Additional Cast
Masa depan siapapun tidak bisa menduganya, Karena nasib sudah ditentukan sejak awal.
Pada tahun 429-495 SM di saat Athena dalam masa keemasan Kaisar Pericles,
tersebutlah di puncak Bukit Acropolis tepatnya di Istana Dewi Kebijaksanaan Athena para Dewa sedang berkumpul
karena lahirnya seorang anak Dewa dari rusuk Sang Dewi Takdir (Moirae) .
Mereka bersepakat bayi Dewa yang baru lahir itu akan dilengkapi dengan kemampuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya sesuai dengan kemampuan masing-masing :
Di antara dewa-dewa yang hadir adalah :
-- Dewi Musim Horae yang penyendiri --
-- Dewa Keberuntungan Tikhe yang gagah berani --
-- Dewa Kemenangan Nike yang bersifat tidak mengalahkan --
-- Dewi Perselisihan Eris yang pemberontak --
-- Dewa Angin Nerehis yang hembusan anginnya membinasakan hidup --
-- Dewa Pembalasan Nemesis yang bersifat menghancurkan --
-- Dewi Masa Muda Hebe, yang tak akan menua --
-- Dewi Cinta dan Keanggunan Charis yang tenang dan menghanyutkan.
-- Dewi Pemikat Leithya yang berambut hitam menawan --
-- Dewi Kesuburan Ghaia, yang penuh wibawa dan berkharisma.
-- Dewa Pengobatan Asklepios yang tidak meracuni jiwa --
-- Dan satu satunya Dewa Kegelapan *Mylos) , jiwa penghancur dan perusuh.
Di hari ke 22 Bulan 6 Tahun 487 SM satu babak baru kehidupan telah di mulai.
Nasib telah ditorehkan Sang Dewa Perang dan Kehancuran Vega Zevaares menghembuskan nafas pertamanya di Mayapada.
*.* *************** *.* ****************** *.* ****************** *.* ****************** *.*
Suatu pagi tanggal 22 di Bulan Juni Tahun 506 SM , memancar sebuah sinar lembayung di Istana Adena kediaman Dewi Moirae yang besebelahan dengan batas suci Kuil Parthenon di Athena .
Orang sepertimu kenapa mau terlibat masalah seperti ini, sungguh menggelikan sekali kau Theron, ucap Zeva dengan muka masam.
Sekedar membantumu ,memang nya kenapa? AKu peduli dengan masalah ini, wanita itu memang sudah menjadi takdirmu, Theron menekankan setiap suku kata yang keluar dari mulutnya.
Raut Zeva berubah keras dan menyeramkan, giginya bergemeletuk menahan amarah.
Keningnya berkerut menahan sakit, luka dalam yang baru saja menderanya semakin merajam bagaikan sembilu.
Kehadiran Theron Sang Dewa Masa Depan menambah jiwanya makin terguncang dan tertekan.
Jangan mencoba membangkitkan amarahkuTheron, kau tahu akibatnya bukan ? Zeva menarik kerah jubah Theron dengan sekali hentakan.
Katakan apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan terhadapku?,orang sepertimu tak mungkin datang tanpa maksud tertentu, Sekali hentakan Theron terjungkal ke belakang, namun dengan segera ia berdiri dan menyelaraskan keseimbangan tubuhnya.
Sementara Zeva sedikit mengerang tertahan, dari sudut mulut nya keluar setitik darah hitam yang mengental.
Luka dalam nya dirasakannya semakin menusuk, mengoyak setiap sendi sendi tubuhnya.
woohoooo
. Kasihan sekali kau Zevaa, seperti binatang yang terluka dan kehabisan tenaga, Theron bersedekap, menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menyeringai menatap Zeva.
Takdir seorang Zevaa adalah gadis manusia Rhea ,tapi disampingnya telah ada Ekvatanal anak kesayangan Dewi Kesuburan Ghaia, ckckckck cerita cinta yang sungguh lucu, cinta segitiga yang menakjubkan.
Bagaimana seorang Zevaa Sang Penghancur harus memperjuangkan takdir kesayangannya, Aku sungguh ingin tahu kelanjutannya. Wuhahahahhhahah , Tawa Theron menggelegar .
Keparat kau Theron, katakan apa maksud sebenarnya kau kemari, sebelum aku melemparmu ke dasar neraka , Umpat Zeva sambil menahan sakit yang teramat.
Reaksi yang cepat Zevaa, baiklah kedatanganku ini berhubungan dengan gadis itu.
Perlu kau ketahui bahwa saat ini takdir kesayanganmu , sedang terperangkap di lembah kematian di Kuil Angkor,
Dia sedang mencari Tabib untuk menyembuhkan luka Kakak seperguruannya, tapi karena perangkap Dewa Kematian dia tersesat di wilayah Angkor.
Kurasa aku tidak perlu menjelaskan lagi tentang apa wilayah itu bukan? Sedikit saja kau terlambat, maka maut sudah menjemput gadis takdirmu itu,
Lalu apa urusannya denganku?
Bagaimana kalau gadis itu mati?
Biarkan saja, aku tidak perduli dan tidak mau tahu.
Hanya dia satu-satunya takdir mu Zevaa!
Takdir, takdir , dan takdir, dari tadi kau berputar-putar di antara kalimat itu!
Mana bukti dari semua omong kosongmu itu? Mana bukti dari perkataanmu?
Kapan aku pernah berbohong tentang sebuah Masa Depan , Zevaa?
Kalau memang harus mati, itu sudah menjadi takdirnya,bukan? Biarkan saja dia mati, aku tidak mau tau dan perduli? Zevaa berbalik , bermaksud meniggalkan Theron yang masih termangu.
Pergilah Theron? Kalau kau datang lagi, untuk merecokiku dengan masalah ini aku bersumpah akan memisahkan kepalamu dari ragamu itu! Arasso? Zevaa bergegas beranjak
blukkk
terdengar suara pintu yang tertutup seiring kepergian Zeva dari hadapan Theron.
Zevaa-a
Zevaaa! tunggu, suara teriakan Theron menggelegar di penjuru ruangan.
Kamu pasti menyesal Zevaa bodoh, kamu pasti akan menjadi lemah kalau dia sudah mati!
" Kamu akan kehilangan semangatmu!"
Kamu dengar Zevaa, inilah saat-saat kehancuranmu! Theron berteriak menggelegar, namun Zevaa telah hilang dari hadapannya.
Dia benar-benar tidak perduli. Theron menendang pintu besi di hadapannya, dan bergegas meninggalkan Istana Adena.
End of Proloque - TBC to d next Chap
_____________________________________________________________
Pojok ceritamiannn, klo kentang dan lama
update-an kali ini belom menjelaskan apa-apa , mungkin masih mebingungkan
![[biggrin]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/biggrin.gif)
truss gw baru nyadar bahwa di FF ini lebih menggunakan bahasa indo yg sedikit formal dan baku
![[biggrin]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/biggrin.gif)
cozz, gw mikir ga mungkin khan klo dewa pake dialoque gw atow lo (bahasa2 gaul gituw
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
)
![[sweat]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/sweat.gif)
mohon koreksi dari sista-sista smua, and kakak2 author senior, gumawooo
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)