendekati ashly.

“Lepaskan” sentak Eros Kim keras, hinggga membuat Joe mundur selangkah. Dengan tampang emosinya Eros Kim menghampiri Ashly yang berusaha bangun dari keterpurukannya. Belum juga Ashly dapat berdiri sempurna, secara tiba-tiba dengan sangat kasarnya Eros Kim mendorong tubuh jangkung Ashly keluar dari kamar Eryn, hingga membuat tubuh Ashly terbentur ke dinding.

“Jika ku lihat lagi kau mendekati putriku... ku pastikan besok kau sudah tidak bernyawa lagi, arreso “ ancam Eros Kim, tangan kanannya memberikan perintah kepada dua bodyguard yang berdiri di ambang pintu kamar Eryn untuk mengusir Ashly dari kediaman Kim.


Dengan langkah lunglai Eros kembali memasuki kamar Eryn, dengan nafas terengah-engah di pandangnya nanar tubuh mungil Eryn yang masih bergetar akibat isakan tangisnya yang belum terhenti.

“Apa yang terjadi dengan nuna appa?” tanya Joe dengan tanpang bodohnya, namun tidak sedikitpun kalimat keluar dari mulut Eros, hanya lirikkan tajam dari sudut matanya hingga membuat Joe nyelonong begitu saja keluar dari kamar Eryn.

“Ern-ssi, putriku apa kau baik-baik saja?” tanya Eros Kim menghampiri Eryn, Gavin menggeser posisinya saat Eros Kim, bertelut di samping tempat tidur Eryn.

Eryn tidak mejawab pertanyaan Eros Kim, namun isak tangisnya kian mengencang kala diingatnya kejadian beberapa menit yang lalu. Pemuda yang di anggap paling baik, penyayang dan pendamping hidupnya kelak, tega melakukan pelecehan terhadap dirinya.

Perlahan Eros Kim meraih tangan Eryn, namun dengan cepat gadis bertubuh mungil itu menghempaskan tangan Eros Kim secara paksa. “Tinggalkan aku sendiri” bentak Eryn di sela-sela isak tangisnya, mendengar perkataan Eryn sontak membuat Eros Kim mengernyitkan dahinya

Gavin yang melihat hal itu hanya menarik nafas pelan, pemuda berwajah dingin ini tahu betapa hancurnya hati Eryn saat ini mengingat akan perlakuan Ashly.Tanpa di sadari kedua tangannya terkepal keras.

Ke dua tangan Eros Kim bersitumpuh di atas pembaringan Eryn, perlahan berdiri dengan kepala tertunduk dalam. Mata tajam Gavin sekilas melirik Eros Kim, jelas tampak raut kekecewaan di wajah Eros Kim, akan penolakan yang di terimanya dari Eryn.
“Baiklah, appa akan keluar jika itu bisa membuatmu tenang” ucap Eros Kim dengan hembusan nafas beratnya.

“Appa akan memerintahkan pelayan membantumu merapikan diri” ucap Eros Kim tanpa sedikitpun melihat ke Eryn. Langkah Eros Kim sedikit goyah, berat baginya jika harus membiarkan Eryn sendiri dalam kondisi terguncang. Dan Eros Kim tahu betul, ini semua akibat kesalahannya memaksa putrinya untuk bertunangan dengan Ashly.

“Gav” ujar Eros kim pelan, bahasa tubuh Eros Kim mengisyaratkan agar pemuda itu ikut keluar bersamanya.

Gavin mengamini maksud Eros Kim, tubuh jangkungnya berbalik menghadap Eryn, di tatapnya pilu Eryn yang masih setia mendekap tubuhnya dengan kedua kakinya, rasa ingin menjaga dan melindungi Eryn pupus kala hati nuraninya mengingatkan posisinya saat ini.
Hanya anggukkan kepala pelan dengan cepat Gavin membalikan tubuhnya, baru satu tapak kakinya melangkah, Gavin merasakan lilitan tangan mendekap pinggangnya hingga membuat langkahnya terhenti.

“Tidak... Gav, jangan tinggalkan aku sendiri” pekik Eryn, dekapan tangannya makin di perkencang di pinggang Gavin.
Eros Kim yang melihat adegan itu hanya mampu menggeleng lemah, langkah lebarnya menghampiri Eryn yang masih mendekap pinggang Gavin.

“Ern, appa akan suruh seseorang menemanimu” ucap Eros Kim sambil membelai lembut puncak kepala Eryn.

“Andwe... Gav, ku mohon temani aku” keluh Eryn sambil mendangakkan kepalanyanya berharap pemuda ini menuruti keinginannya, mata sembab Eryn menatap lekat wajah Gavin, namun pemuda bertampang dingin ini hanya diam mematung.

Dari sudut matanya Gavin sekilas melirik kearah Eros yang juga sedang menatapnya tajam, “sampai kapan kau akan membiarkan putrimu tersiksa seperti ini, Eros Kim” guman Gavin lirih. Sesaat kemudian Gavin menglihkan pandangannya ke Eryn, untuk sesaat mereka saling menatap.“Main” ucap Gavin pelan perlahan tangannya melepasakan dekapan tangan Eryn dari pinggangnya, dan berlalu begitu saja dari pandangan Eryn tanpa isakan tangis Eryn.

"Gavin..." pakik Eryn dengan isak tangisnya yang makin kencang.

Langkah Gavin terhenti tepat di bibir pintu kala pekikan Eryn menusuk kalbunya, rahangnya terkatup kencang dan kedua tangannya terkepal semakin kuat di saku celananya. Ingin rasanya dia memberontak terhadap Eros Kim, namun niat itu di urungkannya.

Untuk kesekian kalinya Eros Kim hanya mampu menggeleng lemah, tidak di sangka begitu besarnyakah pengaruh Gavin dalam diri Eryn. Demi membut Eryn tenang, dengan berat hati Eros Kim menghampiri Gavin yang masih terdiam di bibir pintu.

“Untuk saat ini kau boleh menemaninya, hingga Eryn merasa tenang. Hanya untuk saat ini saja Gav, tidak lebih” ujar Eros Kim dengan penuh wibawa di sertai seringai liciknya menatap Gavin hinggga berlalu dari ruangan tersebut.

“Agashi” ucapnya sangat teramat pelan, entah apa Eryn mendengar ucapannya atau tidak namun pandangan matanya tidak lepas dari seonggok tubuh Eryn yang masih bergetar pelan.

“Gav” seru Eryn dengan cepat tubuh mungilnya berada dalam mendekap tubuh atletis Gavin, hampir 20 menit lamanya Eryn mendekap tubuh Gavin hingga dirinya tertidur di dalam dekapan pemuda itu.

Dengan pelan Gavin membaringkan tubuh Eryn di pembaringan, sangat lembut Gavin menghapus sisa-sisa air mata yang membasahi pipi putih Eryn. Ada seulas senyum tipis terpampang di wajah Gavin, entah apa maksud dari pemuda yang jarang mengumbar senyum ini. Nmun hatinya bahagia, gadis di hadapannya saat ini adalah gadis yang bebas tanpa ikatan apapun dan dengan siapapun.

Entah karna rasa bahagianya reflek Gavin mengecup dahi Eryn, dengan susah payah Gavin menelan air liurnya kala mata elangnya berpapasan dengan bibir mungil Eryn.
Sebuah cekupan lembut mendarat tepat di bibir Eryn, perlahan Gavin memejamkan matanya saat pautan bibirnya melumat pelan bibir bawah Eryn, hanya sesaat saja karna apa yang di lakukannya saat ini adalah sebuah tindakan yang di luar kendalinya.

____@@____

Pagi nan cerah kala sang surya perlahan mulai nenunjukan kekuasaannya terhadap mahkluk bumi, Kicauan burung silih berganti mengawali Pagi hari yang indah di awal musim panas di kota Seoul.

Seminggu sejak kejadian yang memalukan yang menimpa dirinya, Eryn lebih banyak menghabis waktunya mengurung diri di kamar . Selagi lampu hijau dari Eros Kim masih menyala dengan senang tiasa Gavin menemani Eryn, dan Gavin selalu menjadi orang yang pertama di lihat Eryn saat dirinya terbangun dari tidur.

Namun tidak untuk pagi ini, saat panca indranya dengan susah payah di bukannya untuk mencari sosok jangkung itu. Reflek tubuh Eryn terduduk di pembaringan, di pertajam penglihatannya untuk mencari sosok itu tapi tidak di jumpainya.

Dengan sigap Eryn berlari ke arah pintu kamar berharap secret rainbownya ada di luar sana, pupus sudah harapan saat mata bulatnya bersitubruk dengan dua sosok pria berbadan besar yang berdiri tegak menghadap ke pintu kamarnya.

“Annyeong agashi” sapa dari salah satu bodyguard itu.
Eryn hanya mengaguk pelan menjawab sapaan itu, matanya sibuk mencari sosok gavin di lorong yang menghubungkan setiap ruangan di lantai dua tersebut.

“Apa yang agashi cari?” tanya bodyguard berkepala plontos tersebut.

“Gavin, kau melihatnya? Tanya Eryn penuh selidik.

“Oh, pagi ini Tuan Joen ijin untuk menyelesaikan sesuatu!. Kami di tugaskan menjaga agashi selama tuan Joen pergi” jawab pengawal itu dengan lantang, mendengar penjelasan sang bodyguard Eryn hanya mampu tertunduk lemah.

Langkahnya di seret pelan menuruni tiap anak tangga, “Kenapa dia tidak memberi tahuku akan kepergiannya hari ini” ucap Eryn pelan.

“Tuan Kim dan tuan muda Jo sudah berangkat kerja, agashi” seru pria bertubuh gembul itu, kala di lihatnya Eryn melirik ke dalam ruang kerja Eros Kim.

“Siapa yang bertanya tentang mereka” ucap Eryn berkilah, seakan-akan pengawal itu tahu apa yang ada di pikiran Erny saat ini. Sambil memeletkan lidahnya Eryn melangkah ke arah pintu utama kim mainson, belum juga sempat tangannya meraih grendel pintu secara tiba-tiba pintu yang terbuat dari kayu mahoni tersebut di dombrak secara paksa, hingga membuat gadis tertubuh mungil tersebut terpelanting beberapa langkah.

Dengan gerakan yang sangat cepat sepeluh orang berpakaian hitam-hitam yang mengenakan penutup di wajah mereka memasuki kediaman Kim.

Dengan sangat mudah meringkus ke dua bodyguard yang tidak siap dengan serangan yang secara tiba-tiba itu, Eryn yang melihat kejadian yang menimpa ke dua bodyguard tersebut hanya mampu merepatkan dirinya ke dinding.
Tubuh mungilnya mulai gemetar, berharap para penyerang itu tidak mengincar dirinya, namun sial dua di antara penyerang tersebut berlahan mendekati dirinya.

Tanpa berpikir lama Eryn berlari ke arah tangga, namun naas bagi Eryn tubuh mungilnya sudah ada di dalam dekapan pria tersebut. Dengan sekuat tega Eryn meronta di dalam dekapan pria bercadar itu, takut aksi mereka tertangkap basah. Salah satu di antara penyerangan tersebut membekap mulut Eryn dengan sapu tangan yang sudah di bubuhi obat bius, dan dalam hitungan detik tubuh Eryn terkulai lemah di dalam dekapan penyerang itu.

Lain halnya dengan nasib ke dua bodyguard tersebut. Ke dua tangan, kaki dan tubuh mereka di ikat menjadi satu. Mulut mereka di sekap sehingga tidak dapat melakukan perlawanan lagi.
Salah satu penyerang tersebut memberikan aba-aba dengan menjentikan jarinya bahwa target sudah masuk dalam perangkap, secara cepat mereka keluar dari Kim mainson dengan membawa serta Eryn yang sudah terkulai pingsan.

Salah satu di antar penyerang itu menghampiri ke dua bodyguard Eros Kim, menyelipkan secari kertas di antara tubuh ke dua bodyguard yang terikat tersebut.

“Sampaikan ini pada tuan Joen, jika ingin melihat gadis itu hidup” perintahnya sambil memukul pelan pipi bodyguard berkepala plontos itu.

____@@____

Sang surya perlahan mulai menutup dirinya di balik awan-awan yang tebal, kala senja mulai beranjak naik di cakrawala.

Gavin melaju kendaraan dengan kecepatan penuh, perasaan hatinya gelisa untuk suatu hal yang dia juga tidak tahu apa penyebabnya. Hanya satu harapannya agar secepat mungkin tiba di kim mainson.

Dengan langkah lebar Gavin memasuki beranda Kim mainson, alisnya terkernyit saat di lihatnya pintu utama itu terbuka lebar. Gavin merasakan suatu hal yang janggal telah terjadi, dengan mengendap-endap dan penuh waspada Gavin memasuki ruang utama Kim mainson.
Matanya terbelalak kala di lihatnya tubuh ke dua bodyguard itu tersimpul oleh tali dan mulut mereka terpelester, dengan cepat Gavin menghampiri ke duanya, dan melepaskan lilitan tali yang melingkari tubuh ke duanya.

“Apa yang terjadi” tanyanya panik, namun belum juga kedua bodyguard itu sempat berkata-kata, “Eryn” Gavin berlalu begitu saja dari hadapan keduanya  hingga membuat ke dua bodyguard itu saling menatap.

Rona wajah panik terpampang jelas di wajah Gavin, langkah lebarnya melalui setiap dua tapak anak tangga hampir membuat tubuh jangkungnya goyah, takala di dengarnya seruan dari salah satu bodyguard itu.

“Mereka meninggalkan sebuah pesan untukmu” ucap bodyguard itu menghampiri Gavin yang terdiam di ujung anak tangga terakhir.
Mata tajamnya mengamati secari kertas yang masih terlipat rapih itu membolak balikkannya sesat, sepintas pikiran negatif bernari indah di benak Gavin, membayangkan  hal buruk yang akan menimpa Eryn hingga membuat kedua rahangnya  bergemerutuk keras. Dengan sangat telitinya Gavin membca setiap kata-kata di dalam surat itu.

TUAN JOEN, JIKA INGIN MELIHAT GADIS INI DALAM KEADAAN HIDUP SEGERA TEMUI SAYA DI ALAMAT INI

Uiwang street no.18 gyeonggido (asbak lol)
   
                              Anonymous

____@@____
Tanpa berpikir lama Gavin berlari keluar dari Kim mainson, melaju kendaraan roda empatnya dengan kecepatan penuh membelah hiruk pikuk jalan di kota seoul.
Bola matanya bergerak kiri ke kanan mengamati setiap nama jalan yang di berpapasan dengan indra penglihatannya.

Ternyata bukan hal yang mudah baginya untuk menemukan alamat orang tersebut, beberapa saat kemudian Gavin melaju pelan mobilnya kala alamat yang di tujunya ada di depan mata sebuah rumah tua yang sangat besar dengan di kelilingi tembok sebagai pembatasnya, dari dalam mobil Gavin mengamati situasi bangunan rumah itu.
Dia harus waspada akan tindakan yang akan di ambilnya, jika ingin Eryn selamat dari orang tersebut.

Dengan sangat tenangnya Gavin berjalan memasuki pelataran rumah tua, tanpa di sadari oleh Gavin sepasang mata mengawasi setiap gerakannya, ada senyum puas terpasang di wajah pria itu kala Gavin tiba di pintu utama rumah tersebut.

Tok...tok..

Pintu rumah itu perlahan terbuka lebar, dengan tertatih-tatih seorang pria separuh baya datang menghampiri Gavin, sepertinya pria ini sudah tahu akan kedatangan dirinya.
pria tua bertubuh bungkuk itu sedikit menurunkan posisi tubuhnya, sambil merentangkan tangan kanannya laksana mempersilahkan sang tamu untuk masuk kedalam. Gavin yang masih terdiam di posisinya tersentak saatdeheman kecil dari pria bungkuk itu menyadarkan akan niatannya sebelumnya.

“Di mana Eryn, di mana kau sembunyikan dia?”cerca Gavin dengan paniknya seraya mendorong pria tua itu.

“Tenang doronim, gadis itu dalam keadaan baik, anda tidak perlu kuatir !”

Gavin memiringkan kepalanya mencari asal suara tersebut, sosok pria itu turun menapaki setiap anak tangga dengan penuh wibawa. Gavin sedikit memicingkan matanya, sepertinya pria ini pernah di jumpai olehnya.

“Kau... kau adalah orang yang waktu itu menolongku?” tanyanya sedikit ragu.

“Ne, doronim. Anda benar” jawab pria itu dengan tenangnya, perlahan pria itu mendekati Gavin sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat. Gavin merasa canggung akan sikap yang di pertunjukan pria ini, tapi dia tahu pria inilah yang telah menculik Eryn.

“Apa maksud perkataanmu, di mana kau sembunyikan Eryn?” sergah Gavin cepat, namun pria itu hanya menyeringai tipis merespon pertanyaan Gavin. merasa dirinya di acuhkan dengan cepat Gavin mendorong tubuh pria itu ke dinding “Sekali lagi ku tanya, di mana Eryn” pekik Gavin lantang, hampir saja sebuah pukulan keras dari Gavin melayang di wajah pria itu, jika saja pengawal pria misterius itu tidak melerai Gavin.


"Seperti yang saya bilang doronim, gadis itu baik-baik saja" jawabnya masih dengan seringai tipisnya.

“Kenapa kau memanggilku dengan sebutan doronim?” ucap Gavin ketus, sambil menghardik lengannya yang masih dalam cengkraman ke dua pengawal itu.

“Saya akan ceritakan semuanya kepada doronim, mari ikuti saya !” serunya sambil berjalan meninggalkan Gavin yang memandangnya sinis.

____@@____

“Silahkan Doronim” ujarnya pelan.

Gavin mendengus pelan, tatapan sinisnya masih mengarah telak ke wajah pria misterius itu saat mereka saling berpapasan di bibir pintu.
langkah pertama Gavin saat memasuki ruang kerja pria ini, kala mata elangnya terkesima akan sebuah lukisan besar yang menggantung di sudut ruangan. Bak magnet yang menariknya untuk lebih mengamati lukisan itu, sebuah lukisan di mana seorang pria dengan jas hitamnya duduk dengan penuh kharisma dan seorang wanita dengan paras ayu yang sedang memangku seorang anak laki-laki kecil.

“Lukisan keluarga bahagia” gumam Gavin pelan, tanpa mengalihkan sedikit pun pandangannyanya.

“Ya, akan jadi keluarga yang bahagia, jika saja maut tidak merenggut mereka” ucap pria itu dengan nada suara bergetar.

“Mwo, wegude?” tanya Gavin sambil mengalihkan pandangannya ke pria misterius itu yang sedang tertunduk dalam.

“Karna ketamakan dan keserakahan seseorang akan harta, dia rela menghancurkan dan merenggut nyawa keluarga ini” jawabnya dengan penuh emosi.

“Jadi ketiga orang itu sudah meninggal?” tanya Gavin antusias

“Anhio” sahutnya dengan gelengan kepala lemah, tatapan matanya pilu menatap Gavin.

“Lalu, siapa di antara mereka yang masih hidup?”

“Laki-laki kecil yang ada di dalam pangkuan wanita itu” sahutnya, dengan senyum kecut menatap lukisan itu.

“Oh.., di mana bocah kecil itu sekarang?” tanya Gavin penasaran menatap lekat lukisan bocah itu. Keheningan sesaat terasa di ruangan itu, hanya tarikan dan hembusan nafas dari pria misterius ini yang terdengar, dari sudut matanya sekilas Gavin melirik pria itu.
Wajah pria itu di selimuti duka, emosi dan dendam akan suatu hal atau tepatnya seseorang.

“Bocah kecil itu... Dia berdiri tepat di samping saya saat ini” sahutnya pelan, yang sontak membuat Gavin membelalakan matanya ke arah pria itu.

“Pria dan wanita yang ada di lukisan itu adalah majikan saya, orang tua kandung doronim” ucapnya menyakinkan, Gavin mengeleng keras perkataan pria itu bak petir di siang hari yang menyambar gendang telinganya.

“Tidak mungkin” pikik Gavin, Tubuh jangkungnya goyah dan hampir jatuh lunglai, karena lututnya mendadak lemas  tidak percaya akan perkataan pria itu.

“Doronim, apa yang saya katakan adalah kebenar, bukan hanya isapan jempol semata” serunya mencengkram kuat lengan Gavin berusaha meyakinkan pemuda ini tentang jati dirinya yang sebenarnya.



TBC



Author Note :
mian tuk keterlambatan part ini, bukan mksd memperlama krn krjan yg lagi banyak gw minta free post-in di grup.
mian klo part ini agak bertele2 dan gak sesuai dari part sebelumnya...maaf klo ada kekurangan dalam pengetikan dan pengejakan kalimatnya..belum sempat di edit!
Mami thanks tuk idenya, but mian klo gak sesuai dengan harapan mami.^.^



‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
dehhhhh....ada yg mulai peyuk2an n kecup2an,..smg kedepannya hub gav n eryn lbh bnyk peningkatan...uda jgn pedulikan eros kim yg penting kalian berdua saling cinta...omg tragis amat nasib ortu gavin,jgn2 ortunya gavin dibunuh ama kel eryn...next siapa ya mami ato si vovol???... [smiley-dance013]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
dehhhhh....ada yg mulai peyuk2an n kecup2an,..smg kedepannya hub gav n eryn lbh bnyk peningkatan...uda jgn pedulikan eros kim yg penting kalian berdua saling cinta...omg tragis amat nasib ortu gavin,jgn2 ortunya gavin dibunuh ama kel eryn...next siapa ya mami ato si vovol???... [smiley-dance013]
next gw, si vovol dah mengundurkan diri dr ff ini.  jd utk ke depannya, gw ama ita yg update,, thanks [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
thank u dah update,setelah penantian panjang [smiley-gen013] [smiley-gen013]

like this chap soalnya Gavin dah mulai berani,bukan cipika cipiki tapi langsung tepat sasaran walau cuma skilas. [hmpfh]
Gak nyangka Eros bakal berbuat kasar ma ashley hahahaha kasian de lu!!!Ashley dah nyerah or aksinya masih lanjut??.
Mulai terkuak masa lalu Gavin,walau mungkin belum semuanya ya?kenapa Gavin gak di bunuh aja bareng ortunya dulu,sapa yang nyelamatin [what].Gavin percaya gak ma cerita si bapak tua itu??trus kenapa buat bertemu Gavin,harus nyulik eryn dulu,apa pria itu tahu bahwa erynn sangat penting buat gavin??next chap gilingan mami ya,,kisah kasih gavin cool n eryn lebih banyak lagi ya [biggrin]
[/size][/color][/b]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
tuh kan... gavin tuh anak orang kaya... benar kan tebakanku  [hmpfh] [hmpfh]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
tuh kan... gavin tuh anak orang kaya... benar kan tebakanku  [hmpfh] [hmpfh]
yg benar, 'BEKAS ANAK ORG KAYA',, tbkan lu salah tuh [nono] [hmpfh] [devil2]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Siapa orang misterius itu??? Ada apa sih hubungan antara orang tuanya Gavin dan Eryn??? Eryn kecilnya tidak diasuh ama ayahnya. Sementara Gavin juga udah dipisahkan dari orang tuanya....SUPER MISTERIUS...ta;i ada benang merah yang menghubungkan Gavin dan Eryn....Apakah itu... [what] [what]...

Jangan lama2 dunk girls updetannya....kan jadi penasarannn...

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
mas cool Gavin dh d update...gumawo,sist.Ita & mami [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] (jg gumawo buat sist.Free [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck])

akhirnya chap kali ini,om Eros terbebas dr [hammer] [hmpfh],krn tlh memperlihatkn perhatiannya pd Eryn & kemarahan pd si Ashly (Ashly,nih buatmu [head break] [fighting] [guns]),jg krn om Eros dh membolehkn mas Gavin yg cool buat menghibur hati Eryn yg lg sedih (tp krn om Eros msh sempet ngasih seringai licik ke Gavin,om Eros msh berhak dpt [hammer] dr diriku...jd om Eros gak bener2 bebas,donk [hmpfh])

aw...aw...aw...mas cool Gavin dh berani nyuri2 kecupan dr neng Eryn ya [AddEmoticons04231]...sering2 aja mas Gavin,klo perlu nyipoknya pas Eryn lg bangun,pasti mantap [AddEmoticons04246] [hmff]


tp blm lg berkembang lbh jauh hubungannya,Eryn mlh jd korban penculikan (tp Eryn gak terancam bahaya kn???)...masa lalu Gavin jg sedikit2 mulai terungkap...tragis bener,kasian Gavin [AddEmoticons04284]...apakh nasib malang kluarga Gavin i2 krn ulah om Eros??? (lg2 om Eros gw curigain [hmpfh])...klo bener ada sangkut-pautnya dgn kluarga Eryn,apakh Gavin gak jd dendam sm kluarga i2???

mami,HWAITING [AddEmoticons04262]...krn chap slanjutnya brada dlm kekuasaanmu (halah...bahasaku [hmpfh])

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
 [guns] [guns] hammer2 hammer2 [whip] [whip] buat si ashley! lu kagak mikir ye? rasain,, itu imbalan yang kurang masihan! dasar mesum. lol
tapi gagallah berkat pahlawan bertopeng kita jeon gavin,, [clap] [clap] yang akhirnya ada kecup kening n bibir, lol  [laughing]
gavin ever have happy family. jgn2 keluarga tamak itu keluarga eros kim? oh no!  [nono] 
karena orangtua gavin mati akhirnya eros ngerawat tuh gavin ampe gede??? iya kah mami love??  [wacko] [wacko] hadeuhh eryn bang gavin kagak bakalan ninggalin kamu kok,,  [hmpfh]